Title: My New Idol~
Main Cast:
Byun Baekhyun as Baekhyun
Kim Taehyung as Taehyung
Xi Luhan as Luhan
Kim SeokJin as Jin
And other ..
Author: BLAUESKI
CHAPTER 4 Here~~ This CHAP is FULL LUBAEK! Next Chap is FULL JINV!
MY NEW IDOL - BLAUESKI
Baekhyun mengatupkan matanya rapat-rapat seolah bersiap menerima 'sentuhan' dari Xi –brengsek- Luhan. Luhan melayangkan tangan kirinya – tangan kanannya mengunci kedua tangan Baekhyun – hendak membalas perlakuan Baekhyun. tapi saat kurang beberapa senti lagi tangannya akan 'menyentuh' pipi Baekhyun, ia menghentikan pergerakannya. Entah kerasukan setan apa Luhan malah memandangi wajah Baekhyun yang pucat dan diiringi keringat dingin, ia berhenti menatap bibir merah Baekhyun yang terkatup rapat. Luhan menampilkan smirk-nya.
" Hei " Luhan menggumam sambil menepuk-nepuk pipi gembul Baekhyun. Ingat! Menepuk, bukan menampar! . Baekhyun membuka satu matanya melirik Luhan yang tersenyum –tampan – mengerikan padanya.
" Ingin membuat perjanjian? "
" Tidak! " Baekhyun menjawab cepat, ia tahu 'perjanjian' yang dimaksud 'majikan' –nya ini pasti tidak menguntungkan untuknya.
" Wae? " Luhan memasang wajah yang dibuat se-sedih mungkin sambil tangannya yang kini beralih mengelus leher Baekhyun – menyeka keringatnya -. Baekhyun memutar bola matanya jijik melihat wajah Luhan yang terlihat seperti harimau memelas.
" Aku yakin seribu persen kalau aku adalah pihak yang akan dirugikan, ania? " Tanya Baekhyun dan Luhan menggeleng.
" Kau bisa memasak? " Pertanyaan Luhan sangat melenceng dari topic pembicaraan. Baekhyun mengingat-ingat terakhir kali ia memasak telur yang menjadi gosong, setelah kejadian itu ia tidak pernah ke dapur lagi biarlah eommanya yang memasakkan masakan enak untuknya. Tapi kalau ia menjawab tidak, ia yakin pasti Luhan akan menertawainya habis-habisan jadi ia memutuskan untuk mengangguk yakin.
" Jinjjayo? " Baekhyun menatap Luhan jengkel. Dimatanya pertanyaan Luhan kali ini seakan meremehkannya.
" Tentu, aku sangat yakin! " ucap Baekhyun tegas. Luhan mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun, sedangkan Baekhyun menatapnya tidak suka sekaligus risih.
" Apa aku bisa mempercayaimu? " bisik Luhan.
" aku bahkan tidak berharap kau percaya padaku! " ketus Baekhyun sambil bergerak-gerak risih. Luhan lalu melepaskan kedua tangan Baekhyun dan duduk disebelah Baekhyun yang kini juga mencoba duduk.
" Baiklah, kalau begitu ayo kita buat perjanjian – "
" Ti – "
" Jika kau menang, aku tidak akan menuntutmu dan membebaskanmu – " Luhan sengaja menggantungkan ucapannya hanya sekedar menoleh kearah Baekhyun yang juga kini menatapnya setuju.
" Tapi jika kau kalah – "
" Ya? "
" Kau harus memanggilku oppa – "
" SHIREO! " Teriak Baekhyun lantang, apa yang dimaksud dengan ' memanggilku oppa ' , Demi semua makhluk ber-eyeliner didunia ia laki-laki dan tidak akan sudi memanggil laki-laki lain dengan sebutan menggelikan itu. jika sampai ia melakukan itu mungkin ia menjadi orang pertama yang pernah mengatakan hal konyol seperti itu.
Luhan juga bahkan tidak tau kenapa syarat yang ia ajukan konyol seperti itu, tapi mungkin ini akan menjadi hal yang menarik dan menghibur untuknya.
Tidak merugikan juga – batin Luhan.
" Aku juga bisa mengenalkanmu dengan Jongin " tambah Luhan.
" Ti- MWOYA? J-jongin? Maksudmu Kai? " Kaget Baekhyun, ini tawaran paling menguntungkan untuknya. Luhan mengangguk mantap.
" T-tapi kau .. darimana kau tahu aku menyukai Kai? " Tanya Baekhyun penasaran padahal ia belum pernah mengatakannya pada Luhan. Tiba-tiba ia teringat saat membaca fanfiction.
'Xi Luhan mempunyai indra keenam ' – batinnya.
" Kopermu, Jam tanganmu, Kalungmu, Bajumu, dan .. ini " Luhan menjawabnya sambil menunjuk kamarnya yang memang terdapat koper Baekhyun – koper Baekhyun banyak tertempel stiker Kai dan terdapat gantungan kunci gambar Kai chibi - lalu jam tangan hitam Baekhyun yang didalamnya terdapat foto Kai, Kalung perak-nya yang berbandul tulisan ' KaiBaek ' , juga bajunya yang terdapat gambar Kai serta 'ini' yang dimaksud Luhan adalah paha Baekhyun. Baekhyun mengikuti jari Luhan yang menunjukkan paha mulusnya yang terekspos – ia memakai celana pendek – disana tertulis ' KAI SARANGHAE ' dengan gambar 'love' setelahnya.
' PLAK! '
Baekhyun menepis tangan Luhan kasar.
" Deal? " Luhan mengulurkan tangannya, Baekhyun menggigit bibir bawahnya ragu. Ia ingin sekali Kai mengenalnya atau bahkan sampai menyukainya tapi ia juga agak sedikit tidak yakin jika perjanjian yang akan dibuat Luhan menguntungkan untuknya.
" Kau tidak lupakan, kalau aku dekat dengan Kai? " Luhan mencoba memanas-manasi Baekhyun, dan benar saja dengan sangat cepat Baekhyun langsung menyambar tangannya.
" DEAL! Puas? " Akhirnya Baekhyun menyerah, keinginan terbesarnya adalah bertemu Kai tentu saja ia tergiur apalagi Luhan bilang 'mengenalkannya' berarti Kai akan mengenalnya sebagai Baekhyun bukan Fans-nya kan? Baekhyun bahkan akan bertatap muka langsung dengan Kai, fans mana yang tidak mau bertemu dengan idolanya?
" Jadi, apa perjanjiannya? " Tanya Baekhyun penasaran sambil menyatukan kedua alisnya, Luhan tersenyum –tampan- mengerikan –lagi.
" Kau hanya harus memasak " Jawab Luhan santai, seolah ia tahu ia-lah yang akan menang. Entah kenapa Luhan memilih perjanjian itu, tapi saat ia bertanya pada Baekhyun ' apakah kau bisa memasak? ' ia sangat yakin bahwa Baekhyun TIDAK bisa memasak.
Baekhyun mengangguk, ia hanya akan mencelupkan telur kepenggorengan lalu membalik-balikkannya dan.. selesai! Hanya itu kan? ia pikir, itu mudah.
" Ingat jika kau kalah, kau harus memanggilku oppa dan jika sampai aku mendengar kau tidak memanggilku oppa maka aku akan mendapat ciuman tepat dibibir darimu " Baekhyun melotot sedangkan Luhan menampilkan seringai mautnya yang mampu mem-pingsankan seluruh gadis yang melihatny tapi sayang sekali karena Baekhyun bukan seorang gadis.
" KAU GILA! Yang benar saja! B-berciuman denganmu? Cih, aku tidak sudi! " balas Baekhyun sengit.
" Oh, siapa tadi yang berkata Deal dan menjabat tanganku? " Luhan menoleh kekanan dan kekiri, perkataannya sarat akan sindiran.
" … " Baekhyun mengernyitkan dahinya kesal, tentu saja siapa yang tidak kesal?
" Kau hanya perlu memasak makanan yang layak jika ingin menang " tutut Luhan sambil menekankan kata ' yang layak ' . Baekhyun mendengus lalu beranjak menuju dapur setelah ia menatap Luhan dengan pandangan menantang-nya.
" Baiklah, ayo kita lihat " Luhan menggumam sambil menyeringai, lalu mengikuti langkah Baekhyun menuju dapur.
' Demi Kai aku harus berjuang! '- batinnya.
Baekhyun mulai berkutat dengan dunianya sendiri – di depan penggorengan – sedangkan Luhan hanya asik duduk di kursi sambil membuka akun weibo-nya.
" A-apa yang harus kumasak? " Baekhyun bergumam sendiri yang jelas tidak akan terdengar siapapun kecuali dirinya sendiri. Padahal tadi ia sangat yakin bahwa ia yang akan menang tapi entah kenapa didepan penggorengan yang kosong ia jadi gugup sendiri.
Baekhyun membuka kulkas dia menemukan semua bahan masakan yang lengkap tapi sayangnya ia sama sekali tidak mengerti, mungkin yang ia mengerti hanya benda merah yang kecil dan memanjang, cabai. Benda bulat berwarna kecoklatan –telur. Dan beberapa botol kecil yang Baekhyun yakini jika itu bukan gula maka garam. Baekhyun mengambil telur dan cairan berwarna kuning –minyak. Ia memasukkan sebotol minyak penuh dipenggorengan lalu ia langsung memecahkan telur dan mencelupkannya dipenggorengan menghiraukan beberapa minyak yang berjatuhan dilantai. Lalu ia mengambil cabai tanpa diapa-apakan lagi ia langsung memasukkannya dan beberapa sayuran berwarna hijau yang Baekhyun sendiri tidak tau apa namanya.
MY NEW IDOL – BLAUESKI –
Setelah hampir satu jam ia berkutat dengan dunianya sendiri, Baekhyun langsung mematikan kompor menaruh 'hasil karya' nya di piring kosong. Ia berbalik dan tidak mendapati Luhan, lalu ia berjalan menuju ruang tamu dan melihat Luhan yang tengah asik memainkan ponsel menghiraukan suara televise yang berada didepannya.
" Ehm.. " Baekhyun berdehem gugup, ia terus melafalkan kata ' aku yakin ' atau ' aku menang ' , ' kelihatannya memang buruk tapi rasanya pasti enak ' dan lain lain di dalam hatinya untuk menenangkan hatinya yang entah kenapa merasa tidak yakin.
Luhan menoleh, lalu tersenyum –tampan- mengerikan pada Baekhyun yang entah berjalan sangat lambat kearahnya sambil membawa piring yang entah apa isinya.
" Sudah selesai? " Tanya Luhan, entah kenapa pertanyaannya sangat tidak menyenangkan di telinga 'sensitif' Baekhyun.
Baekhyun mengangkat dagu dan berjalan layaknya putri solo.
" Ige! " ucapnya setelah tepat berada di depan 'majikan' –nya itu. Luhan memandang 'hasil karya' Baekhyun dengan kedua alisnya yang mengangkat.
" Ige mwoya? " ucapnya sarkastik sedangkan Baekhyun mendengus kesal.
" Tentu saja Telur mata sap—"
" APA? HAHA! Mana ada telur mata sapi seperti ini? " Luhan memotong ucapan Baekhyun yang menjelaskan masakan apa yang ia buat, sudah sangat jelas dimata Luhan itu hanya benda bulat berwarna coklat kehitaman dengan sayuran aneh diatasnya. Sepertinya Baekhyun mencampurkan apa saja didalamnya.
" Hei, jangan salah! Bentuknya saja yang jelek tapi aku yakin rasanya enak! Coba saja! " Tidak terima, Baekhyun malah menyodorkan lebih dekat 'masakan' –nya pada wajah Luhan, dan seketika itu juga Luhan tertawa terbahak-bahak saat mencium aroma yang dikeluarkan ' telur mata sapi ' karya Baekhyun. Gosong.
" Baiklah, Baik. Aku akan mencobanya! " Lalu Luhan mengambil 'masakan' itu dari tangan Baekhyun, sedikit mengernyit ia memotong kecil bagian yang menurutnya tidak terlalu gosong. Sebelum memasukkannya kemulut ia memandang Baekhyun dengan tatapan 'kau yakin ini bisa dimakan?' yang dibalas anggukan mantap oleh Baekhyun.
' GLEK! '
Luhan yang menelan makanannya begitupula Baekhyun yang menelan air liurnya sendiri saking gugupnya.
" ASTAGA! Berikan aku air! " Luhan dengan tergesa mmenyambar air yang diberikan Baekhyun –sepertinya sudah disiapkan- .
" Kau memasukkan berapa cabai ke dalamnya? " Luhan bertanya setelah menegak satu botol air mineral penuh.
" Molla " Baekhyun menjawab acuh.
" Dan.. kau memasukkan gula? " Luhan bertanya dengan nada menyindir.
" Tidak, aku memasukkan garam "
" bagaimana mugkin kau tidak bisa membedakan gula dan garam? " Luhan bertanya frustasi.
" Apa? Aku bisa! " Baekhyun tidak mau kalah.
" Kau kalah! "
" Apa? Ti- "
Ting Tong Ting Tong~~
" Bukakan pintu, dan.. mulai detik ini kau harus memanggilku oppa, arraseo " Luhan memerintah dengan seenak jidatnya, Baekhyun mengerucutkan bibir mungilnya. Dengan kaki menghentak ia berjalan menuju pintu utama.
Dia menekan tombol intercom, dan seketika mata sipitnya membuka lebar serta tubuhnya yang terasa kaku.
" Kau kenapa? " Suara Luhan membuyarkan lamunannya, dengan gerakan patah-patah Baekhyun berbalik menghadap Luhan dengan senyum lebar –idiot-nya.
" DEMI TUHAN! ITU KAI ASDFGJ-Mphhtt! " Dengan seenaknya Luhan menutup mulut kelewat cerewet milik namja didepannya lalu menyeretnya ke kamar dengan sekuat tenaga karena sedari tadi Baekhyun yang terus berontak.
' Cklek! '
" Tunggu disini jangan kemana-mana dan jangan sampai menimbulkan suara, mengerti? " Baekhyun menggeleng kuat. Tentu saja ia tidak mau, idolanya sedan berada diluar dan ini kesempatan emas untuk meminta tanda tangan, foto , dan apapun yang biasanya fans lakukan jika ketemu idolanya.
" Jika kau membantah perintahku, 'ini' akan menjadi korbannya " Baekhyun melotot saat Luhan mengatakan 'ini' sambil meremas bokongnya. Setelah itu, Luhan melepaskan bekapannya sambil menyeringai melihat Baekhyun yang masih melotot.
" YA! AKU TIDAK MAU! Biarkan aku bertemu Kai, jebaaal~~ " Baekhyun mengakhiri ucapannya dengan 'aegyo' andalannya. Luhan mengerjab detik kemudian ia menggeleng sambil berkata 'Tidak' dengan intonasi tegas.
" Ya! Xi Luhan ak- "
' CUP! '
Baekhyun mematung, apa yang baru saja terjadi? Tangannya bergerak menyentuh bibirnya yang baru saja dikecup oleh Luhan.
" A-apa yang—"
" Kau tidak memanggilku oppa, masih ingat perjanjiannya sayang? " Baekhyun reflek mengangguk.
" Nah, anak pintar. Sekarang diam disini dan jangan lakukan apapun, mengerti? " Perintah Luhan lembut yang diangguki Baekhyun layaknya peliharaan yang selalu menuruti pemiliknya.
Ting Tong Ting Tong Ting Tong Ting Tong ~~
Luhan berbalik, menutup pintu kamarnya, dan berjalan menuju pintu yang sedari tadi berbunyi.
' Cklek! '
" Ya hyung! Kenapa lama sekali eoh? " Seseorang berkulit tan langsung masuk menuju ruang tamu apartemen Luhan.
" Siapa yang membolehkanmu masuk, hitam? " Luhan berbalik dan mengikuti seseorang yang dipanggilnya hitam –Kai- atau nama aslinya Jongin.
' DUK! '
Kai dengan santainya menduduki sofa panjang milik Luhan.
" Mana minumnya? "
" Apanya yang 'mana minumnya?' ? " Luhan mempraktekan nada yang sama persis dikeluarkan oleh bibir sintal Kai. Kai mengendikkan bahunya sambil mengarahkan dagunya kearah dapur membuat Luhan mendengus, dasar bocah hitam sialan!
" Kenapa kau datang kesini? "
" Tidak ada, aku hanya ingin berkunjung. Kita kan tidak ada jadwal selama dua hari. "
" Dimana Kris? Biasanya kau selalu menempel dengannya? " Tanya Luhan penasaran pasalnya Kris –leader boybandnya – selalu menempel pada Kai layaknya perangko.
" Entahlah, dia bilang ada urus—"
' BRAK! '
" Eh, suara apa itu? " Kai langsung menoleh ke arah Luhan lalu ke arah kamarnya yang tadi menimbulkan suara seperti 'benda jatuh' atau mungkin 'orang jatuh'
" T-tidak ada, m-mungkin hanya .. kucing. Ah ya, kucing! " Kai mengernyitkan dahinya menatap Luhan yang tiba-tiba berkeringat dingin dan terlihat jelas sedang gugup.
" Jeongmallyo? " Kai menatapnya penuh selidik, Luhan mengangguk ragu-ragu. Kai berdiri dari duduknya yang membuat Luhan reflek ikut berdiri.
" E-eodisseo? " Luhan menatap Kai yang juga menatapnya.
" Ke kamarmu, aku ingin memastikannya sendiri apakah itu kucing atau 'kucing' " Kai ber-smirk diakhir katanya.
" Tidak boleh! " Luhan spontan menjawab dengan menggerakan kedua tangannya di depan dada membuat Kai semakin meyakini opini-nya jika memang ada 'kucing' di kamar hyung tertuanya di EXO ini.
" Kau menyembunyika 'kucing' dariku hyung? "
" Tidak, kenapa kau tertarik sekali dengan kucing? Ini hanya kucing biasa yang kau temui dijalanan! "
" Eoh? Aku lupa sejak kapan kau memelihara kucing, hyung? " Kai bertanya dengan nada mengejek yang sukses membuat Luhan bungkam beberapa saat.
Sial! – umpat Luhan dalam hati
" Kau tau, aku sangat suka 'kucing' manis dengan pakaian ketat dan sexy apalagi jika bagian dadanya menyembul " Kai ber-smirk ria melihat wajah pucat namja di depannya.
" Tidak ada di kamarku kucing yang seperti itu! " Luhan menyangkal dengan cepat membuat Kai malah mengembangkan senyum evilnya.
" Tidak apa, aku juga suka 'kucing' yang polos dan berpakaian tertutup, kok " Kai memberikan wink-nya pada Luhan lalu berjalan ke arah tangga.
" Sudah kubilang, tidak ada kucing yang seperti itu di kamarku! "
" Melihatmu seperti itu, membuatku sangat yakin jika memang benar kau menyembunyikan 'kucing nakal' di kamarmu, hyung " Kai sudah berdiri tepat di depan pintu kamar Luhan. Tangannya meraih knop pintu dan memutarnya.
" Eoh, oppa? "
TBC
Tambah aneh? Tambah GJ? Terserah! Ki terima kriitik dan saran kalian~~
THANKS TO:
indri kusumaningsih , , NaturalCandy1994 , xiubaekhan , AnaknyaChanbaek92 , rachel suliss , utsukushii02 , bublewk96 , ViviPExotic46 , Enjieee , LuBaekShipper , PokerBaconDeer , leekyukie
Dan maaf buat b yang gak suka ChanSoo, soalnya aku bingung mau masangin Chanyeol sama siapa.
Oh ya, kemarin ada typo 'yeoja cantik' sebenernya itu 'namja' soalnya KI NGGAK SUKA GS ataupun STRAIGHT! Dan maaf, Ki nggak post Except You hari ini *bow*
REVIEW?
.BLAUESKI.
