TITLE: MY NEW IDOL

PAIR: LUBAEK / JINV

AUTHOR: BLAUESKI

Chapter 5! Happy Reading~

" Melihatmu seperti itu, membuatku sangat yakin jika memang benar kau menyembunyikan 'kucing nakal' di kamarmu, hyung " Kai sudah berdiri tepat di depan pintu kamar Luhan. Tangannya meraih knop pintu dan memutarnya.

" Eoh, oppa? "

Suara melengking seorang 'yeoja' membuat Kai menampilkan seringainya, ia berjalan memasuki kamar Luhan dan menemukan seekor 'kucing nakal' didalam kamar hyung tertua-nya di EXO. Kai membulatkan matanya tidak percaya melihat 'kucing nakal' itu yang hanya mengenakan handuk sebatas dada hingga setengah paha dan rambutnya yang ia yakini panjang nan halus itu dibalut handuk juga, tubuhnya ramping dan kelihatan basah, mungkin habis mandi –pikir Kai, tapi bukan itu yang membuatnya kaget, jika 'yeoja' didepannya habis mandi apalagi di kamar Luhan berarti – Kai menoleh kebelakang dan mendapati wajah 'aneh' Luhan dengan mulut menganga entah karena apa.

Luhan sungguh tidak percaya, jelas-jelas yang didepannya ini adalah seorang namja tapi bagaimana bisa seorang namja mempunyai 'sesuatu' yang menyembul dibalik handuk yang menutupi bagian dadanya. Apalagi wajah polos Baekhyun yang memang terlihat sedikit mirip yeoja dan jakunnya yang tidak Nampak membuatnya makin terheran-heran sebenarnya Baekhyun itu namja atau yeoja?

" Ada apa oppa? " suara Baekhyun yang di mirip-miripkan yeoja itu membuyarkan lamunan Luhan dan membuat Kai menoleh kearahnya. Tentu saja itu membuatnya gugup, ingin sekali ia memeluk Kai, meminta foto atau tanda tangan, menciumnya, mengikatnya diran- ups abaikan saja pemikiran konyol Baekhyun.

" Oppa~~ " Tidak mendapat respon, Baekhyun berlari-lari kecil menuju Luhan yang berdiri diambang pintu, berlari-lari kecil itu Baekhyun lakukan agar dua pasang kaos kaki yang menyumpal dadanya tidak terjatuh. Ekor matanya tetap melirik Kai dengan binar-binar 'love' sebelum ia menerjang tubuh Luhan dengan kuat.

" Astaga aku akan mati sebentar lagi hh—" Baekhyun berbisik tepat ditelinga Luhan agar Kai tidak menengarnya tentu saja dengan suara aslinya bukan suara yang dimirip-miripkan seperti yeoja saat awal.

Sementara Luhan terdiam, tidak tahu harus mereskpon apa, tatapannya blank seakan masih belum siap menerima pelukan ganas –hangat- Baekhyun. Luhan juga benar-benar merasakan 'sesuatu yang empuk' menempel di dadanya.

" Cepat bawa Kai keluar " desis Baekhyun merasa tidak nyaman masih berada di pelukan Luhan, sebenarnya ia masih ingin bertemu Kai ataupun menghabiskan waktu bersama tapi entah kenapa ia malah memilih cara ini.

Flashback On

" Nah, anak pintar. Sekarang diam disini dan jangan lakukan apapun, mengerti? " Perintah Luhan lembut yang diangguki Baekhyun layaknya peliharaan yang selalu menuruti pemiliknya.

' BLAM! '

Setelah Luhan menutup pintunya, Baekhyun masih mematung ditempat, tangannya menjulur keatas menggapai bibir sucinya yang sekarang sudah tidak suci lagi.

' Apa baru saja aku kehilangan ciuman pertamaku? ' –batinnya seakan tak percaya.

" Ya hyung! Kenapa lama sekali eoh? "

DEG

Suara yang berasal dari luar menyadarkannya dari lamunan anehnya, ia mengerjabkan matanya seakan baru saja tersadar apa yang baru saja ia lakukan.

" Mana minumnya? "

Dan suara itu sukses membuatnya berlari keliling kamar Luhan saking tidak percayanya tadi ia melihat Kai didepan matanya -baru tersadar-

" ASTAGA! ASTAGA! AKU HARUS APA? " Baekhyun berteriak tanpa suara, terlihat hanya bibirnya yang bergerak heboh tapi tidak mengeluarkan suara sepertinya ia masih ingat perintah Luhan tadi. Sampai saking senangnya berlari ia tidak menyadari jika ada lemari di depannya.

' BRAK! '

Dan ia sukses terjatuh dengan tidak elitnya. Untung saja ia reflek memegangi mulutnya yang akan berteriak heboh karena sakitnya yang benar-benar terasa sakit #ambigu

" Eh, suara apa itu? "

DEG

" Omona, Aku harus apa? Aku harus apa? Eomma~~ " Baekhyun bergumam sendiri padahal jelas-jelas ia mendengar perdebatan Luhan dan Kai dibawah sana. Semoga saja Luhan dapat menghentikan Kai, sebenarnya Baekhyun sedikit heboh tadi saat Luhan mengatakan jika Kris selalu menempel pada Kai dan itu membuat jiwa Fujos-ralat Fudanshi Baekhyun naik tinggi hingga ia terantuk lemari.

TAP TAP TAP TAP TAP TAP

Baekhyun sontak berdiri dari duduknya mengabaikan punggungnya yang sakit entah dapat pemikiran konyol dari mana ia langsung menyambar handuk yang ada di gantungan pintu kamar mandi melepas semua bajunya kecuali underware biru mudanya lalu melilitkan handuk ditubuhnya. Lalu ia melihat penampilannya dikaca masih kurang menurutnya dan dengan secepat kilat ia membongkar isi kopernya hingga menemukan 4 pasang kaos kaki, ia mengambil 2 pasang meletakannya didada kiri dan dada kanannya. Mata sipitnya menemukan handuk pink –pemberian eommanya- di kopernya dengan gesit ia melilitkan handuk itu kerambut pendeknya hingga tidak tersisa. Lalu ia melirik cermin, ah Baekhyun baru sadar jika seperti ini ia memang kelihatan seperti yeoja dengan matanya yang berhias eyeliner memperbaik keadaan.

Flashback Off

" M-maaf Jongin, sebaiknya kita keluar.. eng—dia ingin berganti baju " ucap Luhan terbata.

" Ah, sayang sekali padahal aku ingin melihatnya ganti baju " ucap Kai dengan nada menggoda yang sukses membuat pipi Baekhyun memerah dipelukan Luhan.

" Tidak usah menggodanya, Kim " tiba-tiba saja nada Luhan terdengar datar dan tidak segugup tadi -efek cemburu-

" Arraseo tuan Xi, aku tau dia hanya milikmu " Balas Kai sambil mengedipkan sebelah matanya sebelum beranjak dari kamar Luhan ia sempat melirik wajah manis 'yeoja' simpanan hyung-nya itu lalu mengedikpan sebelah matanya membuat Baekhyun ber-blushing ria.

Setelah Kai keluar, keduanya hanya terdiam. Baekhyun masih bingung sebenarnya apa yang otaknya pikirkan sedangkan Luhan hanya menikmati wangi tubuh Baekhyun yang berkeringat. Ya, Kai salah jika saat ia melihat tubuh mengkilap Baekhyun karena habis mandi pasalnya itu karena keringat Baekhyun. HAHA.. Itu sama sekali tidak lucu, kan?

MY NEW IDOL

BLAUESKI

Taehyung kini mengantarkan Jin kedepan gerbang saat Jin berpamitan akan pulang. Sebenarnya ia ingin bertanya apa maksud pamannya mengatakan Jin adalah atasannya karena yang ia lihat tadi pagi Jin tengah mengepel lantai stasiun, ingat?

DUK

" Ughh – " Lamunannya terbuyar ketika secara tak sengaja ia menabrak punggung tegap Jin yang tiba-tiba berhenti, oh tidak mereka sudah sampai diluar gerbang ternyata. Seberapa lama memangnya Taehyung melamun sampai ia tak menyadari jika sudah sampai gerbang?

" Kau tak apa? " Tanya Jin khawatir saat Taehyung masih meringis sambil mengusap-usap kepala beserta hidungnya.

" Aniyo, Gwaenchana " Jawabnya sambil menatap Jin dengan senyum tulus.

" Eng.. Tae, apa boleh aku meminta nomer ponselmu? " Tanya Jin ragu, Taehyung mengernyit sebentar lalu setelahnya ia mengangguk sambil tersenyum manis yang lagi-lagi senyuman Taehyung membuat Jin ingin mencubit gemas pipinya.

Lalu Jin memberikan ponselnya dari saku jeans-nya yang membuat Taehyung melotot kaget pasalnya ponsel Jin adalah ponsel keluaran terbaru dan itu limited edition!

" Bagaimana bisa – "

" Tulis saja nomormu, nanti aku akan menelponmu " sela Jin sebelum Taehyung bertanya macam-macam padanya. Dengan gemetar Taehyung mengambil ponsel Jin dan mengetikkan nomer ponselnya disana setelahnya mengembalikan ponsel itu ke sipemilik.

CUP

DEG

" Aku pulang dulu, sampai jumpa " Jin berbalik meninggalkan Taehyung yang kini melotot menatap mobil Jin yang sudah melenggang pergi. Taehyung memengangi dada kirinya yang berdetak tidak karuan karena kecupan Jin didahinya yang terasa lembut.

" Taetae hyungie? Cepat mathuk! " perintah Jungkook yang entah sejak kapan sudah berdiri disampingnya.

" Ne, Kookie~ " ucapnya sambil menggenggam tangan kecil Jungkook dan menggiringnya masuk.

Sesampainya dikamar, Taehyung langsung merebahkan tubuhnya dikasur besar yang seharusnya ia tiduri bersama Baekhyun, oh ia baru ingat Baekhyun, bagaimana keadaannya ya? Ia pasti baik-baik saja apalagi tidur ditempat artis pasti menyenangkan, bukan? Bayangkan saja jika kau yang mendapatkan kesempatan emas seperti yang didapatkan Baekhyun. Meskpipun sebagai pembantu semua fans Luhan pasti akan senang.

Taehyung mengambil ponselnya hendak mengirim pesan pada Baekhyun tapi keduluan oleh pesan masuk dengan nomor asing. Taehyung membukanya dan—

From: 010xxxxxx

Subject: -

Hai, sudah tidur?

Taehyung mengernyitkan keningnya, siapa –batinnya bertanya.

To: 010xxxxx8

Subject: -

Belum, Nuguseyo?

Hingga beberapa menit tidak ada balasan, akhirnya Taehyung memutuskan untuk mengirimi Baekhyun pesan terlebih dahulu.

To: 010xxxxx9

Subject: Miss
Hyung, kau baik-baik saja? Aku merindukanmuuu~~

Detik selanjutnya Taehyung sudah merasakan getaran ponselnya, cepat sekali Baekhyun membalasnya, apa ia begitu bahagia meninggalkannya sementara ia disini hanya diam saja?

From: 010xxxxxx

Subject: -

Aku penggemarmu

Taehyung mengernyitkan dahinya sebelum bergumam "orang aneh" . kemudian ia menutup ponselnya dan beranjak menjumpai alam bawah sadarnya.

****** LUBAEK *****

Baekhyun menenggelamkan tubuhnya dibalik selimut –sebatas leher-, ia hanya melakukan itu sesudah melepaskan pelukannya bersama Luhan 18 menit yang lalu –Baekhyun sudah memakai bajunya-, Luhan juga belum kembali ke kamar, mungkin Kai masih berada disini –pikirnya.

Cklek~

Baekhyun langsung memejamkan matanya berpura-pura tidur, ingat ia sudah bertingkah memalukan tadi. Jadi ini cara satu-satunya agar ia tidak malu saat bertatap muka dengan Luhan.

Baekhyun merasakan kasur berderit menandakan bahwa ada yang menduduki pinggiran kasur, Baekhyun terkesiap saat merasakan sentuhan lembut disurainya tapi ia dapat mengendalikannya dengan baik. Selang beberapa menit tidak merasakan apa-apa, Baekhyun mencoba membuka sedikit matanya dan mendapati wajah Luhan yang tertutup tepat didepan wajahnya. Baekhyun memejamkan matanya dengan erat, detik berikutnya ia merasakan bibir yang beberapa menit lalu mengecup bibirnya itu menempel lagi dibibirnya. Ia terdiam, mencoba mencerna apa maksud Luhan melakukan ini padanya. Baekhyun merasa hangat saat merasakan bibir Luhan melumat dengan lembut bibit bawahnya seakan bibirnya adalah barang berharga jika dikasari akan rusak. Baekhyun makin terhanyut saat Luhan menjilat-jilati permukaan bibirnya. Baekhyun menahan mati-matian agar tidak mengeluarkan suara lenguhan.

'PLOP! '

Baekhyun berpura-pura menggeliat saat merasakan Luhan melepaskan ciumannya, apalagi saat ia mendengar bunyi 'PLOP' yang menggema itu, ia memalingkan wajahnya dengan berpura-pura tidur menyamping dan memeluk guling Luhan.

" Jaljayo, Baekhyun~ " Ucap Luhan seperti bisikan tepat ditelinga Baekhyun sebelum mengecup pipinya dengan lembut membuat Baekhyun bersemu tanpa sadar dan mengeratkan pelukannya diguling yang beraromakan tubuh Luhan

Drrrt~ Drrrt~~

Taehyung menggeliat saat merasakan getaran diponselnya, malas-malasan ia menekan tombol hijau di ponselnya.

" Yeoboseyo? " Ucapnya dengan suara serak –khas bangun tidur-

" Taehyung? Kau sibuk? Aku berniat mengajakmu makan siang " ucap suara seseorang diseberang sana membuat Taehyung mengernyitkan dahinya saat mencoba mengnali suara siapa yang menelponnya pagi buta seperti ini.

" Nuguseyo? "

" Ini aku Jin, kau tidak mengenaliku? Maaf untuk yang semalam, bersiaplah aku akan menjemputmu setengah jam lagi "

'Pip'

Dan sambungan telepon terputus, Taehyung menggeliat belum mencerna apa kata-kata si penelpon, Oh Jin? Jin hyung si petugas kebersihan kan? Mengajaknya makan siang? Setengah jam lagi?

' SRET! '

Taehyung duduk dengan mata melotot kaget. Rambut singanya acak-acakan karena habis bangun tidur, ia melirik jam dinakas sebelah ranjangnya.
Pukul 11.50 Oh pukul se-be-las – APA? Pukul SEBELAS? Bagaimana mungkin ia bangun telat sampai pukul sebelas yang benar saja SE-BE-LAS? Buru-buru Taehyung menyambar handuk dan berlari kesetanan menuju kamar mandi.

*** LUBAEK ***

BRUK!

" Aww.. " Baekhyun meringis sambil memegangi pantatnya yang mendarat dilantai marmer yang dingin, tadi ia tengah bermimpi berpelukan dengan Kai secara tidak sengaja lalu Kai menyatakan cintanya padanya dan saat mereka hendak berciuman tiba-tiba ia terjatuh. Apa maksudnya?

Baekhyun membuka matanya dengan malas, ia berbalik dan dapat ia lihat kini Luhan yang sedang duduk tegap diranjang sambil bersidekap.

" Apa? Kenapa kau menendangku, eoh? " Tanya Baekhyun sewot.

" O-oh ada yang lupa peraturan ternyata " Luhan mencibir, ia turun dari ranjang dan mendekati Baekhyun yang mendongak menatapnya karena posisi Baekhyun yang duduk dan ia yang berdiri. Luhan membungkukkan badannya meraih dagu Baekhyun dan mengecup bibirnya sekilas, Sebenarnya Luhan ingin sekali melumat bibir tipis itu tapi ia masih cukup sadar jika Baekhyun akan mengamuk nantinya. Lagi-lagi Baekhyun hanya menatap blank kearah Luhan yang kini duduk ditepi ranjang sambil menatapnya mengejek. Baekhyun yang tersadar apa kesalahannya pun, mencebikkan bibirnya jengkel.

" Dasar cari kesempatan! " umpatnya kesal.

" Oh, bukannya kau yang cari kesempatan agar aku memberimu morning kiss, heum?" Goda Luhan sambil menaik-turunkan alisnya lalu terkekeh geli melihat ekspersi Baekhyun yang makin merengut.

" Sudahlah cepat pesankan aku makanan, aku tidak mau jika kau yang memasak! Dan jangan lupa siapkan bajuku! Kau tidak lupa jika aku seorang artis kan? aku punya jadwal pagi ini, dan kau hanya punya waktu 15 menit dari sekarang –STOP jangan banyak protes " sela Luhan saat akan mendapati pergerakan protes Baekhyun, dengan kesal Baekhyun melangkah keluar kamar hendak memesan makanan.

Sepeninggalnya Baekhyun, Luhan tersenyum tipis " Sepertinya… aku menyukaimu "

TBC

Mian lama update, Review?