Title: My New Idol
Cast: Luhan, Baekhyun, Jin, Taehyung
Author: BLAUESKI
Happy Reading~
Luhan keluar kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk di pinggang dan handuk kecil ia sampirkan di belakang lehernya. Luhan berjalan menuju lemari, mengambil kaos hitam polos dipadu dengan celana pendek diatas lutut, menghabaikan pakaian formal yang sudah tertata rapi di king size-nya.
Luhan hendak keluar kamar saat telinganya tidak sengaja mendengar nada dering khas ponsel-nya. Ia menghampiri nakas sebelah ranjang luasnya
.
" Yeoboseyo? " sapa Luhan sopan, tentu saja ia kan seorang artis yang sedang naik daun jadi ia harus menjaga martabatnya dengan baik.
" Apa benar ini dengan tuan Xi Luhan? " suara khas seorang yeoja menyapa indra pendengarannya.
" Ya, Saya Xi Luhan, anda siapa? " tanyanya masih bersikap sopan sambil memainkan handuk yang –tidak disadarinya- masih melingkar dilehernya.
" Kami dari crew SBS sedang mengadakan acara baru, kami berniat mengundang anda berhubung nama anda sedang sangat terkenal saat ini – " Luhan memilih diam mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan si kru dari SBS
" –Kami mengadakan acara khusus untuk anda, ini sejenis game berhadiah. sepertinya Saya tidak bisa menjelaskannya di telepon, jika anda berminat silahkan datang di gedung SBS, Luhan-ssi "
" Ya, tentu saja. Akan ku pertimbangkan dengan managerku, terima kasih atas tawarannya. Annyeong… "
'pip'
Luhan dengan tidak sabarannya mengakhiri panggilan itu sepihak bahkan ia melupakan 'cara berbicara yang baik' tadi. Sudahlah lupakan saja, ia tadi kan berniat mencari Baekhyun. Ngomong-ngomong dimana bocah itu sekarang?
" Hei, kenapa ka-ehem.. o-oppa tidak mengenakan baju yang sudah kusiapkan? " Luhan menoleh saat mendengar suara melengking yang terdengar ragu-ragu itu. Luhan tersenyum kecil saat mendapati rona samar di kedua pipi gembul itu.
" memangnya kenapa? " Tanya Luhan balik berpura-pura tidak menyadari ekspresi jengkel Baekhyun.
" Ugh.. O-oppa bilang tadi ada jadwal! " Baekhyun sedikit meninggikan suaranya, dan secara tidak sadar ia memajukan bibir bawahnya. Luhan terkekeh membuat Baekhyun mengerutkan dahinya sambil menggembungkan pipinya –tidak sadar-
" Tidak jadi, aku baru ingat kemarin dan hari ini aku free – " Baekhyun mendengus, mukanya memerah menahan amarah. Tapi apa boleh buat? Disini ia berperan sebagai 'budak' –yang diperintah- bukan 'majikan' –yang memerintah-
" Terserahmu, aku – "
Saranghaeyo~~ Saranghaeyo~~
Ucapan Baekhyun terpotong dengan suara yang sangat familiar di kedua pasang telinga di kamar itu. oh, itu suara Kai yang diulang-ulang.
Buru-buru Baekhyun berlari ke ranjang Luhan, mengambil ponsel-nya yang tergeletak di ranjang luas itu. Baekhyun melirik siapa yang sedang menelponnya.
Chan Ahjussi.
Baekhyun sedikit memelototkan mata sipitnya dia bahkan lupa untuk mengabari paman dobinya itu. Sesegera mungkin Baekhyun menggeser tombol hijau.
" Yeoboseyo, paman? " buka Baekhyun, tidak ingin buang waktu Baekhyun langsung saja menceritakan keburukan yang menimpanya, tidak sadar bahwa di kamar itu masih ada Luhan yang mendengarkan Baekhyun menyebut ' Orang aneh menyuruhku menjadi pembantunya ' , ' Sebenarnya dia sedikit gila paman ' , dan lainnya
" – Ya, aku bahkan sempat berpikir jika dia adalah orang gila yang berhasil kabur dari penjara "
" Yasudah Baek, paman akan pergi kerja. Jangan lupa beritahukan eomma-mu, dia sangat khawatir tentang keadaanmu " Nasihat Chanyeol saat teringat beberapa jam yang lalu Nyonya Byun menelponnya dan menanyakan kabar Baekhyun dan perihal Baekhyun yang tidak mengabarinya.
" hehe, maafkan Baekkie, ne? Baekkie kan lupa ahjussi~~ " Baekhyun cengengesan dan entah sadar atau tidak –sepertinya tidak- ia mengeluarkan aegyo-nya yang membuat Luhan yang berdiri beberapa meter darinya ingin menerjunkan dirinya dari lantai 24 apartemen saking gemasnya.
" Ehm.. " Luhan berdehem setelah detik yang lalu melirik jam yang menggantung di dinding kamarnya. Baekhyun menoleh sekilas, lalu mendengus sebelum berpamitan pada Chanyeol kalau dia sedang sibuk bermalas-malasan yang membuat Chanyeol terkekeh kecil lalu ya, sambungan terputus sepihak dari Baekhyun.
" Mwoya? Kenapa menatapku seperti itu eoh? " Bingung Baekhyun saat mendapati Luhan yan menatapnya intens, bahkan sampai tidak berkedip.
" Bersiaplah, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat " Setelah berkata seperti itu Luhan keluar kamar menuju meja makan tentu saja –yang ia yakini sudah tersaji sarapan untuknya-.
.BLAUESKI.
Baekhyun menatap takjub bangunan besar didepannya, Lotte Mart –pusat perbelanjaan terbesar di Seoul-. Luhan membenarkan maskernya, matanya yang berbingkai kacamata hitam itu melirik kearah samping –tempat Baekhyun berdiri dengan tampang bodoh –lucu-nya- .
" Kajja " Ajak Luhan menarik pergelangan tangan Baekhyun yang tertutupi sweater rajut baby blue untuk memasuki kawasan Lotte mart.
Ekor mata Baekhyun berkeliling, matanya seakan terdapat cahaya terang saat mendapati Lotte mart begitu ramai dan .. menakjubkan. Baekhyun bahkan tidak sadar jika Luhan masih menggenggam tangannya dan mengajaknya ke distro baju khusus yeoja.
" Eoh? " Baekhyun baru tersadar saat mata sipitnya itu menangkap keberadaan dalaman wanita. Ia menoleh kearah Luhan yang berjalan menghampiri seorang yeoja berpakaian ketat entah bicara apa. Kemudian Luhan kembali kearahnya sambil membuka maskernya.
" Baekhyun ikuti noona yang ada disana, mengerti? " Baekhyun mengernyit mendengar permintaan Luhan. Baru saja ia hendak menolak tapi Luhan dengan elegannya malah menarik pinggangnya, hingga kini posisinya dan Luhan sangat dekat oh tidak perut mereka bahkan sudah saling berhimpitan.
" Jika kau menolak – " Luhan menggantungkan kalimatnya, mendekatkan wajahnya pada telinga 'sensitif' Baekhyun. Baekhyun memejamkan matanya saat tidak senaja bibir Luhan mengenai telinganya.
" Aku akan memperkosamu disini " dan kalimat ancaman Luhan itu diakhiri dengan jilatan manis dilubang telinga Baekhyun.
JINV~
Jin memarkirkan mobil sport-nya, ia menge-check arloji yang melingkar manis ditangannya, sudah jam duabelas lebih. Tepat waktu makan siang, aniya?
Tok Tok Tok
Jin mengetuk pintu jati didepannya dengan jantung yang berdisco ria.
Cklek~
" Jin? Mencari Chanyeol? Bukannya tadi ia berangkat pagi? – "
" Aniyo, Nyonya Park. Aku mencari Taehyung " Potong Jin cepat saat mengetahui jika namja cantik didepannya akan berkicau dengan suara merdunya.
" Oh, silahkan masuk. Taehyung sepertinya belum – "
" SUDAH! Hhh—Aku sudah siap " Pekik seorang dari belakang memotong ucapan Nyonya park –lagi- yang ternyata adalah Taehyung, suaraynya sedikit memelan diakhir kalimatnya.
" Kalian ingin kemana? " Tanya Kyungsoo bingung, matanya menatap Taehyung yang berpakaian rapi. Ekor matanya beralih ke Jin yang masih mengenakan pakaian formal, sepertinya dari kantor langsung kemari –batin Kyungsoo.
" Hanya makan siang, ahjumma. Boleh kan? " Ijin Taehyung sambil tersenyum manis setelah dapat menghirup oksigen dengan normal, tentu saja ia lelah karena bersiap kurang dari satu jam.
" Oh tentu saja, jangan pulang malam ne? " Kyungsoo mengusak pucuk kepala Taehyung yang jelas lebih tinggi darinya. Kyungsoo mendekati Jin dan berbisik 'sok misterius'. Taehyung yang merasa terabaikan pun mengernyit, mengetuk-ketukkan kaki –beralaskan kaos kaki pisang- nya yang menimbulkan suara absurd.
" Astaga maafkan jumma ne? " Setelah itu Kyungsoo meninggalkan Jin yang entah kenapa mukanya tiba-tiba memerah.
" Waeyo hyung? Kenapa hyung memerah? " Taehyung megeryit yang langsung dibalas dengan gelengan brutal dari kepala Jin.
" Kajja "
Taehyung mengamati setiap sudut di restoran perancis ini, sungguh ia tidak pernah menyangka –bermimpi pun tidak – akan memasuki ataupun makan di restoran bergay eropa ini, sungguh mustahil batinnya. Sekarang sepertinya ia harus mempercayai kata-kata orang disekitarnya bahwa Didunia ini tidak ada yang mustahil, percayalah!.
" Kenapa tanganmu dingin sekali Tae? " Tanya Jin yang merasakan tangan Taehyung berubah dingin sejak memasuki restoran. Taehyung sedikit tersentak saat Jin mengatakan itu bahkan ia tidak tahu jika daritadi mereka berpegangan tangan.
" A-ah Gwaenchanayo hyung " ucapnya sambil tersenyum kaku. Mereka –Jin- ternyata sudah memesankan ruangan VVIP untuk mereka dilantai atas.
" Kenapa tidak berbaur dibawah saja, hyung? " Tanya Taehyung heran pasalanya dibawah tadi masih banyak kursi dan meja-meja yang kosong
' Mungkin orang tidak berani datang kesini karena aku yakin mereka akan miskin keesokan harinya ' batin Taehyung menerka-nerka.
" T-tidak .. ngg aku hanya tidak suka saat makan dilihat banyak orang " Ah, alasan aneh tapi entah kenapa dengan otak Taehyung yang ternyata sedang mengangguk-angguk 'sok'mengerti.
" OPPA! " Jin dan Taehyung menoleh bersamaan saat suara teriakan cempreng itu memasuki gendang telinga mereka, Taehyung mengernyit mendapati gadis cantik berpakaian mini bberlari-lari kecil kearah mereka. Ekor matanya melirik kearah Jin yang memasang wajah seakan ingin berkata ' Apa salahku, Tuhan? ' .
" Oppa~ kenapa ada disini? Oppa bilang tadi sibuk bekerja? " Tanya gadis berambut pirang indah itu sambil bergelayut manja di lengan kekar Jin –otomatis membuat genggaman tangan Taehyung terlepas- dan ingatkan Taehyung untuk tidak muntah di restoran mahal itu saat mendengar suara mendayu-dayu si gadis berpakaian mini.
" Apa masalahmu noona? " Tanya Jin datar berbeda sekali dengan nada yang ia gunakan untuk berbicara dengan Taehyung.
" Oppa~~ aku merindukanmu " Ucapnya tidak nyambung sambil menempelkan dada besarnya dilengan Jin. Taehyung yang melihat itu mengernyit jijik.
' Apa-apaan noona ini, ish apa ia tidak punya uang untuk beli pakaian yang layak? ' batin Taehyung saat mata suci-nya tidak sengaja melihat gundukan besar yang terlihat jelas di dada si gadis.
" Sayang sekali, aku bahkan muak melihatmu " Ucap Jin sadis, Taehyung dengan cepat langsung menoleh kearah Jin. Apa benar yang tadi berbicara kasar adalah Jin? Yang benar saja! Taehyung bahkan menatap shock kearah Jin yang masih setia dengan wajah 'WTF'-nya. Jin menoleh kearah Taehyung saat merasakan badan Taehyung yang mematung, Jin tersenyum manis kearah Taehyung yang menatapnya tidak percaya. Lalu ia mengatakan 'maafkan aku' tanpa suara.
" Oppa aku kan tunanganmu "
DEG
Dan ucapan itu sukses membuat organ yang terletak dibagian kiri Taehyung berdenyut aneh. Bukan, bukan seperti saat dulu ia memenangkan lomba menyanyi, juga bukan denyutan seperti ia yang diberi hadiah oleh bumonimnya saaat ulang tahunnya tahun lalu. Taehyung reflex memegang dada bagian kirinya –letak jantungnya- ia sedikit menekannya saat rasa sakitnya tidak kunjung hilang. Wajahnya tiba-tiba pucat, tubuhnya tidak bisa digerakkan rasanya ia akan menghadapi kematian detik berikutny ughh—pemikiran bodoh.
" – Mpi saja! " Taehyung bahkan hanya diam saat tiba tiba Jin menyeretnya agak kasar menaiki lift yang untungnya langsung terbuka tanpa susah payah menunggu.
" Tae-ah? Kau tak apa? " Tanya Jin saat mereka sudah berada di lift. Wajah tampannya terlihat khawatir saat Taehyung hanya diam sambil menunduk.
" Tae-astaga! Kenapa kau menangis? " Jin sontak terkejut saat ia mengangkat dagu Taehyung, ia melihat air mata yang menggenangi pipi mulusnya. Tidak ada suara yang dikeluarkan Taehyung. Taehyung-pun tidak mengerti kenapa ia tiba-tiba menangis, seakan air matanya memang sudah ditakdirkan akan keluar sendiri.
MY NEW IDOL
.BLAUESKI.
Baekhyun mendengus kesal, sekarang ia tengah berada diruang ganti took khusus wanita. Tadi dengan terpaksa ia mengikuti wanita berbaju ketat yang ditunjuk Luhan karena tentu saja ia tak mau berada dibawah Luhan apalagi ini ditempat umum. Oh sadarkah kau Baek? secara tidak langsung kau mengatakan jika ingin berada diatas Luhan ditempat yang sepi?.
Baekhyun diam, menatap pantulan dirinya diruang yang tidak terlalu besar ataupun kecil. Ditangannya Nampak kain berwarna merah, bukan itu dress berbahan elastis. Tadi wanita berbaju ketat itu menyuruhnya mengganti pakainnya dengan pakaian yang ughh Baekhyun tidak bisa menjelaskannya tapi intinya ITU PAKAIAN WANITA! Huh, Tentu saja tadi ia menolak yang mendapati seringai mengerikan –tampan- Luhan. Tentu saja itu sinyal bahaya yang harus ia hindari.
Baekhyun menatap intens dress kekurangan bahan di tangannya. Ia berpikir, apa ia harus memakai ini? Ia melirik gantungan pakaian yang disana suda terdapat lengkap dalaman wanita ditambah dengan wig dark brown sepunggung. Benarkah ia harus memakai itu semua? Ia sedikit geli dengan pakaian dalam wanita bagian atas yang berenda-renda itu.
Cklek~
Baekhyun membalikkan badannya –yang memunggungi pintu- kearah pintu yan terbuka dan menampakkan sosok iblis berwajah tampan –Luhan-.
" Kenapa tidak dipakai? " tanyanya santai seolah pakaian yang akan dipakai Baekhyun adalah pakaian biasa.
" Kau yakin menyuruhku memak— " Ucapannya terpotong saat tibatiba Luhan mengecup bibirnya sedikit menyesapnya lalu memutuskannya dengan cepat, tentu saja Luhan takut kelepasan. Baekhyun sedikit mengerjab lalu beberapa detik kemudian ia tersadar.
" O-oppa kenapa menyuruhku memakai ini, sih? " Baekhyun yang tau letak kesalahannya langsung memperbaiki ucapannya dengan sedikit .. manis.
" Kau tidak lihat? Pengunjung disini memandang kita aneh? Kau tau, pakaian. Mungkin mereka mengira kita pasangan gay yang sedang berkencan jadi ya – "
" Tapi kan tidak perlu seperti ini juga! " Baekhyun sedikit menaikkan volume suaranya lalu menggembungkan pipinya dengan bibir yang mengerucut lucu.
" Lagipula biasanya Jong- Kai kan sering datang ke apartemenku, jadi kau harus siap dengan pakaian yeoja, sudahlah pakai saja oh atau kau ingin… aku yang memakaikannya? " Luhan menyeringai diakhir kalimatnya tangannya hendak meraih dress yang digenggam Baekhyun tapi dengan cepat Baekhyun menangkisnya.
" Tidak perlu, aku bisa memakainya sendiri " ketus Baekhyun sambil mendorong-dorong Luhan agar tidak mengganggu acara crossdressnya.
Baekhyun melongo menatap dirinya yang tampak ugh – seperti yeoja sungguhan meskipun tanpa make up, Tangannya terulur memegang dadanya – sedikit meremas – yang menggembung akibat bra gabus yang dipakainya.
" Benar-benar seperti payudara " gumamnya lirih. Ia segera memasukkan pakaian aslinya ke tas yang tadi juga di berikan padanya. Sekali lagi ia menatap pantulan dirinya dengan dress mini ketat setengah paha menampakkan lekuk tubuhnya yang indah, benar-benar seperti yeoja apalagi pinggangnya juga sedikit kecil. Untung saja paha nya mulus, ia tidak bisa membayangkan jika pahanya ditumbuhi bulu.
Cklek~
Baekhyun melongokkan kepalanya, melihat keadaan sekitar. Lalu kaki jenjangnya yang tidak tertutupi apapun melangkah, ia menutupi bagian pahanya dengan tas yang ia bawa.
SRET!
GREB!
Tiba-tiba ada yang menarik tangannya dari belakang sehingga kini dadanya yang menggembung itu menempel erat didada pria didepannya.
" Kau terlihat sexy, Baek-ah " Ucap pria itu yang ternyata adalah Luhan. Suaranya sedikit merendah saat mengatakan itu. Ia benar-benar ingin menjerit saat merasakan benda empuk menempel didada bidangnya. Oke, ini berlebihan padahal ia juga biasa seperti ini. Hanya saja Baekhyun yang tengah ber-crossdress didepannya ini terlihat polos dan menggairahkan dalam waktu bersamaan.
" Ayo kita pergi dari sini, ini kau bawa! Aku sudah memilih pakaian yang 'pas' untukmu " Dan dengan seenak jidatnya Luhan menarik tangan Baekhyun tanpa menyadari sepatu boots yang kini masih melekat indah di kaki Baekhyun.
Luhan berjalan sambil memeluk pinggang Baekhyun yang ternyata pas untuk tangannya. Sampai teriakan nyaring membuat ia tersentak kaget dari pikirannya tentang -betapa indah tubuh Baekhyun-
" ASTAGA ITU LUHAN OPPA! " Dan dengan itu Luhan baru sadar jika ia tadi melepas maskernya.
" OMONA! SIAPA GADIS BERUNTUNG ITU? "
" OPPA! LUHAN OPPA! " Dan berlanjutlah teriakan para fangirl ganas itu hingga..
Blitz!
Blitz!
Suara jepretan kamera itu membuat Luhan buru-buru menarik pergelangan tangan Baekhyun dan mengajak Baekhyun berlari bersamanya. Baekhyun yang terkejut hanya pasrah saat diseret Luhan untung saja ia tidak menggunakan hIgh heels. Sudah dipastikan besok akan ada berita yang menggemparkan di media.
TBC
Mian lama, REVIEW? PLEASE JANGAN JADI SILENT READERS!
