Chapter 2 : Training and Academy

Chapter sebelumnya :

"Baiklah aku akan memperkenalkan diriku, namaku adalah Fuujin, penguasa daratan Kaze no Kuni, salah satu dari lima dewa Genso no Kuni dan aku datang kesini untuk melatihmu Uzumaki Naruto. Apakah kau bersedia menjadi muridku?"

Naruto kini benar - benar kaget. Ia hanya bisa menagis dan menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju.

Inilah awal dari kebangkitannya, seorang Uzumaki Naruto akan membuktikan siapa dirinya bagi dunia.

Training and Academy

Disebuah tempat yang dipenuhi oleh pepohonan yang rindang, bisa kita lihat dua orang, lebih tepatnya seorang pria berumur 40 tahunan dengan rambut putih, mata perak dan memakai kimono berwarna putih polos. Sementara dihadapannya terdapat seorang anak kira - kira berumur 10 tahun memakai celana pendek warna putih dan kaos hitam lengan pendek dengan lambang pusaran air dibelakangnya dan jangan lupakan sobekan yang ada di baju dan luka - luka yang ada di tubuhnya.

Mereka adalah Fuujin sang dewa Angin dan Naruto Uzumaki. Dan saat ini mereka sedang apa? Yah tentunya berlatih dilihat dari area tempat mereka berdiri tentu saja terlihat mereka sedang berlatih. Tentunya dengan lubang - lubang yang banyak dengan bebagai ukuran, pohon - pohon tumbang dan Naruto yang saat ini ngos - ngosan dan baju yang sobek disana sini.

"Sebaiknya kita istirahat dulu Naruto, kau terlihat capek". Kata Fuujin berkata dengan lembut dan senyum yang hangat.

"Ha'i Fuujin-sensei". Jawab Naruto dengan ceria dan berjalan mendekati sang sensei diikuti dengan luka - luka yang perlahan memutup kembali.

Mereka duduk bersama dibawah pohon rindang disana. Memakan bekal berupa nasi kepal yang entah datang dari mana. Yah anggap saja itu adalah kemampuan

"Tak kusangka waktu berlalu secepat ini". Kata Fuujin sambil memakan nasi kepalnya.

"Yah memang sangat cepat berlalu ya sensei, tidak terasa sudah tiga tahun aku berlatih bersamamu" kata naruto." "Aku jadi teringat saat pertama kita bertemu" lanjutnya

Flashback

Terlihat seorang anak sedang menangis didepan seorang pria dewasa disebuah hutan. Yah mereka adalah Naturo Uzumaki si anak terbuang dan Fuujin sang dewa penguasa angin.

"Naruto kau tak boleh menangis, seorang pria harus kuat oke?" Fuujin mendekati Naruto seraya nengelus surai merah milik anak tersebut.

Naruto mendongkak keatas dan melihat senyum Fuujin yang membuatnya menjadi tenang. Kini ia dan Fuujin saling berhadapan dan duduk di bawah pohon rindang disana.

"Fuujin-sa-". Naruto ingin berkata namun dipotong terlebih dahulu oleh Fuujin. "Panggil aku sensei" kata Fuujin.

"Ya Fuujin-sensei, aku ingin bertanya, kenapa kau ingin melatihku? Aku bahkan tak punya chakra sama sekali, semua orang menganggapku aib bahkan keluargaku juga" kata naruto.

"Aku? Yah aku hanya ingin saja, apa tidak boleh? Lagipula kau punya sesuatu yang lebih hebat daripada chakra Naruto-kun" jawab Fuujin. Tak lupa dengan senyumnya.

"Sesuatu yang lebih? Maksud sensei?" Naruto tak mengerti apa yang dipikirkan sang dewa angin sehingga ingin melatih aib seperti dirinya. Sungguh Naruto tak mengerti.

"Kau punya tekad Naruto-kun, itulah yang terpenting". Jawan Fuujin.

"Tekad yang kuat didalam jiwamu nak, itu ada disini" kata Fuujin kembali sambil menunjuk dada Naruto.

"Jiwa yang kau miliki memiliki kekuatan yang hebat. Yang bahkan mampu membuat dewa gentar dan alam takluk padamu, untuk itulah aku akan melatihmu dan menjadikanmu kuat, agar kau mampu melindungi apa yang berharga bagimu" lanjutnya

Naruto hanya memasang wajah bingung dan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Oh ayolah ia bahkan tak punya chakra, apakah mungkin dia bisa membuat dewa gentar? Benar - benar sebuah lelucon.

"Aku tahu kau bingung, untuk itu aku akan melatihmu, besok datanglah kesini. Aku menunggumu" kata Fuujin dan setelah itu ia menghilang didalam pusaran angin.

Naruto tersenyum, ia tak mengerti dengan perkataan sang dewa. Namun apa salahnya dicoba? Toh dia memang ingin kuat. Dan membuktikan eksistensinya di dunia ini.

Akhirnya ia berlatih dengan Fuujin, dari hasil latihannya ia dapat mengendalikan angin tanpa segel tangan, tidak seperti para shinobi lain yang memanipulasi elemen menggunakan chakra dan segel tangan, Naruto mampu mengendalikan angin disekitarnya hanya dengan sebuah gerakan sederhana dari seluruh anggota badannya. Ditambah dengan kemampuan kenjutsu yang hebat dan elemen angin yang ia miliki, menjadikan kenjutsunya menjadi sangat mematikan, bagaimana tidak? Dengan pedang ditangannya ia mampu membelah apapun juga. Oh jangan lupakan kemampuan Taijutsu dan kemampuan Haki yang di ajarkan oleh senseinya.

Kemampuan kenjutsunya dan taijutsunya sangat unik. Dimana ia mampu mengimprovisasikannya dengan elemen anginnya. Membuat setiap tebasan dan pukulannya menjadi mematikan. Sementara stylenya juga bebas, tidal terpengaruh dengan style apapun, seperti halnya angin yang bebas. Ia menggunakan gaya bertarung acak dan terkesan gila membuatnya menjadi sangat menakutkan dalam pertarungan.

Sementara kemampuan Haki yang ia miliki adalah Haki Raja atau Haoushoku Haki, yang membuat lawannya tak sadarkan diri. Menurut Naruto sendiri kemampuan Haki yang satu ini sangat membosankan, karena ia tak bisa menikmati pertarungan dengan musuhnya lebih lama. Yang kedua adalah Haki Pertahanan atau Bososhoku Haki, ini adalah Haki kesukaannya dimana ia sangat menikmati saat memukul dan menendang lawannya dengan Haki tersebut. Haki yang dapat membuat tubuhnya sekeras baja. Dan yang terakhir adalah Haki Pendengaran atau Kenbunshoku Haki, namun ia sangat jarang menggunakan kemampuan Haki tersebut karena dengan kemampuan sensor anginnya ia dapat dengan mudah mengetahui jumlah, posisi dan kemampuan lawan. Menurut senseinya, Haki berasal dari negeri yang jauh bernama Green Land. Senseinya mempelajari Haki disana saat ia sedang berkeliling dunia. Tentunya ia menyamar menjadi manusia terlebih dahulu saat mempelajari Haki tersebut saat dilatih seorang bernama Rayleigh.

Namun satu hal yang sangat menonjol, ia suka bertarung. Entah apa yg terjadi sehingga ia jadi seperti itu. Ia menjadi orang yang sangat sadis dalam hal membunuh, terbukti ketika ia mencabik - cabik anggota Root yang mencoba memata - matainya. Dan ia menjadikan mereka menjadi potongan - potongan kecil. Oh jangan lupakan seriangainya yang mengerikan (seperti Kenpachi).

Fuujin sadar akan hal itu, tapi ia hanya cuek saja. Toh Naruto hanya melakukan hal itu pada orang yang ia anggap sebagai musuh. Dan ia hanya menunjukan sikapnya itu pada saat pertempuran saja.

Flashback off

"Naruto-kun sekarang kau sudah cukup kuat bahkan sangat kuat" Fuujin berkata." Sekarang saatnya kita berpisah Naru-kun, dan jangan memasang wajah sedih seperti itu" kata Fuujin sedih. Memang ada pertemuan tentu juga ada perpisahan.

"Aku tahu sensei, tapi apakah kita bisa bertemu kembali?" Tanya Naruto

"Tentu" Fuujin tersenyum, "Suatu saat kita akan bertemu kembali, dan aku akan selalu melihatmu dari atas sana" kata Fuujin sambil melihat langit.

" Dan sebagai tanda perpisahan aku akan memberikanmu sesuatu" kata Fuujin dan dia menjentikkan tangannya, kemudian turunlah pedang dari langit dengan sangat cepat.

BOOM

Suara ledakan menggema, saat pedang itu menyentuh tanah. Bisa dilihat pedang itu terbungkus oleh kain dan berbentuk seperti pisau besar (bayangin Zangetsunya Ichigo).

"Ambilah, pedang itu milikmu sekarang" kata Fuujin

Naruto berjalan mendekati pedang itu dan memegang gagang pedang terdebut.

Deg

Sebuah sensasi unik menjalar ke otaknya dan tiba - tiba ia berada disuatu tempat yang aneh, dimana disana terdapat banyak tengkorak manusia dan pohon yang mengering dan juga pemandangan malam yang mengerikan disertai bulan berwarna merah.

Mindscape

"Jadi kau adalah pemilikku yang baru ya?" Nampak sosok bayangan manusia muncul dari kegelapan yang ada dibelakang Naruto.

"Siapa kau?" Tanya Naruto

Bayangan tersebut menampakan dirinya, kini terlihatlah makhluk menyerupai manusia dengan banyak perban di seluruh tubuhnya, mata merah besar, dan kimono berwarna hitam dengan aksen merah di sisinya, membuat Naruto terjungkal kebelakang.

"HANTUUUUU...HUA AMPUN TUAN HANTU, AAMPUN JANGAN MAKAN AKU TUAN, DAGINGKU TIDAK ENAK...HUAAAAAAA" seru Naruto di selingi oleh tangisan yang cetar membahana.

"Are?" Hanya itu kata yang meluncur dari mulut makhluk tersebut. Namun...

"Hahahahahahaha...lucu sekali kau bocah, kau pikir aku hantu ya? Yah maklum juga karena penampilanku yang mengerikan ini" kata makhluk itu sambil memamerkan deretan gigi putihnya.

"Perkenalkan, namaku adalah Kaguro, wujud dari pedang yang kau sentuh tadi" katanya memperkenalkan diri.

"Ohh jadi kau adalah pedang yang tadi ku sentuh? Dan namamu adalah Kaguro? Kalau begitu perkenalkan namaku adalah Uzumaki Naruto, salam kenal Kaguro-san" kata Naruto yang secara tiba - tiba sadar dari kelakuan gaje dan nistanya tersebut, kemudian ia memperkenalkan diri.

'Bocah yang menarik' batin Kaguro yang melihat tingkah unik dari pemiliknya tersebut.

"Baiklah Naruto, mulai sekarang aku adalah milikmu, dan kau adalah tuanku" ucap Kaguro tegas

"Yosh sekarang kita partner Kaguro-san" teriak lantang Naruto. Dan kemudian ia menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Kaguro.

"Ya, kita adalah partner sekarang" kata Kaguro dengan seringai dan tangan berhabat tangan dengan Naruto.

End Mindscape

"Jadi bagaimana pertemuanmu sengan Kaguro? Apakah menyenangkan?" Tanya seseorang dari belakang Naruto.

"Yah aku kira dia hantu, ternyata dia adalah pedang ini" jawab Naruto sambil mengayunkan pedangnya.

"Nah sekarang saatnya untuk aku pergi dan ingat segala pesanku, juga ini yang terakhir, kalau kau ingin menghilangkan pedang itu cukup kau lempar ke atas maka pedang itu akan lenyap, namun saat kau membutuhkannya kau panggillah namanya, oke? Bukankah tidak baik jika seorang anak membawa pedang besar seperti itu?" Kata Fuujin sambil tersenyum seperti biasa.

"Baik sensei, aku akan melakukannya dan menjalankan semua yang sensei katakan" jawan Naruti mantap.

"Baiklah kalau begitu, saatnya aku untuk pergi. Sayonara Naruto-kun" ucap Fuujin melambaikan tangan diikuti oleh angin yang mengelilinginya kemudian ia menghilang.

"Sayonara sensei" balas Naruto sambil meneteskan air mata.

Sekarang ia melihat pedang yang ia pegang dan berkata " Pergilah dulu Kaguro-san, aku belum membutuhkanmu, istirahatlah sampai saatnya aku memanggilmu".

"Tentu Naruto" ucap Kaguro dan Naruro membuang pedang tersebut keatas dan pedang itu langaung hilang ditelan angin?.

"Saatnya untuk pulang" kata Naruto sambil melenggang pergi daro tempat tersebut.

Skip Time

Saat ini Naruto berada di apartemennya, sebuah apartemen sederhana. Disana terdapat satu kamar, satu kamar mandi dan ruang tamu, ruang makan dan dapur menjadi satu.

Tok...tok...tok

Terdengar pintu diketuk dari luar. Dan dengan terburu - buru Naruto membuka pintu tersebut. Karena ia tahu siapa yang datang ke apartemennya, darimana ia tahu? Tentu saja sensor angin? yang memberi tahu...hehe

"Oh Sandaime-jiji, ada apa?" Tanya Naruto

"Apakah kamu tidak mempersilahkan aku masuk dan duduk Naruto-kun?" Kata Sandaime dengan lembut. Dan kemudian masuk ke apartemen tersebut dan duduk di ruang tamu.

"Aku kemari ingin memberitahukan kepadamu kalau besok kau akan mulai belajar di akademi, nanti akan ada ANBU yang mengantarkan segala perlengkapanmu" ucap Sandaime lembut kepada Naruto.

"Apakah tidak apa - apa jiji? Maksudku apa aku pantas, jiji tahu kan kalau aku.." ucapan Naruto tergantung. Ia terlalu sakit saat mau mengatakannya.

"Kau pantas Naruto-kun, kau pantas, ini juga agar kau bisa berbaur dengan anak seusiamu" Sandaime tersenyum tulus sambil memeluk Naruto.

"Arigato jiji" ucap Naruto sambil berbisik di dada orang sudah ia anggap kakek kandungnya.

"Nah, ini uang untukmu selama satu bulan, dan aku akan kembali ke kantor Hokage, masih banyak pekerjaan menungguku" ucap Sandaime lagi.

"Arigato jiji" Naruto tersenyum sambil menerima uang tetsebut.

Ia melihat Sandaime keluar dari apartemennya. Dia bersukur masih ada yang mau memperhatikannya, disaat ia tersingkirkan oleh orang lain dan juga keluarganya."Besok pasti akan sangat merepotkan" ucapnya sambil menggela napas.

TBC

...

Profil Naruto Uzumaki

Nama : Naruto Uzumaki

Warna Rambut : Merah Crimson, lurus poni menutup mata (seperti Nagato)

Warna Mata : Biru

Tinggi Badan : 158 cm

Kemampuan :

* Kenjutsu : S

* Taijutsu : S

* Elemen : Angin level S

* Haki : semua jenis Haki

Nah untuk baju dan celana akan saya pikirkan nanti saat chapt 3 mungkin. Nungkin klu sekarang kyk di canon aja.

Okee ini adapah chapt 2, yah saat ini sich masih mencakup tentang Naruto doank, belum sampai pada keluarga Namikaze dan Senju...dll

Untuk pedang aq ambil pedang kegemaranku, yups Zangetsu, namun bukan Zangetsu...lho kok?

Yah aku ngisii jiwa dari pedang itu dengan Kaguro dari Anime Kekaishi cz sama sama pake perban sich...hehe

Balasan Review :

Raijin

Uwooh keren thor

A: makasih😊

Guest

Lnjt

A: ini lanjut

Kitsune

Thor.

Word-nya di panjangin ya...

A: oke ini aku panjangiin

Sederhana

di tunggu...

A: gag perlu nunggu. Ini udah release

tonysusana47

kliatan bagus, q harep update a cpet

A: thks, bwt updt cpt itu tergantung, klu ada waktu...hehe

oppai

Pedang-nya naruto shodai kitetsu aje,yg kya punya zoro di one piece

A: sorry bro, pedangnya udh aq tentuin sejak awal...

Ndah D. Amay

Keren,,,:)

Apa ntar Narutonya pergi dr konoha?

Lanjut and update,,,;)

A: thank , klu untuk pergii ituu rahasia...hehe

Lanjut, apa naruto godlike ?

A: yups Naru godlike, tp yah dengan sifat yang kayak kenpachii jd gtu dech, susah jelasin

aldi.

Ok lanjut

A: ini lanjut

The KidSNo OppAi

keren tor

apa nanti ada skipnya?

panjangi lg work nya tor eehehe

lanjutt

A: okay

Thnks bwt reviewnya...