Chapter 3 : Finding New Friend
Chapter sebelumnya
"Aku kemari ingin memberitahukan kepadamu kalau besok kau akan mulai belajar di akademi, nanti akan ada ANBU yang mengantarkan segala perlengkapanmu" ucap Sandaime lembut kepada Naruto.
"Apakah tidak apa - apa jiji? Maksudku apa aku pantas, jiji tahu kan kalau aku.." ucapan Naruto tergantung. Ia terlalu sakit saat mau mengatakannya.
"Kau pantas Naruto-kun, kau pantas, ini juga agar kau bisa berbaur dengan anak seusiamu" Sandaime tersenyum tulus sambil memeluk Naruto.
"Arigato jiji" ucap Naruto sambil berbisik di dada orang sudah ia anggap kakek kandungnya.
"Nah, ini uang untukmu selama satu bulan, dan aku akan kembali ke kantor Hokage, masih banyak pekerjaan menungguku" ucap Sandaime lagi.
"Arigato jiji" Naruto tersenyum sambil menerima uang tetsebut.
Ia melihat Sandaime keluar dari apartemennya. Dia bersukur masih ada yang mau memperhatikannya, disaat ia tersingkirkan oleh orang lain dan juga keluarganya."Besok pasti akan sangat merepotkan" ucapnya sambil menggela napas.
Finding New Friend
Dipagi hari yang cerah di Konoha, terlihat banyak warga melakukan aktifitas rutin mereka. Ada yang sedang mandi, sarapan, memasak, membaca koran dan lain - lain.
Tidak terkecuali untuk tokoh utama kita, Uzumaki Naruto. Kini ia sedang sarapan pagi, dengan lauk yang sederhana berupa sayur - sayuran dan nasi putih yang hangat.
Ia memang sering seperti itu, makanan sederhana baginya sangat lebih dari cukup. Karena uang yang diberikan Sandaime Hokage sangat pas untuk ia hidup selama satu bulan, ia sangat menghemat uang tersebut. Lagipula ia tidak ingin merepotkan Sandaime terus menerus dengan ia meminta uang tambahan, walaupun sebenarnya Sandaime pasti memberikan uang jika Naruto memintanya.
Sandaime adalah orang yang sangat menyayangi Naruto, walaupun masih ada orang lain yang peduli dengannya. Contohnya Teuchi jii-san dan Ayame nee-chan yang kadang memberikan ramen gratis padanya dan menyanginya. Kemudian Iruka nii-san dan Kakashi nii-san yang sering berkunjung ke tempatnya. Oh iya jangan lupakan juga tentang Anko nee-san yang sudah Naruto anggap kakak.
Anko? Bukankah ia adalah Jounin elit yang bergabung pada divisi introgasi? Yang dikenal sebagai seorang konichi yang sadis? Bagaimana bocah itu bisa mengenalnya?
Flashback
Saat ini Naruto habis latihan dengan senseinya, hari sudah menunjukan jam 5 sore. Kini ia bersiap pulang ke apartemennya.
Saat berjalan pulang ia merasakan ada seorang yang mengintipnya dari balik pohon. Ia hanya cuek saja, dia tidak peduli itu siapa. Asal tidak menyerangnya, itu bukanlah musuh.
"Hei bocah berhenti!" Sebuah suara mengintrupsi Naruto dari belakang.
Naruto berbalik, ia dapat melihat seorang wanita cantik, memakai kaos jaring - jaring serta setelan baju berwarna cokelat.
"Ada apa nee-san?" Tanya Naruto
"Sedang apa kau disini bocah, bukankah ini sudah sore, apa kau tidak takut berada di hutan ini, tempat ini terlarang untuk dikunjungi tahu!" Bentak Anko dengan beekacak pinggang.
"Aku disini untuk apa itu bukan urisanmu, dan untuk apa aku takut? Aku tak punya alasan untuk takut" balasa Naruto dengan gaya khas seorang anak berumur 9 tahun seolah tidak peduli. "lagipula nee-san siapa? Dan untuk apa juga nee-san berada dihutan ini?" Lanjut Naruto.
"Namaku Matarashi Anko, dan sedang apa aku disini? Tentunya untuk beristirahat disini, lagipula tempat ini adalah rumahku" jawab Anko.
"Dan kau, siapa namamu?" Tanya Anko lagi.
"Namaku Uzumaki Naruto, dan apa maksudmu ini adalah rumahmu? Bukankah ini Hutan Kematian milik Konoha yang dibuat oleh Shodaime-sama? Jadi aku berhak untuk berada disini karena aku juga warga Konoha" Jawab Naruto menaikan volume suaranya
"Dasar bocah kurang ajar, sini akan aku siksa kau!" Balas Anko yang tak kalah volume suaranya dengan Naruto
Sambil berjalan menuju Naruto dengan tangan mengepal dan ekspresi menyeramkan, tak lupa bayangan hitam terlihat dibelakangnya. Naruto sendiri hanya diam menunggu kedatangan Anko, dari ekspresinya ia sama sekali tidak takut dengan Jounin Elite yang terkenal sadis itu.
Saat sampai didepan Naruto, Anko berusaha menjitak kepala anak kurang ajar tersebut. Namun usahanya gagal tepat beberapa cm sebelum tangan Anko mengenai kepala Bocah bersurai merah tersebu, tangan Anko sudah ditahan dan dipegang oleh tangan Naruto.
"Aku tidak suka disuruh - suruh dan diperlakukan seenaknya oleh orang yang tidak aku kenal" suara Naruto begitu dingin menusuk.
Anko kaget dengan suara anak kecil yang mengaku bermarga Uzumaki tersebut, ia kini melihat wajahnya dan tertuju pada matanya. Mata biru yang dingin, penuh intimidasi dan begitu banyak berisi kepedihan. Dengan cepat Anko melepaskan tangannya dari cengkraman Naruto, tidaklah sulit bagi seorang Jounin Elite untuk lepas dari seorang bocah berumur sembilan tahun. Ia melihat pada mata tersebut begitu banyak kepedihan dan rasa kecewa, ya seperti dirinya dahulu, yang di jadikan penelitian oleh senseinya sendiri. Ketika itu banyak orang yang mencemoohnya karena gurunya menjadi seorang Nukenin. Ia saat itu hanya berpikir, senseinya yang bersalah kenapa harus ia yang kena getahnya?
Dengan melihat pancaran mata anak itu, Anko merasa tertarik kembali kedalam masa lalu kelamnya. Dia hanya diam membisu, berdiri seperti patung. Hanya diam memperhatikan mata anak itu.
"Kalau tak ada yang ingin kau sampaikan lagi aku akan pergi, sampai jumpa lagi Nee-san" ucap Naruto dengan nada ceria seperti anak seumurannya. Kemudian ia berlari menjauh dari Anko, dan keluar dari hutan kematian.
Sementara itu Anko masih bersiam diri ditempatnya, dia masih memikirkan kejadian yang baru saja terjadi. Kemudian ia tersentak, dia sadar dari keterkejutannya. Namun satu hal yang terjadi, ia sangat tertarik dengan anak yang baru saja membuatnya syok. Ia tersenyum, kemudian pergi.
Setelah bertemu anak tersebut, satu hal yang terjadi, ia merasa tertarik dengan anak itu dan kemudian ia mencari informasi tersebut. Dari informasi yang ia dapat, Uzumaki Naruto merupakan pautra dari Namikaze Minato atau Yondaime Hokage dan Uzumaki Kushina yang meninggal saat penyerangan Kyubi. Dan mendapati bahwa anak itu diasingkan oleh ayahnya karena ia dianggap aib karena ia tak punya aliran chakra. Sekarang sudah terjawab mengapa ia memiliki pancaran mata yang penuh kebencian dan rasa kecewa. Ia memutuskan untuk selalu mengunjungi anak tersebut dan membantunya juga memberi perhatian kepada anak tersebut. Walaupun hanya dilakukan pada saat ia memiliki waktu luang.
Pada moment - moment inilah Naruto menjadi dekat dengan Anko. Mereka bagaikan adik kakak yang sangat serasi . Anko juga mengetahui kalau Naruto memiliki kemampuan mengendalikan angin. Namun Naruto tidak memberitahukan siapa yang megajarinya. Ia hanya bilang bahwa kemampuan itu datang begitu saja.
End Flashback
Setelah Naruto selesai sarapan, ia kemudian mencuci piring dan berangkat ke Akademi Ninja. Dijalan tak henti - hentinya ia melihat tatapan sinis dari para penduduk Konoha.
Skip Time
AKADEMI NINJA KONOHA
Naruto melihat papan diatas sebuah gerbang bangunan yang cukup besar. Oh ini baru pertama kalinya ia masuk kesini. Perasaan gugup dan senang menjadi satu. Ia berharap mendapatkan teman disini, walaupun harapan itu kecil.
"Selamat pagi Iruka-nii" kata Naruto saat bertemu seseorang yang memiliki luka melintang dihidungnya, yang Naruto kenal dengan nama Iruka.
"Selamat pagi Naruto" balas pria yang bernama Iruka tersebut.
"Kemarin Sandaime sudah mengatakan kalau hari ini kau akan masuk Akademi, dan tolong saat di Akademi kau harus memanggil ku Iruka-sensei, oke" tambah Iruka sambil tersenyum.
"Siap Sensei" kata Naruto dengan cengiran khasnya.
"Nah sekarang ayo kita kekelasmu" kata Iruka sambil mengajak Naruto ke kelasnya.
Skip Time : Ruang Kelas
Disebuah ruang kelas yang tidak bisa disebut kelas lagi, karena keadaannya tidak mencerminkan yang namanya kelas. Kenapa begitu? Lihat saja anak - anak akademi yang lari sana - sini dan suasana yang begitu ribut. Lebih tepatnya malah mirip seperti pasar.
Namun jangan salah, walaupun kelas tersebut seperti pasar namun anak - anak yang memiliki potensi ninja yang hebat dan pewaris dari klan - klan ninja di Konoha.
Salah satunya adalah Menma Namikaze, yang merupakan putra dari Namikaze Minato. Dia merupakan anak yang berbakat, terbukti dari prestasinya di Akademi, ia mendapatkan peringkat ke dua setelah Uchiha Sasuke, anak kepala klan Uchiha. Selain kecerdasannya, ia juga memiliki kapasitas chakra yang banyak ditambah dengan chakra Kyubi didalam tubuhnya. Dibawah bimbingan ayahnya ia dapat menguasai Rasengan dengan baik. Itu tidaklah mengherankan mengingat ia dilatih oleh Yondaime sendiri. Namun hal yang sangat buruk ialah ia adalah orang yang arogan dengan segala hal yang ia miliki.
Kemudian Uchiha Sasuke, putra bungsu dari Uchiha Fugaku dan Uchiha Mikoto, dan adik dari Prodigy Klan Uchiha, Uchiha Itachi. Sasuke adalah anak cerdas seperti Menma, Sasuke juga sudah membangkitkan Sharingan pada usia 9 tahun walaupun baru satu tomoe. Dan hal itu membuatnya menjadi agrogan seperti Menma.
Kemudian masih banyak lagi, seperti Aburame Shino, Inuzuka Kiba, Nara Shikamaru, Akimichi Chouji, Ino Yamanaka, Hyuga Hinata, Haruno Sakura, Shimura Sai dan Uchiha Lisa. Mereka adalah angkatan yang dikatakan angkatan terbaik karena berisi anak - anak yang memiliki potensi menjadi ninja yang hebat dimasa depan.
Srek...
Terlihat pintu digeser dan Iruka muncul dari balik pintu memandang anak - anak yang menjadi murid didiknya. Kontan saja mereka yang tadinya ribut langsung duduk diam ditempatnya masing - masing seolah - olah tidak terjadi apa - apa.
Iruka masuk kedalama kelas meninggalkan Naruto yang masih diluar kelas karena Uruka sudah berpesan kepada Naruto untuk berada diluar dulu sampai Iruka memanggilnya.
"Selamat pagi anak - anak" salam Iruka kepada murid - muridnya.
"Selamat pagi sensei!" Seru anak - anak dengan semangatnya sampai membuat orang yang mendengarnya sampai mimisan?
Iruka hanya sweatdroop melihat kelakuan para muridnya. "Baiklah anak - anak, sebelum kita memulai pelajaran hari ini, sensei akan memberitahukan bahwa hari ini kita akan kedatangan murid baru".
"Naruto masuklah" perinth Ituka kepada Naruto yang ada diluar.
Kemudian Naruto masuk, saat sampai didalam ia langsung sisambut dengan tatapan jijik dan bisik - bisik dari murid yang ada didalam kelas.
"Hei itukan si bocah lemah" kata murid yang bernama Amaru
"Iya itukan anak yang tak punya chakra itu, ngapain dia disini?" Balas anak yang bernama Jinta.
"HEI KAU! KENAPA KAU DISINI HA?! TEMPAT INI UNTUK PARA CALON NINJA HEBAT! BUKAN ANAK LEMAH TAK PUNYA CHAKRA SEPERTIMU" kali ini Menma yang bersuara lebih tepatnya berteriak kepada Naruto. Menma memang tak pernah menyukai Naruto, dia menganggap Naruto hanyalah sampah keluarga dan aib bagi keluarganya karena ia tak punya chakra.
Mendengar kata - kata yang di ucapkan oleh murid - muridnya kepada Naruto membuatnya Iruka marah, terutama perkataan Menma. Ingin sekali Iruka menghajar anak - anak yang berani mengatai Naruto. Namun ia sadar, ia harus memberikan keadilan kepada para murid - muridnya. Ia tak mau dianggap pilih kasih dan kurang profesional dalam bekerja. Sementara itu Naruto sendiri hanya bisa menunduk sedih, sepertinya usahanya untuk mencari teman dan pengakuan akan sangat sulit.
"DIAM!" teriak Iruka membuat anak - anak yang ada disana membisu.
"Ini adalah perintah Sandaime-sama sendiri, jadi kalian tidak berhak mengatai Naruto seperti itu, terutama kau Menma. Bukankah dia juga saudarmu? Kenapa kau berkata seperti itu?" Kata Iruka yang kembali tenang.
"Tapi dia bukan saudaraku sensei, bahkan ayahku sendiri tidak mengakuinya sebagai anaknya, jadi aku juga tidak mau menganggap dia saudaraku" balas Menma.
"Haaaaahh, terserah kau saja Menma, dan Naruto tolong perkenalkan dirimu terlebih dahulu walaupun disini ada yang sudah mengenalmu tapi masih ada yang belum mengetahui siapa dirimu" kata Iruka menginterupsi Naruto agar memperkenalkan dirinya.
"Baik sensei, namaku Uzumaki Naruto, salam kenal teman - teman. Mohon bantuannya" kata Naruto sambil tersenyum membuat wajah seorang gadis bersurai indigo bersemu merah bagaikan kepiting rebus. Namun banyak yang menanggapi perkenalan Naruto dengan bisik - bisik yang tentunya akan membuat Naruro sakit hati.
Melihat kelas kembali riuh, Iruka segera memerintahkan Naruto untuk duduk dibangku belakang.
"Nah Naruto kau duduklah dibelakang bersama Sai, Sai angkat tanganmu" kata Iruka.
Kemudian seorang anak dengan wajah taman, berambut hitam pendek dan tak lupa senyum yang ada diwajahnya walaupun terlihat kalau itu adalah senyum palsu mengangkat tangannya.
Narutopun melangkah menuju anak yang bernama Sai tersebut. Dan duduk disebelahnya.
"Namaku Shimura Sai, salam kenal Uzumaki-san" kata Sai memperkenalkan diri.
"Salam kenal juga Shimura-san" balas Naruto.
Mereka duduk tenang sambil mendengarkan Iruka yang mengajar. Walaupun dibenak Naruto masih ada yang mengganjal dalam hatinya tentang Sai, terutama senyumnya yang terlihat palsu. Tapi ia tak ambil pusing, asalkan ia punya teman itu tidaklah masalah. Namun tanpa disadari Naruto, ada seorang yang memperhatikannya dalam diam.
Skip Time
Akademi kini telah bubar, dan banyak anak - anak yang keluar Akademi telah dijemput oleh orang tua mereka. Namun hal itu tidak terjadi pada Naruto, tak ada yang menjemputny saat pulang dari Akademi. Ia kemudian melihat Menma yang dijemput oleh Shizune. Ia iri kepada Menma yang selalu mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Ia hanya memandang mereka yang semakin menjauh dari Akademi. Namun kegiatan Naruto yang memandang Shizune dan Menma tersebut terganggu oleh seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang.
PLUK
"Kenapa melamun Uzumaki-san?" Tanya seorang yang tadi menepuknya dari belakang yang ternyata adalah Shimura Sai.
"Ah ternyata kau Shimura-san, aku hanya melamun saja kok...hehe" balas Naruto
"Oh...bagaimana kalau kita pulang bersama Uzu-" "Panggil saja Naruto, bukankah kita sekarang teman? Dan aku akan memanggilmu Sai, oke?" belum sempat Sai selesai berbicara, Naruto sudah memotong kata - katanya.
"Baiklah kalau itu maumu, aku hanya ingin memgajakmu pulang bersama saja kok Naruto-san" ucap Sai dengan senyuman palsunya.
"Ah tapi aku ada acara Sai, aku tidak bisa pulang bersamamu" balas Naruto.
"Sayang sekali ya, tapi memang ada acara apa Naruto-san?" Tanya Sai
'Apa perlu aku beritahu ya, hmm bolehlah..lagipula aku merasa dia bukan orang yang berbahaya sich, mungkin aku bisa mengajaknya' pikir Naruto dalam hatinya.
"Kenapa kau melamun lagi Naruto-san?" Tanya Sai yang membuat Naruto kembali ke dunia nyata.
"Ahhh tidak apa - apa kok, aku sebenarnya ingin latihan, karena itu aku tidak langsung pulang Sai-san" jawab Naruto.
"Memangnya dimana tempat latihanmu?" Tanya Sai lagi
"Dihutan Kematian, apa kau mau ikut?" Jawab Naruto sambil mengajak Sai.
"Hmmm baiklah, tidak ada salahnya dicoba" balas Sai
"Baiklah ayo kita berangkat" kata Naruto dengan semangat.
Merekapun berjalan berasama seperti sahabat yang sangat dekat. Disertai candaan Naruto yang hanya dijawab senyum oleh Sai.
Tanpa mereka berdua sadari, ada dua orang yang terlihat memeperhatika mereka berdua dari jendela lantai dua gedung Akademi.
"Ku kira ini akan menjadi awal yang baik bagi Naruto dan juga Sai, mereka berdua sama - sama memiliki masa lalu yang kelam" kata seorang kakek - kakek yang menghisap rokok.
"Aku harap juga begitu Sandaime-sama" balas seseorang yang kita kenal dengan nama Iruka.
"Yah kau benar Iruka, kita hanya bisa berharap, lagipula Danzo bisa berubah hanya karena cucunya saja dan ia telah menitipkan Sai padaku" balas Sandime.
'Dua bocah yang memiliki masa lalu yang kelam, Naruto yang diabaikan oleh ayahnya dan orang - orang Konoha yang memiliki bakat luar biasa dan Sai yang memiliki kemampuan unik dengan masalahnya yang tidak memiliki emosi dan tak mampu mengekspresikan emosinya karena pembantaian keluarganya' batin Sandaime.
'Entah apa yang akan terjadi pada dunia jika mereka menjadi partner' batin Sandaime lagi.
TBC
Oke ini adalah chapter ke tiga.
Maaf jika belum ada actionnya. Karena ini masih dalam alur bagaiman kehidupan dari seorang uzumaki naruto.
Buat yang review aku ngucapin makasih banget. Review kalian bener - bener buat aku semangat. Dan aku juga minta maaf karena gag bisa update kilat. Inipun aku update cuma 1k+ wordnya.
Perlu kalian tahu aku kuliah sambil kerja jadi aku buat fic ini saat - saat aku bener - bener punya waktu luang.
Dan kemaren ada yang tanya kenpa rank naru S itu karena aku punya alasan tersendiri. Dan untuk pertanyaan tentang siapa Hokagenya aku akan jawab pada chapter selanjutnya karena kemarin ada yang tanya temtang siapa hokage sebenarnya, Minato atau Hiruzen.
Dan yang terakhir Reviewnya jangan lupa. Oke?
