Chapter 4 : Team Zero

Sebelumnya

Tanpa mereka berdua sadari, ada dua orang yang terlihat memeperhatika mereka berdua dari jendela lantai dua gedung Akademi.

"Ku kira ini akan menjadi awal yang baik bagi Naruto dan juga Sai, mereka berdua sama - sama memiliki masa lalu yang kelam" kata seorang kakek - kakek yang menghisap rokok.

"Aku harap juga begitu Sandaime-sama" balas seseorang yang kita kenal dengan nama Iruka.

"Yah kau benar Iruka, kita hanya bisa berharap, lagipula Danzo bisa berubah hanya karena cucunya saja dan ia telah menitipkan Sai padaku" balas Sandime.

'Dua bocah yang memiliki masa lalu yang kelam, Naruto yang diabaikan oleh ayahnya dan orang - orang Konoha yang memiliki bakat luar biasa dan Sai yang memiliki kemampuan unik dengan masalahnya yang tidak memiliki emosi dan tak mampu mengekspresikan emosinya karena pembantaian keluarganya' batin Sandaime.

'Entah apa yang akan terjadi pada dunia jika mereka menjadi partner' batin Sandaime lagi.

Team Zero

Ting... ting... ting...

DUAR

Ting...

Dua kunai saling bertabrakan, pertanda sebuah pertempuran. Dua pasang mata dengan tiga tomoe saling memandang sejenak.

Katon : Gokakyu no Jutsu

Katon : Goryuka no Jutsu

Dua teknik api tingkat tinggi saling bertubrukan menyebabkan kehancuran ditempat itu. Dibalik api yang berkobar karena justu api itu dua orang saling bbberhadapan. Saling memandang sambil mengatur napas.

"Maaf Itachi aku harus melakukan tugas itu" kata salah satu orang yang saling bertempur. Ia memiliki rambut pendek sedikit berantakn dan tak lupa memiliki mata merah seperti rubi dengan tiga tomoe melingkari pupilnya yang dikenal dengan nama Sharingan.

"Kenapa harus kau Shisui? Bukankah seharusnya aku yang melakukannya? Kenapa kau-" belum sempat Itachi selesai berkata, kata - katanya ia telah dipotong terlebih dahulu oleh Shihui.

"Aku tahu itu Itachi, kau memang yang ditugaskan untuk melakukan hal ini, namun apakah kau tidak memikirkan orang tuamu dan adikmu? Walaupun perbuatanmu juga disetujui oleh orang tuamu namun apa kau tak memikirkan mereka saat kau pergi dan menjadi nukenin?" Shisui berkata dengan nada agak emosi.

"Aku tahu itu, mungkin jika aku yang melakukan tugas itu dan menjadi nukenin maka keluargaku akan diasingkan oleh klan Uchiha" jawab Itachi. "Namun apa kau juga tidak memikirkan nasib Lisa juga? Jika kau melakukannya maka kau sama saja membuang dia dan menyiksanya" lanjut Itachi dengan nada tinggi.

"Aku tahu dia kuat akan apa yang sebentar lagi terjadi , dia adikku, aku tahu siapa dia, bagaimana dia dan juga sifatnya" kata Shisui dengan mata terpejam." Darah ayahku dan ibuku mengalir dinadinya jadi aku tidak kuatir" lanjutnya dengan membuka matanya memperlihatkan mata sharingan dengan pola baru seperti shuriken. Dan hal itu juga dilakukan oleh itachi.

Kini dua pasang mata legenda saling berhadapan, mata Mangekyou Sharingan yang konon hanya dimiliki oleh Uchiha Madara sang Dewa Shinobi. Mereka saling menatap tajam dan bersiap mengeluarkan jurus terkuat yang mereka miliki.

Susano'o

BLAAR

Uchiha Itachi, siapa yang tak tahu dia? Pada usia 7 tahun, Itachi lulus Akademi hanya dalam waktu 1 tahun, dengan nilai tertinggi dari yang lain. Saat umurnya 8 tahun, Itachi sudah dapat menguasai Sharingan, lulus Ujian Chunin saat umurnya masih 10 tahun, dan menjadi ketua ANBU dalam usia yang masih sangat muda, yaitu 13 ini ia sedang berada diatas pohon mengawasi seorang anak perempuan yang sedang sendirian duduk di pinggir danau yang tidak jauh letaknya dari desa Konoha.

Mungkin kalian berpikir sedang apa seorang ketua ANBU ada ditempat seperi itu terlebih ia sedang mengawasi seorang gadis. Terlebih lagi kenapa dia tidak melatih adiknya yang super duper arogan itu. Jawabannya adalah dia sesang tidak ada misi pada hari ini dan juga Sasuke sedang berlatih dengan ayahnya. Dia bukanlah seorang penguntit atau bahkan seorang pedofil, jadi singkirkanlah pikiran setan yang ada di otak kalian. Dan yang lebih penting dia mengawasi gadis tersebut karena ia teringat akan sahabat sekaligus orang yang ia anggap saudara yang sudah menjadi seorang Nukenin karena membantai 3/4 klan Uchiha.

Shisui Uchiha, membantai 3/4 klan Uchiha karena klan Uchiha akan melakukan kudeta. Mereka melakukan hal itu karena merasa terhina dengan tuduhan bahwa mereka terlibat dalam penyerangan Kyubi 10 tahun silam yang didalangi oleh seorang bertopeng yang memiliki mata Sharingan. Namun rencana mereka gagal karena 3/4 anggota klan mereka dibantai oleh satu orang hanya dalam jangka waktu satu malam saja. Dan yang terbantai pada malam itu adalah mereka yang menjadi otak dan pemicu rencana kudeta tersebut. Sebenarnya Shisui bisa saja melakukan Kotoamatsukami pada mereka, namun teknik genjustu tingkat tingggi itu belum ia kuasai sepenuhnya dan mungkin keberhasilannya hanya 15% jadi dia lebih baik membantai 3/4 klan Uchiha saja yang memiliki 80% keberhasilanny.

Ia bukan orang bodoh tanpa perhitungan. Lagipula ia dibantu oleh seorang pria bertopemg yang mengaku sebagai Uchiha Madara yang ia asumsikan sebagai dalang dibalik penyerangan Kyubi dahulu. Namun setelah pembantaian tersebut Shisui menghilang bagaikan hantu. Tak ada satupun informasi tentang tempat persembunyianya, bahkan para Hunter-nin pun tak ada yang tahu. Ada yang mengatakan bahwa ia menyembunyikan diri disuatu tempat yang hauh dari daearh Genso no Kuni, dan ada yang mengatakan bahwa dia bunuh diri ditempat tersembunyi.

Kembali ke Itachi, ia saat ini sedang melamun mengingat kembali moment - moment berharga bersama Itachi terutama saat pertarungan terakhir mereka. Namun kegiatannya harus terhenti karena ada sesuatu yang menarik dihadapannya. Ya tentunya yang bersangkutan dengan adik perempuan dari sahabatnya.

Bersama Lisa

Saat ini ia sedang cekcok dengan bocah berambut merah panjang, terlihat mereka sedang melotot satu sama lain. Namun apa yang membuat mereka seperti itu?

Baiklah akan author jelaskan deh. Saat itu Naruto dan Sai hendak latihan bersama di Shi no Mori. Namun saat perjalanan merka melihat gadis yang mereka kenal dengan nama Uchiha Lisa sesang duduk termenung dipinggir danau. Dan akhirnya mereka langsung menghampiri Lisa untuk menyapanya.

"Selamat pagi Lisa-chan" sapa Naruto

"Hm, jangan panggil aku seperri itu" kata Lisa yang hanya melirik Naruto tanpa membalikkan wajahnya dan jangan lupa wajah datar khas Uchiha yang menempel diwajahnya? "Itu menjijikan" sambungnya lagi".

Switch

Muncul perempatan didahi Naturo karena perkataan Lisa. Dan tentu saja dengan muka yang mereh padam menahan marah.

"HEI! SETIDAKNYA BALAS SALAMKU TAHU! TAPI KENAPA KAU MALAH MEMBALASNYA DENGAN KALIMAT MENYEBALKAN ITU?! DASAR WAJAH TEMBOK!DADA RAT-" Belum sempat Naruto menyelesaikan perkataannya, Sai malah terlebih dahulu menyelanya.

"Selamat pagi Uchiha-san" sapa Sai dengan lembut dan senyum palsu yang menempel di wajahnya.

"Se-se-selamat pa-pagi juga Shi-shimura-san" balas Lisa dengan wajah meeah merona.

Naruto yang melihat kejadian aneh didepannya ini hanya melongo. Bagaimana tidak? Uchiha Lisa yang wajahnya lebih rata dari tembok serta penampilan dan kata - kata yang selalu tenang kini berbicara gugup dan wajahnya merona didepan Sai. Sumpah demi celana dalam Ketua ANBU keriput yang sedang mengawasi ia dan temannya, ia berharap kejadian ini hanya mimpi dan akan segera berakhir.

"HEI KENAPA KALAU SAI YANG NYAPA KAU, JAWABNYA ENAK BANGET! SEDANGKAN KALAU AKU YANG NYAPA JAWABNYA BIKIN ORANG EMOSI?" kata Naruto dengan berteriak tepat ditelinga Lisa.

"APA YANG KAU LAKUKAN BAKA! JANGAN NGOMONG DI DEPAN TELINGA ORANG! KAU MAU BUAT AKU TULI APA HA?" Oh hialng sudah image Uchihanya. Kini Lisa benar - benar menjadi orang lain dengan wajah emosi dan suara yang memekikkan telinga.

"Eh...kau benar - benar Lisa? Kau benar - benar berubah ya?" Kata Naruto yang kini sudah kembali seperti biasa namun masih sedikit ragu kalau gadis didepannnya jni adalah Lisa Uchiha siwajah tembok dari segala wajah tembok. Sementara itu Sai hanya diam sambil tersenyum, namun didalam hatinya muncul suatu perasaan aneh yang menggelitik, sebuah perasaan asing yang tak pernah ia rasakan selama ini. Memang sudah sekitar satu bulan ia selalu bersama Naruto. Dan hal itu membuat dia bisa sedikit merasakan emosi dan sesikit mampu mengekspresikannya.

"KAU...ah sudahlah, ngomong - ngomong sedang apa kalian berdua disini? Dan mau kemana kalian?" Tanya Lisa yang sudah kembali normal?

"Kami sedang berjalan menuju tempat latihan dan kebetulan kami bertemu denganmu disini, ya begitulah" jawab Naruto asal - asalan.

"Latihan? Memang kalian latihan dimana? Kok aku tidak pernah lihat kalian latihan?" Tanya Lisa lagi.

"Hmmm...kasih tau gag ya?" Jawab Naruto asal - asalan lagi.

"Huh... kalau gak mau kasih tahu ya sudah" jawab Lisa.

"Ahhhh gitu aja marah" kata Naruto."Sai kita kasih tahu tidak?" Lanjutnya.

"Itu terserahmu Naruto-san, aku hanya mengikuti saja" jawab Sai.

"Jawabanmu tidak membantu" kata Naruto frustasi menghadapi teman dekatnya di Akademi. Memang Sai dan Naruto adalah teman dekat walaupun masih ada beberapa teman yang dimiliki Naturo di Akademi walaupun jumlahnya sedikit. Contohnya Shikamaru Nara, Akimichi Chouji, dan Inuzuka Kiba. Mereka adalah teman membolos Naruto. Naruto juga dikenal sebagai siswa Akademi yang selalu ribut tapi nilai yang dimilikinya dalam bidang akademik menempati posisi pertama, tentu saja ini membuat Menma dan Sasuke merasa tersaingi. Namun dalam bidang praktik ia gagal total, karena masalahnya ia gak punya chakra.

"Baiklah apa kau mau ikut latihan bersama kami? Itung - itung juga agar kau bisa lebih dekat dengan Sai~kun" kata Naruto dengan nada menggoda.

"Hmmm...Baiklah aku akan ikut, hitung - hitung juga aku bisa sparing dengan kalian" balas Lisa

"Yosh...Ayo kita latihan" kata Naruto lantang sambil mengangkat tangan, meninju udara kosong. Sementara itu Sai hanya tersenyum simpul dan Lisa menganggukkan kepalanya.

Kini mereka bertiga berjalan bersama menuju Shi no Mori, namun dalam langkahnya Naruto melihat ke sebuah pohon yang ada disana dan tersenyum. Sementara itu orang yang ada diatas pohon terlonjak kaget karena ia merasa Naruto tahu keberadaan dirinya, padahal ia sudah mengekang chakranya pada titik terendah. Namun sedetik kemudian ia tersenyum dan menghilang dengan senyuman.

Skip Time

Di Shi no Mori

"Baiklah sebelum kita memulai latihan,aku akan membuat sebuah kekkai dulu agar tidak tidak dicurigai oleh para ANBU" kata Naruto.

"Tapi Naru-". "Tidak apa - apa kok Uchiha-san, kau tenanglah dahulu" kata Sai yang memotong perkataan Lisa terlebih dahulu.

"Ba-ba-baik Shimura-san" balas Lisa dengan gugup dan kemudian memperhatikan Naruto.

"Keluarlah Kaguro-san, aku membutuhkanmu" kata Naruto.

Dan sedetik kemudian sebuah pedang muncul dalam pusaran angin dan melayang dihapaannya. Ia kemudia menyemtuh gagangnya dan menancapkannya ditanah.

Kekkai : Kai

Kemudian dari tempa dimana Naruto menancapkan pedangnya muncul angin yang berwarna biru tipis menyebar dan menyelubungi mereka bertiga dengan area yang cukup luas.

"Baiklah ayoo kita latihan!" Kata Naruto mantap.

"Bagaimana kau bisa melakukannya Naruto?" Tanya Lisa melihat apa yang dilakukan Naruto tadi.

"Sudahlah jangan banyak tanya, ayoo kita latihan saja dan jangan bilang kepada siapapun atau kepalamu akan lepas dari tubuhmu" kata Naruto dengan nada yang mengintimidasi.

"Ba-baik" tanpa sadar Lisa menjawab dengan gugup dan keringat yang menucur deras.

"Ayo kita Latihan hari ini!" Teriak lantang Naruto.

In Other Place

Disebuah ruang dengan dua sofa saling berhadan dengan meja di antara sofa tersebut seperti ruang tamu, disitu bisa kita lihat dua orang yang bisa dibilang sangat tua duduk saling berhadapan. Yang pertama adalah Sandaime Hokage dan yang kedua adalah seorang yang memakai perban hampir disetiap tubuhnya yang dikelal dengan nama Shimura Danzo. Terlihat dari wajah mereka, sepertinya mereka sedang berbicara tentang masalah yang serius.

"Jadi apakah laporan ini benar - benar bisa dipercaya Danzo?" Tanya Hiruzen.

"Sebenarnya aku juga tidak begitu percaya, namun orang yang aku perintahkan untuk menyelidiki masalah ini adalah orang kepercayaanku..." kata Danzo

"Saat pertama aku membaca laporan ini, aku sangat terkejut..." lanjut Danzo menggantungkan kata - katanya. "Pasalnya aku tidak percaya bahwa bocah yang tak punya aliran chakra seperti dia mampu menghabisi satu batalion ANBU Ne" lanjutnya.

"Hmmm...namun aku heran siapa yang mengajarinya..." Hiruzen berkata dengan nada penasaran. "Aku sudah bertanya tanya pada Anko dan dia menjawab bahwa Naruto tidak memberitahukan siapa yang mengajarinya" lanjut Hiruzen.

"Bagaimana dengan Kakashi atu Iruka? Bukankah mereka juga dekat dengan Naruto" tanya Danzo lagi.

"Aku sudah bertanya pada mereka berdua, namun mereka tak ada yang tahu" kata Hiruzen. "Dan bagaimana dirimu sendiri Danzo, apakah kau tidak akan membubarkan Ne?" Tanya Hiruzen melanjutkan.

"Kau sudah tahu jawabanku, walaupun aku tidak membubarkan Ne, namun metode yang aku terapkan berbeda dari yang dulu..." Danzo menggantungkan kalimatnya.

"...sudah cukup cucuku yang merasakannya, aku tak akan menghilangkan emosi ANBU Ne lagi, dan yang terpenting adalah ANBU Ne bisa berguna bagi Konoha untuk kedepannya melihat potensi yang mereka miliki juga aku telah menerapkan metode lain agar mereka yang telah di hapus emosinya bisa memiliki emosi lagi" lanjut Danzo menyelesaikan kalimatnya.

"Baiklah jika begitu kurasa tak ada yang bisa dibicarakan lagi" kata Hiruzen.

"Baiklah aku akan pergi sekarang, namun kau perlu membaca informasi ini" kata Danzo sambil berdiri menyerahkan sebuah gulungan kepada Hiruzen. "Bukalah nanti saat kau berada dirumah" lanjutnya.

Hiruzen mengangguk dan menerima gulungan tersebut, melihat teman seangkatannya pergi dari ruangan Hokage miliknya.

Memang saat ini secara resmi Yondaimelah yang menjadi Hokage, namun Hiruzen membantunya karena menurut Hiruzen Minato masihlah sangat muda dan butuh bantuan, lagipula dia bukanlah orang yang suka santai - santai dirumah. Kalau dubilang orang yang tua tua keladi mungkin.

Hiruzen dan Minato saling membagi tugas. Dimana dia hanya menangani masalah dokumen - dokumen yang harus ia tanda tangani sedangkan Minato menangani masalah keamanan, hubungan politik dan ekonomi desa Konoha.

Back to Naruto and Others

Melihat kemampuan yang dimiliki oleh Naruto membuat Lisa berdecak kagum. Bagaimana tidak? Seorang yang dianggap aib, seorang yang dianggap gagal bisa melakukan hal yang sebegitu hebatnya. Ia melihat Naruto dan Sai yang saling bekerja sama untuk mengalahkan binatang buas yang ada dihutan kematian. Bagaimana perpaduan antara Ninpou : Chouju Giga dan kenjutsu misterius menggunakan elemen angin dan taijutsu unik yang belum pernah ia lihat.

Dan mengapa Lisa malah hanya melihat, bukan ikut? Alasannya adalah karena Lisa sedang melatih kontrol chakranya, ia melakukan latiha memanjat pohon dari gulungan yang kebetulan dibawa Sai. Setelah ia melihat kedua laki - laki yang sedang berlatih tersebut, ia kembali melakukan latihannya.

Hari itu Lisa lalui dengan berlatih bersama dua orang yang dimasa depan nanti akan menjadi teman dekatnya mengingat tak ada yang mau berteman dengannya karena ia adalah adik kandung dari Uchiha Shisui si pembantai klan Uchiha.

Time Skip 3 Years Later

Saat ini tiga orang individu sedang berlatih bersama di Shi no Mori. Mereka adalah Uzumaki Naruto si aib Konoha, Shimura Sai si Tanpa Emosi, dan Uchiha Lisa si Wajah Tembok. Terlihat mereka kini sedang melakukan kerja sama mengalahkan tiga ekor ular raksasa.

"Sai pakai Chouju Gigamu bentuk burung, dengan kertas peledak" perintah Naruto kepada Sai yang diberi jawaban anggukan oleh Sai.

Kemudian melukis dan membuat segel tangan.

Ninpou : Chouju Giga

Keluarlah tiga ekor burung kecil yang dipunggungnya ditempeli kertas peledak mengarah ke tiga ekor ular tadi.

Katsu...

BLAR

Ketiga burung tersebut meledak beberapa cm didepan ketiga ular tersebut menghasilkan asap tebal.

"Sekarang giliranmu Lisa" kata Naruto menginterupsi Lisa.

Katon : Sankatora Endan

Tiga ekor harimau api melesat kearah tiga ular yang sedang mereka hadapi. Namun tiga ekor singa api itu tidak mengenai keiga ular tersebut melainkan mengurung mereka. Dua ekor singa melesat ke kiri dan kanan ketiga ular tersebut dan satu ekor melompat keatsa letiga ular terebut membuat mereka mendongkak keatas melihat singa api yang ada diatas mereka.

"Kalian tak seharusnya menatap jutsu musuh lho" kata Naruto yang ada didepan ketiga ular monster.

Kenjustu : Getsuga

Dari pedang Naruto muncul angin berwarna putih dan kemudian ia mengayunkannya secara mendatar kearah ketiga monster tersebut. Sedetik kemudian ketiga ular tersebut mati dengan kepala yang sudah terpisah dari badannya.

"Kau sebenarnya bisa kan menghabisi mereka sendiri?" Tanya Lisa kepada Naruto.

"Ya sebenarnya aku bisa sih" jawab Naruto sambil ngupil.

"HEI KALAU AKU TANYA MENGHORMATI DONK! JANGAN ASAL JAWAB SAMBIL NGUPIL GITU BODOH!" Kata Lisa geram.

Sementara itu Sai hanya tersenym simpul, sebuah senyum tulus yang hanya diperlihatkan pada orang - prang terdekatnya. Memang hal ini sudah menjadi kebiasaan sejak tiga tahun mereka berkumpul. Sejak saat itulah mereka menjadi akrab dan sering berlatih bersama.

Penampilan mereka juga kini berubah. Naruto kini memakai pakaian (sama seperti di The last Movie hanya saja celananya celana standar ANBU) dan rambutnya kini ia potong lebih pendek berantakan (seperti Ichigo setelah berlatih di Dangai). Kemudian untuk Sai (seperti canon). Kemudian Lisa, ia memakai pakaian berkerah tinggi, lengan pendek dengqn lambang Uchiha dipunggungnya, rok mini dengan dalaman celana pendek ketat (seperti Sakura) dan semua pakaiannya berwarna hitam ditambah ia kini memakai kacamata.

Sekarang mereka kini sedang berjalan keluar dari Shi no Mori. Namun perjalanan mereka terganggu karena mereka dihadang oleh dua orang kakek yang kita ketahui bernama Hiruzen dan Danzo.

"Sandaime-jiji, Danzo-sama" kata Naruto dengan menelan ludah. Ia memang sudah mengenal Danzo cukup lama, bahkan bermain dimarkas ANBU Ne, tempat Danzo dan Sai tinggal.

"Sandaime-sama, Danzo-jiji-sama" kata Sai sambil membungkuk. Namun kita lihat keringat dingin mengucur didahinnya. Sementara Lisa hanya diam, ia terlalu takut ketahuan oleh dua orang yang memegang jabatan penting si Konoha tersebut.

"Kalian tak usah takut begitu" kata Hiruzen. "Aku dan dan Danzo hanya akan memberitahu beberapa hal kepada kalian" lanjut Hiruzen.

"Ada hal apa sehingga anda Sandaime-jiji dan Danzo-sama datang kemari? Dan hal apa yang ingin beritahukan kepada kami" tanya Naruto.

"Kalian akan kami bentuk kedalam Tim Zero, dan besok kalian akan memulai tesnya" kali ini Danzo yang menjawab.

"Tim Zero? Apa itu? Aku belum pernah dengar" kali ini Lisa yang tadi diam mulai bicara.

"Kalian akan tahu besok, dan bersiaplah untuk tes besok..." kata Hiruzen. "Sampai jumpa" lanjutnya.

Dan ketiganya pun mengangguk sebagai tanda setuju. Kemudian Hiruzen dan Danzo menghilang dengan shunshin mereka. Setelah itu ketig siswa Akademi itu kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju kerumah.

TBC

Chapter 4 selesai...

Info jutsu :

Sankatora Endan

Elemen : Api

Rank : B

Jangakauan : menengah

Menciptakan 3 harimau api berukuran sedang dari semburan api dimulut dan menyerang target dr 3 arah.

Getsuga

Tipe : Kenjustu elemen angin

Rank : B

Jangkauan : Menengah

Menggunakan pedang sbg pengumpul angin disekitar kemudian menebaskan ke arah musuh.

Maaf baru update.

Mungkin chapt 3 kemarin kurang memuasakan dan membosankan. Disini juga mungkin akan begitu karena adegan figthnya dikit n kurang mmenarik.

Dan disini aku nambah OC yg sebetulnya udh muncul pd chapt 3 kemaren.

Lisa Uchiha, kalo kalian bingung aku ambil Lisa Yadomaru dari Anime Bleach. Dan dia juga akan jadi pairnya Sai.

Buat Naruto mungkin Hinata.

Dan maaf jika alurnya terlalu lambat atw kecepetan n wordnya kurang. Aku udah berusaha semampu ku untuk buat fic ini.

Thanks for review n jangan lupa review lagi ya...