Part 2

Our Tomorrow

Main Cast : Oh Sehun dan Xi Luhan and others

Genre : Romance, Family, Hurt

Rate : T-M

Length : Chapter

YAOI. Typo (s). M-preg.

HUNHAN STORY!

Kau menawarkan padaku "apapun dan berapapun". Bolehkah aku menolaknya dan meminta hatimu sebagai gantinya

-Luhan

Aku seperti bukan diriku jika berada disampingmu. Aku merasa jika tidak ada kau disekitarku aku akan secara otomatis mencarimu. Apakah aku benar telah jatuh hati padamu?

-Sehun

Setelah bertatapan lama dan tenggelam dengan pikiran masing-masing suasana menjadi hening meskipun dentuman musik sedang diputar dengan kerasnya

Kyungsoo yang menyadari hal tersebut memecah keheningan dengan mengenalkan Luhan pada Sehun

"Lu, ini Sehun teman Kai" Ucap Kyungsoo sedikit berteriak menyadarkan dua orang didepannya yang tampak asik melamun

"E-eh, Hai aku Luhan" kata Luhan mencoba memperkenalkan diri memecah kecanggungan

Sehun masi menatapnya tajam seakan sayang untuk tidak memperhatikan pria cantik ini walaupun untuk berkedip

Kyungsoo yang lagi-lagi menyadari ada yang aneh dengan sikap keduanya segera menyenggol Kai untuk menanyakan keadaan temannya, yang seperti habis bertemu bidadari itu.

"Sehun" tegur Kai menepuk bahu Sehun

Ya, kali ini Sehun tersadar dia merasa dihipnotis oleh sosok Luhan

"Ada apa?" Tanya Sehun cuek mengabaikan Kai

"Hay aku Sehun" katanya pada Luhan dan mengajaknya berjabat tangan. Luhan dengan senyum paling manisnya membalas jabatan Sehun dan sekali lagi Sehun merasakan ada yang aneh pada dirinya saat Luhan tersenyum

"Ngomong-ngomong ada apa bertanya tentangku" Luhan bertanya pada Sehun

"Hyung dia bertanya tentang siapa saja yang istimewa disini" Kyungsoo yang menjawab kali ini. Dia sudah hafal benar dengan sikap Luhan. Jika Luhan sudah menunjukkan rasa tertariknya pada seseorang, tingkat percaya dirinya akan naik menjadi berkali kali lipat dan dia akan bersikap agresif

"Kyungiee, aku tidak bertanya padamu" Luhan kesal dan mulai cemberut lagi

"Mian Luhannie cantik" jawab Kyungsoo meledek Luhan

"Ah-apa kau punya waktu? Ada yang ingin aku tawarkan padamu, mungkin kau berminat?" Sehun yang berbicara kali ini dia merasa lucu pada Luhan yang sedang cemberut

"Waktuku banyak untuk pria tampan sepertimu" Luhan berbisik seduktif di telinga Sehun

"Aku selesai bekerja 2 jam lagi, tunggu ya tampan" Luhan mengerling Sehun dan meninggalkannya ia menghampiri Tao yang sedang kewalahan menghadapi banyak pengunjung.

"K-kau pilih dia Sehunna?" Tanya Kai

"Aku tertarik padanya" jujur Sehun

"Ah! Yang benar saja, pilih saja yang lain, Luhan sangat hiperaktif dan akan merepotkanmu" bantah Kai yang perkenalannya dengan Luhan pertama kali diwarnai keributan

"Yaaa baby! Luhanku tidak pernah merepotkan. Jangan berbicara sembarangan" teriak Kyungsoo yang mendengar kekasihnya menjelek jelekkan Luhan

"Luhan mu?" Kali ini Sehun yang berbicara ada nada tidak suka atas kepemilikan Luhan barusan

"Iya! Wae? Lagi kalian berencana apa si? Awas sampai membuat dia menangis atau menderita. Aku akan membalas kaliaan!" Teriak Kyungsoo yang kesal karena tidak diberitahu apa rencana kedua orang didepannya

"Baby, jangan marah-marah eoh. Mianhaee sayang" Kai langsung menenangkan Kyungsoo takut tidak mendapatkan "jatah" jika kekasihnya marah

Sehun sudah malas memperhatikan mereka. Ia kembali mecari sosok Luhan. Ia mengernyit tidak suka ketika mendapati Luhan dirangkul oleh pengunjungnya. Luhan nampak tidak terganggu dan malah tertawa lepas membuat Sehun semakin kesal.

Tetapi ketika tatapan mereka bertemu, Luhan tersenyum manis pada Sehun dan melambaikan tangannya seolah berkata "tunggu aku sebentar lagi" mau tak mau Sehun juga membalas senyum nya yang manis.

..

..

..

Dua Jam yang menyiksa untuk Sehun sudah berlalu. Sekarang disinilah ia di kedai makanan di pinggiran jalan. Awalnya Sehun menolak ia ingin mengutarakan maksudnya langsung di klub. Namun Luhan dengan segala kemanisan yang ada dirinya mengatakan sangat lapar dan akan mati segera jika segera tidak diisi. Ia terus membujuk Sehun agar makan terlebih dahulu baru berbicara.

"Jjjaaaa,, aku kenyanggggg, terimakasih tampan" kata Luhan berteriak senang karena kenyang

"Huh, kau makan 4 piring baru berteriak kenyang. Harusnya badan kecil makan 1 porsi saja" ledek Sehun

"Aku harus kuat, besok pagi masih banyak yang harus aku kerjakan tampan" kata Luhan dengan manja sambil memamerkan lengan ototnya yang kurus mau tidak mau membuat Sehun tertawa keras

Luhan terpana sekali lagi, ia benar-benar jatuh pada pesona Sehun. Wajahnya memerah karena Sehun tertawa dan itu sangat tampan menurut Luhan

"Wahhh tuan tampan kau semakin tampan jika tertawa. Kau tahu dahi mu tidak berkerut jika tertawa. Kau harus sering tertawa agar tidak mirip dengan ahjumma jelek di flat yang aku sewa" Luhan berkata sungguh-sungguh memuji Sehun

Sehun tiba-tiba terdiam ia menyadari satu hal, ia terlalu nyaman denga pria di depannya. Ia tidak bisa membuat dirinya bukan seperti dirinya lagi.

"Jadi apa yang ingin kau bicarakan padaku tampan?" Tanya Luhan yang melihat Sehun hanya terdiam

"Eoh begini, langsung saja. Aku ingin kau mengandung anakku" kata Sehun tanpa basa basi, ia merutuki dirinya sendiri melihat ekspresi didepannya yang menjadi pucat

"Hey kita baru saja bertemu, kau ingin melamarku dan menikahiku? Canda Luhan memecah keheningan

"Tidak, tidak menikahimu, aku sudah menikah dan sekarang istriku sedang menunggu dirumah. Aku seperti menyewa rahim mu untuk melahirkan anakku. Setelah itu kau bebas." Ucap Sehun dingin

"Kau gila!" Luhan tidak terpercaya

"Yah aku gila memang. Apapun dan berapapun yang kau minta akan kuberikan asal kau setuju aku mohon" pinta Sehun

Luhan yang sudah menahan kesalnya karena pria didepannya meminta anak darinya seperti meminta uang menjadi geram ia menggebrak meja dan setengah berteriak

"Kau tahu aku memang bekerja di klub malam dan aku penghibur tapi aku bukan murahan!" Marah Luhan

Nafasnya sudah naik turun dan tangannya sudah terkepal sekarang ia menahan tangis karena menurutnya ini sangat melecehkan dirinya.

"Aku pergi" kata Luhan yang hendak meninggalkan kedai tersebut

Sehun memegang tangan Luhan mencegahnya pergi

"Kau tahu, kau satu-satunya harapan untukku dan istriku. Dia terkena kanker rahim dan divonis tidak dapat memiliki anak. Aku mengatakan padanya tidak apa-apa kita bisa hidup berdua. Namun jauh dilubuk hatiku aku ingin ada suara tangis dan tawa anakku dirumah, memanggilku appa, bermanja manja denganku. Tapi aku menutupinya dengan berkata tidak apa-apa dan menyibukkan diriku di kantor" Sehun bercerita dengan sedih, membuat Luhan terenyuh dan memutuskan mendengarkan ceritanya.

"Kau kan bisa menikah lagi" saran Luhan

Sehun menggelengkan kepalanya "aku tidak bisa, aku tidak bisa membuat istriku depresi, ia sangat tidak bisa kehilangan diriku, dan lagipula tidak ada wanita yang bisa membuatku jatuh cinta seperti istriku lagi" jelas Sehun

Luhan terdiam, ia iri pada istri Sehun yang mendapatkan cinta begitu besar dari Sehun

"A-apakah kau mau?" Tanya Sehun kali ini lebih lembut. Ia menatap Luhan dengan air mata diwajahnya. Dia sudah frustasi, hanya Luhan satu-satunya harapan

"Apapun dan berapapun Luhan akan kuberi" tambah Sehun

"Aku mau" kata Luhan, Sehun menatap Luhan seperti mencari kebenaran dari ucapannya.

"Kau jangan menangis, aku rasa itu mudah, kita akan mengandung anakmu, lalu aku akan ~wushhhhh~ menghilang seperti angin dari kehidupanmu" ucap Luhan menghapus air mata Sehun. Sehun yang tidak pernah menangis bahkan didepan istrinya hanya memejamkan mata menikmati sentuhan Luhan

"Terimakasih-terimakasih Luhan" Sehun menggenggam tangan Luhan yang sedang menghapus air matanya.

"Lalu apa yang kau mau?" Tanya Sehun

"Akan aku pikirkan tampan. Aku seperti mendapat jakpot berjuta juta won. Jadi aku tidak bisa berfikir" ucap Luhan tersenyum lebar

"Baiklah, pikirkan dulu, kapan kita bisa bertemu? Appa besok bisa?" Tanya Sehun

"Hhahaaaha, tuan tampan. Kau terburu-buru sekali, kau ingin cepat mendapatkan anakmu atau cepat-cepat ingin menyentuhku?" Goda Luhan, dan wajah Sehun merah padam karena digoda.

"Iya besok aku bisa, setelah makan siang, aku ada kerjaan dipagi hari" ucap Luhan setelah berhenti tertawa

"Kerjaan? Kau bertemu pengunjungmu di pagi hari?" Tanya Sehun tidak suka

PLETAK!

"Arwwhhh. Kenapa?" ringis Sehun

"Aku tidak suka jika ada yang mengomentari pekerjaanku" kesal Luhan

"Ah mianhae Luhan jangan marah" bujuk Sehun dan tiba-tiba Luhan tertawa lagi

"Ya tuhan kau benar-benar lucu tuan tampan" kata Luhan gemas mencubit pipi Sehun

"Yasudahlah, ayo aku antar pulang, ini sudah malam" ajak Sehun yang tanpa sadar menggegam tangan Luhan

Luhan yang masih sibuk tertawa menjadi diam karena wajahnya sudah merah akibat genggaman ditangannya dan Sehun tersenyum mengetahuinya

Hanya hening yang menyelimuti perjalanan mereka ke tempat dimana Luhan tinggal, hanya suara Luhan sesekali yang menunjukkan arah pada Sehun. Mereka lagi-lagi tenggelam ada pikiran masing-masing.

Luhan POV

Aku tidak mengerti kenapa aku setuju dengan ide gila ini. Aku sama sekali tidak tertarik pada tawaran "apapun dan berapapun" darinya. Aku bahkan tidak tahu apa yang mau aku minta darinya, jika ada yang aku inginkan aku bisa mencarinya sendiri.

Entahlah, tapi aku tidak menyesal mengatakan iya. Entah mengapa aku ingin bersamanya. Melihatnya menatapku, melihatnya berbicara dan melihatnya tertawa, aku merasa sangat hidup. Sudah lama aku tidak merasakan ini. Kalaupun pada akhirnya aku akan sakit dan menderita aku terima resikonya. Karena sepertinya aku menyukai dia aku menyukai orang yang baru saja memintaku melahirkan anaknya. Aku mencintainya dan aku tahu itu salah, tapi aku akan menanggung semuanya sendiri seperti biasa.

Melihatnya seperti saat dia memohon di kedai tadi membuatku luluh, entah maengapa wajahnya yang frustasi membuatku ingin melakukan apa saja untuknya agar ia senang agar ia tertawa.

Aku benar-benar menyukainya sepertinya

End Of Luhan POV

"Kita sudah sampai" kata Sehun memecah keheningan

Luhan yang sedang melamun hanya tersenyum dan mengangguk

"Apa kau hidup dengan baik disini?" Tanya Sehun yang begitu miris melihat flat yang ditinggali Luhan begitu kecil dan juga kumuh

"Hmmm tentu saja tampan, semuanya baik-baik saja kalau saja ahjumma jelek itu tidak sering berteriak" kata Luhan sedikit tertawa

Sehun menatapnya bingung.

"Ah, uang sewa tentu saja, aku terkadang telat membayar dan dia berteriak teriak mengancam akan mengusirku, tapi itu tentu saja tidak terjadi karena sepertinya putranya menyukaiku, dia selalu membelaku" Luhan menjelaskan

"Putranya menyukaimu?" Ulang Sehun ada nada tidak suka disana.

"Hmm, berkali kali menyatakan cinta dan akan menikahiku, tapi tentu saja itu tidak akan terjadi, dia hanya bocah SMA ingusan, sebagai gantinya karena membelaku, aku selalu mengajaknya keluar dan mentraktirnya makan setiap bulan sebagai ucapan terimakasih" cerita Luhan

"Well, kalau begitu mungkin bulan ini terakhir kau bertemu dengannya, besok ketika kita bertemu lagi sekalian kemasi barang-barangmu, kita pindah ke apartemenku" ucap Sehun bangga

"Mwooo? Ke apartemenmu? Lalu tinggal denganmu dan istrimu? Shireooo! Aku lebih baik disini" Luhan berteriak seperti orang gila

"Tentu saja tidak, apartemen itu sebagai ucapan terimakasih karena sudah mau menerima tawaranku, aku dan istriku tidak tinggal disana tenang saja. Tapi karena aku harus mendapatkan anak darimu, mungkin kita sementara akan tinggal di apartemen itu" Sehun menjelaskan

"Kita? kau dan aku?" Teriak Luhan lagi

"Kau benar-benar seperti yeoja kau tahu, iya kau dan aku, kau mau atau tidak" tanya Sehun

"Bagaimana kalau nanti istrimu marah, bagaimana kalau nanti aku dipikir merebutmu, eoh aku tidak mau bertengkar dengan wanita, dan bagai-". Perkataan Luhan terhenti karena ia merasakan sesuatu menempel pada bibirnya. Sesuatu itu begitu lembut dan menenangkan. Sehun menciumnya untuk menghentikannya berbicara. Namun salahkan bibir Luhan yang begitu lembut, sehingga ia tidak hanya sekedar menempelkan bibirnya, Sehun secara otomatis melumat bibir Luhan yang sedari tadi membuatnya menahan diri.

"Kau berisik sekali" kata Sehun mengakhiri ciumannya

Luhan hanya terdiam dia benar-benar merona sekarang

"Lihat sekarang? Karena aku cium kau berhenti bicara, baiklah aku akan menciummu untuk menghentikanmu berbicara panjang lebar" ancam Sehun menggoda

"Yakk! Kau menyebalkan hisss" kesal Luhan yang masih mencerna apa yang terjadi beberapa menit lalu

"Mian, Luhannie" ucap Sehun mengelus kepala Luhan. Ia sendiri sebenarnya masih mengatur detak jantungnya yang berdegup tidak karuan. Tapi ia tidak menunjukkan nya tentu saja

"Eh?" Kata Luhan menatap Sehun

"Apa kau tidak suka aku mengelus kepalamu? Atau karena aku memanggilmu Luhannie?" Tanya Sehun yang membalas tatapan Luhan

"Aniya, aku suka" ucap Luhan malu-malu dan menundukkan kepalanya

"Baiklah, kau istirahat , besok aku jemput jam 1 sekalian makan siang denganku ya?" Tambah Sehun masi mengelus kepala Luhan dengan sayang

Luhan mengangguk "tapi tunggu aku di kedai tadi saja ya, aku lewat sana selesai pulang bekerja" ucap Luhan

"Baiklah, aku turun dulu, dah Sehunnie" tambah Luhan malu-malu dan segera keluar dari mobil Sehun

"Sehunnie" gumam Sehun "bahkan jika dia yang mengucapkan terasa berbeda di telingaku, aku pasti sudah gila" monolog Sehun yang merutuki dirinya sendiri namun tetap tersenyum dan melaju pulang kerumahnya.

..

..

..

"APA? HYUNG KAU SUDAH GILA" teriak Kyungsoo ketika Luhan menceritakan tawaran Sehun

Kyungsoo dan Luhan tinggal di flat yang sama, mereka berbagi satu sama lain, tapi semenjak berpacaran dengan Kai, Kyungsoo jarang pulang ke flat mereka, ia tinggal di apartemen Kai tentu saja dengan paksaan Kai yang tidak bisa ditolak oleh Kyungsoo.

Namun hari ini Kyungsoo memutuskan untuk tidur di flat nya bersama Luhan selepas jam kerjanya usai, karena jujur saja ia merasa khawatir saat Luhan pergi dengan Sehun, perasaannya tidak enak dan ternyata benar bahwa hyung kesayangannya sedang terlibat perjanjian yang akan membuat dirinya menyesal seumur hidup

"BATALKAN hyung batalkan. Ya Tuhan aku akan membunuh Kai kalau bertemu bisa-bisanya mengenalkanmu pada bencana" ucap Kyungsoo dengan marah

"Bukan salah pacarmu Kyungie, sepertinya memang ini jalan tadirku" ucap Luhan lemah

"Kau tahu tadi bisa saja aku menolak dan langsung pergi aku merasa terkejut dan terhina karena dia menawarkan aku apapun dan berapapun asal aku mau melahirkan anaknya. Tetapi ketika dia mulai bercerita dan menangis dengan nada frustasi aku luluh dan tiba-tiba mulut dan hatiku bekerja sama dengan mengeluarkan suara "aku mau'. Aku tahu ini salah tapi aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa" cerita Luhan

"Aku terlalu mengenalmu hyung, kau mencintainya" lirih Kyungsoo

"Aku ingin menyangkalnya, tetapi aku rasa aku memang ingin berada dekat dengannya, aku tahu ini gila karena kami baru saja bertemu, tapi bukankah cinta memang gila Kyung" bantah Luhan

"Kau hanya akan menderita dan menyesal hyung, aku takut kau akan menyalahkan dirimu seumur hidup" Kyungsoo masih berusaha meyakinkan Luhan untuk membatalkan perjanjian bodohnya

"Aku pasti akan menyesal, tapi aku sudah siap menanggungnya, aku mohon dukung aku, aku tidak bisa apa-apa tanpamu" ucap Luhan dengan suara bergetar

"Hyung, jelas kau akan menderita seumur hidupmu, sekarang kau bisa bilang kalau kau bisa merelakan anakmu nantinya. Tapi Demi Tuhan hyung kau dan calon anakmu akan bersama-sama setiap hari seiring bertumbuhnya ia didalam kandunganmu, kau akan merasakan sakit dan senang bersamaan waktu kau menjaganya agar tetap sehat, kau akan menerka-nerka seperti apa rupanya kelak, mirip kau atau ayahnya. Tapi ketika dia lahir, kau harus pergi harus melupakan semua kenanganmu bersama bayimu, itu menyakitkan hyung" ucap Kyungsoo menangis membayangkan hal itu terjadi pada hyungnya

Luhan yang baru menyadari hal itu merasa tertohok dengan ucapan Kyungsoo. Bayi itu akan mirip dengannya atau Sehun itu yang ada didalam pikirannya. Dan ketika dia memikirkan dia tidak dapat melihat bayinya tumbuh besar dia juga ikut menangis namun tetap mencoba menerimanya karena ini hanya sebuah perjanjian. Ia menghampiri Kyungsoo dan memeluknya.

"Kau tahu Kyung, aku tidak marah Tuhan tidak pernah mempertemukan aku dengan orangtuaku, tapi aku akan marah dan merasa sangat sendirian jika aku tidak dipertemukan denganmu. Kau segalanya bagiku Kyungie. Jika nanti semua yang kau ucapkan menjadi kenyataan dan aku benar menderita seumur hidupku masih ada kau untukku. Dan lagipula, aku tidak akan kesepian jika kau nanti akan menikah dan memiliki anak dengan si hitam itu" ucap luhan menenangkan Kyungsoo

"Hyunnngg" kesal Kyungsoo mendengar penuturan Luhan

"Dukung aku ya aku mohon, ini ppertama kalinya aku bertemu seseorang yang bisa membuatku sangat bahagia. Aku ingin merasakannya Kyungie" rengek Luhan

"Iya, dan orang pertama juga yang akan membuatmu sangat menderita dan sakit" sindir Kyungsoo

"Kyungiieeeeeee" Luhan merengek lagi kali ini lebih kencang

Kyungsoo membalas pelukan Luhan

"Aku benci mengatakan ini, tapi aku mendukungmu hyung, aku akan selalu ada untukmu, berjanji padaku kau akan baik-baik saja ya" Kyungsoo berbicara sambil terisak

"Hmmm, aku berjanji, setelah semua ini berakhir aku akan tetap menjadi Luhannie nya Kyungsoo" jawab Luhan tak kalah terisaknya.

Dia merasa lega karena satu-satunya orang yang peduli padanya mendukungnya, ia tidak peduli kata orang. Dia hanya peduli apa kata Kyungsoo, begitupun Kyungsoo dia tidak akan peduli kata orang dia hanya akan mendengarkan Luhan.

"Kyungiee sangat menyayangi aku ya?" Goda Luhan sambil melepaskan pelukannya pada Kyungsoo dan mengelap air mata Kyungsoo

"Hmm sangat sangat melebihi aku menyayangi diriku sendiri" balas Kyungsoo yang juga mengelap air mata Luhan

"Melebihi kau mencintai si hitam?" Goda Luhan lagi

"Hyunnngg, kalian tidak bisa disamakan" kata Kyungsoo cemberut

"Aku bercandaaa Kyungieekuu,, ayo sekarang kita tidur, aku rindu tidur denganmuu" rengek Luhan

"Oh Luhannie imut sekali" kata Kyungsoo yang gemas dengan tingkah laku hyungnya

Mereka tertawa berdua sambil berbaring dikasur tempat mereka berbagi dulu sebelum Kyungsoo pindah, setelah lelah bercerita segalah hal Kyungsoo terlelap lebih dahulu. Luhan yang masih belum bisa tidur membenarkan letak selimut Kyungsoo.

"Kau tahu? Waktu aku menerima tawaran Sehun tadi, kau adalah orang pertama yang aku ingat , aku membayangkan bagaimana ekspresimu nanti, dan dugaanku benar kau akan sangat marah. Tapi terimakasih sudah mendukungku Kyungie, doakan aku agar ini semua tidak terlalu sakit, jika sakit aku tidak apa-apa karena ini ulahku, masih ada kau disampingku, aku sayang kau" kata Luhan mengecup kening Kyungsoo dan ikut tertidur disampingnya.

Luhan tidur dengan perasaan lega karena Kyungsoo sudah mendukungnya dan perasaan senang karena besok akan bertemu dengan Sehun. Tanpa ia tahu semua awal kebahagiaan dan penderitaannya akan dimulai esok hari.

to be continue...


Hay semuaaa pertama author mau ucapin terimakasih ya atas review nyaaa :D

Makasih buat nisaramaidah28, levy95, Eclaire Oh, dokimkyungsoojongin, MapleFujoshi2309, hunhanminute, noonalu, jungeunhee, bengbengmax, , 12 , dan yang ga kesebut sama author maaf yaaaa.. pokoknya terimakasih atas review pertama yang author terima di ffn *Deep bow *wink ala minguk ;D

Oia author mau klarifikasi kalau ff ini terinspirasi dari filmnya Julia Robert yang pretty woman sama iya benar dari film Pretty Zinta yang ditanyakan oleh Eclaire Oh. Tapi cuma terinspirasi ya. Jalan cerita pure milik author. Makasih reviewnya Eclaire Oh

oia satu lagi bocoran buat semuanya FF ini bakal update cepet kok. karena memang udah setengah jalan, tapi belum ending :D

RnR sekali lagi ya, terimakasih

*deepbow ala minguk sekali lagi*