Our Tomorrow
Main Cast : Oh Sehun dan Xi Luhan and others
Genre : Romance, Family, Hurt
Rate : T-M
Length : Chapter
YAOI. Typo (s). M-preg.
HUNHAN STORY!
Kau menawarkan padaku "apapun dan berapapun". Bolehkah aku menolaknya dan meminta hatimu sebagai gantinya
-Luhan
Aku seperti bukan diriku jika berada disampingmu. Aku merasa jika tidak ada kau disekitarku aku akan secara otomatis mencarimu. Apakah aku benar telah jatuh hati padamu?
-Sehun
Kaisoo side
"Kim Jonginnnn bangun kauuuu" Teriak Kyungsoo penuh dengan amarah
Ini masih pagi dan suara teriakan khas milik kekasihnya sudah mengganggu
"Eh, baby kau sudah pulang" tanya Kai yang masih setengah sadar
Kyungsoo menerjang Kai yang masih duduk di ranjangnya sambil memukul apapun bagian tubuh dari kai
"Kau hitam sialan, kau menyebalkan, aku membencimu" kata Kyungsoo masih memukul Kai habis-habisan
Kai yang mendapat serangan dadakan dari Kyungsoo bingung dan berusaha melindungi dirinya
"Aw babyyy sakit, kau kenapaaa?" Kai berusaha bertanya di sela-sela pukulan dari Kyungsoo
Pukulan Kyungsoo melemah dan kini dia menangis di pelukan Kai. Kai benar-benar bingung sekarang yang bisa ia lakukan hanya mengelus punggung kekasihnya agar tenang.
"A-aku ben-ci kk-kau Kai" isak Kyungsoo. Tangisannya benar-benar sangat memilukan untuk Kai.
Kai bangun dari ranjangnya sambil menggendong Kyungsoo agar ia tenang. Kyungsoo masih terisak
Hunhan side
..
..
..
"Maaf aku terlambat tuan tampan" ucap Luhan yang baru memasuki mobil Sehun
"Apa kau marah, hey aku terlambat hanya 15 menit" protes Luhan tidak terima karena tidak menerima jawaban dari Sehun
Tidak, Sehun tidak marah dia hanya sedang membenarkan penglihatannya dan degup jantungnya karena Luhan yang sedang duduk disampingnya sekarang terlihat berbeda.
Luhan terlihat anggun dan berkarisma walaupun hanya memakai cardigan berwarna coklat dan kaos putih. Ia juga merubah warna cat rambutnya semalam berwarna merah namun siang ini berwarna coklat blonde, disertai poni yang sangat pas dan cocok untuk wajahnya menambah kesan imut dirinya.
"Ani, aku tidak marah, aku hanya tidak mengenalimu tadi, kau berjalan dari jauh tapi aku baru menyadari itu kau ketika kau akan membuka pintu mobilku" jujur Sehun
"Eh berbeda bagaimana, oh karena rambutku berubah warna ya?" Tanya Luhan menyadari perubahannya
"Bukan hanya rambutmu, kau yang sekarang jauh lebih cantik menurutku daripada yang semalam" goda Sehun sambil menatap Luhan
"Yaisss! Dengarkan aku tuan tampan. Pertama aku akui ada kesalahan dari wajahku yang terlihat lebih cantik daripada tampan. Tapi aku sepertimu aku tampan bukan cantik. Dan kedua aku punya pekerjaan 2 dalam sehari. Dan masing-masing menuntutku untuk berpenampilan berbeda jadi ya kau harus terbiasa dengan itu" ucap Luhan tidak terima
"Dua pekerjaan dalam sehari? Hey kau bekerja apa di pagi hari?" Tanya Sehun yang masih menatap Luhan tanda ia belum bosan
"Aku menunggumu bertanya itu" Luhan menyengir lebar
"Aku mendengarkan" ucap Sehun tidak sabar
"Aku me-nga-jar" kata Luhan penuh penekanan di setiap kata-katanya dengan bangga
1 detik
2 detik
5 detik
10 detik
Luhan kesal karena tidak ada jawaban dari Sehun. Yang ditunggu responnya hanya menatapnya dengan berbagai ekspresi
"Sehunnieee" rengek Luhan yang sudah mulai berani bermanja dengan Sehun
"Eh iya maaf, aku hanya mencerna apa yang barusan kau katakan, kau benar-benar mengajar? Mengajar apa? Dimana? Setahuku tidak ada sekolah didekat sini" tanya Sehun yang sangat penasaran sekarang ia benar-benar kaget dengan pernyataan pria cantik didepannya ini.
"Hehehe, bukan mengajar yang seperti itu" Luhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dia salah mengartikan mengajar pada Sehun
Sehun mengangkat alisnya ia benar-benar bingung sekarang
"Sekitar 3 blok darisini ada panti asuhan kau tahu?" Tanya Luhan, Sehun mengangguk
"Itu panti asuhan tempat aku dibesarkan dulu. Aku mengajar disana, bukan mengajar pelajaran, hanya mengajar bernyanyi bercerita pokoknya yang berhubungan dengan kegembiraan" ucap Luhan sekali lagi dengan bangga nya
"Eh, kau tinggal disana? Orang tuamu kemana? Jika pendapatan yang kau terima hampir sama dengan bekerja di club, kenapa tidak kau tinggalkan saja pekerjaanmu yang di club" tuntut Sehun
"Wah wah, sudah penasaran tentang aku ya?" Goda Luhan
"Cerita tentang hiduppku nanti saja, aku lapar sekarang, dan untuk informasi saja, aku tidak mendapat bayaran mengajar di panti asuhan, bagaimana bisa aku meminta bayaran pada tempat yang sudah memberikan aku kehidupan. Aku hanya senang bisa menemani adik-adik kecilku disana" cerita Luhan sambil tersenyum bangga.
Cantik...
itu yang ada dipikiran Sehun, dia ikut tersenyum ketika Luhan tersenyum, ia juga tidak bosan-bosannya memandangi Luhan
"Hey tampan, kau kenapa melihatku seperti itu?" Tanya Luhan membuyarkan lamunan Sehun
"Ah kau benar-benar tertarik padaku ya?" Goda Luhan
Sehun seperti menerima Game Over dari pertanyaan Luhan barusan, tapi bukan Oh Sehun jika dia tidak bisa mengelak
"Ah aniya, aku hanya berfikir kau seperti Angel in the morning anda Devil in the night kau tahu" goda Sehun
"Yaaaa Oh Sehun!" Teriak Luhan
"Mian, aku hanya bercanda, kau tahu aku benar-benar penasaran tentangmu" ucap Sehun mengacak rambut Luhan dengan sayang
"Aku akan cerita, tapi aku mau makan aku lapar" rengek Luhan
"Demi Tuhan, pria tidak merengek seperti itu Luhannie" kata Sehun gemas mencubit pipi Luhan
"Kajja, kita makan" Sehun sudah menyalakan mobilnya dan berjalan menuju tempat pertamanya hari ini
Luhan yang sedang sibuk merona, tidak tahu akan dibawa makan siang oleh Sehun kemana
Kaisoo side
"Jadi cerita padaku kau kenapa sayang" Tanya Kai yang sudah berhasil menenangkan Kyungso. Lebih dari setengah jam Kyungsoonya menangis tanpa berbicara. Matanya sekarang sudah sangat bengkak dan itu membuat dia terlihat imut berjuta juta kali dimata Kai.
"Kau dan temanmu Oh Sehun hanya membuat masalah yang berkepanjangan untuk Luhannieku" Kata Kyungsoo yang sudah berbicara tanpa terisak lagi
"Eh? Apa maksudmu baby?" Tanya Kai
"Aku tahu kau mengerti maksudku" bentak Kyungsoo yang membuat Kai menciut
"Kalau yang kau maksud perjanjian untuk melahirkan anak untuk Sehun, iya aku tahu" Kata Kai polos
"harggh kau begitu menyebalkan" Teriak Kyungsoo melemparkan bantal yang ada di ranjang Kai
"Baby, aku bingung kau kenapa sayang" Tanya Kai yang berusaha menenangkan Kyungsoo dengan memeluknya tapi Kyungsoo berusaha melepaskan pelukannya
"Kau tahu kalau pada akhirnya dia akan diusir dari kehidupan temanmu dan tidak boleh menemui anaknya bukan hanya tidak boleh menmui anaknya. Dia juga tidak bisa melihat bagaimana anknya tumbuh kelak" Teriak Kyungsoo di pelukan Kai dia menangis lagi
Kai terdiam, dia baru menyadari kalau Luhan sangat penting untuk Kyungsoo. Kyungsoo nya tidak pernah menangis untuk hal yang memberatkan dalam hidupnya, tapi ia baru menyadari ia akan sangat marah dan rapuh jika menyangkut tentang Luhan
"Mianhae baby, aku tidak tahu kalau Sehun akan tertarik pada Luhan." Ucap Kai menyesal karena telah memberikan ide gila ini pada Sehun
"Aku harus bagaimana eoh? Beritahu aku jangan seperti ini" Pinta Kai
"Aku akan berbicara pada Sehun agar membatalkan rencananya, apa kau setuju" Tanya Kai yang memeluk Kyungsoo semakin erat
Ia merasa itu ide yang cemerlang, sebelum semuanya terlambat ia akan menghubungi Sehun dan memintanya untuk membatalkan rencana gila darinya. Namun ia merasakan anggukan tidak setuju dari Kyungsoo yang ada di pelukannya
"Eoh, wae? Kenapa tidak boleh? Kau sangat menghawatirkan Luhan kan?" Tanya Kai melepaskan pelukannya dan menatap kekasihnya mencari jawaban
"Terlambat dia sudah menerima tawarannya. Dan parahnya lagi dia sudah menyukai temanmu" cerita Kyungsoo menerawang
"B-bagaimana bisa Luhan menyukainya, dia tahu kalau Sehun sudah mempunyai istri kan?" tanya Kai kaget dengan apa yang barusan ia dengar
"Iya dia tahu, dan dia mau menerima perjanjian itu karena Sehun terlihat frustasi, Luhannieku memang seperti malaikat dia tidak bisa melihat orang yang rapuh padahal dirinya jauh lebih rapuh" Kyungsoo meneteskan air matanya
"Baby, aku benar-benar minta maaf, a-ku aku tidak tahu kalau Luhan begitu sangat berarti untukmu. Kita sudah bersama selama 6 bulan, tapi aku begitu egois tidak pernah bertanya tentang siapa yang sangat kau cintai. Aku, a-aku minta maaf" sesal Kai yang tidak tega melihat Kyungsoo menangis.
"Napeun namja eoh" kata kata Kyungsoo yang menyadari kalau ia terlalu banyak menyalahkan Kai
Kai menatapnya bingung
"Tadi berusaha untuk menyelesaikan masalah sekarang kau mau ikut menangis denganku eoh" tuduh Kyungsso
"Ani baby, aku hanya bingung bagaimana membuat berhenti menangis" kata Kai sungguh-sungguh
Kyungsoo membalas pelukan Kai dan duduk dipangkuan nya memeluk Kai erat.
"Kau sekarang sudah tahu kan siapa yang paling aku cintai di dunia ini, yang tangisannya paling tidak aku inginkan" tanya Kyungsoo mengelus wajah Kai
"Hmm Luhan baby, aku tahu sekarang" kata Kai juga mengelus wajah Kyungsoo
"Bukan hanya Luhan, kau juga baby, kau adalah orang yang sudah memasuki hidupku dan sudah menjadi penting juga untukku. Jonginie dan Luhanie nya Kyungie harus selalu bahagia dan selalu baik-baik saja" kata Kyungsoo serius
Kai hanya diam menatap kekasihnya. Ia tidak menyangka kalau dirinya adalah hal penting juga untuk Kyungsoo
"Babyyy, aku sangat sangaaattt mencintaimu" teriak Kai dan memeluk Kyungsoo sangat erat
Kyungsoo tersenyum dan membalas pelukan Kai tak kalah eratnya
"Aku juga sangaaat mencintai jonginiekuuu" manja Kyungsoo
Keduanya bertatapan lama dan terdiam merasa sangat bahagia
"Baby, kita akan membantu Luhan dengan cara kita sendiri hmm" ucap Kai
"Benarkah? Kau juga mau membantu? Bukannya kau bilang Luhanie ku sangat merepotkan?" Kesal Kyungsoo mengingat perkataan Kai
"Aniya, Luhaniemu such an angel setelah kupikir, karena menerima tawaran arogan dari sahabatku" kata Kai bersungguh sungguh
"Ah gomawoo babyyy,, Luhanku memang malaikat dari dulu
Dia adalah malaikat penolongku sejak kecil, dia sangat kesusahan menjagaku ketika aku sakit karena menurutnya aku tanggung jawabnya" Kyungsoo mengenang bagaimana dalamnya kasih sayang Luhan untuknya
"Kalau begitu aku akan berterimakasih padanya dan bersikap baik padanya karena dia sudah menjaga malaikatku dengan sangat baik. Aku juga akan mengatakan padanya kalau bebannya berkurang karena kau tanggung jawabku sekarang" Kai berkata serius sambil mengelus wajah Kyungsoo
"Baby, sejak kapan kau menjadi dewasa" kata Kyungsoo yang terharu mendengar penuturan kekasihnya
"Sejak aku punya baby kecil dalam hidupku" jawab Kai menggoda dan membawa Kyungsoo kedalam ciuman memabukan mereka
..
..
..
"Jja, kita sampai ayo masuk" ajak Sehun pada Luhan yang benar-benar kebingungan sekarang
"Kita dimana? Ini kan bukan restauran ataupun kedai makanan" katanya menatap Sehun
"Lalu menurutmu ini apa?" Tanya Sehun balik bertanya sambil membenarkan poni Luhan yang agak berantakan
"Ini rumah" jawab Luhan polos
"Hmm benar ini rumahku, kita makan siang disini" ucap Sehun santai masih bermain dengan poni Luhan
Luhan membelalakan matanya dia sangat terkejut sekarang
"K-kauuuu kenapa kita kesini? Kau bahkan belum memberitahuku jika hari ini bertemu dengan istrimu" pekik Luhan
"T-tidak aku tidak mau hari ini, lain kali saja lagi penampilanku sangat tidak formal" ucap Luhan ingin segera pergi dan membuka pintu mobil
Sehun menarik Luhan mencegahnya pergi dan
CHU
Sehun mengecup Luhan untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari 24 jam dari pertemuan mereka yang pertama kali semalam
Dan sekali lagi Luhan diam merona ia terkadang merutuki sikap seenaknya Sehun yang menciumnya tiba-tiba. Dia kan bisa memberiku aba-aba agar ciuman kami lebih bergairah monolog Luhan dalam hati dan ia terkekeh sendiri dengan pikirannya
"Kau tahu kau sangat menggemaskan, maafkan aku menciummu lagi, kupikir hanya itu yang bisa membuatmu diam" ucap Sehun memegang tangan Luhan dan meyakinkannya
"Ini bukan rumahku dan istriku. Ini rumah orangtuaku" ucap Sehun
Luhan semakin membelalakan matanya karena menurutnya itu lebih parah
"Lalu didalam sana aku harus bertemu dengan replikamu?" Sindir Luhan
"Maksudmu?" Tanya Sehun karena bingung
"Kau tahu kan maksudku, kau ini sangat diam dan menakutkan bukan tanpa alasan. Kau pasti mempunyai orangtua yang sama dengan sifatmu. Lalu aku harus makan dengan tiga orang yang tidak bisa tertawa?" Tuntut Luhan
Sehun benar-benar harus bertanya berapa usia Luhan sekarang. Karena jawabannya seperti anak yg berusia 5 tahun yang mau tak mau membuatnya tertawa keras lagi
"Apa yang kau tertawakan?" Kesal Luhan
"Ah, maaaf Luhan kau selalu mengatakan hal-hal yang tidak aku duga, bagaimana mungkin kau menyebut orangtuaku sebagai replikaku eoh" Goda Sehun masih menahan tawanya
"Percaya padaku mereka sangat berbeda denganku, mereka lebih banyak tertawa daripada aku. Lagipula alasan aku bertemu denganmu adalah karena para orangtua itu, mereka yang memaksaku untuk mendapatkan keturunanku sendiri, jadi ini juga menjadi tanggung jawab mereka. Aku hanya ingin kau merasa nyaman, nantinya kau akan sering bertemu dengan ibuku" Ucap Sehun menjelaskan melihat Luhan yang masih kesal.
"Eh, kenapa harus sering bertemu ibumu?" Tanya Luhan
"Dia dokter kandungan Luhan, aku hanya akan mempercayakanmu dan si bayi pada ibuku" Ucap Sehun
"Wah, kau pasti sangat bahagia orangtuamu mempunyai pekerjaan yang wow menurutku sangat keren" Kata Luhan yang entah mengapa menjadi bersemangat
"Keren? Menurutku tidak sama sekali. Karena mereka sibuk bekerja, mereka hampir tidak ada waktu luang untukku, oh percayalah Luhan bahkan ketika hari pernikahanku mereka hampir tidak bisa datang karena sibuk" Sehun yang mengingat serangkaian kejadian menyebalkan itu mendadak menjadi tidak mood untuk bertemu dengan orang tuanya.
"Tapi mereka datang kan pada akhirnya?" tanya Luhan, Sehun mengangguk
"Jadi sebenarnya bukan masalah, yang kau butuhkan hanya berbicara pada orangtuamu dan mengatakan apa yang kau inginkan. Aku bertaruh untuk diriku sendiri jika aku punya orangtua aku pasti sangat manja." Ucap Luhan dengan bangga.
Dan mau tidak mau kepolosan Luhan lagi-lagi membuat Sehun menahan tawa.
"Kau mau tertawa lagi?" Tantang Luhan. Sehun hanya menutup mulutnya sambil menggelengkan kepalanya, jelas sekali kalau dia sedang tertawa
"Hah, aku bosan ditertawakan. Ayo masuk aku lapar" Luhan mulai merajuk
"Tidak jadi mau pulang saja?" Goda Sehun yang membuat Luhan mendelik kearahnya
"Bercanda cantik" Sehun mengacak rambut Luhan dan segera turun dari mobilnya membukakan pintu mobil untuk Luhan
"Silakan masuk tuan putri" ucap Sehun menggoda Luhan lagi
Kali ini Luhan memukul lengan Sehun dia sedang tidak mood untuk digoda, karena masih sangat gugup bertemu dengan keluarga Sehun
Luhan mengikuti Sehun di belakang, namun Sehun menggenggam tangannya agar sejajar dengannya. "Jangan gugup, tidak usah khawatir" Sehun meyakinkan Luhan. Luhan hanya tersenyum mengangguk.
Seseorang dari dalam rumah tersebut membukakan pintu dan langsung membungkuk ketika tahu Sehun yang datang
"Selamat datang tuan muda Sehun" sapa seorang maid dirumah tersebut
Sehun tersenyum dan membawa Luhan masuk "Aku ingin bertemu ayah dan ibu mereka ada kan?" Tanya Sehun
"Tuan besar dan Nyonya sudah menunggu anda diruang keluarga tuan muda" Maid tersebut memberitahu Sehun. Sehun mengangguk dan membawa Luhan ke ruang keluarga tempat keluarganya menghabiskan sebagain waktu, baik untuk bersantai maupun untuk berdebat.
Dan disinilah Sehun dan Luhan sekarang. Di ruang keluarga rumah keluarga Oh. Nampak sekali jika keluarga ini sangat elegan dan sangat menjunjung tinggi pemandangan indah setiap ruangan disudut manapun akan terlihat kaca polos besar yang menghubungkan rumah itu dengan halaman belakang. Halaman belakang itu pun terlihat cantik karena banyak bunga-bunga yang dipelihara tumbuh dengan cantiknya, serta ayunan untuk bermain dan melepas penat.
Daebak pikir Luhan yang walaupun sedang gugup masi mengungkapkan kekagumannya
"Jadi siapa dia dan kenappa kau tiba-tiba ingin makan siang dengan kami?" Tanya pria paruh baya dengan suara beratnya dan sangat kentara kalau dia mirip persis dengan Sehun
"Dia Luhan, dia yang akan membantuku mendapatkan anak kandungku, cucu kandung kalian" jawab Sehun santai
Bodoh, kenapa tidak sopan bicara dengan orangtuanya monolog Luhan dalam hati, dia benar-benar takut sekarang
"Eomma, kau tahu kan pasti ada pria yang memiliki keistimewaan, Luhan salah satunya, dan dia bersedia membantuku" lanjut Sehun
Hening. Kedua orangtua Sehun tidak merespon hanya berkali kali saling berpandangan satu sama lain dan detik berikutnya memperhatikan Luhan
"Kapan kalian menikah" Tanya tuan Oh
Luhan sangat kaget dengan pertanyaan tersebut, skenario yang ada dalam pikirannya adalah. Kedua orang tua ini akan sangat marah dan tidak setuju juga mengatainya murahan dan predikat yang sejenisnya, dia bahkan sudah melatih dirinya untuk menahan emosinya jika mereka menjelek-jelekan dirinya.
Bukan menanyakan kapan menikah ini sungguh diluar dugaan. Namun dia hanya bisa terdiam sambil menatap kemana saja karena takut bertemu pandang dengan orang tua Sehun
"Tidak, kami tidak menikah. Aku hanya menyewa rahimnya, setelah anakku lahir dia pergi" ucap Sehun lemah dan agak bergetar.
Luhan sungguh bodoh, dia kecewa dengan jawaban Sehun, dia berharap jawaban itu keluar nanti di akhir cerita, ini terlalu awal untuknya. Namun ia hanya tersenyum.
"Yaaa! OH SEHUN otakmu sudah tidak waras atau memang kau sudah gila?" Kali ini seorang wanita yang berteriak. Walaupun sudah berumur, kesan elegan nya tidak bisa ditutupi dan dia sangat cantik menurut Luhan.
"Kenapa? Aku membawakan kita jalan keluar! Kalian yang memaksaku aku tidak punya cara lain!" Teriak Sehun
BRAK!
Tuan OH mencengkram kerah Sehun dan memukul Sehun telak diwajahnya. Sudut bibir Sehun sudah mengeluarkan darah sekarang.
"Aku bilang padamu untuk menikah lagi, bukan untuk membayar seseorang kemudian menendangnya jauh-jauh dari kehidupanmu, kau anak memalukan tidak punya sopan santun" geram tuan Oh yang sudah memukul Sehun lagi kali ini lebih keras
"Yeobo/Tuan" teriak nyonya Oh dan Luhan bersamaan
"Kau pikir dia tidak punya perasaan. Mahluk kejam macam apa kau anak brengsek! Aku malu punya anak sepertimu" ketika pukulan tuan Oh akan melayang lagi untuk Sehun, Luhan sudah ada disana melindungi Sehun dan bertatapan dengan tuan Oh yang untung saja masih bisa menghentikan gerakannya, jika tidak Luhan juga pasti sudah babak belur
"Menyingkir" desis tuan Oh pada Luhan
"H-hikksss, a-aku mohon berhenti, kasihan Sehun, a-aku, a-aku yang menerima tawarannya, dia tidak memaksaku, bertanya padaku tuan jangan memukulinya aku mohon" Luhan sudah menangis sekarang dia begitu takut dan sangat tidak tega pada kondisi Sehun
Tuan Oh menatap Luhan untuk waktu yang lama, ia tidak tega melihat Luhan ia berbalik badan dan melempar apa saja yang ada di ruangan itu.
"Arggghhh, memalukan" teriaknya penuh kekecewaan
"Kau tidak apa-apa?"Bisik Luhan membantu Sehun berdiri, Sehun hanya mengangguk. Kondisinya tidak pernah bagus setelah bertengkar dengan ayahnya.
"Pelayan Kim" teriak tuan Oh lagi
Pelayan yang dipanggilpun mendatangi ruang keluarga tersebut yang sangat berantakan ia nampak terkejut namun tetap tenang
"Ada apa tuan?" Tanya pelayan tersebut
"Bawa anak brengsek itu, bersihkan lukanya" perintah tuan Oh, pelayan Kim mengangguk, ia membantu Luhan mendirikan Sehun
"Kau anak muda tetap disini, aku ingin bertanya padamu" kata tuan Oh menoleh pada Luhan
Sehun mencengkram jemari Luhan mengisyaratkan untuk tidak bicara pada ayahnya. Tapi Luhan tersenyum pada Sehun dan mengatakan kalau tidak apa-apa
Sehun yang dibawa oleh ppelayan Kim sangat mengkhawtirkan kondisi Luhan, ia takut ayah dan ibunya berbuat gila pada Luhan.
Sepeninggal Sehun, Luhan hanya dibiarkan duduk dalam diam sambil menunggu pertanyaan apa yang akan dilontarkan. Sementara nyonya Oh masih menangis dipelukan tuan Oh
Mereka sangat manis pikir Luhan dan tanpa sadar ia tersenyum kecil.
"Jadi siapa namamu?" Tanya tuan Oh membuyarkan pikiran Luhan yang sedang menerawang
"E-eh, namkau Luhan, Xi Luhan" jawab Luhan gugup
"Kau keturunan Cina?" tanya tuan Oh lagi
"Sepertinya, aku juga tidak tahu" kata Luhan pelan menundukkan kepalanya
Tuan Oh mengernyit bertanya tanya apakah ada yang salah dari pertanyaannya
"Dimana orang tuamu? Tinggal dimana? Apa mereka setuju dengan rencana si bodoh itu" tanya tuan Oh lagi kali ini lebih banyak menurut Luhan
Luhan terdiam lama kemudian menatap tuan Oh dan berkata "aku yatim piatu, tinggal di flat kecil, jadi jika anda bertanya siapa orangtuaku aku juga tidak tahu, maaf" kata Luhan dalam sekali nafas, ia tidak mau terlihat gugupp
Sekali lagi tuan Oh hanya terdiam dan tanpa sengaja tatapan Luhan bertemu dengan nyonya Oh. Ibu Sehun menatapnya iba karena penuturannya tadi, tapi ia merasa nyaman dengan tatapan itu, iapun tersenyum pada wanita cantik itu.
"Pekerjaanmu?" Tanya tuan Oh lagi
"Aku penghibur di klub malam, tapi tenang saja tuan aku bukan murahan, aku hanya menemani mereka minum sampai mabuk kemudian menelepon istri mereka untuk menjemput suami-suami mereka. Aku tidak akan membawa penyakit untuk putramu" Jawab Luhan jujur
"Kenapa?" Tanya nyonya Oh sekarang, matanya sembab dan sesekali melihat keluar ruangan, kentara sekali menghawatirkan keadaan Sehun
"Eh?" Tanya Luhan bingung
"Kenapa kau mau dengan tawarannya? Tidakkah menyakitkan harus berpisah dengan anak yang kau kandung sendiri, jika itu aku, aku bisa gila. Awalnya aku pikir kalian akan menikah,pertama kali aku melihatmu, astaga aku pikir kau ini perempuan, kau cantik sekali dan aku menyukaimu,tapi tenyata kau pria dan gilanya aku tetap menyukaimu. Aku tidak peduli jika menantu ku kali ini pria. Aku sudah ingin sekali menimang cucu. " nyonya Oh sepertinya sudah dalam mood yang baik karena dia bertanya begitu lucu menurut Luhan
"Aku belum pernah merasakan melahirkan anak nyonya. Teman baikku bilang aku juga akan menyesal seumur hidup. Aku tipikal keras kepala yang akan bertahan dengan pemikiranku dan tidak pernah menyalahkan siapapun bagaimanapun akhir dari cerita ini" ucap Luhan bergetar.
"Sangat sakit Luhan, melihat anakmu menjauh darimu. Aku contohnya, aku membiarkan anakku tumbuh sendirian tanpa perhatian dan kasih sayang dariku dan suamiku, aku menyesal hingga ke tulang rusukku, maka dari itu aku ingin membalas kesalahanku melalui cucuku" kata nyonya Oh menangis lagi dipelukan suaminya
"Tuan nyonya, aku benar-benar mau menolong Sehun mendapatkan anaknya. Tidak bisakah kita akhiri pembicaraan ini? Kita terlalu banyak membayangkan hal yang belum terjadi, a-aku, aku takut berubah pikiran" Luhan juga sudah menangis sekarang, dia benar terlihat ragu dengan keputusannya
"Terimakasih nak, terimakasih" Nyonya Oh menghambur ke pelukan Luhan memeluknya sayang
Apa ini? Kenapa rasanya berbeda? Ini adalah pelukan paling nyaman yang pernah aku rasakan batin Luhan
"Aku harap putraku menyadari kesalahannya sebelum terlambat, aku berharap hubungan kalian lebih dari sekedar sebuah tawaran" katanya lagi mengelus punggung Luhan seolah menenangkan.
"Hmm, terimakasih nyonya, kau sangat cantik dan sangat baik" puji Luhan membalas pelukan nyonya Oh dan karena pelukan ini pula membuatnya semakin yakin dengan keputusannya. Ia ingin egois pada dirinya sendiri kali ini, dia ingin merasakan kehangatan sebuah keluarga, walaupun hanya sebentar.
Tuan Oh yang melihat istrinya menangis bahagia dan melihat Luhan yang begitu baik mau tak mau tersenyum melihat pemandangan didepannya.
Sehun mematung ditempatnya berdiri sekarang, ia benar-benar tidak percaya dengan penglihatannya, ia sangat menghawatirkan Luhan. Tapi pemandangan yang ada dihadapannya sungguh sangat melegakan. Melihat ibunya sangat bahagia dan ayahnya tersenyum adalah hal yang akan sulit dia dapatkan.
Tapi Luhan mendapatkannya kurang dari satu jam mereka bertemu. Mau tak mau dia pun ikut tersenyum bahagia dan merasa takjub pada Luhan yang dapat membuat orang-orang yang baru saja megenalnya menyayanginya.
to be continued...
Maaf ya chapter ini rada bosenin...cuma ada Hunhan Kaisoo nya yang muncul
Konfliknya belum berasa, soalnya masih tahap perjalanan uri Luhannie ...
Keep Reading yaaa... ")
