Our Tomorrow

Main Cast : Oh Sehun dan Xi Luhan and others

Genre : Romance, Family, Hurt

Rate : T-M

Length : Chapter

YAOI. Typo (s). M-preg.

HUNHAN STORY!

Kau menawarkan padaku "apapun dan berapapun". Bolehkah aku menolaknya dan meminta hatimu sebagai gantinya

-Luhan

Aku seperti bukan diriku jika berada disampingmu. Aku merasa jika tidak ada kau disekitarku aku akan secara otomatis mencarimu. Apakah aku benar telah jatuh hati padamu?

-Sehun


Serangkaian kejadian yang Luhan alami hari ini telah berakhir. Setelah memastikan kemarahan orang tua Sehun mereda, dan orang tua Sehun menerima dan menyetujui Luhan untuk melahirkan anak Sehun membuatnya lega. Ditambah ia bisa menikmati makan siang dengan orang tua Sehun, itu adalah pertama kalinya Luhan makan dengan "sebuah" keluarga. Lepas setelah makan siang Sehun dan Luhan tidak diijinkan pergi oleh nyonya Oh. Nyonya Oh bersikeras ingin melihat luka Sehun, Namun ehun menolak ia lebih memilih tidur siang dikamarnya daripada harus diceramahi ibunya lagi.

Setelah malam tiba Sehun pamit pulang dengan alasan Luhan sudah lelah. Luhan agak kesal karena Sehun memakai namanya untuk segera pergi darisana.

Di perjalanan Luhan berkali kali meminta Sehun untuk mampir ke toko obat sepulang dari rumah Sehun, karena Luhan bersikeras mengatakan memar Sehun semakin bertambah parah.

Disinilah mereka dipinggiran sungai di Seoul menikmati hawa dinginnya dan angin yang kerap kali membuat rambut mereka berantakan.

"Arrgghh pelan-pelan" Sehun meringis ketika Luhan mengoles salep memar di bagian bawah bibirnya

"Tahan jangan seperti anak kecil" sindir Luhan

"Tetapp saja perih" kesal Sehun

Sehun yang sedang menggerutu tiba-tiba memejamkan matanya karena saat ini Luhan sedang meniup niup memar di wajahnya. Ia nampak kaget namun menikmati segala sesuatu yang mengejutkan yang dilakukan Luhan.

Ia membuka matanya dan sekali lagi terpana melihat betapa cantiknya Luhan dari dekat. Ia mengagumi semua yang ada pada diri Luhan. Matanya yang seperti rusa, bibir merahnya yang lucu jika sedang mengerucut cemberut, wajahnya yang merona jika ia goda. Dan semua yang ada di diri Luhan sekali lagi membuat takjub Sehun

"Kenapa memandangku seperti itu?" Tanya Luhan menjadi gugup.

Luhan sendiri tidak bisa mengontrol diri nya yang sekali lagi terpana melihat betapa tampannya Sehun dari dekat. Matanya yang selalu menatapnya tajam, bibirnya yang selalu mencuri cium darinya dan auranya yang walaupun terkesan dingin namun membuatnya nyaman.

Luhan berusaha memalingkan wajahnya, namun Sehun mencegahnya, memaksa Luhan untuk tetap menatapnya. Sehun benar sudah tidak bisa menahan diri lagi ia mendekati Luhan "kau cantik Lu" ucap Sehun yang sudah mencium Luhan sekarang.

Ciuman Sehun sangat memabukkan untuk Luhan. Ia sudah menunggu hari ini terjadi, sekarang ia tidak hanya membayangkannya namun juga dapat merasakannya secara nyata.

Sehun memperdalam ciumannya,ia melumat bibir Luhan dengan lembut merasakan betapa manisnya bibir
Luhan yang semakin menggoda. Lalu semakin lama Luhan membalas ciuman Sehun dengan lembut, mereka larut dengan rasa manis dan rasa hangat yang ada di dalam hati mereka.

"hmmmpp-hhmp" desah Luhan yang membuat Sehun semakin memperdalam ciumannya

Sehun memegang tengkuk Luhan, memperdalam ciumannya.

Luhan tidak mau kalah ia melingkarkan tangan kanannya ke leher Sehun dan ikut membalas lumatan-lumatan bibir Sehun.

Mereka berciuman cukup lama,sampai Luhan merasa sudah kehabisan nafas dan memaksa Sehun melepas ciumannya,

CUP "Sehun mencium bibir Luhan singkat karena menurutnya ciumannya dengan Luhan barusan masih sangat kurang.

AH~ "protes Luhan yang merasa bibirnya bengkak sekarang

Hahahahaha

Setelah mereka berciuman Sehun dan Luhan tertawa bersama sambil menatap satu sama lain dengan posisi yang entah bagaimana Luhan sudah berada dipangkuan Sehun membalas tatapan Sehun yang sangat mempesona

"Terimakasih Lu" ucap Sehun mengelus wajah cantik Luhan

"Untuk apa? Ah untuk ciuman barusan ya?" Kata Luhan malu-malu

"Dasar pervert" sindir Sehun menyentil kening Luhan

"Yaaa! Kau duluan yang menciumku" protes Luhan yang hendak bangun dari pangkuan Sehun, namun Sehun mencegahnya

"Hey jangan marah, aku kan bercanda" ucap Sehun mengeratkan pelukannya di pinggang Luhan agar Luhan tidak bisa pergi dari pangkuannya

"Terimakasih untuk dua hari terbaik dalam hidupku, aku bertemu denganmu, kau dengan hati malaikatmu mau membantuku untuk mendapatkan seorang anak dan kau sudah dengan mengejutkannya dapat membuat orangtuaku menyukaimu. Kau benar-benar mengejutkan Lu" ucap Sehun jujur

Luhan sangat senang mendengarkan penuturan Sehun

"Aku juga terimakasih padamu" ucap Luhan sangat hiperaktif sambil meloncat loncat dipangkuan Sehun

"Untuk apa?" Tanya Sehun

"Karena untuk pertama kalinya aku merasakan pelukan seorang ibu, whoaaa aku sangat senang ketika ibumu memelukku" ucap Luhan tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya dan langsung memeluk Sehun

Sehun terdiam, dia merasa sangat sedih dengan pernyataan Luhan barusan. Ibunya hanya memeluknya dan dia sudah terlonjak seperti orang gila.
Sementara dirinya hanya sibuk memusuhi ibunya sendiri tanpa pernah berusaha mendengarkan apa yang ibunya ingin sampaikan padanya.

Sehun sedang melamun dan sedang terdiam, sampai dia merasakan bahu Luhan bergetar dan lehernya basah

Luhan menangis? Batinnya

"Hey kau kenapa?" Tanya Sehun menghapus air mata Luhan. Sedetik yang lalu dia masih terlonjak gembira, sekarang dia sudah menangis seperti anak kecil

"Aku senang Sehunnie, aku senang hari ini, terimakasihh mengajakku bertemu orangtuamu, terimakasihh" katanya terisak sambil tertawa membuat suaranya seperti katak.

"Aku janji akan sering membawamu pada mereka" kata Sehun sungguh-sungguh

"Benarkah?" Mata Luhan langsung membulat pertanda ia sangat senang

"Hmm benar rusa kecil" sindir Sehun "dan jangan pasang wajahmu seperti itu, aku bisa memperkosamu kau tahu" goda Sehun yang mendapat pukulan kecil dari Luhan. Luhan memeluk Sehun lagi selesai memukulnya. Ia merasa nyaman dengan pelukan Sehun

Bisakah kau memelukku seperti ini setiap hari, batin Luhan

Bisakah Sehunnie lirih Luhan dalam hatinya

"Lu ini sudah malam, biarkan aku mengantarmu pulang" kata Sehun mengelus punggung Luhan dengan sayang

Sehun merasakan Luhan menggeleng tidak setuju dalam pelukannya

"Eoh? Kenapa tidak mau pulang? Kau mau denganku terus ya?" Goda Sehun untuk kesekian kalinya

Luhan mencubit lengan Sehun membuatnya meringiss

"Kau ingat kan? Dua pekerjaan dalam sehari? Aku masih harus ke club" ucap Luhan

"Yang benar saja Lu, kau pasti lelah seharian ini tidak istirahat. Ayolah membolos saja, besok aku akan mengurus pengunduran dirimu" protes Sehun

Luhan menggelengkan kepalanya lagi

"Aku masih harus kesana malam ini, masih ada Kyungie disana, lagipula aku berencana mengundurkan diri malam ini" kata Luhan meyakinkan Sehun

"Kau yakin bos mu akan melepaskanmu begitu saja?" Tanya Sehun

"Hmm dia bos botak yang baik" ucap Luhan yang meskipun tertawa, sepertinya ada ketidakyakinan disana

"Baiklah aku akan menemanimu kalau begitu" tuntut Sehun

"Andwae" teriak Luhan membuat Sehun curiga

"Dan kenapa tidak boleh?" Tantang Sehun

"Ya Tuhan Sehun, kita sudah hampir seharian bersama, kau masih mau bersamaku? Kau tidak ingat ada istrimu dirumah dia menunggumu. Kalau aku adalah istrimu aku akan menerormu 24 jam untuk memintamu pulang cepat dan menemaniku" ucap Luhan pura-pura kesal

Sehun nampak berfikir "kau benar aku belum menghubunginya seharian ini. Dia juga pasti masih bekerja, kau tahu dia editor untuk majalah olahraga, dia sangat sibuk. Tidak sebenarnya kami menyibukkan diri kami masing-masing, semenjak divonis tidak dapat memiliki keturunan dia seperti menghindar dariku" cerita Sehun nampak kecewa, dan Luhan hanya mengelus pipinya sayang

"Baiklah kalau kau tidak mau aku temani, aku antar kau club baru aku pulang" ucap Sehun lagi

Bohong, aku bohong Sehun, aku menyuruhmu pulang bukan karena itu, aku takut apa yang akan terjadi nanti ketika aku mengundurkan diri batin Luhan sedih namun tetap tersenyum

"Jjaa, kita berangkat untuk hari terakhirmu di club" kata Sehun senang memikirkan bahwa tidak akan ada lagi tangan-tangan pria tua yang menyentuh Luhannya iya Luhan-nya

"Sehunnie aku bisa jalan, turunkan aku jangan seperti ini aku malu" rengek Luhan

"A-ni-yo" ucap Sehun lantang

"Aku seperti koala jika seperti ini" kesal Luhan

"Kau bukan koala kau rusaa kecilku" kata Sehun menggoda

Luhan yang menyadari banyak mata yang melihatnya langsung memeluk Sehun menyembunyikan wajah yang benar-benar merah sekarang.

..

..

..

..

Sehun sedang menunggu Luhan dimobil. Luhan bilang ingin buang air kecil. Tapi ini sudah 20 menit dan si rusa belum menampakkan dirinya

"Kemana dia, daritadi ribut mengatakan sudah terlambat, sekarang buang air kecil saja lama sekali" gerutu Sehun

"Ah apa jangan-jangan dia diculik" Sehun dengan pikiran bodohnya langsung bergegas ingin menghampiri Luhan di toilet pengisian bahan bakar itu. Baru saja Sehun menutup pintunya. Sosok yang iya tunggu muncul dan Sehun mau tak mau takjub lagi dengan penampilan Luhan

Luhan mengganti pakaiannya, pakaian yang ia kenakan sekarang beda dengan yang kemarin malam. Kali ini lebih tidak terbuka menurut Sehun ia menggunakan kaos tanpa lengan dengan banyak gliter menambah kesan mewah dari pakaiannya, memakai celana panjang yang menurut Sehun agak terlalu seksi karena sangat ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan jelas dan yang paling Sehun tidak suka adalah karena Luhan kembali mengecat rambutnya menjadi warna yang lain, kali ini rambutnya dicat berwarna merah kepirangan, tidak seperti kemarin malam yang berwarna merah menyala.

"Sehunna, dua pekerjaan dalam sehari ingat? Hentikan tatapan itu aku tidak suka" Kesal Luhan karena Sehun menatapnya dengan mengintimidasi.

"ayoo aku sudah terlambat" rengek Luhan yang mencoba menghindari tatapan Sehun dan langsung masuk kedalam mobilnya.

Didalam perjalanan Sehun menjadi sangat diam dan tidak banyak berbicara, hal itu benar-benar membuat Luhan kesal

"Kau kenapa diam saja" tanya Luhan

"Sehun, Sehunnie," rengek Luhan tetap tidak ada jawaban

"baiklah, percuma berbicara kau tidak mendengarkan,kau menyebalkan kau tau" Luhan berkata sedikit berteriak

"Aku tidak suka kau berpenampilan seperti itu" ucap Sehun jujur

"tidak setelah aku mengenalmu" tambahnya

Kali ini Luhan yang terdiam biasanya ia tidak akan peduli kata orang tentang pekerjaannya, kali ini dia merasa sangat malu karena bekerja seperti ini.

Sehun yang merasa tidak ada jawaban dari Luhan meliriknya dan merutuki dirinya karena sudah membuat Luhan bersedih disampingnya, Ia menggenggam tangan Luhan dan mengecupnya

"Aku tidak menghinamu Lu, aku hanya ingin kau mendapatkan hidup yang lebih baik, berjajnjilah ini terakhir kali kau bekerja, kau harus mengundurkan diri malam ini ya?" Bujuk Sehun dan mengecup tangan Luhan saat Luhan mengangguk menyetujui permintaannya.

"Kita sampai" ucap Sehun. Luhan yang masih berfikir keras dengan apa yangkan terjadi beberapa jam kemudian tersadar

"i-iya Sehun" jawab Luhan lemah

"Kau masih marah padaku?" Tanya Sehun

"Tidak Sehunnie, kau benar aku harus segera berhenti darisini" Jawab Luhan sambil mengelus wajah Sehun

"Baiklah, aku turun dulu sampai jumpa Sehunnie tampan" kata Luhan yang sudah dalam moodnya lagi

"Kapan kita bertemu lagi" Tanya Sehun menarik tangan Luhan untuk menahannya sebentar

"Secepatnya aku janji, nanti ketika aku siap bertemu dengan istrimu aku akan menghubungimu" kata Luhan menatap Sehun ada rasa tidak rela jika besok tidak bertemu dengan pria disampingnya ini.

"Kau pulanglah ini sudah malam, bye Sehunnie" Ucap Luhan sekali lagi kali ini ia yan mencuri cium dari Sehun

"Kau tampan" Goda Luhan sekali lagi sebelum menutup pintu dan bergegas masuk ke klub

..

..

..

"Kyungsoo, apakah Luhan datang hari ini? Tumben aku belum melihatnya" Tanya Tao yang sudah siap dengan seragamnya

"Entahlah Tao, aku tidak bisa menghubunginya daritadi" Kyungsoo menjawab dengan sedih

"Baiklah kalau kau melihatnya suruh dia bertemu denganku ya, ada yang ingin aku tanyakan" Kata Tao sambil berlalu pergi

"Baby, sudahlah Luhan pasti baik-baik saja" Kata Kai menenangkan Kyungsoo yang seharian ini terus bertanya dimana Luhan. Sayangnya ketika ia menghubungi Sehun, ponselnya juga tidak aktif sedari tadi, jadi ia tidak bisa berbuat apa-apa

"Aku tidak bisa bekerja dengan baik kalau Luhannie tidak disini" Kata Kyungsoo cemberut

"Eh, Kyungie siapa yang tidak ada disini yang membuatmu tidak bisa bekerja dengan baik" Tanya seseorang yang suaranya sedari tadi Kyungsoo ingin dengar

"Luhannie!" Pekik Kyungsoo dan menghambur memeluk Luhan seperti setahun tidak bertemu

"Kyungiee sakit" rengek Luhan karena Kyungsoo memeluknya sangat erat saat ini

"Biarkan, ini hukuman karena tidak mengabariku seharian" kesal Kyungsoo

"Kita kan baru tidur bersama semalam" protes Luhan

"KAU MENINGGALKAN AKU DI PAGI HARI DAN MASIH BILANG KITA TIDUR BERSAMA? DASAR RUSA JELEK" Teriak Kyungsoo sambil mencubiti pipi Luhan dan menciumi pipinya berkali kali

"Kyungie, nanti si hitam bisa membunuhku" Pekik Luhan yang sudah kehabisan nafas karena Kyungsoonya menciumi pipinya tanpa ampun

Kai yang melihatnya sangat lega, mengetahui Luhan masih baik-baik saja dan tentu saja karena mood kekasihnya sudah bagus karena sudah bertemu dengan Luhan.

"Kai tolong aku" Pinta Luhan

"Kau membuat Kyungieku cemberut seharian ini, jadi terima saja" Ucap Kai meninggalkan Luhan dan Kyungsoo yang masih ribut kecil untuk mengangkat ponselnya.

..

..

..

"Yeboseyo" Sapa Kai

"Kau kenapa menelponku berkali-kali? Maaf aku baru mengaktifkan ponsel" Jawab orang disebrang dengan nada santainya

"Yaa! Oh Sehun kau kemana saja sih, temui aku sekarang , ini penting, aku ingin bicara" tegas Kai agar Sehun tidak menolak

"Aku lelah, besok saja ya, aku tutup dulu" Ucap Sehun dengan malas

"Ini tentang Luhan" Kata Kai sedikit berteriak berharap Sehun belum mematikan ponselnya

"Eh? Kenapa dengan Luhan" Nada suara Sehun berubah menjadi sedikit lebih manusiawi menurut Kai

"Temui aku dulu" Tuntut Kai

"Baiklah, kau dimana?" Tanya Sehun

"Di club cepat kesini" Perintah Kai, Sehun hanya menjawab iya kemudian langsung memutar balik mobilnya menuju club dimana Kai berada

Kita akan bertemu lagi pikir Sehun sambil tersenyum

..

..

Kai memutuskan untuk menunggu Sehun di tempat biasa ia memperhatikan Kyungsoo bekerja, namun sebelum itu ia akan menghampiri Kyungsoo dan Luhan terlebih dahulu. Kai mengernyit bingung ketika melihat wajah kedua orang yang akan dihampirinya tampak serius

"Aku sendiri saja Kyungie tidak apa-apa" ucap Luhan menenangkan Kyungsoo

"T-tapi kau bisa..."

"Baby ada apa? Kenapa kau nampak tegang?" Tanya Kai mengganggu percakapan Luhan dan Kyungsoo

"Ah, K-kamjongie kau sudah datang baguslah aku tidak akan menjadi bulan-bulanan Kyungie lagi, temani dia ya aku pergi dulu sebentar" Pamit Luhan pada Kai

Kyungsoo menatap Luhan dengan ekspresi yang sulit dibaca untuk Kai

"Baby, Luhan mau kemana?" Tanya Kai

"Hey ... Kai aku disini" Panggil Sehun yang ternyata sudah tiba

"Baby, aku bicara dengan Sehun dulu ya?" Ijin Kai

" Eh? Sehun disini?" Tanya Kyungsoo, Kai mengangguk menunjuk tempat dimana Sehun berdiri

"hmm, kau temani saja Sehun aku bekerja dulu" ucap Kyungsoo tersenyum

"Saranghae baby" Ucap Kai mengecup bibir Kyungsoo sekilas

"Nado Saranghae baby" Balas Kyungsoo

..

..

"Kau cepat juga" Sindir Kai menyapa Sehun

"Aku tadi mengantar Luhan kesini, tapi dia tidak mengijinkan aku menemaninya" Kata Sehun yang nampak mencari-cari keberadaan Luhan

"Dia sedang urusan sepertinya, baru saja dia pergi" Kata Kai yang menyadari kalau Sehun sedang mencari-cari seseorang

"Hah. Baiklah" dengus Sehun kecewa "Ada apa ingin bicara denganku?" tanya Sehun kemudian

"Sehunna, apakah bisa kau membatalkan niatmu untuk meminta Luhan melahirkan anakmu?" tanya Kai langsung

"Cih, itu kan idemu" Sindir Sehun

"Iya aku bodoh mengatakan itu sekarang aku menyesal, jadi bisakah kau membatalkannya?" Pinta Kai

"tidak bisa, dia sudah aku bawa bertemu dengan ayah dan ibuku" cerita Sehun

"MWO?" Teriak Kai

"L-lalu apa orangtuamu menghinanya? Membuatnya sedih? Ceritakan padaku" Tuntut Kai

"Tidak, aku juga sungguh tidak menyangka reaksi mereka akan sangat baik, mereka bahkan berpelukan" Kenang Sehun sambil tersenyum mengingat kejadian menyenangkan hari ini

Sementara itu dari kejauhan Kyungsoo melihat kekasihnya sedang asik berbicara dengan Sehun, ia memutuskan untuk menemani Luhan berbicara dengan tuang Jang. Karena jika Kai mengetahui Kyungsoo meninggalkan meja bartendernya, Kai hanya akan mengikutinya tidak memberikan izin untuk Kyungsoo berada dalam jarak yang tidak bisa Kai lihat

"Ah..lalu memarmu darimana? Kau jatuh dari tangga?" Sindir Kai

"Sudah yang ini aku tidak mau bahas" ucap Sehun malas

"Kenapa kau tiba-tiba menyuruhku membatalkan idemu?" tanya Sehun

"Itu karena Kyungsoo datang padaku sambil berteriak dan menangis tidak terima karena Luhan terlibat penawaran yang akan membuatnya menderita denganmu" Crita Kai

"Tapi dia bilang sudah terlambat, karena Luhan yang menerima sendiri tanpa kau paksa. Luhan juga bersikeras membantumu kau tahu?" Tanya Kai

"hmmm aku tahu dia sangat baik dan kau tahu menurutku dia sangat menarik" Cerita Sehun dengan tersenyum.

"eh?" Kai bertanya entah pada siapa

"Kau kenapa?" Tanya Sehun

"Aku baru sadar Kyungsooku tidak ada mejanya daritadi, dia kemana" Ucap Kai yang lagi-lagi entah bertanya pada siapa

"Ke toilet mungkin" Ucap Sehun asal

"Tidak dia jika kemanapun selalu bilang padaku dan aku selalu menemaninya, apalagi ke toilet banyak pria-pria haus seks disana" Ucap Kai yang sudah tidak bisa tenang disana

"Tao" ucap Kai mengernyit

"Sehunna, perasaanku tidak enak sepertinya ada yang tidak beres" Ucap Kai menghampiri tempat Tao yang semestinya milik Kyungsoo

Sehun yang merasa heran dengan gelagat temannya hanya mengikuti dibelakang, matanya sekali kali mencari sosok
Luhan namun ia mendengus kesal sekali lagi karena sosok yang ia cari tidak ada.

"Tao mana Kyungsoo?" Tanya Kai langsung nada suaranya sudah benar-benar panik

"Eh. Sepertinya dia menyusul Luhan keruangan Tuan Jang, dia memintaku menggantikannya tadi" ucap Tao sambil membuat minuman untuk pelanggan.

"Apaaa? Untuk apa?" Teriak Kai

"Ayolah Kai santai saja. Luhan bilang tadi ia ingin mengundurkan diri hari ini, mungkin dia sedang bicara hal itu pada bosnya?" Ucap Sehun santai

"Apaaa?" Itu bukan Kai yang berteriak melainkan Tao muka pandanya terlihat lebih panik dari Kai.

Sehun benar-benar tidak mengerti keadaan sekarang, perasaannya menjadi tidak enak

"K-kau bilang apa Sehunna? Luhan mengajukan pengunduran diri pada pria brengsek itu! Ini bencanaaa! Ayo cepat cari mereka" teriak Kai bergegas

"Tao dimana ruangannya?" Teriak Kai lagi

"D-di lantai 2 ya Tuhan Luhannie" jawab Tao yang kini air mukanya menjadi khawatir dan takut

Sial ada apa sebenarnya kesal Sehun yang benar-benar mengkhawtirkan Luhan sekarang

"Ya! Kim Jongin ada apa sebenarnya" teriak Sehun menghentikan Kai berlari dia perlu tahu ada apa

"Sehunn, apa yang Luhan beritahu tentang bosnya?" Tanya Kai sambil berjalan cepat diikuti Sehun, ia agak kesulitan karena banyak sekali kerumunan orang yang sedang menari

"Bosnya baik dan akan merelakannya keluar jika ia meminta baik-baik" jawab Sehun yang juga berjalan cepat namun ia sedikit kewalahan mengikuti langkah Kai

"Luhan bohong" teriak Kai

"Kyungsoo pernah bercerita padaku. Bos nya tidak akan membiarkan pegawai club ini mengundurkan diri dengan mudah, dia akan melakukan apa saja agar para pegawai yang mencoba mengundurkan diri menyesal dan tidak akan pernah meminta mengundurkan diri lagi" lanjut Kai

"A-apa maksudmu?" Raut wajah Sehun berubah menjadi ketakutan,

"Dia tidak segan-segan membunuh pegawainya yang ingin mengudurkan diri Sehun. Apalagi primadona club ini seperti Luhan, dia lebih baik membunuh Luhan daripada harus kehilangan pendapatannya yang menggiurkan karena Luhan berhenti" teriak Kai

Sehun terdiam, ia sudah tidak berjalan sekarang, ia berlari seperti orang gila untuk menemukan Luhan. Begitupun Kai yang pikirannya kalut memikirkan Kyungsoo

Aku mohon aku mohon kau harus baik-baik saja batin Sehun

Kyungsoo babyku kau harus baik-baik saja batin Kai

..

..

Flashback setengah jam yang lalu

Didalam ruangan tuan Jang

"Kau bermimpi apa bisa lepas dariku jalang" desis tuan Jang yang kini sedang mencekik Luhan dan menghimpitnya di dinding. "Wajah cantikmu" katanya membelai wajah Luhan, "tubuhmu" katanya lagi menelusuri leher Luhan "semuanya milikku dan pelangganku jadi jangan bermimpi" katanya memperingati Luhan dan menghempaskan Luhan ke lantai

"Cih, harusnya sedari dulu aku pergi dasar tua bangka sialan" teriak Luhan menahan rasa jijik nya

"Apa kau bilang jalang? Aku tua bangka sialan? Siapa yang selama ini memberimu makan brengsek, jika tidak darisini darimana kau bertahan hidup" kata tuang Jang kesal sambil kembali mencengkram lengan Luhan dengan keras

"Kau sepertinya butuh diberi pelajaran Lu" seringai tuan Jang yang mencoba mencium Luhan

"Cuh" Luhan meludahi tuan Jang "jangan menyentuhku brengsek" desis Luhan penuh amarah

PRAK!

"Dasar jalang brengsek berani-beraninya meludahiku" teriak tuan Jang menampar Luhan dengan keras meninggalkan bekas merah di pipi Luhan

"Ambilkan tongkatku" perintah tuan Jang pada pengawalnya

Oh tidak batin Luhan

Tongkat yang tuan Jang pegang sekarang adalah tongkat untuk pegawai-pegawainya yang bersikeras untuk mengundurkan diri. Tuan jang benar-benar memperlakukan pegawainya sepperti binatang

"Kau akan jera setelah ini Luhannie" seringai tuan Jang yang hendak memukulkan tongkat itu ke perut Luhan

"Tuan Jang" teriak seseorang yang ternyata Kyungsoo, dia sudah bergetar ketakutan dan menangis karena Luhan diperlakukan seperti binatang

"Oh Kyungsoo, ada apakah hmm? Mau mengundurkan diri juga?" Tanya tuang Jang menantang. Ia tahu bahwa Luhan dan Kyungsoo seperti kembar yang tidak bisa dipisahkan

"Aniyaa, aku akan membujuk Luhan agar tidak berhenti, aku mohon jangan pukul dia" mohon Kyungsoo berlutut di kaki tuang Jang

"Kyungsoo bangun" teriak Luhan yang kesal melihat Kyungsoo berlutut dihadapan seorang bajingan

"Bagus anak pintar, sebaiknya kau membujuk dia atau dia akan kubunuh" kata tuan Jang mengancam Kyungsoo dan mengelus kepala Kyungsoo seperti anak anjing

"Kau bicara dengannya" kata tuan Jang yang untuk kedua kalinya menghempaskan Luhan kasar ke lantai

"H-hyung, ya tuhan kau tidak apa-apa kan?" Kata Kyungsoo yang sudah menangis membantu Luhan berdiri. Luhan nampak sangat berantakan dan kesakitan

"Kau kenapa kesini aku bilang aku bisa sendiri" Luhan mendesis kepada Kyungsoo

"Bagaimana aku bisa membiarkanmu disini, sementara aku tahu hal ini akan terjadi" emosi Kyungsoo sambil terisak

"Baiklah kita keluar darisini" kata Luhan yang mencoba berdiri menahan sakit

"Dan untuk kau tuan, aku tetap akan mengundurkan diri, terimakasih untuk selama ini" katanya menatap tuan Jang tanpa rasa takut

"Ayo kita pergi Kyung" Luhan menggandeng Kyungsoo

"Kalian pikir kalian mau kemanaaa?" Teriak tuan Jang benar-benar marah sekarang

"Tangkap mereka" perintah tuan Jang ketika melihat mereka setengah berlari kepintu

4 bodyguard menghalangi Luhan dan Kyungsoo. Keduanya kini sudah berada di cengkraman bodyguard berbadan besar

"Kau benar-benar membuatku kesal Luhan, sedikit pelajaran ya sayang" katanya mengelus Luhan dan siap untuk memukulkan tongkatnya

"AKU JUGA MENGUNDURKAN DIRI TUAN!" Teriak Kyungsoo mengalihkan perhatian tuan Jang yang akan memukul Luhan

"TIDAK! Dia TIDAK mengundurkan diri hanya aku percayalah" Luhan berteriak meyakinkan

"Mencoba mengecohku eoh?" Katanya yang kini menghampiri Kyungsoo "baiklah anak nakal harus diberi pelajaran terlebih dahulu" seringainya pada Kyungsoo dan

BUGH!

Tongkatnya dengan lancar menghantam perut Kyungsoo. Kyungsoo mengeluarkan darah segar dari mulutnya karena pukulan itu

"KYUNGIE!" Luhan berteriak sangat ketakutan dia berhasil melepaskan cengkraman dari para bodyguard dan segera memukul tuan Jang

"Kau BRENGSEK SIALAN! " Teriak Luhan yang sekali lagi memukul tuan Jang tepat diwajahnya. Ketika ia akan memukul lagi para bodyguard itu sudah menahan mencengkram Luhan

"H-hyungg" lirih Kyungsoo yang sekarang tertunduk lemas karena pukulan itu menimbulkan rasa nyeri yang teramat, dia kesulitan bernafas sekarang.

"Kyungie bertahanlah aku mohon" pinta Luhan yang sudah kacau balau melihat Kyungsoo seperti itu

"KAU PIKIR KAU SIAPA BERANI MEMUKULKU? RASAKAN INI" kali ini tuan Jang sudah sangat murka. Ia memukulkan tongkatnya berkali-kali ke Luhan

Luhan sudah mengeluarkan darah berkali kali dari hidung dan mulutnya. Sekarang ia terkulai terkapar lemas di lantai tidak bisa berbuat apa-apa

"Sudah jera kan Luhannie" ucap Tuan Jang dengan nada yang menjijikan menurut Luhan

"B-bunuh saja aku bajingan" desis Luhan

Tuan Jang menjambak Luhan dan tersenyum mengerikan "dengan senang hati jika kau tetap seperti ini" seringainya sambil menjambak Luhan agar tetap menatapnya

End of Flashback

..

Sehun dan Kai sampai diruangan tuan Jang. Namun langkah mereka terhenti karena dihalangi 4 orang bodyguard tuan Jang

"Menyingkir" desis Sehun

"Maaf tuan kami sedang tidak bisa diganggu, jika ingin memesan orang, mungkin setengah jam lagi" jawab bodyguardnya yang berbadan besar

"Dia bilang menyingkir" teriak Kai dan

BUGH!

Sehun dan Kai menghajar para bodygurad yang menghalangi mereka. Jangan heran jika dengan cepat keduanya dapat menghajar para bodyguard itu dengan mudah, karena Sehun dan Kai sudah dikuasai amarah dan rasa khawatir mereka

Selesai menghajar para bodygurad sialan itu. Sehun dan Kai tiba diruangan tuan Jang

PRANG!

Terdengar suara pecahan didalam. Sehun mendobrak pintu dan terperangah menahan amarah melihat Luhan yang sedang tersungkur di lantai keadaanya sudah sangat berantakan dan memilukan untuk dilihat, bajunya sobek, itu seperti sobekan yang dipaksa lehernya memerah yang Sehun yakin itu bekas sebuah cekikan. Dan yang paling membuatnya marah adalah banyak darah ditubuh Luhan

Keadaan Kai tidak jauh berbeda dengan Sehun dia bahkan lebih marah melihat Kyungsoonya yang tertunduk lemas dan dicengkram erat oleh dua orang berbadan besar

"Brengsek" teriak Sehun berlari mendekati dan menghajar tuan Jang

"Bajingan sialan lepaskan kekasihku" kini Kai yang berteriak sangat marah

Keduanya memukul orang-orang didalam ruangan itu seperti akan membunuh mereka semua. Tanpa henti dan tidak akan mengampuni perbuatan yang telah mereka lakukan pada Luhan dan Kyungsoo

"A-ampunn" pinta tuan Jang

"KAU BILANG AMPUN. KUBUNUH KAU" teriak Sehun yang akan memukul tuan Jang lagi. Tapi ia merasakan ada cengkraman di kakinya itu Luhan yang tersenyum menahan kesakitan.

"Cukup Sehunnie" lirihnya

Sehun sedang bertarung dengan ego dan kemarahannya. Ia ingin sekali membunuh tuan Jang, tapi Luhan menghentikannya

"Kali ini kau selamat, urusan kita belum selesai" desis Sehun menghempaskan tuan Jang ke lantai dengan keras

"Ya tuhan Luhannie, kau tak apa-apa kan" tanya Sehun bergetar, ia menangis tidak tega melihat Luhan

"Sehun kita pergi bawa mereka ke rumah sakit" ucap Kai yang sudah menggendong Kyungsoo dipelukannya. Keadaanya lebih kacau dari Sehun, Kai terlihat sangat takut sekarang karena Kyungsoo pingsan tidak sadarkan diri

Sehun mengangguk dan menggendong Luhan kedalam pelukannya

"Dan untuk kau keparat, Kyungsoo juga mengundurkan, dan satu hal urusan kita juga belum selesai" desis Kai sangat menakutkan dan penuh amarah. Ia menyempatkan untuk menginjak muka Tuan Jang diperjalanan keluar dari ruangan terkutuk tersebut

..

..

..

"Sehunnie aku sudah tidak apa-apa" ucap Luhan mengelus dada Sehun. Mereka sedang dalam posisi berbaring di ranjang dengan Sehun memeluk Luhan posesif

Saat ini mereka sudah berada di hotel. Kai sudah membawa Kyungsoo ke apartemennya. Sehun sendiri bersikeras untuk bersama Luhan malam ini. Luhan sempat protes diperjalanan kenapa Sehun bersikap seenaknya. Tapi Sehun mengacuhkannya dan membawanya ke hotel didekat rumah sakit.

"Banyak luka dan plester di sekujur tubuh masih bilang tidak apa-apa" suara Sehun meninggi, tidak dia tidak marah. Dia masih khawatir dengan keadaan Luhan walaupun dokter sendiri bilang kalau Luhan hanya perlu istirahat.

"Jangan marah padaku, aku minta maaf" sesal Luhan

"Kenapa kau berbohong Lu, kau bilang bos mu baik, kau tahu jika Kai tidak menyadari ada yang aneh, mungkin si brengsek itu akan lebih parah menyakitimu

"Maaf, aku mohon jangan marah lagi" Luhan menyembunyikan rasa takutnya dengan memeluk sehun sangat erat.

Sehun yang memang dari awal tidak marah mengelus rambut Luhan dengan sayang, "aku tidak marah, sudah kau jangan menagis lagi, kau sudah jelek dengan memarmu, jangan jadikan dirimu tambah jelek dengan menangis" goda Sehun

"Hissss, kau menyebalkan" ucap Luhan kesal membalikkan badannya memunggungi Sehun

"Baiklah baiklah aku salah, kau mau minta apa. Untuk malam ini akan aku berikan apa saja yang kau mau" Sehun merayu Luhan agar berbalik badan dan memeluknya lagi.

"Apa saja?" Tanya Luhan terlonjak senang dan langsung duduk menghadap Sehun. Luhan sangat imut menurut Sehun. Sehun mengangguk mengiyakan

"Ehmmm aku mau... Aku mauu" ucap Luhan yang membuat Sehun bingung karena tiba-tiba ia merona

"Mau apa cepat katakan, nanti waktunya habis" kata Sehun mengelus punggung Luhan

"Aku mau kau menciumku seperti tadi sepulang dari rumah orangtuamu" ucap Luhan yang malu dan langsung menutupi dirinya didalam selimut

Bodoh, kau bodoh Xi Luhan rutuk Luhan menyadari permintaan konyolnya

Sehun menyingkirkan selimut yang dipakai Luhan untuk menyembunyikan dirinya.

"Permintaan terkabul, dan aku rasa ini akan lebih dari sebuah ciuman, aku sudah tidak bisa menahan diriku Lu" ucap Sehun yang membuat Luhan bingung sekaligus merona

Sehun menangkup wajah Luhan dan mulai melumat bibirnya. Awalnya lembut namun lama kelamaan Sehun menginginkan lebih dari ciuman ini. Ia mulai melumat Luhan lebih dalam dan lebih dalam lagi untuk merasakan manisnya Luhan

Tangannya menyelusup kedalam piyama Luhan. Mengelus perut Luhan dengan gerakan menggoda, kemudian merangkak naik ke nipple Luhan. Sehun sudah benar-benar tidak bisa menahan dirinya lagi.

"Lu bolehkah?" Tanya Sehun

Luhan mengangguk mengiyakan sambil tersenyum "take me"

Ini pertama kalinya Luhan bercinta

Ia ingin merasakan lebih dari Sehun

Ingin merasakan Sehun

Dan ingin merasakan Sehun ketika menyatu dengan dirinya

Luhan ingin merasakan itu...

Dan ia akan segera merasakannya...

To be continued...


Next chapter hunhan NC an yeyyyy...

Keep readinnnngggg :D

RnR terimakasihhhh