Our Tomorrow

Main Cast : Oh Sehun dan Xi Luhan and others

Genre : Romance, Family, Hurt

Rate : T-M

Length : Chapter

YAOI. Typo (s). M-preg.

HUNHAN STORY!

Kau menawarkan padaku "apapun dan berapapun". Bolehkah aku menolaknya dan meminta hatimu sebagai gantinya

-Luhan

Aku seperti bukan diriku jika berada disampingmu. Aku merasa jika tidak ada kau disekitarku aku akan secara otomatis mencarimu. Apakah aku benar telah jatuh hati padamu?

-Sehun


Flashback

"Permintaan terkabul, dan aku rasa ini akan lebih dari sebuah ciuman, aku sudah tidak bisa menahan diriku Lu" ucap Sehun yang membuat Luhan bingung sekaligus merona

Sehun menangkup wajah Luhan dan mulai melumat bibirnya. Awalnya lembut namun lama kelamaan Sehun menginginkan lebih dari ciuman ini. Ia mulai melumat Luhan lebih dalam dan lebih dalam lagi untuk merasakan manisnya Luhan

Tangannya menyelusup kedalam piyama Luhan. Mengelus perut Luhan dengan gerakan menggoda, kemudian merangkak naik ke nipple Luhan. Sehun sudah benar-benar tidak bisa menahan dirinya lagi.

"Lu bolehkah?" Tanya Sehun

Luhan mengangguk mengiyakan sambil tersenyum "take me"

Ini pertama kalinya Luhan bercinta

Ia ingin merasakan lebih dari Sehun

Ingin merasakan Sehun

Dan ingin merasakan Sehun ketika menyatu dengan dirinya

Luhan ingin merasakan itu...

Dan ia akan segera merasakannya...

End of Flashback


Ciuman Sehun turun ke leher Luhan. Ia sengaja berlama lama disana, menyesapi dan menikmati aroma khas Luhan yang sangat menggoda.

Ia menjilat dan membuat tanda di Leher Luhan membuat Luhan sedikit mendesah

"S-sehunn" desah Luhan yang merasakan sentuhan tangan Sehun di dada nya. Ia kehilangan kontrol atas dirinya karena sentuhan Sehun dia menginginkan lebih dan lebih dari Sehun.

Perlahan Sehun membuka satu persatu kancing piyama Luhan, hingga kancingnya terbuka semua ia membuang kasar piyama Luhan. Luhan merona, menutupi dadanya karena malu
Sehun tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya membuka celana Luhan dan membuangnya sembarangan.

Luhan full naked dan kini terpampang jelas dihadapan Sehun tubuh Luhan yang sangat indah, kulitnya seputih salju ditambah pipinya yang sedang sangat merona. Membuat Sehun tambah bergairah.

"Kau cantik Lu, sangat cantik" bisik Sehun yang masih memperhatikan tubuh naked Luhan, ia mengagumi semua kecantikan yang ada di diri Luhan

Luhan hanya terdiam dan tidak bisa menyembunyikan senyumannya dia sangat malu dan sangat senang dalam waktu bersamaan. Luhan kini memperhatikan Sehun yang sedang membuka pakaiannya

Ketika Sehun membuka kaos yang ia kenakan, Wajah Luhan memerah karena malu. Ketika Sehun sudah tidak mengenakan sehelai pakaian pun. Luhan tambah merona. Luhan benar-benar jatuh cinta pada Sehun dengan seluruh yang ada di diri Sehun

Sehun sudah berada diatas Luhan. Ia mulai mendekat ke wajah Luhan dan menciumnya lagi. Awalnya ciuman mereka sangat lembut dan memabukkan. Namun Sehun tidak bisa menahan diri lagi ia mencium Luhan dengan kasar kali ini memaksa Luhan untuk membuka mulutnya lebih lebar. Luhan dengan senang hati membiarkan lidah Sehun memasukinya dan membiarkan Sehun merasakannya. Tangan Luhan memegang tengkuk Sehun, menariknya mendekat agar ciuman mereka lebih dalam.

..

..

Sehun melepas ciuman panas mereka. Ciumannya berlanjut ke leher Luhan. Luhan hanya bisa mendesah dan menikmati sentuhan Sehun yang sangat memabukkan. Sehun menjelajahi tubuh Luhan dengan ciuman-ciuman dan jilatan di tubuh Luhan

Ciuman Sehun sudah sampai ke nipple Luhan. Ia menjilat pada awalnya kemudian menyesap setengah menggigit hingga nipple Luhan menjadi tegang

"S-sehunnn" desah Luhan

Yang bisa Luhan lakukan hanya mendesah dan menikmati setiap sentuhan Sehun. Ia membiarkan Sehun melakukan apapun pada tubuhnya.

Setelah puas bermain dengan nipple Luhan. Sehun mencium bibir Luhan lagi dan menatapnya "Kau tahu aku sangat menghawatirkanmu, aku takut ketika Kai bilang si brengsek itu bisa membunuhmu aku merasa akan gila." Ucap Sehun sungguh-sungguh. Namun ia sedikit terkejut ketika Luhan menukar posisi mereka. Luhan berada diatas Sehun sekarang

Luhan menatap Sehun dengan tatapan menyesal dan sangat bergairah "kalau begitu biarkan aku meminta maaf dengan caraku" ucap Luhan dengan suara yang sangat seksi. Ia menurunkan tubuhnya sehingga wajahnya bertemu dengan junior Sehun sekarang.

..

..

Ia menatap Junior Sehun dengan takjub. Setelah puas melihat, Luhan menyentuhnya. Ini pertama kali untuk Luhan dan ia merasa sangat gugup dan tidak percaya diri. Ia takut tidak dapat memuaskan Sehun. Wajahnya memerah dan Sehun melihatnya, Luhan sangat imut menurutnya ia tambah bergairah. Ia ingin Luhan untuk menghisapnya. Luhan tahu Sehun menunggunya untuk memuaskannya, ia membuka mulutnya dan mulai memasukkan Junior Sehun kedalam mulutnya. Awalnya ia agak tercengang dengan size Sehun yang begitu besar. Tetapi perlahan ia mulai menikmatinya. Luhan menyesap sesekali menggigit junior Sehun membuat Sehun kenikmatan.

Sehun mengerang nikmat dan menikmati yang Luhan lakukan padanya.

Luhan menghisap dan mengocoknya dalam waktu bersamaan membuat Sehun semakin menggila. Ia memasukkan dan mengeluarkan junior Sehun dengan gerakan yang sangat menggoda. Kali ini ia memasukkannya lebih dalam hampir menyentuh kerongkongannya.

Ketika Sehun merasa dirinya akan klimaks. Ia menjauhkan Luhan dari juniornya. Ia melihat sedikit cairan putih di bibir Luhan membuatnya sangat lucu dan seksi dimata Sehun.

Sehun menukar posisi lagi. Ia sudah berada diatas Luhan lagi sekarang. "Apa ini sakit?" tanya Sehun mengelus memar dibibir Luhan yang mulai nampak membiru

"Tidak Sehunna" jawab Luhan tersenyum sangat cantik

Sehun mencium bibir Luhan lagi kali ini dengan perlahan

..

"Bolehkah Lu?" Tanya Sehun sebelum memasuki Luhan

Luhan mengelus wajah Sehun dengan perlahan

"Take me" ucap Luhan seduktif

Sehun tersenyum dan mencium Luhan sekilas dibibir "I will" jawab Sehun

Sehun tambah bergairah ketika ia memposisikan dirinya diantara paha Luhan. Ia sedikit mengangkat pinggang Luhan agar sejajar dengan juniornya. Ketika junior mereka bersentuhan Luhan mendesah dan Sehun sangat menyukai suaranya. Sehun memasukkan jarinya ke lubang Luhan tanpa peringatan membuat Luhan meracau dan mendesah kenikmatan

"S-sehunnn" desah Luhan seksi, dan Sehun sekali lagi tambah bergairah mendengarkan desahan Luhan. Ia terus memasukkan dan mengeluarkan jarinya dengan tempo yang cepat membuat Luhan menggelinjang, ia menikmati sensasi di Lubang sempit Luhan yang akan membuatnya kenikmatan nanti.

Setelah dirasa cukup melakukan pemanasan. Sehun menarik keluar jarinya, membuat Luhan terkaget dengan setiap gerakan Sehun dan membuatnya mau tak mau mengeluarkan desahan seksi.

Sehun memposisikan juniornya untuk memasuki lubang Luhan

..

"Apa kau siap?" Tanya Sehun

"Aku siap Sehunnie" jawab Luhan mengeratkan pegangannya pada selimut.

Luhan memalingkan wajahnya siap menerima rasa sakit dan nikmatnya

"Biarkan aku melihat wajahmu Lu" katanya memaksa agar Luhan menatapnya

Jantung Luhan berdegup kencang menikmati setiap sentuhan Sehun.

..

Sehun mencium bibir Luhan dengan lembut. Sambil mencium Luhan perlahan ia memasukkan juniornya kedalam lubang Luhan. Ketika sudah setengah masuk Luhan mengejang tanda kesakitan

"Lanjutkan" ucap Luhan disela ciumannya

Luhan merasa air matanya keluar tetapi ia berusaha keras agar Sehun tidak melihatnya dan tetap memasukkan juniornya. Ciuman Sehun membuatnya merasa nyaman dan tenang. "Lanjutkan" perintah Luhan karena merasa Sehun menahan dirinya

"Arghhhhh" erang nikmat keduanya ketika merasa junior Sehun sudah masuk dengan sempurna. Sehun membiarkan Luhan agar terbiasa dengan posisi mereka sekarang

"Aku merasa sangat penuh sekarang" racau Luhan

"Tapi kau akan kenikmatan setelahnya" ucap Sehun yang mulai memaju mundurkan juniornya

Awalnya gerakan Sehun perlahan agar Luhan terbiasa. Dirasa Luhan sudah membiasakan diri ia mulai menggenjot dengan tempo sedang
"Argghh, shit Lu, kau sungguh nikmat" racau Sehun yang sungguh menikmati sensasi seperti dipijat ketika keluar masuk lubang Luhan.

..

"S-sehuuun, ahh-ah, t-thereee" desah Luhan kenikmatan karena Sehun berhasil menemukan titik kenikmatannya.

Sehun semakin semangat menggenjot Luhan
dan sekali lagi yang bisa Luhan lakukan hanya mendesah dan menikmati setiap pergerakan Sehun.

"S-sehun, akuu akann~arrgggghhhh" Luhan sudah mencapai klimaksnya terlebih dulu. Sehun membiarkan Luhan menikmati klimaksnya sebentar lalu menggenjot Luhan lagi. Kali ini cepat dan sangat kuat.

Ketika Sehun merasa akan klimaks, ia menambah kecepatannya memasukkan dan mengeluarkan juniornya, tak lama setelah itu

"Arghhhhhh" Sehun mecapai klimaksnya dan mengeluarkan seluruh cairannya di dalam lubang Luhan.

..

..

Sehun berbaring disamping Luhan, keduanya sedang menetralkan nafas yang masih terengah akibat kegiatan mereka

"Ini pertama kalinya untukku" ucap Luhan sambil menatap Sehun

Sehun membalas tatapan Luhan dan tersenyum

"Aku tahu" ucap Sehun mencium kening Luhan membawa Luhan kedalam pelukannya dan menyelimuti tubuh mereka yang naked

"Kau tahu Sehun tadi itu sangat menyenangkan" ucap Luhan polos sambil bermain didada Sehun, Sehun terkekeh dan mencium pucuk kepala Luhan

"Tidurlah cantik, mimppi indah ya" ucap Sehun lagi mengecup bibir Luhan sekilas

"Eoh, kau juga tampan" ucapp Luhan yang tak lama kemudian terlelap dalam tidurnya

"Aku akan menjagamu Lu" gumam Sehun mencium kening Luhan sekali lagi dan ikut tertidur disamping Luhan sambil memeluk posesif Luhan

..

Matahari tengah bersinar dengan teriknya. Cahayanya menelusp masuk kedalam kamar hotel dimana sepasang insan yang habis bercinta semalam masih terlelap

"Eunggg" Lenguh Luhan merasakan sinar matahari menerpa wajahnya

"Eh" Luhan kaget merasakan dirinya dipeluk posesif, ketika ia mendongak, ia melihat Sehun masih terlelap dan

~blush~ sekali lagi ia merona dan terpana dengan ketampanan Sehun bahkan ketika tidur, ia tersenyum lama sambil menatap Sehun, tidak berani menyentuhnya karena takut membangunkan Sehun

"Apa aku sangat tampan?" Ucap Sehun yang ternyata sudah bangun karena merasa diperhatikan

"Sejak kapan kau bangun?" Luhan menyembunyikan wajahnya di dada Sehun karena malu

"Sejak kau mulai senyum-senyum tidak jelas" goda Sehun sambil mengecup kening Luhan

"Selamat pagi Luhannie" sapanya lagi

"Ehmmm selamat pagi juga Sehunnie" jawab Luhan masih malu-malu

"Lu, sebaiknya kita mandi lalu sarapan kau harus minum obatmu" kata Sehun mengelus wajah Luhan dengan sayang

Luhan mengangguk dan ketika bangun ia meringis merasakan seluruh nyeri ditubuhnya. Bukan nyeri karena sehabis bercinta dengan Sehun. Tapi nyeri bekas pukulan tuan Jang baru ia rasakan sekarang.

Sehun yang melihatnya pun tidak tega. Dia bersumpah akan membalas pria brengsek itu.

"Eh ? Sehun turunkan akuuu!" Teriak Luhan yang terkejut karena sekarang sudah berada dalam gendongan Sehun

"Rusa kecil butuh bantuan untuk mandi. Aku siap membantu" goda Sehun tidak mempedulikan teriakan Luhan.

Dan terjadilah teriakan yang lucu menggemaskan dari Luhan yang tetap menolak dimandikan disertai tawa dari Sehun yang terus menggoda Luhan di dalam kamar mandi

..

Sehun dan Luhan telah selesai menyelesaikan sarapan mereka. Luhan bersikeras makan di restauran hotel daripada Sehun meminta pelayan membawakan makanan mereka dikamar. Sekarang keduanya tengah berjalan menuju kamar mereka. Sehun sudah cerewet sekali menurut Luhan karena terus-terusan menyuruhnya meminum obat

"Arassseo tampanku, aku akan minum obatnya" kata Luhan saat mereka berjalan menuju lift

"Oh iya setelah itu kau mau kemana?" Tanya Luhan lagi

"Aku ada urusan penting sebentar, nanti aku pergi dulu, mungkin malam nanti aku kesini lagi menemanimu" ucap Sehun menggandeng tangan Luhan

"Aniyo, tidak usah kemari lagi aku akan pulang ke flat saja, nanti aku mau jenguk Kyungsoo sebentar" kata Luhan

"Kau tidak bisa ditinggal sendiri" ucap Sehun dingin

"Aku bisa Sehunnie, boleh yaa?" Pinta Luhan sambil mengepalkan tangannya meminta agar Sehun mengijinkannya.

Sehun baru saja akan menjawab namun ada seseorang yang memanggilnya

..

"Sehun?!" Teriak seorang wanita yang suaranya sangat familiar di telinga Sehun

Sehun menoleh dan mengernyit meyakinkan dirinya sendiri

"Minji?" Tanya Sehun meyakinkan,

"Eoh ini aku, kau sedang apa disini, kenapa semalam tidak pulang tanpa memberitahu aku" tanya Minji kesal mengingat suaminya tidak pulang dan malah bersama seorang pria di hotel. Minji menunggu jawaban Sehun dan melirik pada Luhan

"Siapa dia?" Tanya Minji kasar

Luhan yang sudah memahami situasi mengerti bahwa wanita didepannya ini adalah istri Sehun

Pantas Sehun mencintainya, dia sangat cantik batin Luhan

"Minji-ya ayo kita bicara dulu, dia Luhan" kata Sehun memperkenalkan Luhan

"Ah ya, Luhan imnida" kata Luhan memperkenalkan diri, mengajak Minji bersalaman, mencoba membuat situasi tidak terlalu tegang.

"Minji, Oh Minji" kata Minji menambahkan marga Oh didalemnya agar Luhan mengetahui kalau dia istri Sehun dan membalas jabatan tangan Luhan agak mencengkramnya

Sehun yang kenal betul sifat istrinya langsung mencari cara agar pertemuan tak terduga ini segera berakhir

"Minji kita bicara" kata Sehun menggenggam tangan Minji

"Luhan cepat kekamar dan jangan lupa minum obatmu" kata Sehun yang tidak lupa mengingatkan Luhan. Luhan hanya tersenyum mengangguk dan kemudian terdiam sedih melihat Sehun dengan istrinya

"Apa ini? Kenapa rasanya sesak?" Tanya Luhan pada dirinya sendiri dan tanpa ia sadari air mata jatuh dari pipinya

"Kau cengeng sekali Xi Luhan" katanya merutuki diri sendiri sambil menaiki lift menuju kamarnya

..

..

"Jadi jelaskan" tanya Minji menahan marah

"Dia Luhan, tadi kau sudah mengenalnya, dan aku sudah bercerita kemarin malam" ucap Sehun tenang

"Ya Tuhan Sehun, kau tahu bukan itu maksudku. Kenapa kau ada disini bersamanya apakah ini alasan kau tidak pulang semalam. Apa kau sudah bermain gila dibelakangku?" kata Minji setengah berteriak

"Minji Cukup" tegas Sehun

"Dan kenappa kau membentakku?" Kata Minji yang tidak mau kalah

"Kau lihat tadi wajahnya penuh dengan memar kan?" Tanya Sehun berusaha menenangkan Minji

"Itu karena kita!" Sehun berteriak sekarang

"Apa maksudmu?" Tanya Minji yang sudah mulai mendengarkan Sehun

"Karena dia akan mengandung anak kita, aku memintanya untuk tidak bekerja di club, aku memintanya untuk mengundurkan diri, dan itu yang ia dapatkan dari bos nya karena ingin mengundurkan diri" Sehun tercekat membicarakan ulang mengenai apa yang terjadi pada Luhan. Amarahnya pada tuan Jang kembali meluap

"A-apa maksudmu sayang? Bosnya memukulinya?" Tanya Minji gugup

"Bukan hanya memukulinya dia mungkin akan membunuhnya juga kalau aku dan Kai tidak ada disana semalam" cerita Sehun yang sudah mengepal tangannya sekarang dia begitu marah mengingat semua yang dilakukan tuan Jang terhadap Luhan

"Kai disana juga?" Tanya Minji lagi

"Aku pernah bercerita kan, aku tahu club itu dari Kai, karena kekasih Kai bekerja disana. Kekasih Kai sahabat baik Luhan" Sehun menjelaskan

"Ya Tuhan Sehun, aku harus minta maaf padanya" kata Minji menyesal

"Nanti saja sayang setelah kalian bertemu, kondisinya sedang tidak bagus untuk diajak bicara" Sehun mencoba meyakinkan Minji

"umm baiklah, aku juga masih merasa tidak enak" kata Minji tulus

"Kau sendiri kenapa sepagi ini ada disini" tanya Sehun

"Ya Tuhan sayang aku ada rapat" pekik Minji

"Aku pergi dulu ya, sampaikan maafku untu Luhan dan bilang padanya aku ingin segera bertemu, bye sayang, aku mencintaimu" kata Minji terburu-buru dan mencium bibir Sehun sekilas

"Aku juga men..." Kalimat Sehun terhenti

Apa ini? Kenapa lidahku menjadi kelu membalas ucapan cinta dari istriku tanya Sehun pada dirinya sendiri dan merasa lega mengetahui bahwa Minji tidak melihat reaksinya

Luhan ucap Sehun dalam hati

Dia segera berlari bergegas menuju kamarnya dan Luhan

..

..

Sehun memasuki kamar hotel, namun tidak segera menadapatkan tanda-tanda Luhan ada disana

"Lu?" Panggil Sehun, tidak ada jawaban

"Luhan?" Sehun sekarang dikamar mandi namun tampaknya Luhan juga tidak ada disana

Sehun sudah mulai tidak tenang "Luhaan!" Panggil Sehun meninggikan suaranya

"Eoh Sehun? Aku disini Sehunnie" suara Luhan terdengar dari balkon kamar hotel mereka, Sehun tersenyum lega dan segera menghampiri Luhan

Sampai di balkon, Luhan tampak sedang menikmati pemandangan hotel, ia menikmati view nya, ada taman bermain dan ada anak-anak yang sedang tertawa bercanda. Sehun tersenyum lagi dan memeluk Luhan dari belakang

"Kau sudah minum obatmu?" Tanya Sehung menyesap aroma tubuh Luhan

"Ehmm sudahhh Sehunnie" jawab Luhan manja

"Kau kenapa cepat sekali? Mana istrimu?" Tanya Luhan lagi, sedikit menahan napas agar tidak sakit dengan pertanyaannya sendiri

"Dia ada rapat jadi terburu-buru, aku minta maaf atas sikapnya tadi" sesal Sehun mengeratkan pelukannya ke Luhan

"Tidak apa Sehun, itu reaksi yang wajar" kata Luhan menenangkan menarik satu tangan Sehun dan mengecupnya lembut

"Aku tetap minta maaf, dan dia juga menyesal atas sikapnya, dia akan meminta maaf saat kalian bertemu nanti" jelas Sehun

"Aku juga akan meminta maaf kalau begitu, mencuri suaminya untuk semalam" kekeh Luhan "jadi kapan kami bertemu?" Tanya Luhan

"Setelah kau siap Lu, aku tidak akan memaksa lagi" jawan Sehun yang kembali asyik menciumi tengkuk Luhan

"Besok aku siap" kata Luhan mantap

Sehun menghentikan kegiatannya membalikkan tubuh Luhan dan mengelus pipi Luhan "kau yakin? Tak perlu memaksakan diri Lu" Sehun berkata lembut

"Lebih cepat lebih baik Sehunnie, agar tidak terjadi salah paham" kata Luhan yang juga mengelus pipi Sehun sayang

Sehun tersenyum "baiklah, aku jemput besok malam"

Luhan mengangguk "jemput di flat ku ya, hari ini aku mau pulang kesana juga" ucap Luhan

"Sebaiknya ini jadi malam terakhirmu di flat, kemasi barang-barangmu disana, besok kita pindah ke apartemenku" pinta Sehun namun menuntut, Luhan terkekeh dengan sikap Sehun

"Baiklah Sehunnie" ucap Luhan mengecup bibir Sehun singkat

"Sudah nakal ya sekarang?" Goda Sehun, Luhan terdiam merona

Sehun kembali mendekatkan wajahnya dan membawa Luhan kedalam ciuman panas mereka sekali lagi. Bibir Luhan seakan menjadi candu untuk Sehun

..

..

"Ingat ya, aku akan menjemputmu disini secepatnya, tunggu aku di apartemen Kai bersama Kyungsoo dan kalian jangan kemana mana, jika ingin keluar kau harus mengatakannya padaku, mengerti kan?" Posesif Sehun yang sedang menggandeng tangan Luhan berjalan ke apartemen Kai

"Termasuk ke supermarket?" Kekeh Luhan

"Ya termasuk ke supermarket" tegas Sehun, membuat Luhan gemas dan mencubit pipi Sehun, mau tak mau Sehun tersenyum saat Luhan mencubit pipinya.

"Oia Sehun, kenapa harus menunggu di apartemen Kai? Kenapa Kyungsoo tidak datang ke flat kami saja? Aku takut Kai akan terus mencumbunya. Kyungsoo bercerita kalau mereka berdua sedang di apartemen seharian, Kai akan meminta jatah bercintanya hampir seharian juga. Kasian Kyungsoo ku yang polos" Luhan menggedik ngeri, dan lagi-lagi itu sangat imut menurut Sehun

"Kai tidak ada diapartemennya nanti, aku ada urusan dengannya, lagipula lebih aman disini daripada di flat mu, dan.." Kata Sehun terhenti

"Dan apa?" Tanya Luhan yang sudah ditarik Sehun masuk kedalam lift

"Dan jika aku jadi Kai, aku juga akan sama sepertinya, meminta jatah darimu seharian jika kita sedang di apartemen seharian" goda Sehun

~blusshh~ Luhan merona dengan ucapan Sehun

"Dasar pervert" Luhan memukul pelan lengan Sehun

Namun dihalau Sehun, ia malah membawa Luhan kepojokan lift dan mulai mencium bibir Luhan lagi

..

"S-sehuun, ini di lift" ucap Luhan menahan desahannya

"Sebentar saja Lu" ucap Sehun yang sepertinya sudah tidak bisa menahan diri

Ciumannya kini turun ke leher Luhan ia menggigit dan menyesap kencang kulit Luhan. Membuat Luhan mengelinjang kenikmatan

"Arrgghhh" racau Luhan yang sudah larut dalam permainan Sehun. Sehun tersenyum tersenang. Ia kembali ke bibir Luhan melumatnya lebih dalam. Tangannya menyelusup kedalam kaos Luhan mencari sesuatu yang bisa membuat Luhan menggila.

Sehun menemukan nipple Luhan mengelusnya sayang pada awalnya kemudian menarik dan sedikit memencet nipple Luhan membuat Luhan berteriak nikmat dan membuka mulutnya. Sehun mengambil kesempatan untuk menelusupkan lidahnya kerongga Luhan, menjelajahi dan mencicipi Luhan setelah percintaan mereka yang indah semalam

TING... Suara pintu lift sudah terbuk

"Hiss menyebalkan...kenapa Kai tidak memilih apartemen di lantai 50 sih" gerutu Sehun yang merasa kegiatannya diganggu. Luhan terkekeh melihat reaksi Sehun.

"Astaga Sehunnie ini sudah lantai 39 dan sudah sangat tinggi menurutku" kata Luhan tak percaya

Sehun mendengus kesal

Mau tak mau ia menarik Luhan keluar, membenarkan kaos Luhan yang nampak kusut karena ulahnya. Luhan juga membantu membenarkan rambut Sehun yang ia remas menahan nikmat didalam lift

"Lain kali akan lebih panas Lu" goda Sehun membuat Luhan merona lagi

..

..

Sehun memencet bel apartemen Kai

Ting Tong...

Pintu terbuka, Kyungsoo yang membuka pintu. Ketika ia melihat Luhan matanya sudah ppenuh dengan air dan langsung menghambur memeluk Luhan

"Luhaannieku" rengek Kyungsoo

"Kyungiieeee" balas Luhan tak kalah merengek

"Apa mereka selalu seperti ini?" Tanya Sehun pada Kai yang agak jengah melihat Kyungsoo memeluk Luhan seperti akan memakannya.

"Percaya padaku ini belum seberapa sehun" kekeh Kai

"Waeee?" Teriak Luhan dan Kyungsoo bersamaan. Keduanya saling memelototi pasangan masing-masing

"A-aniii" jawab Sehun dan Kai hampir bersamaan.

"Sudahlah Kai, ayo kita pergi" ajak Sehun menghindari tatapan Luhan yang membuatnya tidak bisa menahan diri

"Nah baby, di apartemen bersama Luhan saja ya, ingat tak boleh kemana mana" kata Kai pamit dan mencium bibir Kyungsoo

"Kau juga Lu ingat kataku" Sehun mengacak rambut Luhan dengan sayang

Luhan dan Kyungsoo memperhatikan kepergian Sehun dan Kai sampai mereka memasuki lift dan hilang dari pandangan mereka

"Kyungie kau tahu mereka mau kemana?" Tanya Luhan

"Entahlah, Kai hanya berpesan padaku khusus untuk hari ini aku tidak boleh kemana mana. Awalnya aku protes karena bagaimanapun aku harus melihat keadaanmu. Tapi saat dia bilang kalau kau akan kesini aku seketika menjadi anak yang perut Hyung" cengir Kyungsoo

"Oia, Hyung ayo masuk aku ingin memeriksamu" Kyungsoo menarik Luhan masuk ke apartemen Kai

..

..

..

TING... Suara lift terbuka menampilkan dua pria tampan yang keluar dari dalam lift dengan aura yang tidak bisa ditebak.

"Kau siap Kai?" Tanya Sehun suaranya sarat dengan kebencian

"Sangat" jawab Kai dengan seringaian menakutkan sambil memakai kacamata hitamnya

Mereka berdua belum menyelesaikan urusan mereka dengan si keparat Jang yang menyakiti pria-pria manis mereka. Hari ini terasa sangat tepat untuk "membalas dendam" ala Oh Sehun dan Kim Jongin tentunya.

..

..

Sehun dan Kai telah sampai di klub. Namun mereka tidak berdua, mereka juga membawa bodyguard mereka, tentu dengan jumlah yang sangat banyak. Jangan lupakan kalau Kai adalah putra dari seorang pengusaha otomotif yang bekerjasama dengan geng mafia terbesar di Seoul.

"Tuan muda apa yang harus kami lakukan" tanya seorang pria berbadan besar pada Kai

"Hancurkan tempat ini" perintah Kai

Sesuai perintah Kai mereka semua sedang menghancurkan club ini, mereka memecahkan dan mematahkan apaun yang ada di penglihatan mereka.

Ada beberapa ppegawai yang ternyata belum pulang dan sedang bergedik ngeri ketakutan. Ia ingin berlari namun tidak sengaja menabrak Kai

"Maaf tuan aku tidak sengaja" kata pria itu takut-takut

"Lay kan?" Tanya Kai

"K-kai-ssi" Lay kaget mengetahui siapa yang datang menghancurkan tempat ini

"Tidak usah takut, aku tidak menyakitimu, hanya menghancurkan tempat sialan ini. Oh ya jika kau dan teman-temanmu membutuhkan pekerjaan baru, silahkan hubungi aku dan temanku Oh Sehun, kami siap memberikan tempat baru dan pekerjaan yang baik untuk kalian" kata Kai ramah dan Sehun mengangguk setuju

"B-benarkah?" Tanya Lay tak percaya

"Hmm,, kalian orang-orang yang baik untuk Kyungsooku dan Luhan, percayalah" ucap Kai meyakinkan

"Sebaiknya suruh teman-temanmu segera pergi darisini, kami benar-benar akan menghancurkannya" kata Sehun tersenyum namun tatapannya sangat menakutkan.

"Baik, mereka semua pasti akan menyukai kabar gembira ini, terimakasihh banyak" ucap Lay lalu pergi meninggalkan mereka.

Sehun dan Kai naik kelantai dua. Sepertinya Jang sialan itu sudah sangat nampak babak belur dipukuli oleh pengawal Kai dan Sehun

"A-apa yang kalian lakukan?" Katanya terbata. Sehun menatapnya penuh amarah dan menginjak jari tuan Jang membuatnya berteriak kesakitan

"Menjijikaan, kemarin kau menyentuh Luhanku dengan jari kotormu dan sekarang kau berteriak kesakitan. KAU MENJIJIKAN!" Teriak Sehun yang semakin menginjak jari-jari tuan Jang, terdengar bunyi patah dari jari-jari tuan Jang

"Sehun cukupp, biarkan pengawalku membawanya ketempat yang tidak ppernah ia bayangkan" desis Kai

Sehun tidak mengikuti yang Kai bilang, ia malah sibuk memukul tuan Jang yang sudah tidak berdaya seakan tidak puas jika dia belum melihat darah di sekitar tubuhnya

Kai menarik Sehun menghentikannya

"Bawa dia!" Teriak Kai pada pengawalnya

"Kau tahu brengsek? Kau akan dipenjara dan aku pastikan itu seumur hidup" desis Kai didepan wajah tuan Jang

"Tuan muda kami sudah menghancurkan sebagian besar club ini, apa yang harus kami lakukan lagi?" Tanya ppengawal Sehun

Sehun dan Kai bertatapan kemudian menyeringai bersama

"BAKAR TEMPAT INI!" Ucap mereka bersamaan

..

..

..

Sementara itu di apartemen Kai, Kyungsoo sedang sibuk menginterograsi Luhan, karena Luhan baru saja bercerita bahwa dirinya bertemu dengan istri Sehun

"Apa benar dia tidak berbicara menyakiti Luhannieku?" Tanya Kyungsoo memastikan

"Hmm benar Kyungie. Kami bertemu sebentar setelah itu Sehun menyuruhku untuk kekamar" Jawab Luhan jengan dengan pertanyaan Kyungsoo yang sama tiga kali berturut-turut

"Coba tatap aku Lu, aku tidak mau kau berbohong kalau dia menyakitimu aku yang akan membalasnya" kata Kyungsoo penuh dengan kegigihan

Luhan menuruti permintaan sahabat yang sudah seperti adiknya ini, dia menatap Kyungsoo. Setelah itu Kyungsoo memastikan apakah Luhan berbohong atau tidak dengan menatapnya dalam-dalam

"Kau sangat imut Lu" goda Kyungsoo karena bertatapan lama dengan Luhan

"Kyungieeee" rengek Luhan

"aku rasa kau tidak berbohong, aku percaya padamu" kata Kyungsoo yang kini mulai tertawa karena sangat gemas dengan tingkah laku Luhan

"Lalu kapan kau akan bertemu dengan istrinya?" Tanya Kyungsoo lagi, wajah cemberut Luhan berubah menjadi tegang

"Besok malam aku akan bertemu dengannya" lirih Luhan

"Besok? Kenapa terburu-buru sekali?" Tanya Kyungsoo

"Entahlah Kyung, aku hanya ingin ini berjalan lancar, aku tidak mau dituduh bermain gila dengan Sehun ini kan ide mereka aku hanya membantu. Lagipula aku sudah bertemu dengan orangtua Sehun… mereka sangat baik padaku Kyung" Kata Luhan cepat menyadari ekspresi Kyungsoo yang sudah menegang

"Aku suka saat bersama mereka, dan Sehun…. " Ucap Luhan menggantung

" aku semakin nyaman berada didekatnya, dia pasti akan sangat gembira jika mempunyai anak. Kau tahu aku benar-benar sudah sangat terpesona padanya , mungkin kau benar aku mencintainya" lirih Luhan

"Tapi apa kau bahagia dengan mencintai seperti ini?" Tanya Kyungsoo memastikan Luhan baik-baik saja

"Hmm aku bahagia, sangat Kyung" ucap Luhan kembali ceria

"Seberapa besar bahagiamu?" Tanya Kyungsoo lagi

"umm" Luhan nampak berfikir "Sebesar ini" Luhan merentangkan tangannya memastikan kalau dirinya memang benar-benar bahagia

"Lalu seberapa besar bahagia jika bersamaku?" Tanya Kyungsoo cemberut

"Untuk Kyungieku besarnya tidak terbatas tida bisa dgambarkan" ucap Luhan mencubit pipi Kyungsoo gemas.

"hah, syukurlah kau baik-baik saja, aku mau mati sesak memikirkanmu kau tahu"ucap Kyungsoo dan memeluk Luhannya

"Aku juga bersyukur Kyungie ku selalu bahagia dan baik-baik saja" ucap Luhan membalas pelukan Kyungsoo

Setelah berpelukan lama, mereka tersenyum dan tertawa mengenai berbagai hal. Inilah yang disukai Kyungsoo dan Luhan. Sebesar apapun masalah yang

mereka hadapi, mereka kuat dan bahagia jika selalu bersama

..

..

"oh iya hyung setelah ini kita bekerja dimana? aku tidak mau menjadi tawanan Kai di apartemen" rengek Kyungsoo

"Hmm kau benar, aku akan segera mencarikan pekerjaan untuk kita, tenang saja aku tidak akan membiarkan Kai merusak Kyungsoo polosku lebih jauh" goda Luhan sambil mengusap rambut Kyungsoo.

"issh jangan menggodaku" kata Kyungsoo memukul lengan Luhan

"arwhhh" ringis Luhan karena dipukul dibagian memarnya, Kyungsoo yang tidak sengaja langsung meminta maaf dan mengelus lengan Luhan.

Luhan yang senang menggoda Kyungsoo tentu saja terus berpura-pura kesakitan

..

"hyung coba aku lihat lukamu dimana saja" ucap Kyungsoo memeriksa seluruh bagian tubuh Luhan . Ia mengernyit ketika membuka kaos Luhan dan memeriksa dada serta leher Luhan. Banyak bercak-bercak keunguan aneh yang terpampang disana

"Lu ini biru apa? Tidak seperti lebam, lebih seperti gigit…." Kyungsoo membelalak sempurna

"Ya Xi Luhan apa yang sudah kau lakukan? Kau bercinta dengannya?" Teriak Kyungsoo sangat memekakan telinga

Luhan yang tersadar dengan hal itu, buru-buru menutup kaosnya dan hendak segera pergi dari sofa namun tangan Kyungsoo menariknya kembali duduk

"JE-LAS-KAN!" Perintah Kyungsoo menakutkan

"Kyungie, aku kan sudah dewasa, aku bahkan lebih tua darimu, tidak apa-apa kan? Jangan marah" Cengir Luhan polos

"KAU BERBEDA,, YA TUHAN LUHAN... AKU AKAN MEMBUNUH SI MESUM OH ITU" teriak Kyungsoo sekali lagi

"ANDWAE!" Balas Luhan berteriak

"DAN KENAPA TIDAK BOLEH" Balas Kyungsoo masih berteriak

"itu karena aku menyukainya saat dia menyentuhku" Ucap Luhan tampak merona

"Oh Tuhan Luhannieku yang polos" ucap Kyungsoo mendramatisir

"Kyungieee, ayolah tidak adil kau setiap hari dengan si hitam melakukan "itu". Aku kan baru pertama dalam hidupku. Jangan marah ? ya?" rengek Luhan melihat Kyungsoo masih sangat kesal

"Kau benar-benar nakal rusa kecil, sini aku harus memberimu pelajaran" kata Kyungsoo yang hendak menangkap Luhan

Luhan tahu jika sudah seperti ini pasti pipinya akan habis dicium oleh Kyungsoo. Oh tidak membayangkannya saja Luhan sudah nyeri, masih banyak lebam di wajahnya

"Luhannie, kemari kau" teriak Kyungsoo yang masih mengejar Luhan tanpa ampun.

Ponsel Kyungsoo bergetar, ia berhenti sebentar untuk mengangkatnya.

"yeboseyo?" sapa Kyungsoo ramah

"cih berbeda sekali dengan tadi" sindir Luhan, Kyungsoo masih bisa mendengarnya dan memelototi Luhan, Luhan hanya menyengir dari jauh.

"ah Lay ada apa?" Tanya Kyungsoo

"APA?" Kyungsoo berteriak membuat Luhan mendekatinya

"B-baiklah, terimakasih Lay" Kyungsoo sekarang bergetar ketakutan

"Kyungie ada apa?" Tanya Luhan panic

"Lu..Lu Sehun dan Kai membakar club kita. Mereka juga memasukkan tuan Jang ke penjara" ucap Kyungsoo ketakutan

Luhan membelalak tidak percaya dan mulai bertanya-tanya apakah urusan sangat penting yang Sehun maksud tadi pagi adalah urusan menghabisi tuan Jang. Tapi kenapa Sehun begitu marah dan sampai benar-benar menghabisi tuan Jang. Bukankah wajar jika seseorang seperti dirinya yang bekerja di club malam diperlakukan seperti binatang.

Sehun apa kau baik-baik saja. Tanya Luhan dalam hati

CKLEK!

Suara pintu apartemen terbuka. Menampilkan kedua sosok yang sangat ditunggu oleh Luhan dan Kyungsoo. Luhan dan Kyungsoo pun langsung menghambur memeluk Sehun dan Kai

"Lu kau kenapa?" Tanya Sehun yang hampir terjatuh karena Luhan memeluknya tiba-tiba

"Kau juga baby Kyung kenapa" Tanya Kai dengan saying

"ikut aku" Kyungsoo menarik Kai kedalam kamar mereka.

"Kenapa?" Tanya Luhan

Sehun mengernyit bingung

"Kenapa kau kembali kesana? Bagaimana kalau tuan Jang menyakitimu" Teriak Luhan emosi, dia sudah ketakutan kalau Sehun akan terluka

Sehun tersenyum dan membalas pelukan Luhan dengan sayang

"Keparat itu sudah menerima ganjarannya karena berani menyakitimu" ucap Sehun menenangkan Luhan

"iya, aku tahu, Lay menelpon Kyungsoo tadi. Maksudku kenapa kau melakukan sampai seperti ini?" Tanya Luhan yang benar-benar bingung

"Karena dia menyakitimu" jawab Sehun jujur

"Kau tidak perlu seperti ini untuk orang sepertiku Sehun, kau tidak boleh terluka untuk orang sepertiku?" ucap Luhan menangis

"orang seperti apa bagaimana maksudmu" Tanya Sehun yang tidak kalah bingung dengan sikap Luhan

"orang rendahan seperti aku yang tidak punya keluarga, tidak punya kehidupan yang baik, tidak perlu seperti itu, kau harus baik-baik saja selama bersama ku, kau tidak boleh…" ucapan Luhanmenggantung karena sekarang Sehun sedang menciumnya untuk membungkam mulutnya

"salahkan dirimu yang menjadi sangat penting untukku" ucap Sehun lalu mencium Luhan sekilas

"Jangan menangis, mulai sekarang aku akan melindungimu, siapapun yang berani menyakiti atau menyentuhmu dia akan berakhir sama dengan keparat itu" ucap Sehun meyakinkan Luhan dan menghapus air matanya

"Berjanjilah padaku kau akan baik-baik saja dan akan selalu bahagia selama masih bersamaku" lirih Luhan

"Aku berjanji" ucap Sehun memeluk Luhan menenangkan Luhan yang nampak sangat tidak tenang

"Kita pulang sekarang ya? Kau harus berkemas kan? Besok malam kita pindah ke apartemenku" ucap Sehun melepas pelukannya pada Luhan setelah dirasa Luhan cukup tenang

"Hmm" Luhan mengangguk menyetujui

"sehun kita tidak pamit dulu pada Kai dan Kyungoo?" Tanya Luhan karena Sehun sudah menggandengnya bersiap pergi

"Mereka pasti punya urusan sendiri didalam sana" Kata Sehun tersenyum menggoda Luhan

Sehun menggenggam tangan Luhan erat menuju flat Luhan


"Kau pulanglah Sehun, aku akan berkemas sendiri" ucap Luhan ketika mereka sampai di depan pintu flat Luhan.

Ini pertama kali untuk Sehun mengetahui tempat tinggal Luhan, dia benar-benar ingin membawa Luhan pergi dari tempat ini dengan segera. Karena menurutnya flat Luhan sangat tidak layak dihuni.

"Kau yakin tidak mau aku temani?" Tanya Sehun entah sudah berapa kali

"Sangat yakin Sehunnie, besok malam kita kan bertemu lagi" ucap Luhan senang

"iya, tapi apa tidak lebih baik jika kau menemanimu, lagipula kondisimu belum pulih" ucap Sehun menghawatirkan Luhan

"Hey, sebelum bertemu kau, aku bisa lebih mengenaskan daripada ini, aku mohon percaya padaku" kata Luhan mengelus wajah Sehun untuk meyakinkannya.

"Hmm baiklah aku percaya, jika terjadi apa-apa segera hubungi aku" ucap Sehun serius

"iya Sehunnie" balas Luhan

"Jika aku bilang segera kau tahu kan maksudku benar-benar langsung menghubungi tanpa harus berfikir" Kata Sehun cerewet

"Ya Tuhan Sehunnieku, aku mengerti" gemas Luhan memberikan peck pada Sehun

..

..

"Hyung cantik aku membawakanmu makanan" ucap seorang pemuda SMA dengan senang namun segera terdiam karena melihat Luhan barusan mencium pria didepannya

"Ah Hyunjung-a anyyeong" sapa Luhan pada pemuda itu

"siapa dia Lu?" Tanya Sehun tidak suka

"Dia Lee Hyunjung Sehunna anak dari pemilik flat ini" jelas Luhan

"yang menyukaimu?" Tanya Sehun dengan suaranya yang tidak bias dibilang pelan

Luhan mencubit pinggang Sehun membuatnya meringis

"Ada apa Hyunjung?" Tanya Luhan

"a-ani Hyung, aku hanya membawakanmu makan mlam" katanya sambil membawakan kotak makan

"aigoo, terimakasih eoh, kau manis sekali malam ini" Puji Luhan menerima kotak makan dari Hyunjung membuat Hyunjung merona

"Xi Luhan, cepat masuk kedalam dan berkemas ini sudah malam" desis Sehun, Luhan mau tidak mau menuruti perkataan Sehun takut Sehun marah

"Hyung memangnya dia siapa? Kenapa kau menurut apa katanya?" Teriak Hyunjung kesal

"Dia Kekasihku" ucap Sehun tegas

Luhan terbelalak dengan perkataan Sehun, jantungnya sedang berdegup sekarang

"Benarkah hyung" Tanya Hyunjung langsung pada Luhan

Sehun menatap Luhan seperti memohon

Katakan iya katakana iya pinta Sehun dalam hati

"Iya Hyunjung dia kekasihku, kau melihat aku menciumnya kan? Aku sangat mencintainya" ucap Luhan jujur

Deg!

Kali ini Sehun yang berdegup

Jantung Sehun seakan mau keluar mendengar pernyataan Luhan barusan.

"Baiklah aku berkemas dulu ya, bye Sehunnie hati-hati dijalan, dan terimakasih untuk makan malamnya Hyunjung" ucap Luhan pada kedua pria didepan pintu flatnya dan menutup pintunya.

Kedua pria ini sekarang hanya terdiam tenggelam dengan perasaan masing-masing yang satu sangat patah hati dan yang satu sangat bahagia. Keduanya saling menatap tajam

"Kau dengar kan? Dia bilang dia mencintaiku, jadi jangan mengganggu dia lagi" ucap Sehun tegas namun tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya. Sementara Hyunjung hanya terdiam disana menunduk sedih Karen acinta pertamanya tidak berhasil.


Keesokan harinya Sehun menjemput Luhan pukul 8 malam untuk makan malam dirumahnya bersama dengan Minji. Ia sedang menunggu Luhan membukakan pintu untuknya sekarang

CKLEK!

Pintu terbuka dan memunculkan Luhan dari dalam

DEG!

Sekali lagi Sehun terpana melihat penampilan Luhan. Ia memakai singlet putih dipadukan dengan blazer berwarna biru navy yang sengaja ia buka dengan lengan yang ditekuk dan celan jeans dengan warna yang sangat cocok dengan pakaiannya. Luhan juga sudah mengecat rambutnya berwarna hitam, menampilkan kesan elegan pada dirinya.

"Apa aku oke?' Tanya Luhan gugup

"Sangat Lu, aku memuji selera berpakaian dan penampilanmu, kau sangat pandai memilih pakaian" puji Sehun

"Tapi kau memang cantik imut dan natural Lu, apapun tentangmu itu sangat mengagumkan" Puji Sehun tanpa henti membuat Luhan merona

"ayo kita jalan" ajak Sehun menggenggam jemari Luhan

Mereka sudah sampai di kediaman Sehun dan Minji. Luhan sangat kagum dengan tempat tinggal Sehun, yang tidak jauh berbeda dengan rumah orangtuanya namun tampak lebih besar

"kau tahu? Rumahku besar namun sangat sepi didalamnya" cerita Sehun, Luhan mengerti maksud Sehun

"Kau akan segera mendapatkannya Sehunnie, aku akan membantu" ucap Luhan mengelus pipi Sehun dengan sayang. Sehun tersenyum padanya "terimakasih Lu" katanya memeluk Luhan

"ayo kita masuk, Minji pasti sudah menunggu" ajak Sehun

Sehun mengetuk pintu, tidak lama pintu terbuka dan tampak seorang wanita cantik dan anggun yang menyapa mereka "Hay kalian masuklah, aku sudah menunggu" sapa Minji ramah

Luhan tersenyum ketika bertatapan dengan Minji

..

Mereka sekarang sedang berada di meja makan. Mereka bertiga menikmati makan dalam diam, tidak ada yang berbicara

"Bagaimana Luhan? Apakah enak?" Tanya Minji pada akhirnya

"Hmm, sangat nikmat Min ah maaf nyoya Oh" Puji Luhan tapi kentara sekali dia gugup

"Hey pangil aku Minji, kau tidak memanggil Sehunku dengan tuan Oh kan?" canda Minji

Luhan hanya tersenyum dan mengangguk

..

Selesai makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga. Dan sedang menikmati teh yang dibuat oleh Minji

"Jadi Luhan, aku ingin minta maaf untuk pertemuan kita pertama kali, aku sangat tidak sopan" ucap Minji menyesal

"Lupakan Minji, kau tidak salah memang keadaaan yang membuat semua itu terlihat salah" ucap Luhan lembut.

Sehun memperhatikan Luhan berbicara, ia benar-benar kagum dengan seorang Luhan bukan hanya parasnya yang menawan namun hatinya juga sangat baik Sehun tersenyum karena nya

"umm sayang kau tersenyum? Karena apa?" Tanya Minji aneh melihat tingkah Sehun

"a-aniya bukan apa-apa" elak Sehun

"Sayang, bolehkah aku berbicara berdua dengan Luhan?" Tanya Minji

Sehun entah mengapa menjadi tegang dan khawatir, ia takut Minji akan berkata yang macam-macam pada Luhan. Sehun melirik Luhan untuk mencari jawaban di matanya. Luhan mengiyakan mengangguk tersenyum.

"baiklah, jangan terlalu lama ya, Luhan harus segera ke apartemen kit,a dia belum berkemas" ucap Sehun mencari alasan dengan berat hati ia meninggalkan ruangan

Sepeninggal Sehun hanya hening yang tercipta antara Minji dan Luhan

"Kau tahu Luhan, aku sangat mencintai Sehun" cerita Minji

"aku sangat tertekan tidak bisa menjadi wanita yang sempurna untuknya karena penyakit sialanku ketika itu. Aku tidak pernah mengijinkannya untuk menikah lagi apalagi untuk bercerai denganku, aku egois memang tapi aku tidak bisa hidup tanpanya" lirih Minji melanjutkan

Luhan hanya setia mendengarkan setiap keluh kesahnya dan kesedihan wanita didepannya ini

"Lalu kau datang, tidak, lebih tepatnya Sehun mendatangimu dan memintamu untuk melahirkan anak kami, dan kau bersedia. Kau seperti malaikat yang dikirim untuk kami Luhan aku sangat berterimakasih padamu" ucap Minji tulus

"tapi bolehkah aku meminta satu hal padamu Luhan?" Tanya Minji

"Tentu saja, apa itu?" Tanya Luhan

angan mencintai Sehunku, aku mohon jangan biarkan dirimu jatuh dalam pesonanya, karena ketika itu terjadi , itu seperti menjeratmu dan kau akan kesulitan bernafas. Bisakah kau lakukan iuntukku?' pinta Minji

Terlambat, aku sudah mencintainya suamimu lirih Luhan menahan rasa sakit dihatinya

"tentu saja aku tidak akan mencintai suamimu, aku hanya membantu kalian" lirih Luhan yang sebenarnya sudah tidak tahan dengan pembicaraan dan pertemuan ini.

"Aku merelakanmu untuk berbagi fisik dengan Sehun, tapi aku tidak akan berbagi hati dan cinta Sehun untukmu, maafkan keegoisanku Luhan. Tapi sepertinya aku juga tidak perlu begitu khawatir karena Sehunku bukan gay, jadi dia tidak mungkin menghianatiku dan berpaling padamu" ucap Minji tegas dan percaya diri

Sakit…Kyungie tolong aku pinta Luhan dalam hati

"Hmm, tentu saja" ucap Luhan hampa

"Sekali lagi aku berterimakasih padamu, aku akan memanggil Sehun agar kalian bergegas ke apartemen yang dulu Sehun tempati" ucap Minji meninggalkan Luhan

Luhan yang sudah tidak tahan dari awal tidak bisa menahan sakitnya lagi, ia memegangi dadanya mencegah dan mengutuk air mata yang ingin jatuh dari pipinya.

Jangan menjadi cengeng Luhan, kau bodoh bodoh rutuk Luhan dalam hati

"Luhan?' Panggil Sehun

"Luhan kau tak apa?" Tanya Sehun melihat Luhan menahan sesuatu

"Aku ingin istirahat Sehunnie, badanku masi terasa nyeri" ucap Luhan berbohong

"baiklah, kita segera pulang dan meminum obatmu" ucap Sehun khawatir

Hatiku yang sakit Sehun, hatiku ucapnya lagi dalam hati

..

..

"Minji-ya aku mengantar Luhan ke apartemen dulu ya, kau tidurlah aku akan menemani Luhan berkemas mala mini, kondisinya masih belum sehat" ucap Sehun menjelaskan

"iya tentu saja, tidak apa sayang temanilah Luhan" ucap Minji tersenyum

"kau cepat sembuh ya?" katanya pada Luhan

"Terimakasih Minji" jawab Luhan lemah

..

..

Di perjalanan menuju apartemen Sehun, Luhan hanya terdiam pertemuannya dengan istri Sehun barusan membuatnya benar-benar seperti murahan yang masuk dan mengganggu kehidupan rumah tangga mereka

Bagaimana mungkin Luhan tidak jatuh dalam pesona Sehun, sementara Sehun memikatnya semenjak pertama kali mereka bertatapan mata. Bagaimana mungkin dia tidak mencintai Sehun, sementara segala sesuatu hal tentang Sehun membahagiakannya

Kyungie aku sakit lirih Luhan, dia benar-benar ingin bersama Kyungsoo sekarang

Karena sejujurnya, ketika pertama kali Kyungsoo bercerita ia menyukai Kai disaat tu pula Luhan yakin ia akan segera kehilangan Kyungsoo. Dan hal itu benar-benar terjadi ketika Kai juga menyukai dan mempunyai perasaan yang sama denga Kyungsoo. Kai mengajak Kyungsoo untuk memulai hidup mereka dengan bahagia, ya dengan bahagia, tidak sepertinya yang menyedihkan.

Luhan merasa sangat iri kemudian datanglah Sehun menawarkan kehidupan seperti Kyungienya, tentu saja Luhan menyambutnya walau hanya sementara.

"Lu kau baik-baik saja kan?" Tanya Sehun menggenggam tangan Luhan, karena sedari tadi Luhan meringis seperti menahan sakit

"Aku sakit Sehunnie" lirih Luhan

"kita akan segera sampai, kau akan segera istirahat dan minum obat" Kata Sehun terus menenangkan Luhan

Hatiku yang sakit lirih Luhan yang memilih untuk membalas genggaman Sehun dan membawa tangan Sehun ke dadanya untuk sedikit menenangkan perasaanya sendiri

to be continue…


Akhirnyaaa si enceh di chapter 5 publish juga , maap ya kalau kuran memuaskan :DDDDD

Author mau ucapin terimakasih untuk semua review dan follownya yak

Maaf banget ga bisa dibales, karena jujur masih sibuk buat chapter barunya setiap hari..

semoga suka ya

Selamat membaca

RnR nya yaaa.. terimakasih semuanya :)))))