Our Tomorrow

Main Cast : Oh Sehun Dan Xi Luhan and others

Genre : Romance, Family, Hurt

Rate : T-M

Length : Chapter

YAOI. Typo (s). M-preg.

HUNHAN STORY!

Kau menawarkan padaku "apapun dan berapapun". Bolehkah aku menolaknya dan meminta hatimu sebagai gantinya

-Luhan

Aku seperti bukan diriku jika berada disampingmu. Aku merasa jika tidak ada kau disekitarku aku akan secara otomatis mencarimu. Apakah aku benar telah jatuh hati padamu?

-Sehun


Oke sebelum cerita dimulai lagi, mari biarkan gue menjawab secara cepat beberapa review, biar membantu mengurangi penasaran :D

Q :Sehun sudah mulai suka sama Luhan belum?

A :udanh donkk, di kehidupan mereka yang nyata aja Sehun terpesona sama Luhan. Apalagi disini gw bikin klepek-klepek si cadel ama si rusa kkkkkk

Q : Kalo cinta? Sehun udah cinta belum?

A : Biar waktu yang menjawab *tsahh.

Udah jugaa, tapi biasa korban drama korea yang loadingnya lama kalo mereka udh cinta. Nanti pelan-pelan gw buat si yehet sadar!

Q : Minji itu siapa? Dari GB mana?

A : Selain EXO, karakter yang lain khayalan penulis doang. Itu ditujukan agar mereka tidak disalahkan selama cerita berjalan. Tapi biar nyaman penulis kasih arahan bayangin Minji kaya Kang Hyewon nya drama Full House Rain sama Song hye Kyo. Sifat dan karakter dia diambil darisitu jadi setengah antagonis jadinya :)). Bayangin aja ya jangan di bully, kalau punya imajinasi Minji siapa di bayangan masing-masing juga dipersilahkan kkkk

Q : Sad or Happy Ending?

A : Spoiler banget kalo dikasi tau wkkwkwkwk. Happy ending kok. Welllll, Kita udah cukup patah hati mereka kepisah didunia nyata. Ga mau cari penyakit sendiri kalau dibikin sad end, yang ada galau lagi.. hhhuuuuuu

Q : Kapan Luhan hamil

A : bentar lagi, tungguin yakk... baby nya lagi dibuat wkwkww

Q : Ceritanya sampai berapa chapter?

A : belom bisa diprediksi, niatnya si ga terlalu panjang dan berbelit-belit.

Sementara itu dulu yaaaaa ,:D

Back to story and happy Readingggggg!


Dalam perjalanan ke apartemen diselimuti suasana hening. Karena baik Sehun maupun Luhan lebih memilih tenggelam dalam pikiran masing-masing.

Luhan lebih memilih untuk melihat keluar jendela, ia sudah merasa perasaannya jauh lebih baik sekarang, ia tidak mau mengingat tentang apa yang dikatakan Minji. Dia memutuskan bertahan pada perasaan terlarangnya.

Sementara Sehun, memilih diam karena bingung bagaimana harus mulai pembicaraan dengan Luhan. Ia merasa tidak enak setelah bicara dengan Minji, Luhan nampak tertekan, rasanya ingin sekali Sehun memeluknya dan menenangkan Luhan. Tapi ia menahan diri karena dirasa Luhan butuh waktunya sendiri.

"Lu kita sampai" ucap Sehun menggenggam tangan Luhan

Luhan membalas genggaman tangan Sehun dan tersenyum

"Ayo kita turun" Sehun mencium tangan Luhan sebelum keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Luhan.

Luhan yang daritadi masih sibuk dengan pikirannya baru menyadari sesuatu

"Sehun, bukankah ini gedung apartemen Kai? Untuk apa disini? Kupikir kita akan langsung ke apartemenmu" Tanya Luhan

Sehun hanya tersenyum dan membawa masuk Luhan kedalam lift. Luhan berfikir mungkin Sehun ada urusan sebentar dengan Kai, tapi ketika Sehun menekan lantai 40 luhan mengernyit bingung.

"Sehun apartemen Kai di lantai 39, baru kemarin kita kemari" ucap Luhan polos

"Kau ingat ya?" Tanya Sehun

"Hmm, tentu saja" jawab Luhan yakin

TING! Suara pintu lift terbuka menandakan mereka telah sampai di lantai tujuan.

Luhan keluar terlebih dulu diikuti Sehun yang sibuk membawa barang-barang Luhan

"jjaaa, kita sampai" Seru Sehun

"Sampai dimana?" Tanya Luhan bingung

"Di apartemenku tentu saja" ucap Sehun yang entah mengapa menurut Luhan dia sedang menahan tertawa

"Oh ini apartemenmu? Eh tunggu" ucap Luhan menggantung

"Kalau ini apartemenmu berarti kita satu gedung dengan Kai dan Kyungsoo" tanya Luhan yang sudah mulai akan berteriak senang

"Jadi, aku dan Kyungsoo hanya terpisah satu lantai?" Tanya Luhan sekali lagi dengan semangat

"Kejutannn" ucap Sehun akhirnya

"YA TUHAN Sehunna, terimakasih" pekik Luhan menghambur memeluk Sehun, membuat Sehun hamppir terjatuh karena Luhan terlalu bersemangat

"Kau senang?" Tanya Sehun

"Sangaatttttttt terimakasihhh Sehunnnn" ucap Luhan yang kini memberikan Sehun ciuman kecil berkali kali di bibirnya.

..
..
..


"Benarkah hyung?" Pekik Kyungsoo di telpon

"Oh aku akan segera kesana, aku mau tidur denganmuu" rajuk Kyungsoo

"Ah wae? Arasseo besok pagi kita harus sarapan bersama. Aku menyayangimu" ucap Kyungsoo mengakhiri pembicaraan dan menutup telponnya

"Ya baby, kau mau tidur dengan siapa dan kau menyayangi siapa?" Kesal Kai yang baru keluar dari kamar mandi dan mendengar percakapan Kyungsoo, dia berniat untuk memaki orang yang menggoda Kyungsoonya

"Babyyy kau tahu Luhan hyung tinggal satu gedung dengan kita" teriak Kyungsoo menghambur ke pelukan Kai

"Eoh mereka sudah pindah?" Tanya Kai

"Kau tahu?" Tanya Kyungsoo bingung

"Kejutannn" ucap Kai mencium bibir Kyungsoo

"Tentu saja aku tahu, dari awal pertama bertemu, Sehun sudah bilang akan membawa Luhan ke apartemennya" jelas Kai

"Apartemenku disini, apartemen Sehun diatas, kami berdua sejak dulu selalu bersama seperti kau dan Luhan baby tidak terpisahkan, tapi semenjak menikah ia memutuskan pindah karena Minji sepertinya tidak terlalu menyukaiku dan satu hal kami tidak pernah melakukan lovey dovey tentunya tidak seperti kau dan Luhan" kekeh Kai yang menjadi bergedik ngeri jika dia dan Sehun saling memeluk dan bermanja manja.

"Kau pasti sangat playboy dulu" kesal Kyungsoo memukul dada Kai

"Eoh aku sangat digemari banyak wanita" bangga Kai

Kyungsoo memukulnya lagi dan hendak pergi namun Kai menariknya ke dalam pelukannya lagi

"Tapi hanya kau yang dapat membuatku tertarik, yang membuatku berubah dan yang membuatku merasakan mencintai dan dicintai dengan teramat" ucap Kai jujur

"Eoh babyku so cheessy" balas Kyungsoo menggoda

"Gomawo baby, karena datang padaku saat itu" ucap Kyungsoo memeluk erat Kai dan mengingat kejadian saat itu

Flashback

"Hey kau teman Luhan ya? Cantik juga, susah sekali mendapatkan Luhan, denganmu juga tidak apa cantik" kata seorang pria tua menghimpit Kyungsoo ke tembok toilet yang sedang sepi dan menyentuh wajahnya

"Tuan aku mohon lepaskan aku, aku harus kembali kerja" pinta Kyungsoo ketakutan

"Anio, kita bermain sebentar saja" goda pria tua itu sambil meraba tubuh Kyungsoo

"Tolonggg" teriak Kyungsoo ketakutan

"Tidak akan ada yang peduli sayang, puaskan aku sebentar" katanya hendak mencium Kyungsoo

Brak!

"Berisik sekali mengganggu konsentrasi ku untuk buang air besar" ucap seseorang yang ternyata ada didalam salah satu bilik toilet dengan suara bas nya.

Syukurlah, aku mohon tolong aku pinta Kyungsoo dalam hati dan menatap memohon pada pria tersebut

"Ya anak muda kau mengganggu saja" bentak si pria tua

"Oh baiklah aku akan segera pergi" ucap pemuda itu

Oh tidak batin Kyungsoo

"Tapi aku mau membereskan sesuatu terlebih dulu" kata pemuda itu menyeringai

Dan BUGH!

Pemuda itu memukul si pria tua sampai babak belur dan Kyungsoo hanya berjongkok menahan takut sambil menggumamkan nama Luhan berkali kali

"Sudah beres, kau bisa pergi, kau si bartender itu kan?" Tanya pemuda itu yang nampaknya sudah mempperhatikan Kyungsoo lama

Kyungsoo mengangguk dan segera mendongak melihat pemuda itu

DEG! Ketika mata mereka bertatapan, Kyungsoo merasa jantungnya akan keluar dengan segera. Begitu juga pemuda tersebut dia seperti terhippnotis dengan mata Doe Kyungsoo

"Bangunlah" ucap Kai menawarkan tangannya sebagai bantuan untuk berdiri

Kyungsoo meraih tangannya dan segera berdiri

"Aku Kim Jongin, panggi aku Kai saja" ucap pemuda itu ketika Kyungsoo sudah berdiri dan bertatapan dengan Kai

"Do kyungsoo" ucap Kyungsoo membalas genggaman Kai dengan senyum diwajahnya

"Kau tahu aku rasa aku akan rutin kesini" ucap Kai membalas tatapan Kyungsoo

End of flashback

"Aku tidak sedang buang air besar saat itu baby, aku memang mengikutimu kemanapun kau pergi, saat itu sudah seminggu sejak aku pertama kali tertarik padamu" Kai membuat pengakuan

Kyungsoo yang mendengarnya hanya terperangah tak percaya

"Sekarang kau lihat kan? Diantara kita berdua siapa yang lebih mencintai siapa" ucap Kai bangga mencium kening Kyungsoo

"Tapi terimakasi telah menerimaku, saranghae baby" lanjut Kai

Kyungsoo yang masih tak percaya, masih terdian dan sudah akan menagis lagi dia merasa sangat bahagia sekarang

"Gomawo baby gomawo, aku berjanji akan menjaga hubungan kita aku akan mencintaimu dengan lebih dan sangat banyak. Nado saranghae baby" balas Kyungsoo memeluk Kai erat

..

..

..


Ini sudah larut malam, tapi Luhan belum bisa tertidur. Setelah membereskan barang-barangnya, Sehun memaksa dirinya untuk segera tidur mengingat Luhan mengeluh kesakitan sepulang dari rumahnya.

Namun tidak bisa dipungkiri kebersamaan mereka yang hanya berdua lagi-lagi membuat masing-masing dari mereka sangat bahagia dan tidak bisa langsung terpejam.

Sehun sedang memeluk Luhan, membiarkan ia bersandar di pelukannya agar merasa hangat dan nyaman. Sedangkan Luhan yan menerima perlakuan sangat manis dari Sehun lagi-lagi hanya bisa tersenyum bahagia sangat bahagia.

"Sehun apa kau sangat mencintai Minji?" Tanya Luhan yang entah mengapa menjadi penasaran

"Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?" Sehun bertanya balik

"Umm hanya penasaran" jawab Luhan yang bangun dari pelukan Sehun dan memilih untuk duduk di ranjang mereka

"Entahlah Lu, aku mencintainya, tetapi jika harus jujur aku agak bingung dengan perasaanku belakangan ini" cerita Sehun yang ikut bangun dan memeluk Luhan dari belakang

"Bingung bagaimana maksudmu?" Tanya Luhan

"Aku masi mencari tahu sayang" goda Sehun menyesap tengkuk Luhan

"Oh lihat sekarang kau merona aku panggil sayang, apa kau suka?" Tanya Sehun memperhatikan wajah Luhan dari belakang

Luhan mengangguk pelan dan tersenyum malu

Sehun membalik badan Luhan agar bertatapan dengannya

"Baiklah mulai sekarang aku akan memanggilmu seperti itu jika kita sedang berdua, bolehkah?" Tanya Sehun

Luhan mengerti dengan permintaan Sehun yang akan memanggilnya sayang jika mereka hanya berdua. Luhan tidak boleh egois dengan meminta lebih, Sehun sudah sangat perhatian padanya saja dia sangat bersyukur.

Luhan mengangguk tanda menyetujui permintaan Sehun

"Sekarang panggil aku" perintah Sehun

"Sehun" jawab Luhan polos

"Aigooo, babyku imut sekali, bukan memanggil namaku panggil sayang padaku" katanya mencubit gemas pipi Luhan

"H-haruskah?" Tanya Luhan gugup

"Kau tidak mau? Jadi hanya aku yang memanggilmu sayang?" Kata Sehun pura-pura kecewa

"Ah bukan begitu" ucap Luhan buru-buru "sayang annyeong" panggil Luhan.

Sehun tertawa terbahakkk mendengar sapaan Luhan

"Kau kenapa hisss?" Protes Luhan karena Sehun malah tertawa

"Kau lucu sekali sayangku, begitu banyak kalimat kenapa kau memanggilku dengan "sayang anyyeong" kita kan tidak habis berkenalan" ucap Sehun benar-benar tertawa geli dengan kepolosan Luhan.

Mendengar ucapan Sehun, Luhan yang menyadari kebodohannya juga ikut tertawa terbahak, mereka tertawa sangat lepas membuat siapa saja iri melihatnya.

"Baby Lu" panggil Sehun tiba-tiba

Luhan yang masih menyesuaikan diri dengan panggilan sayang dari Sehun hanya bisa merona dan tersenyum senang

"Luhanniee, aku memanggilmu kenapa kau hanya tertunduk tatap aku" protes Sehun sepperti anak kecil

"Ah, aku hanya sedang, lupakan,, ada apa Sehunnie sayang" ucap Luhan yang lagi-lagi berdebar mengatakan sayang pada Sehun

Sehun sendiri entah mengapa menjadi bersemangat saat dipanggil sayang oleh Luhan

"Bolehkah?" Tanya Sehun dengan tatapan yang sulit diartikan

Luhan menatapnya bingung

"Umm, begini, kau kan sudah bertemu dengan orangtuaku dan istriku. Tidak jadi masalah lagi jika kita berhubungan. Jadi bolehkah aku menyentuhmu lagi? Aku merindukan saat kemarin malam kita bercinta" Sehun bertanya dengan polos

Luhan benar-benar tak menyangka pria dingin seperti Sehun sangat lucu memintanya untuk bercinta, dia terkekeh sambil mencium bibir Sehun sekilas

"I'm yours Sehunnie, take me whenever you want" ucap Luhan seduktif di telinga Sehun, membuat Sehun dan adiknya benar-benar bergairah sekarang

"Ouwh naughty baby Lu" balas Sehun sambil mencium bibir Luhan. Sehun sudah merindukan bibir Luhan sejak awal ia mencuri cium darinya. Dan sekarang Sehun benar-benar kecanduan dengan segala hal tentang Luhan. Membuatnya berjanji pada dirinya sendiri tidak akan membiarkan Luhan disentuh orang lain.

"mmmpppppphhhh" racau Luhan yang sepertinya sudah kehabisan nafas. Posisi mereka masih duduk di ranjang dengan Luhan dipangkuan Sehun

"Baby kau sangat seksi" puji Sehun yang kini sibuk melucuti seluruh pakaian Luhan, membuat Luhan sangat merona

Mereka berdua kini sudah tidak mengenakan sehelai pakaian pun saling mengagumi satu sama lain dalam diam.

Dan malam ini sekali lagi akan menjadi malam yang indah untuk mereka.

Sehun membaringkan Luhan di ranjang. Dan yang bisa Luhan lakukan hanya mendesah dan menikmati setiap sentuhan dan ciuman yang Sehun lakukan di seluruh tubuhnya. Ia tersenyum senang saat tanpa sengaja menyentuh paha Sehun dan merasa bahwa Sehun sudah terangsa dengan kegiatan mereka. Sehun fokus mencium Luhan, ia tidak bisa mengontrol dirinya dengan apapun yang berhubungan dengan Luhan.

Ciuman Sehun turun ke leher Luhan, menyesapnya dan membuat tanda yang hampir menghilang menjadi nyata dan sangat nyata untuk kali ini. Karena dia setengah menggigit di leher Luhan membiarkan Luhan mendesah karena perbuatannya.

"Hahhhh~" desah Luhan

"Sebut namaku" perintah Sehun dan dengan sengaja menggigit leher Luhan dan mencubit nipple kanan Luhan dengan keras secara bersamaan

"Sehuu-aaahhhh" desah Luhan kenikmatan karena perlakuan Sehun

"Anak pintar" ucap Sehun kembali mencium bibir Luhan

Sehun sekarang sudah menjilat dengan seksi niple Luhan secara bergantian. Ia benar-benar seperti bayi yang sangat haus karena menghisapnya sangat kencang dan memilinnya tanpa ampun, membuat Luhan meracau kenikmatan dan setengah mengangkat punggungnya.

Luhan yang sudah tidak tahan dengan sensasinya, menjambak rambut Sehun dan menekannya ke dadanya lebih dalam, agar Sehun memperdalam hisapannya. Merasa mengerti dengan maksud Luhan, Sehun dengan senang hati membantu.
Luhan hanya bisa kenikmatan sambil memejamkan matanya.

Setelah puas menghisap dan memilin nipple Luhan. Ciuman Sehun turun semakin kebawah, ia mencium perut Luhan mengecupnya sesekali membelainya membuat Luhan benar-benar kewalahan dengan sensasinya.

"Adik kecilmu ingin dimanjakan Lu" suara Sehun terdengar sangat seksi di telinga Luhan.

"Apa kau ingin?" Tanyanya menggoda,

Luhan hanya mengangguk tidak bisa berbicara karena sekarang Sehun sedang mengocok pelan juniornya

"Memohonlah" perintah Sehun

"S-se-hun.." Ucap Luhan kesusahan

"Iya sayang, bisa kubantu?" Tanya Sehun menggoda Luhan dengan menjilat junior Luhan dengan seksi

"A-aku mo-hon" pinta Luhan tersiksa

"With my pleasure baby" ucap Sehun yang langsung menghisap junior Luhan dengan sekali gerakan. Sehun tidak mengalami kesulitan berarti karena tentu saja ukuran Luhan lebih kecil dibanding miliknya

Sehun mengulum junior Luhan dengan tempo yang bisa membuat Luhan menggila. Luhan bergerak kesana kemari tanda sangat menikmati kuluman Sehun. Ia menjambak rambut Sehun memohon agar tidak menggodanya dengan tempo yang kadang sangat cepat namun terkadang menjadi lambat menyiksa

"A-ahh-ah Se-hunn" desah Luhan

Sehun tersenyum karena sepertinya Luhan akan mencapai klimaksnya

"S-se-huun, aku sam-paii aahhhh" ucap Luhan dan tak lama cairan putihnya keluar. Sehun menelannya dengan cara yang seksi menurut Luhan

"Kau manis sayaang" puji Sehun membuat Luhan merona

"Aku tahu kau lelah, kita langsung saja ya" pinta Sehun dan Luhan pun mengangguk

Luhan yang masih menikmati sensasi klimaksnya lagi-lagi harus menahan nikmat. Karena sekali lagi junior Sehun sudah berada dalam lubangnya.

"N-nikmat Lu" ucap Sehun memejamkan matanya merasakan pijatan dari dinding lubang Luhan

Selesai menikmati sensasinya, Sehun segera menggenjot Luhan perlahan sambil mencium bibir Luhan, tangannya pun sibuk memilin nipple Luhan.

"ah hah ah" keduanya mendesah menikmati. Sehun terus menggenjot Luhan, sampai Luhan membuat gerakan tak terduga
Ia mendorong Sehun dengan sisa tenanganya membuat Sehun tertidur di ranjang.

Luhan diatas sekarang tanpa melepaskan junior Sehun yang sudah tertancap sempurna dilubangnya

"Let me ride you master" ucap Luhan dengan suara yang sangat seksi dan menggoda

"Ourgh, naughty baby eoh, then do it baby" jawab Sehun terengah

Ia memejamkan matanya menikmati setiap gerakan Luhan yang menaik turunkan pinggangnya, membuat junior Sehun beberapa kali keluar namun tertancap semppurna ketika ia menurunkan pinggangnya

"Ahhh~" keduanya menikmati sensasinya lagi sekarang

Luhan terus menaik turunkan pinggangnya dengan sangat cepat membuat Sehun terbuai. Ketika dirasa sudah akan klimaks, Sehun menukar posisi mereka lagi

"I wanna cum inside you with perfect baby" ucapnya menggoda dan Luhan hanya bisa merona

Sehun menggenjot cepat membuat mereka berdua kenikmatin

"Se-sehunnn ak-u akan sam-pai" ucap Luhan yang merasa sudah berkedut dan mendekati klimaksnya

"Together baby" balas Sehun yang ternyata juga sudah akan mencapai klimaksnya

"Ahhhhhhh~" desah mereka berdua ketika sampai pada puncak kenikmatan.

Sehun mengeluarkan juniornya dari lubang Luhan dan kembali ikut berbaring disamping Luhan memeluk dan mendekap tubuh mungil itu

"Kau tahu baby, you're so unpredictable in bed" puji Sehun seraya menggoda Luhan.

"K-kau memuji atau menggodaku" Luhan mengerucutkan bibirnya

"Tentu saja memuji rusa kecil, aku kecanduan dirimu, kau tahu aku benar-benar merasa sangat puas" ucap Sehun jujur membuat Luhan merona

"Kalau kau kecanduan seperti itu, aku rasa kau akan segera mendapatkan bayi dariku" kata Luhan mengelus wajah Sehun dengan sayang

"Tidak usah terburu-buru aku masih menikmati waktu dengan eomma calon bayiku" goda Sehun lagi membuat Luhan tidak berani menatapnya karena malu.

"Tidurlah sayang, kau pasti lelah" ucap Sehun mencium kening Luhan.

"Kau juga Sehun" ucap Luhan seraya membaringkan kepalanya didada Sehun, mendekatkan diri mereka.

Dan sekali lagi ini adalah malam yang sangat indah untuk Luhan karena tidur dipelukan seseorang yang tanpa sadar sudah menguasai hati dan perasaannya.

Ia juga tidak menyangka pertemuannya dengan Sehun yang kurang dari seminggu ini sudah menumbuhkan rasa cinta yang begitu dalam didirinya.

Ia tidak berharap Sehun merasakan hal yang sama. Ia hanya berharap lengan hangat ini terus memeluknya saat ia tidur memberikan rasa nyaman teramat untuknya.

..

..

..

Keesokan paginya Sehun, Luhan, Kai dan Kyungsoo sarapan bersama di kafe dekat apartemen mereka. Luhan sudah membangunkan Sehun pagi-pagi sekali memaksanya untuk mengantarnya ke tempat Kai dan Kyungsoo.

Sehun beranggapan kalau sarapan berdua lebih romantis namun Luhan bersikeras mau sarapan dengan Kyungsoonya.

Dan disinilah mereka sedang bercakap cakap. Terutama Luhan dan Kyungsoo yang membicarakan semua bahkan hal tidak penting sekalipun.

Sehun tersenyum lucu memperhatikan Luhan yang mau tak mau harus memakai sweater yang menutupi lehernya Untuk menutupi jejak cintanya semalam. Ia sempat ribut kecil dengan Luhan yang terus menggerutu kepanasan. Tapi akhirnya mahluk kecilnya bisa ditaklukan dengan ciuman lembut.

"Aku rasa kau sudah menyentuhnya ya?" Bisik Kai yang membuat Sehun mendelik padanya

"Bukan urusanmu" kesal Sehun

"Bagaimana rasanya? Kau ketagihan kan? Bercinta dengan pria tidak kalah dengan wanita kan? Malah aku rasa lebih menikmati saat bercinta dengan pria" goda Kai membuat wajah Sehun memerah

"Arrhhh" ringis Kai tertahan karena Sehun menginjak kakinya

"Diamm aku bilang hitam" perintah Sehun

"Kalau kau mau kesana aku ikut ya hyung" pinta Kyungsoo manja

"Jika ada maunya saja memanggilku hyung dasar Kyungie jelek" ledek Luhan menarik hidung Kyungsoo

"Yaak! Luhan kasian babyku" protes Kai melihat Kyungsoo kesakitan ditarik hidungnya

"Jangan bentak Luhan" kini Sehun yang tidak terima

Luhan dan Kyungsoo terkekeh melihat pemandangan didepan mereka. Sehun dan Kai terus saja beradu argumen tidak jelas mengenai siapa yang salah disini

"Eh Luhannie noona, Kyungie noona" sapa seorang anak kecil dari pintun masuk

Luhan dan Kyungsoo menoleh. Keduanya terkejut sekaligus senang melihat siapa yang datang

"Baekyolieee!" Teriak Luhan dan Kyungsoo berlari menghampiri Baekyeol dan memeluk gemas anak 5 tahun itu

Tak lama kemudian muncul kedua orang tua Baekyeol yang tergesa gesa mengejar anak mereka

"Baekhyun?" Sapa Kyungsoo memeluk Baekhyun yang masih terkrjut melihat Luhan dan Kyungsoo

"Baekhyunie" rengek Luhan yang ikut memeluk Baekhyun

"Kyungie, Luhannie" balas Baekhyun sangat senang bertemu dengan kedua sahabatnya

"Chanyeol?" Sekarang kedua pria yang sedang duduk yang masih memperhatikan dari jauh yang berteriak

"Hey man" sapa Chanyeol menghampiri kedua sahabatnya sambil menggendong anaknya dan menjabat tangan Sehun dan Kai

"Chanyeol sejak kapan Baekhyun mengenal Luhan dan Kyungsoo" tanya Sehun yang memperhatikan Luhan dengan intens

"Mereka teman klub jauh sebelum aku menikahi Baekhyun" cerita Chanyeol

"Oh jadi waktu itu Kyungsoo berkata jika pria istimewa di klub ada 6 orang. Namun yang satu telah berbahagia maksudnya adalah Baekhyun ya" Sehun mulai mengerti arah pembicaraan Kyungsoo waktu itu

"Eh kau bicara apa?" Tanya Chanyeol

"Tidak bukan apa-apa" jawab Sehun asal

"Eh, Sehun dan Kai kan?" Tanya Baekhyun yang kini menghampiri suaminya dan mengenali kedua pria yang sedang berbicara dengannya

"Hay Baek sudah lama sekali sepertinya" sapa Sehun dan Kai menjabat tangan Baekhyun

"Eh kalian saling mengenal?" Tanya Kyungsoo

"Uhmm tentu saja, mereka semua teman SMA ku. Aku juga mengenal istri Sehun" ucap Baekhyun

Mendengar pernyatann Baekhyun Luhan sedikit menegang dan takut kalau sahabatnya akan mengira merebut suami dari temannya.

Sehun dan Kyungsoo menyadari perubahan raut wajah Luhan. Dan dengan bantuan Kyungsoo ia sengaja membawa Luhan duduk disampingnya dan memaksa Kai bergeser ke kursi Luhan

"Kalian berempat sarapan bersama?" Tanya Baekhyun

"Hmmm kami kesini bersama tadi Baek" jawab Kyungsoo

"Noonaa, pangkuuu yeolieee" rengek Baekyeol pada Luhan

"Aigooo uri yeollie imut sekali" gemas Luhan sambil memangku Baekyeol

"Popooo" pinta Luhan dan dengan senang hati Baekyeol menciumnya tepat di bibir merah Luhan

"Panggil eomma, Lu eomma" Luhan mengajarkan pada Baekyeol agar dia memanggilnya eomma

"Luhannie noona" ucap Baekyeol polos membuat tawa pada setiap yang melihatnya

"Anak nakal eoh, menggodaku terus" gemas Luhan menggelitik seluruh badan Baekyeol membuat Baekyeol tertawa sangat gembira

Sehun melihat kejadian menggemaskan itu didepannya, Luhan benar-benar sosok yang selalu membuatnya kagum dan terkejut dalam waktu bersamaan. Dia adalah sosok penyayang dan disukai siapapun termasuk anak kecil. Membuat dirinya bersyukur dipertemukan oleh Luhan

Bagaimana jika itu anakmu Lu? Kau pasti akan sangat menyayanginya, maafkan aku Luhan lirih Sehun dalam hatinya membayangkan bahwa dia akan membuat Luhan berpisah dengan anaknya anak mereka kelak

"Kau tahu anakku selalu seperti itu, menurutnya eommanya hanya Baekhyun dan appa nya hanya aku. Tetapi jika dia melihat pria atau wanita cantik dia akan mengklaim kalau mereka miliknya" kekeh Chanyeol membuat semua terbahak

"Tipikal ayahnya sekali" sindir Kai yang mendapat cubitan dari Kyungsoo.

"Genit sekali eoh" kata Luhan yang masih bercanda dengan Baekyeol

"Umm Luhan Kyungsoo apa besok ada waktu? Aku ingin minta kalian temani berbelanja pakaian Baekyeol, Chanyeol besok sibuk di kantor" ucap Baekhyun menanyakan

"Umm aku bisa, kau bagaimana hyung" tanya Kyungsoo pada Luhan

"Hmm, tentu saja bisa, sudah lama kita tidak pergi keluar bersama" kata Luhan menyetujui

"Kalau begitu kami pamit dulu ya, besok jam 10 kita janjian disini lagi oke?" Ucap Baekhyun yang mengambil Baekyeol dari pangkuan Luhan

"Eoh tentu saja, bertemu besok lagi ya setan kecil" canda Luhan sambil mengecup pipi Baekyeol berkali kali

"Oke, aku pergi dulu, kita juga benar-benar harus meluangkan waktu" ucap Chanyeol memeluk kedua sahabatnya

"Bye noona, bye ahjussi, Baekyeol pamit" ucap Baekyeol lucu yang mendapat lambaian dari keempat orang yang masih sarapan.

"Baekhyun sudah sangat bahagia ya Lu" ucap Kyungsoo iri yang memandangi kepergian Baekhyun

"Benar, dia benar-benar sangat bahagia ditambah kehadiran Baekyeol" balas Luhan yang juga memandangi kepergian Baekhyun

"Baby, kita juga bisa seperti mereka. Kita akan membuat banyak anak jika kau mau" goda Kai merusak suasana

"Hisss dasar hitam jelek, kasian Kyungsoo jika punya anak darimu" gerutu Luhan

"Aniya hyung, anakku pasti akan seksi jika dengan babyku" bela Kyungsoo

"Anakku dan Luhan yang akan menjadi primadona dimanapun" ucap Sehun bangga yang membuat suasana menjadi hening

Anakku dan Luhan? Sehun pasti sudah tergila gila pada Luhan ucap Kai dalam hati

"Eh kenapa? Memang benar kan pada akhirnya anak yang dilahirkan Luhan adalah anak kami berdua" kesal Sehun karena semua mata memandang padanya

Semua hanya tertawa mendengar bantahan dari Sehun. Terkecuali untuk Luhan dia hanya pura-pura tertawa namun hati kecilnya berharap jika memang benar anak mereka akan menjadi primadona dia berharap itu anaknya dan Sehun

"Baiklah Sehun, ayo kita berangkat" ucap Kai mengingatkan Sehun kalau ada rapat penting hari ini

"Hmm, baiklah ayo kalau begitu" balas Sehun

"Aku pamit dulu ya" ucap Sehun pada Luhan

"Biar aku antar ke parkiran" kata Luhan sembari menggandeng lengan Sehun dan langsung membawanya ke parkiran

"Kau hati-hati Sehun" kata Luhan mencium pipi Sehun

"Kau jangan nakal ya kalau aku tidak ada" Sehun menarik pinggang Luhan sehingga jarak mereka hanya 3 cm

"S-sehunn" gugup Luhan

Chu~

Sehun mengecup bibir Luhan dan berlama lama disana

"Aku pergi dulu" ucap Sehun melepaskan ciuman panas mereka

Luhan tersipu dan mengangguk

"Ehmm Sehun" panggil Luhan

Sehun yang sudah membuka pintu mobilnya menutupnya lagi dan menjawab panggilan Luhan

"Apa sayang?" Kata Sehun

"Kau pulang kemana malam ini? Ke rumahmu atau kesini" tanya Luhan takut-takut

Sehun tersenyum sayang dan mengelus rambut Luhan

"Aku belum tahu, tapi nanti aku kabari ya" kata Sehun lembut dan Luhan hanya mengangguk

"Kau hati-hati" ucap Luhan lagi dan melambaikan tangan saat mobil Sehun sudah pergi

Kau bahkan baru pergi, tapi aku sudah merindukanmu lirih Luhan

..

..

..



Keesokan paginya di apartemen Sehun, tampak Luhan yang tidak begitu bersemangat, Sehun tidak pulang ke apartemen semalam dan dia juga tidak mengabari Luhan.

Luhan benci jika dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi memang dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak bisa protes tentang Sehun yang tidak mengabarinya, tidak bisa memaksa Sehun untuk menemaninya setiap hari karena memang Sehun tidak bisa. Ia mencoba menerima semuanya sekarang. Dan lagi-lagi korban dari perasaan nya yang sakit adalah hatinya.

Aku bisa gila seperti ini terus kesal Luhan dalam hati

Ting tong!

Luhan terkaget dan berharap itu Sehun. Tetapi mengingat ini jam kantor Sehun, dia tidak berharap itu Sehun

Cklek! Dan ternyata memang bukan Sehun

"Luhannie, kenapa tidak bersemangat seperti itu" ucap Kyungsoo yang langsung memeluk Luhan

"Tidak apa Kyung, aku baik-baik saja" Luhan berbohong

"Kau kenapa pagi-pagi kesini?" Tanya Luhan

"Isshh, kau lupa ? Kita ada janji dengan Baekhyun" ucap Kyungsoo mengingatkan

"Ah, kau benar baiklah aku bersiap dulu, kau tunggu ya" kata Luhan masuk kekamar dan mengganti pakaiannya

Dia pasti merindukan si manusia es itu tebak Kyungsoo dalam hatinya

Flashback

"Lu ini sudah malam, jangan menunggu disini lagi mungkin dia tidak pulang" rayu Kyungsoo pada Luhan yang bersikeras menunggu Sehun di luar apartemen

"5 menit lagi mungkin" ucap Luhan meyakinkan diri sendiri

"Lu, 5 menitmu sudah 1 jam dengan ini, ayolah masuk disini dingin" kata Kyungsoo yang membenarkan jaketnya dan jaket Luhan

"Kau masuk saja Kyungie, sebentar lagi kalau dia tidak ada aku pergi" balas Luhan lagi

Mereka menunggu sudah hampir 2 jam dan Sehun belum datang. Kyungsoo sudah mulai kesal dan membujuk Luhan lagi

"Lu sudah 2 jam kita disini ayo masuk" Kyungsoo tidak membujuk lagi sekarang ia menarik Luhan kedalam

"Shireo Kyung, kalau kau mau masuk, masuk saja, aku akan menunggu disini dia bilang akan mengabariku jika tidak pulang, sampai sekarang dia tidak mengabariku berarti dia akan pulang" ucap Luhan keras kepala

"Kau berharap apa Lu? Dia punya istri dirumahnya, dan lagi dia tidak bisa menemanimu terus disini. Sadarlah kau bukan siapa-siapa Sehun. Jangan terlalu dalam mencintainya" teriak Kyungsoo yang sudah benar-benar kesal sekarang

Luhan terdiam dengan ucapan Kyungsoo. Ingin sekali ia tidak membenarkan ucapan temannya itu. Tapi semua yang dikatakan Kyungsoo adalah benar dan nyata. Dia hanya tertunduk sedih karena kebodohannya dan karena hampir saja membuat Kyungsoo marah padanya

"Aku menyedihkan ya?" Tanya Luhan

"Hmm sangat, hatiku sangat melihatmu seperti ini Lu" ucap Kyungsoo yang merasa menyesal membentak Luhan barusan

"Maafkan aku Kyungie" sesal Luhan memeluk Kyungsoo

"Aku juga minta maaf Lu" ucap Kyungsoo tulus

"Sekarang kita masuk ya?" Tanya kyungsoo dan Luhan mengangguk

Sampai didepan pintu apartemennya Kyungsoo ingin sekali menemani Luhan malam itu, tetapi Luhan menolak dia mengatakan dia tidak apa-apa dan ingin tidur sendiri. Karena hal itu membuat Kyungsoo tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya menyuruh Luhan untuk cepat istirahat, dan Luhan mengangguk lemah.

Tapi Kyungsoo berani bertaruh sebelum ia menutup pintu apartemen Luhan, dia mendengar suara isakan yang iya yakini itu adalah Luhan.

Istirahatlah Luhannieku, jangan bersedih gumam Kyungsoo yang membiarkan Luhan sendiri karena memang Luhan membutuhkan waktunya sendiri

End of Flashback

"Aku sudah siap Kyungie" ucap Luhan yang sudah bersemangat. Ia memakai sweater dan topi koala yang membuatnya semakin imut dan menggemaskan

"Uri Luhannie berusia berapa eoh? Memakai topi koala dan menjadikanmu sangat imut" gemas Kyungsoo

"Berhenti menggodaku jelek" ucap Luhan kesal mencubit pipi Kyungsoo

"Kajja kita pergi" Kyungsoo menarik Luhan pergi menuju temppat yang sudah mereka janjikan.

Mereka sudah sampai di salah satu toko pakaian. Baekhyun dan Kyungsoo sibuk memilih pakaian, sedangkan Luhan asyik bermain dengan Baekyeol

"Lu eomma" ucap Baekyeol akhirnya yang menyerah karena Luhan terus menggelitiknya.

"Apa anak nakal" tanya Luhan yang tanpa ampun mengejar Baekyeol dan membuat anak itu berlari kencang.

BUGH!

Baekyeol terjatuh karena terlalu cepat berlari, membuatnya menangis sangat keras. Luhan yang melihat dari jauh berlari panik, tapi sebelum ia sampai ke tempat Baekyeol, ada pria tinggi berbadan besar yang menggendongnya. Luhan makin panik karenanya ia takut Baekyeol diculik

"Yaaaak! Kau turunkan anakku" teriak Luhan saat mendekat pada Baekyeol. Pria tinggi berbadan besar itupun menoleh kearah Luhan dan keduanya terdiam

"Luhan?!" Ucap pria tersebut

"Ya Tuhan, Krisss" balas Luhan dengan mata yang berkaca kaca

Pria yang bernama Kris itu menurunkan Baekyeol dan segera menghampiri Luhan memeluknya.

"H-hikss sudah lama sekali rasanya" ucap Luhan menangis

"Hmm,, maafkan aku baby Lu maafkan aku baru bisa datang kepadamu setelah sekian lama" ucap Kris menyesal

"E-eh Luhan kan?" Sapa seorang wanita didampingi seorang pria yang kehadirannya semalam sangat ditunggu oleh Luhan

"M-minji" kata Luhan gugup dan ia semakin gugup saat matanya menatap ke arah Sehun yang menatapnya berkilat menahan amarah karena baru saja memergoki ia berpelukan dengan Kris

Ini tidak bagus batin Luhan

To be continued :D


mana suaranya yang suka Sehun dibuat Gerah hhhahahhaahaaa... Tunggu cerita selanjutnya yak :D

terimakasih semua buat review, follow dan favoritenya

RnR nya yaaaa hhehehehe :D