Our Tomorrow
Main Cast : Oh Sehun Dan Xi Luhan and others
Genre : Romance, Family, Hurt
Rate : T-M
Length : Chapter
YAOI. Typo (s). M-preg.
HUNHAN STORY!
Kau menawarkan padaku "apapun dan berapapun". Bolehkah aku menolaknya dan meminta hatimu sebagai gantinya
-Luhan
Aku seperti bukan diriku jika berada disampingmu. Aku merasa jika tidak ada kau disekitarku aku akan secara otomatis mencarimu. Apakah aku benar telah jatuh hati padamu?
-Sehun
Sehun POV
Hari ini aku benar-benar dibuat jengkel oleh istriku. Semalam ia memintaku untuk tidur dirumah dan tentu saja aku menyetujuinya. Tapi ketika akan memberitahu Luhan bahwa aku tidak bisa ke apartemen malam ini, dia merebut ponselku dan berkata kalau Luhan tidak perlu diberitahu. Ketika aku tanya kenapa dia mengatakan karena Luhan tidak penting. Selain karena alasan anak kami, aku tidak perlu berhubungan dengan Luhan katanya.
Aku sempat protes dan akan merebut ponselku kembali, setelah berhasil mendapatkannya Minji menangis seolah sedang memergoki aku selingkuh. Ia menangis sangat keras dan melempar apapun yang ada disampingnya. Saat aku bertanya dia kenapa dia mengatakan kalau aku sudah berubah karena terlalu lama bersama Luhan.
Aku merasa bersalah dengan penuturannya dan memeluknya, dia menangis di pelukanku semalaman.
"Sehun, kau tidak sedang menyukai Luhan kan?" Tanya Minji sambil terisak
Aku hanya bisa terdiam mendengarnya. Itu pertanyaan yang paling aku hindari saat ini. Perasaanku pada Luhan tentu saja berbeda tidak bisa dibilang biasa saja, tapi aku tidak mungkin memberitahu Minji
"Kenapa bertanya seperti itu sayang" kataku sambil terus memeluk Minji
"Kau begitu berbeda! Kau jadi jarang pulang, jarang meneleponku aku benciiiii" teriaknya dalam pelukanku
"Berjanjilah setelah ia hamil, kau tidak akan terlalu peduli padanya lagi. Kau hanya perlu peduli pada anaknya, anak kita" tuntut Minji padaku
Karena merasa aku tidak meresponnya dia kembali menangis dan berontak dipelukanku
"Ssttt sayang sudah jangan menangis, tentu aku akan fokus pada bayinya nanti" aku menenangkan Minji
Dan Luhan, aku tidak mungkin tidak peduli padanya. Bahkan ketika kau sedang menangis sekarang, pikiranku terus tertuju padanya aku takut dia sedang menungguku di luar ucapku dalam hati
"Sekarang kita tidur ya" aku membujuk Minji
"Tapi ponselmu aku pegang sampai besok pagi" tuntutnya lagi dan aku hanya bisa mengangguk
Aku akan merindukanmu Lu pikirku
Dan pagi harinya ketika aku akan berangkat kekantor, Minji memintaku menemaninya belanja keperluan anak. Luhan bahkan belum bilang dia hamil,tapi Minji bersikeras mengatakan bahwa mungkin sebentar lagi Luhan akan segera hamil. Dia terus merajuk sampai akhirnya aku tidak bisa menolak
Dan disinilah kami, disalah satu toko perlengkapan yang menjual kebutuhan anak-anak.
Dia terus bertanya apa yang aku inginkan, apakah anak kami seorang pria atau wanita. Aku menjawab apa saja tidak masalah. Minji juga berfikir seperti itu dan akhirnya membeli semuanya sepasang
Ketika sedang memilih aku seperti melihat sosok yang aku rindukan yang sedang menggendong anak kecil. Itu adalah Baekyeol jika tebakanku benar.
Tak lama muncul Baekhyun dan Kyungsoo yang menyapaku dan Minji. Tatapan Kyungsoo sudah sangat ingin membunuhku sekarang. Berarti dugaanku benar pasti Luhan tidak tidur dengan baik semalam. Dan berarti benar jika sosok yang tadi aku lihat adalah Luhan
Baekhyun dan Kyungsoo berbicara seperlunya dengan Minji Dan Bekhyun bertanya mereka membeli keperluan untuk anak siapa ketika Minji menjawab anak kami respon Baekhyun sungguh sangat menakutkan untukku.
"Ah anakmu yang akan kau dapatkan dari Luhan ya?" Tanya Baekhyun dengan nada tidak bisa ditebak
Karena pertanyaan itu membuat Sehun yakin kalau Baekhyun sudah tau tentang perjanjiannya dengan Luhan
Aku sibuk berbicara dengan mereka, untuk mencegah Minji berbicara yang tidak-tidak tentang Lucan ataupun dirinya. Disamping itu, Minji memang suka sekali berbicara yang membuatku kehilangan sosok mungilku. Tapi aku berniat sebelum pergi kekantor aku akan mampir ke apartemen untuk sekedar melihat keadaannya dan menciumnya.
"Yah akan aku lakukan itu" ucapku sambil tersenyum
Setelah berpamitan dengan Baekhyun dan Kyungsoo, Minji mengajakku berputar lagi, aku hanya mengikutinya sambil melihat sekeliling sampai aku merasakan Minji berhenti berjalan dan menyapa seseorang
"Luhan kan?!" Tanya Minji.
Ketika nama yang sangat aku rindukan saat ini disebut. Akupun langsung menoleh mencari sosok Luhan
DEG!
Apa ini? Siapa dia? Kenapa mereka berpelukan? Dan kenapa Luhannya menangis
Aku benar-benar menahan marah saat ini. Ada perasaan yang sangat mengganjal dan tidak suka melihat Luhan dipeluk selain oleh dirinya dan Kyungsoo.
Ketika Luhan menatapku aku hanya bisa menatapnya dengan perasaan marah dan tidak suka yang teramat. Aku bisa melihat kalau Luhan sedang ketakutan sekarang
End of Sehun POV
"I-iya Minji ini aku" jawab Luhan gugup menghindari tatapan Sehun.
"Eomma gendong yeollie" pinta Baekyeol pada Luhan yang sedang terdiam
"Eomma? Dia memanggilmu eomma?" Tanya Minji lagi ada nada meremehkan disana
"Dia anak Baekhyun kau kenal Baekhyun kan?"Tanya Luhan sambil menggendong Baekyeol
"Tentu saja, kami baru saja bertemu" ucap Minji
Melihat Luhan yang kerepotan menggendong Baekyeol, Kris membantunya dengan membujuk Baekyeol agar mau digendong olehnya dan Baekyeol dengan senang hati berpindah gendongan dari Luhan ke Kris. Karena gendongan Kris lebih nyaman tentunya
"Ini pacarmu?" Tanya Minji tiba-tiba membuat Luhan semakin tergagap dan bingung harus menjawab apa. Sehun juga menjadi tegang menunggu jawaban Luhan
"Sekarang belum, nanti aku satu-satunya yang akan menjaga pria mungil ini" ucap Kris lembut mengelus rambut Luhan dengan sayang.
Lemas, itu yang Luhan rasakan sekarang. Ia takut Sehun akan marah dan berfikir macam-macam. Ingin rasanya ia lari dari tempat itu dan berteriak dia sudah tidak tahan lagi dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Sayang ayo kita pergi, tidak baik mengganggu pasangan didepan kita" ucap Sehun dengan nada yang sangat menakutkan
"Baiklahh,, ah Luhan mungkin malam ini Sehun tidak akan pulang lagi, aku masih merindukannya" ucap Minji juga dengan nada kepemilikannya atas Sehun
"Aku pulang kemana? Aku hanya punya satu rumah dan itu hanya denganmu. Apartemen hanya tempat perjanjian saja kan" ucap Sehun dengan sombongnya
Luhan benar-benar akan menangis sekarang. Ini bukan Sehunnya. Sehunnya tidak akan berbicara sekasar itu padanya
"A-aku ke toilet dulu" pamit Luhan tergesa gesa
Di toilet Luhan hanya menangis menahan sakit yang tak tertahankan yang ia rasakan, ia menyalakan air keran sambil mengusap wajahnya kasar untuk menghentikan air matanya terus menerus keluar.
"Sehun bodoh menyebalkan, Sehun bodoh, Sehun bodoh" gerutu Luhan berkali kali. Hanya kalimat itu yang bisa keluar dari mulutnya saat ini.
Ia begitu rindu Sehun tapi yang ia dapati hari ini hanya pernyataan yang ssangat menyebalkan dari Sehun. Sesekali ia menatap dirinya di cermin, ia benar-benar merasa seperti murahan sekarang, berharap dicintai oleh Sehun
Kau benar-benar menyedihkan Luhan lirihnya yang untuk sekali benci pada dirinya sendiri
Luhan terus mengusap wajahnya dengan kasar menggunakan air sampai gerakannya dihentikan oleh seseorang
Luhan sekarang sedang berada dipelukan seseorang, ia merasa pusing dengan semuanya. Ia membiarkan lengan ini memeluknya setidaknya ada yang harus menghibur kesedihannya
"Kau kenapa eoh? Ke kamar mandi lama sekali? Dan apa yang kau lakukan? Kenapa mengusap wajahmu dengan kasar, lihat mukamu sudah memerah Lu" ucap pria tersebut yang ternyata Kris
"K-kriss" kata Luhan melepaskan pelukannya dan menatap orang yang baru saja memeluknya
"Hmm ini aku, kau berharap siapa?" Tanya Kris bingung
Sehun aku harap kau Sehun lirih Luhan dalam hati
"Luhan kau menangis? Matamu sembab sekali" tanya Kris yang kini sudah mengusap wajah Luhan
"T-tidak aku tidak menangis. Mungkin karena aku terlalu kasar mengusapnya tadi" kata Luhan mencari alasan
"Kau akan baik-baik saja, aku sudah disini Lu" kata Kris memeluk Luhan lagi, kali ini Luhan membiarkannya karena memang ia membutuhkan dirinya untuk dibuat menjadi tenang
Mereka tidak menyadari jika ada sepasang mata yang memperhatikan dan mendengarkan mereka. Mereka juga tidak menyadari betapa inginnya orang itu yang memeluk mahluk kecilnya. Mereka tidak menyadari bahwa orang yang melihat mereka sudah sangat marah melihat rusa kecilnya dipeluk dan ditenangkan oleh orang lain selain dirinya
Yeah, mereka tidak tahu bahwa Oh Sehun sedang dibakar rasa cemburu yang teramat.
Sehun yang merasa sudah cukup melihat pemandangan itu pergi dengan rasa bersalah dan kesal yang sama besarnya.
..
..
..
"Astaga Luhannie kau kenapa? Apa yang terjadi? Kau bertemu dia?" Tanya Kyungsoo panjang lebar setelah melihat kondisi Luhan yang sangat berantakan
"Kau tidak berubah ya Kyung? Biarkan Luhan istirahat dulu" ucap Kris yang muncul dibelakang Kyungsoo. Kyungsoo segera menoleh darimana asal suara itu dan terpekik kaget melihat siapa yang menegurnya
"Kriss hyung!" Teriak Kyungsoo terkejut dan secara otomatis juga memeluk Kris sama seperti reaksi Luhan saat pertama kali bertemu
Luhan yang melihat pemandangan didepannya mau tak mau tersenyum karena memang setelah sekian lama akhirnya mereka bertiga bisa berkumpul lagi.
Flashback
Kyungsoo kecil sedang menangis dipojokan, karena hari ini merupakan hari pertamanya tinggal dipanti asuha. Kyungsoo ditinggalkan begitu saja oleh orangtuanya di taman bermain. Dia sangat takut dan ingin pulang sampai akhirnya Luhan kecil menghampirinya
"Kau kenapa menangis?" tanya Luhan kecil menggemaskan
Kyungsoo menoleh padanya dan menjawab dengan sesunggukan
"I-ini dima-na? Kyu-ngie ingin pulang huwaaaa" tangisan Kyungsoo semakin menjadi
"Ini rumah, kau tidak perlu takut ada aku disini" ucap Luhan memeluk Kyungsoo
"Kau siapa?" Tanya Kyungsoo kecil
"Aku Luhan. Kau siapa? Usiamu berapa" Tanya Luhan lagi
"Aku Do Kyungsoo, aku berusia 5 tahun" kata Kyungsoo imut
"Kalau begitu kau dongsaengku, aku akan menjagamu mulai dari sekarang aku janji" kata Luhan memberikan jari kelingkingnya
"Berjanjilah tidak akan pernah meninggalkan aku" kata Kyungsoo terisak
"Aku ber-jan-ji" balas Luhan dan mengaitkan kelingkingnya dengan Kyungsoo
"Eh Lu? Itu siapa?" Tanya seorang anak kecil namun badannya lebih besar
"Krissieee, aku perkenalkan dia adikku mulai dari sekarang namanya Do Kyungsoo" kata Luhan bersemangat
"Kalau begitu kau adikku juga Kyungsoo karena Luhan adikku" kata Kris bersahabat
Kyungsoo yang sudah merasa tidak sendirian sangat senang dan sangat bahagia. Dia tidak peduli lagi orangtuanya meninggalkannya. Ia bahkan tidak mau bertemu lagi dengan mereka. Yang ingin ia lakukan sekarang ialah hidup dengan kedua hyungnya mulai dari hari ini
Seiring berjalannya hari mereka semua tumbuh menjadi remaja. Luhan dan Kyungsoo tumbuh menjadi sosok tampan yang imut Kris tumbuh menjadi pria tampan yang gagah.
Dan seiring berjalannya waktu juga perasaan yang Kris alami berubah untuk Luhan. Dia menjadi bersemangat jika melihat Luhan. Setiap Luhan marah itu hanya terlihat imut dimatanya. Kris menyukai segala sesuatu yang berkaitan dengan Luhan
Jantungnya berdebar kalau Luhan menggenggam tangannya padahal itu hal yang biasa mereka lakukan.
"Kyung aku rasa aku menyukai Luhan" kata Kris bercerita pada Kyungsoo
"Aku juga" jawab Kyungsoo tanpa ragu
Kris tertawa "bukan, bukan menyukainya sebagai adik" ucapnya menjelaskan
"Lalu sebagai apa?" Tanya Kyungsoo bingung
"Kau tahu aku mencintainya seperti benar-benar rasa cinta" kata Kris malu-malu
"Whoaaa, kalau begitu Luhan menemukan orang yg tepat, hyung cepat nyatakan" perintah Kyungsoo yang membuat Kris tambah bersemangat.
"Menurutmu apakah dia juga menyukaiku" tanya Kris
"Entahlah hyung dia selalu bilang menyayangi kita bedua tapi klo perasaan yang lebih padamu aku kurang tahu, lebih baik kau ungkapkan agar kau tahu isi hatinya" Kyungsoo memberi saran dan ditanggapi Kris menyetujui ide Kyungsoo dengan senang hati.
Pada ulang tahun Luhan yang ke 16 Kris berencana akan mengungkapkan perasaanya pada Luhan dia sangat berharap kalau Luhan mempunyai perasaan yang sama dengannya
"Whoaaa kalian berdua hidupku" seru Luhan karena tepat jam 12 malam Kris dan Kyungsoo membawanya ke taman panti dan menyalakan kembang api serta memakan kue buatan Kyungsoo yang sangat lucu.
"Luhanniee sukaaa?" Tanya Kyungsoo penuh harap
"Sangat Kyungie" ucap Luhan menghambur memeluk adik kecilnya.
"Ummmh, Luhan apa bisa kita bicara sebentar?" Tanya Kris pada Luhan
"Eoh, tentu saja Krisiee ada apa memangnya?" Tanya Luhan
"Kris hyung punya hadiah yang menarik untukmu" bisik Kyungsoo pada Luhan yang membuat Luhan semakin bingung
"Aku pamit dulu" kata Kyungsoo menambahkan
"Yaak! Kenapa kau pulang duluan, nanti kau tersesat ini sudah malam kyung" protes Luhan yang memang semenjak ia mengenal Kyungsoo, ia benar-benar tidak mengizinkan Kyungsoo jauh darinya
"Luhannie sayang, aku sudah 15 tahun dan aku tidak akan terseat karena aku besar disini, jangan konyol" gemas Kyungsoo mencubit pipi Luhan dan langsung berlalu pergi
"Kris, Kyungsoo kenapa bertindak aneh? Ini kan ulangtahunku harusnya kita bersama lebih lama. Atau jangan-jangan" ucap Luhan menggantung
"Jangan-jangan apa?" Tanya Kris yang merasa Luhan sangat imut
"Jangan-jangan Kyungsoo sudah menyukai seseorang. Andwae! Itu tidak boleh terjadi Kyungsoo hanya milikku" ucap Luhan berteriak mengerikan
"Lu, Kyungsoo tidak punya pacar tenang saja" kata Kris yang merasa Luhan sudah sangat cerewet
"Benarkah?" Kata Luhan meyakinkan, Kris hanya mengangguk
"Lalu kau mau bicara apa?" Tanya Luhan lagi
"aku ingin kau membuka ini dulu" kata Kris sambil menyerahkan kadonya pada Luhan
Luhan dengan senang hati membukanya, namun kemudian ia terkejut karena Kris menghadiahkannya sepasang cincin
"Kris ini apa?" Tanya Luhan bingung
"Lu, aku ingin mengikatmu sebagai seseorang yang spesial untukku. Bolehkah?" Tanya Kris
"Maksdumu bagaimana? Tak perlu kau katakan kau juga spesial untukku" balas Luhan yang semakin bingung
"Kau dan Kyungsoo spesial untukku tentu saja" tambah Luhan
"Bukan yang seperti itu Lu, aku tahu ini terlalu cepat, aku menyukaimu bukan sebagai adikku, tapi sebagai seseorang yang spesial, aku ingin kau selalu bersamaku selamanya" ucap Kris menjelaskan
Luhan tahu pembicaraan ini mengarah kemana, ia tahu maksud dari ingin bersamamu selamanya adalah artinya Luhan hanya miliknya tidak boleh berinteraksi pada siapappun
Luhan belum siap akan semua ini, ia mempunyai teman yang mempunyai kekasih, tapi kemudian kekasihnya membuangnya membuatnya sangat hancur. Luhan tidak mau seperti itu
Lagipula ia sudah menganggap Kris sebagai kakanya, dia tidak bisa memiliki perasaan lebih dari itu. Dirinya, Kris dan Kyungsoo selamanya adalah keluarga dan tidak bisa terpisah hanya karena salah satu dari mereka memiliki hubungan khusus
"Kris, maaf aku tidak bisa" lirih Luhan
"Kita tumbuh bersama, senang dan susah bersama, aku tidak bisa tanpamu dan Kyungsoo. Tapi aku menganggap kalian sudah seperti saudara untukku, kau sudah seperti hyung untukku" ucap Luhan perlahan bergetar ia takut menyakiti perasaan Kris
"Beri aku satu kesempatan" pinta Kris
Luhan menghambur memeluk Kris, ia meminta maaf dan menangis karena memang ia tidak bisa. Ia takut Kris tersakiti karenanya.
"Maaf Kris, Maafkan aku tidak bisa" ucap Luhan terisak
Kris melepaskan pelukan Luhan dan meminta Luhan untuk menatap matanya
"Lu kenapa menangis?" Tanya Kris yang tampaknya sedang menahan kecewanya karena baru saja ia ditolak cinta pertamanya
"A-aku taku kau marah" ucap Luhan masih menangis
Kris menghapus air matanya dan tersenyum
"Setidaknya aku tahu, aku siapa untukmu, tidak apa jangan menangis, aku tidak apa-apa" jawab Kris sangat lembut
Luhan meminta maaf dan memeluk Kris sangat erat, ia benar merasa lega jika Kris tidak marah kepadanya
Sejak kejadian malam itu, Kris berubah sikap kepada Luhan, ia seolah menghindar dari Luhan, bukan hanya Luhan yang ia hindari tetapi Kyungsoo juga. Itu benar-benar membuat keduanya sangat bingung dan sedih
"Dasar kau bodoh, tentu saja dia marah, kau cinta pertamanya lulu sayang dan kau menolaknya" ucap Kyungsoo gemas karena pertanyaa Luhan yang terus menerus mengatakan mengapa Kris menghindari mereka
"Aku harus bicara padanya" ucap Luhan bersemangat dan meninggalkan Kyungsoo begitu saja
Di perjalanan ingin menemui Kris, Luhan melihat ada pasangan yang datang ingin mengadopsi anak. Karena penasaran Luhan menghamipiri ruangan Kepala panti asuhan, nyonya Kim
"Jadi Kris, apa benar kau mau diadopsi oleh tuan dan nyonya Wu?" Tanya nyonya Kim
"Hmm aku bersedia, lagipula 2 bulan lagi usiaku 18, mau tak mau aku harus keluar darisini. Nyonya dan tuan Wu sangat baik memilihku untuk diadopsi" ucap Kris berterimakasih
Luhan mendengar semuanya, semua terlalu jelas untuknya. Kris akan pergi meninggalkan dirinya dan Kyungsoo. Luhan sangat kecewa pada kris, bukankah mereka bertiga mempunyai janji akan hidup bersama setelah keluar dari panti. Kris akan keluar terlebih dahulu, disusul Luhan kemudian Kyungsoo. Lalu kenapa Kris bersika egois seperti itu, kenapa ia tega meninggalkan dirinya dan Luhan
"Tidak bisa, kalian tidak bisa membawa Kris aku tidak setuju" teriak Luhan yang langsung masuk tanpa mengetuk pintu
"Luhan, jaga sikapmu" teriak nyonya Kim
"Kalian tidak bisa membawa kris aku mohon jangan bawa dia" ucap Luhan memohon sambil menangis
"Lu" lirih Kris
"Ini keputusanku" tambah Kris sangat menyesal
"Kau menyebalkan Kris, kau pembohong, kau tidak menyayangiku dan Kyungsoo" teriak Luhan dan berlalu pergi dari ruangan itu
Luhan berlari kencang, semua kenangan mereka bertiga terasa menyakitkan untuknya sekarang. Jika Kris pergi maka dia satu-satunya yang menjaga Kyungsoo. Jika Kris pergi tidak ada lagi yang menjadi sandaran dirinya. Jika Kris pergi
Bugh!
Luhan terjatuh karena berlari sangat cepat, ia menangis sangat tersedu ia tidak bisa membayangkan semua ini
"Hyung kau kenapa?" Teriak Kyungsoo karena Luhan jatuh tepat didepan kamar mereka
"Kyungieee, Kris akan pergi, dia jahat, dia meninggalkan kita" ucap Luhan tersedu dipelukan Kyungsoo
"K-kau bilang apa hyung? Kenapa Kris hyung pergi?" Tanya Kyungsoo
"Ia diadopsi Kyung, dan dia setuju, aku benci dia" isak Luhan
"Lu kita butuh bicara" ucap seseorang yang suaranya tidak ingin Luhan dengar sekarang
"PERGI KAU, AKU BENCI KAU!" Teriak Luhan
"Kyung, bisa tinggalkan kami?" Tanya Kris
Kyungsoo bingung harus bersikap bagaimana. Luhan sedang sangat marah saat ini
"Aku tidak akan menyakitinya" Kris meyakinkan Kyungsoo
"Tentu" ucap Kyungsoo menyetujui "semua akan baik-baik saja hyung" bisik Kyungsoo pada Luhan
Kyungsoo telah pergi meninggalkan Kris dan Luhan berdua
"Lu" panggil Kris berdiri dihadapan Luhan
Tidak ada jawaban,
"Luhan" panggil Kris lagi
Luhan masih tidak menjawab
"Aku terpaksa melakukan ini Lu ini demi kebaikan kita" lirih Kris
"Apa karena waktu itu aku menolakmu Kris? Jika iya maka aku menerimamu sekarang, aku milikmu, aku mohon jangan tinggalkan aku dan Kyungsoo" ucap Luhan menangis
"Bodoh, tidak seperti itu jika menerima seseorang" kata Kris yang memeluk Luhan. Luhan sudah nampak tenang sekarang
"Kau meninggalkan kami Kris" ucap Luhan menangis dipelukan Kris
"Aku harus Lu" jawaban Kris masih sama
"Kenapa?" Tanya Luhan menatap Kris
"Mereka baru saja kehilangan anak mereka Lu. Nyonya Wu mengatakan kalau aku mirip putranya. Kami bertemu di supermarket dekat sekolah kita, ia sedang berlibur ke Korea
"Apa maksudmu sedang berlibur ke Korea?" Tanya Luhan yang perasaannya mulai tidak enak
"Aku akan pindah ke China Lu, rumah mereka disana, aku akan menetap disana, aku janji akan kembali untukmu dan Kyungsoo" ucap Kris sambil memeluk Luhan
Luhan meronta dalam pelukan Kris ia marah sangat marah pada Kris bukan hanya pergi ia juga meninggalkan dirinya dan Kyungsoo
"Kau keterlaluan Kris" teriak Luhan yang langsung menutup pintu kamar dengan sangat keras
"Lu, maafkan aku" lirih Kris yang berusaha meminta maaf namun Luhan terus berteriak memintanya untuk pergi
"Hyung, bisa kau tinggalkan kami berdua?" Tanya Kyungsoo yang tampaknya mendengarkan semua pembicaraan Luhan dan Kris, matanya sembab dan Kris tahu kalau Kyungsoo juga tidak kalah kecewa dengan Luhan.
"Kyung, aku minta maaf, aku berangkat besok pagi, aku harap kalian mau mengantarku ke bandara" ucap Kris yang sudah menangis melihat kedua orang yang tumbuh bersamanya sangat kecewa.
"Kami usahakan, pergilah" ucap Kyungsoo bergetar dan masuk kedalam kamarnya dan Luhan
Keesokan paginya di bandara hanya Kyungsoo yang mengantarnya. Luhan tidak mau mengantar kepergiannya dengan alasan apapun.
"Kyungie, terimakasih sudah mau mengantarkan hyung, jaga dirimu baik-baik ya, hyung menyayangimu dan Luhan" ucap Kris mengusap kepala Kyungsoo dengan sedih.
Kyungsoo hanya terdiam tak ada jawaban darinya
"Kris kita siap berangkat" ucap tuan Wu memanggilKris
"Baiklah hyung harus berangkat, kau dan Luhan harus saling menjaga ya, aku menyayangi kalian" pamit Kris pada Kyungsoo
Ketika Kris hendak pergi Kyungsoo memeluknya erat
"Apa kau akan kembali?" Isak Kyungsoo
"Apa kau akan melupakan kami?" Tambah Kyungsoo sangat sedih
Kris tersenyum dan membalas pelukan Kyungsoo
"Aku akan kembali" janji Kris pada Kyungsoo
Kyungsoo melepaskan pelukannya "kami pegang janjimu" ucapnya "hati-hati hyung" kata Kyungsoo yang sudah menerima kepergian Kris
"Hmmm, titip salam untuk Luhan" katanya lagi berpamitan
Kau harus kembali Kris, aku menunggu ucap Luhan yang ternyata bersembunyi mengantar kepergian Kris
End of flashback
"Kau semakin imut saja Lu" ucap Kris yang terus menggoda Luhan karena makan dengan mulut yang penuh
Luhan, Kyungsoo dan Kris kini sedang makan malam bersama di tempat favorit mereka sewaktu kecil.
"K-kau bwr-isik Kris" Luhan menggumam tidak jelas
"Biarkan saja hyung, dia lapar setelah menangis" sindir Kyungsoo mencubit pipi Luhan
Luhan memelotot padanya yang dibalas cengiran oleh Kyungsoo
"Aku berniat mencari kalian besok aku sudah seminggu di Korea, tapi belum punya waktu untuk mencari kalian, ah Tuhan memang baik" kata Kris mengusap kepala Luhan dan Kyungsoo yang dibalas senyuman oleh kedua dongsaengnya
"Kalian berdua ikut tinggal denganku ya, aku sudah membeli rumah untuk kita bertiga" tambah Kris
Luhan tersedak makanannya dan Kyungsoo memucat karena tegang
"Lu makan yang benar" perintah Kris "dan kau Kyung jangan melotot seperti itu" tambah Kris
"Ada apa dengan kalian?" Tanya Kris curiga
"Kami tidak bisa tinggal bersamamu hyung" jawab Kyungsoo takut-takut
"Kenapa?" Tanya Kris penasaran
"Aku tinggal dengan kekasihku, sedangkan Luhan hyung dia mempunyai perjan- arwhhh" kata-kata Kyungsoo terputus karena Luhan menginjak kakinya
"Karena Luhan apa?" Tanya Kris lagi
Kyungsoo sedang mencari-cari alasan, namun dia merasa tertolong ketika Luhan membantunya
"Karena kami tinggal dengan kekasih kami" ucap Luhan cepat
"Kau punya kekasih Lu?" Tanya Kris suaranya sekarang nampak kecewa
"A-aku punya tentu saja" gugup Luhan berbohong
"Hyung aku dan Luhan hyung harus pulang, kekasih kami mencari kami" ucap Kyungsoo membantu Luhan
"Aku antar kalian, aku harus bertemu dengan kekasih kalian" kata Kris penuh rasa penasaran
"Andwaee!" Teriak Luhan dan Kyungsoo bersamaan
"J-jangan hari ini Kris, kau pasti bertemu dengan mereka nanti" janji Luhan
"Setidaknya aku harus tahu dimana kalian tinggal" Kris menarik Luhan dan Kyungsoo ke mobil
Didalam perjalanan mereka bertiga hanya diam. Luhan berfikir bagaimana reaksi Kris jika dia tahu apa yang sedang dia lakukan saat ini. Luhan sangat takut memikirkannya.
"Ini tempatnya?" Tanya Kris
"Iya hyung ini tempatnya, kekasih kami berdua sahabat dekat jadi mereka memang memiliki apartemen yang berdekatan" jawab Kyungsoo
"Luhan hyung, ayo turun" ajak Kyungsoo
Luhan entah mengapa menjadi ragu untuk masuk apartemen Sehun, mengingat Sehun sepertinya sangat marah pada dirinya. Dirinya hanya menatap kosong kedepan,
Aku benar-benar rindu padamu lirih Luhan
"Baiklah" jawab Luhan tak yakin
"Kris hubungi kami jika ada waktu bertemu" ucap Luhan setelah keluar dari mobil Kris, Kyungsoo sudah masuk ke apartemen karena sepertinya Kai sudah benar-benar marah karena Kyungsoo hilang tidak ada kabar setelah pergi dengan Luhan dan Baekhyun
"Hmm, pasti Lu, aku pergi dulu ya" pamit Kris mengusap rambut Luhan
Luhan mengantar kepergian Kris baru masuk ke dalam apartemen, dia tidak menyadari kalau di sebrang jalan ada Sehun yang memperhatikannya.
"Pria yang sama Lu?" Guman Sehun dari kejauhan kemudian ia pergi mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
..
..
..
Ini sudah 3 hari semenjak kejadian di toko pakaian ketika Sehun bertemu dengan Luhan dan marah karena Luhan sedang berpelukan dengan Kris.
Tiga hari itu pula Luhan mencoba untuk menghubungi Sehun agar ia datang ke apartemen. Tetapi tidak pernah ada jawaban. Luhan tidak makan dan tidur dengan baik sejak 3 hari yang lalu
Kyungsoo sudah meminta tolong pada Kai agar menyuruh Sehun untuk bertemu dengan Luhan. Tetapi sepertinya Sehun masih enggan untuk bertemu
Saat ini Luhan sedang tidur di sofa sambil berharap pintu itu terbuka dan Sehun muncul darisana. Namun khayalan tetaplah khayalan Sehun tidak pernah datang lagi ini sudah seminggu sejak ia tidak pulang. Luhan hanya berharap Sehun segera datang karena ia merindukannya.
Ting Tong!
Itu pasti Kyungsoo, kasihan dia menghawatirkan ku setiap hari ucap Luhan seraya bangun membukakan pintu
Cklek!
Luhan terdiam ketika tahu siapa yang datang
"Se-sehun" ucapnya terbata, rasa rindunya yang sudah ia tahan membludak ketika melihat Sehun berdiri didepannya
"Iya ini aku, kau berharap siapa?" Tanya Sehun kasar
Luhan tercekat dengan jawaban Sehun, tapi kemudian ia tersenyum karena pada akhirnya Sehun datang dan ia akan menjelaskan semuanya.
"Sehun, kau sudah makan?" Tanya Luhan kepada Sehun yang sibuk mencari sesuatu
Sehun hanya diam dan tidak berbicara ia mencari-cari sesuatu dengan serius
"Sehun kau cari apa?" Tanya Luhan lagi tidak ada jawaban
"Sehun aku ingin bicara" Luhan berniat mendekati Sehun
"Diam" bentak Sehun
Luhan benar-benar akan menangis sekarang, tetapi dia menahannya dan tetap mendekati Sehun. Sehun tersenyum senang ketika ia menemukan dokumen didalam lemari pakaiannya
Ia menarik Luhan ke ruang tamu dan memaksa Luhan duduk dengan kasar, kemudian melemparkan sebuah dokumen ke meja denga kasar pula
"Ini! Sebutkan berapa harga dirimu? Berapa kali aku bisa menidurimu sampai kau mengandung anakku! Dan didalamnya ada perjanjian bahwa ketika anak itu lahir kau tidak berhak untuk menyentuhnya bahkan untuk melihatnya pun. Kau harus pergi dari hidup kami" ucap Sehun dengan sombong
Luhan benar-benar kehabisan kata-kata terhadap Sehun, perilakunya, ucapannya sangat berbeda, ditambah dia sangat merendahkan Luhan. Semua alasan itu adalah alasan kuat Luhan untuk marah tetapi dia tidak bisa
"Berapa hargamu?" Teriak Sehun
Plak!
Tamparan sukses mendarat di pipi Sehun
"Kau tidak usah terlalu khawatir tentang berapa harga diriku, karena aku melayanimu tanpa dibayar, dan jangan khawatir soal bayi yang nanti aku kandung. AKU AKAN MENGANGGAPNYA TIDAK PERNAH ADA!" Teriak Luhan terisak
Sehun terdiam, ia merasa sangat bersalah dengan ucapannya, tetapi amarah menguasainya ketika Luhan akan beranjak pergi, ia takut Luhan akan pergi menemui Kris lagi
Sehun menarik lengan Luhan dan menciumnya. Ia sangat merindukan menyentuh Luhan, tetapi ketika mengingat Luhan memeluk Kris, cemburu menguasainya lagi
Ia mencium Luhan sangat kasar, mengeskplor semua bibir Luhan dengan kasar tidak seperti biasanya. Ia menggigit bibir Luhan agar Luhan membuka mulutnya, setelah berhasil menelusup kedalam mulut Luhan, ia merasakan rasa anyir didalam ciuman mereka, jelas sekali kalau bibir Luhan terluka karena ulahnya. Namun seakan tidak peduli ia terus mencium Luhan membuat Luhan kehabisan nafas
"M-mpppphh,, S-sehun s-sakittt" rintih Luhan namun diabaikan Sehun
Sehun tidak mengindahkan kata-kata Luhan. Luhan sudah merasa benar-benar dilecehkan sekarang, ia rindu dengan sentuhan Sehun, tetapi tidak begini caranya, dan dengan sisa tenaga yang ia punya, ia mendorong kasar Sehun dan menaparnya sekali lagi
"Kau Brengsek OH SEHUN" teriak Luhan berlari pergi
Luhan berlari entah kemana, dia sangat sakit dan kecewa sekarang. Dia tidak tahu apa yang harus diperbuat, awalnya ia ingin menumpang semalam di apartemen Kai. Tetapi karena keadaannya yang begitu kacau ditambah bibirnya yang terluka, ia tidak mau membuat Sehun dipukul oleh Kyungsoo maupun Kai
Ia terus berlari entah kemana, yang ingin ia lakukan sekarang hanyalah menghilangkan rasa kecewanya yang teramat pada Sehun.
..
..
.,
"Argggghhhhh" teriak Sehun membanting apa saja yang terlihat oleh matanya
"Bukan begini, harusnya bukan begini" kesal Sehun memukulkan kepalanya berkali kali ke dinding
Ting tong!
Bel apartemen berbunyi, Sehun berlari membukakan pintu berharap itu Luhan
"K-kau!" Kata Kyungsoo terkejut melihat siapa yang membuka pintu
"Hay man, akhirnya kau datang juga" kata Kai yang juga datang ke apartemennya, ia lega akhirnya Sehun mau datang ke apartemennya
"Baby, kalau Sehun disini, pasti Luhan sudah baik-baik saja" ucap Kai penuh keyakinan
"Mana Luhanku?" Tanya Kyungsoo yang nampak curiga melihat kondisi Sehun yang berantakan
"Kalian masuklah dulu" ajak Sehun
Bugh!
"Kau benar-benar keterlaluan Sehun, aku malu punya sahabat sepertimu" teriak Kai memukul Sehun, ia benar-benar marah dengan apa yang baru saja Sehun ceritakan.
Kyungsoo menangis ketakutan memikirkan kemana Luhan pergi
Lu kau dimana? Hari ini hujan kau pasti takut isak Kyungsoo
"Pasti dia pergi bersama prianya, hentikan akting kalian, aku tahu Luhan ppunya kekasih diluar sana?" Teriak Sehun yang bibirnya sudah mengeluarkan darah segar akibat pukulan Kai
"Apa yang kau maksud Kris?" Balas Kyungsoo berteriak
"Kris adalah hyung kami di panti asuhan, dia memang menyukai Luhan, tetapi Luhan hanya menganggapnya saudara tidak pernah lebih, dia hanya mencintai keparat sepertimu" teriak Kyungsoo sangat marah
Sehun terdiam,
"A-apa yang kau katakan? Luhan mencintaiku?" Tanya Sehun
"Iya, dan aku berharap setelah ini dia sadar kalau kau hanya keparat" ucapp Kyungsoo sangat marah
"Baby, kita cari Luhan. Dan kau Sehun, jika kami menemukan Luhan terlebih dahulu, jangan berharap kau bisa menemuinya lagi" kata Kai tak kalah bergetar menahan amarahnya
Kai dan Kyungsoo pergi mencari Luhan disaat hujan deras seperti ini, mereka menutup pintu dengan kasar meninggalkan Sehun disana
Lu, Luhan kau dimana lirih Sehun yang juga berlari mencari Luhan. Dia tidak bisa membiarkan Kai dan Kyungsoo menemukannya terlebih dulu
Sehun menerobos hujan berlari mencari dimana Luhan, ia berfikir keras kemana Luhan akan pergi. Ia mendatangi setiap tempat dimana mereka menghabiskan waktu bersama.
Luhan tidak mungkin pergi ke club karena jelas tempat itu telah hancur, Sehun mencari ke kedai makanan tempat ppertama kali ia meminta Luhan untuk melahirkan anaknya tetapi Luhan juga tidak ada disana.
Ia berlari ke flat lama Luhan, namun tampaknya Luhan juga tidak disana
Sehun menjatuhkan dirinya berlutut di tengah jalan, ia tidak tahu kemana Luhan pergi, ia menagisi kebodohannya sekarang
"Argghhhhh" teriak Sehun
Ia berfikir hal menyenangkan apa yang membuat Luhan akan mendatangi tempat itu. Kemudian ia teringat satu tempat, yang belum ia kunjungi
Aku harap kau disana Lu, gumam Sehun yang terus memaksakan dirinya berlari menembus hujan.
To be continue
hay hay happy reading lagi yaaaa :D
Buat yang nunggu kapan Luhan punya baby mungkin di next chapter
Tapi Kalau yang nanya kapan Sehun cerai sama Minji, belum bisa dijawab
pokoknya keep reading dan kasih semangat ke penulis yaaaa...
diusahain fast update kok.. :D
Terimakasih semuaaa :)))))))))
