Our Tomorrow
Main Cast : Oh Sehun Dan Xi Luhan and others
Genre : Romance, Family, Hurt
Rate : T-M
Length : Chapter
YAOI. Typo (s). M-preg.
HUNHAN STORY!
Kau menawarkan padaku "apapun dan berapapun". Bolehkah aku menolaknya dan meminta hatimu sebagai gantinya
-Luhan
Aku seperti bukan diriku jika berada disampingmu. Aku merasa jika tidak ada kau disekitarku aku akan secara otomatis mencarimu. Apakah aku benar telah jatuh hati padamu?
-Sehun
Flashback
Sehun menjatuhkan dirinya berlutut di tengah jalan, ia tidak tahu kemana Luhan pergi, ia menagisi kebodohannya sekarang
"Argghhhhh" teriak Sehun
Ia berfikir hal menyenangkan apa yang membuat Luhan akan mendatangi tempat itu. Kemudian ia teringat satu tempat, yang belum ia kunjungi
Aku harap kau disana Lu, gumam Sehun yang terus memaksakan dirinya berlari menembus hujan.
End of Flashback
Disinilah Luhan, sedang berteduh dihalte dekat sungai dimana Sehun membawanya kesana setelah bertemu dengan orang tua Sehun. Entah apa yang membawa Luhan kesana, ia merasa sangat bahagia saat itu.
Ia masih kecewa dengan sikap dan perilaku Sehun, namun karena ia masih rindu pada Sehun, ia bermaksud untuk kembali ke apartemen dan berbicara dengan Sehun, namun karena tiba-tiba hujan turun, ia hanya bisa menunggu disana sampai hujan reda.
Ia tidak terlalu berharap Sehun masih disana ketika ia kembali, hanya ingin melihatnya saja. Luhan tersenyum dan meringis kesakitan disaaat bersamaan. Bekas gigitan Sehun seperti robekan yang kapan saja bisa mengeluarkan darah
"Sehun bodoh" gumamnya
"Oh Sehun bodohhhh" teriak Luhan melampiaskan rasa kesalnya
"I-iya aku bodoh maafkan aku" balas Sehun yang nampaknya sudah menemukan dimana Luhan
"K-kau" Luhan bergerak mundur ketika Sehun melangkah mendekat, namun Luhan merasa sangat iba dengan keadaan Sehun sekarang, pakaiannya basah kuyup dan ia nampak menggigil kedinginan
"Jangan takut Luhan, aku tidak akan menyakitimu lagi aku janji" kata Sehun mendekati Luhan dan mencegah Luhan menerobos hujan
Luhan terdiam ditempatnya. Ucapan Sehun seperti menghipnotisnya walau dalam keadaan seperti ini
Ketika jarak mereka hanya 5 cm, Sehun membelai wajah Luhan dan mengusap bibir Luhan yang terluka karena ulahnya membuat Luhan meringis
"Aku ingin sekali memelukmu, tapi aku basah kuyup aku tidak mau kau basah juga" kata Sehun masih membelai wajah Luhan
"Maafkan aku" ucap Sehun bergetar dan meneteskan air matanya,
Luhan sudah tidak bisa menahan dirinya lagi ia menghambur memeluk Sehun erat
"Kau bodoh aku benci kau" kata Luhan menangis mengeratkan pelukannya pada Sehun
"Aku kan sudah bilang jangan memelukku nanti kau sakit" ucap Sehun membalas pelukan Luhan
"Terimakasih kau ada disini Lu, aku memang bodoh maafkan aku" ucap Sehun menyesap aroma Luhan yang sangat ia rindukan.
BRAK!
Luhan merasakan pelukan Sehun mengendur dan terkejut mendapati Sehun pingsan dipelukannya
"Sehun, sehun bangun" teriak Luhan menyadarkan Sehun namun tidak ada jawaban.
..
..
..
Luhan dan Sehun sudah berada di apartemen mereka sekarang. Ketika Sehun pingsan ia langsung menghubungi Kai dan Kyungsoo untuk membantunya. Tentu saja kedua orang yang memang sedang mencari Luhan langsung mendatangi tempat yang diberitahu Luhan. Mereka nampak terkejut mendapati Sehun yang tidak sadarkan diri dipangkuan Luhan. Keadannya yang tampak basah kuyup membuat Kyungsoo dan Kai merasa bersalah karena membentaknya tadi.
"Terimakasih kalian cepat datang, aku bingung sekali waktu ia pingsan" kata Luhan mengantar Kai dan Kyungsoo ke depan pintu, mereka bergegas pulang setelah mengetahui kondisi Sehun yang terkena demam. Mereka tidak ingin mengganggu Sehun yang sedang beristirahat.
"Kita bicara besok Lu, kau lelah" kata Kyungsoo memeluk Luhan
"Hmm,, kau juga tampak lelah kyung" Luhan membalas pelukan Kyungsoo
"Kami pergi dulu, oia asal kau tahu Sehun jarang sakit kecuali ia sangat depresi, dan aku rasa dia depresi karenamu" kata Kai sebelum menutup pintu apartemen Luhan, membuat Luhan merona.
..
..
..
Luhan kembali kekamar memastikan keadaan Sehun, dokter mengatakan kalau Sehun mengalami dehidrasi dan demam, ia membutuhkan istirahat untuk beberapa hari
"Kenapa kau yang sakit? Bukankah aku yang paling sakit disini?" Gumam Luhan sambil membenarkan selimut Sehun
Luhan beranjak kedapur untuk membuatkan Sehun bubur, ia tidak ingin jika Sehun bangun dia akan kelaparan, ketika sedang mengaduk buburnya ada sepasang lengan yang memeluknya dari belakang.
"Kau sudah bangun?" Kata Luhan
Hanya diam yang diterima Luhan. Sehun sedang sibuk mencumbu lehernya yang terekspos karena ia memakai kaos Sehun yang kebesaran.
"Sehun" panggil Luhan lagi
Masih tidak ada jawaban, Sehun benar-benar sedang mengabsen bagian tubuh Luhan satu persatu membelainya dan membuat Luhan menahan desahannya.
"Apa kau akan pergi setelah ini?" Tanya Luhan yang suaranya menjadi bergetar
Sehun menghentikan kegiatannya dan memaksa Luhan untuk menatap dirinya
"Apa kau masih marah denganku?" Tanya Sehun
Luhan hanya memalingkan wajahnya, jika mengingat perlakuan dan perkataan Sehun belakangan ini hanya membuatnya sakit hati.
Sehun langsung memeluk Luhan ketika melihat air mata turun dengan cepat di pipi Luhan,
"Oh tidak sayang, jangan menangis lagi, aku berubah menjadi arogan setelah melihatmu dipeluk pria besar itu, aku minta maaf untuk ucapanku untuk sikapku tapi percayalah aku menyesalinya saat itu juga" ucap Sehun memeluk erat Luhan
"Kau tidak pulang, tapi kau tidak menghubungiku, aku menunggumu" ucap Luhan terisak
Sehun benar merasa sangat jahat sekarang. Harusnya ia melakukan segalanya untuk bisa menghubungi Luhan malam itu.
"Aku akan kembali saat itu tapi Minji melarangku, saat aku ingin menghubungimu dia merampas ponselku, dia sepertinya cemburu padamu" ucap Sehun jujur
"Eh cemburu padaku? Untuk apa?" Tanya Luhan menatap Sehun
"Karena aku" jawab Sehun bangga,
"Karena kau bagaimana? Memang kalian kenapa?" Tanya Luhan bingung
"Karena menurutnya belakangan ini aku lebih memperhatikanmu daripada dirinya" ucap Sehun sungguh-sungguh
'y-yang benar saja, kenapa dia berfikir seperti itu? Dia sendiri yang mengatakan kalau kau bukan gay jadi dia tidak perlu khawatir padaku" ucap Luhan meyakinkan
"Aku mengatakan aku bukan gay jauh sebelum bertemu denganmu, sekarang aku tidak tahu bagaimana mendeskrippsikan dirimu, aku benar-benar dibuat gila oleh dirimu Lu" bisik Sehun di telinga Luhan
"Lu, apa kau mencintaiku?" Tanya Sehun yang sukses membuat Luhan menegang karena perkataannya
"H-hey, aku menyukaimu memang tapi aku tidak mencintaimu" ucap Luhan gugup
Bohong, aku mencintaimu Sehun ucap Luhan dalam hati
"Aku mencintaimu" ucap Sehun tegas dan tampak tidak ragu
Luhan dibuat menegang sekali lagi dia menatap mata Sehun mencari kebenaran dari ucapannya
"Dimulai saat aku tidak bisa pulang ke apartemen waktu itu, ketika aku tidak bisa menghubungimu aku tidak bisa tidur sama sekali aku memikirkan apakah kau tidur dengan baik, kemudian kita bertemu di toko saat itu kau dipeluk oleh pria besar itu, aku merasakan cemburu yang teramat" cerita Sehun
"Aku melihat dia memelukmu menenangkanmu aku sangat tidak suka Lu, harusnya aku yang ada disana. Ketika kau menghubungiku berkali-kali sulit rasanya untuk mengabaikanmu, tapi amarah menguasaiku" Sehun bercerita seolah olah dia adalah penyebab semua masalah ini terjadi
"Dan yang paling parah adalah ketika aku merendahkanmu hari ini, kau pergi dan lari darisini, saat itu juga aku ingin kau kembali dan aku akan minta maaf. Tetapi Kai dan Kyungsoo mengatakan jika aku tidak menemukanmu terlebih dulu aku tidak bisa menemuimu lagi. Aku benar-benar ketakutan dan berlari mencarimu seperti orang gila tadi" Sehun terus bercerita dan Luhan masih menatap tak percaya dengan perkataan Sehun
"Jadi aku mencintaimu Lu" lirih Sehun
"Aku lebih mencintaimu Sehun, aku bahkan tidak berharap kau membalasnya karena aku tahu ini salah dan tidak boleh" ucap Luhan memeluk Sehun dan kembali terisak. Ia sangat bahagia tetapi ia juga ketakutan disaat yang bersamaan.
Sehun memeluk Luhan erat dan sangat bahagia karena perasaannya yang tertahan telah diungkapkan. Ia tidak peduli bagaimana akhir cerita mereka nantinya. Tapi dia akan menjaga dan akan bersama Luhan serta membuatnya bahagia saat ini
"Beri waktu untukku bagaimana jalan keluar untuk kita, saat ini kau hanya perlu disampingku dan menemaniku, mengerti?" Tanya Sehun sambil mengusap air mata Luhan
Luhan mengangguk dan tersenyum
"Dan jangan berani macam-macam dengan siapapun. Kau tahu aku tipe kekasih yang posesif, dulu aku tidak seperti ini tapi semua yang menyangkut dirimu membuatku sangat egois sayang" ucap Sehun dengan nada mengancam
"Aku akan mendekati pria atau wanita manapun dan membuatmu cemburu" goda Luhan
"Kalau begitu kau akan dihukum dan memang kau harus dihukum" kata Sehun yang sudah meraup bibir Luhan
"mmmpph?!" Luhan mengerang tertahan. Bibirnya dengan Sehun menyatu sempurna, bahkan lidah Sehun itu menekan-nekan bibir bawahnya yang sebelumnya luka karena digigit olehnya. Bibir Luhan mulai memerah dan bengkak.
Tubuhnya sesaat serasa lumer, dan kakinya jadi lemas setiap menerima perlakuan Sehun yang sangat memabukkan Sehun terus melumat bibir Luhan dengan menuntut, kemudian menyelipkan lidahnya ke dalam belah bibir Luhan.
Dan malam itu lagi-lagi dilewati keduanya dengan desahan memabukkan yang membuat mereka merasakan dunia hanya milik mereka.
..
..
..
"Dasar bayi besar" sindir Luhan yang sedang menyuapi Sehun, jelas ia masih demam namum tidak bisa mengalahkan nafsunya untuk bercinta dan sekarang ribut pusing dan lapar.
"Aku merindukanmu" rajuk Sehun yang sedang disuapi Sehun di ranjang, posisi Luhan duduk dipangkuan Sehun karena Sehun bersikeras jika dengan posisi ini bisa mengamati Luhan dengan puas.
"Merindukanku dan seminggu tidak datang menemuiku, oh Sehun daebak!" Sindir Luhan yang sengaja menyuapi Sehun agak keras karena kesal
"Siapa suruh berpelukan ditempat umum seperti itu" kesal Sehun mengingat kejadian saat itu
"Sehun, Kris itu seperti Kyungsoo untukku harus berapa kali aku bilang" Luhan mencubit pipi Sehun gemas
"Aku tidak suka dia" kata Sehun namun tidak mendapat respon dari Luhan
"Luhan aku tidak suka dia" ulang Sehun
"Lalu aku harus bagaimana" tanya Luhan agak bosan
"Jauhi dia lalu hanya boleh disentuh olehku" kata Sehun sambil menyengir lebar
"Lupakan kalau begitu, bagaimana kalau aku punya kekasih, masa kekasihku sendiri tidak boleh menyentuhku" protes Luhan bercanda
Namun Sehun menanggapinya dengan serius, rahangnya mengeras dan matanya menatap tajam Luhan. Luhan yang tahu perubahan Sehun berusaha menenangkannya takut Sehun akan marah.
"Sehunniee, aku bercanda, bagaimana mungkin aku punya kekasih jika bayi besarku marah seperti ini" ucap Luhan berusaha mencairkan suasana
Sehun hanya diam dan meninggalkan Luhan dikamar. Luhan baru menyadari sesuatu kalau Sehun memang benar tipe pencemburu dan sangat posesif. Tapi kemudian ia tersadar akan kepergian Sehun. Ia takut Sehun akan pergi lagi, ia berlari keluar kamar
Kosong, Sehun tidak ada
"Sehunnnn" teriak Luhan berlari ke seluruh sudut ruangan tapi tetap tidak menemukan Sehun
"Se-sehunnn, jangan pergi lagi" isak Luhan terduduk di lantai
..
..
Cklek! Suara pintu terbuka
"Luhann, kau kenapa?" Tanya Sehun yang nampak kerepotan dengan dokumen yang ada di tangannya
Luhan mendongak dan mendapati Sehun disana ia langsung menghambur memeluk Sehun
"Ka-kau kemana? Kau mau pergi lagi?" Isak Luhan di pelukannya
"Tidak sayang aku tidak pergi, aku ketempat Kai untuk mengambil beberapa dokumen" jelas Sehun mengelus punggung Luhan
Luhan yang mendengar kata dokumen langsung menegang
"A-apa itu dokumen yang kemarin?" Tanya Luhan ketakutan
"Hey Lu, sayang, bukan ini bukan dokumen kemarin" ucap Sehun yang kembali memeluk Luhan untuk menenangkannya.
Sehun benar-benar mengutuk dirinya yang membuat Luhan selalu ketakutan dan menangis
"Lalu itu apa?" Tanya Luhan lagi
"Ini dokumen untukmu Lu, aku sedang mengurus paspor mu, kita akan liburan" kata Sehun tersenyum
"Kita?" Tanya Luhan melepaskan pelukan Sehun
"Hmm kita. Kau dan aku" jawab Sehun tersenyum
"Kita akan kemana?" Tanya Luhan yang tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya
"Ke Jepang selama seminggu. Aku ada urusan bisnis sehari, tapi setelah itu kita bebas" ucap Sehun mengelus pipi Luhan
"Sehunnn" kata Luhan memeluk Sehun karena sangat bahagia
"Kau senang?" Tanya Sehun
"Hmm sangat" ucap Luhan tanpa ragu
"Kalau begitu bersiap siap, lusa kita berangkat" ucap Sehun
"Lu-lusa? Sehun kau ini benar-benar seenaknya" sindir Luhan menarik hidung Sehun
"Bagaimana kalau sampai hari ini kita belum berbicara?" Tantang Luhan
"Aku tetap akan membawamu, aku tidak mau kau bertemu pria besar itu terus" kesal Sehun
"Sehunnie, namanya Kris, bukan pria besar" rajuk Luhan
"Aku tidak peduli" balas Sehun
"Jangan marah Sehun sayang" kata Luhan mengecup bibir Sehun berkali kali, kecupan ketiga tengkuk Luhan ditahan Sehun sehingga ciuman mereka menjadi panas dan menggairahkan
"Hah~" ucap keduanya yang mulai kehabisan nafas
"Lu, jangan menggodaku, aku harus mengurus paspormu dulu, kita bisa bermain sepuasnya di Jepang. Aku tidak akan membiarkanmu tidur dimalam hari, kau harus melayaniku" bisik Sehun ditelinga Luhan membuat Luhan merona
"Dasar pervert" ucap Luhan
"Tapi kau suka kan?" Tanya Sehun
"Tentu saja" Luhan membalas sambil tertawa
"Ya sudah aku kembali mengurus paspormu dulu ya" kata Sehun mengusap rambut Luhan sayang lalu hendak pergi ke meja kerjanya
"Sehunnieee" rengek Luhan yang membuat Sehun menoleh kearahnya
"Eoh? Ada apa Lu?" Tanya Sehun
Sehun mengernyit karena Luhan merentangkan tangannya seperti minta untuk digendong. Sehun kemudian tersenyum mengerti maksud Luhan dan menghampirinya.
"Sekarang siapa yang bayi besar?" Tanya Sehun sambil membawa Luhan dalam gendongannya
"Aku, aku bayi Oh Sehun" ucap Luhan yang memeluk erat leher Sehun sambil menikmati gendongan Sehun
"Dasar manja, baby Lu manja" goda Sehun sambil menciumi tengkuk Luhan berkali-kali
..
..
..
Luhan benar-benar tidak mau lepas dari gendongan Sehun seharian ini, ia terus menempel pada Sehun dan akan merengek kalau Sehun menyuruhnya untuk turun bahkan walau hanya sebentar saja.
Mengetahui penyebab Luhan bertingkah sangat manja seperti ini adalah karena takut ditinggalkan dirinya, itu tidak jadi masalah untuk Sehun
Dia merasa lucu ketika Luhan tetap bersikeras ikut Sehun buang air kecil. Matanya memelotot tak percaya melihat junior Sehun dan merona malu membayangkan junior itu ada didalam lubangnya.
"Luhannie berfikiran mesum ya?" Goda Sehun yang melihat Luhan malu-malu
"A-aniyaaa,, kau yang mesum bukan aku" protes Luhan mengeratkan pelukannya pada leher Sehun
"Sehun, apa Minji akan ikut kita ke Jepang?" Tanya Luhan memainkan kancing baju Sehun
"Tidak dia tidak ikut Lu" jawab Sehun
"Kenapa?" Tanya Luhan
"Dia sibuk sepertinya, lagipula jika dia bisa ikutpun aku tetap akan menyeretmu ikut denganku, aku tidak mau membayangkan kau mempunyai kesempatan bertemu dengan Kris mu itu" jawab Sehun santai
"Isss Sehunnn,, dia hyungku kau tidak boleh melarang kami bertemu!" Rajuk Luhan yang langsung diam ketika Sehun menatapnya tak suka
"Kau menyebalkan" Luhan merasa kesal pada Sehun karena setiap berbicara tentang Kris, Sehun akan seperti ini
"Mengingat dia yang membuat kita bertengkar hebat, ada baiknya kita tidak membicarakan dia dulu" tegas Sehun
"Arasseo, arasseo" balas Luhan yang bangun dari pangkuan Sehun
"Kau mau kemana?" Tanya Sehun
"Mau tidur" jawab Luhan asal
"Lu, kembali ke pangkuanku" perintah Sehun
"Tidak mau aku ngantuk" kata Luhan
Sehun tahu kalau Luhan sedang cemberut lagi, akan lama untuk membujuknya,dia harus melakukan sesuatu kalau tidak sampai pagi akan seperti ini
"Luhan, kalau kau kekamar meninggalkanku sendiri disini, aku pergi" kata Sehun pura-pura mengancam
Tapi kalimatnya berhasil membuat Luhan berbalik arah dan duduk di pangkuan Sehun lagi
"Sehunnie menyebalkan" rajuk Luhan menyembunyikan wajahnya di leher Sehun
"Anak pintar" kata Sehun tersenyum menang karena Luhan menurutinya
"Tidur dipangkuanku saja, nanti aku yang akan memindahkanmu" kata Sehun lagi mengelus punggung Luhan
Luhan hanya mengangguk, setelah mencium bibir Sehun ia kembali menyenderkan kepalanya di leher Sehun dan tak lama tertidur pulas dalam pelukan Sehun
"Kau benar mengantuk ya, mimpi indah sayang" ucap Sehun yang mengetahui Luhan sudah tertidur pulas.
..
..
..
Keesokan paginya mereka terbangun dari tidurnya. Luhan tidak menemukan Sehun diranjang mereka, ia bergegas ke daur dan mendapati Sehun sedang membuatkan makanan.
"Sehun sedang apa?" Tanya Luhan memeluk Sehun dari belakang
"Memasak sarapan untukmu sayang" jawab Sehun tersenyum sambil menggendong Luhan ke meja dapur dan mendudukannya disana agar ia dapat melihat Luhannya dengan dekat
"Ouhhh Sehunnie romantis" goda Luhan
"Tentu" ucap Sehun bangga mencium Luhan di bibrnya
"Kau selalu mencuri ciumanku!" Protes Luhan
"Kau tidak suka?" Tanya Sehun, tangannya masi sibuk membuatkan makanan Luhan
"Ani, Luhannie suka" jawab Luhan manja
Mereka berdua tertawa selama pembuatan sarapan berlangsung, berbincang tentang apa saja. Luhan sangat bahagia jika menjalani harinya dengan Sehun, semua akan terasa lengkap dan menyenangkan. Dia suka saat Sehun selalu menggodanya
..
..
..
Ting Tong! Suara bel berbunyi
"Aku buka dulu pintunya" kata Sehun yang akan meninggalkan Luhan didapur
"Sehunniee, aku mau ikut, gendong aku" rajuk Luhan yang sekali lagi kemauannya dituruti oleh Sehun
"Anak manja eoh" kata Sehun menarik hidung Luhan kemudian menggendongnya lagi kedalam pelukannya
Luhan hanya menyengir dan ikut Sehun membukakan pintu
"Kyungie anyyeong" ucap Luhan imut ketika tahu yang datang adalah Kai dan Kyungsoo
"Eh, kenapa Luhannie digendong, kau sakit Lu?" Tanya Kyungsoo memeriksa dahi Luhan yang tidak apa-apa dan menemukan fakta bahwa Luhan sedang dalam mode manjanya
"Whoaa Sehun punya bayi besar" ledek Kai yang langsung dicubit oleh Kyungsoo
"Masuklah" ajak Sehun yang kerepotan membawa Luhan dalam pangkuannya
"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Kyungsoo pada Sehun
"Sudah lebih baik karena obatku selalu menempel padaku" kata Sehun menciumi pipi Luhan
"Kalian ada apa kemari pagi-pagi?" Tanya Sehun
"Ini, kami ingin menyerahkan paspor Luhan, kita bisa berangkat besok pagi. Paspor Kyungsoo juga sudah selesai" kata Kai menyerahkan paspor kepada Sehun
"Eh? Kita akan pergi berempat?" Tanya Luhan
"Iya kita berempat hanya sehari setelahnya kita berpencar" jelas Sehun
"Kami memberi waktu kalian untuk membuat baby" goda Kai lagi pada Luhan. Membuat Luhan benar-benar merona.
..
..
..
Luhan yang merasa sangat bersemangat meminta untuk melihat paspornya dan bangga melihat foto dirinya didalam sana
"Aku tampan sekali Kyung, lihat" pamer Luhan pada Kyungsoo
"Kau imut Luhannie bukan tampan" balas Kyungsoo, Luhan cemberut mendengarnya membuat Sehun dan Kai mau tak mau tertawa
Malam itu mereka berempat habiskan untuk makan malam bersama dan mengobrol hingga larut. Luhan dan Kyungsoo juga tidur bersama setelah mereka membereskan baju apa saja yang akan dibawa.
Setelah tahu Kyungsoo tidur pulas Kai menggendongnya dan pamit pulang pada Sehun
"Sampai besok Kai" kata Sehun
"Kau juga jangan terlambat" Kai mengingatkan sambil meninggalkan apartemen Sehun.
..
..
..
Keesokan harinya mereka telah sampai di Jepang. Luhan benar-benar bersemangat hari ini. Dia tidak henti-hentinya mencari tahu apa saja yang bagus di Jepang. Dia ingin mendatangi semua tempat
"Sehun kita kemana hari ini?" Tanya Luhan
"Kita kehotel dulu istirahat, kau tidak tidur di pesawat Lu" kata Sehun yang kerepotan dengan sikap Luhan yang benar-benar seperti anak kecil
"Lalu kita kemana setelah tidur, kita pergi?" Tanya Luhan lagi
"Tidak hari ini Lu baby,, aku dan Kai ada urusan sebentar, kau bermain saja dengan Kyungsoo" kata Sehun yang langsung menambahkan kalimatnya ketika melihat Luhan yang tersenyum senang dengan kata bermain
"Bermain dihotel Lu, tidak keluar" kata Sehun mengingatkan
Luhan cemberut saja sepanjang perjalanan.
Ia bertemu dengan Kyungsoo di hotel dan keadaannya tidak jauh berbeda dengan Luhan yang sedang cemberut
"Kyungie kau kenapa?" Bisik Luhan
"Kai bilang kita tidak boleh keluar kalau mereka tidak ada, kita harus menunggu mereka baru boleh keluar, kalau tidak kita hanya boleh bermain di hotel" kesal Kyungsoo
"Sehun juga bilang begitu, padahal kalau kita keluar sebentar kan tidak masalah, kita kembali sebelum mereka kembali juga tidak masalah kan Kyung" kata Luhan bertanya pada Kyungsoo
Kyungsoo mengiyakan. Dan tiba-tiba saja keduanya tersenyum nakal seperti mendapatkan sebuah ide
"Hyung kita jadi anak baik dulu ya?" Bisik Kyungsoo
"Aku setuju" kata Luhan mantap
Sehun dan Kai datang dengan membawa kunci kamar mereka
"Baby, aku dan Sehun buru-buru, kau masuklah ke kamar, bereskan barang-barang kita lalu keluar bermain dengan Luhan di sekitar hotel" kata Kai yang mendekati Kyungsoo dan memberikannya kunci
"Iya baby, aku menegerti" jawab Kyungsoo patuh, Kai sedikit mengernyit dengan perubahan Kyungsoo namun segera mengecup bibirnya singkat
"Ah babyku penurut sekali" kata Kai dengan gemas
"Kau juga Lu, jangan kemana mana, kita akan jalan-jalan tapi nanti" ucap Sehun yang juga mengecup bibir Luhan serta memberikan kunci pada Luhan
"Sudah berani mencium didepan umum" goda Kai dan Sehun hanya mendeliknya tidak suka, Kai membalas dengan cengiran yang dibuat sepolos mungkin
"Pelayan bantu bawakan barang kekasih kami ke kamar mereka" perintah Kai pada seorang pelayan yang langsung membantu Kyungsoo dan Luhan
Setelah memastikan kedua pria mungil mereka masuk kedalam lift mereka segera bergegas pergi
"Aku harap mereka tidak macam-macam" kata Kai
"Entahlah Kai aku ragu" jawab Sehun
Dan mereka memasuki mobil masing-masing untuk pergi ketempat bisnis mereka.
..
..
..
Tok tok! Suara pintu hotel Luhan diketok oleh seseorang
"Ya tuhan Kyungie, kenappa berpenampilan seperti itu?" Teriak Luhan yang melihat dandanan Kyungsoo seperti agen FBI memakai mantel hitam kebesaran dan kacamata dilengkapi topi sherlock holmes
"Kita kan akan melarikan diri, jadi harus seperti ini" ucap Kyungsoo tertawa
"Ini bisa dilepas Lu, aku takut Kai menyuruh penjaganya menjaga kita agar tidak bisa keluar dari hotel" kata Kyungsoo berjaga-jaga
"Kau benar, kalau begitu aku juga akan bersiap" kata Luhan meninggalkan Kyungsoo di ruang tamu
Tak lama kemudian giliran Kyungsoo yang tertawaa
"Hahhahahahah, kau imut sekali Lu seperti itu" kata Kyungso terbahak
Luhan menggunakan masker hello kitty, topi koala,dan kacamata marilyn monroe membuatnya tampak benar-benar seperti seorang wanita
"Isshh, kau berisik, ayo cepat pergi, kita hanya punya waktu sebetar" kata Luhan menarik Kyungsoo yang masih tertawa terbahak
Ting!
Suara lift terbuka, mereka berdua keluar hotel dengan mengendap dan diperhatikan oleh orang sekitar mereka yang menahan tawa. Setelah berhasil keluar mereka tertawa terbahak dan melepas semua penyamaran merekaa
"Ini benar-benar menyenangkan Lu" teriak Kyungsoo menarik tangan Luhan untuk segera menikmati Jepang di sore hari
Mereka berkeliling ke setiap sudut Jepang tanpa rasa lelah. Keduanya memang tidak bisa bahasa Jepang, tapi mereka membawa kamus di tangan mereka, jadi ketika mereka kesulitan mereka akan bertanya.
Luhan dan Kyungsoo benar-benar menikmati hiburan dan makanan di Jepang. Semua kedai makanan mereka cicipi hingga tidak terasa ini sudah pukul 7 malam waktu Jepang
"Hyung ayo kita bergegas pulang, ini sudah malam" ucap Kyungsoo
"Oh ayo Kyung" Luhan menyetujuinya dan segera pergi
..
..
"Hyungg, apa kita tersesat? Aku lelah sekali berjalan kesana kemari" tanya Kyungsoo yang mulai panik
"Tidak mungkin Kyung, aku yakin ini arah yang benar" jawab Luhan yang nampak ragu
Mereka berdua benar tersesat sekarang, mereka tidak membawa ponsel dan uang mereka habis karena terlalu banyak jajan
"Kita benar tersesat Kyung, maafkan aku" kata Luhan yang duduk disamping Kyungsoo di sebuah taman sambil membenarkan jaket Kyungsoo
"Asal bersama Luhannie, Kyungie tidak takut" balas Kyungsoo yang juga membetulkan jaket Luhan
"Kita istirahat disini dulu ya" kata Luhan dan membawa Kyungsoo ke pundaknya untuk beristirahat
..
..
..
"Hmmm, hyung kau tahu? Waktu aku ditinggalkan orangtuaku keadannya seperti ini, aku ingat sekali eommaku bilang kami tersesat dan menyuruhku untuk tidur dan istirahat. Tapi saat aku bangun dia sudah tidak ada" cerita Kyungsoo yang mulai menangis mengingat bagaimana orangtuanya dulu meninggalkannya.
"Hey Kyung, kau punya aku dan Kai kenapa mengingat orang-orang jahat seperti orang tua kita, aku tidak akan pernah meninggalkanmu Kyungieku" ucap Luhan memeluk Kyungsoo menenangkan adiknya yang menangis
"Kau benar Lu, aku punya kalian" kata Kyungsoo bahagia memeluk Luhan
"Hyung kita bagaimana sekarang?" Tanya Kyungsoo lagi
"Entahlah Kyung, aku sudah malas melihat kamus, kita duduk saja dulu baru mencari lagi" kata Luhan yang kembali menyenderkan dirinya di bahu Kyungsoo
"Hmm aku juga hyung, tidur disini juga tak apa-apa" balas Kyungsoo yang juga menyandarkan kepalanya di Luhan
Karena cuaca yang sangat dingin tapi sejuk membuat keduanya terlelap karena memang mereka kelelahan di perjalanan ke Jepang tadi
..
..
..
Sehun dan Kai baru saja selesai meeting dan tiba dihotel, namun langkah mereka sangat terburu-buru.
"Kai perasaanku tak enak" kata Sehun memasuki lift
"Aku juga, mereka terlalu berani jika berdua" balas Kai
Mereka tiba dikamar masing-masing dan masuk untuk mencari kekasih mereka. Namun tidak sampai 2 menit keduanya keluar kamar masing-masing secara bersamaan
"Tidak ada" seru keduanya bersamaan dan bergegas turun lift untuk mencari Luhan dan Kyungsoo
Kai mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, sementara Sehun sibuk menelpon kenalan nya untuk mencari mereka berdua
"Mereka sebenarnya berfikir apa si? Kenapa tidak membawa ponsel juga" kesal Sehun yang sudah tampak panik
"Yah dan mereka tidak bisa bahasa Jepang, lengkap sudah" balas Kai yang semakin menambah kecepatan mobilnya
Tempat-tempat yang Sehun dan Kai kunjungi adalah tempat-tempat yang didatangi oleh Luhan dan Kyungsoo. Tapi tentu saja mereka sudah tidak ada disana.
Keduanya sudah benar-benar nampak cemas sekarang
"Menurutmu mereka kemana Kai?" Tanya Sehun
"Aku berharap mereka sedang duduk di taman dan tidak pergi ke tempat-tempat gelap" balas Kai
Keduanya saling menatap dan mengatakan "taman" secara bersamaan lalu mencari taman terdekat dari tempat kuliner mereka sekarang.
Mereka sampai di sebuah taman dan mulai mengedarkan pandangan mencari sosok Luhan dan Kyungsoo. Namun hanya ada banyak pasangan sedang berpacaran di taman itu
"Kita cari ketempat lain" ajak Kai
Sehun menyetujuinya namun ketika akan berbalik pergi, matanya menangkap sosok yang tidak asing
"Kau kenapa?" Tanya Kai
"Itu mereka disana, aku yakin sekali itu Luhan" ucap Sehun berlari mendekati bangku yang dekat dengan sungai
Kai ikut berlari dan berharap Sehun benar
Sampai dibangku taman yang Sehun maksud keduanya menghela nafas lega. Karena memang benar itu adalah Luhan dan Kyungsoo. Keduanya sangat imut menurut pasangan mereka masing-masing.
"Cih, bisa-bisanya mereka tertidur" sindir Kai yang langsung mengangkat Kyungsoo ke pelukannya
"Kau benar-benar harus dihukum Lu" ucap Sehun yang juga menggendong Luhan
Luhan dan Kyungsoo merasakan tubuh mereka berada dalam gendongan yang nyaman keduanya berteriak bersamaan ketika membuka mata
"SEHUN/KAI" teriak Luhan dan Kyungsoo
Namun kedua pria itu hanya diam dan terus menggendong mereka kedalam mobil. Luhan dan Kyungsoo bertatapan takut karena merasa setelah ini pria-pria mereka akan sangat marah.
Tidak ada yang bersuara didalam mobil, mereka menuju hotel dalam hening. Sehun dan Kai bertampang dingin sementara Luhan dan Kyungsoo yang duduk dibangku belakang tampak ketakutan.
Sampai dihotel Sehun dan Kai membanting pintu mobil dengan keras dan meninggalkan Luhan dan Kyungsoo yang benar-benar merasa takut sekarang.
Memasuki lift Sehun dan Kai menyeringai
"Sedikit pelajaran mungkin" ucap Sehun tersenyum menakutkan
"Kau benar" balas Kai menyeringai, ia menahan tombol lift agar agar tidak tertutup sampai Luhan dan Kyungsoo masuk kedalamnya.
..
..
..
"Sehunnnn, maafkan aku yaaa yaa" rajuk Luhan mengikuti Sehun kemanapaun sudah satu jam ini
Sehun tetap terdiam,
"Sehun, aku tidak tahu akan tersesat seperti tadi, aku janji akan jadi anak penurut" janji Luhan pada Sehun yang masih terdiam di ranjang mereka sambil membaca koran dan menyesap kopinya.
"Sehun andwae! Kau tidak boleh marah, aku akan melakukan apapun agar kau tidak marah" kata Luhan yang sekarang sudah duduk dipangkuan Sehun.
Sehun sebenarnya sudah tidak tahan ingin sekali menyerang Luhan yang sangat imut ini. Apalagi Luhan hanya menggunakan bathrobe dan belum mengganti ppakainnya sehabis mandi tadi, ia sibuk meminta maaf pada Sehun. Tapi dia harus memberi pelajaran pada Luhan agar tidak sembarangan berkeliaran di negara orang. Dia mengkhawtirkan Luhan jika sampai pria mungilnya disakiti orang lain
Sehun pura-pura mengernyitkan alisnya menunggu apa yang akan dilakukan Luhan
"Sehun mian" ucap Luhan mengecup bibir Sehun
"Sehun mian" katanya mengulang ucapan dan tetap mencium bibir Sehun
"Sehun mian" ini sudah hampir 20 kali Luhan melakukan ucapan dan kegiatan yang sama namun tidak mendapatkan jawaban dari Sehun
"Sehuuunnn, lihat bibirmu dan bibirku sudah bengkak tapi kau tetap tidak merespon" kesal Luhan
"Aku akan melakukan apa saja, oh ya aku akan melayanimu master" bisik Luhan menggoda
Sehun yang sudah tidak bisa menahan diri karena tingkah Luhan yang sangat imut ini akhirnya memberikan respon
"Kau memang harus dihukum" seringai Sehun yang membuat Luhan tersenyum lega karena akhirnya Sehun berbicara
"Hukum aku master" tantang Luhan dengan menggoda
Dan tidak butuh waktu yang lama, Sehun sudah meraup kasar bibi Luhan, meminta akses masuk ke dalam mulutnya dan menjelajahi apa saja yang ada didalam mulut Luhan
"Ahhh-se-sehunnn..hhmmpp" desah Luhan terbuai dengan ciuman Sehun yang sangat memabukkan.
"Ngh! Mmmhhh!" desah Luhan tertahan, saat tangan Sehun menjalar masuk ke dalam baju mandinya, menekan nipplesnya yang mulai menegang, kemudian mencubitnya hingga memerah. Sehun melepaskan pautan bibirnya, membuat napas Luhan tersengal-sengal.
"A-aaakhhh… Sehunnie!" desahnya keras saat bibir Sehun mulai melumat lehernya, menjilati dengan kasar dan menggigitnya keras hingga membentuk tanda kemerahan. Tangan Sehun kini bergerak untuk mendorong tubuh ringkih Luhan hingga jatuh ke atas kasur, tanpa melepaskan lumatannya yang terus memberikan tanda kemerahan di leher putih pucat rusanya.
Luhan hanya bisa menggeliat resah, saat tangan Sehun yang besar membelai perut ratanya, kemudian menjalar turun menuju kejantanan Luhan yang mulai berdiri tegak. "Uuuhh…. Se-sehun…." Desahnya, saat namja tampan itu berhasil meraup kejantanannya yang mungil.
Sehun mendekatkan bibirnya ke telinga Luhan, kemudian berbisik pelan, "Kau cantik Lu…" puji Sehun
Sehun mengocok kejantanannya dengan cara yang cukup kasar, membuat miliknya berdenyut-denyut dan mengeluarkan pre-cum.
"Kau cantik, Luhan…" ujar Sehun, membuang baju mandi Luhan, membuat tubuh pucat Luhan jadi polos tanpa tertutup sehelai benang pun.
Sehun menatap Luhan dengan pandangan lapar, tubuh putih pucat itu terlihat begitu sempurna. Ditambah wajah Luhan yang kini penuh keringat, bibirnya terbuka sedikit dengan saliva mengalir di ujungnya.
"Lu… Hmmmppp…" Sehun mencium Luhan lagi dan lagi, menghisap dan melumat bibir Luhan. Tangannya memilin-milin kasar kedua puting Luhan yang sudah menegang sepenuhnya, kemudian menarik-nariknya kuat.
"Akkhh.. Sehun…. Nggghh!" Luhan mendesah sejadi-jadinya, saat bibir Sehun beralih menghisap dan mengemut putingnya, sekali menekan-nekan dengan lidah dan menggigitnya hingga semakin memerah.
Tangannya tanpa sadar malah menekan-nekan kepala Sehun, mengarahkan bibir menggoda Sehun ke puting satunya lagi, agar mendapat perlakuan yang sama.
Jilatan Sehun bergerak turun, menuju kejantanan Luhan yang sudah basah sempurna karena cairan bening pre-cum. Sehun menjilat pusar Luhan membuat perut ratanya basah, Luhan mempererat pegangannya pada kain kasur yang sudah terlihat berantakkan saat lidah basah Sehun mendekati pusat tersensitifnya.
Sehun mengecup puncak kejantanan Luhan, "Luuu… Mhhh…" ujarnya mulai mengemut kejantanan Luhan yang berukuran kecil.
Luhan memejamkan matanya menikmati sentuhan Sehun dan terus mendesah kenikmatan karena perlakuan Sehun.
"S-sehunnn-akkkhh" desah Luhan yang mendapatkan orgasme pertamanya.
Sehun membiarkan Luhan beristirahat sebentar, setelah dirasa cukup dia ingin membuat Luhan kembali terangsang
"Lu kita mulai lagi" desah Sehun dengan suara seksinya
Luhan hanya pasrah mengangguk ketika Sehun mulai menghisap dan mengocok puting dan juniornya secara bersamaan. Luhan kembali terangsang dan siap mendapatkan perlakuan istimewa dari Sehun lagi.
Sehun yang terus mencium Luhan ingin terus memberikan kenikmatan untuk Luhan dan dirinya. Ciuman Sehun turun kebawah lagi, ia menemukan kejantanan Luhan namun kali ini mengabaikannya.
Sehun lebih memilih memasukkan lidahnya keluar masuk ke lubang Luhan, menusuk-nusuk pintu analnya yang berkedut-kedut.
"Luu…. Kau… Nikmat…." Ujarnya sambil menghisap-hisap pintu anal Luhan yang berdenyut minta di isi.
"S-sehun, te-ruskan" pinta Luhan yang merasa sangat nikmat dengan perlakuan Sehun
"Ngghh…" Luhan kembali berjengit merasakan lidah hangat Sehun kembali membalut kejantanannya dan menghisapnya
"Hmmmh… Baby Lu… Kau… Hmpph… nikmat sekali" ujarnya sambil menghisap-hisap kejantanan Luhan yang kembali mengeluarkan pre-cum.
Tanganya tidak tinggal diam, dilesakkannya dua jari masuk ke dalam lubang Luhan
"Se-Sehun…. Uhhhh…" kata Luhan kenikmatan saat jari-jari Sehunbergerak keluar masuk dengan agak kasar.
Sehun semakin terangsang saat jari-jarinya diremas lembut oleh lubang Luhan yang masih tetap terasa sempit. Ia tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Ia membuka seluruh pakaiannya dan segera memasukkan juniornya, hingga seluruhnya masuk kedalam lubang Luhan dalam satu sentakan
"Se-sehuunn!" Pekik Luhan tertahan karena perlakuan Sehun yang tiba-tiba
"Maaf sayang, aku tidak tahan lagi" ucap Sehun membenarkan letak poni Luhan agar dapat melihatnya dia memberikan kesempatan pada Luhan untuk membiasakan diri dengan keberadaan juniornya di lubang Luhan
"Lanjutkan, sudah tidak sakit" ucap Luhan mengelus pipi Sehun, Sehun tersenyum nakal dan berbisik pada Luhan
"Aku tidak akan lembut kali ini" membuat Luhan was-was akan rasa sakit dan nikmat yang akan ia terima setelah ini
Sehun sendiri tersenyum melihat Luhan yang begitu menggairahkan, badan ramping nya yang memiliki kiss mark dimana-mana, pipi pucatnya yang penuh semburat merah, napasnya yang terengah-engah, matanya yang separuh terpejam, bibir merahnya yang bengkak, dan jangan lupakan kejantanan mungil nan basah milik Luhan yang masih berdiri tegak, seakan sedang memohon agar Sehun untuk kembali melumatnya
Sehun tanpa mau menunggu lama, langsung mengeluarkan kejantanannya hingga tinggal tersisa kepalanya saja, kemudian langsung memasukkannya lagi dengan keras hingga mengenai titik terdalam milik Luhan.
"Se-sehunn! AAARRGGH!" Teriak Luhan yang terkejut, karena lubangnya yang sempit, dan sensitive dihajar tanpa ampun oleh milik Sehun yang berukuran besar.
Sehun tersenyum menggoda, "aku sudah bilang tidak bermain lembut sayang…" ujar Sehun sambil terus menggerayangi tubuh Luhan tanpa menghentikan sodokannya.
Luhan makin memejamkan matanya, "Ha…aaaghh…. Ngghhh…haa…." Desahnya penuh kenikmatan, saat Sehun makin mempercepat tempo genjotan pada lubangnya yang tetap sempit.
"So tight…. Lu…. Hgggh…." Erang Sehun, kejantanannya serasa diremas dan dipijat-pijat oleh lubang Luhann yang hangat, sempit dan terus berkedut-kedut.
Luhan kembali mendesah , "Haaaghhh…. Sehun..Ngghhh…. Uuuhhh….." bibirnya terbuka sedikit dan matanya terus terpejam menikmati kenikmatan yang serasa terus menggelitiki titik sensitifnya tiada henti.
"A-aku mau keluar…. Uhhh…." Ucap Luhan yang sepertinya akan klimaks. Namun hal itu tidak dibiarkan oleh Sehun, ia ingin klimaksnya bersamaan dengan dirinya. Sehun menutupi lubang kecil di kejantanan Luhan dengan ibu jarinya.
"Tidak sekarang sayang, bersama sama nanti" ucap Sehun yang terus menyodok lubang Luhan tanpa ampun, membuat Luhan meracau kesakitan dan kenikmatan secara bersamaan
"Se-sehun aku mohon" pinta Luhan disela desahannya
"Mohon apa sayang?" Tanya Sehun menggoda
"Ride me faster" mohon Luhan
"With my pleasure" jawab Sehun yang kemudian membalik tubuh Luhan, membuatnya beralih pada posisi menungging dari belakang, dan segera melesakkan kejantanannya dalam-dalam dan melakukan penetrasi dari belakang.
Hal ini tentu membuat Luhan diambang rasa nikmat serta gelisah, karena tidak juga dapat melepaskan hasratnya. Satu tangan Sehun tetap memegangi kejantanan Luhan, sedangkan tangan lainnya mencubit dan meremas-remas dada Luhan yang sudah menegang dan merah.
Sehun terus menggerakkan kejantanannya keluar masuk dengan tempo yang cepat.
"Kau nikmat sayang!" ujar Sehun memuji Luhan,
Sehun kemudian membalik lagi tubuh Luhan menjadi tertidur di kasur dengan posisi terguling. Sehun melakukan gerakan penetrasi dari samping.
"Huuuuhhh… Ooohhh! Sehun…! ….. Le-lepaskannn aku benar-benar ingin keluar!" Desah Luhan penuh nikmat sekaligus sakit, karena hasratnya masih belum juga boleh keluar.
"Belum sayang." Kata sehun yang masih menutupi lubang kejantanan Luhan dengan ibu jarinya. Luhan sudah frustasi mencengkram erat bedcover yang sudah berantakan karena kegiatan mereka
Sehun kembali mengubah posisi menjadi duduk dengan Luhan berada di atas pangkuannya, tentu saja tanpa melepaskan kejantanannya dari lubang Luhan yang semakin lama semakin ketat membawanya menuju klimaks.
Dengan tenaga yang tersisa sedikit, Luhan menggerakkan tubuhnya naik hingga kejantanan Sehun hanya tersisa ujungnya, kemudian menghujamkan tubuhnya keras, "Ahhk! Haaahhh…. Uhhh…"
"SShhh…. Luu,aaahhh…" desah Sehun dengan mata terpejam , dirinya begitu menikmati pemandangan dihadapannya.
Luhan bergerak naik turun dengan tubuh berhiaskan keringat, belum lagi nipplesnya yang mengacung tepat di depan wajah Sehun. Sehun tidak membuang kesempatan ia menjulurkan lidahnya ke nippple Luhan dan mengemutnya keras membuat Luhan semakin menggila.
"Haaaagghhh… Ahhhh! Haaaahh…" desahan Luhan semakin terdengar keras. Gerakkannya semakin cepat, kejantanan Sehun serasa membesar dan berdenyut-denyut di dalam lubangnya.
Luhan berusaha mempercepat tempo gerakan naik-turunnya, disela kenikmatan di dada dan rasa sakit di kejantanannya yang belum bisa mencapai klimaks.
"Ssshhh…. Haaah…" Sehun mendesah lega saat kejantanannya menyemburkan benih putih lengketnya yang hangat ke dalam Lubang Luhan.
Disaat yang hampir bersamaan, Sehun melepaskan genggamannya pada ujung kejantanan Luhan, membuat Luhan mendesah nikmat, "Ahhhkkk…. Haaaa…." Desah keduanya bersamaan
Setelah menikmati orgasme, Sehun mengeluarkan miliknya dari dalam lubang Luhan yang sudah penuh dan basah oleh cairan miliknya.
Sehun membaringkan tubuhnya di samping Luhan.
Luhan masih terengah-engah, napasnya memburu, namun dirinya merasa lega sekaligus nikmat disaat bersamaan.
"Kau benar-benar mengerjaiku Sehunna" kesal Luhan memukul dada Sehun
Sehun tertawa renyah dan membawa Luhan kepelukannya, "aku kan sudah memberitahumu sebelumnya, jangan salahkan aku tubuhmu begitu nikmat" puji Sehun
"Lagipula kau memang harus dihukum" ucap Sehun menggoda
"Jangan menggodaku, setiap kita bercinta kau selalu saja menggodaku" protes Luhan
"Tidak pernah menggoda cantik, aku selalu memujimu" kata Sehun jujur
"Sekarang kau istirahat, besok kita baru berjalan jalan, jangan kabur-kaburan sepperti tadi" perintah Sehun yang membawa Luhan kedalam pelukannya
Luhan memposisikan dirinya dengan nyaman di pelukan Sehun dan tak lama kemudian tersenyum karena hari ini sangat membahagiakannya.
..
..
..
Keesokan paginya ketika bangun Sehun tidak menemukan Luhan di sampingnya. Dan bergegas mencarinya keluar kamar. Ia menemukan Luhan yang hanya menggunakan bathrobe nya sedang menuang susu kedalam gelasnya.
"Selamat pagi sayang, kau haus?" Tanya Sehun memeluk Luhan dari belakang
"Selamat pagi juga sayang, iyaa aku haus, kau mau susu juga?" Tanya Luhan yang membiarkan Sehun menjamahnya lagi
"Hmm, aku mauu" ucap Sehun namun menolak ketika Luhan memberikannya segelas susu
"Aku mau mengemut saja" ucap Sehun yang langsung membalikkan badan Luhan dan menyingkap bathrobe nya mengemut kasar nipple Luhan
"Hmmmppphh...s-sehuun" desah Luhan
"Sebentar sayang aku sedang sarapan jangan mengganggu" kata Sehun yang dengan brutal menghisap nipple Luhan secara bergantian membuat nipple Luhan yang masih sakit akibat kegiatan mereka semalam kembali menegang
Tangan Sehun juga sudah mulai mengocok kejantanan Luhan dengan gerakan yang memabukkan
"Aku menginginkanmu lagi Lu" kata Sehun yang tanpa jawaban dari Luhan ia membawa Luhan ke meja makan terdekat. Membuang apa saja yang ada di meja dan mendudukkan Luhan disana.
Luhan sudah pasrah dengan semua yang Sehun lakukan, dia tidak menolak karena memang dia menyukainya
Sehun mengangkat kedua kaki Luhan ke atas meja, membuat lubang yang akan memijat juniornya terlihat, dan tanpa pemanasan dia langsung memasukkan juniornya dalam satu hentakan.
"S-sehunnn"pekik Luhan yang selalu terkejut dengan gerakan Sehun
"Didalam hangat baby, sebentar saja ya, aku akan cepat" kata Sehun yang langsung menggenjot Luhan lagi
Sehun terus menyodokkan juniornya dengan semangat sampai ia rasa menemukan titik kenikmatan Luhan
"Di-disana sayang, lebih dalamppp" racau Luhan yang sudah bersemangat dengan morning sexnya ini
"Pasti sayang" Sehun menyodokkan juniornya dengan keras dan hentakkan terakhir mereka klimaks bersama
"Hah hah hah" keduanya masih menetralkan nafas,
"Kau sexy baby" kata Sehun mengecup bibir Luhan sekilas
"Kau juga sangat sexy" balas Luhan membelai wajah Sehun
"Sayang, keluarkan adikmu, kita harus mandi" protes Luhan karena Sehun masih belum mengeluarkan juniornya di lubang Luhan
"Kita mandi bersama, adikku masih nyaman didalam sana" kata Sehun menggendong Luhan tanpa melepaskan juniornya dari lubang Luhan dan membawa mereka kekamar mandi.
..
..
..
"Baby, kenapa mereka lama sekali" protes Kyungsoo pada Kai
"Sabar baby, mungkin Luhan masih dihukum" balas Kai menyeringai
"Hisss, kalian berdua sama-sama pervert" kesal Kyungsoo yang semalaman habis dihukum oleh Kai
"Kau menyukainya kan? Apa masih kurang aku menggenjotmu semalaman baby?" Tanya Kai menggoda
Kyungsoo hanya bisa merona karenanya
"Kyungieeeee" panggil Luhan dari jauh sambil melambaikan tangan. Sehun memeluk psosesif pinggang Luhan
"Luhannieku sepertinya benar-benar dihukum" gumam Kyungsoo yang melihat Luhan terkadang mengernyit kesakitan saat berjalan.
"Hay man" sapa Kai kepada Sehun yang terlihat sangat sumringah
"Hay Kai" balas Sehun lalu keduanya tersenyum devil karena berhasil menghukum pria-pria mungil mereka
"Kyungiee aku lapar" rengek Luhan dipelukan Sehun
"Kita makan dulu ya Luhannie" kata Kyungsoo merebut paksa Luhan dari pelukan Sehun
Kedua pria cantik berjalan didepan, sementara pria tampan mereka mengikuti sekaligus memperhatikan gerakan mereka dengan posesif.
Luhan tampil sangat cantik sekaligus tampan hari ini. Dia memakai celana pendek selutut, serta tanktop berwarna biru dipadu dengan rambutnya yang berwarna coklat blonde sangat membuatnya imut.
Kyungsoo memakai celana panjang 3/4 dan memakai kaos oblong berwarna putih sangat cocok diadukan dengan rambutnya yang berwarnah hitam pekat, membuatnya tak kalah imut dengan Luhan
Sehun juga mengenakan celana pendek selutut dipadukan dengan kaos hitam panjang yang membuat dirinya sangat tampan ditambah tatapan matanya yang bisa membuat siapa saja jatuh cinta padanya.
Kai sendiri menggunakan celana pendek selutut dan kaos oblong berwarna putih dibalut kemeja yang tidak ia kancingkan olehnya dan tidak lupa menggunakan kacamata hitam menambah aura tampan dan seksinya
Hah..siapa saja pasti iri melihat kalian batin author :D
..
..
..
Sehun dan Kai kini mengajak Luhan dan Kyungsoo berjalan ke Tokyo Tower karena keduanya terus ribut meminta untuk melihat pemandangan Jepang dan disinilah mereka menikmati indahnya pemandangan kota Jepang di pagi hari.
"Sehun, lihat sini kita foto bersama" ajak Luhan menarik Sehun dan mengabadikan momen mereka di ponsel Luhan.
Klik! Bunyi kamera ponsel Luhan dan ia meremggut karena Sehun berpose tanpa ekspresi.
"Sehun senyummm" perintah Luhan sekali lagi, karena diliriknya Sehun masih tidak tersenyum, Luhan menarik pipi Sehun yang membuat Sehun berpose dengan ekspresi kesakitan.
Klik!
Luhan melihat hasil fotonya kali ini ia terrsenyum menang, Sehun menunjukkan ekspresi yang lucu, membuat Sehun mendengus kesal, ia menjitak pelan kepala Luhan
"Luhannie, foto denganku" teriak Kyungsoo yang berada di sebelah kiri tower
"Ayooo Kyung" semangat Luhan meninggalkan Sehun dibelakangnya yang tersenyum senang karena Luhannya benar-benar hiperaktif
Kyungsoo dan Luhan benar-benar tidak merasa lelah seharian ini, mereka minta kesana kemari yang hanya dituruti oleh Sehun dan Kai
Sekarang sudah malam hari dan mereka berada di pusat perbelanjaan terkenal di Tokyo yaitu Shibuya
Luhan dan Kyungsoo masih sibuk memilih belanjaan mereka sampai akhirnya keduanya merengek kelaparan
mereka memesan makanan khas Jepang seperti onogiri, sushi, ramen dan semua yang berbau khas Jepang kemudian melahapnya sampai habiss
"Ah nikmat sekali" kata Luhan yang sudah kekenyangan
"Kita pulang setelah ini, besok kita jalan-jalan lagi ke daerah Kyoto" kata Sehun yang menambahkan kata jalan-jalan lagi saat akan mendapat protes dari Luhan
"Kau lelah baby?" Tanya Kai
"Tidak sih, tapi ayo kita istirahat hyung" ajak Kyungsoo pada Luhan yang mau tak mau mengiyakan keinginan semuanya.
..
..
..
Mereka sampai di hotel dan saling berpamitan untuk istirahat. Setelah berpisah dari Kai dan Kyungsoo, Luhan meminta Sehun untuk menggendongnya
"Luhannieku lelah ya?" Tanya Sehun saat Luhan sudah berada digendongannya
"Hmm, aku sangat lelah Sehunnie" jawab Luhan manja dan tidur di leher Sehun
Sampai dikamar hotel. Sehun menyuruh Luhan untuk cuci muka terlebih dulu. Setelah selesai Luhan hanya menggunakan kemeja Sehun yang kebesaran kemudian beringsut kepelukan Sehun
"Kau sangat menggoda baby, untung saja aku kasihan melihatmu kelelahan, kalau tidak aku akan memakanmu lagi" goda Sehun membenarkan letak tubuh Luhan dipelukannya
"Sehunnie tampan" kata Luhan yang mengecup bibir Sehun
"Kau juga sangat menggoda sayang" balas Sehun mencium Luhan
"Kau istirahat ya, besok kita bermain lagi" katanya menepuk punggung Luhan agar langsung tertidur
"Sehunnie juga, selamat malam sayang" ucap Luhan
"Selamat malam sayang, mimpi indah" balas Sehun yang masih mengagumi surai wajah dari Luhan
..
..
..
Hari ini adalah hari terakhir mereka di Jepang, Sehun dan Kai membawa kekasih mereka ke daerah Kyoto. Keduanya sangat ingin kesana dan pergi ke kuil Kiyomizudera yang terletak di sebelah timur Kyoto.
Konon katanya ada aliran air yang bisa mengabulkan permohonan mereka jika meminumnya ketika ditanya mereka ingin meminta apa mereka menjawab rahasia secara bersamaan.
Mereka sampai di Kuil dan langsung bergegas menuju tempat aliran air itu dan mengambil sedikit kemudian menyesapnya sambil membuat permohonan.
Sehun dan Kai hanya tersenyum melihat tingkah lucu Luhan dan Kyungsoo
"Sudah selesai" tanya Sehun merentangkan tangannya ketika Luhan menghampirinya
"Hmm sudah" jawab Luhan membalas pelukan Sehun
"Mau kemana lagi setelah ini?" Tanya Sehun yang mengeratkan pelukannya pada Luhan agar membuatnya hangat
"Kemana saja" ucap Luhan yang nyaman dipelukan Sehun
"Hyung kita beli oleh-oleh lalu istirahat dihotel saja bagaimana?" Usul Kyungsoo yang juga sedang dipeluk posesif oleh Kai
"Hmm setujuuuu, tapi aku mau makann, aku lapar Sehunnie" rengek Luhan pada Sehun
"Tentu ayo kita makan dulu" ucap Sehun mencium bibir Luhan sekilas, lalu menggenggamnya pergi
"Kau tahu baby, aku sangat suka melihat Luhan dengan Sehun, bisakah Sehun membuat Luhanku selalu bahagia" tanya Kyungsoo pada Kai
"Sehun mempunyai caranya sendiri untuk mencintai baby, kita doakan saja agar mereka benar-benar bisa bersama". Ucap Kai memeluk Kyungsoo dari belakang
"Aku setuju, ayo susul mereka" ajak Kyungsoo
Kai mengangguk dan menggenggam tangan Kyungsoo menyusul Sehun dan Luhan
..
..
..
Luhan sedang menikmati pemandangan malam di balkon hotel. Mereka semua sudah kembali kehotel dan memutuskan untuk beristirahat.
"Kau bisa kedinginan disini" kata Sehun memeluk Luhan dari belakan berbagi selimut hangat dengan Luhan
"Disini indah Sehun" kata Luhan menyandarkan kepalanya didada Sehun menatap nanar kedepan
"Sehun" panggil Luhan
"Hmm" balas Sehun
"Aku mencintaimu" kata Luhan
"Aku juga mencintaimu Lu" balas Sehun dan membalikan badan Luhan agar menghadapnya
"Kau cantik" Sehun membelai wajah Luhan dan membawa Luhan kedalam ciumannya yang terasa panas namun hangat dihati.
Lagi, kedua insan ini menikmati kebersamaan mereka
"Sehun, apa kita akan selalu bersama?" Tanya Luhan yang mulai ragu akan kemana hubungan mereka
"Aku akan mengusahakannya, aku tidak ingin kau berada jauh dariku" ucap Sehun menenangkan dam memeluk Luhan lagi
"Oia, kau meminta apa di kuil tadi?" Tanya Sehun
"Ra-ha-sia" jawab Luhan menggoda
"Ayolah beritahu aku" pinta Sehun
"Aku hanya meminta agar hubungan kita mendapatakan cerita akhir yang terbaik" lirih Luhan memeluk Sehun erat
"Aku juga berharap seperti itu" balas Sehun memeluk Luhan lebih erat membiarkan mereka saling bertukar perasaan dalam pelukan mereka
..
..
..
Mereka semua sudah tiba di Seoul, seperti biasa Luhan dan Kyungsoo masih mencari pekerjaan yang diizinkan oleh Sehun dan Kai. Mereka sudah mulai bosan berada di apartemen
Sehun sendiri lebih sering menghabiskan waktu bersamanya, ia selalu menyempatkan diri melihat dan mengecup Luhan sebelum berangkat kekantor
Dalam seminggu, Sehun bisa tidur diapartemen sebanyak 4 hari, sisanya dia kembali kerumah. Dan Luhan tidak keberatan akan hal itu, karena Sehun selalu menyempatkan waktunya
"Kyung aku kembali menaruh belanjaan dulu ya nanti kalu Sehun sudah datang aku ketempatmu" kata Luhan didalam lift, mereka ber 4 berencana makan siang bersama
"Iya Luhannie sayang, Kai juga sebentar lagi pulang, kita akan masak bersama" jawab Kyungsoo yang terkekeh melihat Luhan membawa belanjaan ssangat banyak
"Kalau begitu aku duluan, sampai nanti Lu" teriak Kyungsoo dan pintu lift kembali menutup
Ting!
Luhan sampai di apartemen Sehun dan segera masuk membereskan belanjaannya, ketika sedang berganti baju ada yang memencet bel apartemen
TING TONG!
"Ah Sehun sudah sampai, cepat sekali" katanya bergegas membukakakan pintu.
Cklek!
Luhan terdiam
Bukan Sehun yang berada diluar, namun seseorang yang diluar perkiraan Luhan
"Minji?" Ucap Luhan
To be continued……
taraaaaa semoga chapter ini panjang dan memuaskan mengingat chapter kemarin kurang panjang...
untuk Luhan belum bisa dibuat hamil untuk chapter ini, karena udah terlalu panjang, takut chapter depan malah pendek *curhat
anggep aja bulan madu dulu sama Sehun disini :D :D
dan selamat menebak kenapa Minji ke apartemen Sehun Luhan?
tunggu chapter depan yaa...
Keep reading n review terimakasihhh :))))))))
