Our Tomorrow
Main Cast : Oh Sehun Dan Xi Luhan and others
Genre : Romance, Family, Hurt
Rate : T-M
Length : Chapter
YAOI. Typo (s). M-preg.
HUNHAN STORY!
Kau menawarkan padaku "apapun dan berapapun". Bolehkah aku menolaknya dan meminta hatimu sebagai gantinya
-Luhan
Aku seperti bukan diriku jika berada disampingmu. Aku merasa jika tidak ada kau disekitarku aku akan secara otomatis mencarimu. Apakah aku benar telah jatuh hati padamu?
-Sehun
"Boleh aku masuk?" Tanya Minji yang merasa Luhan hanya menatapnya terkejut tanpa mempersilahkannya masuk
"Tentu saja Minji, ini kan apartemen Sehun berarti apartemen mu juga" kata Luhan mempersilahkan Minji masuk
"Sehun ada disini?" Tanya Minji yang sudah duduk di sofa
"Tidak ada, mungkin sebentar lagi dia datang" jawab Luhan tersenyum
"Ah ya kau mau minum apa?" Tanya Luhan lagi
"Tidak perlu" jawab Minji dengan nada ketus
"Luhan aku ingin berbicara denganmu, duduklah" kata Minji dengan suara memerintah
Luhan yang nampaknya sudah tahu Minji akan membicarakan apa, langsung duduk dan siap mendengarkan
"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Luhan
"Langsung saja, sebenarnya aku ragu bertanya ini, tapi apakah kau mencintai Sehun? Sehunku?" Tanya Minji sekarang sepertinya dia sedang menahan amarahnya menunggu jawaban Luhan
"Kau tahu kan Sehunku bukan gay, tapi aku merasa dia banyak berubah dan perubahan terbesar aku tebak karena dirimu. Dan kau aku sudah bilang jangan sampai terjerat pada pesona Sehun karena kau akan..."
"Aku mencintainya" ucap Luhan menatap Minji dengan yakin dan memotong perkataan Minji
Minji benar-benar terkejut dengan pengakuan Luhan. Amarahnya sudah meluap tetapi dia masih berusaha menahannya.
"Luhan, aku memaklumi ketampanan suamiku, jika kau berjanji membuang perasaanmu padanya aku akan memaafkanmu" kata Minji bergetar menahan amarah
"Tidak, aku tidak bisa membuang perasaanku padanya. Aku sama sepertimu. Aku mencintainya" ucap Luhan tegas namun tenang
"Luhan tarik perkataanmu" teriak Minji
Luhan hanya terdiam menunduk, ia benar merasa bersalah sekarang. Tapi dia juga tidak mau membohongi perasaannya lagi
Minji yang kesal karena tidak mendapat respon dari Luhan langsung menyerang Luhan, ia menjambak dan memukuli wajah Luhan
"Dasar kau menjijikan, karena perasaan kotormu itu kau membuat suamiku menjadi berbeda" teriak Minji masih memukul wajah dan tubuh Luhan
"Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak mencintai Sehunku. Apa kau bodoh atau tuli" teriak Minji lagi
Dan Luhan masih terdiam
Bagaimanapun Luhan tidak ada niatan untuk membalas perkataan maupun tindakan Minji. Karena ini merupaka reaksi wajar seorang istri yang marah ketika suaminya membagi perhatiannya.
Dan lagipula Minji seorang wanita, Luhan tidak akan menyerang seorang wanita.
Minji benar-benar kesal karena Luhan tidak menjawab dan memberikan respon. Ia mengambil sepatu heels yang sedang ia pakai dan memukul Luhan menggunakan ujung hak sepatu heelsnya
"Arhh" erang Luhan yang diserang menggunakan hak heels 10 cm tepat dipelipis matanya yang sekarang mengucur darah segar
"Rasakan itu kau gay menjijikan murahan, mati saja kau sekalian, aku lebih baik tidak memiliki anak daripada harus berbagi Sehunku" teriak Minji frustasi dan menangis,
Minji terus memukuli Luhan dan keadaan Luhan sudah sangat memprihatinkan, bukan hanya fisiknya yang mengeluarkan darah, hatinya juga menahan rasa sakit yang teramat. Belum pernah ia dicaci maki sepperti ini bahkan ketika ia bekerja di club.
Luhan adalah orang yang paling tidak bisa diremehkan, namun untuk kasus ini sudah berapa banyak cacian yang ia dapati
"Aku tidak akan membiarkan Sehun bersamamu jangan bermimpi" teriak Minji
"Minji!" Teriak seseorang dengan suara yang sangat menakutkan
Minji menghentikan gerakannya dan terpaku karena yang berteriak adalah Sehun
"A-apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Sehun tersengal menahan marah
Sehun POV
Hari ini aku mampir kerumahku dan Minji sebelum ke apartemen dan makan siang bersama Luhan. Entah kenapa aku merasa memang harus pulang dulu saat itu
Saat aku sampai dirumah yang membukakan pintu adalah pelayan kami ketika aku bertanya Minji kemana, mereka mengatakan kalau Minji tergesa gesa pergi tanpa memberitahu.
Akupun naik kekamar kami dan terkejut karena barang-barang berserakan dimana mana seakan habis dilempar dan dibuang, ketika melihat ke meja rias Minji aku sangat terkejut karena ada fotoku dan Luhan disana.
Minji mencoret wajah Luhan di foto itu, perasaanku mulai tidak enak dan seketika aku langsung mengingat Luhan. Aku takut terjadi sesuatu padanya.
Aku mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan segera berlari ketika sampai di apartemen.
Sampai di pintu apartemen semuanya terlihat baik-baik saja tetapi ketika aku masuk aku begitu terperangah melihat keadaan ruang tamu yang sangat berserakan
Perasanku semakin tidak enak ketika mendengar teriakan dan aku terpaku menahan amarah melihat pemandangan di depanku. Minji sedang menjambak Luhan dan memegang sesuatu yang kuketahui sepatu heelsnya, siap memukulkan ke Luhan yang sudah duduk terjatuh, dan tidak memberikan perlawanan apapun
End of Sehun Pov
"Aku tanya apa yang sedang kau lakukan?" Teriak Sehun menghampiri Minji dan meghempaskan tangannya yang sedang menjambak Luhan, otomatis membuat Luhan tersungkur namun ditahan oleh Sehun agar tidak terjatuh.
"Kenapa kau membentakku? Aku sedang menyelamatkanmu sayang" isak Minji
"Menyelamatkanku dari apa?" Tanya Sehun dengan tatapan sangat marahnya
"Aku tidak mau kau terjerat dengannya. Aku hanya ingin memberitahunya bahwa kau hanya milikku" teriak Minji
"Kau bisa membunuhnya jika seperti ini" desis Sehun
"Kenapa kau jadi seperti ini, hah?" Teriak Minji lagi ingin kembali memukul Luhan yang ada dipelukan Sehun, tapi Sehun menghalaunya membuat Minji benar-benar geram
"Sehun LEPASKAN!" Teriak Minji
"Park Minji hentikan!" Bentak Sehun
"Cukup Minji Cukup. Sebaiknya kau Pergi" kata Sehun mengusir Minji
Minji benar-benar tidak menyangka dengan perkataan suaminya yang mengusirnya dan membentaknya ini diluar dugaannya
"Kau keterlaluan Sehun" teriak Minji meninggalkan apartemen
Sehun menatap kepergian Minji dengan perasan bersalah namun rasa khawatirnya pada Luhan lebih besar
"Lu, hey sayang kau tidak apa?" Tanya Sehun yang menatap Luhan dengan miris melihat keadaannya yang dipukuli Minji
"A-aku tidak apa-apa, Se-sehun, kejar dia" kata Luhan yang juga sudah menangis, dia tidak ingin hal ini terjadi. Dia merasa seperti penghancur rumah tangga Sehun dan Minji
"Nanti terjadi apa-apa padanya, nanti dia akan berfikir..."
"Ssstttt sayang, tidak apa, aku akan menyelesaikannya nanti, sekarang kita bersihkan lukamu dulu" kata Sehun yang menggendong Luhan kekamar mereka
..
..
..
"Arwhhh" erang Luhan saat Sehun memberi obat luka di pelipis matanya
"Lukanya dalam Lu, kau yakin tidak perlu dibawa ke rumah sakit" tanya Sehun khawatir
"Tidak perlu Sehunnie" ucap Luhan dengan nada yang dibuat baik-baik saja
"Maafkan dia Lu, aku mohon jangan berubah pikiran untuk mengandung anakku" kata Sehun bergetar sambil mengolesi lebam di wajah Luhan
"Sehunnie kenapa bicara begitu?" Tanya Luhan memeluk Sehun
"Minji wanita baik, dia hanya terlalu mencintaimu, salahku tadi tidak bisa menahan egoku untuk mengatakan aku mencintaimu juga" sesal Luhan
"Bukan salahmu Lu, beri aku waktu untuk semua ini, jangan pernah berfikir pergi dariku ya, aku mohon" kata Sehun memeluk Luhan erat
"Aku janji. Seberat apapun nanti jalan kita, dan sesulit apapun hal pahit yang aku hadapi, aku hanya akan mengingat jika kau menyuruhku untuk tinggal maka aku akan tinggal" kata Luhan mengusap air mata Sehun dan tersenyum lembut
"Kau pergilah cari dia, dia membutuhkanmu sayang" ucap Luhan menasehati Sehun
"Nanti setelah aku yakin kau baik-baik saja" kata Sehun mengecup bibir Luhan sekilas
Mereka sedang berpelukan sampai ada suara teriakan lagi yang menggema di apartemen mereka
"LUHANNIE..Kau kenapa?" Pekik Kyungsoo yang menjatuhkan tasnya ketika melihat wajah Luhan banyak lebam dan dipakaikan plester di pelipis matanya
"Kau tahu penjagaku sudah datang, aku aman sekarang" bisik Luhan dan Sehun terkekeh mendengarnya
"Lulu kau kenapa?" Tanya Kyungsoo memeriksa wajah Luhan dia sangat khawatir sekarang.
"Aku akan cerita Kyungieee" ucap Luhan menenangkan Kyungsoo
"Sehunnie kau pergilah, aku sudah baik-baik saja ada Kyungsoo disini sayang" kata Luhan meyakinkan Sehun untuk pergi
"Kau yakin Lu?" Tanya Sehun yang masih enggan pergi
"Hmm sangat yakin, pergilah" kata Luhan mengusap wajah Sehun
"Baiklah aku akan menghubungimu" ucap Sehun mengecup kening Luhan dan pergi dari apartemen mereka
"Lu, cerita padaku ada apa?" Kata Kyungsoo membelai wajah Luhan hati-hati takut Luhan kesakitan
"K-kyungie, a-aku sak-itt hikss" isak Luhan tiba-tiba setelah kepergian Sehun
"A-akuu takut Kyung" ucap Luhan yang semakin terisak
"Luhannieku kenapaa?" Tanya Kyungsoo khawatir memeluk Luhan menenangkannya
Luhan menangis tersedu sedu dipelukan Kyungsoo. Ia tidak bisa melakukannya jika ada Sehun disana, dia benar-benar merasa sakit dan merasa semua ini berat untuk dijalani.
Kyungsoo yang mengetahui sifat hyungnya, hanya membiarkan Luhan menangis sampai puas. Luhan tidak pernah seperti ini sebelumnya dia hanya menangis tersedu saat Kyungsoo sakit dan kritis, setelah itu dia tidak pernah menangis memilukan seperti ini lagi.
Namun hari ini Luhan yang rapuh benar-benar dalam kondisi ringkih yang sangat harus dijaga. Sosok yang kuat diluar namun rapuh didalam ini sedang menemui keputusasaan yang teramat.
..
..
..
Sehun bergegas pulang kerumahnya dan segera menemui Minji. Ia mengemudikan mobilnya dengan cepat, perasaanya bercampur aduk iya ingin tahu apa yang sebenarnya istrinya lakukan, kenapa ia menyerang Luhan seperti itu.
Sampai dirumahnya Sehun disambut oleh pelayan rumahnya yang panik
"T-tuan sepertinya nyonya sedang mengamuk dikamarnya, daritadi hanya terdengar suara pecahan dikamar, ketika kami bertanya dia hanya akan berteriak mengusir kami" jelas pelayan rumah Sehun
Sehun langsung berlari kekamarnya dan menggedor pintu kamar
"Minji ini aku, buka pintunya" kata Sehun
Minji tidak mendengarkan dan masih sibuk membanting barang didalam
"Minji buka pintunya atau kudobrak" ancam Sehun karena tidak ada jawaban ia benar mendobrak pintu kamarnya
Keadaan kamarnya sangat kacau, Minji benar-benar membanting seluruh isi kamarnya, terlihat foto pernikahan mereka juga hancur karena ia banting.
Sehun yang awalnya ingin marah menjadi kasihan pada istrinya, ia melunak dan mendekati Minji
"PERGI KAU..PERGI SAJA DENGAN KEKASIH GAY MU ITU" teriak minji melihat Sehun mendekatinya
"Minji" lirih Sehun "kenapa kau seperti ini?" Tanya Sehun
"Aku membenci kalian!" Teriak Minji
"Harusnya aku tidak membiarkan kau menemui pria murahan itu di club, harusnya aku tahu saat pertama kali bertemu dengannya dia tipe pria penggoda, harusnya..."
"Minji cukup!" Tegas Sehun
"Namanya Luhan dan dia bukan murahan" ucap Sehun yang menahan marahnya karena Luhan dihina
"Lihat? Kau bahkan masih membelanya! Kau brengsek Oh Sehunnn" teriak Minji melempar apa saja yang dilihatnya ke Sehun
"Aku tidak membelanya, tapi kau sudah keterlaluan, kau menyerangnya, memukulnya hingga wajahnya lebam, merendahkannya dan sekarang kau masih mengatainya, dia pria yang baik sayang" ucap Sehun berusaha tenang
"Dia memang pantas dihina" ucap Minji sangat jahat
"Park Minji kenapa kau jadi seperti ini? Kau bahkan tidak pernah menyerang wanita-wanita yang mendekatiku dulu, kenapa kau nekat menyerang Luhan?" Teriak Sehun
"Itu karena aku tahu kau mencintainya. Dan aku akan kehilanganmu! Aku takkan membiarkan itu" Minji berteriak balik
"Kau tidak pernah merespon wanita-wanita itu karena kau memang tidak menyukai mereka. Tapi dengan Luhan kau berbeda, aku memergokimu beberapa kali saat bersamaku kau terus menghubunginya, kau selalu menanyakan kabarnya, aku sakit kau mulai memperhatikan orang lain selain aku" isak Minji
Sehun terdiam
Dia bertanya tanya pada dirinya sendiri apakah dia sudah sejauh ini dengan Luhan, apakah dia terlalu mencintai Luhan hingga melupakan wanita yang ia cintai sejak Sekolah menengah dulu. Sehun merasa bersalah, tapi ia juga tidak bisa menolak perasaannya pada Luhan
"Minji" kata Sehun memeluk Minji
"Kau terlalu banyak berfikir sayang" ucap Sehun menenangkan dan Minji terisak dipelukannya
"Ke-kenapa Sehun? Kenapa semua ini menjadi rumit? Bukankan rencana awal kita hanya akan memiliki bayi dari pria yang memiliki rahim lalu kita akan hidup bahagia selamanya?" Tanya Minji dalam pelukan Sehun
"Kau benar sayang" jawab Sehun mengelus rambut Minji
"Bisakah kau membuang perasaanmu pada Luhan?" Tanya Minji
Sehun terdiam lagi
"Mencobalah Sehun, aku mohon, demi aku, demi cinta kita dan demi pernikahan ini" pinta Minji
"Aku akan mecoba" lirih Sehun
Maafkan aku Luhanku, sayangku, batin Sehun menangis
..
..
..
Sehun kembali ke apartemen, kali ini bukan itu menginap, setelah meyakinkan Minji kalau ia hanya akan mengambil beberapa dokumen ia pergi.
Ia pergi untuk melihat Luhannya, mungkin bukan terkahir kali, tetapi tidak akan sesering saat ini, Sehun membayangkan akan sangat merindukan Luhan, tawa Luhan, Luhan ketika sangat manja dan Luhan yang tidur dipelukannya
Aku benar-benar mencintaimu Lu lirih Sehun dan kemudian menepikan mobilnya sebentar, ia menangis tersedu, ia berjanji pada Luhan dirinya akan berusaha agar mereka bersama, tetapi kenapa semua ini begitu sulit. Akan ada banyak hati yang terluka di kisah mereka.
"Arrrhh, a-aku ingin bersamamu" Sehun menangis tercekat memukul kemudi mobilnya
Setelah menetralkan perasaannya yang sangat sedih, Sehun melanjutkan perjalanan ke apartemen dan bertemu Luhan
Ia sampai di apartemen bergegas masuk dan sedang menunggu lift
"Sehun" panggil seseorang yang ternyata Kai
"Hey" sapa Sehun
"Kau kenapa sangat berantakan?" Tanya Kai
"Kau baru pulang?" Tanya Sehun lagi belum menjawab pertanyaan Kai
"Hmm, aku tadi sudah mengabari babyku, agar kalian makan siang bertiga saja, aku ada lembur sampai malam dan sekarang baru pulang" cerita Kai
"Kalau begitu, ikut aku dulu ke kafe" kata Sehun mengajak Kai ingin berbicara sesuatu
"Baiklah, aku juga ingin secangkir kopi" Kai mengikuti Sehun
Di kafe Sehun menjelaskan semuanya pada Kai. Warna muka Kai berubah menjadi pucat setelah mendengar solusi yang akan Sehun lakukan
"Aku tidak bisa selalu bersamanya sekarang, bisakah aku menitipkan Luhan padamu? Jaga dia seperti kau menjaga Kyungsoo, aku mungkin akan mengunjunginya, tapi tidak sesering saat ini" ucap Sehun bergetar, hatinya kembali sakit memikirkan tidak bisa bertemu dengan Luhan secara rutin lagi
"Sehun tidak ada jalan lain?" Tanya Kai
"Ini satu-satunya jalan, kau tahu aku bisa menyakiti hati Luhan dan Minji secara bersamaan, aku sedang mencoba mempertahankan rumah tanggaku" lirih Sehun
"Kau menderita jika seperti ini" ucap Kai yang merasa iba dengan Sehun
"Luhan yang paling menderita disini, aku mohon Kai jaga dia untukku" pinta Sehun, dia merasa akan menangis sekarang, hatinya sakit memikirkan pria mungilnya akan menangis setelah ini.
"Tentu, aku akan menjaganya seperti aku menjaga Kyungsoo, aku akan menjaganya untukmu Sehun" kata Kai yang untuk pertama kalinya selama berteman dengan Sehun, mendengarnya memohon dengan sangat putus asa
"Terimakasih Kai, aku harus menemuinya sekarang" kata Sehun meninggalkan Kai di kafe
Maafkan aku membawa kalian kedalam cerita yang sangat menyakitkan Sehun-Luhan. Semoga pada akhirnya kalian bisa bersama, gumam Kai dalam hati berdoa untuk kebahagiaan sahabatnya.
..
..
..
Cklek! Sehun membuka pintu apartemen dan keadaan apartemen sudah gelap, ia mencari keberadaan Luhan dikamar. Luhannya sudah tertidur dengan pulas. Wajah damainya terlihat dari jauh
Sehun perlahan mendekatinya dan berjongkok di tepi ranjang, membenarkan poni Luhan yang menutupi wajah cantiknya
Sehun mengamatinya, membelainya dengan sayang, sampai akhirnya lagi-lagi air matanya terjatuh, ia menangis membayangkangkan Luhan akan tidur sendirian lagi setelah ini. Luhan selalu mengeluh kedinginan ditengah malam dan hanya jika dipeluk ia merasa hangat
"Dulu Kyungsoo yang memelukku, tapi semenjak dia pindah dengan Kai tidurku tidak pernah nyenyak. Tapi sekarang ada Sehunnie. Sehunnie lebih hangat dan Luhannie suka" Sehun mengenang betapa polos dan manjanya Luhan
"Maaf, maafkan aku" kata Sehun berusaha sepelan mungkin
Namun sepertinya Luhan menyadari keberadaan Sehun dan ia terbangun.
"Sehunnie" kata Luhan tersenyum
"Kenapa bangun sayang" tanya Sehun
"Aku merasa hangat disentuh Sehun jadinya terbangun" kata Luhan menyalakan lampu nakas didekat ranjang mereka dan terkejut melihat Sehun yang menangis
"Sayangku kau kenapa?" Tanya Luhan khawatir
"Tidak apa-apa hanya lucu melihat kau tidur dengan pose sangat jelek" ucap Sehun berbohong
"Ish kau ini" pukul Luhan di lengan Sehun "ayo duduk disini kau pasti ingin bicara" kata Luhan menyuruh Sehun duduk diranjang disampingnya dan Sehun menurut
"Jadi ingin bicara apa?" Tanya Luhan menatap Sehun
"Aku ingin melihat keadaanmu dulu" kata Sehun membawa Luhan ke pangkuannya
"Apa masih sakit?" Tanya Sehun menyentuh pelipis mata Luhan yang plesternya sudah dibuka
"Tidak sakit lagi, sudah kering sayang" ucap Luhan tersenyum
Sehun dengan tiba-tiba mencium bibir Luhan. Ciumannya sangat lembut membuat Luhan sangat bahagia, namun ditengah tengah ciuman mereka Luhan merasakan rasa asin didalam mulutnya, dia langsung melepas ciuman mereka dan sekali lagi terkejut melihat Sehun menangis
"Sehun sayangku kau kenapa" tanya Luhan mengusap air mata Sehun
"Luhan berjanjilah kau akan baik-baik saja. Makan dengan baik, tidur dengan baik, memakai baju hangat jika keluar, tidak terlalu sering keluar malam dengan Kyungiemu itu, tidak kedinginan di tengah malam, berjanjilah" kata Sehun terisak
Luhan entah mengapa sudah mengetahui apa yang selanjutnya akan dikatakan Sehun. Hatinya berdenyut menahan sakit, menahan rasa kehilangan orang yang sudah sangat ia cintai ini
"Kau akan pergi ya?" Lirih Luhan
Sehun terdiam
"Aku akan baik-baik saja sayang, aku janji" kata Luhan menenangkan
"Aku tidak pergi, hanya tidak bisa terlalu sering menemuimu lagi, aku tidak bisa membiarkan rumah tanggaku hancur Lu, maafkan aku" isak Sehun memeluk Luhan
Luhan merasa bersalah karena dirinya Sehun sangat menderita seperti ini.
"Akan tiba saatnya kau dan rumah tanggamu akan seperti dulu sayang, aku akan memberikanmu keturunan, dan seperti di awal aku akan pergi, kalian bahagia, bersabarlah sayang" kata Luhan menenangkan Sehun walau hatinya hancur dengan perkataannya sendiri.
"Tidak! Kau tidak boleh pergi! Aku mohon jangan pergi" Sehun benar-benar menangis ketakutan sekarang
"Aku mencintaimu" ucap Sehun meyakinkan Luhan
"Aku lebih mencintaimu sayang" kata Luhan menangis dipelukan Sehun
"Kau tidak perlu mengkhawtirkan aku, lagipula kau bisa menemuiku kapanpun kau mau" kata Luhan
Kemudian Sehun memeluknya erat tidak membiarkan jarak memisahkan mereka untuk waktu mereka yang tidak banyak lagi.
"Kau tidak menginap malam ini?" Tanya Luhan
Sehun menggeleng lemah "dia menungguku, aku mengatakan hanya mengambil dokumen" kata Sehun lemah
"Hmm tidak apa sayang aku mengerti" jawab Luhan menyembunyikan rasa kecewanya
"Sehun apa aku boleh minta sesuatu?" Tanya Luhan
Sehun mengernyit takut Luhan meminta sesuatu yang diluar dugaannya "kecuali kau minta untuk pergi dariku, semuanya akan aku turuti" kata Sehun was was
"Aku tidak akan pergi sayang" protes Luhan
"Lalu apa?" Tanya Sehun membelai wajah Luhan
"Uhmm, bercintalah denganku malam ini sebelum kau pulang" wajah Luhan merona sangat hebat dengan permintaannya
"Tanpa kau mintapun aku akan menyerangmu sayang" kata Sehun yang tanpa ragu mencium bibir Luhan yang akan sangat ia rindukan ini. Menyesapnya, menggigitnya, menelusup hingga kedalam sampai terdengar desahan-desahan nikmat dari keduanya. Desahan yang akan dirindukan oleh keduanya.
..
..
..
Luhan sedang membantu Sehun mengancingkan kemejanya. Setelah kegiatan mereka berdua, mereka memutuskan untuk mandi bersama sebelum Sehun pulang
"Kau cantik kau tahu?" Tanya Sehun membelai wajah Luhan yang sedang mengancingkan kemejanya
"Kau juga tampan, ah pasti kau sudah tahu itu" kekeh Luhan mencium bibir Sehun sekilas
"Selesai, pergilah dia pasti menunggumu" ucap Luhan tersenyum menahan sakit yang ia tahan
"Kau janji tidak akan kemana mana kan?" Tanya Sehun memastikan
"Aku janji sayang" balas Luhan membelai Sehun
Sehun menarik Luhan ke dalam pelukannya
"Berjanjilah kau akan baik-baik saja, kau akan makan dan tidur dengan baik, kau harus selalu sehat, berjanjilah sayang" kata Sehun memastikan kalau Luhan mendengar semua permintannya
"Aku berjanji padamu Sehunnie" jawab Luhan dengan suara bergetar
"Aku akan merindukanmu" isak Luhan yang menyadari tidak banyak waktu lagi bersama Sehun
"Aku juga akan sangat merindukan rengekan manjamu Lu, Luhanku sayang" kata Sehun mengecup seluruh wajah Luhan
"Kau akan menungguku kan?" Tanya Sehun
"Selalu sayang aku selalu menunggumu" kata Luhan memeluk Sehun
"Dan yang paling penting kau tidak boleh menemui pria manapun selain aku, Kyungsoo dan Kai kau mengerti kan?" kata Sehun posesif
Luhan terkekeh dan mengangguk di pelukan Sehun
"Sekarang pergilah sebelum aku merengek lagi" kata Luhan mengusir Sehun ke pintu keluar
"Aku mencintaimu Lu" ucap Sehun sebelum pergi
"Aku juga mencintaimu" balas Luhan tersenyum
"Aku tutup pintunya, kau berhati hatilah" kata Luhan menutup pintu, hal terakhir yang ia lihat adalah Sehun melambai padanya dan tersenyum.
Luhan membuka pintu lagi dan memastikan Sehun sudah pergi, kemudian ia menutup pintunya lagi dan terduduk lemas dibelakang pintu.
Luhan menangis sejadi jadinya. Luhan merasa putus asa dengan hidupnya. Luhan diberi kebahagiaan yang tidak boleh ia impikan, Luhan tidak meminta banyak ia hanya ingin bersama Sehun, dengan Sehun selamanya.
"Arhhhhhhhh" teriaknya frustasi
"Sehunnnnn" isak Luhan memilukan
..
..
..
Ini sudah 2 minggu sejak terakhir kali Sehun dan Luhan bertemu. Sehun belum mengunjungi Luhan lagi, ia hanya sekali menelpon Luhan ketika tahu dari Kai kalau Luhan sedang demam. Setelah itu Sehun tidak pernah mengabari Luhan lagi.
Luhan sendiri menyibukkan dirinya dengan berbagai kegiatan, ia tidak ingin Sehun khawatir padanya. Ia ingin jika Sehun datang menemuinya, ia terlihat cantik dan segar.
Luhan dan Kyungsoo sudah bekerja di kafe milik istri teman Kai dan Sehun, Yunho. Kai merekomendasikan Luhan dan Kyungsoo pada Jaejoong, istri Yunho, dan Jaejoong setuju. Paling tidak Kai tidak perlu repot mengawasi bukan hanya satu melainkan dua mahluk mungil ini.
Karena selain dekat dengan apartemen, jam kerja mereka juga tidak terlalu sampai larut. Kecuali di hari sabtu, Luhan dan Kyungsoo diminta Jaejoong untuk bernyanyi karena menurut Jaejoong suara mereka berdua sangat bagus dan dapat menghibur.
"Kyungieee aku datang" kata Luhan yang hari ini mendapat jadwal kerja siang
"Eh Luhannie kok sudah datang? Ini kan baru jam 11" kata Kyungsoo bingung
"Aku rindu padamuuuu" rengek Luhan
"Kau pasti habis melakukan sesuatu" tanya Kyungsoo curiga
"Ti-dakk" ledek Luhan memeluk Kyungsoonya
"Eh? Luhan sudah datang?" Tanya pemilik toko, Jaejoong
"Jae Hyung" pekik Luhan
"Ya! Kau kenapa berteriak?" Kesal Jaejoong melihat tingkah Luhan
"Kau cantik sekaliii" puji Luhan sungguh-sungguh
"Apa yunnie mu datang hari ini" goda Luhan
"Kau ini! Aku kira kenapa" sungut Jaejoong
"Eh benarkah aku cantik?" Tanya Jaejoong lagi memastikan
"Hmmm..sangattt hyung, iyakan Kyung" tanya Luhan pada Kyungsoo
"Kau yang tercantik hyung" puji Kyungsoo membuat Jaejoong benar-benar tersipu
"Oia, sabtu nanti pengunjung merequest lagu Love Paradise, kalian pelajari lagunya dan hafalkan liriknya ya" pesan Jaejoong
"Eh? Siapa yang menyanyi hyung?" Tanya Kyungsoo
"Kelly Chen, coba kalian cari, lagu itu sangat indah dan menyentuh" jawab Jaejoong
Kyungsoo dan Luhan pun mengangguk dan berniat mempelajari lagunya sebelum hari sabtu.
"Jaejoongiee, Jung jaejoong, my boo" panggil seseorang dengan sangat manja yang Luhan dan Kyungsoo ketahui adalah suami dari Jaejoong
"Yunnie, kau kenapa memanggilku seperti itu" protes jaejoong
"Wae? Tidak boleh?" Tanya Yunho
"Bukan begitu, aku malu" jawab Jaejoong
"Babyyyyy" kali ini suara Kai memanggil Kyungsoo
"Eh, baby kau kenapa kesini? Inikan belum jam pulangku" Tanya Kyungsoo bingung
"Luhan belum memberitahu?" Tanya Kai
"Beritahu apa?" Balas Kyungsoo
"Aku meminta Luhan untuk meggantikan sift kerjamu sebentar, kita akan makan siang dengan teman-teman kuliahku" kata Kai
"Baby, aku tidak bisa seenaknya" protes Kyungsoo
"Aku mengijinkannya Kyungiee" kata Jaejoong karena tahu Kyungsoo tidak enak padanya
"Eh tapi bagaimana denganmu Lu?" Tanya Kyungsoo
"Aku tidak apa-apa babyku" gemas Luhan mencubit Kyungsoo
"Kalian pergilah,, aku akan jaga cafe" kata Luhan mengusir mereka menuju mobil
"Aku akan segera kembali" kata Kyungsoo melambai pada Luhan
"Aku tunggu" teriak Luhan memperhatikan mereka semua pergi
Kau pasti ada disana batin Luhan
Sehun aku rindu, sangat rindu padamu gumam Luhan menghapus air matanya kemudian masuk kedalam.
Luhan tidak pernah tahu kalau setiap hari ia selalu diperhatikan oleh orang yang sangat dirindukannya. Ya, Sehun selalu memperhatikan Luhan setiap hari, ia tahu jadwal kerja Luhan dan selalu menghabiskan waktu makannya siang dimobil hanya untuk sekedar memperhatikan Luhan dari jauh.
Aku rindu padamu Lu, lirih Sehun yang memperhatikan Luhan dari jauh
..
..
..
Hari ini hari sabtu, Luhan dan Kyungsoo tidak bekerja, namun mereka mempersiapkan diri untuk tampil bernyanyi di kafe Jaejoong.
"Baby kau cantik sekali" puji Kai yang melihat penampilan Kyungsoo dengan kemeja putih pemberiannya, Ketika akan mencium Kyungsoo, Kai merasa ada yang menarik kerah bajunya membatalkan kecupannya untuk baby nya
"Tidak ada ciuman selama aku disekitar kalian" kesal Luhan yang menarik Kyungsoo kebelakangnya
"Yak! Kenapa begitu" kesal Kai
"Karena kalau melihat kalian, aku akan ingat Sehunku" rengek Luhan yang minta dipeluk Kyungsoo
Kyungsoo langsung membalas pelukan Luhan dan membelainya sayang
"Tidak apa Luhannie sayang, babyku bisa menahan hasratnya" kata Kyungsoo menahan tawa melihat ekspresi Kai yang melotot
"Kyungie popoo" kata Luhan manja
Kyungsoo pun tanpa berfikir dua kali langsung mencium Luhan sekilas di bibir
"Yak! Apaa-apaan barusan, baby kau selingkuh" tuduh Kai
"Sudahlah baby, ayo berangkat" kesal Kyungsoo dengan situasi konyol ini
"Bweeee, aku menang, oia Kai untuk informasi saja, kalau Kyungsoo bilang ciuman pertamanya adalah dirimu, dia bohongg, karena aku adalah ciuman pertamanya" kata Luhan memanas manasi Kai
"Yak kau rusa jelek, jangan berbohong" teriak Kai
"Apa aku berbohong Kyungie?" Tanya Luhan
"Tidak Luhannie tidak bohong" balas Kyungsoo yang juga menggoda Kai
Kai benar-benar kesal sekarang, rasanya ia ingin teriak marah sekarang juga
"Aku tidak bohong kan?" Kata Luhan menatap Kai menyengir
"Aku tunggu di mobil" tambah Luhan meninggalkan Kai dan Kyungsoo
"Babykuu jangan marah" Kyungsoo membujuk Kai memeluknya,
"Yak! Kau tidak memelukku? Kai benci padaku?" Tanya Kyungsoo sedih dan ingin melepas pelukan Kai, namun ditahan oleh Kai
"Mana bisa aku membenci mahluk imut sepertimu baby" Kai mengeratkan pelukannya pada Kyungsoo setengah mengangkatnya
"Tapi baby, apa benar Luhan yang menciummu pertama kali?" Tanya Kai cemburu
"Hmm benar, dia yang menciumku pertama kali" kata Kyungsoo jujur "tapi ciuman pertamaku tetap dirimu baby, Luhan itu hyungku dan kau kekasihku, kalian tidak bisa disamakan" kata Kyungsoo mencium Kai menenangkannya
"Ah babyku paling pintar membuat moodku kembali baik" puji Kai mencium bibir Kyungsooo berkali kali
"Aku terlalu mengenal kalian berdua" kekeh Kyungsoo dan menggenggam tangan Kai menuju mobil
Kyungieku semoga kau selalu bahagia doa Luhan dalam hati melihat betapa mesranya Kai dan Kyungsoo dari dulu hingga sekarang. Luhan jarang sekali melihat Kyungsoo menangisi Kai, sepertinya dirinyalah satu-satunya orang yang selalu membuat Kyungsoo menangis.
"Luhannie kita berangkat yaa" kata Kyungsoo didalam mobil
"Hmm" balas Luhan sejadinya.
Sehunnie sedang apa, aku rindu kata Luhan tersenyum miris
..
..
..
Mereka sampai di kafe Jaejoong dan bersiap untuk menyanyi dan menghibur, Kai sudah berada dibangku paling depan memastikan kalau dia dapat melihat babynya dan Luhan dengan jelas, agar jika ada yang menggoda mereka akan sangat mudah menghajar orang itu.
"Lu ayo ini waktunya" kata Kyungsoo mengingatkan
"Kyungiee, lagunya mengingatkanku pada Sehun, aku sudah mati-matian menahannya sewaktu latihan agar tidak ingat Sehun tapi tidak bisa" rengek Luhan
"Kau sangat merindukannya ya?" Tanya Kyungsoo
"Sangattt" balas Luhan yang malah menangis
"Kalau begitu biar aku saja yang ke panggung. Kau tunggulah" kata Kyungsoo menenangkan
"Tidak, nanti Jaejoong akan kecewa, aku akan tetap menyanyi" ucap Luhan
"Aku naik dulu" kata Luhan lagi bersiap naik panggung
"Luhannie fighting" Kyungsoo memberi semangat.
..
..
..
Luhan naik keatas panggung, piano yang mengiringi lagunya pun dimulai
"Selamat malam, saya Luhan akan menyanyikan lagu Love Paradise by Kelly Chen yang di request oleh salah satu pengunjung, selamat menikmati" ucap Luhan menyapa penontonnya, dan mendapatkan tepuk tangan yang meriah.
Love Paradise-Kelly Chen
You're always on my mind
All day just all the time
You're everything to me
Brightest star to let me see
You touch me in my dreams
We kiss in every scene
I pray to be with you through rain and shiny days
Luhan menahan air matanya. Kenangannya dengan Sehun terputar seperti kaset rusak dibenaknya membuatnya bergetar menahan tangis karena ia memang benar-benar merindukan Sehun
I'll love you till I die
Deep as sea
Wide as sky
The beauty of our love paints rainbows
Everywhere we go
Luhan tidak bisa meneruskan lagi, ia tertunduk terdiam menangis
Tapi ada Kyungsoo yang tiba-tiba naik keatas panggung dan meneruskan bagian yang tidak bisa Luhan nyanyikan. Ia menghampiri Luhan menggenggam tangannya erat untuk menguatkan Luhan. Luhan merasa lebih baik sekarang karena Kyungsoo ia tersenyum dan melanjutkan menyanyi bersama Kyungsoo.
Need you all my life
You're my hope
You're my pride
In your arms I find my heaven
In your eyes my sea and sky
May life our love paradise
Mereka selesai menyanyikan lagu mereka dengan baik, pengunjung menyukainya dan memberikan tepuk tangan yang meriah. Termasuk Kai yang sangat terharu melihat Luhan dan Kyungsoo saling menguatkan. Ia tahu betapa sulitnya untuk Luhan dengan lagu itu, karena setiap ia latihan dengan Kyungsoo ia menggumam ingat Sehunnya.
Ia tahu seberapa sering Luhan menggumamkan kata rindu untuk sahabatnya. Dan ia sangat terharu melihat penampilan Luhan barusan. Ia sekarang mengetahui betapa Luhan sangat mencintai Sehun, ia bergegas ke belakang panggung untuk bertemu dengan Kyungsoo dan Luhan.
..
..
..
"Terimakasih Kyung sudah membantuku tadi" ucap Luhan memeluk Kyungsoo
"Aku tidak membantu hanya melakukan apa yang harus dilakukan untukmu Luhannieku" Kyungsoo membalas pelukan Luhan
"Kalian hebat, sangat memukau dan terus memukau" puji Jaejoong memeluk keduanya sekilas
Tak lama Kai yang datang dan bukannya memeluk Kyungsoo ia menghambur memeluk Luhan
"Kau hebat Lu, aku tahu kau memikirkan Sehun disana" Kai memuji Luhan
"Yak! Hitam, kenapa kau jadi baik seperti ini padaku" ucap Luhan membalas pelukan Kai untuk ppertama kali
"Aku merindukannya" lirih Luhan
"Aku pastikan dia lebih merindukanmu" kata Kai menjamin bahwa keadaan Sehun juga tidak lebih baik
"Jadi apakah babyku dan Luhannieku sudah akur sekarang" goda Kyungsoo mendekati keduanya
Luhan dan Kai melepaskan pelukan mereka lalu saling menatap "sudahhh" jawab keduanya bersamaan dan menghambur memeluk Kyungsoo
"Aku sayang kalian, kalian segalanya untukku" ucap Kyungsoo
"Aku juga menyayangi Kyungieku" balas Luhan
"Aku lebih menyayangi babyku" Kata Kai tidak mau kalah
Mereka berpelukan sangat erat membuat Jaejoong tersenyum melihat mereka dan meninggalkan mereka untuk menikmati kebersamaannya.
..
..
..
Waktu terus berjalan, dan ini sudah memasuki minggu ke 4. Namun Sehun dan Luhan belum kunjung bertemu. Keduanya tengah sibuk dengan urusan masing-masing, mencoba melawan hasrat mereka untuk bertemu. Meski rasa rindu yang teramat menusuk hingga ke jantung mereka.
Beberapa hari belakangan juga keadaan Luhan tidak baik, ia sering memuntahkan makanannya, ia tidak nafsu untuk sekedar mengganjal perut, ia hanya suka saat ia minum buble tea minuman baru favoritnya, ia berjanji akan mengajak Sehun mencicipi buble tea jika mereka bertemu.
"Iya Kyungie sayang, aku akan makan" kata Luhan menjawab telpon Kyungsoo, ia sedang di supermarket saat ini untuk membeli bahan makanan yang kosong
"Hmm, aku istirahat hari ini" kata Luhan lagi
"Aku juga menyayangimu" balas Luhan seraya menutup teleponnya
Luhan menutup telpon dari Kyungsoo dengan wajah pucat, ia menahan pusing yang teramat dari pagi, namun ia memaksakan diri untuk tetap pergi, dia bisa bosan setengah mati jika hanya di apartemen.
Luhan berjalan menuju kasir namun
BRAK! Dia pingsan
Luhan pingsan di supermarket
..
..
..
Luhan sadar dari pingsannya, ia ingat sekali terakhir melangkahkan kaki ia sangat lemas dan terjatuh
"Ini dimana?" Gumam Luhan
"Ah tuan, anda sudah bangun?" Sapa seseorang dengan jas putih yang Luhan tebak pasti dokter
"Anda pingsan, dan anda dibawa oleh seorang wanita kesini, tapi dia tidak bisa menunggu anda karena terburu-buru" jelas sang dokter
"Aku dokter Choi, Choi Siwon, jika anda sudah merasa baikan kita bisa bicara" kata dokter itu ramah
"Ya dok, kita bicara sekarang saja, saya sudah merasa baikan" jawab Luhan lalu mengikuti dokter Choi kemejanya
"Ada apa dok?" Tanya Luhan
"Begini, anda sudah mengetahui kalau diri anda istimewa kan?" Tanya dokter Choi
Luhan mengangguk kemudian membelalakan matanya
"A-apakah? Apakah aku?" Tanya Luhan menahan rasa harunya
"Iya anda sedang mengandung sekarang, usia kandungan anda memasuki minggu ke 3, selamat untuk anda tuan Xi Luhan" kata dokter Choi tersenyum
"Ya Tuhan, ya Tuhan, akhirnya kau datang nak" kata Luhan menahan tangis harunya
"Terimaksih banyak dokter" kata Luhan
"Hmm, ada baiknya anda menghubungi suami anda, kondisi kandungan anda lemah ditambah sepertinya anda menolak untuk makan belakangan ini" tebak dokter Choi
Luhan tertegun mendengar nasihat dokter tentang menghubungi suami, ingin sekali ia berlari memberi tahu Sehun, tapi ia harus menunggu karena keadaanya juga belum terlalu baik.
"Ya saya akan melakukan apapun agar anak saya sehat, terimakasih sekali lagi dok" ucap Luhan seraya pergi meninggalkan dokter Choi
..
..
..
Luhan ingin memberitahu Sehun, tapi ia menunggu hari yang tepat, ia juga belum memberitahu Kyungsoo, ia ingin bayinya merasakan kehangatan dicintai dan disayangi tidak seperti dirinya
"Kau akan jadi anak yang paling beruntung, nak" kata Luhan mengelus perutnya tersenyum
Luhan sekarang sedang berada di kafe, ketika ada pelanggan ia masih tersenyum dan berbicara dengan bayinya
"Boleh aku pesan?" Tanya pelanggan
"Ah tentu saja, anda pesan apa?" Tanya Luhan tanpa memperhatikan sang pelanggan, ia sibuk dengan komputernya mencatat pesanan.
"Aku pesan dirimu" kata pelanggan tersebut membuat Luhan menoleh dan terpekik kaget
"Krisss" teriak Luhan dan memeluk Kris dengan spontan
"Luhannie bekerja disini?" Tanya Kris membetulkan poni Luhan
"Hmmm bersama Kyungie" kata Luhan tersenyum manis
"Kau imut sekali kau tahu" kata Kris mencubit pipi Luhan
"Yak! Sakit" protes Luhan
"Oia Lu bersiaplah, kita makan siang bersama, jam kerjamu sebentar lagi kan?" Tanya Kris
"Iya, tapi aku.."
"Maaf sepertinya Luhan tidak bisa makan siang dengan anda, dia milikku dan sudah ada janji denganku" ucap seseorang berdiri dibelakang Kris dengan suara khasnya
Suara ini batin Luhan
Sehun? Pikir Luhan
"Sehun" pekik Luhan tidak percaya akhirnya ia melihat Sehunnya, Sehun yang sangat dirindukannya
"Hay Lu" sapa Sehun
Luhan langsung menghambur ke pelukan Sehun dan memeluknya sangat erat, menangis menumpahkan segala rasa yang ia tahan hampir sebulan ini. Sehun membalas pelukan Luhan erat sesekali mengecup pucuk kepala Luhan
Siapa dia gumam Kris
"Lu kau memeluk siapa? Ayo kita pergi" tanya Kris berusaha menarik Luhan, namun Luhan menghempaskan tangannya dan kembali memeluk Sehun erat, ia takut Sehun pergi lagi
"Sayang, aku sudah datang, jangan menangis lagi ya" kata Sehun menenangkan. Sehun tidak tahu kalau ucapan Luhan sebulan yang lalu yang mengatakan dia akan baik-baik saja itu hanya sebuah kebohongan besar
Luhannya begitu rapuh, begitu terlalu banyak menahan sakitnya sendiri, begitu merindukannya.
Luhan menggeleng dalam pelukan Sehun
"A-aku rin-du padamu" isak Luhan
"Aku juga sayang" jawab Sehun yang mau tak mau ikut meneteskan air matanya
"Hey sebenarnya ada apa ini?" Teriak Kris yang tidak mengerti keadaan.
Luhan menyadari masih ada Kris disini, ia menoleh dan memperkenalkan Sehun
"Kris dia Sehun"
"Sehun dia Kris" kata Luhan memperkenalkan keduanya, namun baik Sehun maupun Kris hanya menatap saling tak suka
"Dia siapamu Lu?" Tanya Kris kesal
"Aku kekasihnya" jawab Sehun
"Aku tidak bertanya padamu" bentak Kris
"Oh ayolah" jawab Sehun malas
"Dia kekasihku Kris" kata Luhan akhirnya menengahi perdebatan mereka berdua
Kris terdiam, dia seperti pernah melihat Sehun tapi dimana dia lupa, dia berusaha mengingat namun percuma karena hatinya sedang kesal dan cemburu
"Baiklah Lu, lain kali saja kita makan siang, kau masih berhutang penjelasan padaku" ucap Kris meninggalkan Sehun dan Luhan
Aku akan mencari tahu gumam Kris
..
..
..
"Berani selingkuh eoh?" Kata Sehun mengecupi bibir Luhan ketika Kris pergi
"Sehunnn" rengek Luhan
"Ayo kita makan siang aku rindu padamu" manja Sehun memeluk Luhan.
"Sebentar lagi setelah sift kerjaku berakhir, tunggu disana ya" kata Luhan dan Sehun mengangguk setuju
"Jangan pergi lagi" lirih Luhan, Sehun tersenyum mengangguk dan mengecup tangan Luhan
"Tidak untuk kali ini" jawab Sehun dan duduk di tempat yang Luhan minta
..
..
..
Sehun dan Luhan sedang dalam perjalanan ke apartemen mereka selesai bekerja Sehun yang memang mengenal Jaejoong langsung meminta izin agar segera membawa Luhan pergi. Sehun juga bertemu dengan Kyungsoo, yang untuk kali ini Kyungsoo tidak memaki Sehun namun tersenyum padanya, karena dia tahu rasa rindu Luhan terobati.
Luhan berencana akan memberi tahu Sehun tentang kehamilannya, ia ingin sekali membuat pria yang sangat ia cintai ini bahagia, meskipun artinya Luhan dan Sehun akan segera berpisah.
"Sehun/Luhan" ucap keduanya bersamaan
"Ada apa sayang?" Tanya Sehun
"Kau duluan saja" balas Luhan
"Hari sabtu nanti kau diundang makan malam besar keluargaku oleh eomma dan appa. Kau akan bertemu mereka lagi kau senang kan?" Tanya Sehun memberitahu
"Ah benarkah?" Kata Luhan langsung bersemangat
"Hmm benar sayang" jawab Sehun mengacak rambut Luhan
"Kau mau bicara apa?" Tanya Sehun
"Ah Sehun, akuu.." Kalimat Luhan terputus, ia memtuskan untuk memberitahu hari sabtu saja agar semua merasakan kebahagiaan termasuk Minji, Luhan tersenyum pahit
"aku kenapa?" Lanjut Sehun
"Aku ingin tahu kau tahu darimana aku kerja di kafe, dan kau kenal Jae hyung?" Tanya Luhan mengubah pernyataan menjadi pertanyaan
"Oh itu, sebulan ini aku mengetahui semuanya tentangmu rusa kecil, aku bahkan mendengarkanmu bernyanyi sabtu lalu, kau selain cantik dan imut suaramu juga sangat bagus kau tahu" puji Sehun
"Dan tentu saja aku tahu Jae hyung, suaminya Yunho hyung adalah temanku dan Kai baby" tambah Sehun
"J-jadi kau mengikutiku?" Tanya Luhan
"Aku tidak sekuat kau, aku tidak bisa menahan rinduku" Sehun berkata jujur
Luhan menangis tersedu saat itu juga. Ia berfikir bisa-bisanya Sehun mengikutinya tanpa menemuinya sekalipun, ia berfikir Sehun sangat egois.
"Baby kau kenapa?" Tanya Sehun memakirkan mobilnya di parkiran apartemen
Luhan yang kesal langsung meninggalkannya dan membanting pintu mobil
"Luhan mau kemana?" Teriak Sehun namun diabaikan
"Luhan sayang, jangan terburu buru jalannya kau bisa jatuh" kata Sehun yang kewalahan mengejar Luhan
"Napeun namja eoh, egois menyebalkan, kau pikir aku kuat? Aku mau mati tidak bisa melihatmu kau tahu?" Teriak Luhan yang tidak mempedulikan orang-orang sekitar apartemen yang memperhatikan mereka
Sehun terkekeh mendengar pernyataan Luhan, ia mengetahui sekarang apa yang membuatnya kesal, Luhan pasti berfikir kenapa sekalipun Sehun tidak pernah menampakkan diri
"aku ingin menemui saat itu sayang, percayalah" balas Sehun berteriak, Luhan terus berjalan masuk ke gedung apartemen
"Jadi kau tidak ingin aku disini?" Tanya Sehun pura-pura sedih
Luhan berhenti berjalan tapi belum menengok ke Sehun, Sehun tersenyum, dia tau dia sudah menang jika seperti ini.
"Baiklah kau tidak meresponku, aku pergi Lu" kata Sehun
"Yasudah pergi saja, kau memang selalu pergi" teriak Luhan berlari masuk kedalam lift
"D-dia benar-benar marah padaku?" Gumam Sehun sedih
"Aku akan membuatmu baik sayang, tunggu aku sebentar" kata Sehun pada dirinya sendiri dan meninggalkan lift.
..
..
Luhan sendiri didalam lift sangat menyesal mengusir Sehun tadi, baru sampai lantai 5 ia memutuskan keluar dan mencari Sehun
Sehun sudah tidak ada, dia berlari keparkiran, mobilnya juga sudah tidak ada, dia frustasi sekarang dan mengambil ponselnya ingin menelpon Sehun, tapi karena gemetar ponselnya jatuh dan mati. Luhan kesal setengah mati pada dirinya
"Sehunnnn, jangan pergi" isak Luhan
"H-hikssss, kau baru datang pergi lagi, kenapa selalu begini" Luhan menunduk terisak
"Sehun menyebalkan" gumamnya masih menagis di parkiran
Luhan masih menangis di parkiran kemudian ada boneka besar dihadapannya. Boneka beruang berwarna ungu yang sangat besar
"Luhan cantik maafkan Sehunnie ya" kata seseorang dibelakang beruang itu seolah boneka itu yang bicara
"Sehunnie bodohhhhh" teriak Luhan menghambur ke Sehun menyingkirkan si boneka beruang
"Sstttt, jangan menangis, maafkan aku ya" bujuk Sehun
Luhan tidak menjawab hanya duduk dipangkuan Sehun masih terisak sambil memeluknya
"Luhannieku banyak orang yang melihat kita masuk ke apartemen ya?" Bujuk Sehun
"Tidak mau, setelah itu kau pasti pergi" kesal Luhan
"Aku tidak pergi aku kan sudah berjanji" ucap Sehun
"Benarkah? Benar-benar tidak pergi?" Tanya Luhan
"Benar-benar tidak pergi" ulang Sehun
"Janji" kata Luhan mengaitkan jari kelingkingnya
"Janji" balas Sehun mengaitkan kelingking mereka
"Ayo masuk, kau bangun dulu, aku sulit berdiri" ucap Sehun
"A-niyo gendong aku" pinta Luhan manja
"Kalau kau kugendong bagaimana dengan bonekanya?" Tanya Sehun
"Kau bawa juga" perintah Luhan
"Arasseo putri cantik, aku akan mengangkut kalian bersamaan" kata Sehun mengalah
Luhan melonjak kegirangan dan menggoda Sehun yang kerepotan membawa bayi besar dan boneka
"Aku membawa bayi besar yang berat" keluh Sehun
"Latihan untuk membawa bayi kecil Sehunnie" ucap Luhan memberikan klu, namun Sehun tidak menanggapinya karena dia benar-benar kerepotan
"Jja, kita sampai" kata Sehun menaruh boneka beruangnya di sofa dan mendudukan dirinya dan Luhan disamping boneka
"Sehunnie kerenn" puji Luhan mencium Sehun dan berniat turun dari pangkuan Sehun ingin membuatkan makanan
"Kau pikir kau mau kemana?" Tanya Sehun
"Aku rindu padamu Lu, aku tidak bisa menahannya lagi" bisik Sehun menggoda Luhan
Luhan ingin sekali melayani Sehun, tapi ia ingat ada bayi diperutnya, ia takut bayi mereka terguncang, Sehun pasti akan bermain liar pikirnya
"Andwae! Aku sedang tidak enak badan" Luhan mencari alasan
"Benarkah?" Tanya Sehun kecewa
"Baiklah-baiklah, aku akan melayanimu, tapi janji kau harus lembut" pinta Luhan yang tidak tega melihat Sehun
"Aku selalu lembut sayang" kata Sehun yang tangannya sudah nakal masuk kedalam kaos dan celana Luhan, membuat Luhan menahan desahannya
Siang itu dilalui keduanya dengan bergumul sampai malam. Luhan tidak keberatan melayani Sehun hampir seharian karena memang Sehun bermain lembut, dan lagipula dia sangat merindukan Sehun.
..
..
..
"Kau lelah ya?" Tanya Sehun membenarkan selimut Luhan lalu mendekapnya dalam pelukannya.
Mereka baru saja selesai makan malam setelah selesai dengan kegiatan mereka.
"Tidak lelah, tapi aku mau pakai iyamaku" rengek Luhan yang memang tidak mengenakan apapun dibalik selimutnya
"Tidak boleh sayang, aku masih rindu" balas Sehun yang tidak kalah merengek
"Dasar bayi besar" sindir Luhan
"Menyenangkan bisa jadi bayimu" kekeh Sehun dan membelai punggung Luhan agar ia terlelap
"Sehun" panggil Luhan yang sedang bermain di dada bidang Sehun
"Hmm" jawab Sehun
"Besok kau disini?" Tanya Luhan takut-takut
"Aku disini sampai hari sabtu nanti sayang, jika memungkinkan aku akan sering mengunjungimu sepertinya" kata Sehun
"B-benarkah? Lalu Minji bagaimana?" Tanya Luhan takut
"Dia diluar kota, hari sabtu dia langsung kerumah orangtuaku, dia juga tahu aku kesini, awalnya dia protes tapi aku benar-benar mengatakan sudah merindukanmu, dan dia menutup telponnya, jadi aku anggap iya" kata Sehun mengingat pertengkarannya dengan Minji
"Kau ini, kalau dia marah lagi bagaimana?" Tanya Luhan
"Aku sudah memperingatkannya untuk tidak menyentuhmu lagi, jika dia marah dia bisa menyerangku, kau tahu? Dia menyewa detektif untuk mengawasi kita, banyak sekali foto kita di laci riasnya. Tapi aku sudah menghajar detektif itu agar berhenti menguntitmu" cerita Sehun menenangkan Luhan yang nampak menegang
"Maaf ya hidupmu jadi dipenuhi dengan macam-macam kejadian" kata Sehun menyesal
"Ini tidak lebih buruk dari hidupku sebelumnya Sehunnie" jujur Luhan
"Kalau aku disakiti sekarang ada kau yang entah membelaku atau melindungiku, kalau dulu aku harus berusaha mati-matian membuat orang yang menggangguku atau Kyungsoo pergi" cerita Luhan
"Aku bahagia sekarang" kata Luhan mendongak melihat Sehun dan mengecupnya
"Aku ingin membuatmu bahagia selamanya" kata Sehun sungguh-sungguh
"Aku sudah bahagia bahkan dengan hanya kenangan tentangmu di memoriku kelak" kata Luhan yang tidak berharap bisa bersama Sehun selamanya
"Lu, bisa kita bicarakan nanti, aku tidak mau membahas itu sekarang" kata Sehun sedih
"Aku juga, baiklah bagaimana kalau cerita yang lain" kata Luhan mengubah topik
"Aku setujuu" jawab Sehun mengacak poni Luhan
"Jadi, bagaimana Kris?" Tanya Luhan, Sehun mengernyit tidak suka karena tiba-tiba saja Luhan membahas Kris
"Jelek" jawab Sehun asal
"Sehunnie" kesal Luhan
"Well, aku kira dia tadi akan berkelahi denganku, tapi dia cukup baik menurutku" kata Sehun
"Memang" jawab Luhan bangga
"Yak! Berani sekali kau merona membicarakan pria lain" kesal Sehun melihat perubahan wajah Luhan
Luhan terkekeh dan menyembunyikan dirinya dipelukan Sehun
"Rusa nakal, mau tidur? Jangan harap!" Kata Sehun yang terus mengganggu Luhan
Malam sebelum tidurpun dilalui dengan gelak tawa oleh keduanya. Luhan yang kelelahan akhirnya tidur diatas dada Sehun seperti bayi. Sehun pun dengan senang hati membiarkannya ia tidak mau memberi jarak dengan Luhannya.
..
..
..
Hari sabtu tiba, Luhan sedang sibuk mempersiapkan diri untuk bertemu dengan orang tua Sehun. Sehun sudah siap dari satu jam yang lalu, menunggu Luhan yang terus menerus mengatakan bingung ingin memakai baju apa dan meminta Kyungsoo datang untuk membantunya.
"Kyungiee bagaimana dengan ini?" Tanya Luhan yang entah sudah keberapa kalinya menggonta ganti pakaiannya.
"Cantik Luhannie" jujur Kyungsoo yang melihat hyungnya sangat lucu ketika panik
"Pakaikan ini" kata Kyungsoo memakaikan blazer putih pada Luhan.
"Sempurna hyungieee" kata Kyungsoo mencium pipi Luhan
"Baiklah, aku rasa ini oke" ucap Luhan yang memeluk Kyungsoo berterimakasih
Cklek!
"Lu ayo berangkat" Sehun mengingatkan Luhan kemudian terpana melihat kecantikan Luhan
Luhan menggunakan kaos hitam v-neck, dipadukan blazer 3/4 berwarna putih serta rambut berwarna hitam legam sangat menampilkan sosok Luhan yang sangat imut.
"Sehunnie apa jelek?" Tanya Luhan takut
"Maaf, kau bidadari turun darimana" goda Sehun mendekati Luhan dan mengecup bibirnya
"Kau cantik, sangat cantik" jujur Sehun
"Kau yang membuatnya cantik ya?" Bisik Kai memeluk Kyungsoonya
"Dia memang cantik baby" jawab Kyungsoo tersenyum melihat Luhannya sangat bahagia
"Kau lebih cantik" bisik Kai
"Dan kau sangat tampan" balas Kyungsoo mencium Kai sekilas
"Baiklah kami berangkat dulu, jika ingin bercinta pulang ke apartemen kalian jangan disini" goda Sehun yang dicubit oleh Luhan
"Tempat kami jauh lebih nyaman" kesal Kai
"Ayo baby, kita pulang" Kai menarik Kyungsoonya
"Baby, sebentar dulu" kata Kyungsoo ketika mereka ada didepan lift
"Luhannie peluk aku" pinta Kyungsoo
"Semoga beruntung dan bahagia ya sayangku" bisik Kyungsoo ketika Luhan memeluknya
"Terimakasih Kyungiee" balas Luhan mengeratkan pelukannya
Sehun dan Kai tersenyum melihat bagaimana kedekatan kedua kekasih mereka. Dan merekapun bersyukur karena kedua pria mungil mereka saling memiliki dan menjaga.
"Aku pergi dulu" pamit Luhan ketika Kai dan Kyungsoo sampai dilantai mereka
"Hati-hati baby, aku tunggu ceritamu" kata Kyungsoo melambai hingga pintu lift menutup
..
..
..
Sehun dan Luhan sampai dirumah orangtua Sehun setelah melewati perjalanan yang lumayan jauh.
"Kita sampai" ucap Sehun
Luhan hanya terdiam
"Kau gugup?" Tanya Sehun
"Ini lebih parah dibanding pertama kali aku kesini" kata Luhan
"Tidak apa sayang, ada aku" kata Sehun mengecup Luhan meyakinkannya
"Kita turun sekarang?" Tanya Sehun, Luhan mengangguk lemah
Sehun menggenggam tangan Luhan memasuki rumah orangtuanya
Ting Tong!
Sehun memencet bel dan yang membuka intu adalah Minji
"Sayang" kata Minji memeluk Sehun
"Aku rindu" katanya lagi, Sehun tersenyum kecil
"Aku tahu" jawab Sehun
"Ayo masuk eomma dan appa menunggu" kata Minji menarik Sehun membuat genggamannya pada Luhan terlepas
Minji sesekali melirik Luhan dengan perasaan tidak suka tetappi dia juga merasa tidak enak atas perbuatannya yang lalu
"Masuklah" kata Minji dingin, Luhan hanya mengangguk
Sehun menatapnya dengan pandangan menyesal, Luhan tersenyum dan membalas tatapannya dengan "tidak apa-apa"
"Kau sudah datang?" Sapa Tuan Oh pada Sehun
"Hmm aku baru datang aboji" jawab Sehun sopan
"Mana Luhan?" Tanya nyonya Oh yang mencari keberadaan Luhan
"Anyyeonghaseyo Nyonya dan Tuan Oh" sapa Luhan membungkukan badan
"Syukurlah kalian semua bisa datang, ayo kita makan" ajak Nyonya Oh ke ruang makan
Mereka semua duduk di meja makan, Minji menarik Sehun duduk disampingnya. Sementara Luhan duduk disamping nyonya Oh berhadapan dengan Sehun yang terus memperhatikannya.
"Bagaimana kabarmu nak?" Tanya nyonya Oh berbisik
"Aku baik nyonya" kata Luhan tersenyum manis sangat manis menurut nyonya Oh
"Baiklah selamat makan, semoga kalian suka" kata nyonya Oh mempersilahkan semuanya untuk makan.
Mereka semua makan dengan tenang, tanpa suara sesekali hanya obrolan ringan. Selesai makan tuan Oh meminta agar semuanya berkumpul di ruang keluarga. Mereka mengobrol sesekali menyesap teh dan cemilan yang disediakan oleh Nyonya Oh
Ketika obrolan dirasa sudah cukup semuanya terdiam, bergelut denga pikiran masing-masing. Nyonya Oh sesekali memeluk suaminya mencari kehangatan. Minji melakukan hal yang sama pada Sehun, namun bedanya Sehun terus memperhatikan Luhan, pandangannya selalu mencari sosok Luhan. Hanya Luhan yang tampak bodoh disini, seperti mengganggu momen bahagia keluarga Oh.
Mungkin ini saatnya gumam Luhan
"Maaf, apa boleh aku berbicara?" Tanya Luhan
Sehun agak was-was setiap kali Luhan ingin bicara tanpa sepengetahuannya. Ia takut Luhan meminta untuk pergi darinya. Ia melepas pelukan Minji dan duduk tegak siap mendengarkan Luhan
"Ada apa Lu?" Tanya Sehun, Luhan hanya tersenyum
"Bicaralah nak" Nyonya Oh yang berbicara sekarang
"Aku, aku ingin mengucapkan selamat pada kalian" kata Luhan terbata menahan perasaan haru dan tertekan secara bersamaan
"Untuk apa nak?" Tanya Tuan Oh sekarang
"Bukan untuk apa-apa tuan, hanya saja aku ingin mengucapkan selamat pada kalian semua" kalimat Luhan menggantung
"Sehunnie dan Minji selamat kalian akan menjadi appa dan eomma. Serta Tuan dan Nyonya Oh selamat kalian akan menjadi haraboji dan halmoni" kata Luhan dalam sekali nafas
"Aku hamil" ucap Luhan tersenyum akhirnya
To be continued...
gyaaa merinding sendiri nulisnyaaaa...
Akhirnya baby Hunhan dateng juga ,
Selamat membaca ya semuanya Keep Reviewnya jangan lupa dan ditunguuu :)))))))))
Mohon maaf ya buat review yang ga pernah dibales, kalau ada pertanyaan yang sekiranya harus dibales pati dibales kok. Selesai publish new chapter, gw sibuk sm chapter berikutnya. Mumpung free sambil nunggu sidang ;D
Mohon doanya yak semua *wink :)))
