Our Tomorrow
Main Cast : Oh Sehun Dan Xi Luhan and others
Genre : Romance, Family, Hurt
Rate : T-M
Length : Chapter
YAOI. Typo (s). M-preg.
HUNHAN STORY!
Kau menawarkan padaku "apapun dan berapapun". Bolehkah aku menolaknya dan meminta hatimu sebagai gantinya
-Luhan
Aku seperti bukan diriku jika berada disampingmu. Aku merasa jika tidak ada kau disekitarku aku akan secara otomatis mencarimu. Apakah aku benar telah jatuh hati padamu?
-Sehun
"Aku hamil" ucap Luhan tersenyum akhirnya
Semua terdiam tak ada yang berbicara, mereka mencerna apa yang dikatakan Luhan. Setelah 2 menit yang mencenangkan berlalu. Sehun yang pertama kali bereaksi. Dia bangun dari duduknya dan membawa Luhan kedalam pelukannya.
"Benarkah?" Tanya Sehun memeluk Luhan
"Benar Sehunnie, selamat ya" ucap Luhan tersenyum dalam pelukan Sehun
"Oh Luhannie, terimakasih sayang, terimakasih" kata Sehun mengecupi pucuk kepala Luhan
"Luhan benarkah?" Sekarang Nyonya Oh yang bertanya
Luhan melepaskan pelukan Sehun dan menatap nyonya Oh
"Hmmm, benar nyonya" kata Luhan tersenyum
"Oh ya Tuhan, akhirnya, terimakasih Luhan" kata nyonya Oh memeluk Luhan dia menangis karena bahagia
Dapat dilihat oleh Luhan tuan Oh juga meneteskan air mata bahagianya dan menatap Luhan dengan tersenyum
"Sehun besok antarkan Luhan kerumah sakit eomma, biar eomma periksa keadaan Luhan dan anak kalian" kata nyonya Oh masih memeluk Luhan
Sehun hanya mengangguk, masih menahan kebahagiannya dia sangat tidak percaya penantiannya selama ini, pengorbanan Luhan dan cintanya terhadap Luhan, semuanya terekam jelas dibenak Sehun. Akhirnya ia akan menjadi seorang ayah.
"Sekarang sudah malam, kalian semua beristirahatlah, tidak ada yang pulang malam ini, terutama kau Luhan" kata nyonya Oh yang pertama kali Luhan dengar memerintah, nadanya sama persis ketika Sehun sedang mengaturnya.
Luhan mengangguk dan mengikuti kata Nyonya Oh
"Sehun antarkan Luhan kekamarnya" ucap Nyonya Oh
"Ne eomma" balas Sehun tersenyum
Tuan dan Nyonya Oh terlebih dulu meninggalkan ruang tamu dengan kebahagiaan, Sehun sedang mengecek kamar Luhan apakah sudah siap atau belum. Tinggallah Luhan dan Minji berdua diruang tamu
"Luhan, terimakasih, pada akhirnya kaulah yang membuat keluarga ini tersenyum bahagia" ucap Minji menghampiri Luhan dan mengajaknya berjabat tangan
"Anak ini akan bahagia dengan kalian" kata Luhan membalas jabatan tangan Minji
"Aku berharap kau tetap pada janjimu" lirih Minji
Luhan ingin menjawab namun Sehun menginterupsi mereka
"Luhan, Minji ayo bergegas istirahat" kata Sehun mengingatkan, dia agak terburu-buru karena lupa telah meninggalkan Luhan dan Minji berdua diruang tamu.
"Kau antarlah Luhan kekamarnya, aku menunggumu dikamar" ucap Minji melewati Sehun dan naik kekamarnya.
"Baby, ayo tidur" kata Sehun mengecup Luhan
"Sehun, apa kau bahagia?" Tanya Luhan
"Sangatt, aku bahkan gugup ingin menaruh tanganku ke perutmu, aku takut anakku tidak suka padaku" kata Sehun yang memandangi perut Luhan
"Bagaimana bisa anak ini tidak menyukai ayahnya, anak ini sangat menyukai ayahnya seperti aku" kata Luhan merona membawa tangan Sehun ke perutnya agar Sehun dan terbiasa
"Jika dia pria dia tampan sepertiku, jika dia wanita pasti dia cantik seperti ibunya" goda Sehun
"Terimakasih sekali lagi Lu, aku mencintaimu" kata Sehun memeluk Luhan dengan sayang
"Aku juga mencintaimu sayang" balas Luhan memeluk Sehun
"Nah sekarang bayi besarnya harus tidur" kata Sehun membawa Luhan dalam gendongannya
"Sehun turunkan aku ini bukan diapartemen" bisik Luhan meronta dalam gendongan Sehun
"Luhannie imut sekali" Sehun bukannya menurunkan Luhan malah habis-habisan menggodanya dan membawa Luhan kekamar.
Aku tahu kau mencintainya nak, dari awal kau membawanya kerumah ini, dia sudah membantu terlalu banyak untuk keluarga ini, tetaplah berbahagia anakku lirih Nyonya Oh yang sedari tadi mendengar percakapan Sehun dan Luhan, ia menitikkan air matanya lagi, karena baru pertama ini ia melihat anaknya begitu ekspresif.
"Pergilah kekamarmu, aku akan tidur sekarang" kata Luhan setelah sampai dikamarnya ia membelai wajah Sehun dengan sayang
"Kau mengusirku, tapi matamu memintaku untuk disini" goda Sehun yang juga membelai wajah Luhan
"Aku masih rindu padamu, salahkan dirimu pergi terlalu lama" kesal Luhan
"Maafkan aku sayangku" Sehun mengecupi bibir Luhan
"Kau sudah tahu berapa lama tentang kehamilanmu? Kenapa tidak memberitahuku lebih dulu rusa nakal" Tanya Sehun mecubit pipi Luhan gemas
"Baru dua hari Sehunna, saat itu aku pingsan ada yang membawaku ke klinik dan dokter itu mengucapkan selamat padaku" cerita Luhan yang sedang membelai kerutan khawatir di wajah Sehun agar ia merasa tenang
"Aku baik-baik saja" kata Luhan meyakinkan
"Tapi kau pingsan" lirih Sehun
"Kalau aku tidak pingsan aku tidak tahu aku sedang hamil kan Sehunnie, aku tidak apa-apa sungguh" rengek Luhan
"Aku akan lebih sering mengawasi dan menjagamu" kata Sehun sungguh-sungguh
"Aku percaya" balas Luhan mencium Sehun
"Sekarang kau pergilah tidur, aku ingin istirahat, kalau ada kau aku akan digoda terus" Luhan pura-pura kesal
"Nanti setelah kau tidur aku akan pergi" kata Sehun membawa Luhan kedalam pelukannya
"Kau tidak boleh ikut tertidur" kata Luhan mengingatkan
"Iya sayang" jawab Sehun dan Luhan mulai mencari posisi nyaman di pelukan Sehun dan segera tidur.
..
..
..
Luhan terbangun di tengah malam karena merasa dingin dan haus. Ketika melihat kesamping ia tidak menemukan Sehun memeluknya lagi. Ia tersenyum pahit kemudian keluar dari kamar untuk mengambil minum.
Luhan melewati kamar Sehun saat akan mengambil minum kedapur, karena memang kamarnya disamping kamar Sehun. Ia sudah meniatkan diri untuk tidak melihat kedalam kamar Sehun yang pintunya terbuka, namun entah apa yang membuatnya menoleh saat melewati kamar Sehun dan mendapati Minji memeluk Sehun dengan erat dalam tidurnya
Luhan tersenyum pahit dan melanjutkan langkahnya ke dapur.
"Luhan kau belum tidur?" Sapa Nyonya Oh yang kelihatannya dari dapur juga
"Aku sedang melihat taman belakang rumahmu nyonya, ini sangat indah" kata Luhan yang memang mengagumi rumah orang tua Sehun sejak pertama kali datang.
"Kau bisa datang sering ke rumah ini nak" kata Nyonya Oh tersenyum lembut
Luhan hanya menatapnya terdiam, ia bingung harus menjawab apa
"Kau tahu kan? Rumah ini sangat sepi, akan sangat bagus jika ada yang mengunjungi dan menyukai rumah ini" kata nyonya Oh denga raut wajah sedih
"Hmm, baiklah nyonya aku akan selalu mampir kesini kalau begitu" kata Luhan menghibur
"Eomma" kata nyonya Oh
"Eoh?" Balas Luhan bingung
"Panggil aku eomma Luhan" pinta nyonya Oh
Sekali lagi Luhan tidak tahu harus menjawab apa, dia bingung, senang dan terharu disaat bersamaan
"Luhan? Apakah tidak bisa?" Tanya Nyonya Oh sedih
Luhan masih terdiam, dia ingin, ingin sekali memanggil wanita cantik dihadapannya ini dengan sebutan eomma. Tapi dia tidak tahu apa yang membuat lidahnya begitu kelu dan kaku sehingga kalimat itu tidak kunjung keluar dari mulutnya.
"Hmm, baiklah aku tidak akan memaksa, lebih baik kita istirahat lagi" kata Nyonya Oh kentara sekali jika dia sedang kecewa
"Cepat istirahat Luhan" kata Nyonya Oh hendak meninggalkan Luhan
"Eo-eomma" panggil Luhan
Langkah nyonya Oh terhenti, ia membalikkan badan dan bertatapan dengan Luhan
"Apa kau memanggilku Luhann?" Tanya Nyonya sangat berharap jika telinganya tidak salah dengar
"Eomma" kata Luhan sekali lagi agak keras dan terdengar yakin sekarang
"Eomma, eomma" panggil Luhan berkali-kali seperti anak bayi yang meminta susunya.
"Terimakasih nak, terimakasih Luhan" nyonya Oh berlari memeluk Luhan
Luhan sendiri terus menyebut nama eomma berkali-kali. Sensasi pertama yang ia rasakan selama hidup didunia, ia merasa bebannya hilang, ia merasa tidak akan pernah menghadapi hal buruk, dan yang terpenting ia merasa bahagia saat ini
"Iya nak, eomma disini" kata Nyonya Oh menenangkan Luhan yang menangis
"Terimakasih eomma" kata Luhan memeluk nyonya Oh lebih erat.
Mereka berdua berpelukan sangat erat malam itu. Nyonya Oh yang entah sudah berapa lama tidak mendengar Sehunnya memanggilnya eomma dengan manja seperti yang Luhan lakukan, ia merindukan panggilan itu. Meskipun bukan dari Sehun, namun nyonya Oh tahu Luhan adalah orang yang akan membantunya untuk mendengar Sehun memanggilnya eomma lagi.
Luhan sendiri tidak bisa mendeskripsikan apa-apa lagi selain rasa bahagia, dan keinginan yang teramat untuk terus memiliki keluarga sebahagia ini.
"Sekarang kita harus tidur nak, jangan lupa kau harus ke rumah sakitku, aku ingin memeriksa sendiri keadaan anak dan cucuku" kata nyonya Oh pada Luhan.
"Ne eomma" jawab Luhan patuh seperti anak kecil
"Aigoo kau imut sekali, pantas Sehunku jatuh hati padamu" kata nyonya Oh menggoda
"A-anio eomma, Sehun tidak menyukaiku" bantah Luhan, ia takut nyonya Oh membencinya
"Dia tidak menyukaimu tetapi dia mencintaimu, aku tahu itu nak, aku berdoa untuk kebahagiaan kalian" ucap nyonya Oh memberi restu dan mencium kening Luhan
Sekali lagi, Luhan dibuat sangat bahagia dalam hidupnya. Ia mempunyai eomma baru dan sekarang wanita didepannya ini memberikannya restu.
"Kau istirahatlah, eomma duluan kekamar ya" pamit nyonya Oh
"Selamat beristirahat eomma" kata Luhan tersenyum
Tak lama setelah itu, Luhan juga pergi kekamarnya, nyonya Oh dan Luhan tidak tahu kalau ada sepasang mata memperhatikan mereka. Minji mendengar semuanya. Ia merasa sangat terluka, mertuanya bahkan memberi restu untuk Sehun dan Luhan
bahkan kau mengambil hati eomma, apa maumu Luhan? Sehun lirih Minji tidak suka dan berangsur kembali kekamarnya.
..
..
..
Pagi telah tiba, Luhan masih tertidur karena ia memang tidur sangat telat semalam. Ia mungkin masih tertidur lelap jika tidak ada kecupan-kecupan yang menghujaninya di seluruh wajahnya
"Luhannie bangun" ucap suara itu mencium Luhan telak di bibir
"Luhannie bangun" kata suara itu lagi mencium pipi Luhan habis-habisan
"Se-sehunnniee" rengek Luhan yang menyadari itu suara Sehun dan lagipula hanya Sehun yang akan mengganggunya
"Putri cantik sudah bangun" goda Sehun
Luhan melenguh, merenggankan badannya dan menarik Sehun kekasurnya, ia minta dipeluk Sehun dan mencari-cari posisi nyaman untuk tidur lagi
"Ah tempat ini paling nyaman sedunia" kata Luhan meletakkan kepalanya di dada Sehun dan memeluk Sehun erat
"Eh? Rusa kecil mau tidur lagi? Andwaeeee! Ayo banguuunn" ucap Sehun menggelitik badan Luhan
"Sehuniiieee geli, ampunnnnn" kata Luhan meminta ampun dan mau tak mau berdiri dari tidurnya yang nyaman
"Sehunnie jelek" kata Luhan
"Terimakasih, fans ku yang paling setia" kekeh Sehun, Luhan hanya memutar bola matanya malas
Dan kaget ketika melihat jam
"Sehunn jam itu rusak kan?" Tanya Luhan panik
"Tentu saja tidak, makanya aku membangunkanmu, ini sudah jam 11" kekeh Sehun
"Andwaeeeee! Aku harus bekerja, lagipula apa kata orangtuamu jika tahu aku bangun jam segini" kata Luhan yang sekarang mondar mandir dengan panik
"Luhan" panggil Sehun
Luhan tidak mendengarkan dan terus bergumam bolak balik
"Luhan" panggil Sehun lagi
Tidak ada jawaban lagi dari Luhan yang panik
"Ya tuhan kau kenapa begitu cerewet dipagi hari" kata Sehun yang langsung menggendong Luhan menuju kamar mandi
"Sehun kita mau kemana?" Teriak Luhan karena sekarang Sehun mengangkatnya seperti mengangkat sekarung beras
"Kita mandi, kau harus ke rumah sakit ingat kan? Dan kau tidak bekerja hari ini aku sudah menghubungi Kyungsoomu" Kata Sehun yang terus menahan Luhan dalam gendongannya takut Luhan terjatuh
Pagi itu diwarnai keributan seperti biasa, Luhan yang menolak dimandikan, dan Sehun yang tidak peduli dengan penolakan Luhan dan malah menggodanya terus. Didalam kamar mandi sekarang terdengar omelan dari Luhan dan tawa khas milik Sehun.
..
..
..
"Ah kalian sudah datang?" Nyonya Oh menyambut Sehun dan Luhan di ruangannya
"Ne eomma" sahut keduanya bersamaan
"Eh?" Kata Sehun menyadari sesuatu
"Wae Sehunna? Sekarang aku mempunyai dua putra, yang satu putra tampan dan dingin" katanya melirik Sehun
"Yang satu putra cantik dan baik hati" puji nyonya Oh melirik Luhan, membuat Luhan tersenyum
"Aku bersiap dulu, kalian tunggulah disini" kata nyonya Oh
"Sudah punya keluarga baru eoh?" Bisik Sehun tersenyum
"Hmm, tentu saja, hanya eommamu tapi tenang saja" kata Luhan menjelaskan
"Oh ayolah, appaku bahkan lebih menginginkanmu daripada eommaku" kekeh Sehun
"Sudah jangan berisik" cubit Luhan di perut Sehun, dia merasa malu terus-terusan digoda
"Luhan, berbaringlah" kata Nyonya Oh
Luhan mengangguk dan berbaring di tempat yang ditunjuk, membiarkan nyonya Oh memeriksa nya, Luhan hanya sesekali tersenyum memandang Sehun yang terus menggenggam tangannya.
"Jja, selesaai, ayo duduk" kata nyonya Oh
"Bagaimana eomma?" Tanya Sehun tak sabaran
"Keduanya sehat nak, hanya saja untukmu Luhan, apa belakangan kau jarang makan, kau mengalami gejala dehidrasi" tanya nyonya Oh curiga
"Ummm, sepertinya iya, aku selalu mual belakangan ini jika makan" jawab Luhan mengingat ingat
"Lalu kau makan apa?" Protes Sehun
"Nanti aku tunjukkan" kata Luhan tertawa
"Aku akan memberikan vitamin untukmu, diminum pagi dan malam untuk mengurangi rasa mual, jangan lupa meminumnya" perintah nyonya Oh memotong pembicaraan Sehun dan Luhan yang sedang bertengkar ini
"Ne eomma" kata mereka bersamaan
"Sekarang kalian boleh pulang, jika merasa ada yang tidak enak langsung beritahu Sehun atau eomma, mengerti kan?" Tanya nyonya Oh pada Luhan
Luhan mengangguk dan tersenyum menanggapi perkataan nyonya Oh.
"Kami pamit pulang dulu eomma" kata Sehun menggenggam Luhan keluar dari ruangan nyonya Oh. Nyonya Oh hanya tersenyum lucu melihat putranya sangat oveprotektif seperti itu.
..
..
..
"Sehun kita mau kemana?" Tanya Luhan didalam mobil
"Makan siang dengan Kai dan Kyungsoo sayang, kau kan juga harus memberitahu mereka" jawab Sehun menggenggam tangan Luhan dan mengecupnya
"Tapi aku masih kenyang" kata Luhan yang hanya mendapatkan tatapan yang membuat merinding dari Sehun
"Oh baiklah, aku sangat lapar" kata Luhan mengganti jawabannya dan cemberut
"Kau mau apa sebelum makan?" Tanya Sehun yang lucu dengan tingkah Luhan
"Aku mau bubble teaaa Sehunnie, kedainya ada didekat apartemen" jawab Luhan kembali riang
"Bubble tea itu makanan apa?" Tanya Sehun mengernyit
"Itu minuman yang sangatttt enak" jawab Luhan bersemangat
"Araseoo, kita kesana" kata Sehun mengiyakan kemauan Luhan
..
..
..
Mereka telah selesai membeli bubble tea dan sedang menuju tempat makan yang telah dijanjikan.
"Kyungieee" teriak Luhan melambai dari pintu masuk
"Luhannieee" balas Kyungsoo tidak kalah hebohnya
"Kalian sepertinya tidak akan pernah bosan saling memanggil seperti itu" sindir Sehun yang menarik tempat duduk disamping Kai
"Kau berharap apa? Mereka saling membenci?" Tanya Kai yang ikut terkekeh
"Kalian bisa berhenti mengoceh?" Tanya Kyungsoo tak suka karena dua pria didepannya ini sangat cerewet
"Kau membawa apa Lu? Kenapa banyak sekali?" Tanya Kyungsoo memperhatikan bawaan Luhan
"Bubble tea Kyungiee. Mau coba?" Luhan menawarkan pada Kyungsoo. Tetapi Kyungsoo menggeleng tidak mau, Kyungsoo tidak terlalu suka minuman seperti itu
"Aku perhatikan kau selalu minum minuman bubble itu belakangan ini? Jangan terlalu banyak kau bisa kena flu" kata Kyungsoo menasehati
"Jika tiba-tiba suka makanan asing, biasanya itu gejala seseorang yang sedang hamil, menginginkan lebih dari yang biasanya" celetuk Kai sok menganalisa
"Babyyy, payah sekali hipotesamu" sindir Kyungsoo
"Aku hamil Kyungie, Kai ada benarnya juga, aku selalu menginginkan bubble tea ini secara rakus" kata Luhan membenarkan perkataan Kai
Kyungsoo tersedak minumannya dan Kai menatapnya tak percaya
"Apa?" Tanya Luhan bingung
"U-ulangi perkataanmu" tuntut Kyungsoo takut kalau ia salah dengar
"Yang mana? Tentang buble tea?" Tanya Luhan polos
"Bukan Luhannie sebelum kalimat itu, astaga" kata Kyungsoo tak sabar
"Aku ham-" Luhan baru mengingat sesuatu, dan ia merasa sangat bodoh bisa-bisanya memberitahu Kyungsoo kabar besar ini dengan santai, ia melirik Sehun meminta bantuan, namun Sehun sedang susah payah menahan tawanya.
"Kyungie, aku hamil" kata Luhan takut-takut
Satu detik….
Dua detik…..
Lima detik…
"Selalu begini" gumam Luhan
"Kyungiee aku hamil, kau kenapa diam saja? Kau tak suka ya?" Kata Luhan kentara sekali jika dia sedang pura-pura sedih
"Bagaimana bisa aku tidak suka. Aku akan punya keponakan, tidak aku akan mempunyai seorang anak" teriak Kyungsoo dari kursinya dan memaksa Luhan berdiri untuk mengecek perut Luhan dan kemudian memeluknya erat.
"Selamat ya Lu, kau harus lebih dewasa setelah ini tidak boleh manja lagi" ucap Kyungsoo sambil terisak
"Kyungieee, aku mana bisa tidak manja, apalagi jika denganmu" kata Luhan mengelak dan membalas pelukan Luhan
"Baiklah kau boleh manja sesukamu. Aku akan menjagamu, aku akan menjaga kalian" gumam Kyungsoo bersemangat
"Hmm terimakasih Kyungieku" balas Luhan yang merasa dirinya sangat beruntung karena anak ini, semua ingin menjaga dan bersamanya.
"Hay man, akhirnya, selamat untukmu" kata Kai yang juga berdiri dari kursinya dan memeluk Sehun
"Terimakasih juga untukmu Kai, kau dan idemu yang membuatku akan memiliki bayi lucu" jawab Sehun sungguh-sungguh
"Jaga mereka Sehunna" pinta Kai melepaska pelukannya
"Pasti" jawab Sehun tanpa ragu
Kai beralih dari Sehun ke Luhan berniat untuk mengucapkan selamat
"Jadi, apakah aku boleh memeluk calon keponakanku dan ibunya" kata Kai memotong moment Luhan Kyungsoo
"Asal anakku tidak jadi hitam sepertimu aku mau" sindir Luhan merentangkan tangannya dan Kai datang memeluknya
"Selamat ya Lu, aku akan menjaga kalian juga" kata Kai dalam pelukannya
"Anak ini sangat beruntung memiliki kalian, terimakasi Kai" jawab Luhan tersenyum
"Jaga Luhannieku, Sehun" kata Kyungsoo memeluk Sehun
"Pasti Kyung aku akan selalu menjaganya" jawab Sehun membalas pelukan Kyungsoo
"Jika kau menyia-nyiakan mereka, aku akan membawa mereka pergi dari hidupmu" kata Kyungsoo serius melepas pelukannya dengan Sehun dan menatapnya
"Kau membunuhku pelan-pelan jika begitu. Aku tidak akan pernah menyia-nyiakan mereka" balas Sehun sangat yakin
"Lupakanlah perjanjian kalian, kalian berhak bahagia" lirih Kyungsoo yang mengingat kalau Luhannya akan berpisah dengan anaknya
Belum sempat Sehun menjawab, Luhan sudah memotong pembicaraan mereka dengan berteriak lapar
"Sehunnieee, lapaarrrr" rengek Luhan
"Rusaku lapar? Kasiannnn sekali sayang, ayo kemari kita pesan yang banyak" kata Sehun membawa Luhan kepelukannya dan menatap Kyungsoo yang masih penasaran dengan jawabannya ia akan mengusahakan untuk semua ini. Agar Luhan dan dirinya juga bayi mereka akan terus bersama-sama.
Kyungsoo sendiri hanya menatap khawatir pada Luhannya. Ia takut Luhan akan sangat menderita jika Sehun tetap dengan perjanjian awalnya.
"Aku ke toilet dulu" kata Kyungsoo buru-buru, ia benar-benar tidak bisa membayangkan Luhannya menderita.
Sehun tahu kenapa Kyungsoo terburu-buru seperti itu, semuanya terlalu cepat untuk dibayangkan, ia merasa sangat bersalah pada Luhan sekarang, yang ingin ia lakukan adalah menjaga Luhan dan bayinya dengan apapun yang dimiliki dan ada dalam dirinya.
"Aku menyusul babyku dulu" kata Kai yang juga menyadari Kyungsoo bertindak aneh
"Babyyy, kau kenapa?" Tanya Kai yang menemukan Kyungsoo berjongkok didepan wastafel
"Aku tidak apa-apa" jawab Kyungsoo berbohong, "ayo kita kembali mereka pasti menunggu baby" Ajak Kyungsoo menggandeng tangan Kai
Kai yang tahu Kyungsoo sedang berbohong memeluknya
"Luhan kan? Kau mengkhawatirkannya kan sayang?" kata Kai memeluk Kyungsoonya menenangkan.
"apa menurutmu mereka akan baik-baik saja" tanya Kyungsoo dalam pelukan Kai
"Mereka akan baik-baik saja baby" ucap Kai menghapus air mata Kyungsoo
"Sekarang kita kembali kesana ya, mereka pasti menunggu" Kai membujuk Kyungsoo dan menggenggam tangan Kyungsoo menuju ke meja mereka.
"Kyungieee, kau kenapa jadi murung seperti itu?" Tanya Luhan melihat Kyungsoo dipeluk Kai dari jauh
"babyku tidak apa-apa hanya sedang memikirkan sesuatu" kata Kai yang menjawab pertanyaan Luhan
"Memikirkan apa?" Tanya Luhan
"Memikirkan akan mempunyai anak juga" goda Kai pada Kyungsoo yang dibalas cubitan oleh Kyungsoo
"Ayo kita pesan sebanyak-banyaknya Sehun yang akan membayar semua ini" kata Kai bersemangat
"AYOOO!" Seru Luhan dan Kyungsoo menanggapi teriakan Kai, Sehun hanya tertawa melihat mereka semua.
Memang benar ia mengajak Kai dan Kyungsoo makan siang bersama untuk mentraktir mereka, Karena menurut Sehun kedua orang inilah yang mempunyai peran besar untuknya dan Luhan. Dan hari ini sebagai ucapan terimakasih Sehun mengizinkan mereka memesan apapun yang mereka suka, dan membagi kabar gembira ini dengan mereka.
..
..
..
Semua berbahagia dengan kabar kehamilan Luhan, tidak terkecuali Minji ia merasa senang dan takut dalam waktu yang bersamaan. Senang karena pada akhirnya ia akan memiliki anak dengan Sehun dan mengingat hubungan Sehun dan Luhan akan berakhir membuatnya tambah bersemangat. Namun ia juga merasa takut, takut kalau suaminya pada akhirnya tidak bisa melepaskan Luhan.
Seperti pagi ini seusai mengantar Minji bekerja, Sehun memulai percakapan yang menurut Minji sangat menyebalkan.
Flashback
"Sayang, kau tahu kan sekarang Luhan sedang hamil anak kita?" tanya Sehun tersenyum
"Hmmm, aku tahu, apa kau bahagia?" tanya Minji
"Aku bahagia, bagaimana denganmu?" tanya Sehun
"Jika kau bahagia aku akan bahagia sayang" jawab Minji
"Minji, mungkin aku akan pindah ke apartemen, bolehkah? Aku ingin menjaga Luhan dan bayinya, aku takut terjadi sesuatu pada mereka" ucap Sehun khawatir
Minji hanya terdiam, ia tahu Sehun akan meminta hal ini tapi ia tidak akan mengira secepat ini
Mereka sudah sampai di depan kantor Minji, Sehun masih menunggu jawaban Minji yang terdiam ketika ia meminta untuk pindah ke apartemen.
"Minji-ya, kita sudah sampai, jika kau tidak bisa menjawab, jawablah nanti saja" kata Sehun mengelus rambut Minji dengan sayang
"Jika aku tidak memperbolehkanmu pindah apa kau akan mendengarkan?" tanya Minji
"Kita tidak bisa seperti itu, Luhan tidak boleh ditinggal sendirian, sangat berbahaya" ucap Sehun berusaha menjelaskan.
"Sehun apa kau mencintaiku?" tanya Minji
"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Sehun bertanya balik
"Aku bertanya, jawablah" Kata Minji tak sabaran
"Aku mencintaimu" jawab Sehun
"Apa rasamu masih sama seperti dulu?" tanya Minji lagi
"Tentu, kenapa bertanya?" tanya Sehun bingung
"Kalau begitu katakan kalau tidak mencintai Luhan" tantang Minji
Sehun terdiam
"Sehun" panggil Minji
Sehun tetap tidak menjawab
"Sehunna" Teriak Minji karena kesal
"Maaf, aku tidak bisa" lirih Sehun
"KAU!" geram Minji
"Pada akhirnya kalian harus berpisah setelah anak itu lahir! Jika kau tetap memilih Luhan itu sama saja kau ingin melihatku mati" teriak Minji keluar dari mobil dan menutupnya dengan sangat keras
End Of Flashback
"Ahhh.. Sialan" Minji teringat tadi pagi ia bertengkar dengan Sehun, ia menjadi sangat takut sekarang, takut kalau akhinya pria Club malam itu memenangkan Sehun daripada dirinya
Aku harus menemuinya lagi dan berbicara dengannya. Itu akan lebih mudah daripada berbicara dengan Sehun ucap Minji dalam hati
Minji menyukai idenya dan melanjutkan perjalanannya keluar kantor namun karena terburu buru ia menabrak seseorang
BRUK!
"Ah maafkan aku, aku sedang terburu-buru" kata Pria itu menyerahkan berkas-berkas Minji yang terjatuh
"Tidak apa aku juga sedang terburu-buru tadi" kata Minji menerima berkas yang diambilkan pria itu
Mereka bertatapan dan saling menebak seperti pernah bertemu
"Hey, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Minji
"Entahlah, aku juga seperti pernah melihatmu" jawab pria tersebut yang ternyata Kris
"Mungkin kita salah orang, aku pamit dulu" kata Kris meninggalkan Minji
Aku pernah melihatnya, aku sangat yakin, dia sedang memeluk….
"Luhan" teriak Minji membuat Kris berhenti
"AH aku mengingatnya sekarang, kau kekasih Luhan kan? Kita pernah bertemu" ucap Minji benar dengan tebakannya
"Hey, apa kita bertemu di toko pakaian anak?" tanya Kris balik yang nampaknya mulai mengingat Minji dan menghampirinya
"Iya kau benar" jawab Minji
"Bukankah suamimu adalah orang yang tampangnya berwajah es, dengan rahang tajam?" tanya Kris
"Kau mengingat suamiku juga?" tanya Minji
"Sialann! Apa kau tahu dia bermain gila dengan Luhan?" geram Kris yang sudah sangat marah
"Kau melihat merek? Dimana?" tanya Minji yang tidak aneh dengan kebersamaan suaminya sekarang yang selalu bersama dengan Luhan
"Di kafe dan mereka berpelukan seperti pasangan gila yang dipisahkan" kesal Kris
"aku mengingat orang itu sekarang dan aku akan memberitahu Luhan kalau dia sudah mempunyai istri" seringai Kris
"Dia tahu" ucap Minji santai
"Apa maksudmu?" tanya Kris bingung
"Lebih baik kita cari kafe didekat kantor ini, nampaknya Luhan belum memberitahu segalanya padamu" kata Minji mengajak Kris, dan Kris menyetujuinya
"Baiklah jadi apa maksudmu Luhan mengetahuinya?" kata Kris yang sangat penasaran
"Kau tahu kekasihmu itu awalnya akau sangat berterimakasih padanya, namun sekarang dia nacaman bagiku, dia ungguh tidak tahu malu" ejek Minji menghina Luhan
"Apa maksudmu berkata seperti itu tentang Luhan?" geram Kris
"Ceritakan padaku semuanya" kesal Kris masih menahan amarah
"Baiklah, jadi begini aku dan suamiku Sehun, kami tidak dapat memiliki seorang anak karena aku menderita sakit ketika itu. Awalnya kami bahagia dengan hidup kami walaupun tanpa seorang anak, namun karena desakan orang tua Sehun yang selalu meminta Sehun untuk menikah lagi atau menceraikanku membuatku sangat depresi. Kami mencari berbagai cara untuk mendapatkan seorang anak, tapi kami tidak pernah memikirkan untuk mendapatkan anak dari wanita malam, itu sangat berbahaya selain karena penyakit mereka aku takut Sehunku akan terjerat dengan jalang seperti mereka" cerita Minji
"Singkat cerita, pada suatu malam Sehun datang dan menenangkanku yang sedang menangis, ini ide temannya kalau ia akan mencari pria yang istimewa dan akan membuatnya hamil setelah melahirkan seorang anak pria itu akan pergi dari hidup Sehun. Entahlah pikiran gila apa yang merasukiku aku merasa itu ide yang sangat brilian, seorang pria itu artinya Sehun tidak akan pernah mencintainya" Minji masih menceritakan
"Namun aku salah, seiring waktu yang mereka berdua jalani, mereka terjerat pada perasaan masing-masing. Luhanmu dia membuat Sehunku mencintainya. Tapi kau tidak perlu khawatir dia sedang hamil sekarang, itu artinya dia dan Sehun akan segera berpisah" kata Minji menyeringai
"L-Luhan hamil?" tanya Kris tak percaya
"Dan dia akan dipisahkan dari anaknya?" tanya Kris lagi
"Ya benar dan dia juga akan dipisahkna dari Sehunku, tenang saja" Ucap Minji santai
"Mahluk macam apa kalian? Menjijikan dan tidak punya perasaan! Aku akan membawa Luhanku pergi dari kalian" teriak Kris menggebrak meja dan meninggalkan Minji
Sedangkan Minji tersenyum senang paling tidak aku tidak sendirian, ini akan lebih mudah jika ada yang sepemikiran denganku pikir Minji
..
..
..
"Lu, kau istirahatlah, aku akan membangunkanmu jam makan malam nanti" kata Sehun membereskan belanjaan mereka dan meletakkan bubble tea Luhan di kulkas
"Hmm aku lelah" kata Luhan memeluk Sehun dari belakang
"Apa tuan putri ingin aku gendong?" tanya Sehun menawarkan
"Tentu saja bawa aku kekamar, dan kau tidak boleh pergi sebelum aku tidur" kata Luhan merentangkan tangannya minta digendong
"Baiklah kita tidur rusa kecilku" kata Sehun membawa Luhan dalam gendongannya
"Sampai" kata Sehun merebahkan Luhan
Mata mereka bertatapan dan Sehun menciumnya sekilas
"Aku akan mencari tahu apakah boleh bercinta dengan seseorang yang sedang mengandung, kau cantik sekali Lu" goda Sehun membenarkan poni Luhan
"Kau tahu? Terakhir kali kita melakukannya, aku sudah tahu aku hamil dan aku mengijinkanmu jadi aku rasa tidak apa" kata Luhan yang kini merona hebat
"B-benarkah?" tanya Sehun tak percaya
"Hmm, benar Sehunnie" kata Luhan menyembunyikan wajahnya didada Sehun
"Lalu apakah sekarang boleh?" Tanya Sehun meminta ijin dengan menggoda
"Issh, kau ini aku lelah" kesal Luhan memukul lengan Sehun
"Araseeo araseo, kita bisa lakukan nanti, aku akan bersabar walau ini menyakitkan" kata Sehun mendramatisir membuat Luhan tertawa
"Peluk aku" pinta Luhan
"Istirahatlah sayang" ucap Sehun mencium kening Luhan dan membawa Luhan kepelukannya
Luhan sudah hampir tertidur dipelukan Sehun, namun suara bel mengagetkannya dan membuatnya bangun
"Sehunniee, kenapa jadi kau yang tidur?" protes Luhan
Sehun yang merasa Luhan mencubit pipinya menjadi bangun karena kaget
"Ah maafkan aku sayang"kata Sehun membawa Luhan kedalam pelukannya lagi
Ting Tong! Suara bel berbunyi lagi
"Apakah ada yang datang?" tanya Sehun dan Luhan mengangguk
"Baiklah tunggu disini sayang aku membuka pintu dulu ya" kata Sehun mengecup Luhan sekilas dan keluar dari kamar
Cklek!
Sehun membukakan pintu dan membelalak melihat siapa yang datang
"KAU!" geram orang itu yang ternyata Kris
BUGH!
Kris memukul Sehun tepat diwajahnya membuat Sehun tersungkur
"Mahluk macam apa kau? Berani-beraninya mendekati Luhan untuk mendapatkan seoarang anak lalu setelah itu meninggalkannya" teriak Kris yang memberi pukulan diwajah Sehun berkali-kali
"Apa kau tidak punya perasaan? HAH?" Teriak Kris menghempaskan Sehun ke sofa
Sehun sudah sangat babak belur dan mengeluarkan darah segar di hidung dan mulutnya sekarang
Sehun juga bukannya tidak mau membalas, ia hanya membiarkan orang dihadapannya ini melampiaskan amarahnya.
Didalam kamar Luhan merasa sangat terganggu karena mendengar suara benda jatuh dan teriakan , ia seperti mengenali itu suara Kris namun ia menepis perkiraannya dan memekik ketika melihat apa yang terjadi
"SEHUN!" Pekik Luhan
Kris sudah mendaratkan pukulannya lagi
"Lu-m-masuk jangan lihat ini" kata Sehun yang sudah tersungkur, Kris memegang kerahnya lagi dan siap memeukulkannya lagi, sepertinya Kris sudah gelap mata
"KRIS! BERHENTI! KAU BISA MEMBUNUHNYA!" teriak Luhan da berusaha menghentikan Kris
Namun Kris tidak mengindahkan kata Luhan, ia menghempaskan Luhan sehingga Luhan terjatuh kelantai
"Kris apa kau sudah gila?" tanya Luhan yang masih mencoba menghentikan Kris
"Kau hamil Lu?" tanya Kris yang menghempaskan Sehun kasar ke lantai dan kini menatap Luhan
Luhan masih terisak dan kaget karena kejadian ini
"JAWAB AKU!" teriak Kris
"I-iya aku hamil, aku mohon jangan pukul Sehun lagi" pinta Luhan
"SIALAN!" teriak Kris yang sudah siap untuk memukul Sehun lagi
"AKU HAMIL DAN KAU INGIN MEMBUNUH AYAH DARI ANAKKU ? KAU YANG TIDAK PUNYA PERASAAN" teriak Luhan balik mencoba menghentikan Kris dan berhasil
"Urusan kita belum selesai" katanya pada Sehun
"Kau ikut aku!" perintah Kris yang menarik tangan Luhan membawanya pergi
"Andwae! Aku mau bersama Sehun, Sehun tolong aku" teriak Luhan yang meronta dalam pegangan Kris
"J-jangan bawa Luhan, aku mohon" lirih Sehun yang berusaha mengejar namun percuma karena rasa sakit di seluruh tubuhnya membuatnya tak bisa bergerak.
Kris membawa Luhan keluar apartemen dan berpapasan dengan Kai dan juga Kyungsoo
"Kris Hyung" pekik Kyungsoo
"Kyung tolong aku" pinta Luhan menangis
"Hey, mau kau bawa kemana Luhan?" Tanya Kai mencegah Kris pergi
"Kai tolong aku" jerit Luhan dalam pegangan Kris
"Kalian mengganggu saja, minggir" desis Kris
"Berikan Luhan padaku" kata Kai menantang
Kris yang merasa Kai sangat mengganggu tidak segan memukulnya dan membuatnya tersungkur juga, Kai tidak menyangka kalau pria ini akan sampai memukulnya
"Baby" teriak Kyungsoo
"Aku tidak apa, kau ikutlah dengan mereka aku akan ke Sehun" kata Kai dan Kyungsoo mengangguk
Kyungsoo dengan susah payah mengejar Kris dibawah dan sampai ke parkiran. Ketika akan memasuki mobil Kyungsoo berteriak
"Hyung! Kalian mau kemana?" tanya Kyungsoo, Luhan berlari memeluknya
"Bukan urusanmu, Luhan ayo masuk" tarik Kris pada tangan Luhan lagi
"Aku ikut" teriak Kyungsoo
"Aku ikut hyung, dan jangan menarik Luhannie lagi, tangannya sudah merah karenamu" kesal Kyungsoo
"Baguslah, kalian berdua masuk kedalam mobil" kata Kris sangat menakutkan
"K-kyung, S-sehun" isak Luhan dalam pelukan Kyungsoo
"MASUK!" teriak Kris membuat keduanya terlonjak kaget
"Ada Kai disana Lu, kita ikut Kris Hyung dulu, dia akan sangat marah dan akan menyakitimu jika kita tidak menurut" bujuk Kyungsoo dan Luhan mengangguk
Sepanjang perjalanan mereka terdiam, hanya terdengar isakan Luhan yang mengkhwatirkan Sehun dalam pelukan Kyungsoo
"makanlah" kata Kris menyuruh Kyungsoo dan Luhan untuk makan. Mereka dibawa ke apartemen Kris dan tidak diijinkan kembali oleh Kris
"Lu makan ya?" bujuk Kyungsoo, Luhan menggeleng
"Kasihan bayimu" kata Kyungsoo mengingatkan
"Kau tahu Luhan hamil?" tanya Kris tak percaya dan Kyungsoo mengangguk takut
"Hidup macam apa yang kalian jalani?" teriak Kris membuat Luhan ketakutan dan beringsut dipekukan Kyungsoo
"Hyung kami sudah dewasa, berhentilah bersikap seperti kami adalah bayimu" teriak Kyungsoo yang juga sangat kesal sekarang
"Kalian" geram Kris
"Paksa dia makan dan segera tidur" teriak Kris membanting pintu kamarnya
"Se-sehun, aku mau Sehun Kyungie" tangisan Luhan pecah dan ia tidak tahan lagi
"Sstt, kita akan bertemu Sehun segera" kata Kyungsoo menenangkan
"Makan dulu ya? Aku mohon, sedikit saja" bujuk Kyungsoo dan Luhan tetap menggeleng
..
..
..
"Hyung ini sudah hampir dua hari Luhan tidak mengisi perutnya dan hanya dikamar, kau mau Luhan dan bayinya mati kelaparan?" Teriak Kyungsoo kesal karena Kris masih sangat egois
"Biarkan kami pulang, aku mohon, aku sangat menghakwatirkan Luhan" bujuk Kyungsoo menangis memohon di kaki Kris
Kris sendiri sangat tidak tega dengan keadaan Luhan yang pucat dan sudah menggigil
"Biarkan aku bicara dengannya" kata Kris melewati Kyungsoo, Kyungsoo melarangnya
"Kau hanya akan membuatnya takut" kata Kyungsoo mencegah
"Aku ingin dengar dari mulutnya sendiri" gumam Kris meninggalkan Kyungsoo
Cklek!
Pintu kamar terbuka menampilkan Kris dari luar membuat Luhan beringsut ke selimutnya
"Lu, apa kau takut padaku?" tanya Kris membelai wajah Luhan
Luhan mengangguk takut dan terisak
"Apa kau tidak menyesal Lu?" tanya Kris yang sudah sangat berbeda dari hari kemarin
"Hey jawab aku, aku tidak akan menyakitimu" hati Kris merasa sakit karena Luhan sedang ketakutan sekarang
"Aku t-tidak menyesal, ak-u mencintai Sehun" isak Luhan
"Tapi kalian tidak bisa bersama, kau akan lebih sakit dari ini" lirih Kris
"Aku mencintainya Kris, aku tidak menyesal dan aku tidak sakit, aku sudah mempersiapkan segalanya" ucap Luhan menyembunyikan wajahnya di kedua telapak tangannya
"Aku ingin bertemu dengannya, aku merindukannya, aku mengkhwatirkannya, aku mohon" pinta Luhan semakin terisak
"Lu, jangan seperti ini aku juga memohon padamu" pinta Kris,tangisan Luhan semakin pecah
"Baiklah" kata Kris, Luhan mendongak untuk menatapnya
"Kau makan dulu, setelah itu kau mendapatkan Sehunmu" kata Kris akhirnya
"B-benarkah? Apa kau berjanji akan mengembalikanku pada Sehun?" tanya Luhan berkaca-kaca
"Aku janji" jawab Kris lemah
"Krissie terimakasih" kata Luhan menghambur memeluk Kris
"Jangan menakutiku lagi kau sangat menyeramkan kemarin" isak Luhan menangis dalam pelukan Kris
"Maafkan aku Lu" jawab Kris membalas pelukan Luhan
"Aku akan menyuruh Kyungsoo menyuapimu, sementara kau makan aku akan menghubungi Sehunmu" kata Kris tersenyum
"Baiklah" jawab Luhan bersemangat
Kris keluar dari kamar Luhan dan mendapat pelukan lagi dari Kyunngsoo
"Aku tahu kau hyung kami yang terbaik, kau menyayang kami, dan kami sangat menyayangimu, terimakasih hyung" kata Kyungsoo yang mendengarkan semua percakapan Kris dan Luhan
"Kebiasaanmu menguping belum hilang ya Kyung" sindir Kris memeluk Kyungsoo dengan erat juga
"Berbahagialah dengan kehidupan kalian, aku menyayangi kalian" kata Kris tersenyun
"Makanlah dengan Luhan, aku juga akan meghubungi kekasihmu" kata Kris tersenyum menghapus airmata Kungsoo
"Baiklah, Krissie Hyuung" kata Kyungsoo bersemangat mengambil makanan dan segera masuk kekamar Luhan.
Kyungsoo dan Luhan suda selesai makan sekarang, tidak seperti kemarin mereka hanya mengurung diri di kamar. Hari ini mereka mengomentari seluruh isi apartemen Kris dengan cerewet
"Hyung harusnya da foto kami disini" protes Kyungsoo
"Kyungie benar, masa foto dengan keluarga barumu saja" kesal Luhan juga
"Aku akan menaruh foto kalian diseluruh ruanganku" kekeh Kris
Mereka mulai akan mengomentari lagi namun suara bel berbunyi
Ting Tong!
"Itu mereka" teriak Luhan dan Kyungsoo bersamaan dan berebut untuk membukakan pintu
Cklek!
Sehun dan Luhan bertatapan. Luhan sangat merindukan sosok didepannya ini begitupun dengan Sehun
"Sehunnie" rengek Luhan memeluk Sehun dengan erat sangat erat
"Lu, apa kau baik-baik saja Lu?" tanya Sehun memperhatikan kalau Luhan tidak kekurangan satu apapun
"Aku baik-baik saja" kata Luhan masih memeluk erat Sehun
"Aku mau pulang" isak Luhan
"Kita akan pulang" jawab Sehun yang sekarang sudah membawa Luhan kedalam gendongannya
"Bawalah ia segera, ia baru makan tadi setelah aku bilang akan menghubungimu" kata Kris yang muncul dari dalam
"Terimakasih Kris" ucap Sehun tulus
"Kau tahu? Aku tidak pernah melihatnya sangat mencintai seseorang seperti dia mencintaimu, jagalah dia, kau tahu kan? Aku bisa setiap saat merebutnya. Dan ingat jika kau membuatnya terluka aku, urusan kita benar-benar akan panjang" kata Kris menjabat tangan Sehun
"Aku akan menjaganya" jawab Sehun membalas jabatan tangan Kris
"Maaf untuk memar diwajahmu: kekeh Kris
"Tidak masalah" jawab Sehun tersenyum
"Dan kau jagalah adikku yang sangat cerewet ini juga" katanya berbicara dengan Kai
"oh ayolah, kau pikir aku sudah memaafkanmu, kau membawa dia pergi hampir selama dua hari, dan meninjuku? Bermimpi saja kau" kata Kai menjabat tangan Kris
"Dia hidupku, aku akan menjaganya dengan cara apapun" kata Kai sangat yakin
"Baiklah kami pergi dulu" pamit Sehun
"Kris Hyung kami pergi" kata Kyungsoo dalam pelukan Kai
"Krissie, terimakasih untuk semuanya" kata Luhan dalam gendongan Sehun
"Kalian berhati-hatilah" pesan Kris dan melambai pada keempatnya.
Luhan tersenyum dan membalas lambaian Kris, ia merasa sangat bahagia karena pada akhirnya Kris juga mengerti kenapa ia melakukan ini. Kris bilang ia belum pernah melihatnya mencintai seseorang seperti ia mencintai Sehun. Itu benar dan sepenuhnya benar. Luhan benar-benar mencintai Sehun dan sangat ingin bersamanya. Ia mengeratkan pelukannya dalam gendongan Sehun dan berbisik di telinga Sehun
"Aku mencintaimu" bisik Luhan
"Aku juga mencintaimu" balas Sehun tersenyum membuat Luhan tersenyum
..
..
..
Kandungan Luhan sudah memasuki bulan ketiga. Perutnya sudah mulai terlihat membuncit, walaupun belum terlalu mencolok. Luhan masih diizinkan bekerja oleh Nyonya Oh yang selain menjadi dokter pribadi Luhan juga menjadi seorang ibu untuknya, ia akan menelpon Luhan setiap malam memastikan Luhan meminum vitaminnya
Sehun sendiri memutuskan untuk pindah ke apartemennya untuk menemani Luhan, awalnya Luhan mengatakan tidak perlu sampai pindah karena takut Minji akan semakin membencinya. Namun ternyata Minji juga menyetujui kepindahan Sehun ke apartemennya. Luhan pikir Minji sudah bisa menerimanya namun perkiraan Luhan salah, Minji mengizinkan Sehun tinggal bersamanya untuk sementara dengan alasan bahwa setelah bayinya lahir,Sehun dan Luhan tidak mungkin bisa bersama, jadi dia mengizinkan Sehun tinggal bersamanya. Tentu saja Minji mengatakan itu hanya kepada Luhan.
Ting Tong!
Suara bel apartemen Luhan berbunyi, ia segera membukakan pintu berharap itu Sehun, namun ternyata Minji yang datang
"Hay apa aku mengganggu" tanya Minji yang melihat Luhan tegang akan kedatangannya. Wajar saja jika Luhan takut akan kedatangan Minji, karena beberapa bulan yang lalu wanita ini datang dang menghajarnya habis-habisan
"Aku tidak akan berbuat gila padamu, mengingat kau sedang mengandung calon anakku dan Sehun" kata Minji dengan nada yang terdengan angkuh
Luhan tersenyum pahit dan membalas sapaan Minji
"Masuklah, jika kau mencari Sehun dia belum pulang" kata Luhan
"Sehun lembur, apa kau tidak tahu?" Tanya Minji seolah mengatkan kalau apapun yang Sehun lakukan hanya ia yang tahu
Luhan menggeleng lemah dan mendesah pelan
"Aku ingin berbicara denganmu, aku benar-benar harus memastikan kalau semua ini ada akhirnya" kata Minji yang mulai tak sabaran
"Duduklah dulu, kau benar-benar ssangat bersemangat ingin membuangku dari hidup Sehun ya?" ucap Luhan yang tak kalah emosi
"Baiklah, kau akan kemana setelah melahirkan?" tanya Mini yang sudah duduk di sofa
"Belum tahu" Jawab Luhan "tapi aku akan pergi, aku juga tidak tahan didesak terus" kata Luhan penuh penekanan
"Bagus. Apa Sehun tahu?" Tanya Minji menantang
"Apa menurutmu jika dia tahu dia akan mengijinkan aku pergi" balas Luhan
"Cih, kalau kau tidak menggodanya tentu saja dia akansangat dengan senang hati membiarkanmu pergi" ejek Minji
"Hmm, anggap aku menggodanya tapi jangan salahkan diriku jika aku memang punya pesona yang tidak bisa ditolak oleh orang seperti Sehun" kata Luhan membalas
"KAU!" Minji menahan kesalnya
"Aku rasa ini tidak bagus untuk kita berdua, aku sangat berusaha agar paling tidak kau menyukaiku, tapi kau selalu mengejekku dan menyakitiku, aku masih tahu tempat dimana aku haru berpijak Minji-ya, kau tidak perlu setegang itu padaku. Kau pulanglah aku ingin istirahat" kata Luhan berusaha sopan
"Baik aku akan pergi, dan aku tagih perkataanmu, jika kau tulus membantu kami aku sarankan padamu agar tidak terlalu menyayangi anak yang ada di kandunganmu itu, jangan jadikan dia alasan agar kau bisa bersama Sehun" teriak Minji yang mulai tersulut emosinya
"Pergi!" kata Luhan berusaha tenang, ia sudah merasakan kontraksi diperutnya setiap kali ia emosi.
"Jangan harap kau bisa bersama Sehun, Sehunku" teriak Minji meninggalkan Luhan dan menutup pintu dengan keras.
Luhan terdiam, ia sedang meredakan emosinya dan menahan sakit diperutnya
"sstt, sayang tenang aku tidak akan membiarkanmu tegang dan merasa sakit" kata Luhan yang mengelus perutnya sambil menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.
Nyonya Oh selalu mengajarinya seperti itu setiap kali ia merasa stress, namun kali ini bukan hanya stress yang Luhan rasakan lagi-lagi hatinya lah penyebab ia tidak bisa tenang, hatinyalah yang membuat seluruh badannya nyeri hingga lemas.
Ia berusaha untuk tetap tenang dengan terus mengelus perutnya, ketika dirasa perutnya sudah tidak menegang ia tersenyum sambil menangis
"Sepertinya kemungkinan kita bersama sangat sulit nak" kata Luhan terisak mengelus perutnya
"Keinginanku untuk bersamamu dan appamu hanya ada di fantasiku, aku terus berdoa untuk kebahagiaan kalian kelak. Kau harus jadi anak yang baik, yang kuat dan selalu tersenyum nak, aku akan merindukanmu dengan sangat" kata Luhan yang tidak mampu lagi membendung rasa sakit dihatinya. Perkataan Kyungsoo mulai berputar di benaknya dan membuat sakitnya bertambah.
"Hyung, jelas kau akan menderita seumur hidupmu, sekarang kau bisa bilang kalau kau bisa merelakan anakmu nantinya. Tapi Demi Tuhan hyung kau dan calon anakmu akan bersama-sama setiap hari seiring bertumbuhnya ia didalam kandunganmu, kau akan merasakan sakit dan senang bersamaan waktu kau menjaganya agar tetap sehat, kau akan menerka-nerka seperti apa rupanya kelak, mirip kau atau ayahnya. Tapi ketika dia lahir, kau harus pergi harus melupakan semua kenanganmu bersama bayimu, itu menyakitkan hyung"
"arrrrhhhhh" teriak Luhan frustasi dan memutuskan untuk menemui Kyungsoo, ia tidak bisa bertemu dengan Sehun saat ini.
Luhan berlari keluar apartemen dan memencet tombol lift menuju apartemen Kai, ia menggedor pintu apartemen Kai dan Kyungsoo yang membukanya
"Ya Tuhan Lu, kau kenapa?" tanya Kyungsoo yang langsung menarik Luhan masuk dan mencari alas kakinya untuk dipakakikan ke Luhan.
"Kau bisa kedinginan kau tahu, kasian bayi mu, Luhannie kenapa eoh?" Tanya Kyungsoo menghapus airmata Luhan
"K-Kyung-Kyungieeee h-hiksss" kata Luhan terbata
"Ada apa hmm?" Tanya Kyungsoo yang mulai menahan air matanya, dia tidak tega jika Luhan sudah seperti ini.
"Apakah k-kita bis-a pp-ergi sem-entara?" Kata Luhan terisak
"Kemana, Luhannie mau kemana?" Tanya Kyungsoo yang sudah memutuskan melakukan apa saja agar membuat Luhannya tenang
"Ke-mana saja asal tidak disini, aku ingin istirahat aku lelah Kyung" kata Luhan terisak dengan kedua tangannya menutupi wajahnya
"Baiklah, besok kita pergi, sekarang kau tidur disini ya" bujuk Kyungsoo menghapus air mata Luhan
Luhan menggeleng dan masih terisak
"Se-sekarang juga Kyung, kalau besok aku tidak mau" kata Luhan yang sudah mulai tenang
"Tapi Lu, ini sudah malam kita mau kemana? Lagipulan Sehun dan Kai belum pulang, kita harus menunggu mereka" bujuk Kyungsoo
"ANDWAE! Aku tidak mau bertemu Sehun saat ini, aku hanya ingin kita berdua pergi, tidak lama Kyung aku benar-benar ingin istirahat" kata Luhan berteriak sambil terisak
"Kalau kau tidak mau aku pergi sendiri" ucap Luhan berdiri dan hendak pergi
"Luhan! Kau pikir kau mau kemana? Ini sudah malam dan dingin. Kasihan bayimu" teriak Kyungsoo emosi membuat Luhan semakin menangis.
"Oh maafkan aku Luhannie, maaf" kata Kyungsoo yang menyadari kesalahannya dan memeluk Luhan
"Baiklah, kita pergi malam ini juga, aku akan mengambil beberapa pakaianmu sebelum mereka pulang, kau tunggu disini dan jangan kemana mana, mengerti kan?" Tanya Kyungsoo memastikan Luhan mendengarkannya
Luhan mengangguk dan duduk tenang sambil menunggu Kyungsoo dia benar-benar harus pergi ketempat yang membuatnya tenang, ia tidak bisa bertemu siapapun untuk saat ini.
..
..
..
Luhan dan Kyungsoo sedang didalam bis perjalanan menuju ke Busan. Kyungsoo pernah mengunjungi tempat itu ketika Luhan keluar dari panti asuhan. Ia mengikuti kunjungan ketempat indah itu berharap suatu saat nanti bisa mengunjunginya bersama Luhan. Dan sekarang mungkin waktu yang kurang tepat, tapi membuat Luhan nyaman menjadi prioritasnya sekarang.
"Lu, tidurlah" kata Kyungsoo membenarkan jaket Luhan
"Kau juga Kyung, maaf harus memisahkanmu dengan Kai sementara waktu" kata Luhan menyesal
"Tidak perlu minta maaf, Kai akan mengerti" jawab Kyungsoo membawa Luhan bersandar kepundaknya
"Tidurlah ketika bangun kita akan sampai ditempat yang ingin sekali aku kunjungi bersamamu sewaktu kecil dulu" Kata Kyungsoo membelai rambut Luhan
"Terimakasih Kyungie selalu ada untukku dan menemaniku terimakasih" ucap Luhan dan tak lama tertidur karena dia benar lelah dan ingin tidur dengan nyaman.
"Selalu Lu, aku selalu ada untukmu" gumam Kyungsoo dan tak lama ikut tertidur didalam bis, berharap ketika membuka mata mereka sudah sampai ditempat tujuan.
..
..
..
Waktu menunjukkan pukul 11 malam, Sehun dan Kai baru saja pulang dari kantor, keduanya bergegas menuju apartemen masing-masing dan ingin segera menemui kekasih mereka masing-masing.
"Aku duluan Sehunna, kau istirahatlah kita akan sibuk lagi besok" pamit Kai keluar dari lift
"Hmm kau Juga Kai" kata Sehun melambai dan tidak sabar bertemu Luhan dan ingin memegang perut Luhan mengetahui keadaan bayi mereka. Sehun tersenyum membayangkan
Ting! Pintu lift terbuka
Sehun segera masuk ke apartemennya dan mencari Luhan
"Lu, aku pulang" teriak Sehun namun tidak ada jawaban
"Mungkin dia sudah tidur, aku tadi menyuruhnya untuk tidur duluan" gumam Sehun menuju kekamar mereka
Ia terkejut mendapati kamarnya yang kosong, ia masih berusaha tenang dan mencari ke setiap sudut tapi Luhan tetap tidak ada
"Luhan" teriak Sehun
"Sayang kau dimana?" Kata Sehun panik karena Luhan meninggalkan ponselnya di kamar mereka
"Kyungsoo" gumam Sehun dan berlari ke pintu keluar
Ketika membuka pintu, ada Kai yang terengah ingin mengetuk pintu apartemennya
"Mereka pergi" kata Kai membawa surat yang ditulis Kyungsoo sambil terengah
Sehun mengambil kertas itu dan mulai membacanya
Baby, aku tidak tahu ada apa dengan Luhan, dia datang kepadaku sambil menangis dan mengeluh ingin istirahat, dia juga tidak mau menunggu Sehun dan dirimu.
Luhan bersikeras ingin pergi malam ini juga, jika tidak dia akan pergi sendiri, kau tahu kan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Aku pergi dengannya ke suatu tempat, aku tidak bisa memberitahu dimana tempat kami pergi. Karena Luhan untuk saat ini sangat sulit dibujuk
Beritahu Sehun kalau Luhan akan aman bersamaku, aku akan menjaganya.
Kau juga jaga diri ya babyku, aku akan merindukanmu :(
Aku akan menghubungi kalian secepatnya, jangan mencoba mencari kami. Karena Luhan benar-benar membutuhkan waktu untuk istirahat.
Aku sayang padamu baby Jonginie
Kyungsoo..
Sehun membaca surat Kyungsoo dengan sangat frustasi ia membuang surat itu dan berteriak kesal
"Arggghhh, ada apa dengan Luhan? Kenapa dia seperti ini?" Tanya Sehun yang sangat diliputi rasa takut sekarang
"Sehun tenanglah, dia bersama Kyungsoo. Kau tahu kan mereka jika bersama selalu lebih kuat bahkan dibanding ketika bersama kita" kata Kai mencoba menenangkan walaupun raut wajahnya tak kalah khawatir, mau bagaimanapun dia tidak pernah membiarkan Kyungsoo pergi jauh-jauh darinya setahun ini
"Tapi ini berbeda, Luhan sedang hamil" teriak Sehun frustasi
"Kemana mereka? Apa menurutmu Luhan berubah pikiran Kai? Apa dia akan meninggalkanku bersama bayi kami?" Lirih Sehun yang sudah diliputi rasa takut yang teramat
"Tidak mungkin Sehun, dia mencintaimu dan kebahagiaanmu adalah hidupnya, jika memang dia pergi kita akan mencarinya dan membawanya kembali padamu, kita tahu hanya kau yang bisa membuatnya bahagia" kata Kai panjang lebar membuang pikiran Sehun yang sedang cemas
"Aku tidak tahu bagaimana jika dia pergi, aku takut" kata Sehun yang terduduk dilantai
"Kau jangan terlalu banyak berfikir, istirahatlah Sehun aku yakin mereka baik-baik saja. Aku akan memberitahumu jika Kyungsooku mengabariku. Anggap saja mereka sedang berlibur, kita akan menyusul mereka jika waktunya tepat" kata Kai membantu Sehun berdiri
"Berjanjilah akan memberitahuku jika Kyungsoo menghubungimu" pinta Sehun
"Aku berjanji" ucap Kai
"Aku kembali ke apartemenku, kau harus beristirahat, kita banyak proyek yang harus dikerjakan besok" kata Kai menepuk bahu Sehun dan meninggalkan apartemen Sehun dengan keadaan yang sama berantakannya dengan Sehun
..
..
..
Dua minggu berlalu semenjak Luhan meminta Kyungsoo untuk meninggalkan Seoul sementara waktu. Luhan dan Kyungsoo juga sudah mulai terbiasa dengan kehidupan pantai yang sangat menyenangkan. Keduanya bahkan membantu seorang nenek yang bekerja di kedai pinggir pantai yang ditinggal cucunya merantau.
"Hah menyegarkan sekali Kyung" kata Luhan merebahkan diri di pinggiran pantai
"Kau senang?" Tanya Kyungsoo
"Aku senang sangat senang" kata Luhan gembira
"Aku juga kalau begitu" ucap Kyungsoo ikut merebahkan diri di pinggiran pantai.
"Lu, apa tidak sebaiknya kita kembali ke Seoul? Kandunganmu sudah masuk bulan ke 4, ibu Sehun pasti sangat mencemaskanmu" ucap Kyungsoo
"Kau sudah rindu babymu ya?" Goda Luhan mencubit hidung Kyungsoo
"Dia bahkan menangis memintaku untuk pulang segera" kekeh Kyungsoo
"Baiklah, kita akan pulang Kyung" ucap Luhan
"Aku juga rindu Sehunku" katanya melanjutkan
"Tapi apa kau sudah benar-benar yakin?" Tanya Kyungsoo ragu
"Entahlah, aku sudah memikirkan ini semua, bayi ini, Sehun dan semuanya, aku tidak berharap apa-apa lagi" lirih Luhan
"Ya! Rusa bodoh dimana semangatmu? Kau mau membiarkan kebahagiaanmu pergi begitu saja?" Tantang Kyungsoo emosi
"Lagipula kalau kau memutuskan pergi, kau pasti tidak akan memberitahuku, jika itu sampai terjadi aku tidak akan pernah hidup dengan baik. Ingat itu Lu!" Geram Kyungsoo mengepal tangannya
"Kyungiee lucu sekali jika sedang marah" kata Luhan yang malah menggoda Kyungsoo dan mencubit pipinya gemas
"Aku tidak bercanda. Jika kau tiba-tiba menghilang dari hidupku. Aku tidak mau hidup dengan baik. Aku akan menjadi orang yang paling menyedihkan didunia" ucap Kyungsoo berdiri meninggalkan Luhan yang berteriak memanggilnya
"Kyungsoo" panggil Luhan mengejarnya namun Kyungsoo tidak menoleh
"Kyungieee, tunggu aku" kata Luhan pura-pura memelas
"Do Kyungsoo berhenti! Aku hyungmu jadi dengarkan aku!" Luhan berteriak dan kali ini Kyungsoo berhenti. Ini merupakan kesempatan Luhan, ia mendekati Kyungsoonya dan memeluknya
"Kenapa adikku jadi cengeng seperti ini eoh?" Tanya Luhan menghapus airmata Kyungsoo
"K-kau ingat janjimu saat pertama kali kita bertemu?" Isak Kyungsoo
"Tentu Kyungie, aku ingat, karena janji itulah kita masih bersama sampai sekarang" kata Luhan mengenang
"Tapi kau berencana pergi bahkan dari hidupku, aku sangat mengenalmu hyung" kata Kyungsoo menangis
"Ssttt. Tenanglah aku disini Kyung, aku masih bersamamu, aku tidak pergi" kata Luhan yang sama sekali tidak yakin dengan ucapannya.
"Baiklah hyung, aku tidak mau memikirkan yang belum terjadi, aku terlalu mengenalmu, kau bahkan tidak yakin dengan ucapanmu sendiri" tebak Kyungsoo yang sepenuhnya benar
"Kenapa kau jadi bersemangat seperti itu?" Tanya Luhan curiga
"Itu karena mereka datang" kata Kyungsoo membuat Luhan mengernyit
"Baby" teriak Kyungsoo berlari menghampiri orang yang ditunjuk olehnya yang ternyata Sehun dan Kai, terlihat Kyungsoo memeluk Kai dan bersemangat sekali mencumbunya
Sementara Sehun terus berjalan menghampiri Luhan. Ketika sudah berada dijangkauan Luhan ia membawa Luhan kedalam pelukannya
"S-sehunn" gugup Luhan karena kedatangannya yang mendadak
"Sehun aku sulit bernafas" kata Luhan karena Sehun memeluknya terlalu erat.
"Kita pulang, aku mohon jangan seperti ini" pinta Sehun yang selama dua minggu ini menjadi sangat berantakan
"Kau terlihat jelek" ejek Luhan mencoba mencairkan suasana
"Kau pikir kau terlihat baik? Tidak sama sekali kau lebih jelek" protes Sehun
"Kita pulang kan?" tanya Sehun ragu
"Iya sayang kita pulang, aku sudah selesai dengan liburanku" kata Luhan memeluk Sehun melepaskan rindunya
"Liburan kau bilang? Ini namanya melarikan diri" sindir Sehun mencium Luhan
Ciuman mereka berubah menjadi lumatan
Sehun memperdalam ciumannya,ia melumat bibir Luhan dengan lembut merasakan betapa manisnya bibir yang sangat ia rindukan ini.
Semakin lama Luhan membalas ciuman Sehun dengan lembut, mereka larut dengan rasa manis dan rasa hangat serta rasa rindu yang teramat yang ada di dalam hati mereka.
"hmmmpp Lu my baby Lu." Desah Sehun
Sehun memegang tengkuk Luhan ,ia mulai mengangkat tubuhnya tetapi tidak melepaskan ciuman mereka, Luhan melingkarkan tangan kanannya ke leher Sehun. Tidak memberikan jarak untuk memisahkan mereka
Mereka berciuman cukup lama,sampai Luhan kehilangan nafas dan melepas ciumannya.
"Hah. Sehunnie lihat bibirku jadi bengkak" kata Luhan pura-pura protes
"Oh benarkah? Kalau begitu akan kubuat kau tidak bisa berjalan sekalian" goda Sehun
"Hisss, kau ini ada baby didalam, dia bisa menjadi pervert jika mendengar ayahnya sangat mesum" kekeh Luhan
"Salahkan ibunya yang selalu bisa membuatku gila" bantah Sehun dan menggendong Luhan seperti biasa.
"Jadi bagaimana kabar anakku dan kekasih cantikku?" tanya Sehun menciumi bibir Luhan berkali-kali
"Kami merindukan Sehun" rengek Luhan
"Kau atau bayi kita yang merindukanku?" goda Sehun
"Akuuuu" Kata Luhan bersorak riang
"Oh lihatlah, melihat Sehun sudah membuatnya lupa alasan dia kemari" sindir Kyungsoo yang berada dalam pelukan Kai
"Kyungie penghianat! Kau memberitahu mereka kita kemana, tidak seru" protes Luhan
"Aku bukan penghianat, aku hanya tidak bisa menahan diriku agar Sehun cepat membawamu, aku kerepotan menjagamu sendirian kau tahu?" kata Kyungsoo pura-pura kesal
"Baiklah, jangan menjagaku lagi kalau begitu" kesal Luhan
"Dalam mimpimu Luhannie, aku akan terus menghantuimu, ingat itu" kata Kyungsoo yang memeluk Luhan yang sedang digendong Sehun
"Aku sayang kau Lu" ucap Kyungsoo tidk pernah bosan
"Aku juga menyayangi Kyungie" kata Luhan mengacak rambut Kyungsoo dan mencium pipi Kyungsoo
"Aku juga sayang kalian" teriak Kai yang ikut memeluk ketiga orang didepanya yang mulai sangat berarti di hidupnya.
..
..
..
Mereka sedang dalam perjalanan pulang, Sehun dan Kai berpisah di parkiran, karena memang Kai membawa mobil sendiri. Sehun sedang menyetir dan terus memegangi tangan Luhan yang sedang tertidur dan sesekali tersenyum melihat keadaan Luhan yang semakin menggemuk dengan perutnya yang sudah terlihat membuncit
"Kau lucu sayang, kalian berdua sangat lucu" gumam Sehun sambil tersenyum dan mengelus perut Luhan dengan sayang
Setelah melewati perjalanan yang panjang. Sehun dan Luhan sampai di apartemen mereka. Luhan tampaknya benar-benar pulas dengan tidurnya karena tidak bangun sama sekali dalam perjalanan.
"Sehun kenapa menggendongku?" tanya Luhan merasa tidurnya diganggu
"Kau sudah bangun sayang?" tanya Sehun mencium bibir sekilas
"Hmm, aku merasa terganggu karena Sehun menggendongku" protes Luhan imut
"Turunkan aku, aku sekarang sangat berat Sehunnie" pinta Luhan merasa Sehun kerepotan
"Aku bahkan akan menggendongmu 24 jam sayang, kau sama sekali tidak berat" jawab Sehun meyakinkan dan Luhan tersenyum malu di pelukannya
"Sehunnie aku lapar" rengek Luhan
"Kau memang harus makan, aku ada makanan enak untukmu" kata Sehun tertawa
"yeyyyy, aku tidak sabar makan" kata Luhan melonjak senang
Mereka memasuki apartemen mereka. Luhan merasa sangat aneh dengan apartemen yang sudah dua minggu tidak ia kunjungi ini. Ia menatap heran pada kamar yang biasanya tidak pernah digunakan karena lampu menyala disana. Karena merasa penasaran dan ingin tahu Luhan perlahan membuka pintu kamar itu dan terkejut melihat yang ada disana.
"Se-Sehun, ini apa?" tanya Luhan yang matanya sudah berkaca-kaca melihat kamar tersebut
Sehun yang sedari tadi memperhatikan Luhan hanya tersenyum menghampiri Luhan dan memeluknya dari belakang "Ini kamar untuk bayi kita Lu" ucap Sehun tersenyum
Sehun telah mendekorasi kamar yang tidak pernah digunakan ini menjadi kamar untuk calon bayi mereka. Kamar tersebut telah disulap sedemikian rupa oleh Sehun menjadi begitu lucu dengan warna biru dan pink d bermacam maca barang.
"Maafkan aku hanya mendekorasi sederhana seperti ini, padahal dia anak pertamaku, aku benar-benar tidak tahu harus memberi hiasan apalagi" kata Sehun mengelus perut Luhan dengan sayang
"Ini sudah lebih dari cukup, kau bahkan membeli semua warna Sehunnie" kata Luhan memeluk Sehun
""Kita belum bisa menebak apakah Perempuan atau lelaki, jadi aku membeli semua warna" kata Sehun tertawa mengingat bagaimana ia yang dibantu oleh Kai mendekorasi ruangan ini
"Kau berharap bayi ini perempuan atau lelaki?" Tanya Luhan di pelukan Sehun
"Apa saja, tapi jika boleh minta aku ingin anak lelaki untuk anak pertamaku" jawab Sehun
"Kenapa?" tanya Luhan lagi
"Karena aku bisa melakukan banyak hal dengannya, aku tidak akan membiarkan momenku dengan putraku terlewat begitu saja, aku tidak ingin dia tumbuh besar sepertiku" balas Sehun tersenyum membayangkan ia bisa bermain dengan putranya kelak
"dan yang paling penting, jika dia lelaki, dia akan membantuku untuk menjagamu, jadi jika kau kesal aku tahu kau pergi kemana karena putraku akan menjadi teman baikku" kata Sehun menambahkan dengan bangga
"Kau tahu itu tidak akan terjadi" gumam Luhan
"Apa maksudmu?" tanya Sehun menatap Luhan yang sudah penuh dengan air mata
"Kau tahu maksudku Sehunna" lirih Luhan
"Jangan terlalu banyak memberiku harapan itu menyakitkan" isak Luhan
"hey Lu, Luhannie sayang, aku sudah bilang padamu aku akan megusahakan agar kita selalu bersama" kata Sehun mencoba memeluk Luhan lagi namun Luhan menolaknya
"Kau tahu aku sudah belajar merelakanmu dan semua hal yang membahagiakanku Sehunna" teriak Luhan terisak
"Dua minggu tidak melihatmu sudah terlalu kacau hidup yang aku jalani, kemudian aku perlahan menyadari semua ini memang harus berakhir, aku sudah merelakannya, dan aku menolak berjuang denganmu. Itu menyakitkan" teriak Luhan mengungkapkan apa yang ingin ia katakan
"Aku memilih bersamamu Lu, aku akan mencari cara" Sehun berteriak balik meyakinkan Luhan
"CUKUP!" Luhan berteriak histeris
"Lu, aku-"
"Aku bilang cukup Sehunna, jangan habiskan waktu kita yang tersisa untuk bertengkar, aku lelah" ucap Luhan masuk kedalam kamar dan membanting pintu serta menguncinya.
"Luhan aku mohon buka pintunya" teriak Sehun dari luar
"Setidaknya kau harus makan dulu" bujuk Sehun namun tetap tidak ada jawaban
Sehun menyerah menggedor pintu, ia membiarkan Luhan beristirahat agar tenang, ia juga harus menenangkan dirinya bukan seperti ini yang ia harapkan, setidaknya setelah dua minggu tidak bertemu ia sedikit berharap bisa tidur memeluk Luhannya tapi sepertinya situasi yang mereka hadapi tengan mencapai puncak. Hati Sehun begitu teriris mendengar Luhan menolak berjuang dengannya. Ia menyadari satu hal ia tidak bisa egois dengan hidupnya. Ia mempunyai Minji namun ia sudah mencintai Luhan terlalu dalam.
To be continued
Di update juga akhirnyaa... Terimakasih buat yang sudah menunggu dan mengingatkan author buat update cepet.. walaupuun agak telat-telat
dikit, tapi pasti diupdate kok :)))
Umm, info aja ff ini bakalan end di satu atau dua chap lagi donk \./
Kalau chappie depan blm end berarti di chap berikutnya. Pokoknya ga panjang-panjang mengingat konflik didini tinggal Mimji dan Sehun sendiri...
Pokonya ditunggu ya... Happy or Sad ending tergantung kalian :)))))
Selamat membaca dan mereview semua *kissssss
