Our Tomorrow

Main Cast : Oh Sehun Dan Xi Luhan and others

Genre : Romance, Family, Hurt

Rate : T-M

Length : Chapter

YAOI. Typo (s). M-preg.

HUNHAN STORY!

Kau menawarkan padaku "apapun dan berapapun". Bolehkah aku menolaknya dan meminta hatimu sebagai gantinya

-Luhan

Aku seperti bukan diriku jika berada disampingmu. Aku merasa jika tidak ada kau disekitarku aku akan secara otomatis mencarimu. Apakah aku benar telah jatuh hati padamu?

-Sehun


Sehun dan Luhan dalam keadaan tidak sehat untuk hubungan mereka. Luhan masih menolak keberadaan Sehun dengan alasan tidak mau terlalu sakit dengan keadaan mereka sekarang. Sehun selalu mencari cara agar Luhan kembali manja padanya, namun setiap ia mencoba hanya akan membuat Luhan merasakan kontraksi di perutnya karena Luhan menjadi tegang dan emosi, itu membuat Sehun mau tidak mau harus menahan diri untuk tidak memaksa Luhan.

Luhan memang sedang tidak ingin bicara dengan Sehun, namun Luhan membiarkan Sehun untuk mengantarnya check up, membantunya kekamar mandi, mengingatkannya untuk minum vitamin, Luhan tidak menolak memang karena ia membutuhkan Sehun untuk hal ini, ia tida bisa merepotkan Kyungsoo terus menerus.

"Bagaimana keadaanmu Lu?" Tanya Kris yang meminta bertemu dengan Luhan

"Seperti yang kau lihat aku menggemuk Krissie" ucap Luhan sangat manja

"Huh dia bahkan tidak pernah memanggilku Sehunnie lagi" gumam Sehun dari meja yang berbeda.

Ketika Luhan mengatakan akan pergi menemui Kris, Sehun dengan segala cara meminta untuk ikut, Luhan yang tahu kalau menolaknya percuma saja mengijinkan Sehun ikut ikut, namun mereka tidak boleh satu meja. Sehun awalnya mendengus kesal, namun ia berfikir daripada tidak sama sekali, makanya ia menyetujuinya.

"Berapa usia kandunganmu?" Tanya Kris

"Ini akan menjadi 5 bulan 2 minggu lagi, perkiraan anak ini lahir bulan desember kris" jawab Luhan

"Apa sudah kau periksakan? Dia perempuan atau lelaki?" Tanya Kris

"Belum, aku akan memeriksakannya nanti jika dia sudah tumbuh baik didalam, mungkin bulan ini atau bulan depan" kata Luhan

"Pasti dia mirip denganmu Lu" kata Kris menghibur

Luhan hanya tersenyum menanggapi perkataan Kris

"Tentu saja dia mirip dengan Luhan, jika dia tidak mirip dengan Luhan dia mirip denganku, tidak mungkin mirip naga sepertimu" gumam Sehun menanggapi pernyataan Kris

"Apa kalian sedang bertengkar? Kenapa dia duduk disana?" Tanya Kris membuat Sehun menegang mendengarnya

Jawab tidak, jawab tidak pinta Sehun dalam hati

"Entahlah Kris" jawab Luhan menggantung

Sehun lagi-lagi mendengus kesal mendengar pertanyaan Luhan

"Sudahlah aku pasrah" katanya menyembunyikan wajahnya di meja, menunggu Luhan selesai bicara dengan Kris kemudian pulang dan tidur.

Ketika Sehun sedang asyik dengan dunianya, ada seorang anak kecil menepuk bahunya, mau tak mau Sehun melihat kearah anak itu.

"Ada apa? Hey kau menangis? Mana orang tuamu?" Tanya Sehun

"Mereka disana sedang membeli cemilan dengan pacalku. Pacalku sedang marah kepadaku dia tidak mau aku ikut mengantli" kata anak itu cadel. Membuat Sehun menoleh dan memang sedang ada orangtua dan anak kecil lainnya yang sepertinya pria lebih kecil dari anak ini dalam gendongan sedang mengantri.

"Ahjussi, boleh aku duduk disini sambil menunggu pacalku?" Tanya anak itu lagi

"Duduklah, pacarmu pria?" Tanya Sehun

"Wae? Dia cantik dan imut? Aku suka tidak aku sangat sangat sangat suka" kata anak itu dengan yakin

"Pacarku juga pria cantik dan imut" kata Sehun agak keras karena dia tahu Luhan sedang memperhatikannya.

"Benarkah? Lalu kenapa ahjussi sendilian?" Tanya anak itu lagi

"Sama sepertimu, pacarku juga sedang marah padaku" jawab Sehun memelas

"Ahjusii, belsabalah, jika pacal ahjussi mencintai ahjussi pasti dia akan segela baik pada ahjussi" kata anak itu menepuk bahu Sehun dan berkata sok bijak.

"Kau tahu kau lucu sekali" ucap Sehun mencubit pipi anak itu dengan gemas.

"Siapa namamu? Dan berapa usisamu?" Tanya Sehun

"Aku haowen usiaku 7 tahun" kata anak itu memperkenalkan diri ke Sehun

"Pacalku Ziyu, dia belusia 6 tahun, lalu siapa nama ahjussi dan pacal ahjussi?" Tanya Haowen

"Namaku Sehun dan nama kekasihku umm, sini aku bisikan" kata Sehun membisikan nama Luhan di telinga Haowen, membuat Luhan benar-benar penasaran dengan percakapan mereka.

"Kau tahu Lu? Kau sangat lucu jika seperti ini, kenapa tidak kau hampiri saja mereka dan ikut bergabung?" Kata Kris yang mulai bosan diacuhkan Luhan.

"Shireo! Aku sedang marah padanya" protes Luhan

"Baiklah, baiklah tapi berhenti mencuri dengar seperti itu, kau kentara sekali ingin tahu" kekeh Kris

Luhan yang menyadarinya langsung membenarkan cara duduknya yang seperti menguping. Dan tersenyum kikuk

"Baiklah Sehun ahjussi Haowen pelgi dulu, senang bertemu dengan ahjussi" kata Haowen yang memang sudah dipanggil ibu dan pacar kecilnya

"Senang bertemu denganmu juga. Hey jangan lupa permintaanku" kata Sehun mengingatkan

"Oke ahjussi" Haowen pergi meninggalkan Sehun dan melewati meja Luhan. Ketika sampai di meja Luhan, Haowen berhenti

"Ahjussi cantik boleh aku berbicara?" Tanya Haowen pada Luhan

"Eh? Kau mau berbicara denganku? Baiklah bicara saja adik kecil" sapa Luhan tersenyum

"Sini, aku ingin belbisik saja" kata Haowen memaksa Luhan untuk menunduk. Luhan mengikuti keinginan anak kecil ini yang baru saja berbicara dengan Sehun

"Nama pacalku Luhan, dia sedang duduk didepan kita, tolong sampaikan padanya kalau aku menyesal dan aku ingin Luhan memaafkanku. Katakan padanya aku sangat mencintainya" bisik Haowen ditelinga Luhan, membuat Luhan berkaca kaca dan melihat kearah Sehun yang menolak untuk menatapnya saat ini karena malu.

"Itu kata ahjussi disana, dia menyuluhku menyampaikan pesan padamu tadi. Maafkan dia, dia sama sepeltiku mendelita kalena pacalku juga sedang tidak mau bicala denganku" ucap Haowen dengan wajah sedihnya.

"Terimakasih adik kecil, aku akan bicara padanya nanti, dan kau harus bersabar jika pacarmu sedang marah, kau tidak boleh menyerah padanya. Mengerti?" Pesan Luhan pada Haowen

"Pasti ahjusii cantik, aku pelgi dulu, bye bye" kata Haowen melambai pada Sehun kemudian pada Luhan dan pergi dari toko itu.

"Kau menasehati anak kecil itu, atau tanpa sengaja memintanya untuk menunggumu?" Sindir Kris

"Krissie jangan mulai" kesal Luhan

"Jika kau sudah tidak mencintainya, ingat aku selalu menunggumu" kata Kris membelai wajah Luhan, membuat Sehun yang melihatnya mengepalkan tangannya kesal.

"Mana mungkin aku bisa semudah itu berhenti mencintainya" lirih Luhan membiarkan Kris membelai wajah, saat ia bertemu tatap dengan Sehun, ia menyadari Sehun sedang menahan amarahnya, lalu Luhan menyadari penyebabnya dan menghentikan Kris dari kegiatannya

"Aku tidak mau memperpanjang masalah, lebih baik aku pergi dulu, sampai bertemu lagi Kris" kata Luhan berdiri dari kursinya

"Biar aku antar Lu" pinta Kris

"Tidak perlu, ada aku disini, jangan berharap bisa memilikinya sesukamu" ucap Sehun ketus dan menarik tangan Luhan agak kasar menuju mobil.

"Se-sehun" rintih Luhan karena Sehun berjalan terlalu cepat.

Sehun berhenti dan menyadari kebodohannya

"Kau ingin melukai kami?" Teriak Luhan

"Maaf Lu, aku tidak sadar, aku terlalu cemburu" jujur Sehun

"Kau cemburu?" Tanya Luhan tak sabaran

"Aku sudah mengatakan berkali kali Kris hanya hyungku. Jika cemburu seperti itu, lalu bagaimana denganku melihatmu dan istrimu?" Teriak Luhan masuk kedalam mobil dan membanting pintunya.

Sehun terdiam mendengar amarah Luhan, baru kali ini Luhan berteriak padanya karena Minji

"Kau benar-benar sakit ya sayang? Maafkan aku" Tanya Sehun pada dirinya sendiri. Dan ikut masuk kedalam mobil

"Apa kau mau beli bubble tea?" Tanya Sehun mencoba untuk berdamai

"Tidak usah, aku ingin bertemu Kyungsoo di kedai, antarkan aku kesana, lalu pulanglah" kata Luhan acuh

"Aku akan bersamamu" Sehun juga menjawab dengan santai

"Terserah kau" jawab Luhan

Luhan juga tidak ingin mengacuhkan Sehun, dia ingin bermanja manja dengan Sehunnya, namun ia sudah memutuskan untuk tidak terlalu berharap pada Sehun. Karena nanti pada akhirnya bukan hanya dirinya yang menderita. Tapi Sehun juga

Ini demi kebaikanmu, kebaikan kita Sehunna, maaf kata Luhan dalam hati

Mereka sampai di kafe Jaejoong, Luhan sudah berhenti kerja 2 minggu yang lalu, karena jika kelelahan sedikit, ia akan merasa lemas dan pusing. Ibu Sehun yang menyuruhnya berhenti dan ia mendengarkan karena kadang ia juga tidak tahan dengan rasa nyerinya.

"Kyungiee" teriak Luhan datang dari luar memanggil Kyungsoo yang sedang bekerja

"Hey babyku" balas Kyungsoo menghampiri Luhan dan membantunya berjalan

"Aku bisa sendiri tau" kesal Luhan

"Aku takut kau jatuh" goda Kyungsoo

"Hay Sehun, kau nampak berantakan" kata Kyungsoo menyapa Sehun

"Yah begitulah, aku duduk disana ya" kata Sehun menunjuk bangku di pojokan dan meninggalkan Luhan bersama Kyungsoo

"Kau masih tidak bicara dengannya?" Bisik Kyungsoo pada Luhan

"Aku ingin Kyung, tapi kami akan menderita jika terus seperti ini" jawab Luhan sedih

"Kalian membuat penderitaan kalian semakin parah jika tidak bersama" kata Kyungsoo menasehati Luhan

"Apa maksudmu?" Tanya Luhan

"Kau tahu? Kalian sangat serasi jika bersama, saling mendukung dan mencintai, tapi kalian saling menyakiti jika seperti ini, lagipula bayimu, dia harus merasakan kalau ayah dan ibunya tidak bertengkar agar dia tumbuh dengan baik" kata Kyungsoo yang sepenuhnya menghkhwatirkan bayi yang dikandung Luhan

"Apa yang harus aku lakukan?" Lirih Luhan yang melirik kearah Sehun yang sedang menyembunyikan wajahnya dia atas meja

"Tanya hatimu Luhannie, kalian tidak boleh egois, kalian harus menyelesaikan masalah kalian secara dewasa. Kasihan bayimu" kata Kyungsoo membelai wajah Luhan

"Aku rindu padanya" kata Luhan jujur dan mulai berkaca-kaca

"Hampiri dia dan berbicaralah padanya" saran Kyungsoo

"Kyungie, bagaimana jika dia marah padaku?" Tanya Luhan takut

"Tidak mungkin aku berani bertaruh dia bahkan lebih merindukanmu" kata Kyungsoo yakin

"Baiklah" kata Luhan berdiri dari kursinya dan menghampiri Sehun

Sehun memang sedang menidurkan kepalanya di meja, tetapi ternyata ia sedang memegang ponselnya dan melihat foto-fotonya bersama Luhan, dia benar merasa rindu dengan Luhan.

Luhan yang diam-diam telah sampai di meja Sehun hanya memperhatikan gelagat Sehun, ia merasa terenyuh mendapati Sehun sedang menscroll foto ketika mereka di Jepang dan foto-foto konyol lainnya.

"Kau bilang benci foto itu, kenapa sampai di zoom" sindir Luhan membuat Sehun melihat kearahnya dan menghapus air matanya yang sudah menumpuk di pelipis matanya.

"L-Lu, apa kau sudah selesai? Kita mau kemana?" Tanya Sehun gugup

"Sehunnie, pangku aku" kata Luhan yang mulai bermanja lagi dengan Sehunnya

"Eh?" Kata Sehun bingung

"Tidak boleh ya? Yasudah aku duduk didepanmu saja" kata Luhan pura-pura sedih, Sehun dengan cepat menarik Luhan kepangkuannya

"Siapa yang bilang tidak boleh? Aku kan belum menjawab" protes Sehun memeluk Luhan dipangkuannya

"Kau sudah tidak marah?" Tanya Sehun menyesapi wangi Luhan yang menguar dari Lehernya

"Aku minta maaf, sikapku sangat kekanakan" kata Luhan menyesal

"Lu, kau tidak salah, aku yang egois belum bisa memutuskan apa-apa" kata Sehun sangat menyesal

"Sudahlah, kita bicarakan masalah kita nanti, aku ingin bayi kita, maksudku bayimu merasakan kasih sayang kita, aku tidak ingin bertengkar lagi" kata Luhan mengoreksi perkataannya

"Iya sayang, kita tidak akan bertengkar lagi, dan ini bayi kita bukan hanya bayiku" kata Sehun mengelus perut Luhan dengan sayang

"Hay nak, appa dan eomma, kami tidak bertengkar jadi kau harus tumbuh dengan baik" ucap Sehun mencium perut Luhan

"Aku mencintaimu Lu" ucap Sehun memeluk Luhan erat

"Aku juga mencintaimu" balas Luhan memeluk Sehun

Kyungsoo memperhatikan mereka dari jauh dan bahagia saat keduanya sudah berbaikan dan saling berpelukan, ia meneteskan airmata bahagianya.

"Lu, hiduplah dengan baik, aku menyayangimu, sangat menyayangimu" kata Kyungsoo dari kejauhan

..

..

..

Usia kandungan Luhan sudah memasuki bulan ke 7, keadaan Luhan juga menjadi sangat ringkih. Luhan beberapa kali pingsan karena kondisi tubuhnya yang memang sangat lemah. Karena hal itulah, ia tidak tinggal di apartemen lagi. Sekarang ia tinggal dirumah orang tua Sehun.

Luhan mendapatkan penjagaan Full dari ayah dan ibu Sehun, pelayan Kim, Kyungsoo, Kai dan juga Sehun. Mereka semua sekarang tinggal di rumah orangtua Sehun. Membuat ayah Sehun sangat bersemangat karena rumahnya sangat ramai.

"Tuan apa tidak apa-apa jika aku ikut menginap disini?" Tanya Kyungsoo ketika pertama kali berkunjung kerumah tuan Oh

"Kyungiee, aku mau denganmu" rengek Luhan disampingnya

"Luhan menginginkanmu Kyungsoo, lagipula aku sangat senang jika kalian tinggal disini" kata tuan Oh

"Hay kalian semua, ayo kita makan dulu, aku sudah menyiapkan makanan yang enak" kata Nyonya Oh bersemangat

"Ne eomma" jawab Luhan bersemangat juga dan menarik Kyungsoo bersamanya

Kyungsoo tersenyum melihat Luhan sangat bahagia dan bersyukur karena keluarga Sehun menerima Luhan dengan sangat baik.

"Kau kekasih Kai ya?" Tanya nyonya Oh disela makan kepada Kyungsoo

"Iya nyonya" jawab Kyungsoo tersenyum

"Kalau begitu kau juga harus memanggilku eomma dan suamiku appa, karena Kai sudah seperti anak kami" kata nyonya Oh tidak menerima penolakan

"Eh?" Kyungsoo benar-benar bingung sekarang

"Cepat panggil mereka" bisik Luhan tersenyum senang

"N-ne" jawab Kyungsoo

"Terimakasih untuk makanannya eomma, appa" kata Kyungsoo kikuk

"Sama-sama anak-anakku yang imut" balas nyonya Oh bersemangat

Mereka tertawa karena wajah Kyungsoo benar-benar tegang sekarang, menyadari kebodohannya Kyungsoo ikut tertawa dan siang itu, meja makan keluarga Oh untuk pertama kalinya dipenuhi canda tawa.

"Kami pulang" sapa Sehun dan Kai memasuki meja makan

Luhan dan Kyungsoo secara otomatis menghampiri Sehun dan Kai

"Kau pulang cepat?" Tanya Luhan pada Sehun

"Hmm, kita akan kerumah sakit, aku tidak sabar anak ini akan menjadi lelaki atau perempuan" kata Sehun mencium Luhan dan perut Luhan

"Aku juga" kata Luhan bersemangat

"Ayo kita makan dulu" Luhan menarik Sehun ke meja makan

"Baby, aku punya orang tua baru" bisik Kyungsoo malu-malu pada Kai

"Benarkah?" Tanya Kai senang karena Kyungsoo nampak bahagia

"Hmm, benar, dengan orangtuamu aku punya 2 pasang orangtua" kata Kyungsoo bahagia

"Kalau begitu kita harus cepat menikah" kata Kai menggoda Kyungsoo

"Kau ini bercanda terus, ayo kita makan, kita juga ikut Luhan kerumah sakit nanti" kata Kyungsoo yang juga menarik Kai ke meja makan.

..

..

..

Mereka semua sekarang dirumah sakit, menunggu nyonya Oh mempersiapkan perlalatan di ruang prakteknya

"Luhan masuklah, eomma sudah siap, berbaringlah" kata Nyonya Oh

Luhan tersenyum ia berbaring ditemani Sehun,

Nyonya Oh menggerak-gerakan alat usg nya diperut Luhan dan tersenyum ketika mengetahui jenis kelamin calon cucunya

"Eomma bagaimana?" Tanya Sehun penasaran

Nyonya Oh tersenyum

"Anak kalian laki-laki, itu jenis kelaminnya terlihat jelas" kata nyonya Oh menunjukkan bagian dari si bayi di monitor

"Luhan kau dengar? Anak kita laki-laki" teriak Sehun gembira

"Apa dia sehat eomma?" Tanya Luhan yang tertawa melihat reaksi Sehun

"Dia sehat Lu" kata nyonya Oh tersenyum

Sehun dan Luhan saling menatap dan bersyukur semuanya baik-baik saja

"Kalian duduklah" kata nyonya Oh setelah selesai memeriksa

"Luhan, kau tahu? Bentuk rahimmu tidak sama dengan wanita, ketika melahirkan nanti mungkin kau akan merasakan sakit yang teramat, eomma tidak ingin menakutimu tapi kau harus mempersiapkan diri, mengerti kan?" Tanya nyonya Oh

"Eomma apa Luhan akan baik-baik saja?" Sehun yang bertanya karena ia sangat khawatir

"Eomma percaya Luhan akan baik-baik saja" kata nyonya Oh menguatkan Sehun dan Luhan

"Aku akan baik-baik saja" kata Luhan yang juga menenangkan Sehun

"Kalian sudah boleh pergi, eomma ada operasi satu jam lagi, Luhan eomma mohon jangan terlalu lelah" kata nyonya Oh mengingatkan

"Iya eommaa" jawab Luhan menggandeng Sehun dan keluar dari ruangan nyonya Oh

"Bagaimana Luhannie? Perempuan atau lelaki?" Tanya kyungsoo tak sabar

"Ummm, anakku dia lelaki Kyungiee" kata Luhan memberitahu Kyungsoo dan melonjak senang memeluk Kyungsoo

"Whoaaa, selamat Luhannieku, dia pasti akan imut sepertimu" kata Kyungsoo mengira-ngira membalas pelukan Luhan

"Dia akan tampan seperti appa dan ahjusinya baby" protes Kai yang juga memberi selamat pada Luhan

"Tidak kalian tidak tampan. Kalian hanya terlalu beruntung mendapatkan kami" kata Kyungsoo bangga dan menggandeng Luhan pergi

"Yaa! Kalian mau kemana?" Teriak Sehun dan Kai bersamaan

"Kami ingin belanja keperluan anak kami" kata Kyungsoo membalas teriakan Sehun dan Kai

"Kau tahu? Sepertinya mereka benar Kai" kata Sehun kepada Kai

"Benar tentang apa?" Tanya Kai

"Kita yang terlalu beruntung memiliki mereka" ucap Sehun tersenyum bahagia

"Kau benar, kita yang beruntung" ucap Kai menyetujui dan mereka berdua segera menyusul pria mungil mereka yang mulai hilang dari pandangan mereka.

..

..

..

Hari ini hari minggu, semua berkumpul di ruang santai keluarga Oh, sekedar bercerita dan mengobrol ringan. Luhan duduk ditengah tengak Kyungsoo dan Kai tidak membiarkan mereka berlovey dovey karena saat ini Minji sedang memeluk Sehun posesif.

"Hey rusa jelek, kau menyebalkan sekali duduk ditengah-tengah kami" bisik Kai pada Luhan

"Yak! Kkamjongie, aku tidak mau jadi satu-satunya yang tidak punya pasangan disini, jangan bawel" protes Luhan

"Baby" rengek Kai berusaha memeluk Kyungsoo yang dihalangi Luhan

"Hisss, berisik sekali" protes Luhan memeluk Kyungsoo

"Dasar gemuk" sindir Kai

"Baby! Jangan mengejek Luhan" kesal Kyungsoo

Luhan merasa menang dan mengejek Kai

"Aku selalu menang darimu, aku nomor satu untuk Kyungieku, bwee" Luhan memeletkan lidahnya

Ketiganya sibuk dengan saling mengejek dan menggoda dengan berbisik, sampai Sehun berbicara

"Eomma appa aku ingin berbicara" kata Sehun meminta ijin pada orangtuanya

"Bicaralah nak" kata tuan Oh mengijinkan

"Sayang kau mau bicara apa?" Tanya Minji yang sedang asik dengan minumannya

Sehun berdiri, ia melangkah kearah Luhan dan menarik Luhan kesampingnya membawanya berdiri ditengah-tengah keluarganya.

"Aku sudah memutuskan" kata Sehun menggantung

"Sehun kau mau bicara apa jangan berbuat sesuatu yang gila" bisik Luhan

Sehun tersenyum pada Luhan dan menggenggamnya erat

"Aku meminta restu kepada kalian terutama kepadamu Minji" kata Sehun menoleh kepada Minji

"Apa?" Tanya Minji yang sekarang sudah berdiri

"Aku akan menikahi Luhan, setelah Luhan melahirkan" kata Sehun mantap dan yakin dengan ucapannya

PRANG!

Minji menjatuhkan gelasnya dan terduduk lemas

Semua terlihat tegang, Sehun juga merasakan bahwa Luhan melemas dalam genggamannya, tidak ada yang berbicara

Kyungsoo menggenggam erat tangan Kai, bukan perkataan Sehun yang membuatnya khawatir, tapi bagaimana reaksi Luhan

PRAK!

Kali ini Sehun yang menegang

Luhan baru saja menamparnya

"Lu" lirih Sehun

"Kau gila?" Teriak Luhan

"Kau pikir aku mau menikah denganmu? AKU SUDAH BILANG AKU MENOLAK BERJUANG DENGANMU!" Teriak Luhan memukuli Sehun

"Kau selalu saja memutuskan semuanya sendiri, kau tidak pernah memikirkan bagaimana perasaanku, bagaimana perasaan Minji, aku membencimu Sehun, kau begitu egois!" Teriak Luhan sangat emosi

Kai dan Kyungsoo bangun dari duduk mereka menghentikan Luhan yang sudah menangis dengan sangat menyedihkan

Nyonya Oh menangis dipelukan Tuan Oh, ia menangis tersedu tidak mengerti kenapa suasana jadi mencekam seperti ini

Minji terdiam melihat pemandangan didepannya, hatinya begitu hancur melihat semua ini. Bagaimana dalamnya cinta Sehun pada Luhan, dan bagaimana pengorbanan Luhan, ia menolak mentah-mentah perasannya pada Sehun, walaupun ia sangat mencintai Sehun.
Minji menyadari satu hal, bahwa hari ini ia sudah benar-benar kehilangan Sehun dan cintanya.

"Arghhhh" teriak Luhan kesakitan memegangi perutnya

Luhan pendarahan, semua kejadian ini terlalu mempengaruhi psikis dan kondisi kandungannya. Ia menjerit kesakitan

"Lu, Luhan!" Teriak Kyungsoo

"Luhan tetaplah sadar" kata Kai namun Luhan sudah pingsan dalam pelukan Kai

"Sehun" teriak Kai menyadarkan Sehun yang terlihat sangat syok

"Cepat bawa Luhan" sekarang nyonya Oh yang berteriak, ia sama kacaunya dengan Luhan, namun yang dipikirannya sekarang adalah keselamatan Luhan dan bayinya.

Sehun bergegas menggendong Luhan ke pelukannya dan membawa Luhan kerumah sakit,

..

..

..

Mereka sampai dirumah sakit dan Luhan sudah masuk keruang ICU, disusul Nyonya Oh yang sudah bersiap menangani Luhan

"Kau gila? Kau ingin membunuh Luhan? Kenapa kau sangat kejam padanya Sehun" teriak Kyungsoo histeris memukuli Sehun ketika Luhan dan semua dokter sudah masuk keruang ICU

"Bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya" teriak Kyungsoo sangat ketakutan Luhannya tidak bertahan

Sehun hanya terdiam dan tidak tahu harus berbuat apa-apa, ia ingin mati saja saat ini daripada melihat Luhan seperti ini

"Baby, tenanglah, Luhan akan baik-baik saja" kata Kai berusah menenangkan Kyungsoo yang terus meronta di pelukannya

"Aku ingin membunuhnya Kai, aku benci padanya. Harusnya dulu aku mati-matian membujuk Luhan untuk tidak setuju dengan semua ide gila ini. Aku tahu ini akan membunuhnya" teriak Kyungsoo yang semakin histeris

"Baby, sayangku tenanglah, lihat Sehun juga menderita, kita semua menderita karena hal ini, lebih baik kita berdoa agar Luhan baik-baik saja, aku mohon jangan seperti ini sayang" bujuk Kai membawa Kyungsoo dalam pelukannya dan mengeratkan pelukannya

"B-bagaimana jika Luhan, Luhanku, bagaimana jika terjadi apa-apa" isak Kyungsoo dipelukan Kai

"Ssttt, baby tenanglah jangan berfikir macam-macam kita berdoan untuk Luhan" kata Kai mengelus punggung Kyungsoo

Ketika Kyungsoo sudah mulai tenang, para dokter di ruang ICU keluar dan membawa Luhan dengan sangat terburu-buru

"Eomma, Luhan mau kemana?" Isak Sehun menghentikan eommanya yang nampak terburu-buru

"Bayi kalian terlilit tali pusar, kondisi Luhan juga kritis, kita harus mengoperasinya sekarang dan mengeluarkan bayinya. Kau berdoalah nak, eomma akan melakukan apappun untuk Luhan dan bayi kalian" kata nyonya Oh menenangkan

"Eomma, aku mohon, aku mohon selamatkan Luhan, aku tidak ppernah meminta apa-apa darimu. Aku janji ini permintaan pertama dan terakhirku, selamatkan Luhan eomma" kata Sehun menangis dipelukan eommanya.

"Ssttt, tenanglah nak, eomma akan berusaha" kata Nyonya Oh iba melihat putranya ia mencoba menenangkan Sehun namun harus segera meninggalkan Sehun menuju ruang operasi

"Kau harus tabah nak, Luhan membutuhkanmu, jangan seperti ini appa mohon" Tuan Oh mencoba menenangkan Sehun membangunkan Sehun yang terduduk lemas dan memeluknya erat

"Appa, bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi pada mereka" Sehun memeluk appanya sangat erat

"Appa, tolong aku, aku mohon, ini sakit sekali rasanya" isak Sehun menangis dipelukan ayahnya

Tuan Oh menenangkan dan memeluk putranya. Ini pertama kali untuknya melihat putranya begitu rapuh dan menderita.

"Appa disini nak, tenanglah" kata tuan Oh menenangkan Sehun dan memeluknya erat.

..

..

..

Malam ini waktu terasa mencekam terutama untuk Sehun dan Kyungsoo, keduanya sangat berantakan karena sudah 8 jam operasi berjalan, belum ada kabar tentang Luhan

Setelah menunggu selama 10 jam, akhirnya nyonya Oh keluar dari ruang operasi. Sehun dan Kyungsoo langsung berlari dan bertanya tentang keadaan Luhan

"Eomma, bagaimana?" Tanya Sehun sangat kacau

"Operasinya berjalan lancar nak, anakmu diruang inkubator sekarang, tapi Luhan, ia kritis, kondisinya sangat lemah" kata nyonya Oh jujur

"Luhan" gumam Kyungsoo yang hampir terjatuh, namun ditahan oleh Kai yang berada dibelakangnya

"Eomma apa dia akan baik-baik saja?" Tanya Sehun menangis

"Luhan sudah sangat berjuang didalam sana, eomma yakin dia kuat, dia sangat kuat nak" kata nyonya Oh memeluk putranya, putranya yang kini sangat rapuh dan menderita.

..

..

.. tobecontinued


sorry buat short updatenya tapi fast update kan? *ngeles aja...

Ini belum End ya :))))

Selamat membaca dan Reviewnya ditunggu :)))