Our Tomorrow
Main Cast : Oh Sehun dan Xi Luhan and others
Genre : Romance, Family, Hurt
Rate : T-M
Length : Chapter
YAOI. Typo (s). M-preg.
HUNHAN STORY!
Kau menawarkan padaku "apapun dan berapapun". Bolehkah aku menolaknya dan meminta hatimu sebagai gantinya
-Luhan
Aku seperti bukan diriku jika berada disampingmu. Aku merasa jika tidak ada kau disekitarku aku akan secara otomatis mencarimu. Apakah aku benar telah jatuh hati padamu?
-Sehun
"Demammu sudah turun sayang" kata Luhan mengecek termometer Sehun yang menunjukkan suhu 38 derajat, walaupun masih agak panas, tetapi suhunya sudah turun
"Kenapa kau tak percaya Lu, aku sudah sembuh saat kau datang kemarin" kata Sehun terus mengikuti Luhan kemanapun memeluknya dari belakang.
"Kau demam" kata Luhan mendelik Sehun
"Iya aku demam, demam cinta" goda Sehun membuat Luhan tertawa
Ting Tong!
"Ah itu mereka, anakku datang" kata Sehun yang langsung berlari membukakan pintu
"Demam cinta apanya? Melihat anakmu datang kau melupakanku, dasar" gumam Luhan menahan tawanya
"Sehannnnieee" teriak Sehun yang ingin langsung merebut Sehan dari gendongan Kai
Kai tidak langsung membiarkan Sehun mendapatkan Sehan
"Sehan, Kai appa atau Sehun appa?" Tanya Kai pada Sehan membuat Sehan bingung
"Oh ayolah, kasian Sehan dia kebingungan" kekeh Kyungsoo yang masuk kedalam dan mencari Luhannya
"Sehun appa nak" kata Sehun meyakinkan Sehan
"Kai appa kan?" Tanya Kai memaksa Sehan
"Sehun appa" teriak Sehan meminta Sehun menggendongnya
"Aigoo anak appa pintar sekali" kata Sehun merebut Sehan dari Kai dan mendelik padanya.
"Oh baby, hatiku sakit ayo kita buat anak kita" rengek Kai mendramatisir dan mencari Kyungsoo kedalam.
"Mereka sedang apa Kyung?" Tanya Luhan yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka semua
"Sedang memperebutkan Sehan" jawab Kyungsoo malas
"Ah aku rasa sedang ada yang sangat bahagia" goda Kyungsoo pada Luhan
"Oh baiklah aku memang selalu bahagia karenamu" kilah Luhan mencium pipi Kyungsoo
"Oh tidak, didepan Sehan direbut dariku, disini Kyungieku selingkuh, hatiku ohh" kata Kai yang benar-benar mendramatisir ucapannya
"Dia mulai lagi" kesal Luhan tertawa
"Babyyy" rengek Kai memeluk Kyungsoo
"Ada apa lagi babykuu" kata Kyungsoo gemas dan sudah setengah malas melihat tingkah Kai
"Sehan memilih Sehun" rengek Kai
"Sehun kan ayahnya, jika dia memilihmu itu kesalahan" ucap Kyungsoo menggoda Kai
"Ayo kita makan dulu baby" Kyungsoo menarik Kai yang masih cemberut
"Kai appa" teriak Sehan memanggil Kai yang masih cemberut memeluk Kyungsoo dari belakang
"Appamu sedang cemburu nak, jangan diganggu" kata Kyungsoo mencium Sehan dan menarik Kai duduk disampingnya
"Kalian tahu tidak?" Tanya Sehun
"Tahu apa?" Tanya Kyungsoo
"Ini adalah sarapan terindahku setelah 2 tahun lamanya, bersama kalian adalah hal terbaik dan aku tidak mau menukarnya dengan apapun" kata Sehun tersenyum menggenggam tangan Luhan, dan memandangi Kai juga Kyungsoo bergantian
"Ditambah ada malaikat ini ditengah-tengah kita" kata Sehun menciumi bibir Sehan bertubi tubi, Sehan tertawa karena ayahnya terus menggoda.
"Dan karenamu aku kehilangan malaikatku" protes Kai yang cemburu melihat Sehun dan Sehan tertawa bahagia
"Kyungiee, sepertinya kau sudah harus memberikannya seorang anak, dia bisa mati karena cemburu melihat Sehun dan Sehan" kekeh Luhan berbisik pada Kyungsoo
"Luuuu" rengek Kyungsoo
"Aku serius" kata Luhan tertawa
"Oia sayang, hari sabtu ini kita semua akan pergi kerumah orangtuamu" kata Luhan memberitahu Sehun
Sehun yang sedang asyik menggoda Sehan tiba-tiba memucat
"U-untuk apa?" Tanya Sehun gugup
"Eomma mendapatkan penghargaan sebagai dokter terbaik dan dokter berdedikasi tinggi dari rumah sakit, jadi eomma ingin merayakannya dengan mengundang kita makan malam dirumah" kata Luhan membelai pipi Sehun
"Aku rasa ada anak yang kabur takut bertemu dengan orangtuanya" sindir Kai
"Kau takut? Pokoknya aku tidak mau tahu kau harus datang" kata Luhan membereskan piring dan menaruhnya ke wastafel
"Aku beritahu ya, Luhan yang sekarang sangat menakutkan jika sedang marah" kata Kai berbisik di telinga Sehun dan mengambil Sehan dari pelukannya
"Anak appaaaa" teriak Kai menciumi Sehan meninggalkan Sehun yang masih menegang.
"Aku benci mengatakan ini, tapi babyku benar, jangan coba-coba melarikan diri lagi" ucap Kyungsoo yang membantu Luhan membereskan piring, membuat Sehun semakin berkeringat.
Sehun mendesah tertahan dan lebih memilih menghampiri Kai dan Sehan daripada menghampiri Luhan yang sepertinya sudah mulai kesal dengannya
..
..
..
"Sehannie liat appamu sedang ketakutan akan bertemu denga halmoni dan haraboji sabtu nanti" bisik Kai di telinga Sehan
"halmoni halaboji" Sehan melonjak senang
"Apa anakku sangat dekat dengan orangtuaku?" tanya Sehun mendudukan dirinya di sofa dengan malas
"Sangat" balas Kai
"Urutannya adalah seperti ini untuk Sehan. Luhan akan selalu menjadi pertama untuknya, kemudian orangtuamu lalu Kyungsoo baru kemudian aku" kata Kai masih bermain dengan Sehan
"Kau akan selalu menjadi terakhir untuknya, aku tentu saja akan ada diurutan setelah Luhan" kata Sehun bangga membuat Kai mendelik padanya
"Sayang aku pergi kekafe dulu ya, pakaianmu sudah aku kemas, aku sudah memastikan tidak ada yang tertinggal" kata Luhan
"Memangnya aku mau kemana?" tanya Sehun bingung karena Luhan mengemasi pakaiannya
"Tentu saja ke apartemen kita, kau hanya menyewa apartemen ini sampai nanti malam" kata Luhan mencubit pipi Sehun gemas
"Oh baiklah aku baru ingat" Sehun tertawa dan mencium pipi Luhan
"Ya sudah Kai akan membantumu berkemas, jangan lupa ke kafe pada jam makan siang, aku pergi" pamit Luhan mencium Sehun dan menghampiri Sehan
"Sehan, cium eomma" kata Luhan dan Sehan langsung mencium Luhan
"Ke kafe? Kafe jaejoong hyung?" Tanya Sehun yang belum tahu kalau Luhan dan Kyungsoo memiliki kafenya sendiri sekarang
"Baby, aku pergi dulu bantu Sehun berkemas ya. Tanya saja pada Kai" kata Kyungsoo pada Sehun, mencium Kai dan Sehan
"Araseoo baby" jawab Kai
"Jadi kafe apa?" Tanya Sehun
"Mereka sudah memiliki kafe di tempat Luhan dulu sering membeli bubble tea" jawab Kai menjelaskan
"Bagaimana bisa?" Tanya Sehun lagi
"Tentu saja bisa, aku membelikan mereka tempat itu dan mereka menyulapnya dengan sangat indah" jawab Kai bangga
"Nanti kau akan melihatnya" tambah Kai
"Aku berhutang banyak padamu. Terimakasih Kai" ucap Sehun sungguh-sungguh pada Kai
"Hey, sudahlah hanya sebuah kafe tidak masalah untukku" jawab Kai yang merasa Sehun berlebihan
"T-tidak bukan hanya itu kau menjaga Luhan dengan baik, kau menyayangi anakku, kau bahkan membelikan sesuatu untuk Luhan" lirih Sehun
"Kau temanku, apa yang menjadi kebahagiaanmu akan aku lakukan, lagipula Kyungie akan membunuhku kalau aku tidak menjaga Luhan dan anak kalian dengan baik" kekeh Kai
"Dan kau sudah ada disini, aku tidak akan khawatir lagi" kata Kai tersenyum
"Terimakasih, aku akan melakukan hal yang sama padamu" kata Sehun sungguh-sungguh
"Aku tahu" jawab Kai
"Jadi apa rencanamu?" Tanya Kai
"Rencana apa?" Tanya Sehun bingung
"Kita mau membereskan barangmu terlebih dulu atau mau membahas bagaimana caramu menghindari kemarahan orangtuamu" jawab Kai kesal
"Oh, tidak usah nanti saja, aku mau main dengan Sehan dulu" ucap Sehun yang mengambil Sehan dari pelukan Kai
"Apa kita harus selalu berebut Sehan?" Protes Kai
"Tentu saja tidak, Sehan anakku jadi dia milikku, aku sarankan kau segera punya anak" kata Sehun sok bijak
"Sehun" panggil Kai
"Hmm" jawab Sehun
"Hey apakah jika kau dan Luhan sedang ummm..berhubungan, kau tidak pernah menggunakan pengaman?" Tanya Kai
"Yak! Bicaramu pelan sedikit, ada Sehan" kata Sehun memukul kepala Kai
"Maaf, aku penasaran cepat katakan" paksa Kai
"Tidak pernah, itu sangat tidak nyaman menurutku" jawab Sehun
"Sekalipun tidak pernah?" Tanya Kai
"Iya tidak pernah" jawab Sehun malas
"Baiklah aku akan berhenti menggunakan pengaman" gumam Kai
"Kau terlalu vulgar kau tahu? Jika Kyungsoo mendengarmu aku jamin dia tidak akan mau disentuh olehmu" sindir Sehun, Kai mengacuhkannya
"Sehannie apa kau mau punya adik?" Tanya Kai pada Sehan yang sedang asyik bermain mobilan
Sehan tersenyum dan tertawa sebagai respon dan menurut Kai itu adalah jawaban untuk iya.
"Doakan appa nakkk" kata Kai menciumi Sehan
"Hentikan, jangan menciuminya nanti dia bisa jadi jelek" protes Sehun yang ikut menciumi pipi Sehan
"Appaaa" teriak Sehan karena senang dengan kedua ayahnya yang selalu menggodanya.
..
..
..
"Eomma" teriak Sehan memasuki kafe seperti biasa
Luhan yang sedang menyiapkan pesanan menyapa Sehan dan menggendong anaknya ke pelukannya.
"Jadi habis bermain apa dengan kedua appa mu?" Tanya Luhan sekilas bertanya pada anaknya agar tidak bosan karena ia sedang sibuk membuat pesanan.
"Eommaaa" kesal Sehan karena menurutnya Luhan tidak memperhatikannya
"Iya sayang sebentar ya" kata Luhan kerepotan
Luhan ingin memanggil Kyungsoo, tapi tampaknya Kyungsoo juga sedang sibuk dan ia merutuki Sehun dan Kai yang belum masuk kedalam kafe. Entah apa yang mereka lakukan diluar.
"Anak ini memanggilmu eomma?" Tanya seorang pelanggan wanita yang ditemani suaminya, keduanya sama-sama memandang remeh pada Luhan
Luhan yang selalu sensitif jika ada yang menghina anaknya, langsung menghentikan kegiatannya menatap sepasang suami istri didepannya ini
"Dia anakku dan ya benar dia memanggilku eomma. Aku ibunya dan aku melahirkannya" jawab Luhan tegas
"Oh dunia ini sudah gila. Banyak pasangan gay yang dapat memiliki anaknya sendiri" sekarang suami dari si wanita ini yang bicara
"Apa ada masalah untuk kalian?" Bukan Luhan yang berbicara, suara ini begitu mengintimidasi dan berasal dari belakang, membuat Luhan tersenyum melihat Sehun dan Kai sudah masuk ke kafe. Sehun menghampiri Luhan dan Kai bersender di meja kasir tepat didepan Luhan.
"Aku tanya ada masalah untuk kalian?" Tanya Sehun dengan suara yang sama mendesisnya, ia menghampiri Luhan menciumnya sekilas dan mengambil Sehan ke pelukannya
"Oh, ini menjijikan sekali, cepat panggil pemilik kafe ini, agar kau segera dipecat" kata si wanita mendelik ke Luhan dengan kesal
"Well, ada yang bisa dibantu nyonya?" Seringai Kai yang sedari awal sudah berdiri disamping pasangan suami istri tersebut
"K-kau pemiliknya?" Tanya wanita itu
"T-tidak aku hanya membeli kafe ini, pemiliknya dia dan kekasihku, ah itu kekasihku" kata Kai mengerling Luhan dan menunjuk kearah Kyungsoo
Kyungsoo mendengar semuanya dari awal, tapi ia bisa menahan diri ketika melihat Sehun dan Kai masuk
"Tempat macam apa ini, cepat berikan pesananku" kata wanita itu yang merasa dia sudah salah bicara
"Lu, dia pesan apa?" Tanya Kai
"Ini" kata Luhan menyerahkan pesanan pasangan suami istri didepannya pada Kai
"Ini nyonya cepat pergi darisini sebelum aku muak" kata Kai menakutkan dan menyerahkan pesanan mereka
Ketika wanita itu akan mengambil minumannya, Kai dengan sengaja menjatuhkan minumannya ke lantai membuat celana dan sepatu si pria basah dan kotor
"Yak! Kau! Lihat celana dan sepatuku yang mahal kotor" teriak si pria itu membuat Sehan terlonjak dan matanya penuh dengan air
"Kau keluar darisini dan jangan pernah datang lagi" desis Sehun sepelan mungkin
"Yeobo kita pergi" ajak wanita itu kepada suaminya
Di perjalanan menuju pintu keluar Kyungsoo dengan sengaja menumpahkan minuman yang ia bawa ke dress si wanita
"Yak! Kenapa orang-orang disini tidak punya mata" geram si wanita itu pada Kyungsoo
"Kami memang tidak punya mata, tapi kami cukup berpendidikan untuk tidak menghina seseorang dan hidupnya. Jangan pernah datang kesini lagi atau kau akan berkali kali lipat dipermalukan" desis Kyungsoo yang juga terdengar sangat menakutkan
Pasangan suami istri itu langsung terburu buru keluar dari kafe setengah berlari karena sudah ketakutan.
"Kau takut ya nak, appa disini tenang saja" kata Sehun yang sedang menenangkan Sehan yang matanya masih berkaca kaca karena takut.
"Sini eomma gendong sayang" kata Luhan pada Sehan, tapi Sehan menolak dan menyembunyikan wajahnya di leher Sehun
"Sssttt, anak appa sudah tidak apa-apa sayang" Sehun menepuk punggung anaknya pelan menenangkan Sehan.
"Sehannie itu ada mobil balap diluar ayo liat" teriak Kai mengalihkan perhatian Sehan
Sehan menoleh ke arah Kai dan melonjak di pelukan Sehun
"Mobil balap" teriaknya senang
"Ayoo kita lihat mobil balap" Kai mengambil Sehan dari pelukan Sehun dan membawanya keluar,
"Aku benar-benar melewatkan banyak hal" lirih Sehun yang tidak mengetahui apapun tentang Sehan
"Kau hanya butuh waktu sebentar sayang, dia masih dua tahun dan pertumbuhannya masih panjang, kau belum melewatkan banyak hal" kata Luhan memeluk Sehun menenangkan bayi besarnya.
"Benarkah?" Tanya Sehun mengeratkan pelukannya pada Luhan
"Hmmmm benar sayang" balas Luhan
"Lu aku tahu bagaimana cara membalas hal-hal yang aku lewatkan dari Sehan" kata Sehun bersemangat
"Bagaimana caranya?" Tanya Luhan
"Kita berikan Sehan seorang adik" bisik Sehun menggoda membuat wajah Luhan merah padam
"Ya! Oh Sehun tunggu disana, aku sedang bekerja jangan ganggu aku" protes Luhan meninggalkan Sehun yang terkekeh
"Kau sangat menggemaskan Lu" gumam Sehun meninggalkan Luhan dan menghampiri Kai yang sedang bersama Sehun dan Kyungsoo.
..
..
..
Hari sudah malam mereka berlima sekarang berada di lift menuju apartemen mereka. Mereka sudah menghabiskan waktu makan siang dan makan malam bersama, sekarang waktunya mereka beristirahat, karena kondisi mereka sudah lelah dan mengantuk.
Sehan tertidur di gendongan Sehun dan Luhan bersandar di pelukan Sehun.
Kai memeluk Kyungsoo dari belakang dan menyenderkan kepalanya di leher Kyungsoo
"Baby kau lelah?" Tanya Kyungsoo mengelus tangan Kai yang melingkar sempurna di pinggangnya
"Sangat lelah baby" jawab Kai
"Kau harus mandi dulu baru istirahat, kalau tidak bisa masuk angin" kata Kyungsoo mencium pucuk kepala Kai
"Mandi bersama" goda Kai dan Kyungsoo tertawa ngeri mendengarnya
"Berarti iya, ah senangnya" kata Kai yang sekarang sibuk menyesapi leher Kyungsoo
Sehun dan Luhan hanya tertawa melihat usaha Kai yang sedang meminta anak pada Kyungsoo, mereka saling menatap dan kemudian Sehun mencium Luhan agak lama di bibir, sampai Sehun merasakan pergerakan Sehan yang merasa terganggu karena aktifitasnya mencium Luhan dan mau tak mau melepas ciumannya di bibir Luhan.
"Aku mencintaimu" bisik Sehun
"Aku juga mencintaimu sayang" kata Luhan memposisikan dirinya di pelukan Sehun dan kembali bersandar nyaman disana
"Mereka lebih mesum dari kita" sindir Kai
"Kau benar baby" jawab Kyungsoo menyetujui membuat Luhan mencubit pipinya gemas.
Ting! Lift sampai di lantai 39
"Kami duluan ya, dah Sehun, Luhannnieku" pamit Kyungsoo mencium pipi Luhan dan Sehan sekilas.
"Dah Kyungie beristirahatlah, hati-hati diserang buaya lapar" kata Luhan yang juga mencium pipi Kyungsoo dan mendelik ke Kai
"Kau juga Lu hati-hati. Buayamu lebih lapar dariku" kata Kyungsoo membuat Sehun terkekeh.
"Appa pamit sayang, mimpi indah" bisik Kai mencium Sehan dan segera keluar dari lift
"Dadah sampai besok" kata Luhan melambai pada Kai dan Kyungsoo
Sehun menggenggam tangan Luhan dan tak lama lift terbuka di lantai apartemen mereka.
"Aku siapkan air hangat dulu ya" kata Luhan mencium Sehun dan menuju ke dapur
"Hmmm, aku bawa Sehan kekamar dulu" kata Sehun
Sehun sendiri sudah lama sekali tidak mengunjungi apartemennya. Ia membawa Sehan kekamar yang dulu ia persiapkan untuknya dan tersenyum karena Luhan tidak mengubah dekorasinya sama sekali dan ia sangat bahagia karena dikamar Sehan terpampang fotonya yang Sehun tebak itu di edit karena menunjukkan foto mereka bertiga dengan ukuran yang sangat besar.
"Kita harus foto ulang nak" kata Sehun meletakkan Sehan dan memandangi putranya dalam tidurnya.
"Kau sangat mirip eommamu ketika tidur nak" kata Sehun mengelus surai putranya
"Terimakasih telah tumbuh dengan baik selama appa tidak ada, sekarang giliran appa yang menjagamu, kau hanya perlu hidup dengan bahagia sayang" kata Sehun tersenyum
"Tidur yang nyenyak ya, mimpi indah, selamat malam sayang" Sehun mengecup kening putranya dan pergi dari kamar Sehan menghampiri Luhan yang berada di dapur.
..
..
..
"Anak nakal" kata Sehun mengagetkan Luhan yang sedang menuang segelas air.
Luhan sudah berganti pakaian hanya mengenakan kemeja putih Sehun yang kebesaran dan sangat transparan
"Kau menggodaku ya?" Bisik Sehun seduktif di telinga Luhan dan memeluknya dari belakang sambil meraba apa saja yang ingin ia raba
"S-sehun" desah Luhan karena Sehun merabanya sangat kasar membuat Luhan menginginkan lebih
"S-sayang, kita bisa melakukannya setelah k-kau mandi" kata Luhan susah payah
"Tidak perlu aku sudah tidak tahan" bisik Sehun dan membawa Luhan kedalam ciuman nya yang meminta lebih, mendominasi dan menuntut.
"Uuuhhhhmmm" Luhan melenguh nikmat ketika merasakan bibir yang sudah lama tidak menciumnya, dia menikmati ciuman Sehun yang menuntut dan penuh nafsu, menyesap bibi Sehun bergantian
Sehun membuka kancing kemeja Luhan yang kebesaran, lalu menyesap nipple kanannya. Uuuhhhmmm perasaan ini seperti sudah lama dan ingin meluap di dalam hati Sehun. Sudah dua tahun lamanya Sehun tidak menjamah pria cantiknya ini "aahhhh...Se-sehun.. Ini didapur!"
" Tidak apa-apa Lu.. Aku sudah tidak tahan" ucapnya sambil menurunkan celana boxer milik Luhan. Sehun mengocok cepat junior Luhan, desahan keras mulai mengalun indah di bibir Luhan. Kemeja yang digunakan Luhan sudah berserakan dilantai apartmentnya
Luhan dengan tangan yang gemetar dan nafsu yang sudah menguasai dirinya membuka kancing kemeja Sehun, dan melepaskan ikat pinggang Sehun, melepas kait kancingnya dan menurunkan zipper celana Sehun.
Lama tidak melakukan ini membuat keduanya sedikit tergesah-gesah. Luhan ikut mengocok junior Sehun agar menegang dan siap untuk menusuk hole nya lagi secara dalam dan liar.
Sehun yang sudah tidak sabaran membawa Luhan kekamar mereka. Sehun menghimpit tubuh Luhan didinding kamar lalu Sehun mengangkat kaki kanan Luhan dan menahannya dengan tangan kiri, tangan kanannya dia gunakan untuk mempersiapkan lubang sempit Luhan.
Sehun memasukkan kedua jarinya langsung kelubang Luhan membuat Luhan memekik
"Sehun" desah Luhan menahan perih yang menghantam dirinya
"Ssttt baby, tidak apa-apa kan?" Tanya Sehun berbisik
"Aku-i-ini seperti pertama kali, aku merasa sangat penuh didalam" ucap Luhan merona dan mulai terbiasa dengan jari tengah Sehun yang sedang bergerilya di lubangnya
"Ini belum penuh sayang, ini baru jariku yang merindukan lubang sempitmu, belum adikku yang sudah sangat lapar ingin berada disana" kata Sehun dengan dirty talknya membuat Luhan semakin bergairah
"Oh shit Sehunnie, masuki aku, aku sudah tidak sabar merasakan adikmu yang kelaparan" balas Luhan
"Dengan senang hati" kata Sehun menambahkan jarinya lagi kedalam lubang Luhan
"Ahhh...ahhhhh" desah Luhan tak karuan karena Sehun sudah mengeluar masukkan ketiga jarinya dalam-dalam ke lubang Luhan.
"S-sehun aku mau kau" racau Luhan
"Mau apa sayang?" Goda Sehun melihat Luhan yang sangat seksi
"Aku mau juniormu sayang d-di hole ku~ahhhhhhh" kata Luhan susah payah karena Sehun mengocok juniornya dan mengemut putingnya sangat keras tanpa menghentikan sodokan jarinya di lubang Luhan
"Ah, kau nikmat baby, baiklah aku rasa kau akan segera terpuaskan" bisik Sehun yang menggendong Luhan ke ranjang mereka tanpa melepaskan ciumannya yang sangat membakar gairah mereka.
Sehun memposisikan juniornya dari arah belakang tubuh Luhan dan tanpa aba-aba langsung melesak dalam ke lubang Luhan, mendorongnya sekali hentak sehingga seluruhnya berada di lubang Luhan
"Aahhhh..sehunn..ahhh" racau Luhan merasakan sakit dan nikmat bersamaan
Sehun yang memang sudah sangat merindukan Luhan dengan semangat menggenjot lubang Luhan tanpa ampun
Awalnya gerakan Sehun perlahan dan menggoda namun karena gairahnya yang begiu tak tertahankan ia menaikkan tempo nya di lubang Luhan
Ia mengeluarkan setengah kepala juniornya, lalu dengan sekali gerakan menghujamkan semuanya lagi kedalam lubang Luhan dengan tempo yang semakin lama semakin menggairahkan
"Aahhhkkk... Sehunnie, lebih cepatt..ahhhh.. Ini nikhhh...mat..." Desah Luhan yang meminta Sehun untuk menciumnya.
Sehun merasa bosan dengan posisi ini ia menukar posisinya sehingga Luhan berada di atasnya. Luhan dengan senang hati menaik turunkan tubuhnya dengan liar sehingga Sehun dan adiknya merasa terpuaskan
Luhan memposisikan junior Sehun hanya sebatas kepalanya di lubang Luhan, kemudian dengan sekali hentakan lubangnya seperti melahap junior Sehun secara sempurna membuat keduanya mengerang nikmat
"L-luuu kau s-sangat nikmat" desah Sehun yang sangat menyukai Luhan bergerak gerak diatasnya.
"Di-diamlah aku sedang bekerja - ahhhhh" protes Luhan sambil mendesah karena Sehun memukul pantatnya membuat rasa nyeri yang nikmat
"S-sehun a-kuh-akannn-" kata Luhan kesulitan berbicara karena mendekati klimaks
Sehun yang sudah merasakan hole Luhan mengetat segera membalikan posisi mereka dan dengan sekali hujaman yang keras dan tepat menumbuk sweet spot Luhan, Luhan mengalami orgasme klimaksnya
"Ahhhhhh~" desah Luhan
Tak lama Sehun yang masih menggagahi dirinya juga ikut mengeluarkan cairan cintanya didalam lubang Luhan. Sehun memastikan semua cairannyya masuk kedalam lubang dan rahim Luhan
"Ahahhhhhh...Sehunnn" desah Luhan merasakan hangatnya cairan Sehun yang memenuhi dirinya
"Hah...ah... Hah" Sehun ambruk diatas Luhan
"Baby kau nikmat sangat nikmat, aku sangat merindukanmu" ucap Sehun mencium bibir Luhan lama dan tangannya mulai meraba Luhan lagi sengaja ingin membuat Luhan kembali terangsang.
"S-sehunie...mmmhhh...akuhhh...lel...ahhhhh" desah Luhan karena Sehun sudah mengocok juniornya lagi dengan brutal
"Aku menginginkanmu lagi sayang" bisik Sehun di telinga Luhan
Dan malam itu sepertinya akan dihabiskan oleh Sehun dan Luhan untuk mendesah dan saling meneriaki nama masing-masing ketika mencapai klimaksnya.
..
"Baby, kau sudah tidur?" Panggil Kai karena Kyungsoo sudah memunggunginya
"Babyy" panggil Kai lagi kini tangannya sudah masuk kedalam piyama Kyungsoo meraba perut datar Kyungsoo dan tak lama naik ke tonjolan kecil milik kekasihnya.
Kai memilin dan mengelus nipple Kyungsoo secara bergantian membuat Kyungsoo yang memang sedang berpura-pura tidur mendessah tertahan
"Baby, aku menginginkanmu" rengek Kai yang tangannya semakin gencar mengerjai Kyungsoo ia sekarang sudah mencubit dan menarik nipple Kyungsoo secara kasar
"Ahhh~" desahan keluar dari mulut Kyungsoo
"Aku tahu kau belum tidur babyku yang nakal" seringai Kai yang langsung mencium Kyungsoo dengan kasar dan bergairahhh
Kai yang terus melumat ganas bibir Kyungsoo diam-diam mulai menggerakkan tangannya menyingkap piama yang digunakan Kyungsoo. Tangan kanannya meraba punggung Kyungsoo dan tangan kirinya terus mengerjai nipple Kyungsoo tanpa ampun
"Baby aku mau dirimu sayang, aku tidak akan menggunakan pengaman lagi untuk kali ini dan seterusnya" bisik Kai menyeringai. Kyungsoo yang sudah terbuai dengan sentuhan Kai hanya bisa memejamkan matanya sambil mengangguk singkat.
Setelah menerima respon, langsung saja Kai membuka semua pakaiannya dan pakaian Kyungsoo dan dibuang begitu saja di sekitar tempat tidur. Kyungsoo hanya diam sambil menggigit jarinya menahan desahan yang keluar.
"Baby kau begitu menggoda" bisik Kai lalu mulai menciumi leher Kyungsoo, merangsangnya, meninggalkan banyak kissmark ditiap bagian dari lehernya tanpa terlewatkan, membuat Kyungsoo tenggelam dalam kenikmatannya sendiri.
"Ehhmmm…babyy…Kai" desah Kyungsoo saat Kai menarikan jemarinya di nipple Kyungsoo. Kai merasakan junior Kyungsoo yang sudah mulai terangsang, merayap turun ke junior Kyungso. Ia menggoda junior Kyungsoo dengan mulutnya sebelum melahap habis junior mungil milik kekasihnya ini,
"Ehhhmm…aahhhggg…Kai…" erang Kyungsoo tak karuan. Mereka berdua telah masuk kedalam dunia yang tidak memungkinkan mereka untuk berhenti sebelum selesai.
"Babyy… sepertinya kau sudah tak sabar…" gumam Kai tersenyum disela aktifitasnya melumat junior Kyungsoo.
Kyungsoo menggeliat, "Kai…baby..aku…ahhh…mau ke…eerrmmhh!" desahnya dan beberapa detik kemudian cairan yang ditunggu-tunggupun berhambur di dalam mulut Kai dan sedikit keluar mengenai pipinya. Kai menelan dan menjilati habis cairan kental itu tanpa sisa.
"My baby Kyungie…" Kai mencium Kyungsoo lagi, melumatnya, memainkan lidah mereka dan saling bertukar saliva hingga gila dalam permainan mereka sendiri. Sementara jari tengahnya telah masuk sempurna kedalam hole Kyungso.
"Baby...ahhhh" desah Kyungsoo yang mulai keenakan tapi merasa sedikit sakit
Kai mengeluar masukan jarinya yang seperti disedot oleh lubang Kyungsoo dengan cepat dan tepat mengenai sweet spot Kyungsoo membuat Kyungsoo meracau kenikmatan
"Baby...emmmhh..there baby...ahhhhh..Kai" desah Kyungsoo kenikmatan
Kai menyeringai dan terus menusukkan ketiga jarinya secara bergantian dengan cepat. Mulutnya juga tidak bisa diam dia sedang mengemut nipple Kyungsoo secara bergantian dengan liar, membuat Kyungsoo terbuai dengan sentuhan Kai
"Baby...aku..ak-annnnn...ahhhhhhhhhh" desahan nikmat keluar dari bibir Kyungsoo. Untuk kedua kalinya ia mencapai klimaksnya.
Kai membiarkan kekasihnya menikmati masa klimaksnya tetapi tidak menghentikan kegiatannya mencumbui leher Kyungsoo
"Baby, aku langsung ya" kata Kai meminta persetujuan
Kyungsoo hanya tersenyum lemah dan mengangguk
Kai mengangkat kaki Kyungsoo ke bahunya dan memposisikan juniornya ke lubang Kyungsoo yang sangat menggoda, perlahan tapi pasti Kai memasukkan juniornya. Rasanya sangat berbeda karena kali ini ia tidak menggunakan pengaman. Sensasi yang berbeda juga dirasakan Kyungsoo karena dari awal mereka bercinta. Kai selalu menggunakan pengaman.
Junior Kai sudah setengahnya berada di lubang Kyungsoo,
"Akkhhh…! Sa…sakit!" sentak Kyungsoo meremas lengan Kai kuat.
"Tenang babyi, sebentar lagi kau akan menyukainya…" kata Kai seraya mencium lagi bibir Kyungsoo untuk menenangkannya. Menelusuri lagi rongga-rongga yang terlupakan dan beraroma manis itu seperti candu untuknya.
"Sayang teruskan, sangat menyiksa jika begini" kata Kyungsoo dalam ciuman panas mereka
Kai tersenyum dan tanpa aba-aba memasukkan seluruh juniornya ke hole Kyungsoo
"Ahhhhh..." Pekik Kyungsoo
Kai tersenyum dan masih mencumbui leher Kyungsoo yang begitu menggoda
Akhirnya junior Kai telah masuk sempurna, dan ia membiarkan Kyungsoo beradaptasi sebentar lalu mulai menggerakkan pinggulnya perlahan membuat Kyungsoo meminta lebih darinya.
"Kai…baby...ahh…cepat…lebih…ahhh!" desah Kyungsoo dan Kai langsung menaikkan ritme permainannya.
Kai menggenjot Kyungsoo dengan cepat dan tepat, ia mengeluarkan juniornya hingga sebatas kepala lalu menghujamkannya dengan keras membuat Kyungsoo mendesah hebat.
"There ...baby...ahhhh...there" ucap Kyungsoo kenikmatan karena Kai menghujam sweet spotnya sangat dalam dan tepat
"Baby...ahhhh..aku...akan...sampai" kaya Kyungsoo kesusahan
Kai yang mengerti akan kebutuhan kekasihnya, menggenjot lebih dalam dan mengenai tepat di prostat Kyungsoo
Kai merasakan lubang Kyungsoo mengetat membuat juniornya keenakan karena dihimpit begitu nikmat. Kai memejamkan matanya menikmati sensasinya.
"Baby...aku..keluarmmmm..aaaahhhhh" Kai merasakan semburan cairan Kyungsoo di perutnya
dia masih sibuk menghujami hole Kyungsoo sampai akhirnya ia mendekati klimaks dengan satu kali tusukan yang dalam,
"Ahhhhhhh...hmmmmmm" desah Kai mengeluarkan semua cairannya di lubang Kyungsoo
"Ahhhhhh" Kyungsoo yang baru pertama kali merasakan bercinta tanpa pengaman sedang menikmati hangatnya cairan Kai yang menyembur deras di lubangnya.
Kai menjatuhkan dirinya di samping Kyungsoo tanpa mengeluarkan juniornya.
"Baby, terimakasih mau melayaniku tanpa menggunakan pengaman" kata Kai mencium kening Kyungsoo
"Aku menyukai sensasinya baby" ucap Kyungsoo malu-malu
"Kalau begitu kita tidak perlu menggunakan pengaman lagi?" Tanya Kai
"Baiklah, tidak perlu" jawab Kyungsoo tersenyum
Kai tertawa bahagia dan menciumi Kyungsoo
"Baby, keluarkan adikmu, aku lelah" kata Kyungsoo yang masih merasakan junior Kai di holenya
Karena tidak mendapat respon, Kyungsoo bergerak bermaksud mengeluarkan junior Kai, namun Kai menahannya dan malah mendekatkan tubuh mereka, membuat junior Kai tertanam sempurna lagi didalam.
"Ba-byyy" rengek Kyungsoo
"Aku mau main lagi baby" desah Kai seduktif di telinga Kyungsoo dan mulai menggerakan pinggulnya lagi secara liar tangannya pun sudah mengocok junior Kyungsoo hingga kembali menegang, membuat Kyungsoo mau tak mau mendesah.
Malam ini pun dilalui oleh pasangan Kai dan Kyungsoo dengan desahan dan erangan nikmat sepanjang malam.
Mungkin benar Luhan dan Kyungsoo harus melayani "buaya" lapar malam ini, karena mereka berdua hanya bisa pasrah dan mendesah nikmat karena perlakuan kekasih mereka yang begitu menggairahkan dan memabukkan.
..
..
..
Sehun terbangun di dini hari karena merasa haus akibat kegiatan panasnya dengan Luhan. Ia mendapati Luhan yang sangat imut karena tampak kelelahan dan berkeringat.
Jangan lupakan wajahnya yang tak nyaman lucu karena junior Sehun masih berada didalam holenya. Sehun bersikeras ingin tidur dengan posisi mereka seperti sedang bercinta. Luhan yang sudah tak punya tenaga pun hanya bisa pasrah mengiyakan
Sehun dengan hati-hati mengeluarkan juniornya dari lubang Luhan agar tidak membuatnya bangun.
"Ahhhhhh..." Desah Luhan dalam tidurnya karena merasa hole nya tidak penuh lagi
"Oh lihatlah rusa kecil, kau bahkan begitu seksi di mimpimu, membuatku ingin menerkammu lagi" gumam Sehun mencium bibir Luhan agak lama dalam tidurnya membuat Luhan kehabisan nafas.
Sehun terkekeh karena perbuatannya, "aku mencintaimu" kata Sehun mencium kening Luhan
Ia memakai boxer dan mengambil kaos ke lemarinya kemudian pergi keluar dapur untuk sekedar minum.
"Appa" panggil Sehan serak yang kelihatannya terbangun dari tidurnya
"Sehanniee sayang kau terbangun ya?" Kata Sehun menghampiri anaknya
Sehan merengek dan minta digendong Sehun
"Appa" kata Sehan merentangkan tangannyaa
"Iya jagoan, ayo main dengan appa nak" Sehun membawa Sehan ke dalam pelukannya dan menuju ke sofa
"Appa eomma dimana?" Tanya Sehan menggaruk matanya
"Eomma sedang tidur kelelahan sayang" kata Sehun menciumi anaknya
Sehan duduk di pangkuan Sehun dan mengabsen wajah Sehun satu persatu
"Mata Appa" katanya menyebut mulut dengan mata
"Aniya sayang ini mulut" kata Sehun mengoreksi
"Coba sebut mu-lut" titah Sehun
"Mu-lut" Sehan mengulangi kalimatnya
"Aigoo pintarnya" Sehun mengecup seluruh wajah anaknya.
"Appa itu appa" kata Sehan melonjak melihat album foto yang terjatuh dan melihat Sehun disana
Sehun mengernyit bingung dan tersenyum ketika tahu apa yang membuat Sehan senang.
Sehun memungutnya dan mereka melihat album foto bersama
Sehun menebak Luhan lah yang membuat semua album foto ini. Semua foto Sehun adalah wajahnya yang ada di kamera ponsel Luhan. Sehun tersenyum melirik kekamarnya dan ingin sekali mencium kekasihnya yang begitu baik membuatkan ini semua agar Sehan mengetahuinya.
"Eomma" teriak Sehan senang ketika Sehun membalik halaman berikutnya
Keduanya sama-sama terdiam melihat betapa manis dan cantiknya Luhan didalam foto tersebut. Rambutnya masih berwarna coklat blonde dengan pipi dikerucutkan, Sehun tebak ini waktu ia masih bekerja di club.
"Eomma mu cantik nak" puji Sehun menyentuh foto Luhan
"Eomma yeppo" ulang Sehan menyetujui
"Sehannieeee" teriak Sehan melihat wajahnya
"Eh kenapa Sehan menangis disini?" Tanya Sehun
"Eomma esklim aniyaa" kata Sehan berantakan
"Tidak boleh makan eskrim?" Goda Sehun membuat Sehan cemberut
"Jagoan tidak makan eskrim terus" kata Sehun mencubit hidung Sehan gemas
"Kai appa, Kyungie eomma" kata Sehan menunjuk Kai dan Kyungsoo yang sedang menggendong dirinya bergantian di foto tersebut
"Betullll sayang, kau benar-benar mengingat semua orang dengan baik" kata Sehun gemas
"Appa popooo" kata Sehun dan Sehan langsung menciumnya senang
"Halmoni halabojii" teriak Sehan lagi saat Sehun membalik halaman berikutnya
Sehun terdiam ia menyentuh wajah kedua orangtuanya yang sangat ia rindukan. Ia menyesal dengan semua sikapnya selama ini, ingin sekali ia meminta maaf dan berterimakasih pada mereka karena telah menjaga Sehan dan Luhan selama ini.
Tes!
Tak terasa air matanya menetes membasahi wajah kedua orangtuanya. Sehan yang melihatnya langsung menghapus air mata Sehan
"Appa uljimaa" kata Sehan memeluk ayahnya ingin menenangkannya
Sehun hanya membalas pelukan anaknya yang begitu pintar dan menghibur hatinya
"Appa merindukan mereka nak" lirih Sehun namun segera menghapus air matanya. Ia menatap Sehan dan tersenyum
"Kita akan menemui halmoni dan halaboji hari sabtu ini neee?" Tanya Sehun pada putranya
"Neeeee" jawab Sehan senang
"Ayo kita lihat halaman berikutnya" kata Sehun membalik halaman berikutnya
Matanya membelalak melihat halaman selanjutnya
"Apaaa iniii?" Teriak Sehun
"Eommaa, Klis apppa" teriak Sehan
"Mwo? Kris apppa?" Kesal Sehun karena anaknya bahkan mengetahui wajah Kris
"Aniya dia bukan appamu nak, panggil dia ahjussi" kata Sehun menekan nekankan telunjuknya ke foto Kris
"Klis appa" kata Sehan mengelak
"Ayolah nak, dia bukan appamu. Appamu hanya Sehun appa dan Kai appa" kata Sehun menunjuk dirinya dan foto Kai dengan cepat
Sehan mengangguk mengerti
"Klis ahjussi" kata Sehan yang sepertinya mengalah pada ayahnya
"Benarrr! Begitu baru benar! Kau memang anak appa nak" ucap Sehun mengecupi wajah anaknya lagi
"Dan foto ini tidak boleh disini, eomma mu harus dihukum karena meletakkan foto jelek ini disini" seringai Sehun dan membawa foto itu keluar dari album mereka
Sehan yang sepertinya bosan ayahnya terus mengeluh, bersender di pelukan ayahnya menolak untuk mendengarkan celotehan ayahnya yang jelas-jelas sedang cemburu.
"Sehan mengantuk?" Tanya Sehun dan Sehan mengangguk
"Ayo jagoan appa kita tidur, eomma bisa memarahi ayah jika tahu kau belum tidur, ini sudah jam 3 pagi" bisik Sehun membuat Sehan terkikik.
Sehun membawa Sehan kekamarnya lagi, ia meletakkan anaknya di kasur dan menina bobokan anaknya dengan sayang sesekali mengecupi wajah anaknya.
Sehan yang baru kali ini ditemani tidur oleh ayahnya sangat bahagia, dia begitu menyukai suara ayahnya ketika menyanyikan lagu pengantar tidur dengan suara cadelnya.
Membuat Sehan dengan cepat terlelap dan menjemput mimpi indahnya.
..
"Sehunnie" panggil Luhan yang tampaknya baru bangun, ini baru jam 6 pagi tapi Luhan terbangun karena Sehun tidak ada di ranjang mereka memeluknya
"Iya sayang aku disini" jawab Sehun yang sepertinya sedang mengaduk minuman
"Kau sedang apa?" Tanya Luhan memeluk Sehun dari belakang dan mencium aroma Sehun yang sangat khas
"Membuat kopi, kau mau?" Tanya Sehun
Luhan menggeleng dalam pelukannya
Sehun membalikkan badannya dan mendapati Luhan yang begitu menggairahkan dan imut disaat bersamaan, ia hanya mengenakan kemeja putih kebesaran yang kemarin malam dan dipakaikan dengan asal tanpa dikancingkan serta bekas cinta mereka yang terpampang jelas di seluruh area atas tubuh Luhan membuat Sehun tersenyum bangga.
"Jadi kenapa sayangku sudah bangun?" Tanya Sehun mencium bibir Luhan
"Dingin" rengek Luhan
"Kau tidak ada diranjang semalam" protes Luhan
"Aigoo, maafkan kekasihmu yang tampan ini sayang" kata Sehun membawa Luhan kedalam gendongannya
Luhan tidak menolak Sehun menggendongnya, dia malah bersyukur Sehun tidak melupakan hal yang sangat ia sukai darinya.
Luhan menyesapi aroma Sehun dan merasa nyaman disana, Sehun hanya bolak balik sesekali mengguncang Luhan digendongannya menggoda Luhan
"Sehan masih tidur?" Tanya Luhan
"Hmm, dia akan bangun siang sepertinya, semalam dia terbangun dan kami bermain sebentar" kata Sehun bercerita
Sehun mulai menggoda Luhan, tangannya menyelusup ke kemeja Luhan yang tidak dikancing meraba perut ratanya
"Kapan perut ini akan membuncit dengan seksi lagi" bisik Sehun membuat Luhan merona
"Sehun masih sakit" rengek Luhan karena menebak apa yang akan terjadi selanjutnya
"Benarkah? Oh baiklah adikku bisa menahan diri, tetapi aku tidak bisa" kata Sehun duduk di sofa dengan Luhan dipangkuannya dan mulai menciumnya, melumat seluruh yang ada di rongga Luhan
"Hmmmppppp...Lu...kau sangat menggairahkan" Sehun mendesah dan terbuai dengan sensasi Luhan yang begitu memabukkan
"S-sssehunn..hmmmpppp" desah Luhan yang selalu terbuai dengan perlakuan Sehun
Luhan sudah merasa kehabisan nafas dan meminta Sehun melepaskan ciuman mereka
"Aku kewalahan melayanimu" kekeh Luhan
"Tapi kau menyukainya kan?" Tanya Sehun meremas junior kecil Luhan membuat Luhan mendesah tertahan
"Se-Sehun masih sakit" protes Luhan karena semalam Sehun sudah bermain beronde ronde dan masih tak terpuaskan juga
"Araseeo baby, kita sarapan saja, aku sudah membuatkan sarapanmu" kata Sehun menggendong Luhan menuju meja makan
Sehun mendudukan Luhan di meja makan, sementara Sehun duduk di kursi nya, membuat Luhan terlihat seperti santapan pagi Sehun
"S-sehun kenapa posisinya seperti ini?" Tanya Luhan takut-takut
"Aku sudah bilang kau akan sarapan sayang" seringai Sehun
"Tapi aku kan bisa duduk di kursi bukan di meja" kesal Luhan
"Oh tidak bisa, tuan putri harus duduk di meja makan" kata Sehun menggoda
"Lu ini apa?" Tanya Sehun menunjukkan fotonya dan Kris yang semalam ia temukan
Luhan membelalak takut melihat foto yang ada di tangan Sehun
"I-itu aku-" ucap Luhan menyengir menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"Hemmm, aku tahu, lalu kau dengan siapa?" Tanya Sehun yang mulai meraba ke paha dalam Luhan yang hanya menggunakan boxer ketat.
"Ummmhhhhh" desah Luhan dengan sentuhan Sehun
"Aku memintamu menjawab bukan mendesah anak nakal" kata Sehun yang kini memainkan nipple Luhan dan menariknya sangat kencang
"Sehuuuun...mmmmmhh" desah Luhan bukan main karena Sehun sudah meraup nipple nya secara rakus dan tangan yang satu sudah masuk kedalam boxer yang dikenakan Luhan
"Jangan berisik sayang, nanti Sehan bangun" desis Sehun menggigit nipple Luhan gemas
"Ahhhhh...hmmmmmm" Luhan meracau kenikmatan dan sakit bersamaannn
Jari tengah Sehun sudah masuk ke hole Luhan. Sehun sengaja tidak mempersiapkan Luhan agar ia mendesah dengan memohon
"Sehunnn..sayanggg..." Kata Luhan yang sudah sangat terbuai dengan perlakuan Sehun
"Apa sayang" tanya Sehunn
"Kau menikmati hukumanmu ya?" Seringai Sehun yang masih menjilat dan mengemut nipple Luhan.
Sehun sudah menurunkan dan membuang boxer Luhan ke sembarang tempat, ia bisa melihat junior Luhan yang sudah menegang
"Kau bilang masih sakit, tapi adikmu mengatakan ingin disentuh eoh? Anak nakal" kata Sehun yang menjilat junior Luhan sekilas, jari tangannya masih menusuk masuk dan keluar kedalam lubang Luhan
"S-Sehun theree...ahhhh" kata Luhan membelalakan matanya ketika Sehun menusuk bagian yang sangat dinantikan Luhan
"Oh disana rupanya" kata Sehun yang semakin keras menusukkan jarinya dan membuat Luhan mendesah hebat
Sehun dengan sengaja mengeluarkan jarinya membuat Luhan mendesah kecewa
"Oh baby kau akan mendapatkan yang kau mau tenang saja" kata Sehun yang membawa kedua kaki Luhan ke atas meja makan dan melebarkan paha Luhan sehingga lubang yang sedari tadi ia kerjai terpampang jelas.
Sehun sedikit berdiri mengecup junior Luhan sekilas kemudian lidahnya mengobrak abrik lubang Luhan dengan kasar dan menggairahkan
"Se-sehunnnn..mmmmmm...aaahhhhhh" desah Luhan memejamkan matanya
Tanpa sadar ia menjambak rambut Sehun memintanya untuk mengeksplor bagian bawahnya lebih dalam
Luhan merapatkan pahanya kekepala Sehun seolah meminta lebih dan lebih
"Kau nikmat sayang" ucap Sehun seksi karena disudut bibirnya tertinggal cairan Luhan
"Sekarang aku mau sarapanku" kata Sehun yang langsung meraup junior mungil Luhan, ia mengemut, menyesap dan menggigit junior Luhan membuat Luhan benar-benar terbuai dengan aksi Sehun
Tangan kanannya kembali menusuk hole Luhan dalam dalam dan tangan kirinya sibuk memilin dan menarik nipple Luhan yang sudah mengeras
"Hmmmm...moreee...Sehunnn...aahhhh" Luhan hanya bisa mendesah karena seluruh bagian sensitifnya dikerjai oleh Sehun
"Sehunn...ahhhh..aaakuuhh..akan" kata Luhan terpotong karena ia telah mendapati klimaksnya.
Seluruh cairannya ditelan oleh Sehun dengan cepat, Sehun juga membersihkan area selangkangan Luhan dengan lidahnya, membuat Luhan yang masih memejamkan matanya kenikmatan terbuai.
"Sarapanku sangat manis" kata Sehun membenarkan kemeja Luhan yang sudah sangat berantakan karena ulahnya
"Sehunnieee" rengek Luhan memeluk Sehun, ia benar-benar malu sekarang
"Luhannie mau sarapan hummm?" Tanya Sehun, Luhan mengangguk karena memang ia sangat lapar.
Sehun mengambil sarapan yang telah ia buatkan untuk Luhan dan menaruhnya di ruang santai. Kemudian ia menghampiri Luhan dan menggendongnya ke sofa.
"Suapi" pinta Luhan tidak mau turun dari pelukan Sehun
"Cium aku" goda Sehun
Luhan menciumnya dengan senang hati dan karena kesal dikerjai Sehun, ia menggigit bibir bawah Sehun dalam ciumannya membuat Sehun mengerang
"Rasakan" kesal Luhan
"Hey harusnya aku yang marah, aku tidak suka kau punya foto dengan Kris, dan Lu foto itu hanya kalian berdua. Kau juga membuat Sehan memanggilnya appa" protes Sehun sambil menyuapi Luhan
Luhan mengunyah makanannya sambil memeluk Sehun membuat pria nya tidak perlu cemburu lagi
"Aku tidak akan foto berdua dengan pria manapun lagi dan aku akan bilang pada Sehan ayahnya hanya Kau dan Kai sayang" kata Luhan
"Kau janji" tanya Sehun
"Aku janji, hanya denganmu, Kyungsoo, Kai dan Sehan" jawab Luhan mencubit pipi Sehun gemas
"Dengan Kai juga tidak boleh sering" kata Sehun cepat
"Arasseoo baby" jawab Luhan yang sudah menghabiskan makanannya dengan cepat
"Kau lapar ya?" Kekeh Sehun yang menyuapi Luhan dengan lahap
"Aku melayani pria dengan kebutuhan seks sangat besar semalam, jadi iya aku sangat lapar" kesal Luhan karena diejek Sehun ia menyembunyikan wajahnya di dada Sehun
Sehun tertawa dan menciumi bibir Luhan bertubi tubi
"Sehunn, gendong aku berkeliling seperti tadi pagi" pinta Luhan disela kegiatan Sehun yang terus menciuminya
"Arasseooo" Sehun menggendong Luhan berkeliling apartemen dan berkali kali membuatnya tertawa karena Sehun menggodanya berpura-pura mereka akan jatuh dan sesekali membawa Luhan berlari meloncati sofa.
"Appa" panggil Sehan didepan pintu kamarnya, ia mungkin terbangun karena kedua orang tuanya yang sangat berisik
"Sehannie, appa milik eomma" goda Luhan pada anaknya melihat Sehan juga minta digendong
"Bagaimana ini sayang, appa milik eomma" kata Sehun yang ikut-ikutan menggoda anaknya, dia bahkan membawa Luhan berlari dalam gendongannya membuat Sehan iri.
Mata Sehan sudah dipenuhi air karena ingin menangis melihat eommanya digendong appanya
"H-hikkkss..appa..Sehannniieee...huwaaaaa" tangisan Sehan pecah dan membuat kedua orangtuanya tertawa karena Sehan sedang cemburu
"Aigoo aigoo anak appa" kata Sehun menggandeng tangan Sehan tanpa menurunkan Luhan dari gendongannya
"Gendong...Sehanniieee..h-hikss" isak Sehan
"Arraseo araseo appa gendong, Sehan naik ke sofa dulu, appa kesulitan karena bayi besar appa tidak mau mengalah" sindir Sehun mencium Luhan yang sangat imut
Sehan naik ke sofa dan dalam hitungan detik dia juga sudah berada dalam gendongan Sehun
"Bayi kecil dan bayi besar appa" kata Sehun menciumi Sehan dan Luhan
Sehan tertawa karena lucu melihat eommanya juga di gendong
"Wae Sehannie, appa milik eomma" goda Luhan mencium bibir Sehun yang kerepota menggendong Sehan dan Luhan
"Aniyaaaa" teriak Sehan memisahkan wajah kedua orangtuanya yang saling melumat
"Sehanniee..apppa..Sehannie" kata Sehan memeluk leher Sehun
"Eomma" kata Luhan
"Sehannie" teriak Sehan
"Kalian berdua jangan bertengkar, pesawat mau terbang" kata Sehun berlari turun naik sofa sambil membawa Sehan dan Luhan di gendongannya membuat keduanya tertawa dan sangat senang karena Sehun mengajak mereka bermain
Pagi itu dilewati dengan tawa dari keluarga kecil Sehun dan Luhan.
..
..
..
Luhan sudah bersiap siap untuk kekafe. Sehun dan Sehan juga sudah bersiap untuk turun kebawah ke apartemen Kai dan Kyungsoo.
"Sehunnie Sehanniee ayo jalan sayang" teriak Luhan dari ruang makan
"Ne eommaaaa" keduanya menjawab dan menghampiri Luhan
"Kau mengecat rambut lagi?" Tanya Sehun tak suka dengan perubahan Luhan yang menjadi sangat imut dengan rambut coklat blondenya seperti yang difoto
"Hanya hari ini sayang, besok akan hitam lagi aku janji" kata Luhan meminta izin Sehun
"Kau jangan terlalu cantik, jika ada yang menggodamu aku tidak akan menyalahkan orang itu, aku akan menyalahkanmu dan kau akan dihukum" bisik Sehun sangat jelas untuk Luhan
"A-araseeo baby" jawab Luhan takut-takut
"Ayo kita pergi" kata Sehun menggendong Sehan dan menggandeng Luhan
Drrtttt
Drrttt
Drrttt
Ponsel Luhan berbunyi, ia meninggalkan Sehun yang sedang mengunci apartemen mereka
"Ah kau sudah kembali" tanya Luhan
"Kapan? Hari ini?" Kata Luhan lagi
"Oh baiklah" jawab Luhan
"Aku akan kesana tepat waktu, aku tutup telponnya. Bye" ucap Luhan menutup ponselnya dan menghadapi Sehun yang sudah mengernyit penasaran
"Siapa?" Tanya Sehun
"Ummm, itu Kris sayang dia sudah pulang dan memintaku bertemu dengannya" kata Luhan menarik Sehun ke pintu lift yang sudah terbuka
"L-lalu kau akan menemuinya?" Tanya Sehun takut-takut
"Kau ingat kan aku masih berhutang jawaban padanya, iya aku akan menemuinya" kata Luhan membelai pipi Sehun agar tenang
"Aku ikut" kata Sehun cepat
"Tidak usah sayang, aku akan bicara dengannya sendiri" kata Luhan, dia tahu jika mengajak Sehun akan membuat suasana menjadi tak nyaman untuk semuanya
Ting Tong!
Luhan memencet bel apartemen Kyungsoo dengan Sehun yang masih protes. Tak lama Kyungsoo membukakan pintu dan mengambil Sehan dari pelukan Sehun
"Eomma rindu padamu nak" kata Kyungsoo menciumi Sehan
"Anak appa" Kai muncul dari kamarnya
"Appa" teriak Sehan senang
Kai mengambil Sehan dan langsung mengajaknya bermain
"Kau kenapa?" Tanya Kyungsoo pada Sehun yang wajahnya sedang kesal karena cemburu
"Tanya saja padanya" jawab Sehun cepat menyuruh Kyungsoo bertanya pada Luhan yang sedang mengambil air didapur
Luhan menyerahkan air pada Sehun dan duduk disampingnya memeluk Sehun yang masih cemberut karena tidak diizinkan ikut.
"Lu ada apa?" Tanya Kyungsoo pada Luhan
"Kris menelponku dia bilang sudah pulang dan meminta bertemu denganku siang ini" kata Luhan menjelaskan
"Kenapa Kris hyung sudah kembali? Bukankah harusnya satu bulan?" Tanya Kyungsoo pada Luhan
"Entahlah" jawab Luhan menciumi kening Sehun yang masih saja berkerut karena tak suka
"Dia sudah tak sabar melamarmu Lu" goda Kai yang menggendong Sehan dan duduk disamping Kyungsoo
"Kai" kata Luhan memperingatkan untuk tidak membuat suasana semakin panas
"Araseeo arasseo, lagipula kau tidak akan menerimanya, sana cepat bicara dengannya dan tenangkan manusia es ini yang sepertinya sudah sangat cemburu" kekeh Kai melihat Sehun yang hanya diam
"Kai benar sayang, aku pergi dulu ya, aku janji tidak akan lama" Luhan meminta izin pada Sehun, sehun hanya diam karena dia memang ingin sekali ikut
"Sayang" panggil Luhan
"Pergilah" lirih Sehun tersenyum
"Aku janji tidak akan lama" Luhan mengecup bibir Sehun dan segera pergi karena sudah mendapatkan izin dari Sehun
Luhan menutup pintu apartemennya dan Sehun melihat terus ke arah pintu berharap Luhan segera kembali
"Hey Sehun" panggil Kai
"Sehunna" teriak Kai agak kencang membuat Sehun menoleh
"Apa?" Jawab Sehun malas
"Cepat ikuti Luhan, kau tahu si naga itu agak ekspresif belakangan ini, pastikan Luhan menolaknya tanpa mengganggu pertemuan mereka" kata Kai
Sehun menoleh Kyungsoo dan menunggu Kyungsoo melarangnya
"Pergilah, Luhannie pasti masih dibawah memesan taksi, bawa dia denganmu saat pulang nanti" kata Kyungsoo tersenyum
"Oh baiklah, aku pergi, titip anakku" teriak Sehun dan berlari keluar apartemen
"Dia bilang titip anakku?" Kekeh Kai
"Hey kau anakku juga kenapa harus dititipkan" kata Kai menciumi Sehan
"Eomma appa pelgi" tanya Sehan
"Mereka ada urusan sayang, Sehannie dengan Kai appa ya?" tanya Kai mencium bibir Sehan
"Neeeeeee appa" jawab Sehan yang sangat imut jika menurut.
"Baby, aku mulai menghkhwatirkan mereka lagi" gumam Kyungsoo
"Kali ini aku sangat yakin mereka akan bahagia baby, tenanglah" ucap Kai mencium Kyungsoo menenangkannya.
tbc again... :D
Maaf banget harusnya chap 14 di posting hari sabtu kemarin, tapi ffn lagi ga bisa diakses sama sekali kemarin...
so, happy reading...review jangan lupa :D
chapter depan mungkin ending :)
waitmeee yaaachh...
