Our Tomorrow

Main Cast : Oh Sehun dan Xi Luhan and others

Genre : Romance, Family, Hurt

Rate : T-M

Length : Chapter

YAOI. Typo (s). M-preg.

HUNHAN STORY!

Kau menawarkan padaku "apapun dan berapapun". Bolehkah aku menolaknya dan meminta hatimu sebagai gantinya

-Luhan

Aku seperti bukan diriku jika berada disampingmu. Aku merasa jika tidak ada kau disekitarku aku akan secara otomatis mencarimu. Apakah aku benar telah jatuh hati padamu?

-Sehun


Luhan memasuki kafe tempat dimana Kris menunggunya dan lansung menemukan Kris yang melambai ke arahnya Luhan pun tersenyum dan langsung menghampirinya.

Tak lama Luhan sampai di Kafe, Sehun yang kini memakai topi dan kacamata hitam juga memasuki kafe tersebut dan duduk tidak jauh dari tempat Luhan dan Kris berada. Ia berharap bisa mencuri dengar apa yang dibicarakan keduanya.

"Hay Lu, baru dua minggu saja aku merasa sangat rindu padamu" kata Kris menggenggam tangan Luhan

Luhan hanya tersenyum menanggapi Kris

"Kenapa kau pulang lebih awal?" Tanya Luhan

"Aku, entahlah, aku punya firasat kalau tidak segera kembali aku akan kehilanganmu lagi" kata Kris was-was

"Kriss" lirih Luhan

"Dimana Sehan? Aku pikir kau membawanya" tanya Kris

"Ah dia pasti bersama Kai ya?" Tanya Kris lagi, Luhan yang memang sedang tidak fokus hanya bisa mengangguk pelan

"Jadi Lu, apa jawabanmu?" Tanya Kris langsung tanpa basa basi lagi.

Sehun yang samar-samar mendengarnya, juga was-was menunggu jawaban Luhan

"Kris" lirih Luhan

"Iya Lu, aku mendengarkan" kata Kris tersenyum

"Kris, Sehun sudah kembali" ucap Luhan bergetar

"B-bagaimana bisa? Lalu kau tidak mungkin bersamanya kan? Dia jelas-jelas meninggalkanmu dan Sehan Lu, berfikirlah, mungkin dia akan melakukan hal itu lagi kedepannya" kata Kris berusaha meyakinkan Luhan

Sehun yang mendengarnya hanya bisa mengepalkan tangannya menahan amarah. Ia harus menahan diri karena tidak mau bertindak gegabah.

"Kami bertemu dengannya saat mengantarmu ke bandara, Sehan yang menemukannya. Awalnya aku juga berfikir tidak akan kembali lagi padanya. Tapi Kris dia dan Minji sudah bercerai, aku tidak bisa menolak perasaanku lagi" lirih Luhan

"Lu, kau tidak bisa seperti ini padaku aku mohon, kau memberikannya kesempatan kedua. Tapi kau tidak memberiku kesempatan sama sekali" ucap Kris tak terima

"Biar aku bicara dengannya, dia harusnya mengerti kalau kau juga berhak bahagia, dimana dia tinggal?" Tanya Kris tak sabaran

"Kami bertiga sudah tinggal bersama di apartemen Sehun, dan aku bahagia bersamanya Kris, aku minta maaf padamu" ucap Luhan menyesal

"Harusnya malam itu aku tidak membiarkan kau berfikir, harusnya waktu itu aku menunggu langsung jawaban darimu, jika malam itu kau menjawab iya, kita pasti sudah bersama" teriak Kris frustasi

Luhan hanya bisa menunduk karena merasa bersalah

"Lu, apa kau mencintainya?" Tanya Kris yang sudah dikuasai amarah

"Jawab dan tatap aku" kata Kris menuntut

Luhan mendongak menatap Kris "aku mencintainya" jawab Luhan tegas

"Apa kau pernah mencintaiku?" Tanya Kris lagi

"Aku mencintaimu Kris seperti aku mencintai Kyungsoo, perasaan ini tidak akan berubah" ucap Luhan bergetar

Kris benar-benar kecewa sekarang, dia merasa patah hati untuk yang kedua kalinya dengan orang yang sama

"Kau tahu Lu kenapa aku pulang cepat?" Tanya Kris

"Karena aku sudah mengatakan pada orangtuaku akan menikah denganmu. Tapi aku rasa aku harus membawa kabar pahit ini pada mereka" kata Kris yang seluruh suaranya bergetar menahan amarah.

"Maafkan aku Kris" isak Luhan

"Baiklah, ini sudah terlalu jelas untukku. Aku pergi Lu, dan ini mungkin terakhir kalinya kita bertemu" ucap Kris berdiri dari kursinya dan meninggalkan Luhan

"Kau tahu Kris? Selamanya kau dan Kyungsoo adalah keluarga yang sangat aku cintai. Kalian adalah alasan kenapa aku mau menjalani hidup yang keras ini" ucap Luhan melihat Kris ingin meninggalkannya

"Dan kau tahu Lu? Ini adalah pertama kalinya aku menyesal kita dipertemukan sebagai keluarga. Aku mencintaimu dan itu begitu sulit untuk terwujud. Selamat tinggal Lu" lirih Kris meninggalkan Luhan

Sepeninggal Kris, Luhan hanya duduk dikursinya, ia tertunduk dan tak lama bahunya bergetar. Rasanya sulit untuk bernafas, karena baru saja ia kehilangan keluarganya. Orang yang sudah ia anggap sebagai hyungnya sendiri.

Sehun hanya memperhatikan kekasihnya dari tempat ia duduk sekarang, ia ingin sekali menghampiri Luhannya yang begitu sedih saat ini, tapi dia ingin memberikan waktu untuk Luhan agar bisa lebih tenang dengan sendirinya.

Luhan beranjak dari kursinya, ia menuju ke toilet, di toilet ia membasuh mukanya dengan kasar dan menatap wajahnya di cermin

Kau sudah kehilangan hyungmu, Lu, kau bahkan menyakitinya mahluk macam apa kau yang begitu egois dengan kebahagiaanmu sendiri gumam Luhan yang merasa jijik dengan dirinya

"H-hikssss, h-hiksss" isak Luhan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, ia tidak mempedulikan orang-orang yang sedang berada di toilet, ia merasa sangat sedih sekarang.

Luhan masih terisak sampai ada seseorang yang memeluknya erat. Luhan sangat tahu siapa orang ini yang pelukannya selalu membuat ia tenang.

"Sssttt babyku sudah jangan menangis, aku disini" kata Sehun yang akhirnya memutuskan untuk menenangkan kekasihnya

"Se-sehun" isak Luhan

"Iya sayang aku disini" kata Sehun mengecupi pucuk kepala Luhan

"Se-sehuuunniee" teriak Luhan semakin keras

"Ssstttt, tenang sayangkuuu, semua baik-baik saja" Sehun mengeratkan pelukannya pada Luhan dan mengusap punggung kekasihnya.

"A-aku sangat jahat" kata Luhan bergetarr

"Aku membuatnya meninggalkan aku dan Kyungsoo" kata Luhan semakin terpuruk

"Sssttt babyku, kau tidak jahat dan dia pasti tidak akan meninggalkan kau dan Kyungsoo aku yakin" ucap Sehun yang semakin memeluk kekasihnya erat

"H-hikssss" setelahnya hanya terdengar isakan Luhan di pelukan Sehun

"Sudah merasa baikan?" Tanya Sehun menghapus air mata Luhan dan mencium bibir Luhan sekilas

"Hmmmm" balas Luhan masih sedikit terisak

"Mau pulang sekarang?" Tanya Sehun

Luhan menggeleng, ia tidak bisa menemui anaknya dalam kondisi mata yang sangat sembab. Sehan selalu ikut menangis jika melihat Luhan sedih.

"Kau mau kemana?" Tanya Sehun memeluk Luhan

"Ke panti asuhan. Bolehkan?" Tanya Luhan dipelukan Sehun

"Kemanapun boleh sayang. Asal tidak pergi dariku" kata Sehun menciumi pipi Luhan

Sehun membawa Luhan keluar dari kafe dan menuju mobilnya ke tempat yang diinginkan Luhan.

..

..

..

Di perjalanan Sehun hanya menggenggam tangan Luhan yang masih terdiam, ia juga tidak tahu harus menghibur Luhan bagaimana lagi, mungkin dengan diam dan ada disamping Luhan sudah cukup untuk Luhan.

"Kita sampai sayang" kata Sehun mengecup tangan Luhan

Luhan tersenyum dan menatap Sehun

"Ini pertama kalinya aku kesini denganmu" kata Luhan

"Aku sudah pernah mengajak Sehan kemari" ucap Luhan lagi

"Benarrkah? Kalau begitu kita akan kesini bertiga lain kali" kata Sehun mengecup bibir Luhan

"Kita turun sekarang?" Tanya Sehun dan Luhan mengangguk

Sehun turun dan memutar untuk membukakan pintu untuk Luhan, ia menggenggam Luhan dan memasuki tempat kekasihnya dibesarkan.

"Luhannnieku, sudah lama sepertinya tidak kemari" teriak seorang wanita paruh baya yang biasa dipanggil Lee ahjumma oleh Luhan dan Kyungsoo

"Aku rindu padamu ahjumma jelek" kata Luhan menggoda

"Anak nakal, oia mana Sehan? Dan kau bersama dengan siapa?" Tanya Lee ahjumma memukul lengan Luhan

"Sehan dirumah dan ini..."

"Omo. Ini kan tuan Oh Sehun" kata ahjumma Lee yang menyadari kalau yang datang bersama Luhan adalahi Sehun karena Sehun membawakan sumbangan yang begitu besar beberapa tahun yang lalu

Luhan mengernyit karena ahjumma mengenali Sehun, dan tambah bingung karena Sehun hanya tersenyum dipaksakan.

"Ahjumma mengenal Sehun" tanya Luhan

"Tentu saja kenal sayang, karena tuan Oh ini sekarang panti asuhan bisa menambah ruangan dan mempunyai perpustakaan sendiri" cerita ahjumma Lee

"Dan kau darimana mengenalnya?" Tanya ahjumma pada Luhan

"Oh tentu saja aku mengenalnya, dia ayah Sehan ahjumma" kekeh Luhan

"Omo omo, pantas saja Sehan sangat tampan, ternyata ayahnya sangat tampan" teriak ahjumma Lee

"Tentu saja" gumam Sehun bangga

"Sehan tampan karena aku, bukan karenanya" kata Luhan mendelik ke Sehun

Sehun hanya bisa tertawa dan memeluk pinggang Luhan mencium keningnya.

"Aigoo kalian membuatku iri, yasudah Lu, ahjumma harus mengajar, kau ajak tuan tampan ini jalan-jalan ya" kata ahjumma Lee memeluk Luhan dan berpamitan

"Sehunna" panggi Luhan

"Hmm" jawab Sehun

"Apa aku terlihat seperti pemandu wisata?" Tanya Luhan heran karena ahjumma memintanya mengajak Sehun berjalan jalan

"Tidak, kau nampak seperti malaikat imut menggemaskan" kekeh Sehun mencium Luhan

"Terimakasih sayang" kata Luhan memeluk Sehun

"Eh? Kenapa?" Tanya Sehun

"Kau sudah begitu baik pada tempat ini, tempat ini berkali kali jauh lebih baik dan dapat disebut rumah sekarang" kata Luhan menyamankan posisinya di pelukan Sehun

"Aku harusnya yang berterimakasih pada tempat ini karena telah membesarkan orang yang kucintai dan ibu dari anakku" balas Sehun memeluk Luhan

"Lu" panggil Sehun masih memeluk Luhan

"Iya sayang" balas Luhan

"Ajak aku ketempat favoritmu disini" pinta Sehun

"Baiklah, ayo berkeliling" kata Luhan bersemangat

Sehun hanya tersenyum melihat Luhan yang sepertinya sudah lebih baik sekarang

"Dulu ini kamarku dan Kyungsoo, ada foto kami dimana mana, tapi ahjumma Lee melepasnya saat kami berdua keluar dari panti" kata Luhan menjelaskan pada Sehun

Luhan sudah akan mengajak Sehun berjalan lagi, namun Sehun menahan tangannya, mendekati Luhan hendak bertanya

"Kalian keluar darisini pada usia berapa?" Tanya Sehun

"Ummm, 18 tahun sayang, kenapa?" Jawab Luhan

"Harus pada usia 18 tahun?" Tanya Sehun

"Oh itu, kami semua tidak diijinkan keluar dari sini sebelum usia kami 18 tahun, kami boleh meninggalkan tempat ini jika ada pasangan yang berbaik hati mau mengadopsi kami, tapi sayangnya pasangan baik hati itu tidak ada untukku dan Kyungsoo" kata Luhan tersenyum pahit

"Maksudmu Lu?" Tanya Sehun heran

"Kami ini sepaket, jika ada yang mengadopsi Kyungsoo dia juga harus mengadopsiku, sebaliknya begitu, jika mereka keberatan kami akan menolak dengan cara menjadi sangat nakal dan dihukum bersama" cerita Luhan mengenang pengalamannya bersama Kyungienya

"Kau dan Kyungsoo berbeda dua tahun bukan? Lalu kau tinggal dimana setelah itu?" Tanya Sehun yang baru menyadari hal ini

"Aku menunggu Kyungsoo dimana mana, aku tidak punya tempat tinggal saat itu, aku bekerja ditempat yang memperbolehkan aku menginap. Selama dua tahun sambil menunggu Kyungsoo aku mengumpulkan uang dan berhasil menyewa flat yang sangat kecil tapi cukup untuk berdua" cerita Luhan

Sehun miris mendengar perjuangan Luhan, ia sangat bangga pada kekasihnya yang begitu kuat dan sabar hanya karena ingin membahagiakan Kyungsoo, adiknya yang ditemui di panti asuhan

"Kau tahu? Pada usia itu aku sedang nakal-nakalnya. Aku mabuk-mabukkan, bermain wanita. Jika tahu kau adalah hal penting yang harus aku cari, aku akan langsung mencarimu dan membuatmu bersamaku saat itu juga" kata Sehun memeluk erat Luhan

"Kau harus bahagia mulai dari sekarang sayang, semua hari buruk yang kau lalui telah berakhir, aku yang bertanggung jawab atas kebahagianmu saat ini" lirih Sehun memeluk Luhan semakin erat

Luhan tersenyum mendengarnya "Aku sudah sangat bahagia ketika pertama kali bertemu denganmu" kata Luhan dalam pelukan Sehun

"Dan aku ragu kau akan menyukaiku jika kita bertemu lebih awal" kata Luhan melepas pelukannya dari Sehun

"Kenapa?" Tanya Sehun bingung

"Aku juga agak "nakal" saat itu" goda Luhan tertawa meninggalkan Sehun yang sepertinya kesal dengan pernyataan Luhan

"Yak rusa jelek! Nakal bagaimana maksudmu" tanya Sehun mengejar Luhan

Luhan berhenti tepat didepan Sehun membuat Sehun terkejut dan hampir jatuh menabraknya

"Jadi nakal bagaimana maksudmu?" Tanya Sehun

"Kau tertipu. Malaikat sepertiku mana mungkin nakal" kata Luhan memuji dirinya sendiri dan mengerling pada Sehun membuat Sehun sangat gemas

"Jangan menggodaku lagi. Kau tahu kan aku suka tidak bisa menahan diri" Sehun menggoda Luhan yang sudah merona sekarang

Luhan mengajak Sehun berkeliling dan menunjukkan tempat favoritnya bersama Kyungsoo dan Kris tentunya.

Sampai akhirnya mereka berdua lelah dan duduk di taman belakang panti asuhan. Luhan menyenderkan kepalanya di bahu Sehun dan Sehun dengan senang hati memeluknya.

"Sudah merasa lebih baik?" Tanya Sehun mengelus punggung Luhan

"Sangat, terimakasih sudah datang Sehun" ucap Luhan dipelukan Sehun

"Ngomong-ngomong kenapa kau bisa ada disana" tanya Luhan yang baru menyadari keberadaan Sehun yang tiba-tiba, ia menusuk nusuk pipi Sehun sekarang

Sehun hanya menyengir polos dengan pertanyaan Luhan

"Kau mengikutiku ya?" Tanya Luhan yang sekarang mencubiti pipi Sehun

"Tidak aku tidak mengikutimu" jawab Sehun

"Lalu?" Tanya Luhan curiga

"Aku takut kau berubah pikiran, makanya aku ada disana" kata Sehun menjawab dengan cepat kemudian mencium Luhan dan membawanya ke pelukannya

Luhan hanya tersenyum mendengar penuturan Sehun

"Bodoh" gumam Luhan bermain di kaos Sehun

"Mana mungkin aku berubah pikiran. Kau satu-satunya didunia yang ingin aku miliki secara egois. Aku tidak akan berubah pikiran" kata Luhan mengeratkan pelukannya pada Sehun

"Terimakasih sayang, aku mencintaimu" ucap Sehun mengecupi pucuk kepala Luhan

"Aku juga mencintaimu" balas Luhan tersenyum

..

..

..

"Kita langsung pulang sayang?" Tanya Sehun pada Luhan, mereka baru saja selesai makan malam bersama dan hendak pulang ke apartemen

"Hmm, aku rindu Sehan sayang" jawab Luhan tersenyum

"Kau yakin ingin Sehan bersama kita malam ini? Kita bisa menitipkannya pada Kai dan Kyungsoo jika kau mau" kata Sehun

"Tidak, aku ingin tidur dengan Sehan" ucap Luhan tersenyum

"Padahal aku tidak keberatan mengurus bayi besarku semalaman ini" kata Sehun menggoda Luhan

"Kau bukan mengurusku tapi mengerjaiku" protes Luhan membuat Sehun tertawa

"Kau begitu menggemaskan Lu" ucap Sehun mencubit pipi Luhan. Membuat Luhan tertawa karenanya

Mereka sampai di apartemen dan sedang berjalan menuju ke lift. Sampai Sehan memanggil mereka, tampaknya Kai dan Kyungsoo baru saja mengajak anaknya keluar

"Appaa eomma" teriak Sehan melambai di gendongan Kai melihat orangtuanya di lift

"Hay sayang" kata Luhan mengambil Sehan dari gendongan Kai

"Kalian sudah kembali?" Tanya Kai

"Hmmm.. Kalian darimana" tanya Sehun mengusap rambut Sehan

"Kami habis makan malam, kalian sudah makan" tanya Kyungsoo menghampiri Luhan

"Kami sudah makan malam Kyung" jawab Luhan

"Lu bagaimana?" Tanya Kyungsoo pada Luhan

"Sehan, ayo appa gendong eomma lelah nak" kata Sehun membujuk anaknya, Sehan dengan senang hati menerima tawaran ayahnya

"Begitulah, dia mengucapkan selamat tinggal padaku" lirih Luhan memeluk Kyungsoo.

"Dia akan kembali untuk kita, jangan khawatir Lu" kata Kyungsoo menenangkan Luhan

Mereka semua memasuki lift dan memencet tombol apartement masing-masing. Tidak ada yang bicara kecuali Sehan yang sesekali mengoceh pada Sehun dan Kai

"Hey jangan sedih lagi, Sehan mulai memperhatikanmu" bisik Kyungsoo masih memeluk Luhan yang bersandar di bahunya

Luhan sekilas melihat putranya dan membuat wajah yang lucu sehingga anaknya tertawa, ia tidak ingin membuat Sehan khawatir

"Kyungie, katakan padaku semua akan baik-baik saja" kata Luhan memeluk Kyungsoo erat

"Semua akan baik-baik saja Luhannie sayang" balas Kyungsoo mengelus punggung Luhan

Disaat tertentu Kyungsoo bisa menjadi apa saja untuk menenangkan Luhan. Bisa menjadi ayah yang bijaksana, ibu yang cerewet, kakak yang perhatian bahkan adik yang manja untuk Luhan. Dia bisa menjadi apa saja untuk Luhannya

"Aku sayang padamu, aku tidak mau kehilanganmu" gumam Luhan

"Kau tidak akan kehilangan aku, dan aku lebih menyayangi Luhannieku" kata Kyungsoo memeluk Luhan erat

Ting!

"Aku pergi dulu, jangan terlalu banyak berfikir ya" ucap Kyungsoo mencium pipi Luhan dan Sehan kemudian bergegas keluar lift

"Kami pamit, sampai besok" ucap Kai menggenggam Kyungsoo dan melambai pada keluarga Sehun

"Dah Kai appa, Kyung eomma" gumam Sehan melambai pada Kai dan Kyungsoo sebelum pintu menutup

"Kemari" kata Sehun yang sekarang merangkul Luhan

Luhan tentu saja langsung beringsut ke pelukan Sehun yang sedang mennggendong Sehan

"Sehannie" panggil Luhan

"Eommaa" jawab Sehan

"Appa milik eomma" kata Luhan yang menjadi suka menggoda anaknya

"Andwaeeee!" kata Sehan yang memeluk Sehun dengan eratnya

"Kalian milikku" kekeh Sehun mencium anak dan kekasihnya yang begitu manja

..

..

..

Mereka sudah masuk kedalam apartemen, Sehan menolak tidur dikamarnya, ia terus meminta tidur dikamar Sehun dan Luhan

"Baiklah jagoan, kita tidur bersama malam ini, hanya malam ini kau tidak boleh merusak rencana appa memberikanmu adik" bisik Sehun pada Sehan

"Sehunnie ya Tuhan, dia akan terus memintamu setelah ini" kesal Luhan mendengar Sehun bicara yang tidak-tidak pada Sehan

"Aku tinggal memintanya padamu" jawab Sehun yang langsung berlari kekamar membawa Sehan meninggalkan Luhan yang siap meledak.

"Dasar pervert" gumam Luhan tertawa

Sehun dan Sehan sudah berbaring di ranjang menunggu Luhan yang sedang mencuci muka dan berganti piyama.

"Eomma" teriak Sehun dan Sehan bersamaan melihat Luhan masuk kedalam kamar dan membawa susu untuk Sehan

"Sehannie, eommamu cantik dan dia terlihat seksi" bisik Sehun dan Sehan mengangguk seolah mengerti apa yang dikatakan ayahnya

"Sehun jangan membisikan yang tidak-tidak pada anakmu" geram Luhan melihat kedua pria di ranjangnya terkikik geli

"Dan kenapa kalian ribut sekali, ini sudah malam" kata Luhan menghampiri Sehan dan memberikan susunya

Sehan langsung mengambil botol susunya dan meminumnya dengan lahap, dan tak lama kemudian Sehan tertidur karena sudah merasa kenyang dan nyaman

Sehun memeluk Luhan dari belakang memperhatikan putra mereka yang terus tumbuh semakin sehat dan besar.

"Terimakasih untuk anak yang begitu pintar dan lucu ini Lu" kata Sehun mengecup pipi Luhan dari belakang

"Hmmm, aku juga berterimakasih karena kita bersama melihatnya tumbuh" kata Luhan mengeratkan lengan Sehun di pelukannya.

"Lu" panggil Sehun

"Hmm" jawab Luhan

"Susuku mana?" Goda Sehun yang sudah meraba perut Luhan

"Yak! Oh Sehun tidak ada jatah malam ini, kau tidur disebelah kanan Sehan dan aku sebelah kirinya, jika kau menyentuhku aku akan teriak" ancam Luhan yang sudah bergedik ngeri karena melihat Sehun yang sudah tidak bisa menahan diri

"Baiklah-baiklah aku bisa menahan diri malam ini, tapi hanya malam ini" kata Sehun meraba pipi Luhan yang sudah berpindah kesebelah kiri Sehan

"Pervert" sindir Luhan dan tak lama tertawa melihat Sehun yang begitu lucu karena terus memanyunkan bibirnya

"Sudah aku mau tidur, aku tidak tahan jika kau terus menggodaku" kata Sehun memeluk Sehan erat

"Siapa yang menggodamu" bantah Luhan

"Jangan memeluknya terlalu erat nanti dia kesulitan nafas" protes Luhan mengangkat lengan Sehun yang menindih dada anaknya

"Baiklah" kata Sehun kesal dan membalikkan tubuhnya ke arah dinding kamarnya, dia tidak mau melihat Luhan karena takut tergoda

"Aigooo apa kau sedang ngambek?" Tanya Luhan menusuk nusuk punggung Sehun

"Tidak" jawab Sehun ketus. Luhan terkekeh melihat kelakuan Sehun

"Sehun" panggil Luhan

Tidak ada jawban

"Sehunna" rengek Luhan

"Hmm" jawab Sehun

"Aku mau bicara" kata Luhan

"Bicara saja" jawab Sehun

"Lihat aku" protes Luhan

Sehun membalikan badanya dan melihat Luhan

"Apa sayang?" Kata Sehun melunak

"Kau tahu kenapa Sehan mengenalimu?" Tanya Luhan

"Itu karena setiap malam aku menunjukkan foto ini padanya, aku selalu mengatakan padanya Sehannie ini Sehun appa ayahmu, suatu saat dia akan kembali pada kita dan tidur diranjang yang sama dengan kita, kau harus percaya itu" cerita Luhan menunjukkan foto Sehun yang nampak sudah lusuh karena setiap hari ia perlihatkan pada Sehan

"Dan malam ini kita tidur bertiga di ranjang yang sama, Tuhan sangat baik padaku" kata Luhan tersenyum mengelus surai anaknya

Sehun terdiam memperhatikan Luhan, dia sangat berterimakasih pada Luhan karena selama ini berusaha agar Sehan mengenalinya walaupun mereka tidak pernah bertemu

"Aku mencintaimu" ucap Sehun membuat Luhan melihat padanya

"Aku sangat mencintaimu, terimakasih untuk semuanya Lu, terimakasih sudah datang ke hidupku, terimakasih untuk anak kita dan terimakasih untuk cintamu padaku. Aku tidak bisa apa-apa tanpa kalian." Kata Sehun membelai surai Luhan

"Aku juga mencintaimu, terimakasih sudah kembali kepadaku sayang, aku sangat mencintaimu" balas Luhan mengecupi tangan Sehun yang membelainya

"Kita akan hidup bahagia mulai sekarang" kata Sehun mengecup bibir dan kening Luhan

"Kita akan bahagia" kata Luhan mengulangi perkataan Sehun

"Sekarang kau tidur ya, kau harus istirahat" kata Sehun yang mencium kening Luhan

"Kau juga sayang" kata Luhan dan memposisikan dirinya untuk segera terlelap

Sehun memperhatikan putranya dan kekasihnya yang sudah tidur, ia merasa bersyukur karena keluarga kecilnya dapat berkumpul dan bersama sama mulai sekarang,

Sehun sekali lagi mengecupi Sehan dan Luhan lalu ikut tertidur memeluk keduanya.

..

..

..

Hari sabtu tiba ini adalah hari dimana Sehun, Luhan, Kai dan Kyungsoo beserta Sehan akan mengunjungi rumah orang tua Sehun.

Kai memarkirkan mobilnya didepan mobil Sehun. Ia dan Kyungsoo sudah menunggu lama tetapi baik Sehun maupun Luhan tidak ada yang keluar dari mobil mereka. Membuat Kai dan Kyungsoo memutuskan menghampiri mereka

Kai mengetuk pintu kaca mobil Sehun dan Sehun membukanya

"Kenapa lama sekali?" Tanya Kai

"Sehun jadi menyebalkan Kai, dia tidak mau keluar" kesal Luhan

"Oh ayolah, kau bahkan pernah dipukuli orangtuamu, kau akan merindukannya" goda Kai membuat Kyungsoo memukulnya pelan dan Luhan memelototinya.

"Sehannie ayo ikut appa" kata Kai yang melihat Sehan sudah bosan di mobil

Sehan melonjak kegirangan di pangkuan Luhan karena tawaran Kai

Kai memutar ke arah tempat duduk Luhan dan membuka pintu mobilnya

"Kau urus bayi besarmu, kami masuk duluan" kata Kai menggendong Sehan dan membawa Kyungsoo masuk ke rumah orang tua Sehun terlebih dulu

"Baby apa tidak apa-apa?" Tanya Kyungsoo ragu

"Jika tidak begini Sehun tidak akan keluar baby, percaya padaku" kata Kai meyakinkan dan menggenggam tangan Kyungsoo

Ting Tong!

Kai memencet bel menunggu pintu terbuka

Cklek!

"Aigooo cucuku yang tampan sudah datang" sambut nyonya Oh yang tampaknya berlari untuk membukakan pintu

"Halmonyii"teriak Sehan senang melihat neneknya lagi

"Halmoni disini sayangg" kata nyonya Oh mengambil Sehan dari pelukan Kai dan menciumi Sehan

"Yeobo mereka sudah datang" teriak nyonya Oh dan tak lama tuan Oh muncul dari belakang dan langsung senang melihat Sehan dipelukan istrinya

"Halabojiii" teriak Sehan lagi melihat kakeknya

"Sehannie" balas tuan Oh menngambil Sehan dari gendongan istrinya dan menciumi pipi Sehan

"Eomma" sapa Kyungsoo sopan

"Halo Kyungie sayang" sapa nyonya Oh mencium pipi Kyungsoo dan Kai bergantian

"Dimana Luhan?" Tanya tuan Oh tidak mendapati Luhan

"Sedang mengurus bayi besar" kekeh Kai

"Aku disini" kata Luhan yang muncul dari belakang Kai

"Baiklah sudah lengkap ayo masuk kalian semua" ajak nyonya Oh hendak menutup pintu kemudian memekik melihat siapa yang digandeng Luhan.

"S-Sehun, anakku" pekik nyonya Oh dan menghambur memeluk Sehun dia begitu rindu pada anak tunggalnya yang sudah tidak ia lihat selama dua tahun ini

Tuan Oh yang awalnya sudah berjalan menuju ruang makan menghentikan langkahnya, mukanya menegang penuh amarah, ia menyerahkan Sehan pada Kyungsoo dan menghampiri istrinya

"Anak kita sudah mati, ayo masuk" desis tuan Oh menarik istrinya yang sedang memeluk Sehun

"Appa, jangan begini dia Sehun anak yang kau rindukan" kata Luhan yang sudah berdiri didepan Sehun, ia takut tuan Oh akan memukul Sehun seperti dulu

"Aku tidak pernah merindukannya" kata tuan Oh tajam dan sangat tidak menyukai kehadiran Sehun

"Yeobo, dia Sehun, Sehunku jangan seperti ini" isak nyonya Oh karena suaminya menariknya melarang untuk memeluk Sehun

"Diam dan cepat masuk" kata tuan Oh yang juga menarik Luhan

"Appa Shireoo" teriak Luhan karena tuan Oh juga menariknya dari pelukan Sehun

"H-hikkss Ap-Appaaaaa" kali ini Sehan yang menangis ia meronta dari pelukan Kyungsoo dan berlari ke arah Sehun memeluk kaki Sehun memintanya agar menggendongnya

"Appaa appaa" tangisan Sehan semakin keras

"Hey jagoan kenapa menangis?" Kata Sehun membawa Sehan kedalam pelukannya, ia sedari tadi hanya berdiam diri karena ayahnya yang begitu membencinya.

Sehan berhenti menangis dan memeluk Sehun erat, Luhan yang merasa pegangan di lengannya mengendur juga berlari ke arah Sehun memeluknya.

"Sayang, kau tidak apa-apa kan?" Isak Luhan mengelus dada Sehun seolah ingin menghilangkan rasa sakit Sehun karena sikap ayahnya.

"Tidak apa sayang" lirih Sehun

"Kau lihat yeobo? Disana anak dan cucu kita memeluk Sehunku, kau mau mengusir mereka semua. Kau merusak acaraku" kesal nyonya Oh memukuli suaminya

"Appa, ijinkan aku masuk" Sehun memberanikan berbicara pada ayahnya masih memeluk Luhan dan menggendong Sehan yang mencengkram kuat leher Sehun

Untuk sesaat kedua ayah dan anak ini saling menatap dan banyak arti dari tatapan keduanya.

"Masuklah, kita bicara setelah ini" desis tuan Oh membawa istrinya kedalam dan menenangkan istrinya.

"Terimakasih" ucap Sehun tersenyum pahit

"Ayo kita masuk Lu" ajak Sehun pada Luhan

"A-apa kau yakin, kita bisa pergi kalau kau mau, aku tidak akan memaksa lagi, aku takut appa memukulmu" isak Luhan dalam pelukan Sehun

"Aku sangat merindukan mereka, tidak apa sayang" kata Sehun meyakinkan dan menggenggam Luhan masuk kedalam rumah

Sehun menghampiri Kai dan Kyungsoo yang menjadi sangat diam karena sikap ayahnya.

"Ayo masuk" kata Sehun kepada Kai dan Kyungsoo, keduanya hanya mengangguk dan mengikuti Sehun.

Mereka menghabiskan makanan dengan sangat diam tidak ada percakapan berarti. Untuk alasan tertentu Sehan menjadi sangat manja pada ayahnya, ia hanya ingin makan dipangkuan Sehun. Mungkin Sehan mengerti jika tidak seperti itu kakeknya akan mengusir ayahnya.

Nyonya Oh akan sangat senang jika bertemu pandang dengan Sehun yang sedang menyuapi Sehan, dia senang akhirnya cucunya dapat bermanja manja dengan ayahnya.

Tuan Oh untuk sesekali melihat ke arah Sehun ada pandangan yang melembut dari lelaki setengah baya keras kepala ini ketika melihat anak tunggalnya sangat bertanggung jawab atas putra kecilnya.

Mereka sudah selesai makan, semuanya masih sibuk dengan pikiran masing-masing tidak ada yang bergerak dari meja makan.

"Aku ingin bicara dengan Sehun" kata tuan Oh

Semua menegang karena ucapan kepala keluarga ini.

"Aku ikut" jawab nyonya Oh cepat karena takut suaminya akan berbuat sesuatu yang menyebalkan pada putranya.

"Aku juga" kata Luhan yang secara otomatis menggenggam tangan Sehun.

"Hanya berdua" tegas tuan Oh

"Kau kutunggu diruang kerjaku, dan yang lain tunggu di ruang keluarga" perintah tuan Oh yang meninggalkan meja makan

Sehun tersenyum melihat ayahnya yang sama sekali tak berubah, Sehun menyerahkan Sehan pada Luhan yang seluruh wajahnya dipenuhi kekhawatiran.

"Aku akan baik-baik saja sayang" kata Sehun mencium kening Luhan dan berdiri dari kursinya. Sehun melihat ibunya yang sama dengan Luhan penuh kecemasan, dia tersenyum dan memberikan tatapan aku baik-baik saja.

"Appa" panggil Sehan

"Appa kesana sebentar ya sayang, bermainlah dengan Kai appa dulu" kata Sehun mencium anaknya dan menyusul tuan Oh keruang kerjanya.

Tok Tok!

"Masuk" jawab tuan Oh

Sehun masuk keruangan ayahnya dan berdiri

"Duduk" kata tuan Oh lagi

Tuan Oh masih sibuk dengan kertasnya, ia belum memulai pembicaraan dengan Sehun selama beberapa menit.

"Jadi? Apa yang membuatmu kembali pada Luhan dan anaknya? Aku pikir kau akan berniat menjauhi mereka selamanya" tanya tuan Oh yang sarat dengan sindiran

"Awalnya seperti itu" jawab Sehun

"Aku tidak berniat kembali sama sekali, aku hanya akan menyelesaikan pekerjaanku dan kembali ke Jepang, aku bisa berada disini dan bicara empat mata denganmu semua diluar perkiraanku" kata Sehun dengan tenang

"KAU!" Geram tuan Oh

"Lalu kenapa kau kembali?" Desis tuan Oh

"Itu karena anakku, dia menemukanku dan tak lama setelah itu Luhan datang dan memaafkan aku, jadi aku merasa harapanku masih ada untuk bersama mereka" jawab Sehun tersenyum menatap ayahnya

"Appa, maafkan aku bertindak pengecut dan melarikan diri, jika aku tidak melakukan itu mereka yang akan pergi dari hidupku, ak-aku tidak bisa" kata Sehun tertunduk

Tuan Oh terdiam dan memperhatikan putranya, bohong jika ia tidak merindukan putra tunggalnya, satu-satunya darah dagingnya. Ia hanya ingin putranya bertanggung jawab terhadap keluarga kecilnya dan sepertinya Sehun memang sudah sepenuhnya akan kembali pada mereka.

"Appa yang meminta maaf padamu nak" kata tuan Oh yang sudah sangat berbeda dari yang tadi.

Sehun melihat ayahnya dan menemukan ayahnya yang sedang berkaca-kaca penuh penyesalan.

"Appa pikir kau ingin membalas semua yang appa lakukan padamu sewaktu kecil. Appa tidak memberikan perhatian yang cukup untukmu, Appa tidak memberikan kasih sayang yang cukup untukmu, Appa kerap kali lupa hari ulang tahunmu, dan yang membuatku menyesal adalah seketika kau telah tumbuh menjadi dewasa dan bersikap dingin padaku" ucap tuan Oh sangat menyesal

"Appa minta maaf nak, Appa mohon jangan melakukan hal yang sama pada Sehan. Cintai dan sayangi anakmu, appa mohon" isak tuan Oh

Sehun melihat ayahnya dengan perasaan bersalah, semua sikapnya selama ini telah membuat trauma pada pria yang dulunya sangat gagah namun sekarang terlihat rapuh ini

"Appa jangan begini, maafkan aku, maafkan sikapku appa" kata Sehun memeluk ayahnya, ia merasa bersalah melihat ayahnya seperti ini

"Aku menyayangimu dan eomma. Dan tidak pernah sedikitpun aku membenci kalian, aku minta maaf karena sikapku menyakiti kalian berdua" kata Sehun dengan suara tertahannya

Ayah dan anak ini saling memeluk dan memaafkan keduanya begitu lega karena sekarang semua sudah baik-baik saja.

"Kalian jangan menguping diluar, masuklah" kata tuan Oh menyadari istri, anak dan cucunya sedang mencuri dengar percakapannya dengan Sehun

Nyonya Oh yang pertama kali keluar dari acara menguping mereka, ia sangat bahagia menghambur memeluk suami dan anaknya.

"Oh Tuhan terimakasih keluarga kecilku kembali harmonis" kata nyonya Oh terisak dipelukan Sehun dan suaminya.

Sehan ikut berlari ke arah ayahnya, Sehun seperti magnet untuk Sehan, dimana Sehan melihat Sehun disitu jugalah Sehan akan menghampiri ayahnya dan memintanya memeluknya.

"Appa" panggil Sehan minta digendong Sehun

"Putraku, anakku sayang" kata Sehun menggendong Sehan dan menciumi Sehan

Nyonya dan Tuan Oh kembali memeluk putra dan cucunya dengan bahagia. Kebahagiaan terlihat sangat jelas dikeluarga Oh ini.

Luhan, Kai dan Kyungsoo yang melihatnya ikut tersenyum bahagia dan haru. Luhan berada ditengah-tengah Kai dan Kyungsoo yang merangkulnya.

"Lu, itu keluargamu, keluargamu yang bahagia karena dirimu" bisik Kai pada Luhan

Luhan memandang Kai dan tersenyum padanya "aku sangat bahagia melihat mereka" kata Luhan

"Luhannie, sepertinya sangat bahagia ya memiliki keluarga" kata Kyungsoo merasa Sehun sangat beruntung

"Kau harusnya bersyukur karena ada aku" goda Luhan mencium pipi Kyungsoo

"Aku sangat sangat bersyukur karena ada dirimu" balas Kyungsoo memeluk Luhan

"Ayo kita tunggu diruang keluarga saja, jangan merusak momen indah ini dengan kehadiran kita" kekeh Luhan mengajak Kai dan Kyungsoo

Keduanya pun setuju dan mereka berbalik melangkah pergi.

"Luhan" panggil tuan Oh yang melihat Luhan akan pergi

"iya Appa" jawab Luhan menoleh ke tuan Oh

"Kemarilah nak" kata tuan Oh tersenyum

"A-aku?" Tanya Luhan gugup

"Hmm tentu saja nak" nyonya Oh yang sekarang berbicara

"Tidak perlu aku menunggu di ruang keluarga saja dengan Kai dan Kyungsoo" kata Luhan cepat, ia takut mengganggu kebahagiaan keluarga Oh

"Sayang" Sehun yang memanggilnya, meyakinkan Luhan bahwa Luhan adalah bagian dari keluarga ini juga

"Eomma" Sehan juga memanggilnya sekarang

"Pergilah, kau berhak berada disana Lu" bisik Kyungsoo yang meyakinkan Luhan yang tampak ragu

"Lu, kau akan merasa sangat bahagia setelah ini, kami menunggu diruang keluarga" kata Kai yang juga meyakinkan Luhan.

Luhan tersenyum kepada keduanya, dan melangkah ragu ke arah keluarga Sehun yang sedang berbahagia. Ia perlahan berjalan mendekati tempat mereka berada dan tak lama lengan Sehun meraihnya mencium keningnya dan memeluknya.

"Terimakasih nak, terimakasih telah datang kekeluarga ini" tuan dan nyonya Oh juga memeluk Luhan sekarang.

Luhan tidak bisa berkata apa-apa dia hanya bisa menangis bahagia, dia tidak pernah membayangkan ini sebelumnya, menjadi bagian dari sebuah keluarga. Merasakan kehangatan cinta dari sebuah keluarga. Dia merasa sangat bahagia dan bersyukur.

Kyungsoo menatapnya haru, ia bisa merasakan yang sekarang Luhan rasakan. Betapa hangatnya pelukan dari sebuah keluarga yang tidak pernah mereka dapatkan sebelumnya.

"Baby, aku sangat bahagia" isak Kyungsoo dipelukan Kai

"Aku juga sangat bahagia baby" balas Kai memeluk Kyungsoo

..

..

..

Mereka semua sekarang berkumpul di ruang keluarga menikmati teh yang dibuatkan khusus oleh nyonya Oh

Sehan sedang berlari-lari menggoda kakek dan neneknya

Sehun dan Kai yang sedang memeluk Luhan dan Kyungsoo memperhatikan Sehan yang begitu aktif.

Suasana begitu sangat membahagiakan saat ini, ditambah kehadiran Sehan yang sangat lincah dan menggemaskan

"Kalian harus memberikan kami banyak cucu" kata nyonya Oh pada Luhan dan Kyungsoo

Keduanya hanya tersenyum gugup mendengar permintaan nyonya Oh

"Kau dengar kan?" Goda Kai

"Senang rasanya mendengar eomma meminta cucu" bisik Sehun pada Luhan

Baik Luhan maupun Kyungsoo hanya bisa mencubit kekasih mereka yang mulai bicara yang tidak-tidak

"Jadi kapan kalian akan menikah?" Tanya tuan Oh yang sedang memangku Sehan

Kini keempatnya terdiam mendengar pertanyaan tuan Oh

"Kalian tidak berencana akan tinggal bersama tanpa status apa-apa kan?" Tanya tuan Oh tak sabar

Keempatnya masih terdiam

"Luhannie, Kyungie, ini sebuah kerugian jika kalian hidup tanpa ikatan. Bisa aja kedua anak nakal ini meninggalkan kalian seenaknya." Sekarang nyonya Oh berbicara

"Lagipula aku sudah bosan jika teman-temanku bertanya mana menantuku. Aku mempunyai anak dan cucu tapi tidak ada menantu. Eomma tidak mau tahu kalian harus segera menikah" protes nyonya Oh

Sehan yang sedang dipangku kakeknya merasa lelah dan meminta turun dari pangkuan kakeknya. Ia berjalan menuju Luhan meminta Luhan untuk menggendongnya, membuatkan susunya dan segera tidur

"Eomma" Sehan merentangkan tangannya minta digendong

"Sehannie mengantuk?" Tanya Luhan dan Sehan mengangguk

"Baiklah kita tidur" kata Luhan membawa Sehan kedalam pelukannya

Kau memang malaikat eomma nak, gumam Luhan dalam hati, ia tidak bisa terlibat percakapan mematikan ini lebih lama lagi

"Eomma apppa, aku mengantar Sehan tidur terlebih dulu, aku kekamar ya" pamit Luhan dan segera terburu-buru pergi

"Se-sehun, aku, malam ini aku tidur dengan Luhan. Selamat malam eomma appa" kata Kyungsoo yang juga terburu-buru pergi.

"Apa kalian berdua juga mau pergi?" Sindir tuan Oh

"A-aniya aboji" jawab Sehun gugup

"Bertindaklah seperti lelaki. Kalian juga harus istirahat" kata tuan Oh menggandeng istrinya dan meninggalkan Sehun serta Kai yang seperti orang bodoh.

"Jika kalian tidak bertindak, eomma akan carikan Luhan dan Kyungsoo kekasih lain, percayalah itu akan sangat mudah. Mereka berdua sangat imut" goda nyonya Oh dan terkikik dipelukan suaminya.

"Itu tidak akan terjadi" gumam Sehun dan Kai bersamaan

Keduanya saling menatap mencari jawaban bagaimana tentang pernikahan. Saling meyakinkan diri mereka masing-masing Apa mereka akan baik-baik saja. Apa mereka bisa membahagiakan kekasih mereka

Untuk Kai ini akan menjadi pernikahan pertamanya, ia berfikir akan baik-baik saja jika sudah tinggal bersama Kyungsoo dan saling memiliki. Tapi dia tidak bisa membayangkan bagaimana jika nantinya kelak akan datang seseorang yang berani melamar Kyungsoo dan Kyungsoonya akan menerima orang itu sudah membuat Kai sakit kepala.

Sedangkan untuk Sehun, ini akan menjadi pernikahannya yang kedua. Ia takut jika ia menikahi Luhan, ia akan menyakiti Luhan seperti ia menyakiti Minji, tetapi ayahnya benar mereka tidak bisa terus bersama tanpa status mereka memiliki Sehan yang semakin tumbuh besar setiap hari, ia tidak mau membuat Sehan merasa tidak jelas akan statusnya. Lagipula mengingat Kris yang sangat ingin menikahi Luhan membuat Sehun berfikir ia harus segera bertindak.

Sehun dan Kai saling memandang dan keduanya tersenyum. Mereka sudah mengerti harus bagaimana dan melakukan apa.


ini masih tbc :D


next chap absolutely end :)

be patient please :)

Selamat membaca dan review yang bikin semangat semuanya "))

Terimakasihhhhh