Our Tomorrow
Main Cast : Oh Sehun dan Xi Luhan and others
Genre : Romance, Family, Hurt
Rate : T-M
Length : Chapter
YAOI. Typo (s). M-preg.
HUNHAN STORY!
Kau menawarkan padaku "apapun dan berapapun". Bolehkah aku menolaknya dan meminta hatimu sebagai gantinya
-Luhan
Aku seperti bukan diriku jika berada disampingmu. Aku merasa jika tidak ada kau disekitarku aku akan secara otomatis mencarimu. Apakah aku benar telah jatuh hati padamu?
-Sehun
Sehun dan Kai bersikap aneh semenjak pulang dari rumah orangtua Sehun. Keduanya seperti menghindar dari Luhan maupun Kyungsoo.
Hari ini sudah memasuki hari ketujuh kedua kekasih mereka baik Sehun maupun Kyungsoo menghindari mereka membuat Luhan dan Kyungsoo uring-uringan. Mereka bahkan tidak pernah makan siang bersama lagi.
Mereka tetap melakukan hal yang biasa mereka lakukan bersama. Seperti bermain dengan Sehan, makan malam dengan Sehan, mereka juga tidak melupakan memberikan ciuman pada Luhan dan Kyungsoo seperti biasa. Namun semuanya terasa hambar, karena mereka menolak bertatapan mata.
Ting Tong!
Ting Tong!
Ting Tong!
Kyungsoo memencet bel apartemen Luhan dengan tidak sabar
"Ayo buka Hyung" ucap Kyungsoo tak sabaran
Cklek!
"Hyunnnggggggg" rengek Kyungsoo memeluk Luhan membuat Luhan hampir terjungkal
"Kyungie kau kenapa?" Tanya Luhan khawatir
"Aku benar-benar sudah tidak tahan dengan Kai, bahkan hari ini dia tidak mau sarapan denganku" kesal Kyungsoo memeluk Luhan erat
"Sehun juga begitu" protes Luhan kesal
"Mwo? Sehun juga tidak sarapan?" Kata Kyungsoo yang semakin kesal
"Dia bahkan tidur dikamar Sehan semalam, padahal dia tahu aku paling tidak bisa tidur sendirian, aku pasti terbangun ditengah malam karena dingin. Bagaimana kalau aku membeku kedinginan" kata Luhan mendramatisir
"Baiklah Lu, aku tahu kita harus bagaimana?" Kata Kyungsoo tersenyum evil
"Eh Kyungie kita mau apa?" Tanya Luhan polos
"Aigoooo imut sekaliiii luluku" kata Kyungsoo gemas
"Pokoknya aku punya ide, hah hah hahaa" kata Kyungsoo tertawa menyeramkan menurut Luhan
"Lu, ayo kita sarapan diluar saja, aku lapar, Sehan dimana?" Tanya Kyungsoo
"Dikamarnya masih tidur Kyung" kata Luhan
"Oh baiklahhh, aku ke Sehan dulu" kata Kyungsoo berlari kekamar Sehan
"Jangan membuatnya bangun Kyung, Sehan sangat rewel tadi malam" teriak Luhan dari dapur
"Aku tidak membangunkannya hanya mengganggunya" balas Kyungsoo berteriak
Tak lama kemudian terdengar tangisan Sehan yang mungkin kesal karena tidurnya diganggu
"Kau harus bersabar memiliki orang tua yang hiperaktif nak" gumam Luhan tertawa didapur.
..
..
..
"Eommaaaa" tangis Sehan dipelukan Kyungsoo yang masih menggodanya
"Sebentar nak, eomma sedang membuatkanmu sarapan" balas Luhan
"Bagaimana ini nak, eomma mu tidak sayang Sehannie lagi" kata Kyungsoo menggoda Sehan membuat Sehan siap menangis lagi dan Luhan mendeliknya.
"Eommaaaaa" tangisan Sehan pecah, Luhan yang kesal pada Kyungsoo menghentikan kegiatannya dan menghampiri Sehan
"Apaaa sayang, aigoo anak eomma yang tampan tidak boleh menangis" kata Luhan mengambil Sehan dari pelukan Kyungsoo
"Kyungie eomma nakal ya?" Tanya Luhan, Sehan hanya mengangguk dan memeluk leher Luhan erat
"Baiklah kita kejar dan pukul Kyungie eomma" kata Luhan membawa Sehan berlari dan mengejar Kyungsoo yang pura-pura ketakutan membuat Sehan tertawa senang pagi ini
..
..
..
"Aaaaaa" Kyungsoo menyuapi Sehan setelah kejar-kejaran yang membuat mereka sangat lelah
Sehan yang memang sudah lapar kali ini tidak menolak disuapi Kyungsoo.
"Eomma aaaa" Sehan mengambil sepotong roti dan memberikannya untuk Kyungsoo
"Ammmmm" kata Kyungsoo menerima suapan dari Sehan membuat Sehan tertawa senang
"Aigooo anak eomma pintar sekali" kata Kyungsoo mengecupi pipi Sehan
Tak lama Luhan yang sudah berganti pakaian datang dan duduk disamping Kyungsoo
"Kau sudah siap?" Tanya Kyungsoo
"Kyungie kita mau kemana memangnya?" Tanya Luhan yang masih bingung
"Hanya ke kafe Lu, kita tidak bekerja hari ini, kita kedatangan tamu" kata Kyungsoo yang masih sibuk menyuapi Sehan
"Tamu?" Tanya Luhan lagi
"Nanti kau juga tahu, kita berangkat sebentar lagi" kata Kyungsoo yang lagi-lagi tertawa menakutkan menurut Luhan
"Eomma aaa" kini Sehan memberikan sepotong roti untuk Luhan
Luhan langsung memakan roti dari Sehan dan menciumi Sehan
"Anakku sangat menggemaskan" kata Luhan mencubiti pipi Sehan dan membawa Sehan kepelukannya
"Luluku lebih menggemaskan" kata Kyungsoo mencubit pipi Luhan
"Eommaa" kini Sehan yang mencubit pipi Luhan karena gemas melihat Luhan yang mungkin sangat lucu menurutnya.
..
..
..
"Lihat ini bahkan sudah lewat dari jam makan siang dan mereka lagi-lagi tidak datang" kata Luhan mengeluh memperhatikan pintu masuk kafe berharap Sehun muncul darisana
"Sudahlah Lu mereka pasti tidak akan datang. Ayo kita naik, tamu kita sudah datang" kata Kyungsoo yang sudah malas menunggu kedatangan dua pria bodoh itu.
"Eh? Mereka siapa? Kau daritadi tidak memberitahuku" protes Luhan
"Nanti kau juga tahu" Kyungsoo menarik Luhan menuju keatas
"Sehan bagaimana?" Tanya Luhan
"Sehan sedang tidur siang, lagipula ada Lay dan Xiumin" kata Kyungsoo menarik Luhan ke lantai dua
Lantai dua di Hansoo's kafe memang hanya digunakan jika ada yang menyewa untuk acara-acara tertentu seperti ulang tahu, meeting kantor atau acara keluarga lainnya, namun spesial untuk hari ini Kyungsoo menggunakannya untuk makan siang bersama dengan tamu spesialnya.
Luhan membuka pintu ke lantai dua dan mendapati seseorang yang sudah sangat lama tidak ia temui
"Hyunjung?" Tanya Luhan
"Hyung.. Luhan Hyungggg" kata Hyunjung berlari memeluk Luhan
"Sudah lama sekali rasanya hyung" katanya memeluk Luhan
"Hmmm, dan sekarang kau semakin berbeda" kata Luhan tersenyum pada Hyunjung
"Semakin apa hyung? Semakin tampan ya?" Goda Hyunjung
"Semakin bertambah tinggi aku rasa" goda Luhan
"Tentu saja hyung, ini sudah 3 tahun kita tidak bertemu. Ayo kesana" kata Hyunjung menggenggam tangan Luhan ke meja yang sudah disediakan
"Itu Jino?" Tanya Luhan melihat Kyungsoo yang juga sedang berpelukan dengan seseorang juga
"Hmm... Itu Jino. Kau ingat hyung?" Tanya Hyunjung
"Tentu saja, dia itu sangat menyukai Kyungsoo bagaimana aku lupa dengan hal konyol yang dibuatnya" kekeh Luhan
"Aku juga sangat menyukaimu hyung" kata Hyunjung membuat Luhan menjadi canggung
"Ah Lu, duduk sini" kata Kyungsoo mengajak Luhan duduk disampingnya dan Hyunjung duduk didepannya
"Kau terkejut kan?" Bisik Kyungsoo
"Kyungie, apa kita sedang main api ?" Bisik Luhan memberikan jawaban
"Kurang lebih begitu Lu" kekeh Kyungsoo
"Hay Luhan hyung kau juga semakin imut saja" sapa Jino
"Kau ini tidak berubah sama sekali Jino-ya" kata Luhan menjawab
"Tentu saja tidak. Tapi aku lebih tampan kan?" Tanya Jino percaya diri membuat Luhan dan Kyungsoo tertawa
"Sebentar lagi temanku akan naik ke atas membawakan menu, selagi menunggu mereka kita mengobrol saja" kata Kyungsoo di sela tawa mereka
"Asal bersamamu hyung, aku rela tidak makan dan hanya menatap wajah dan matamu yang bulat itu" kata Jino menggenggam tangan Kyungsoo
Kyungsoo hanya tersenyum dan membiarkan Jino memegang tangannya, mau bagaimanapun dulu Kyungsoo memang sedikit punya perasaan untuk Jino.
Luhan yang melihatnya hanya bergedik ngeri membayangkan Kai melihat Kyungsoo sedang digenggam oleh orang lain. Jika itu Sehun jangan ditanya bagaimana reaksinya, jangankan digenggam melihatnya mengobrol dengan pria lain saja sudah membuat Sehun sangat marah. Luhan menggelengkan kepalanya membuang jauh-jauh pikiran tentang Kai dan Sehun
"Hyung, kau baik-baik saja?" Tanya Hyunjung melihat Luhan panik
"Eh? Oh aku tidak apa, jangan khawatir" jawab Luhan tersenyum
"Jadi bagaimana kalian bisa bertemu dengan Kyungsoo?" Tanya Luhan
"Aku dalam perjalanan ke kafe dari panti asuhan dua hari yang lalu Lu. Lalu aku melihat mereka sedang memasuki mobil, aku memanggil mereka dan tak lama kami mengobrol. Lalu Hyunjung bilang ingin bertemu denganmu, yasudah akhirnya aku bilang akan kuusahakan. Tadi pagi aku baru menghubungi mereka dan keduanya langsung menjawab iya" jawab Kyungsoo yang tangannya masih digenggam Jino
"Oh begitu. Kalian masih berteman baik ya? Aku pikir kalian sudah bertengkar karena sering memperebutkan wanita" sindir Luhan menatap Hyunjung dan Jino bergantian
"Selera kami berbeda Hyung, seleraku pria manis dan baik sepertimu. Seleranya pria manis dan cerewet seperti Kyungsoo hyung. Kalau wanita hanya formalitas saja" kata Hyunjung memberanikan membelai pipi Luhan
Luhan sebenarnya ingin menolaknya, namun mengingat Hyunjung juga sering membelai pipinya jauh sebelum ia bertemu dengan Sehun maka Luhan membiarkannya.
Tak lama terdengar suara pintu terbuka dan langkah yang tergesa-gesa
"Mungkin itu temanku. Kita akan memesan makanan" kata Kyungsoo memandang Jino yang masih menggenggam tangannya dan Hyunjung yang masih membelai pipi Luhan. Mengaguminya.
Ke empatnya terlarut dalam kenangan yang pernah mereka lewati bersama. Masa-masa dimana baik Jino maupun Hyunjung berusaha mendapatkan Kyungsoo dan Luhan namun selalu berakhir dengan patah hati karena baik Kyungsoo maupun Luhan tidak pernah ada yang menerima mereka. Tapi mereka tidak pernah berhenti dan selalu semangat mengejar cinta mereka. Membuat Luhan dan Kyungsoo tersenyum mengingatnya.
..
..
..
Tak lama setelah suara pintu tertutup Luhan dan Kyungsoo merasakan cengkraman di bahu mereka. Menurut Luhan ini adalah cengkraman seseorang yang menahan amarahnya.
"Bisa berhenti membelai kekasihku seperti itu?" Desis sebuah suara yang Luhan kenali itu adalah suara kekasihnya.
"Dan bisa lepaskan genggamanmu dari kekasihku" suara yang satu lebih mengintimidasi dan menyeramkan menurut Luhan. Yang Luhan yakini itu adalah Kai
Luhan dan Kyungsoo menoleh kearah belakang mereka dan sangat terkejut mendapati Sehun dan Kai dengan wajah yang sangat marah.
"SEHUN/KAI" teriak Luhan dan Kyungsoo bersamaan
"Hey sayang, aku rasa acara mengobrolmu sudah selesai bisakah kita pergi darisini? Kalau tidak aku akan menghajar bocah didepanmu" bisik Sehun menakutkan pada Luhan
"Baby, acaramu sudah selesai ayo kita pergi dan bukankah ini bocah yang selalu mengejarmu? Aku sudah beritahu jangan temui dia lagi. Ayo turun atau dia akan kuhabisi" desis Kai pada Kyungsoo
"Yak! Kami bahkan belum makan" teriak Hyunjung
"Kalian tidak dapat membawa mereka" kini Jino yang berteriak
Membuat Sehun dan Kai melepaskan cengkraman mereka pada bahu Luhan dan Kyungsoo.
Luhan dan Kyungsoo tahu Sehun dan Kai tidak pernah main-main dengan ucapannya, mereka sepertinya sedang bersiap untuk menghajar Hyunjung dan Jino.
Keduanya langsung memeluk kekasih mereka menenangkan kekasih mereka agar tidak berbuat gila
"Ayo kita turun Sehunna, aku bersamamu, ayo turun" kata Luhan memeluk Sehun dengan erat menghentikan Sehun agar tidak menghajar Hyunjung
"Baby, ayo kita turun aku mohon jangan begini" Kyungsoo juga memeluk Kai erat agar tidak menghajar Jino.
Sehun dan Kai langsung menarik kekasih mereka dengan agak kasar. Baik Luhan maupun Kyungsoo hanya memberikan tatapan menyesal pada Hyunjung dan Jino
..
..
..
Sehun dan Kai benar-benar marah sepertinya cengkraman mereka sangat kuat dan agak menyakitkan, mereka terus membawa turun keduanya mencari ruangan kosong.
Lay dan Xiumin yang sedang berjaga memandang takut pada kekasih Luhan dan Kyungsoo yang tampak sangat marah
"Lay jaga anakku sebentar" kata Sehun pada Lay dan Lay hanya mengannguk
Sehun membawa Luhan ke ruangan yang kosong di kafe itu lalu membanting pintu dengan keras.
Tak lama Kai yang juga menarik Kyungsoo masuk kedalam ruangan itu dan juga membanting pintu dengan keras
Luhan dan Kyungsoo sama-sama mengernyit sakit karena pergelangan tangan mereka dicengkram sangat kuat membuatnya merah.
Kai yang paling tidak bisa menahan amarahnya. Ini adalah pertama kalinya untuk Luhan melihat Kai seperti seseorang yang akan membunuh.
Sehun hanya bersender di dinding melipat kedua tangannya dan menatap Luhan dengan tatapan yang tak kalah membunuhnya seperti Kai.
"Jadi apa itu? Kenapa kalian bersama bocah itu?" Teriak Kai
"Apa kau harus berteriak?" Balas Kyungsoo tak kalah emosinya
"Menurutmu aku harus bagaimana? Menghajar mereka didepan kalian sampai mereka mati dan membuat kalian menagisi mereka?" Teriak Kai masih sangat emosi
"Jangan salahkan kami. Kalian yang menghilang dari kami, kalian yang menjauhi kami, seminggu ini kalian sangat berubah, kita bahkan tidak makan siang bersama lagi" kata Kyungsoo terisak menatap Kai
"JIKA KALIAN TIDAK MAU MENIKAHI KAMI TIDAK APA-APA. TAPI KAMI MOHON JANGAN MERUBAH SIKAP KALIAN PADA KAMI. JANGAN TINGGALKAN KAMI" teriak Kyungsoo emosi
Tatapan Sehun dan Kai kini menjadi tatapan merasa bersalah, mereka tidak pernah menyangka kalau sikap mereka membuat kekasih mereka sangat tertekan.
"Aku membencimu Kai" kata Kyungsoo berlari keluar melewati Kai dan membanting pintunya dengan keras.
Kai yang baru menyadari hal ini langsung tersadar dan merasa sangat bersalah pada Kyungsoo
"Oh tidak" gumam Kai yang langsung mengejar Kyungsoo
Sehun dan Luhan kini tinggal berdua. Luhan masih duduk dan hanya menundukkan kepalanya sedari tadi, ia tidak berani menatap Sehun yang menurutnya masih marah.
Sehun yang masih bersandar di dinding menatap kekasihnya dengan perasaan bersalah. Setelah dipikir pikir memang sudah lebih dari seminggu ia tidak menyempatkan waktu bersama kekasih dan anaknya.
Sehun tersenyum dan berjalan menghampiri Luhan dan berjongkok didepan Luhan.
"Sayang" panggil Sehun
Luhan yang masih takut enggan untuk menatap Sehun
"Sayang tatap aku, aku mohon" pinta Sehun
Luhan dengan takut-takut menatap Sehun dan sangat lega mendapati Sehun tersenyum
"Apa kau berfikiran sama dengan Kyungsoo karena sikapku?" Tanya Sehun membelai pipi Luhan
"Sayang" panggil Sehun meminta jawaban
Luhan mengangguk lemah
"Tidak apa jika kau tidak menikah. T-tapi A-aku mo-mohon jangan tinggalkan aku Sehunna" isak Luhan yang kembali tertunduk, bahunya sudah bergetar hebat karena menangis
"Hey sayang, sayangku dengarkan aku. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Bagaimana bisa aku meninggalkan malaikatku, aku yang akan mati jika hal itu terjadi" kata Sehun menangkup wajah Luhan yang penuh air mata
"Lagipula kau ibu dari anakku, aku tidak akan pernah melepaskanmu sayang. Tidak akan pernah, ssstt tenanglah maafkan aku sayang" kata Sehun memeluk Luhan menenangkannya
"Sehunnieeee" tangisan Luhan kembali pecah ia merasa sangat lega karena Sehun berjanji tidak akan meninggalkannya
"Iya sayangku. Aku merindukanmu" kata Sehun membawa Luhan ke pangkuannya dan menenangkan Luhan yang masih menangis.
..
..
..
Sehun terus menenangkan Luhan, sampai Luhan akhirnya berhenti menangis
"Sayang" panggil Sehun
"Hmmm" jawab Luhan
"Kau sudah tidak menangis kan?" Tanya Sehun
"Tidak. Aku masih menangis" kata Luhan memeluk Sehun lebih erat enggan untuk melepaskannya.
"Luhannieku, kau bisa memelukku seharian seperti ini, tapi kau belum makan, ayo kita makan siang dulu sayang" kata Sehun membujuk Luhan
Luhan menggeleng dalam pelukan Sehun dan terus memeluk Sehun
Sehun hanya bisa tertawa melihat tingkah Luhan, jujur kakinya sudah merasa keram karena Luhan mendudukinya dengan posisi kakinya tertekuk. Tapi jika itu membuat kekasihnya nyaman Sehun tidak akan pernah menolak dan akan melakukan apa saja
"Baiklah, kita akan seperti ini sampai kau puas sayang" kata Sehun mengalah dan mengeratkan pelukannya pada Luhan
"Setuju" gumam Luhan yang menyamankan dirinya dipelukan Sehun.
Tok Tok!
Tok Tok!
"Masuk" kata Sehun
Cklek!
"Appaa" teriak Sehan berlari kearah ayahnya yang sedangkan memangku ibunya
"Jagoan appa kemari nak" kata Sehun merentangkan tangan nya yang sebelah kanan siap memeluk Sehan
Ternyata Lay yang sedang menggandeng Sehan yang mengetuk pintu
"Umm..Sehun apakah aku mengganggu?" Tanya Lay
"Tidak kau tidak mengganggu, aku hanya sedang mendiamkan rusaku yang ketawan berselingkuh" kata Sehun mengecupi kepala Luhan dan sedikit meringis karena Luhan mencubit perutnya
"Ada apa Lay?" Tanya Sehun
"Sehan terus menangis mencari kalian jadi aku membawanya kemari. Jika kalian masih harus berbicara aku akan membawa Sehan" kata Lay
"Tidak, Sehan tidak mengganggu, terimakasih kau sudah menjaganya kau boleh pergi" kata Sehun yang kini kerepotan karena lagi-lagi Luhan dan Sehan berebut dirinya.
"Eomaaaa..Sehannieee..aniya appaa" kata Sehan yang sedang berusaha mendorong Luhan agar tidak duduk dipangkuan Sehun lagi
"Sehannie, appa milik eomma jangan ganggu" kata Luhan yang tidak mau mengalah.
Luhan malah dengan sengaja mencium Sehun untuk membuat anaknya cemburu. Luhan melumat bibir Sehun menyesapi bibir bawah Sehun seperti menyesap permen, Sehun tentu saja tidak menolak ciuman kekasihnya ini
"Eommaaa, appa appooo" teriak Sehan memisahkan Luhan yang masih terus mencium SehUn
"Huwaaaaa appaaaaa" sekarang Sehan sudah mengeluarkan jurus andalannya menangis dengan sangat kencang membuat orang tuanya tertawa
"Appaaaa" rengek Sehan
"Sini sayang, appa peluk" kata Sehun yang sudah melepaskan ciuman Luhan
Sehan menggeleng ia mau dirinya yang dipangku Sehun bukan Luhan
"Eommaaa" tunjuk Sehan dia ingin seperti Luhan yang dipangku
"Sehannie mau dipangku appa" tanya Sehun dan Sehan mengangguk
"Bujuk eomma nak, minta eomma bangun dari pangkuan appa" kata Sehun memberitahu anaknya
"Eommaa" panggil Sehan
"Hmm apa sayang, eomma sedang dipeluk appa" kata Luhan yang mulai menggoda anaknya lagi
"H-hikss, eomma ileona, Sehannie, appa, h-hikss" kata Sehan berantakan sambil menangis meminta Luhan agar bangun
"Sehan ingin dipangku appa?" Tanya Luhan
"Hmmhh..h-ikss" jawab Sehan terisak
"Baiklah, eomma popo dulu" kata Luhan memonyongkan bibirnya meminta Sehan menciumnya
Sehan berlari gontai ke arah Luhan dan memegang leher Luhan mencium eommanya berkali kali di seluruh wajah Luhan
"Sehanni saranghae" kata Luhan yang juga menciumi seluruh wajah anaknya
"Eomma salanghae" teriak Sehan semangat
"Eomma lebih mencintai appa mu nak" kata Luhan yang bukan nya berdiri malah dengan sengaja memalingkan mukanya dari Sehan dan tetap memeluk Sehun
"Eomma ileonaaaa" jerit Sehan
"Araseo araseo eomma kalah" kata Luhan yang akhirnya berdiri dari pangkuan Sehun.
Ketika Luhan hendak berdiri Sehun membawanya lagi ke pangkuannya
"Sehunnie anakmu sudah mulai kesal jangan membuatnya menjerit lagi" kata Luhan yang takut Sehun ingin menggoda Sehan
"Aniya aku tidak menggoda Sehan, cium aku dulu" kata Sehun memeluk pinggang Luhan dan memaksa Luhan menciumnya
"Araseeo...mmmmhhhh...mmuuahhh" kata Luhan agak melumat bibir Sehun kemudian melepasnya
"Aku mencintaimu" ucap Sehun dan membiarkan Luhan bangun
"Aku juga sangat mencintaimu" jawab Luhan sambil berdiri dan mempersilahkan Sehan duduk
"Silakan pangeran kecil duduk" kata Luhan menepuk paha Sehun
"Appa" kata Sehan sangat senang ayahnya menjadi miliknya
Sampai di pangkuan Sehun, Sehan langsung memeluk erat-erat appanya takut direbut lagi oleh eomma nya.
"Sehannie, eomma mau appa" kata Luhan yang masih menggoda anaknya
"Andwaeee" kata Sehan menjauhkan wajah Luhan dari Sehun dan memeluk leher Sehun erat
"Hikss, Sehannie tidak sayang eomma" kata Luhan berpura-pura sedih
"Sehan liat eommamu sedih" bisik Sehun membuat Sehan menoleh melihat eommanya, ia merasa sedih eomma nya menangis
"Eomma" panggil Sehan
"Sehan tidak sayang eomma huwaaaaa" kata Luhan pura-pura menangis
"Eomaaa uljimaaa" teriak Sehan merentangkan tangannya ingin memeluk Luhan
Luhan langsung memeluk Sehan menciumi anaknya
"Eomma salanghae" kata Sehan membiarkan eommanya menciuminya
"Appa?" Tanya Sehun
"Appa salanghae" jawab Sehan yang kembali memeluk Sehun
Luhan ikut memeluk Sehun dan Sehan, ia tidak pernah berhenti bersyukur atas kebahagiaan keluarga kecilnya.
..
..
..
Luhan dan Kyungsoo sedang sibuk didapur membuatkan makan malam untuk kekasih mereka dan juga Sehan. Mereka memutuskan untuk selalu makan malam bersama mulai hari ini agar tidak terjadi kesalah pahaman seperti tadi siang
"Kau tahu Kyung, rencanamu tadi siang memang sangat menakutkan" kata Luhan sangat pelan
"Aku mana tahu kalau mereka akan datang, aku saja gugup setengah mati jika Kai sudah berbicara dengan berteriak" kata Kyungsoo dengan suara yang juga pelan
"Untunglah semuanya sudah selesai, paling tidak kita tidak bertengkar dengan mereka" ucap Luhan melirik ke belakang dan tersenyum mendapati Sehun dan Kai yang sedang menggoda Sehan
"Aku juga bersyukur kita tidak bertengkar dengan meeka. Tapi tetap saja aku merasa bersalah pada Hyunjung dan Jino, Lu" lirih Kyungsoo
"Kita akan meminta maaf pada mereka Kyungie" kata Luhan menenangkan Kyungsoo
"Baiklah, kita akan menelpon diam-diam" kata Kyungsoo tersenyum
"Ayo kita makann" teriak Kyungsoo memanggil ketiga pria yang masih bercanda di ruang santai
"Sehannie kejar appa" kata Kai berlari keruang makan diikuti Sehan yang berlari gontai mengejar Kai
"Appa" teriak Sehan gemas karena tidak bisa mengejar Kai
"Araseo anak appa sudah lelah" kata Kai berjongkok dan merentangkan tangannya, Sehan berlari cepat kepelukan Kai dan mencium pipi Kai
Kai menggendong Sehan keruang makan
"Baby, aku mau punya anak" rengek Kai mencium Kyungsoo sambil menggendong Sehan
"Sehannie mau punya adik kan?" tanya Kai pada Sehan dan Sehan mengangguk semangat
"Lihat baby, Sehan ingin punya adik" kata Kai merajuk
"Jangan mulai baby" kata Kyungsoo mengecup bibir Kai
"Dan kau jagoan tampan, jika ingin mempunyai adik minta pada appa dan eomma mu" kata Kyungsoo mencium bibir Sehan gemas
"Ah anak appa ingin adik, baiklah appa akan buatkan" kata Sehun yang muncul dari dapur sambil memeluk Luhan
"Sehunnie" kini Luhan yang ngeri mendengar perkataan Sehun
"Kenapa sayang? Kau tidak akan memberikan Sehan adik?" tanya Sehun menggoda
"ishh, kau ini ayo kita makan dulu" kata Luhan mengambil Sehan dari pelukan Kai dan meletakkan nya di kursi khusus untuk bayi
"Selamat makan" kata Kai yang mulai menyantap makanan
Keluarga kecil ini sekarang sedang makan malam dengan nikmat dan bahagia, sesekali terdengar gurauan Kai dan Sehun yang menggoda Sehan dan kekasih mereka. Siapapun yang melihat pasangan ini akan merasa keluarga kecil ini semakin lengkap dan harmonis dengan ikatan pernikahan yang sesungguhnya.
..
..
..
Sehun dan Kai memenuhi janji mereka untuk selalu datang makan siang dan makan malam bersama lagi, awalnya semua berjalan dengan lancar sampai beberapa hari ini mereka tidak ada kabar lagi dan absen dari makan siang bersama, serta tidak menjelaskan apa-apa saat makan malam. Membuat Luhan dan Kyungsoo merasa kesal lagi pada mereka.
"Hyung aku rasa mereka menyembunyikan sesuatu" kata Kyungsoo pada Luhan yang sedang menyuapi Sehan ice cream
Mereka duduk di salah satu meja yang kosong,hari ini kafe sepi jadi mereka memutuskan untuk memperhatikan Sehan, karena Sehun dan Kai berangkat dengan terburu-buru di pagi hari, terpaksa membuat Luhan membawa Sehan dari pagi hari di Kafe. Untuk mencegah Sehan merasa bosan, Luhan mendudukan Sehan di atas meja sementara dirinya menyuapi es krim ke anaknya.
"Sudahlah Kyung jangan berpikiran macam-macam lagi, terakhir kita curiga pada mereka itu sangat menyeramkan" kata Luhan tertawa mengingat kejadian dua minggu yang lalu
"Aku takut mereka merencanakan sesuatu untuk meninggalkan kita" kata Kyungsoo sok menebak
"Tidak mungkin" kilah Luhan
"Tapi Kyung, jika benar mereka akan meninggalkan kita bagaimana?" tanya Luhan dengan bodohnya menanggapi pikiran Kyungsoo
"Tentu saja kita akan pergi. kita bertiga akan pergi dari mereka, aku mempunyai cukup uang di rekeningku. Bagaimana denganmu hyung?" kata Kyungsoo bertanya pada Luhan
"ummm…aku juga mempunyai cukup uang di rekeningku" kata Luhan yang entah mengapa menjadi semangat dengan topik melarikan diri ini
"Ah bagus sekali" kata Kyungsoo yang juga sangat bersemangat
"Sehannie mau punya appa baru tidak?" tanya Kyungsoo membuat Luhan yang sedang menyicipi es krim Sehan tersedak
"Kyungieee jangan bicara seperti itu pada Sehan" protes Luhan
"Wae hyung? Kalau kita pergi dari mereka Sehan harus memiliki appa baru" kata Kyungsoo keras kepala
"Tapi kan…"
"Sehannie mau punya appa baru?" tanya Luhan yang lagi-lagi temakan omongan Kyungsoo
"Appa" teriak Sehan senang
"Sepertinya dia mau hyung" kata Kyungsoo mencium pipi Sehan
"Siapa yang akan pergi?" tanya sebuah suara yang sangat familiar untuk Kyungsoo
"Dan appa baru untuk Sehan?" kata seseorang yang suaranya sudah sangat dikenal Luhan
"Yak! Kenapa kalian suka sekali muncul tiba-tiba" protes Luhan yang sekarang sedang dipeluk Sehun
"Kalian benar-benar seenaknya" sindir Kyungsoo yang juga sedang dipeluk Kai
"Dan kenapa kalian suka sekali membuat rencana yang konyol" kata Kai yang juga menyindir Kyungsoo
"Appa baru untuk Sehan, Lu? Kau bercanda kan?" tanya Sehun sekali lagi kali ini lebih mengintimidasi
"A-aku hanya bercanda sayang" gugup Luhan menjawab pertanyaan Sehun
"Bagus jika hanya bercanda, kau akan menyesal jika memberikannya appa baru" kata Sehun menyeramkan
Luhan hanya tertawa gugup mendengarnya.
"Asal kalian tahu ya cantik, uang di rekening kalian itu memang cukup untuk melarikan diri karena setiap hari aku dan Sehun mentrasfer dengan jumlah yang sangat banyak. Tapi jika kalian akan menggunakan uang itu untuk melarikan diri dari kami, kami tentu saja akan bertindak" seringai Kai
"Mereka mendengarkan obrolan kita dari awal Kyung?" bisik Luhan
"Aku rasa begitu Lu, hiss mereka menyebalkan sekali" balas Kyungsoo
"Yeah, kami bisa menebak isi kepala kalian dengan mudah, jadi sebaiknya tidak usah berpikiran yang aneh-aneh" kata Sehun santai mengambil es krim Sehan dan meyuapi Sehan yang tampaknya sudah bosan.
"Sehun benar, kalian sangat mudah ditebak" kata Kai menggendong Sehan dan menyuapi Sehan es krim bersama Sehun di meja kosong yang lain
"Baiklah-baiklah" gumam Luhan dan Kyungsoo malas bersamaan
..
..
..
"Kenapa kalian beberapa hari ini sangat aneh" protes Kyungsoo
Mereka kini sedang makan siang bersama di sebuah restaurant dekat dengan kafe
"Bukan hanya kau baby, tapi kau juga Sehun" ucap Kyungsoo menyalahkan Sehun dan Kai
"Baby, kau tahu kan aku dan Sehun kami satu pekerjaan, kami sedang banyak urusan" kata Kai berusaha menjelaskan
"Asalkan urusan kalian bukan rencana bodoh meninggalkan kami" kata Luhan menatap Sehun penuh arti
"Sayang, mana mungkin kami meninggalkan kalian. Berapa kali harus aku bilang jika hal itu sampai terjadi, kami yang akan menderita sampai mati" kata Sehun meyakinkan Luhan
"Sehun benar baby, jadi berhentilah merencanakan sesuatu yang membuat kami sangat stres dengan tingkah kalian" kekeh Kai
"Lalu kenapa kalian muncul siang ini?" tanya Kyungsoo curiga
"T-tentu saja kami ingin makan siang dengan kalian dan Sehan" jawab Sehun gugup
"Ah, kami juga punya sesuatu untuk kalian" kata Kai
"Sesuatu apa?" tanya Luhan
Sehun dan Kai saling menatap keduanya tersenyum mengeluarkan dompet mereka dan tak lama memberikan Luhan dan Kyungsoo credit card
"Ini, kami rasa kalian membutuhkan ini" kata Kai menyerahkan credit card nya pada Kyungsoo
"Ini apa?" tanya Luhan yang juga menerima credit card Sehun
"Pergilah bersenang-senang sayang. Beli semua yang kalian butuhkan" kata Sehun membelai pipi Luhan
"Dan jangan berfikir untuk melarikan diri" kekeh Kai mencium tangan Kyungsoo
"Kalian yakin? Kami bisa membeli apapun yang kami inginkan?" tanya Kyungsoo masih tak percaya
"Hmm yakin baby. Masing-masing credit card dari kami bahkan bisa kalian gunakan untuk membeli 2 unit rumah. Jadi gunakanlah sesuka kalian" kata Kai tersenyum
"Hey ini bukan cara kalian untuk mengusir kami kan?" tanya Luhan curiga menaikkan satu alisnya menatap Sehun
"Sayang, kenapa kau jadi tidak mempercayaiku" protes Sehun
"Kalian bertindak aneh belakangan ini" balas Luhan
"Aku percaya padamu sayang" kata Luhan tersenyum membelai pipi Sehun
"Kalian ikut kami?" tanya Kyungsoo pada Sehun dan Kai
"Tidak baby, hanya kalian berdua. Pergilah bersenang-senang" jawab Kai
"Baiklah kalau begitu. Lu kita kencan berdua" kata Kyungsoo pada Luhan
"Bukan kencan, hanya belanja bersama" protes Sehun
"Biarkan. Kami memang kencan" balas Luhan
"Dasar kalian ini" kata Kai yang juga menjadi gemas
"Kalian boleh menghabiskan seluruh isi dar credit card itu, tapi nanti malam jam 9 jangan terlambat datang ke restaurant ini" kata Kai memberikan alamat restaurant kepada Luhan dan Kyungsoo
"Eh? Apalagi ini? Sekarang credit card lalu restaurant. Kalian benar-benar aneh" kesal Luhan yang merasa dibodohi
"Kami ada acara jamuan makan malam dengan rekan-rekan kantor. Tentu saja kalian harus hadir, mereka semua akan membawa pasangan, masa kami berdua tidak membawa pasangan itu kan tidak mungkin sayang" kekeh Sehun
"sudahlah Lu, paling hanya makan malam biasa" bisik Kyungsoo
"Baiklah aku mengerti" jawab Luhan
"Lebih baik kalian belanja sekarang. Kami akan membawa Sehan agar kalian tidak kerepotan" kata Sehun menggenggam tangan Luhan
"Benarkah? Whoa kalian sangat baik" kata Kyungsoo sangat senang
"Hmm pergilah, kami juga masih ada urusan. Kami pamit duluan ya baby, jangan lupa jam 9 malam" kata Kai menggendong Sehan dan mencium Kyungsoo kemudian pamit pada Luhan dan Kyungsoo
"Aku pergi dulu sayang. Sampai bertemu nanti malam. Kau harus terlihat cantik" bisik Sehun mengecup Luhan kemudian pergi meninggalkan restaurant bersama Kai dan Sehan
"Kyungiee apa kau merasa mereka tidak aneh?" protes Luhan
"Hmm.. memang agak aneh, tapi kapan lagi Lu kita bisa pergi berdua dan belanja semau kita" kata Kyungsoo menyeringai bahagia
"Kau benar Kyung..Ayo kita pergi" kata Luhan yang entah mengapa menjadi sangat bersemangat melihat Kyungsoo bersemangat
Luhan dan Kyungsoo pun pergi meninggalkan restaurant dan bergegas untuk berbelanja semua yang mereka inginkan. Kesempatan ini jarang terjadi mengingat Sehan yang tidak bisa ditinggal, namun sekarang Sehan bersama ayahnya dan tidak ada yang lebih menyenangkan daripada berbelanja. Percayalah.
..
..
..
..
Luhan dan Kyungsoo telah selesai berbelanja. Mereka benar-benar berbelanja hari ini. Luhan membeli beberapa pakaian dan mainan untuk Sehan. Beberapa keperluan kafe. Beberapa pakaian couple untuk dirinya dan Sehun. Dan yang paling dia inginkan adalah sepatu bola keluaran nike terbaru. Luhan benar-benar memborongnya sampai edisi terbarunya.
Tidak jauh berbeda dengan Luhan, Kyungsoo juga berbelanja semua yang ia inginkan. Seperti kumpulan komik favoritenya dari volume satu hingga tamat. Pakaian couple dengan Kai, beberapa jas yang sangat elegan yang ia inginkan dan mainan lucu untuk Sehan
Mereka berdua sebenarnya lelah berbelanja. Namun tetap datang ke restaurant yang sudah dijanjikan dengan Sehun juga Kai.
Mereka berdua tampil dengan elegan dan "cantik" malam ini.
Luhan mengenakan kaos v-neck putih yang dipadu dengan cardigan hitam yang sangat cocok dan pas ditubuhnya. Menampilkan kesan yang sangat imut dan tampan dalam satu waktu
Kyungsoo mengenakan kaos berwarna peach dan dipadukan dengan blazer putih membuat dirinya tak kalah tampan dan imjut dari Luhan. Ditambah tatapan yang tajam saat menatap dengan kedua bola matanya yang besar dan suka membulat lucu jika sedang tertawa.
"Lu, jangan-jangan mereka mengerjai kita, mereka bilang acara kantor, tapi tidak ada satupun orang yang datang hanya kita berdua" kata Kyungsoo memperhatikan sekelilingnya yang memang sangat sepi
"Kita datang ke restaurant yang tepat kan?" Tanya Luhan
"Tentu saja. Inikan restaurant yang sangat terkenal" jawab Kyungsoo mengecek alamat yang diberikan Kai dan memang benar disinilah tempatnya.
"Ini belum jam 9 Kyung, mungkin sebentar lagi" kata Luhan meyakinkan Kyungsoo
"Hmm baiklah, yang penting aku bersamamu" kata Kyungsoo senang
"Kau terlihat sangat manis Lu" kata Kyungsoo yang memuji Luhan
"Kau juga terlihat sangat menawan Kyungie sayang" kata Luhan yang juga memuji Kyungsoo
Cklek! Terdengar suara pintu di restaurant terbuka
Karena jarak pandang mereka yang cukup jauh membuat keduanya menyipitkan mata tentang siapa tamu yang baru saja datang.
Namun keduanya nampak bosan karena hanya anak kecil yang masuk ke restaurant tersebut.
"Anak itu seperti Sehan" kata Kyungsoo membuat Luhan menyipitkan matanya
"Tidak mungkin, anakku pasti sudah tidur sekarang" kata Luhan tidak yakin
"Lagipula dia terlalu tampan jika itu Sehan" kata Luhan yang mengagumi anak kecil tersebut yang nampak kerepotan karena membawa sesuatu.
Anak kecil itu semakin dekat berjalan ke arah Luhan dan Kyungsoo
"Lu itu memang Sehan" pekik Kyungsoo
Luhan membelalakan matanya karena terpesona pada anak kecil yang ternyata benar anaknya. Sehan mengenakan tuxedo putih dan jas hitam yang sesuai dengan ukuran tubuhnya. Ditambah rambut Sehan yang dirubah menjadi stylish seperti Sehun. Membuat Luhan sekali lagi jatuh cinta pada sosok Sehan yang sangat mirip dengan Sehun malam ini
"Sehannie" panggil Luhan meyakinkan ketika Sehan semakin dekat ke mejanya
"Eomma" teriak Sehan senang namun masih berjalan membawa sesuatu yang sepertinya nampan kecil.
"Kau membawa apa nak?" Tanya Luhan ketika Sehan sudah berada didepan meja Luhan dan Kyungsoo
"Eomma" kata Sehan memberikan amplop berwarna merah untuk Luhan
"Kyungie eomma" kata Sehan memberikan amplop dengan warna yang sama untuk Kyungsoo.
"Ini apa Lu?" Tanya Kyungsoo bingung
"Entahlah. Ayo kita buka" kata Luhan sambil memangku anaknya yang sangat tampan malam ini.
Baik Luhan maupun Kyungsoo sangat terkejut dengan surat yang sedang mereka baca saat ini
Dear Luhannie sayangku
Ada yang mengatakan padaku jangan pernah menyentuh hidup seseorang, jika itu hanya akan menghancurkan perasaannya. Aku melakukan itu. Aku menyentuh hidupmu dan membuatmu sangat menderita setelah pertemuan kita. Aku berkali kali membuatmu menangis dan menderita.
Apa kau mau memaafkan aku dengan menerimaku?
Menerimaku sebagai seseorang yang akan selalu membahagiakanmu ?
Menerimaku sebagai seseorang yang akan selalu menemanimu setiap hari ?
Menerimaku sebagai ayah dari anak kita?
Menerimaku sebagai pasangan yang akan menemanimu melihat Sehan tumbuh besar?
Maukah kau menerima pria pencemburu dan posesif sepertiku?
Maukah kau menerima pria bodohmu ini?
Ah aku malu mengatakan ini
Sayangku maukah kau menikah denganku ?
Aku, Oh Sehun melamarmu Xi Luhan sebagai pendampingku selamanya. Sebagai satu-satunya pria yang ingin aku rengkuh dipelukanku selamanya. Aku ingin membahagiakanmu selama sisa hidupku sayang. Aku mencintaimu
Sayang, Maukah?
your beloved Oh Sehun
Luhan berkaca-kaca membaca surat itu. Tidak tahu harus berkata apa. Sama hal nya dengan Kyungsoo yang sepertinya terpana dengan surat yang sedang dibacanya
Dear baby Kyungie
Jika hal yang paling berharga dalam pernikahan adalah bahwa aku tidak akan menderita karena kesepian.
Maka aku Kim Jongin melamarmu Do Kyungsoo sebagai pendamping hidupku selamanya.
Sebagai satu-satunya orang yang akan membahagiakanmu sampai rambut kita berwarna putih, jalan kita tertatih dan sampai aku menutup mata.
Jadi, aku akan bertanya padamu
Maukah kau Do Kyungsoo menikah dengan pria bodoh sepertiku?
your forever love, Kim Jongin
..
..
..
Tidak ada yang bisa mendeskripsikan bagaimana bahagianya Luhan dan Kyungsoo membaca surat dari kekasih mereka. Keduanya saling menatap haru.
Kyungsoo terbelalak melihat Sehun yang sudah berada di belakang Luhan
Begitupun Luhan yang terkejut karena melihat Kai yang sudah berada di belakang Kyungsoo
Keduanya membuat gerakan yang bersamaan. Mencium pucuk kepala Luhan dan Kyungsoo. Kemudian keduanya berlutut didepan kekasih mereka
"Luhannieku, maukah kau menikah denganku?" Tanya Sehun membawa cincin yang siap dipakaikan dijari Luhan
"Baby Kyungie, maukah kau menikah denganku?" Tanya Kai yang juga membawa cincin yang siap dipakaikan di jari Kyungsoo
"AKU MAU" kata Luhan dan Kyungsoo bersamaan, keduanya memeluk kekasih mereka dengan perasaan haru dan sangat bahagia. Ini adalah momen yang paling membahagiakan untuk Luhan dan Kyungsoo seumur hidup mereka.
"Selamat nak, akhirnya kau akan benar-benar memiliki eomma dan appa yang sah" kata nyonya Oh mencium Sehan dan memluk suaminya yang juga terharu bahagia
"Kyungsoo juga akan memberikan kita keturunan yang sangat banyak" kata nyonya Kim tidak mau kalah
Seluruh keluarga besar Sehun dan Kai datang malam itu. Membuat acara lamaran Sehun dan Kai berjalan dengan lancar dan sangat sukses
"Aku mencintaimu Sehunna" isak Luhan bahagia
"Aku mencintaimu sayang" balas Sehun
Dan malam itu dilalui oleh dua keluarga besar Oh dan Kim dengan sukacita. Sehun dan Kai juga mengumumkan pernikahan mereka akan dilaksanakan seminggu lagi.
..
..
..
Mereka semua dalam perjalanan kembali ke apartemen. Keluarga Sehun dan Kai sudah pulang lebih awal. Dan mereka juga tidak bisa sampai larut karena Sehan akan terkena flu jika berada diluar pada malam hari.
Sehun sedang menggendong Sehan yang sudah tertidur. Lengannya memeluk Luhan membiarkan calon istrinya untuk beristirahat,
Sama dengan Luhan Kyungsoo juga berada dalam pelukan Kai dan ia tampak sangat bahagia dan tak berhenti menangis haru karena dia tidak menyangka hari ini akan terjadi
"Jadi kalian selama ini sibuk mempersiapkan ini semua?" tanya Kyungsoo dalam pelukan Kai
"Iya baby. Tidak mudah merencanakan ini semua, tapi sangat menyenangkan mengetahui semuanya berjalan dengan lancar" kata Kai mencium kening Kyungsoo
"Jadi bagaimana bisa kami meninggalkan kalian?" sindir Sehun mengeratkan pelukannya pada Luhan
"Maafkan aku sayang" kata Luhan menatap Sehun dan memeluk Sehan
"Sehan sangat tampan malam ini" kata Luhan mengelus wajah damai anaknya yang sedang tidur
"Dan dia juga sangat pintar, dia yang memaksa mengantarkan surat pada kalian. Awalnya kami menyuruh pelayan restaurant" kata Kai bercerita
"Benarkah?" tanya Kyungsoo tak percaya
"Hmm..dia tahu kami berdua sangat gugup, dia mencium kami dan memberi kami contoh bagaimana cara bertemu dengan kalian" kekeh Sehun
Mereka masih mengobrol sampai akhirnya pintu lift terbuka menandakan telah sampai di apartemen Kai
"Sehun" panggil Kyungsoo
"Hmm.." jawab Sehun
"Terimakasih untuk semua rencana kalian. Dan terimakasih memutuskan untuk hidup bersama Luhannieku" kata Kyungsoo memeluk Sehun sekilas sebelum keluar dari lift
"Aku akan menjaganya percayalah" balas Sehun memeluk Kyungsoo
"Aku juga berterimakasih padamu Kai, sudah mau bersabar selama bertahun-tahun dengan Kyungsoo serta menyayangiku dan Sehan. Terimakasih telah memilihnya sebagai pendampingmu" kata Luhan memeluk Kai
"Aku yang berterimakasih pada kalian karena begitu baik menerima kami. Sampai kapanpun kami akan menjaga kalian" balas Kai memeluk Luhan dan tersenyum
"Kami pamit dulu, sampai besok" kata Kai menggenggam Kyungsoo
"Dah Lu' kata Kyungsoo tersenyum dan lift menutup
..
..
..
Tak lama Sehun dan Luhan juga sampai di apartemen mereka. Sehun membawa Sehan kekamarnya dan menciumnya.
"Selamat malam nak, semoga kau selalu dilindungi dan selalu bahagia. Terimakasih untuk malam yang begitu indah ini" kata Sehun mencium kening Sehan dan mencari Luhan
"Sehunniee" teriak Luhan menghambur ke pelukan Sehun
"Hmm…ada apa sayang" kata Sehun membawa Luhan ke dalam gendongannya
"Aku masih tidak percaya akan segera menikah denganmu. Tadi aku bercermin dan menatap diriku, aku malu sekali, kemudian aku mencubit pipiku dan terasa sangat sakit. Ini bukan mimpi kan?" tanya Luhan menatap Sehun yang sedang menggendongnya
"Aku buktikan kalau ini bukan mimpi" kata Sehun yang kini duduk di sofa dan memangku Luhan
Sehun menatap Luhan lalu mencium satu persatu bagian wajah Luhan
"Terimakasih untuk kening yang selalu membuatku merasakan sangat dicintai" kata Sehun mencium kening Luhan dengan senyum.
"Terimakasih untuk mata ini yang akan selalu menatapku dengan lembut dan penuh cinta" kata Sehun mencium kedua kelopak mata Luhan.
"Terimakasih untuk pipi ini yang selalu merona jika aku sedang menggodamu. Membuatku sangat mencintaimu semakin dalam" kata Sehun mencium kedua pipi Luhan
"Dan terakhir terimakasih untuk bibir ini yang selalu memaafkan aku, mengatakan cinta padaku setiap saat. Membuatku selalu ingin melumat bibir merah ini yang sangat lucu jika mengerucut cemberut" kata Sehun mencium bibir Luhan lembut. Sehun melepaskan ciumannya dan menatap Luhan
"Aku mencintaimu" kata Sehun
"Aku juga mencintaimu sayang" balas Luhan
Sehun kembali mencium bibir lembut milik Luhan. Sedikit menjilat bibir Luhan agar Luhan membuka mulutnya. Tanpa ragu Luhan membuka mulutnya memberi akses lidah Sehun masuk dalam mulutnya yang hangat.
Lidah Sehun mulai menelusuri semua yang ada dalam mulut Luhan. Mengabsen gigi putih Luhan dan menghisap-hisap mulut Luhan. Membuat Luhan mengerang karenanya.
"Eummh~ " Erang Luhan yang tanpa sadar memeluk leher Sehun erat yang makin memperdalam ciuman mereka.
"Aahh~Sehunnn~mmmmphh" Desah Luhan ketika tangan Luhan bergerilia di perutnya yang putih dan datar.
"Aku ingin merasakanmu sayang" bisik Sehun di telinga Luhan dan mulai meraba Luhan di seluruh tubuhnya untuk menggoda Luhan
"Appa, eomma" panggil Sehan yang otomatis merusak semua rencana Sehun
Luhan membenarkan rambut dan pakaiannya yang berantakan lalu segera menghampiri Sehan yang memergoki kegiatan mereka.
"Sehannie haus?" tanya Luhan menggendong Sehan
Sehan mengangguk dan meminta dibuatkan susunya oleh Luhan
"eomma buatkan dulu, Sehan bersama appa ya?" tanya Luhan menghampiri Sehun yang cemberut dan menyerahkan Sehan pada Sehun
"Kita punya banyak waktu sayang" kata Luhan menghibur Sehun dan mengecup bibirnya.
"Kenapa kau bangun nak? Appa sedang berusaha" tanya Sehun pada Sehan
Sehan hanya memeluk leher Sehun erat tidak mengerti apa yang ayahnya bicarakan
"Appa hampir saja mendapatkan eomma anak nakal" kata Sehun menggoda Sehan menggelitiknya membuat Sehan tertawa
"Sehun jangan menggoda Sehan dia bisa tidak tidur semalaman" kata Luhan yang sudah duduk disamping Sehun dan memberikan susu pada Sehan
Sehan meminum susunya dengan lahap dan tak lama kembali terlelap
"Ternyata dia memang haus" kekeh Luhan
"Apa aku bisa lanjutkan yang tadi?" bisik Sehun
"Andwaee… aku lelah sayang.. aku mau tidur" kata Luhan berlari kekamarnya meninggalkan Sehun di ruang santai.
"Lihat eommamu nak, appa sangat suka melihat wajah eommamu yang merona" bisik Sehun pada Sehan dan membawa Sehan kembali kekamarnya.
..
..
..
Hari yang dinantikan pun akhirnya tiba. Hari ini adalah hari dimana Sehun-Luhan dan Kai-Kyungsoo melaksanakan pernikahan mereka. Mengucap janji suci yang sakral dan menjadikan mereka resmi sebagai sepasang suami-istri yang saling melengkapi sampai akhir hayat mereka
Luhan dan Kyungsoo memilih busana yang kembar untuk hari pernikahan mereka. Keduanya memakai kemeja yang dipadukan dengan blazer putih panjang menjuntai selutut yang sekali lagi membuat mereka terlihat sangat cantik dan tampan dalam waktu bersamaan
Sedangkan sehun dan Kai juga mengenakan warna serupa dengan pengantin mereka. Sehun dan Kai menggunakan kemeja putih dengan blazer putih yang pas dengan bentuk tubuh mereka. Membuat keduanya terlihat sangat tampan dan elegan.
Sehan kecil lagi-lagi dibuat menjadi sangat tampan dengan tuxedonya lagi. Ia mengenakan blazer putih yang senada dengan ayah dan ibunya yang akan melangsungkan pernikahan. Oh, jangan lupakan rambutnya yang dibuat persis sama dengan Sehun. Membuat Sehan semakin mirip dengan ayahnya.
Acara pun dimulai mereka melangsungkan pernikahan di belakang halaman rumah orang tua Sehun yang disulap menjadi gereja dan halaman yang sangat indah. Ada air mancur buatan sehingga menambah kesan yang sangat indah saat mengucapkan janji suci diiringi gemericik air.
Luhan dan Kyungsoo mendatangi altar tempat dimana Sehun dan Kai menunggu. Keduanya ditemani oleh tuan Oh dan Tuan Kim menuju ke altar. Kebahagiaan sangat terlihat dari orang tua Sehun dan Kai. Nyonya Oh dan Kim tak henti-hentinya menangis haru bahagia. Begitupula dengan Tuan Oh dan Kim yang sangat antusias dengan pernikahan ini.
"Appa aku gugup" kata Luhan pada tuan Oh
"Appa disampingmu nak, kau sangat umm cantik Lu" puji tuan Oh pada Luhan yang sebentar lagi akan menjadi menantunya.
"Kita sudah dipersilahkan masuk, ayo" kata tuan Oh menggenggam tangan Luhan berjalan menuju altar
Saat keluar dari ruangan Luhan bertemu pandang dengan Kyungsoo yang sedang digandeng oleh tuan Kim. Keduanya tersenyum bahagia dan saling menguatkan
Mereka berjalan ke altar sampai akhirnya tuan Oh menyerahkan Luhan ke genggaman Sehun begitupun tuan Kim yang menyerahkan Kyungsoo kepada genggaman Kai
Kedua pasangan pengantin ini mulai mengucapkan ikrar janji suci pernikahan mereka didepan Tuhan dan seluruh keluarga, teman serta kerabat yang datang.
"I, Oh Sehun, take you Xi Luhan, to be my wife,to have and to hold from this day forward, for better or for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, to love and to cherish; from this day forward until death do us part." Ucap Sehun dengan yakin dan tersenyum menatap Luhan
"I, Xi Luhan, take you Oh Sehun, to be my husband,to have and to hold from this day forward, for better or for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, to love and to cherish; from this day forward until death do us part." Ucap Luhan dengan yakin dan membalas tatapan Sehun dengan tersenyum dan haru.
"Sekarang giliran anda Tuan Kim" kata Sang pendeta kepada Kai dan Kyungsoo
"I, Kim Jongin, take you Do Kyungsoo, to be my wife,to have and to hold from this day forward, for better or for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, to love and to cherish; from this day forward until death do us part." Ucap Kai dengan yakin menatap kearah Kyungsoo dengan penuh cinta
"I, Do Kyungsoo, take you Kim Jongin, to be my husband,to have and to hold from this day forward, for better or for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, to love and to cherish; from this day forward until death do us part." Ucap Kyungsoo dengan yakin dan membalas tatapan Kai dengan tersenyum dan sangat bahagia
"Silakan mencium pasangan anda" kata pendeta tersebut
Tak lama baik Sehun maupun Kai mencium pengantin mereka dengan perasaan lega dan bahagia karena pada akhirnya mereka resmi menjadi pasangan yang tak akan terpisahkan
"Aku mencintaimu" ucap Sehun pada Luhan
"Aku juga mencintaimu Sehunna, terimakasih" kata Luhan memeluk Sehun
"Baby, aku sangat bahagia aku mencintaimu" kata Kyungsoo dalam pelukan Kai
"Aku lebih bahagia dan aku sangat aku mencintaimu" balas Kai mencium kening Kyungsoo
"Appaaaa" teriak Sehan berlari ke altar dan memeluk kedua orangtuanya yang baru selesai mengucapkan janji suci
"Jagoan appa" teriak Sehun dan Kai menggendong Sehan dan menciumi Sehan membuat Sehan sangat bahagia.
..
..
..
..
Pesta pernikahan Sehun dan Luhan berlangsung sampai malam hari, kedua pasangan pengantin ini sangat bahagia dan akan menerima tamu yang datang sampai jam berapapun karena setelah ini hanya ada akan mereka dan istri serta suami tercinta mereka.
"Sayang, aku ingin cepat dikamar denganmu, malam pertama kita pasti sangat manis" bisik Sehun menggoda Luhan yang sedang menggendong Sehan
"Kau ini, kenapa keras sekali bicaranya?" protes Luhan
"Wae? Sekarang kan aku suamimu" kata Sehun bangga
"Sehunnieee aku malu" rengek Luhan
Sehun mengambil Sehan dari pelukan Luhan dan memeluk Luhan
"Aku siapamu?" tanya Sehun
"Lu, jawab aku" desak Sehun
"Kau suamiku" kata Luhan yang masih malu dengan status baru mereka
"Kau siapa ku?" tanya Sehun lagi
"Aku istrimu" kata Luhan yang tambah merona dan menyembunyikan wajahnya dipelukan Sehun
"Hah..aku senang sekali mendengarnya. Aku mencintaimu istriku" kata Sehun yang sepertinya benar-benar bahagia
"Aku juga mencintaimu…suamiku" kata Luhan tersenyum
"Ayolah aku mencari kalian dan ternyata kalian disini. Kalian bisa bermesraan nanti" ucap suara seorang wanita
"Minji" pekik Luhan senang
"Kau tidak mengharapkanku datang?" sindir Minji
"Aniya aku sangat ingin kau datang" kata Luhan memeluk Minji
"Selamat ya Lu, akhirnya kau bisa bersama dengan pria yang sama-sama kita cintai" kata Minji membuat Luhan menegang "Tapi dulu" tambahnya melirik Sehun
"Semoga kau selalu bahagia dengan Sehun dan anak kalian" kata Minji yang kini memeluk Sehun sekilas dan mencium Sehan
"Putramu sangat mirip denganmu Sehunna. Kau pasti sangat bahagia sekarang. Jaga mereka selalu" kata Minji tersenyum
"Pasti" jawab Sehun yakin dan membawa Luhan ke pelukannya
"Baiklah.. Aku tidak mau mengganggu, aku pergi dulu. Sampai jumpa" kata Minji berpamitan dan menghambur dengan tamu yang lain
"Dia sangat baik" kata Luhan memeluk Sehun
"Hmm,,Minji sangat baik" balas Sehun tersenyum
"Sayang ayo kita bergabung dengan Kai dan Kyungsoo" kata Luhan
"Ayo kita kesana" kata Sehun menggenggam tangan Luhan
Ketika sedang berjalan Luhan kembali memekik melihat siapa yang datang dan sedang bejalan kearahnya
"Krisssiee?" teriak Luhan dan berlari memeluk Kris
"Aku pikir..aku pikir kau tidak akan pernah menemuiku lagi" isak Luhan dalam pelukan Kris
"Mau bagaimanapun kau dan Kyungsoo adalah keluarga pertamaku. Kau tidak boleh meninggalkan keluargamu kan?" tanya Kris membelai Luhan
"Hmm..kau tidak boleh meninggalkan keluargamu" kata Luhan masih terisak
"Kris Hyung?" panggil sebuah suara yang ternyata Kyungsoo
"Ya Tuhan hyung, terimakasih kau telah datang" kata Kyungsoo yang juga berlari memeluk Kris
"Maknaeku" kata Kris yang juga membelai punggung Kyungsoo
"Dengarkan aku" kata Kris menatap Luhan dan Kyungsoo
"Selamanya kalian adalah keluargaku. Aku minta maaf atas sikapku pada kalian berdua. Aku minta maaf tidak ada disaat kalian membutuhkanku. Aku meminta maaf karena lebih memilih keluarga baruku daripada kalian, aku minta maaf karena telah meninggalkan kalian. Sekarang kalian sudah memiliki seseorang yang akan menjaga kalian dengan nyawa mereka, maka kalian harus berbahagia. Berjanjilah kalian akan berbahagia" pinta Kris menatap Luhan dan Kyungsoo
"Kami berjanji hyung, kau juga harus berjanji akan bahagia" isak Kyungsoo
"Aku berjanji" balas Kris
"Aku ke suami kalian dulu" kata Kris mencium kening Luhan dan Kyungsoo dan kemudian berjalan ke arah Sehun dan Kai yang menatapnya.
"Kau tahu kan aku belum merelakannya sepenuhnya?" tanya Kris menjabat tangan Sehun
"Aku tahu" balas Sehun menjabat tangan Kris
"Maka bahagiakan dia dengan seluruh hidupmu" kata Kris mengeratkan genggamannya di tangan Sehun
"Aku akan membahagiakannya dengan seluruh hidupku" balas Sehun yakin
"Terimakasih kalau begitu. Jaga dia dan jagoan kecil ini" kata Kris memeluk Sehun sekilas dan mencium Sehan
"Klis ahjussi" panggil Sehan senang
"Anak pintar" kata Kris mengelus rambut Sehan
"Dan Kau" katanya beralih pada Kai
"Dari awal Kyungieku sudah sangat mendeskripsikan kalau dia sangat mencintaimu. Cintailah dia dengan seluruh hidupmu juga" kata Kris menjabat tangan Kai
"Kau tidak perlu memintanya aku akan melakukan apa saja untuk membahagiakan istriku" balas Kai menjabat tangan Kris
"Baiklah aku percaya. Jaga mereka untukku" kata Kris memeluk Kai
"Sayang/baby" panggil Sehun dan Kai bersamaan meminta keduanya untuk datang kepelukan mereka.
Luhan dan Kyungsoo pun memeluk suami mereka yang sangat mereka cintai. Tidak ada beban lagi yang menggerogoti mereka. Hanya kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini
Kris pun tersenyum melihat kebahagiaan mereka, matanya mengedarkan pandangan dan tertarik pada seorang pria yang sedang membuatkan minuman dengan cara yang unik untuk para tamu.
"Kyung itu siapa?" tanya Kris menunjuk seseorang yang sepertinya sangat sibuk melayani tamu-tamu
"Itu Tao, hyung. Kenapa? Kau tertarik padanya? Tapi dia sangat cerewet" kata Kyungsoo memberitahu
"Dia berasal dari China juga Kris" kata Luhan menambahkan
"Oh benarkah? Aku rasa aku tertarik" kata Kris seperti seseorang yang sedang jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Lu, aku pinjam Sehan" kata Kris mengambil Sehan dari pelukan Sehun dan langsung membawa Sehan ke tempat Tao yang tampak sangat imut hari ini
"Kau lihat kan? Dia tidak meninggalkan kalian" bisik Sehun
"Hmm…Kau tidak boleh meninggalkan keluargamu. Itu peraturan" gumam Luhan di pelukan Sehun
"Kyungie…aku belum mengucapkan selamat padamu.. selamat yan Kyungieku sayang" kata Luhan mengganggu Kai yang sedang memeluk Kyungsoo
"Kau juga Luhannieku sayang selamat ya. Semua yang kau alami berakhir dengan bahagia hari ini" isak Kyungsoo memeluk Luhan
"Terimakasih karena selalu ada untukku" kata Luhan yang juga terisak
"Selamat untuk hidup barumu Kai" kata Sehun memeluk sahabat masa kecilnya ini
"Terimakasih untuk ide gila mu dan terimakasih telah membawaku kesana malam itu" ucap Sehun tersenyum tulus
"Kau juga selamat atas hidup barumu Sehunna, jangan berfikir untuk menitipkan istri dan anakmu lagi" kekeh Kai di pelukan Sehun
"Tidak akan pernah lagi" balas Sehun
"Kai selamat ya. Terimakasih karena sudah menjaga Kyungie serta menyayangiku dan Sehan" kini Luhan yang memeluk Kai
"Kau juga Lu. Selamat ya. Kau tidak perlu berterimakasih, itu sudah kewajibanku, kau harus selalu berbahagia dengan Sehun dan Sehan hmm" kata Kai dipelukan Luhan
"Aku akan bahagia, kau juga harus bahagia dengan Kyungieku" balas Luhan
"Sehunna, selamat atas pernikahanmu. Awalnya aku sangat membencimu, tapi aku rasa aku mulai menyukaimu karena kau adalah satu-satunya alasan Luhannieku tersenyum" kata Kyungsoo memeluk Sehun
"Kau juga selamat atas pernikahanmu. Berjanjilah untuk selalu berbahagia Kyung. Karena jika kau sedih temanku, istriku, anakku serta diriku, kami akan merasakan kesedihan itu. Terimakasih karena telah menjaga Luhan selama aku tidak ada dan telah mempercayakan Luhan padaku" kata Sehun tersenyum dipelukan Kyungsoo
"Haaahhh…aku sangat mencintai kalian" teriak Luhan memeluk ketiga orang yang sudah menjadi bagian hidupnya
"Kami juga mencintaimu Lu" teriak ketiganya bersamaan.
"Appa-Eomma" teriak Sehan yang tak mau ketinggalan dengan momen bahagia kedua orangtuanya
"Putraku sayang" kata Luhan menggendong Sehan
"Kami mencintaimu nak" bisik Kyungsoo pada Sehan
"Salanghaeeee" teriak Sehan.
..
..
..
Luhan POV
.
.
.
Aku sampai pada kisahku. Seluruh kisah cintaku yang rumit dan membutuhkan waktu untuk bersama seseorang yang kini mendampingiku. Aku dan Sehun, kami memutuskan untuk menghapus bagian sedih dari cerita kami dan menggantinya dengan kenangan yang indah mulai sekarang bersama putra tercinta kami, Sehan
Kemudian aku teringat kalimat yang berbunyi seperti ini
Sebenarnya ada dongeng yang dapat memutar kembali waktu
Karena ada mimpi yang memberitahuku
Cinta tidak perlu menahan diri, itu yang memberiku kekuatan
Aku bertanya, berapa banyak waktu yang tersisa di depan mataku
Aku pikir akan ada satu hari lagi untuk memenuhi janji kami
Aku mencari dan ternyata tidak ada banyak waktu yang tersisa untuk membuat keinginan
Aku berharap mungkin ada satu hari lagi
Our Tomorrow
(trans: Luhan-Our Tomorrow)
Just Because something isn't happening for you right now
Doesn't mean that will never happen
Don't lose your hope
you never know what tomorrow will bring
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
END
gyaaaa akhirnya selesai jugaaa #tebarbungamawar
Author mau ucapin terimakasih yang sebanyak banyaknya buat semua reader yang terus ngikutin "OUR TOMORROW" sampai ada kalimat "END"
duh kalian super banget sihh...Aku sayang banget sama kalian :")\\
Sekali lagi yang jelas terimakasih sekali lagi buat yang udah review, udah follow sama favorite
dan sekali lagi aku mau bilang review kalian yang terus bilang "lanjut" yang buat aku semangat dan fast update...
Keep support HUNHAN yaaa semuaa :* :*
see you in other fanfic...
.
.
.
pssttt...kemungkinan ada sequel..
tapi belum tau
ditunggu aja ya kesayangan aku :))))))
bye bye #DeepbowbarengHUNHAN
