.
.
.
.
Every Family Has a Story... Welcome to Ours
-Luhan-
Welcome to Sequel Of "OUR TOMORROW"
Our Family
.
.
.
Main Cast : Oh Sehun , Xi Luhan, Kim Jongin, Do Kyungsoo and Their Childrens
Genre : Romance, Family
Rate : T-M
Length : Chapter
YAOI. Typo (s). M-preg.
HUNHAN STORY!
.
.
.
"Appa" teriak Sehan tertawa karena Sehun terus menggodanya
Luhan yang sedang memasak mendengar tawa dari dalam kamarnya. kemudian ia melihat jam dan mengernyit kesal karena baik suami maupun anaknya belum ada yang beranjak dari tempat tidur dan mandi
"Sehunnie…Sehanniee cepat bangun dan mandi" teriak Luhan dari dapur
Tak ada jawaban. Padahal jelas tadi dia mendengar ada suara ribut yang menandakan suami dan anaknya sudah bangun.
"Mereka sedang mengetesku rupanya" geram Luhan berjalan menghampiri kamarnya
Luhan membuka pintunya dan mendapati Sehun dan Sehan yang sedang berpura-pura tidur
"Kalian berdua. Berhenti pura-pura tidur" kesal Luhan menghampiri tempat tidurnya
"Sehannie anak eomma, bangun nak, eomma sudah buatkan sarapan kesukaan Sehan" bisik Luhan ditelingan Sehan yang kentara sekali sedang berpura-pura tidur
Tidak ada respon
"Sehannie eomma punya es krim" kata Luhan lagi masih berbisik
Luhan kembali tidak mendapatkan respon. Ia mendelik kesal pada Sehun karena pasti ini semua idenya. Tapi jarang sekali Sehan bisa menahan goda es krim, membuat Luhan semakin kesal
"Sehunnie…Suamiku yang tampan" kata Luhan yang tersenyum sendiri, Luhan masih belum terbiasa memanggil Sehun dengan sebutan suami
"Kau harus bangun sayang, ini sudah jam 10. Aku harus ke kafe" bisik Luhan menggoda Sehun
Tak ada respon dari Sehun
Luhan juga tidak menyerah
"Sayang, cium aku" pinta Luhan masih berbisik menggoda di telinga Sehun
Tetap tidak ada respon dari suaminya
Luhan juga mengernyit kesal pada Sehun, biasanya dia akan langsung bangun jika dirinya meminta dicium.
"Terserah kalian berdua, aku pergi. tidur saja sampai malam" gerutu Luhan dan beranjak dari tempat tidurnya
Namun saat akan bangun, lengan kanan dan kirinya ditarik membuatnya tergeletak di tempat tidur
"eomma/sayang" teriak Sehan dan Sehun bersamaan
"Yak! Kalian mengejutkanku" kesal Luhan
"Eomma salanghae" Sehan mencium bibir Luhan
"Aku lebih mencintaimu" teriak Sehun tak mau kalah mencium bibir Luhan
"Appa, eomma appo" teriak Sehan karena Sehun mencium bibir Luhan sangat lama dan sedikit melumat.
Sehan memang selalu berteriak jika Sehun maupun Luhan sedang berciuman, karena menurutnya itu akan membuat orang tuanya baik Sehun maupun Luhan kesakitan
"dia belum tahu rasanya berciuman" kekeh Sehun melepaskan pagutannya pada Luhan
"Ish kau ini, jangan mengajarinya yang macam-macam" protes Luhan
"eomma" teriak Sehan tidur diatas Luhan dan memeluk lehernya
"Iya sayang" jawab Luhan
"Sehun ajak Sehan mandi, Kai dan Kyungsoo sebentar lagi akan sampai kesini" kata Luhan yang membelai wajah Sehun dan menciumi kepala Sehan
"Nanti aku mandi dengan Sehan" kata Sehun membalas belaian Luhan, namun tiba-tiba raut wajah Sehun berubah menjadi menyeringai
"Lu, kapan kita honeymoon?" tanya Sehun untuk kesekian kalinya.
Sudah sebulan Sehun dan Luhan berstatus sebagai suami-istri yang sah, namun sampai hari ini mereka belum melakasanakan honeymoon. Luhan bersikeras ingin honeymoon bersama dengan Kyungsoo. Ia tidak mau jika hanya berdua dengan Sehun.
Menurut pemikiran Luhan, Sehun dan Kai melamar keduanya bersamaan. Menikah di hari yang sama, jadi baik Luhan maupun Kyungsoo juga bersikeras untuk melakukan honeymoon bersama
Sehun agak kesal dengan kemauan Luhan, karena sebulan ini Kyungsoo dan Kai sedang berada di kampung halaman Kai. Kakek dan nenek Kai meminta menantu barunya untuk mengenal keluarga besar Kai lebih dekat. Mau tak mau membuat Kyungsoo harus kesana karena telah resmi menjadi bagian keluarga besar Kim
Hal inilah yang membuat Sehun dan Kai harus menunda keinginan besar mereka untuk liburan sekaligus memadu kasih dengan istri tercinta mereka.
"Ini sudah sebulan. Kai dan Kyungsoo sudah kembali, ayo kita segera berangkat" kata Sehun merajuk
"Sayang, eomma dan appa belum ada kabar, kita belum tahu apakah eomma dan appa bisa menjaga Sehan selama kita pergi atau tidak. Apa kau tega meninggalkan putramu dan membuatnya terlantar?" tanya Luhan menyelidik
"ten-tu saja tidak" balas Sehun cepat
Sehan turun dari pelukan Luhan dan bermain dengan mobilnya.
"Kalau bergitu berhenti bertanya kapan kita akan honeymoon. Lagipula hampir setiap malam aku melayanimu" kesal Luhan dan pergi keluar kamar
"Sayang, kenapa kau marah" tanya Sehun mengejar Luhan
"Aku tidak marah hanya saja kau memikirkan kesenanganmu sendiri, memikirkan berpisah dengan Sehan selama sebulan saja membuatku hampir gila" kesal Luhan
Sehun menarik Luhan dan memeluknya dengan segera
"Sayang, kita tidak meninggalkan Sehan, kita akan menghubunginya setiap hari, setiap malam agar kau tenang. Aku tidak mau melihat kau tertekan seperti ini" ucap Sehun menciumi kepala Luhan
"Apa kita tidak bisa mengajak Sehan" pinta Luhan
"tidak bisa sayang, Sehan tidak akan suka diajak berpergian jauh. Lagipula aku takut dia sakit –jika merasakan perbedaan suhu dengan negara lain. Tidak apa-apa kan?" tanya Sehun
"iya tidak apa-apa" balas Luhan di pelukan Sehun
"Jadi kapan kita pergi honeymoon" tanya Sehun lagi
"Sehunna" kesal Luhan melepas pelukan Sehun.
Ting Tong!
Ting Tong!
Tak lama Sehan juga keluar dari kamar karena mendengar suara bel
"Itu pasti Kyungie" teriak Luhan berlari ke pintu mengabaikan Sehan yang meminta gendong padanya
"Eomma" panggil Sehan yang seluruh matanya berair karena Luhan mengabaikannya
"Sehannie" panggil Sehun
"Appa h-hikss eomma" kesal Sehan menghampiri Sehun
"Sini nak, appa gendong" kata Sehun berjongkok dan merentangkan tangan nya
Sehan berjalan ke arah Sehun dan Sehun langsung menggendongnya
"Eomma mu lebih menyayangi kyungie eomma daripada kita nak" kata Sehun menggoda Sehan
"Eomma" teriak Sehan yang tidak terima
"Aigoo aigoo, appa bercanda jagoann" Sehun mendiamkan Sehan yang menangis karena ulahnyaaa
Cklek!
"Luhannie/Kyungie" teriak Kyungsoo dan Luhan bersamaan saat Luhan membukakan pintu
"Aku rindu sekali padamu Lu" ucap Kyungsoo memeluk Luhan erat
"Aku jauh lebih merindukanmu" ucap Luhan tak mau kalah
"Sehanku mana Sehanku" kata Kai berlari ke dalam mencari Sehan
"Sehannieee, appa disini nak" teriak Kai yang tidak mendapati Sehan dikamarnya dan dikamar Luhan
"Sehan.." panggil Kai dan tak ada jawaban
"Lu, Sehan dimana?" Teriak Kai mengganggu moment luhan dan Kyungsoo yang sedang berpelukan
"Bersama Sehun, cari yang benar" balas Luhan berteriak
"Pasti Sehun menyembunyikan nya dariku" gerutu Kai dan terus mencari Sehan
"Sehannie, appa membawakan banyak mainan untukmu, mobil balap nak" teriak Kai
"Appa" jawab Sehan
Kai tersenyum menang karena Sehan tidak akan pernah menolak mobil balap
"Appa" panggil Sehan lagi, dia mencari suara Sehan dan tak percaya kalau asal suara itu dari bawah meja makan. Kai berjongkok dan menemukan Sehun dan Sehan yang sedang bersembunyi.
"Jangan berteriak nak, nanti ketahuan" bisik Sehun pada anaknya
"Dibawah kolong meja Sehunna. Apa kau serius?" Ejek Kai yang sudah menemukan Sehun dan Sehan.
"Appa" teriak Sehan merangkak ke Kai meninggalkan Sehun yang menggerutu kesal
"Anak appa. Appa rindu sekaliii" Kai menggendong Sehan dan menciumi pipi dan bibir Sehan
"Mobil balap" tanya Sehan
"Araseoo. Kita lihat mobil balap" teriak Kai membawa Sehan ke ruang santai
Dugh
"Ouch...menyebalkan sekali" kesal Sehun yang kepalanya terbentur meja makan
"Istriku dengan Kyungsoo, anakku dengan Kai. Pasangan pengganggu kebahagian" gumam Sehun seperti anak kecil
"Sayang oh ayolah kau sedang apa disana?" Tanya Luhan yang terkekeh melihat suaminya sedang berusaha keluar dari kolong meja makan.
"Mencari tikus" jawab Sehun asal
"Apa dia sedang kesal?" Bisik Kyungsoo pada Luhan
"Dia masih meminta bulan madu Kyung. Aku bilang aku tidak mau kalau perginya tidak bersamamu" kata Luhan memberitahu
"Aku juga mengatakan itu pada Kai. Jika dia ingin bulan madu, aku harus bersama mu" kata Kyungsoo memberi tahu Luhan
Sehun yang tidak mau mendengar percakapan Luhan dan Kyungsoo pergi meninggalkan keduanya menuju dapur.
"Kau rayu bayi besar mu dulu, Lu. Aku ingin melihat Sehan" bisik Kyungsoo pada Luhan
"Sayang kau sedang buat apa? Mau aku buatkan?" Tanya Luhan yang melihat Sehun mengambil gelas
"Tidak perlu" jawab Sehun
"Apa suamiku sedang kesal?" Tanya Luhan memeluk Sehun dari belakang
"Tidak. Biasa saja" jawab Sehun masih kesal
"Kau pembohong yang buruk sayangku" gemas Luhan mengeratkan pelukannya
"Kenapa kau tidak bergabung dengan mereka. Aku sedang ingin sendiri" ketus Sehun
"Ah benar! Suamiku tidak mempedulikan aku, kenapa aku harus disini. Sebaiknya berbicara tentang memberikan adik untuk Sehan kapan-kapan saja" kata Luhan pura-pura kesal dan melepaskan pelukan nya
"Sayang" panggil Sehun menarik Luhan
"Apa? Katanya aku harus bergabung dengan mereka" kata Luhan masih pura-pura kesal
"Adik untuk Sehan? Apa kau serius?" Tanya Sehun menggendong Luhan dan mendudukan Luhan di meja dapur
"Kau tidak sedang menggodaku kan?" Tanya Sehun yang menatap intens Luhan
"Ummmmm" balas Luhan menggoda Sehun
"Lu, kau tahu aku benar-benar sedang jatuh cinta padamu. Jangan berani-berani menggodaku" kata Sehun mencium bibir Luhan, Sehun yang benar sedang terbuai dengan Luhan memperdalam ciumannya membuat Luhan terbuai dan membalas ciumannya.
Sehun melumat bibir Luhan dengan kasar dan bernafsu.
Luhan langsung memberi celah kepada Sehun untuk menikmati bibir merah nya, yang membuat dirinya terbuai dan ingin merasakan lebih dan lebih.
Sehun mengecup leher Luhan berulang menyelusuri leher putih dan mulus milik Luhan,
Kedua tangan Sehun meraba-raba punggung Luhan membelainya membuat Luhan mendesah
Dan dengan sengaja tangan Sehun turun kebawah dan meraba bokong Luhan, ia meremas dan sedikit memukul-mukul bokong Luhan. Membuat Luhan mendesah tertahan.
"Hmmmphh, Sehunnnnmmm" desah Luhan saat Sehun mulai meraba ke dalam kaosnya dan memainkan kedua nipple nya bergantian.
Sehun sendiri kembali melumat bibir Luhan secara kasar tidak membiarkan Luhan mendesah dengan bebas.
Saat Sehun dan Luhan sedang asyik bercumbu ada yang datang dan mengganggu kegiatan mereka
"Astaga! Sehannie jangan lihat" ucap Kai menutup mata Sehan dari kegiatan panas orangtuanya
"Sehun, Luhan kalian punya kamar untuk melakukan adegan panas kalian" teriak Kai yang sedang menggendong Sehan. Sehan merengek meminta jus yang berada di kulkas
"Percuma kau menutup matanya kalau kau berteriak seperti itu" kesal Sehun yang lagi-lagi diganggu Kai.
"Ada apa Kai?" Tanya Luhan yang sangat malu pada Kai dan anaknya
"Anak kalian minta jusnya, cepat ambilkan" perintah Kai
"Akan segera aku ambilkan" kata Luhan cepat
"Aku tunggu disana" ucap Kai meninggalkan Sehun dan Luhan didapur.
"Kau mau kemana?" Protes Sehun saat Luhan akan turun dari meja dapur
"Anak kita haus sayang" balas Luhan mengalungkan tangannya ke leher Sehun
"Aku janji akan melayani suamiku yang tampan ini kapan saja, tapi jangan sekarang ya" kata Luhan menciumi bibir Sehun
"Sebaiknya kau pegang omongan mu" seringai Sehun membalas kecupan Luhan
"Iya sayang" balas Luhan takut-takut dan mencium Sehun sekali lagi kemudian turun dari meja dapur
"Ayo kita berkumpul kesana" Luhan menarik tangan Sehun menuju ruang santai
..
..
..
Luhan melihat Sehan sedang asyik bermain mobil barunya yang diberikan Kai, sementara Kyungsoo dan Kai seperti berdebat akan sesuatu
"Sehannie, ini jus mu nak" panggil Luhan dan Sehan segera menghampiri eomma nya untuk mengambil jus dan kembali bermain dengan mobilnya
"Kalian kenapa?" Tanya Sehun
"Hey kyung, aku belum menyapamu tadi" kata Sehun memeluk Kyungsoo sekilas
"Kau sibuk cemberut bagaimana mau menyapaku" kekeh Kyungsoo
"Sudah jangan diungkit lagi, Sehun sangat sensitif belakangan ini" bisik Luhan tertawa
"Kalian kenapa?" Tanya Sehun yang merasa sebal pada istrinya
"Kai meminta agar honeymoon kita dipercepat" kata Kyungsoo memberitahu
"Aku setuju" jawab Sehun antusias
"Kalian ini" kesal Luhan
"Baby, kita harus tunggu orang tua Sehun benar-benar ada waktu luang, kita tidak bisa meninggalkan Sehan kan" protes Kyungsoo
"Sehun kapan orang tua mu ada waktu untuk menjaga Sehan?" Tanya Kai
"Entahlah. Aku juga kesal eommaku tak ada kabar" gerutu Sehun
"Kau ini, lalu kau tega meninggalkan anak kita" kesal Luhan
"A-aniya sayang, bukan begitu. Tapi eomma bilang kita bisa berangkat honeymoon secepatnya, tapi sampai sekarang eomma tidak ada kabar" kesal Sehun
"Kalian lebih baik pergi honeymoon berdua saja sana, jangan harap aku dan Luhan akan meninggalkan Sehan hanya untuk membuat senang ayah menyebalkan seperti kalian" ucap Kyungsoo menunjuk Kai dan Sehun
"Se-tu-ju" geram Luhan
"Lebih baik aku disini daripada harus pergi berdua dengan Kai" balas Sehun
"Kau pikir aku mau" kesal Kai
Kedua pasangan ini terus saja berdebat hal yang tidak penting mengenai rencana honeymoon mereka. Kai dan Sehun ingin cepat-cepat pergi honeymoon, sementara Luhan dan Kyungsoo masih tidak rela meninggalkan Sehan, tapi mereka tetap ngotot untuk pergi honeymoon bersama-sama.
Drrt Drrt
Drrt Drrt
Drrt Drrt
Ponsel Sehun bergetar menampilkan nama eomma di layar
"Ini aku eomma" jawab Sehun
"Iya Kai dan Kyungsoo sudah kembali" ucap Sehun
"Benarkah?" tanya Sehun
"Ia eomma kami akan bersiap-siap"
"terimakasih eomma" teriak Sehun dan menutup telponnya
"Ada apa sayang" tanya Luhan
"Kita bisa berangkat honeymoon minggu ini. Eomma meminta kita mempersiapkan semua kebutuhan Sehan dan membawa Sehan kerumahku" kata Sehun senang
"Sehannie… sehannie akan mendapatkan adik baru" teriak Kai girang dan berlari menggendong Sehan membuat Sehan tertawa
"Sehan akan mendapatkan banyak adik" kini Sehun yang menggendong Sehan merebutnya dari Kai
Hanya terdengar tawa bahagia dari Sehan karena kedua ayahnya sangat senang akan segera berangkat bulan madu
Melihat betapa bahagia nya suami mereka, mau tak mau membuat Luhan dan Kyungsoo tersenyum bahagia.
..
..
..
Malam harinya Luhan dan Kyungsoo sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk Sehan yang akan menginap kurang lebih dua minggu di rumah orang tua Sehun.
Mereka mengeluarkan beberapa pakaian Sehan, mantel hangat, susu, makanan dan beberapa mainan Sehan. Luhan benar-benar memastikan anaknya tidak kurang satu apapun
"Sayang. Sehan hanya dua minggu dirumah eomma. Tidak perlu banyak-banyak membawa bajunya, kau seperti mengusirnya dari rumah jika seperti itu" kekeh Sehun melihat istrinya yang sangat serius mengurusi perlengkapan Sehan
"Ah benar, tidak usah banyak-banyak membawa pakaian Sehan. Nanti setelah kita baru sampai disana, tiba-tiba eomma menelpon memberitahu kita kalau Sehan kena flu. Aku langsung pulang hari itu juga" kesal Luhan pada suaminya
"A-araseo. Persiapkanlah dengan benar" kata Sehun takut kalau Luhan marah lagi
"Lu, apa ini juga dibawa?" Tanya Kyungsoo membawa beberapa topi kupluk Sehan
"Bawa saja Kyung sekalian" teriak Luhan
"Araseo. Aku akan mengambil beberapa topi" kata Kyungsoo yang kembali mencari topi Sehan
"Mereka sibuk sekali" gumam Kai pelan pada Sehun yang sedang main game
"Sudah diam saja. Mereka sensitif sekali. Sehan sudah tidur?" Tanya Sehun
"Aku setuju, lebih baik kita main saja" kata Kai ikut bergabung dengan Sehun
"Sehan sudah tidur, dia sepertinya capek bermain" jawab Kai yang mulai fokus pada game nya
"Apa sudah semua Lu?" Tanya Kyungsoo pada Luhan
"Sepertinya sudah. Aku akan memeriksa lagi nanti"
"Lebih baik kita menyicil barang-barang kita dan mereka" saran Luhan
"Hmm baiklah. Aku akan mengambil beberapa syal dulu" kata Kyungsoo dan Luhan mengangguk
"Baby, ayo ke apartemen sebentar, kita ambil syal" teriak Kyungsoo pada Kai
"Syal untuk apa?" Tanya Kai yang sibuk bermain
"Untuk disana. Ayo cepat" kesal Kyungsoo karena Kai malah asik bermain
"Disana dimana? Disana selalu panas" kini Sehun yang menjawab
"Sayang disana musim semi" desis Luhan yang sudah mulai kewalahan packing
"Tidak, disana panas" kekeh Sehun
"Ya Tuhan, kami sudah cari informasi disana sedang musim semi" kini Kyungsoo yang habis kesabarannya
"Kalian sedang membicarakan tempat apa?" Tanya Kai yang mulai mengerti kalau Luhan dan Kyungsoo berbeda pembahasan tempat dengan dirinya dan Sehun
"Kalian membicarakan apa?" Tanya Luhan balik
"Kami membicarakan Bali" jawab Sehun dan Kai
"Bali? Tidak! Itu terlalu jauh, aku dan Kyungsoo kami ke okinawa" balas Luhan
"Okinawa di Jepang? Lagi?" Jengah Kai
"Kami menyukai Jepang. Lagipula saat pertama kali kesana, kita belum sempat berjalan-jalan ke seluruh Jepang karena kalian bekerja, jadi kami sudah pesan tiket dan booking hotel untuk kita atas nama kalian" kata Kyungsoo santai
"Ya Tuhan baby, tapi Bali lebih indah" kesal Kai
"Aku tidak suka naik pesawat untuk waktu lama. Lagipula jika Sehan menangis terus kita bisa segera pulang tanpa waktu yang lama" kata Luhan santai
"Tapi kami juga sudah beli tiket dan booking hotel untuk kita" kini Sehun yang kesal
"Oh aku punya solusinya" desis Kyungsoo menatap tajam Kai
"Apa Kyung" tanya Luhan yang juga menatap tajam Sehun
"Pisahkan koper kita dan mereka. Nanti setelah di bandara kita naik pesawat dengan tujuan yang berbeda" geram Kyungsoo
"Bukan ide buruk" balas Luhan
Luhan dan Kyungsoo sepertinya sudah kesal, mereka meninggalkan acara packing mereka dan menuju kamar Sehan.
Sehun dan Kai juga sudah hafal dengan sifat istri mereka jika sedang kesal. Mereka akan masuk kamar Sehan, tidur disana sepanjang malam dan yang paling buruk biasanya keduanya akan mendiamkan mereka selama beberapa hari.
Sehun dan Kai saling menatap dan sedetik kemudian mereka berlari mendahului Luhan dan Kyungsoo mencegah keduanya masuk kamar Sehan.
"Sayang" panggil Sehun merentangkan tangan nya mencegah Luhan masuk
"Baby, baiklah, Jepang, Okinawa, terserah apapun itu. Aku ikut" kata Kai mencegah Kyungsoo
"Aku juga" kata Sehun meyakinkan Luhan
"Lalu bagaimana tiket bali kalian?" Tanya Luhan
"Ya sudah nanti kami buang. Ia kan Kai?" Tanya Sehun yang masih tak rela
"Ia dibuang. Itu sama sekali tidak masalah" jawab Kai miris
"Sayang, terimakasih, aku mencintaimu" girang Luhan memeluk Sehun
"Aku juga mencintaimu" balas Sehun tersenyum sebenarnya dia juga masih belum rela tidak jadi ke Bali
"Kau jangan marah lagi ya baby" bujuk Kai memeluk Kyungsoo
"Tidak marah baby" kata Kyungsoo membalas pelukan Luhan.
..
..
..
Cklek!
Pintu kamar Sehan terbuka menampilkan sosok Sehan yang berjingkat kesusahan karena gagang pintu sangat tinggi
"Eomma" isak Sehan
"Eomma disini sayang" kata Luhan melepaskan pelukan Sehun dan berjongkok menggendong Sehan
"Sehan haus?" Tanya Luhan
"Umhh" balas Sehan masih merengek
"Eomma buatkan minum ya. Sehan dengan appa dulu" bujuk Luhan, Sehan menggeleng tidak mau Luhan pergi
"Sayang kenapa? Biasanya mau dengan appa" tanya Luhan, Sehan hanya terus memeluk leher Luhan
"Jagoan appa, ayo main dengan appa, eomma buat susu Sehan dulu" bujuk Sehun
Sehan awalnya enggan, tapi saat melihat Sehun yang memintanya, dia langsung meminta gendong Sehun
"Aigoo anak appa pintar" Sehun membawa Sehan ke dalam gendongannya
"Sehan mau main?" Kini kai yang mengajak Sehan bicara.
"Mobil balap" balas Sehan yang mulai sudah tidak bosan
"Araseo. Mobil balap" ucap Kai mengambil Sehan dari Sehun dan membawanya berlari
"Appaa hhahaa" Sehan tertawa melihat Sehun yang berusaha mengejarnya dan Kai
"Kyung" panggil Luhan
"Ada apa Lu?" Tanya Kyungsoo yang sedang tersenyum
"Apa aku bisa meninggalkan Sehan? Dua minggu sangat lama. Aku khawatir. Ini pertama kalinya aku akan meninggalkan Sehan" lirih Luhan melihat anaknya yang sedang tertawa bahagia
"Dia akan baik-baik saja. Kita juga tidak bisa mengecewakan Kai dan Sehun kan" kata Kyungsoo meyakinkan
"Hmm...kau benar. Anakku akan baik-baik saja" gumam Luhan dan segera ke dapur untuk membuatkan susu Sehan
..
..
..
Luhan dan Kyungsoo sedang melanjutkan acara packing mereka. Kali ini tidak terlalu sulit seperti menyiapkan pakaian Sehan, karena mereka hanya membawa pakaian seperlunya.
Mereka melakukan hal yang sama pada kebutuhan suami mereka, hanya beberapa pakaiann yang dibawa tidak terlalu banyak agar tidak berat.
Sehan sedang dipangkuan Kai, dia sedang asik melihat kedua appanya yang kembali bertanding mobil balap. Untuk kali ini Sehan lebih mendukung Kai, karena Sehun baru satu kali menang dari sembilan pertandingan.
Sehan masih tertawa melihat Sehun yang menggeram kesal karena terus kalah, sampai akhirnya dia bosan dan melihat Luhan dan Kyungsoo yang sedang memasukkan baju mereka ke koper.
Sehan bangun dari pangkuan Kai dan berjalan ke arah Luhan
"Eomma" panggil Sehan memeluk Luhan
"Apa sayang?" Tanya Luhan mencium Sehun
"Eomma itu apa?" Tanya Sehan
"Eh? Ini baju eomma dan appa sayang" balas Luhan
"H-hiks, eomma andwaee huwaaa" teriak Sehan memeluk Luhan
Sehan sepertinya mengerti kalau baju dilipat dan dimasukkan kedalam koper artinya akan pergi. Dia tidak mau Luhan pergi, makanya Sehan menangis.
"Aigoo sayang kenapa menangis" panik Luhan yang langsung membawa Sehan ke pelukannya dan menepuk bahunya agar tenang
"Eomma kajima!" Jerit Sehan meronta dipelukan Luhan
"Sehan ya Tuhan kau kenapa sayang" panik Sehun melihat Sehan menjerit
"Ayo appa gendong nak" bujuk Sehun
"Andwae! Eomma" tangis Sehan pecah
"Iya eommaaa.. Eomma disini sayang" ucap Luhan memeluk erat anaknya
"Baby, Sehan kenapa?" Tanya Kai panik
"Sepertinya dia tahu kita akan perg, dia menangis setelah melihat Luhan" jawab Kyungsoo yang juga cemas
"Kalian tunggu disini" kata Luhan membawa Sehan masuk kedalam kamarnya.
Sehan memang selalu seperti ini jika Luhan sedang melipat pakaiannya. Dia takut jika melihat eommanya tidak ada di sekitarnya.
"Sehannie" panggil Luhan yang masih menimang Sehan
Tidak ada jawaban dari Sehan, Sehan masih terisak pelan
"Sehann" panggil Luhan lagi
"eomma" jawab Sehan
"Lihat eomma nak" pinta Luhan
Sehan masih terisak melihat Luhan
Luhan benar-benar bingung kenapa Sehan tiba-tiba menjerit seperti tadi, Luhan mendudukan Sehan di kasurnya dan menghapus air mata Sehan
"Sehan sayang kenapa menangis nak?" Tanya Luhan menatap Sehan dan mengahapus airmata Sehan yang masih terisak
"Sehan tidak mau eomma pergi?" Tanya Luhan menebak
"H-hikss" Sehan menjawab sesunggukan
"Apa eomma dan appa boleh pergi?" Tanya Luhan
"A-andwae" balas Sehan menangis
"Sehan jangan menangis, dengarkan eomma dulu" pinta Luhan,
Luhan akhirnya mendudukan Sehan di tempat tidur memaksa anaknya untuk menatapnya
"Lihat eomma nak" pinta Luhan
Sehan melihat Luhan masi terisak
"Berapa jumlah jari eomma nak?" Tanya Luhan menunjukkan dua jarinya ke Sehan
"Dua" jawab Sehan
"Aigoo anak eomma pintar sekali" puji Luhan dan Sehan kembali merengek
"Araseo araseo. Eomma bercanda, dengarkan eomma dulu"
"Appa dan eomma, kami akan pergi selama jumlah jari eomma nak, nanti selama eomma pergi, Sehan akan tidur diruma halmoni dan haraboji. Ketika Sehan bangun, jari eomma akan berkurang satu" Luhan menekuk jari tengahnya dan menyisakan satu jari telunjuknya
"Malam berikutnya, Sehan akan tidur lagi dan saat Sehan bangun eomma dan appa sudah kembali. Bagaimana?" Tanya Luhan yang tidak tahu apakah Sehan mengerti atau tidak
"Appa, eomma" kata Sehan membuat jari seperti Luhan kemudian menekuknya dan tak lama tertawa
"Eh apa ini? Sehannie sudah tidak marah" tanya Luhan
Sehan tertawa dan sepertinya memang mengerti kalau orang tuanya tidak akan pergi lama.
"Eomma sayang sekali pada Sehan" kata Luhan menciumi bibir Sehan membuat anaknya semakin tertawa
"Sehannie, kalau begitu Sehan harus keluar. Karena kedua appamu dan eomma Kyungie sangat cemas" kata Luhan memberitahu dan tak lama Sehan berlari keluar
Cklek!
"Appaa" teriak Sehan berlari menghampiri Sehun
"Hey nak, sudah tidak menangis?" Tanya Sehun berlari menghampiri Sehan dan menggendongnya
"Hehee" Sehan menggeleng dan tertawa
"Anak nakal. Appa hampir jantungan melihat kau menjerit seperti itu" Kai mencubit pipi Sehan
"Coba eomma gendong. Sehan benar-benar tidak menangis lagi?" Kali ini Kyungsoo yang bertanya dan memastikan Sehan baik-baik saja
"Eomma" teriak Sehan mencium pipi Kyungsoo
"Aigoo Sehannie kenapa imut sekali" gemas Kyungsoo hampir menangis bahagia
Sehun menghampiri Luhan yang masih berada di kamar Sehan, Luhan seperti sedang mencari sesuatu dikamar Sehan
"Sayang" panggil Sehun
"Hmmh" jawab Luhan mencari sesuatu
"Jadi kenapa dengan anak kita?" Tanya Sehun memeluk Luhan dari belakang
"Dia hanya takut kita pergi dan tak kembali. Aku sudah menjelaskan padanya kalau kita hanya akan pergi sebentar" jawab Luhan mencium bibir Sehun sekilas
"Lalu dia mengerti?" Tanya Sehun
"Oh tentu saja anakku sangat pintar" bangga Luhan
"Iya anak kita memang pintar" kata Sehun yang mulai menyesapi leher Luhan
"Sayang... Tahan sebentar aku sedang menyiapkan sesuatu agar Sehan tidak rewel" kata Luhan yang kerepotan karena Sehun terus menghimpitnya
"Iya lanjutkan saja kegiatanmu, aku hanya mengagumi kecantikan istriku" elak Sehun
"Yasudah, tapi pastikan tanganmu tidak meraba-raba tubuhku" kesal Luhan
"Tidak janji sayang" goda Sehun yang semakin menyesapi leher Luhan
..
..
..
Dua hari kemudian mereka semua sudah berada di bandara untuk berangkat honeymoon. Sehun dan Kai entah mengapa menjadi tidak rela meninggalkan Sehan sendirian.
Mereka sudah dua hari ini tinggal dirumah orang tua Sehun dan menolak tidur dengan istri mereka. Mereka tidak mau terpisah sama sekali dari Sehan, bahkan sampai saat ini di bandara, keduanya masih terus menempeli Sehan tidak rela berpisah
"Kai Sehun. Hentikan perbuatan kalian, itu sangat menggelikan. Sehan akan baik-baik saja dengan eomma" kesal nyonya Oh karena sekarang Sehun dan Kai sedang berpelukan dengan Sehan di tengah-tengah mereka.
"Jangan pisahkan kami eomma" protes Sehun semakin memeluk Sehan
"Halmonyiii" teriak Sehan yang sepertinya bosan dihimpit kedua appa nya
"Serius Lu, mereka sangat menyebalkan" kekeh Kyungsoo
"Lihat anakku. Sudah seperti ikan dihimpit seperti itu" kesal Luhan yang menganggap Sehun dan Kai sangat berlebihan saat ini.
"Oh sudah cukup" Luhan menghampiri Sehan
"Eomma" teriak Sehan
"Iya nak, eomma akan menolongmu" kata Luhan mengambil Sehan dari Sehun dan Kai
"Kalian berdua cukup. Kita harus segera check in. Jangan membuat kesabaranku habis" geram Luhan saat Sehun dan Kai akan protes
"Eomma. Aku titip Sehan" kata Luhan memberikan Sehan pada nyonya Oh
"Tenang saja sayang. Eomma akan menjaga anakmu dengan baik." Ucap nyonya Oh mengambil Sehan dari Luhan
"Kalian masuklah" perintah tuan Oh
"Hmm...kami akan masuk" jawab Kyungsoo
"Sayang, jangan nakal selama dengan halmoni dan haraboji ya, Sehan harus jadi anak baik. Eomma sayang Sehan. Cium eomma" pinta Kyungsoo
Mmuaahhh~
Sehan mencium Kyungsoo dengan senang
"Sehannie, eomma pergi dulu ya. Sehan harus makan dan tidur tepat waktu. Eomma akan rindu ppada Sehan" kini Luhan yang berpamitan mencium kening Sehan
"Eomma" teriak Sehan menunjukkan dua jarinya, mengingatkan Luhan kalau mereka hanya pergi sebentar
"Tentu sayang" balas Luhan yang juga mengangkat dua jarinya
"Cium eomma" pinta Luhan
Mmuahhh~
Sehan juga mencium Luhan dan mengijinkan orangtuanya bersenang-senang
Mereka sudah akan berangkat tapi Sehun dan Kai masih saja menyebalkan
"Baby cepat pamit pada Sehan" kesal Kyungsoo karena Kai masih diam di tempatnya
"Sehannie, appa pergi dulu jagoan. Appa akan kembali cepat dan bawa banyak mainan. Sehan harus sehat ya" pesan Kai mencium pipi Sehan tak rela.
"Appaa" panggil Sehan mencium bibir Kai
"Anyeong" katanya melambai pada Kai
"Baby, aku merasa tidak ingin pergi" lirih Kai memeluk Kyungsoo karena merasa tidak tega meninggalkan Sehan
"Kita hanya meninggalkannya sebentar baby bukan selamanya" kekeh Kyungsoo mencium bibir suaminya.
Kai tersenyum pahit dan merangkul Kyungsoo masih menatap Sehan
"Sayang" tegur Luhan pada Sehun karena ini gilirannya berpamitan
"Sayang. Kita bawa Sehan saja yayayaya" pinta Sehun
"Jangan macam-macam. Anakmu saja sudah bisa membiarkan kita pergi" kesal Luhan
"Sehannie. Appa gendong sebentar" Sehun mengambil Sehan dari eommanya
"Appa akan merindukanmu sayang" Sehun menciumi seluruh wajah Sehan
"Jangan nakal, jangan menangis dan jangan banyak makan es krim" katanya menatap Sehan
"Oh. Kenapa appa sangat tidak mau meninggalkanmu" kata Sehun mendekap Sehan
"Appa...eomma" Sehan memberitahu Sehun kalau Luhan sudah mulai kesal
"Appa tau, eomma memang menakutkan jika seperti itu" kekeh Sehun
"Baiklah..appa pergi nak. Cium appa" pinta Sehun
Mmuahhh~
Sehan langsung mencium ayahnya dan meminta neneknya untuk menggendongnya kembali
"Aku akan menangis sekarang" kata Sehun berjalan ke arah Luhan dan memeluknya
"Aku baru tahu kau lebih mencintai Sehan daripada aku" Luhan berpura pura kesal
"Tidak. Aku mencintaimuu, aku mencintai kalian berdua" balas Sehun cepat
"Aku tahu sayang"
"Ayo kita masuk" Luhan menggandeng Sehun dan mengajak Kai dan Kyungsoo masuk ke dalam bandara
"Eomma-appaa. Anyyeongg..salanghae" teriak Sehan yang sepertinya akan menangis melambai kepada kedua orangtuanya
"Jagoan tidak boleh menangis" teriak Luhan yang menguatkan anaknya
"Dah Sehannie" kyungsoo melambai pada Sehan
"Dah sayang" kini keempatnya melambai pada Sehan berpamitan.
Sehan mulai terisak dipelukan neneknya saat orangtuanya tidak terlihat lagi.
"Sehannie sedih ya?" Tanya nyonya Oh
"H-hiks eomma" isak Sehan
"Eomma akan segera kembali nak" kata nyonya Oh menenangkan
"Sehan mau es krim?" Sekarang tuan Oh yang mencoba menghibur
"Es krimmmm" teriak Sehan yang moodnya berubah menjadi baik.
..
..
..
"Haaaaaahhh. Akhirnya sampai jugaaa... Aku sudah akan muntah didalam" gerutu Luhan saat mereka sampai di Okinawa
"Aigoo istriku lucu sekali" gemas Sehun
"Lu, ayo kita beli juice disana" ajak Kyungsoo
"Ayo Kyung. Sayang aku kesana dulu" pamit Luhan
"Kalian hati-hati jangan tersesat" pesan Kai
"Iya baby,," balas Kyungsoo
Setelah mendapatkan izin dari suami mereka, keduanya bergegas ke kafe dekat hotel untuk membeli jus meninggalkan suami mereka yang sedang mem-booking kamar hotel
"Lu, apa kita beli untuk mereka juga?" Tanya Kyungsoo
"Belikan saja. Mereka pasti haus" balas Luhan
"Berikan kami 4 orange juice" kata Kyungsoo memesan dalam bahasa jepang sambil melihat kamus
"Kyungiee kau hebat" puji Luhan karena pelayan itu mengerti yang dikatakan Kyungsoo
"Aku suka jepang Lu" kikik Kyungsoo
"Ayo kita kembali. Mereka pasti marah kalau kita pergi lama" ajak Kyungsoo
"Ayoo" balas Luhan dan keduanya pun berjalan bergegas menuju lobi hotel dengan masing-masing membuat dua juice untuk suami mereka.
Mereka sudah melihat suami mereka dari kejauhan. Namun keduanya mengernyit saat Sehun dan Kai sedang mengobrol dengan dua orang wanita yang sepertinya kembar dan urhhmmm...sangat seksi.
Luhan dan Kyungsoo sudah mulai panas melihat pemandangan itu, mereka mempercepat langkah mereka dan sangat terkejut melihat yang selanjutnya terjadi.
Kedua wanita kembar itu dengan centil memeluk Sehun dan Kai dan mencium pipi mereka
Dan yang membuat Luhan dan Kyungsoo geram adalah Sehun dan Kai sama sekali tidak menolak, mereka malah tersenyum dipeluk oleh wanita kembar tersebut.
"SEHUN/KAI" teriak Luhan dan Kyungsoo yang mukanya sudah semerah kepiting rebus menahan kesal.
tobecontinued...
Chit chat author:
Akhirnya berani juga ngepost Sequelnya... Maju mundur cantik terus mau update sequelnya ,
Setelah galau mau digabung atau beda judul.. Akhirnya Triplet memutuskan kalau "Our Family" digabung sama "Our Tomorrow"
Kenapa?
Karena aku takut sequelnya ini cuma sedikit part nya.. daripada post baru mending digabung sekalian kan? *winkkk *biasangeless heheeh
.
.
.
Ahhh..pokoknya happy satnite.. happy reading.. happy review.. happy happy kalian yang ngenes stay dirumah aja deh malem minggu ini #senasib
Semoga sukaaaa :* :*
hahaahaha yang lain update nya nyusul yaaaa :D
