.
.
.
.
Every Family Has a Story... Welcome to Ours
-Luhan-
Welcome to Sequel Of "OUR TOMORROW"
Our Family
.
.
.
Main Cast : Oh Sehun , Xi Luhan, Kim Jongin, Do Kyungsoo and Their Childrens
Genre : Romance, Family
Rate : T-M
Length : Chapter
YAOI. Typo (s). M-preg.
HUNHAN STORY!
.
.
.
.
"Kaliannn" Luhan dan Kyungsoo tambah geram karena suami mereka tidak langsung menghampiri mereka, melainkan masih asik berdiri di dekat wanita seksi itu
"Lu, kenalkan ini sunbae ku sewaktu kuliah Hyemi dan Hyuri noona" kata Sehun belum menghampiri Luhan
"Noona, kenalkan itu Luhan dan Kyungsoo" kini Kai yang berbicara
Oh percayalah Luhan dan Kyungsoo sudah sangat geram saat ini, bahkan suami mereka tidak memanggil dengan sebutan sayang dan baby lagi didepan wanita kembar yang hanya memakai bikini dibalut sweater tipis
"Mereka siapa kalian?" Tanya si kembar yang terus menempel Kai
Kyungsoo dan Luhan saling melirik kemudian menyeringai
"Hmm Sehunnie, mereka siapa kalian?" Kini kembar yang menempel pada Sehun yang bertanya
"Mereka is..."
"Sehun!" Panggil Luhan menyela jawaban Sehun, membuat Sehun menoleh
"Kau sudah booking kamar?" Tanya Luhan
"Sudah Lu" balas Sehun
"Mana kuncinya?" Pinta Luhan
"Ini" Sehun memberikan kunci dan Luhan menghampiri Sehun mengambilnya
"Bagus. Ini kunci kamarku dan Kyungsoo. Kau tidurlah dengan Kai atau.."
"Tidur saja dengan noona cantik kalian" tambah Kyungsoo mendelik pada Kai
"Kami pergi." Luhan merampas kunci dari Sehun
"O-ia. Kami hanya te-man mereka noona cantik. Te-man" kata Luhan menekankan kalimat teman di kata teman
"Bersenang senanglah Kai, Sehunna. Kami juga mau bersenang-senang" seringai Kyungsoo diikuti Luhan di belakangnya
Sehun dan Kai benar-benar cengo dengan kejadian yang baru saja terjadi.
"Luhan tidur dengan Kyungsoo" gumam Sehun
"Aku tidur dengan Sehun" gumam Kai
"Oh Tidak" pekik keduanya menyadari hal mengerikan ini
Mereka langsung bergegas mengejar Luhan dan Kyungsoo
Tapi terlambat!
Keduanya sudah masuk ke dalam lift dan menyeringai saat pintu lift tertutup
"Kai lewat tangga" kata Sehun memberitahu
Sehun dan Kai pun langsung berlari menuju tangga, namun lagi-lagi terlambat.
Luhan dan Kyungsoo sudah masuk dan mengunci pintu kamar mereka
"Sial" kesal Sehun
"Kyungie babyku. Buka pintunya, kita tidur dikamar sebelah sayang" bujuk Kai berteriak
"Kalian bersenang-senanglah dengan wanita seksi itu. Kami mau bersenang-senang juga" balas Kyungsoo
"Lu, kalau bersenang-senang yang kau maksud adalah mencari pria lain. Aku sarankan berhenti memikirkannya" teriak Sehun memperingati
"Aku juga memperingatimu baby" teriak Kai tak kalah berisiknya
"Wae?" Balas Luhan dan Kyungsoo berteriak
"Aku serius" Sehun masih berteriak tapi terdengar menakutkan
"Kau tahu kan aku ingin honeymoon bukan mau membunuh orang" desis Kai
"Kalian yang mulai" balas Kyunsoo
"Tidak usah khawatir pada kami. Kami tidak seperti kalian yang centil" kesal Luhan
"Hiss apa-apaan mereka, sudah salah masih mengancam" geram Luhan melempar tasnya kekasur
"Biarkan Lu, ayo kita istirahat saja" kata Kyungsoo yang mulai mengeluarkan beberapa pakaian gantinya
"Aku mandi dulu Lu"
"Hmm...aku mau tiduran dulu" kata Luhan membaringkan badannya
Sementara itu,
"Yak! Sebenarnya apa salah kita?" Kesal Kai pada Kyungsoo dan Luhan
"Aku tidak tahu. Tapi yang jelas aku tidak mau tidur denganmu" kata Sehun menatap ngeri Kai
"Kau pikir aku mau?" Gusar Kai
"Sudahlah aku mau tidur siang dulu" kata Kai merebahkan dirinya dikasur
"Andwae!" Teriak Sehun
"Wae?" Tanya Kai
"Aku-aku yang mau tidur siang, kau nonton tv di sofa" kata Sehun menarik kaki Kai membuatnya terjatuh di lantai
"Oh Sehun" teriak Kai kesal karena baru saja bokongnya mendarat halus di lantai
"Apa-kau mau apa? Mau tidur disampingku? Mimpii saja sana" balas Sehun yang sudah melebarkan kakinya tidak menyisakan tempat untuk Kai
"KAU!" Geram Kai yang sekarang membalas perbuatan Sehun padanya.
Kemudian Sehun yang tidak terima kembali membalas Kai
Begitu terus selama 10 menit berlalu. Tidak ada yang mau mengalah tentang siapa yang akan tidur enak dikasur dan siapa yang akan tidur di sofa
Keduanya mulai kelelahan dan sangat kesal karena sudah tidak tahan
"LUHAN/KYUNGSOO" teriakan frustaso terdengar dari Sehun dan Kai
"Lu, apa kau mendengar teriakan?" Tanya Kyungsoo
"Tidak Kyungie sayang, ayo kita istirahat" ajak Luhan dan tak lama Kyungsoo berbaring disamping Luhan
"Ah, sudah lama sekali tidak tidur bersama Lulu" kata Kyungsoo gemas
"Aku jugaaaa sangat senang" balas Luhan mencubit Kyungsoo
Setidaknya mereka berdua bisa istirahat dan tidur bersama, tidak seperti suami mereka yang terus bertengkar dan tak akur
"AKU TIDAK TAHAN!" Teriak Kai dan Sehun bersamaan
"Aku mau istriku" rengek Kai
"Aku juga mau Luhannie" rengek Sehun
"Hey Sehunna" panggil Kai
"Kita bisa tidur dengan istri kita" Kai berkata dengan percaya diri
"Bagaimana caranya?" Tanya Sehun
Tak lama Kai membisikkan sesuatu pada Sehun dan keduanya menyeringai
..
..
..
Malam harinya Kyungsoo dan Luhan baru terbangun dan keduanya merasa sangat lapar. Mereka yang malas keluar kamar hotel akhirnya menelpon bagian kafetaria untuk mengantarkan pesanan mereka.
Tak lama pesanan makanan Kyungsoo dan Luhan datang, tapi pelayan hotel yang mengantarkan makanan mereka di bekap oleh Sehun dan Kai
"Kami butuh dua pakaian kerjamu" kata Sehun dalam bahasa Jepang
"Untuk apa tuan?" Tanya si pelayan
"Untuk kebaikan kami tentu saja. Aku tidak bisa tidur dengan lelaki hitam ini" kesal Sehun
Kai yang mengerti apa yang Sehun bicarakan, mendelik sebal ke arahnya.
"Lu, aku lapar sekali kenapa mereka sangat lama" protes Kyungsoo
"Mungkin mereka mencari dalam kamus apa yang kau pesan" kekeh Luhan
"Yak! Aku ini hebat dalam bahasa jepang" kesal Kyungsoo
Ting! Tong
"Itu dia" pekik Kyungsoo berlari
Cklek!
"Akhirnya dat...ampphhhh" Kyungsoo dibekap dan digendong paksa oleh si pelayan yang ternyata Kai
"Kyungieee kenapa lama sekali? Mana makanannya?" Teriak Luhan
"Makanannya disini nyonya Oh" seringai pelayan hotel lainnya yang ternyata Sehun
Luhan membelalak tak percaya dengan dandanan Sehun
..
..
..
"Berani-beraninya kau menyuruhku tidur dengan si hitam itu" kesal Sehun yang mulai melucuti pakaiannya
"Ini bulan maduku kau tahu kan? Aku ingin mendengar desahanmu. Bukan tidur dengan Kai" geram Sehun yang kini sudah toples
"Se-sehun kau mau apa?" Tanya Luhan merinding
"Makan malam nyonya Oh" seringai Sehun dan tak lama menerjang Luhan
"Sehun... Nanti sajammmmpphhh" Luhan sudah mendesah karena ciuman kasar Sehun
"Nikmati saja sayang" seringai Sehun yang mulai melucuti pakaian Luhan dan meremas junior Luhan
Setelahnya dikamar Sehun dan Luhan hanya terdengar desahan dan erangan nikmat dari Luhan maupun Sehun
..
..
..
BRAK!
Kai menghempaskan tubuh Kyungsoo agak kasar ke kasur mereka
"Baby" pekik Kyungsoo takut
"Apa baby" balas Kai yang sudah mencumbu leher Kyungsoo
"Kau mau apa?" Tanya Kyungsoo menahan desahannya
"Mau ini..." Seringai Kai yang tangannya mulai turun ke bawah
"Arhmmpphhhh" desah Kyungsoo tak tertahan saat Kai meremas juniornya kasar
Tidak berbeda jauh dari kamar sebelah, kamar Kai dan Kyungsoo pun hanya terdengar desahan dan erangan nikmat dari keduanya.
..
..
..
"Sehunnie" rengek Luhan setelah adegan percintaan mereka yang menuntut dan melelahkan untuk Luhan
"Hmm" balas Sehun yang masih menandai leher Luhan
"Aku lapar" kesal Luhan
"Eh? Luhannie mau main lagi" goda Sehun yang mengeratkan pelukan pada Luhan
"Yang lapar perutku tuan Oh" kesal Luhan
"Hahaa araseo..araseo. Ayo kita turun" ajak Sehun
"Kita mau kemana?" Tanya Luhan
"Ke kedai di luar hotel. Mereka bilang sangat enak" jawab Sehun
"Aku ikut" girang Luhan
"Ayo kita pergi" Sehun juga bergumam senang
"Sehunna" panggil Luhan yang terdengar malas
"Apa sayang" balas Sehun
"Keluarkan adikmu dulu dari lubangku" protes Luhan
"Oh kau benar" cengir Sehun
"Arhh" erang Luhan saat Sehun mengeluarkan juniornya
"Lu. Nanti malam aku mau main lagi" bisik Sehun meninggalkan Luhan yang meneguk kasar air liurnya
"Ayo kita bersiap-siap" teriak Sehun yang melihat Luhan masih berbaring di ranjang
"iya sayang" balas Luhan
..
..
..
"Sayang kenapa kita tidak mengajak Kyungie?" Tanya Luhan yang sedang bersama Sehun, mereka telah selesai makan malam romantis berdua di kedai pinggiran di dekat hotel mereka
"Aku ingin berduaan denganmu sayang" katanya merangkul Luhan
"Aku juga" balas Luhan tersenyum
"Oia perempuan yang tadi siang itu siapa?" rengek Luhan
"Aku kan sudah bilang dia sunbae ku dan Kai sayang" katanya pada Luhan
"Aku tidak suka mereka. Mereka sangat centil" protes Luhan
"Sehunna" panggil seorang wanita, Luhan menebak kalau wanita yang memanggilnya ini adalah yang tadi siang mengganggu Sehun
"Isshhh baru dibicarakan. Kenapa dia sudah muncul" gemas Luhan
Sehun tersenyum melihat tingkah istrinya, tak lama ia merangkul pinggang Luhan menenangkannya
"Aku hanya mencintaimu" tegas Sehun
"Hay noona" sapa Sehun
"Eh? Kau bersamanya lagi? Dia adikmu atau siapa Sehunna?" Tanya gadis yang menurut Luhan bernama Hyemi atau Hyuri entahlah siapapun namanya
"Noona, dia istriku" Sehun tersenyum menatap Luhan
"Eh? Bukankah kau suami Minji?" Tanya Hyemi
Sehun merasakan Luhan menggeliat tak nyaman karena pertanyaan Hyemi. Dia mengeratkan pelukannya pada Luhan
"Kami sudah bercerai" balas Sehun tenang
"Sehunnie ayo pergi" bisik Luhan merengek
"Araseo sayang"
"Noona kami pergi duluan. Dah" Sehun membawa Luhan pergi darisana
"Kau kesal ya?" Tanya Sehun menciumi pucuk kepala Luhan
"Hanya aneh saat mereka menanyakan Minji sayang" Luhan berkata jujur memeluk Sehun
"Nanti akan aku buat semua teman-temanku mengenalmu dan Sehan" Sehun meyakinkan Luhan
"Kau percaya padaku kan?" Tanya Sehun
"Hmmm..sangat percaya sayang" balas Luhan
"Eh? Bukankah itu Kyungie" tunjuk Luhan tak jauh dari mereka berdiri
"Mana?" Tanya Sehun melihat ke arah dua orang yang sepertinya memang Kai dan Kyungsoo
"Apa mereka mabuk?" Kekeh Sehun
"Kyungieee" teriak Luhan berlari meninggalkan Sehun
"Eh-hix-si-hix-apa?" Tanya Kyungsoo
"Yak! Kau kenapa?" Kesal Luhan
"Dia mabuk Lu" Kai menjawabnya
"Kau ini! Bagaimana bisa kau buat Kyungsoo mabuk" Luhan menjadi marah saat Kyungsoo terlihat tidak sadarkan diri
"Aku tidak tahu dia meminum semacam soju. Aku baru sadar beberapa menit yang lalu" kekeh Kai
"Yasudah aku akan membawanya kedalam dulu. Sampai besok hmmm" katanya melambai pada Sehun dan Luhan
"Apa Kyungie tidak apa-apa?" Tanya Luhan khawatir
"Ada Kai yang menjaganya sayang. Ayo kita kembali ke hotel" katanya merangkul Luhan.
..
..
..
Keesokan paginya Luhan sudah menggedor gedor pintu kamar KaiSoo, dia benar mengkhawatirkan Kyungsoo nya
Tok! Tok!
"Kai buka" teriak Luhan
"Sayang ini masih pagi" Sehun bersender di dinding tampak masih mengantuk tapi dipaksa Luhan harus bangun
"Kaiii" teriak Luhan mendelik kesal pada Sehun
Tak lama pintu terbuka
Cklek!
"Agghhhhhhh" teriak Luhan kaget melihat Kai yang hanya menggunakan boxer
"Lu kau kenapa?" Tanya Sehun
Tak lama Sehun menatap mata Luhan dan melotot kesal pada Kai
"Pakai bajumu hitam" kesal Sehun
"Kalian kenapa kemari pagi-pagi" tanya Kai yang tampaknya juga kesal karena tidurnya diganggu
"Kyungiee" teriak Luhan menerobos masuk dan mencari Kyungie
"YA TUHAN KIM JONGIN! APA YANG KAU LAKUKAN PADA KYUNGSOOKU" teriak Luhan dengan nada 9 oktaf
Sehun menghampiri Luhan dan menemukan hal yang membuat Luhan berteriak, diranjang Kai terlihat Kyungsoo yang tangannya diikat ditiang ranjang dengan keadaan telanjang bulat dan bercak keunguan di sekitar leher bahkan seluruh tubuhnya
"Dasar liar" cibir Sehun pada Kai yang sedang memakai celananya
"Hehe, dia sangat menggoda saat mabuk, membuatku tak tahan" Kai menjawab polos
"DASAR MANIAK" tuduh Luhan
"Yak! Suamimu juga begitu kan pasti" kesal Kai
"Aku tidak pernah mengambil keuntungan dari orang mabuk" sindir Sehun
"Ishh mau bagaimanapun kan Kyungsoo istriku" kesal Kai
"Kyungie, kau tidak apa kan?" Tanya Luhan melepas ikatan Kyungsoo diranjang
"Lulu?" Panggil Kyungsoo yang terbangun
"Urhhh kepalaku sakit" keluh Kyungsoo
"Baby apa yang sakit?" Tanya Kai mendekati Kyungsoo
"Kepalaku dan umhhhh..kenapa bawahku terasa sangat sakit" keluh Kyungsoo
"Tentu saja bawahmu sakit, suamimu sudah bermain liar dengan kau yang tak sadarkan diri" kesal Luhan
"Hehehe..kau menggodaku juga sayang, aku tidak tahan" Kai tersenyum sok polos
"Aku bantu kau membersihkan badan ya?" Tanya Luhan dan Kyungsoo mengangguk
"Kalian tunggu di sofa, aku membantu Kyungsoo mandi terlebih dulu" katanya tajam pada Sehun dan Kai
"Hey hey yang suaminya kan aku" protes Kai
"Sudah ayo duduk" Sehun menarik Kai agar tidak cerewet
..
..
..
Beberapa menit kemudian semuanya telah mandi dan merasa lebih segar.
Kyungsoo berada dipelukan Kai sementara Luhan sedang mengambil laptop dan kemudian duduk didekat Sehun
"Aku harap jagoanku sudah bangun, aku sangat merindukannya" gumam Luhan bersemangat
Mereka akan segera melakukan video call yang disambung kelayar laptop
Tak lama kemudian mereka tersambung pada orang tua Sehun
"Eomma" sapa Luhan
"Kalian ini. Kenapa baru menelpon? Sehan sudah rewel ingin melihat kalian" kesal nyonya Oh
"Eomma aku mau bicara dengan Sehan" pinta Luhan
Tak lama waja Sehan terlihat dilayar laptop itu
"Sehannie" panggil keempat orang tuanyaa
"Eomaaaa" teriak Sehan menunjuk nunjuk wajah Luhan disana
"Hay sayangg... Eomma bogoshipeo" katanya membelai wajah Sehan dari layar komputernya
"Bogocipo huwaaaaa" tiba-tiba Sehan menangis mengetuk ngetuk layar ponsel neneknya berharap bisa ada disana bersama Luhan
"Sehannie jagoan appa jangan menangis" Sehun kini yang berbicara, Sehan tampak takjub melihat kecanggihan teknologi masa kini
Dia tertegun melihat appanya kemudian tak lama tertawa
"Appa" panggil Sehan
"Sehannieeee" sapa Kai
"Kai appa" katanya menunjuk wajah Kai
"Mobil balap hmmm" goda Kai pada Sehan
"Mobil balap" balas Sehan mengulang di gendongan neneknya
"Sayang nanti appa belikan oleh-oleh yang banyak untuk Sehan. Sehan jangan menangis hmmm" pinta Sehun
"N-neeeeee" jawab Sehan
"Aigoo pintarnya anak eomma" kini Kyungsoo yang berbicara
"Kyungie eomma" teriak Sehan
"Sehannie tidak nakal kan?" Tanya Kyungsoo
Dilihatnya Sehan menggeleng malu-malu menjawab pertanyaan Kyungsoo
"Anak pintar nak. Eomma poppo" pinta Kyungsoo
Sehan memonyongkan bibirnya ke layar ponsel neneknya dengan patuh
Luhan yang awalnya cemas, menjadi sedikit lega karena anaknya sudah baik-baik saja.
"Sehannie" panggil Luhan
"Eomma" teriak Sehan
"Sehan harus makan yang banyak, jangan rewel dan harus mendengarkan kata halmoni hmmm" tanya Luhan
"Neeeee" jawab Sehan lagi
"Eomma" panggil Sehan
"Apa sayang?" Tanya Luhan
"Eommaaa...yakseok" Sehan menunjukkan dua jarinya dan menekuk jari tengahnya menyisakan jari telunjuknya. Itu artinya Luhan akan kembali besok menurut Sehan
"Eomma" teriak Sehan ditelpon karena Luhan hanya diam
"A-araseo nak" Luhan juga membuat jari seperti Sehan dan menyisakan satu jari
"Eomma appa salanghae" katanya senang saat melihat jawaban Luhan
"Sehannie saranghae" jawab keempatnya bersamaan
"Sehan harus mandi dan makan. Kalian telpon lagi nanti, eomma tutup telponnya" kata nyonya Oh memutuskan saluran video call mereka.
Luhan mendesah bingung setelahnya
"Kau membohongi Sehan Lu?" Tanya Kai
"Hmm dan dia mengingatnya" lirih Luhan
"Bersiaplah menghadapi duplikat suamimu saat pulang nanti. Sehun dan Sehan punya selera ngambek yang sama" kekeh Kai
"Kau benar Kai" balas Luhan frustasi
"Sehan akan mengerti sayang" Sehun berbicara memeluk istrinya
"Dia akan mengerti kalau eommanya sedang membuat adik unruknya, jadi dia tidak akan ngambek" kata Sehun meyakinkan
"Hahaha benarkah? Aku tidak yakin, dia sama sepertimu sayangg" lirih Luhan
"Jelas dia sepertiku. Dia kan putra kesayanganku" bangga Sehun yang mau tak mau membuat Luhan tertawa
"Oia kita mau kemana hari ini?" Tanya Kyungsoo
"Aku mau berenang" jawab Luhan
"Berenang?" Tanya Sehun
"Hmm.. Katanya kolam renang di hotel ini sangat unik" teriak Luhan yang menjadi bersemangat
"Bukan ide buruk. Lagipula kita masih banyak waktu untuk berjalan-jalan" balas Kai
'Yasuda kami bersiap-siap dulu. Kita sarapan dibawah jam 9 setelahnya baru berenang" Sehun memberitahu
"Setuju" jawab ketiganya bersamaan
Sehun pun membawa Luhan kekamar mereka
..
..
..
"Belum apa-apa mereka sudah dikerubungi gadis-gadis" kesal Luhan melihat Sehun dan Kai yang begitu populer oleh turis asing
"Mereka saja yang tebar pesona" kesal Kyungsoo
"Ayo Lu, kita lupakan mereka" katanya pada Luhan
"Mana bisa" kekeh Luhan
"Ishh anak ini, lupakan mereka selama di kolam renang ini. Kita berenang sendiri" ajak Kyungsoo
"Ayoo" Luhan bersemangat
"Tunggu Kyung!" Luhan tiba-tiba menarik tangan Kyungsoo
"Ada apa?" Tanya Kyungsoo
"Memangnya kau bisa berenang?" Tanya Luhan
"Hehe, tidak. Kau bisa hyung?" Tanya Kyungsoo
"Tidak juga" katanya menggaruk kepalanya
"Lalu untuk apa kita disini" kekeh Kyungsoo
"Hah... Ini sangat konyol" lirih Luhan yang mulai bosan
"Kenapa terlihat sangat bosan hmm?" Tanya Sehun yang mendekati Luhan dan memeluknya
"Hay baby" cium Kai pada Kyungsoo
"Kalian sudah selesai acara jumpa fans nya?" Tanya Kyungsoo
"Mereka mendesah kecewa saat kami bilang sudah menikah" Sehun memberitahu Luhan
"Kalian memberitahu kalian sudah menikah?" Tanya Luhan
"Tentu saja. Kami cinta istri kami" balas Kai dan Sehun bersamaan
"Hahahaa, kalian kemasukan sesuatu atau habis minum air kolam?" Sindir Luhan membuat Sehun cemberut
"Aku juga mencintaimu sayang" balas Luhan
"Ngomong-ngomong kenapa kalian masih kering? Kalian tidak berenang?" Tanya Sehun
"Kami masih pemanasan" elak Kyungsoo
"Eh?" Luhan bingung
"Iya benar pemanasan" kata Luhan yang mengerti
"Kalian jika dibiarkan masuk ke air pasti tenggelam" ledek Kai menarik Kyungsoo pergi
"Baby kita mau kemana?" Kesal Kyungsoo
"Pemanasan di ranjang" seringai Kai
"Mereka mau kemana?" Tanya Luhan
"Entahlah. Kai bilang mau mengajak ke suatu tempat. Ayo kita juga pergi" Sehun menggenggam tangan Luhan
"Kita mau kemana?" Tanya Luhan
"Nanti kau juga tahu" katanya mengecup Luhan dan membawanya pergi.
..
..
..
"Whoaa Sehunna, ini benar-benar menakjubkan" ujar Luhan gembira saat Sehun membawanya ke Okinawa Churaumi. Tempat dimana mereka bisa melihat ikan raksasa di dalam aquarium
"Aku mengajakmu ke tempat indah, kenapa kau pilih disini sayang" kekeh Sehun
"Aku dengar dari pemandu wisata kalau tempat ini disukai banyak anak-anak. Suatu saat nanti kita harus membawa Sehan kesini" seru Luhan antusias
"Hmm… setuju, Sehan dan anak kita yang lain nantinya" bisik Sehun
"Lu, aku sudah berfikir ingin punya anak berapa" katanya saat Luhan sedang sibuk mengambil foto dan video
"Berapa?" tanya Luhan
"Lima" jawabnya enteng
"Sehun..Kau!" kesal Luhan mendengar penuturan Sehun
"Tidak. Aku akan memberimu dua anak saja. Setelah Sehan punya adik aku tidak mau kau memperkosaku lagi" sindir Luhan
"Kenapa hanya dua? Aku mau lima pokoknya" kata Sehun keras kepala
"Kau pikir tidak sakit melahirkan anak-anakmu?" sebal Luhan
"Memang sangat sakit?" tanya Sehun
"Kau mau bertukar tempat denganku?" tantang Luhan
"Ummmm.. untungnya aku tidak mempunyai rahim" Sehun tertawa masih memperhatikan Luhan yang mengambil videonya
"Maka dari itu jangan minta macam-macam" protes Luhan
"Sayang" panggil Luhan
"hmmm ada apa?" tanya Sehun
"Ambil ponselmu. Cepat hubungi Sehan.. dia pasti akan sangat suka" balas Luhan
"Baiklah sebentar" Sehun dengan cepat menghubungi ponsel orangtuanya
"Ada apa nak?" tanya nyonya Oh pada Sehun
"Eomma aku mau bicara dengan Sehan"
"Anakmu sedang tidur" balas nyonya Oh
"Ayolah eomma, aku rindu gigi dua nya yang baru tumbuh" Sehun menjawab polos
"Araseo araseo,, eomma coba dulu" nyonya Oh masuk kekamarnya dan membangunkan Sehan
"Sehanniee..appa telpon..Sehan mau bicara" tanya nyonya Oh terdengar oleh Sehun
"Appa?" katanya bertanya pada neneknya sambil bersusah payah bangun dari tidurnya
"Aigoo sayang, Sehan lucu sekali" Sehun memberitahu Luhan yang masih sibuk merekam
"Sehanniee anyeong" sapa Sehun melambai pada putranya
"Appa anyeong" katanya masih dengan suara khas bangun tidur
"Sehanniee sayang" Luhan kini menyapa Sehan. Sehun memperlihatkan pada Sehan apa yang sedang dilakukan eommanya
"Eh? Eomma..eomma" tunjuk Sehan
"Sehannie lihat ikannya sangat besar" Luhan membawa ponsel Sehun dan mengarahkan ke tangki yang berisi ikan
"Whoaaa" hanya itu yang terucap dari Sehan sebagai respon
"Eomma mulgogi..mulgogi" racau Sehan
"hmmm ikan besar sayang" katanya tertawa
"eomma dan appa akan ajak Sehan kesini lain kali, tapi Sehan harus tumbuh dengan sehat dan tidak boleh nakal hmm" Luhan kembali menatap anaknya di layar ponsel
"nee ommaaa" teriak Sehan
Sehun hanya duduk dipinggiran tangki ikan memperhatikan istri dan putranya yang sedang berbincang
"Sayang kemari" pinta Luhan pada Sehun
Sehun berdiri di samping Luhan
"Sehannie saranghae" kata Luhan
Sehan dengan otomatis membuat tanda hati dengan kedua tangannya di atas kepalanya
"Eomma salanghae..appa salanghaee" katanya tertawa
"Eomma popo nak"
Sehan mendekatkan bibirnya di layar ponsel dan mencium layarnya
"Bye bye Sehannie sayang" pamit Luhan
"Bye bye eomma" katanya senang
"Kalian sedang bersenang-senang sepertinya" kini nyonya Oh yang berbicara, terdengar Sehan mengucapkan mulgogi berkali kali di ranjang tidurnya
"Hehehe, maaf merepotkanmu eomma" kata Luhan tak enak
"Hiss, maafmu tidak terima. Aku hanya butuh kau datang padaku dengan bayi diperutmu" katanya pada Luhan
"eo-eomma. Kau benar-benar seperti Sehun" Luhan merasa sangat ngeri melihat kemiripan Sehun dan eomma nya
"jangan membantah. Kalian harus fokus buat adik untuk Sehan.. araci?" tanya nyonya Oh memaksa
"Araseo eomonim" kekeh Luhan
"Baiklah. Eomma tutup telponnya. Dah"
Tak lama sambungan video call kembali tertutup
"Yak! Sehunnie. Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Luhan menahan kesal pada mimik wajah Sehun
"Lima anak" katanya menaik turunkam alisnya
"Sehunnie" rengek Luhan
"Hahaha aku hanya bercanda sayang" katanya memeluk Luhan dan berhenti menggoda istrinya
Tak lama Sehun dan Luhan meneruskan perjalanan mereka ke tempat wisata lainnya. Luhan terus sibuk mengambil foto dirinya dan Sehun untuk ditunjukkan pada Sehan. Sementara di tempat berbeda Kai dan Kyungsoo juga sibuk berjalan jalan dan membeli beberapa oleh-oleh untuk Sehan dan keluarga mereka.
..
..
..
Keesokan harinya Luhan memaksa Sehun untuk membeli oleh-oleh karena Kyungsoo sudah membeli oleh-oleh untuk Sehan. Sementara dirinya belum membeli apa-apa untuk anaknya. Mereka sempat berdebat sebelum berangkat karena Sehun bilang masih ada seminggu untuk fokus belanja.
Tapi bukan Luhan namanya jika tidak terus merengek meminta Sehun untuk menurutinya
"Sayang, ini bagus kan?" tanya Luhan pada Sehun menanyakan mantel ukuran Sehan
"Bagus sayang" balas Sehun yang mati-matian menahan sebal pada istrinya
"Kau tidak suka. Yasudah ayo pulang" Luhan tahu kalau Sehun sedang berpura-pura tertarik
"Siapa yang tidak suka?" Sehun menarik lengan Luhan
Luhan tidak mau menatap Sehun karena takut terpengaruh
"Kita belanja sebanyak banyaknya untuk Sehan mau kan?" bujuk Sehun
"Tapi kau ikut memilih" pinta Luhan
"Araseo. Aku akan memilih untuk putraku yang tampan" katanya bersemangat
Luhan tertawa senang mendapati Sehun yang benar-benar sudah ikut memilih hadiah untuk Sehan dan kedua orang tua nya. Sehun bahkan membeli 3 pasang baju couple dengan ukuran berbeda, 3 sepatu couple dengan ukuran berbeda pula. Tidak perlu ditanya untuk siapa baju dan sepatu couple itu. Tentu saja untuk Sehun, Luhan dan Sehan.
Saat asyik sedang memilih, ponsel Sehun bergetar
Dia mengernyit bingung melihat nama yang tertera di layar ponselnya
"Sayang, Kai menelpon. Aku angkat dulu" katanya memberitahu Luhan. Luhan yang penasaran pun ikut mendengarkan percakapan Kai
"Ehmm ini aku. Ada apa Kai?" Tanya Sehun
"Mwo? Dimana?" Raut wajah Sehun langsung berubah panik
"Ada apa?" Tanya Luhan yang ikut menjadi cemas
"Hey hey man, kau tenang dulu. Aku dan Luhan segera kesana" Sehun menutup telponnya
"Ada apa?" Tanya Luhan lagi
"Sayang, Kyungsoo masuk rumah sakit" katanya memberitahu Luhan
Luhan langsung merasa lemas mendapat kabar itu. Padahal baru tadi pagi, Kyungsoo memamerkan belanjaan yang dia belikan untuk Sehan. Tapi kenapa sekarang dia di rumah sakit
"Lu" panggil Sehun memeluk Luhan yang sudah lemas
"Kita segera kesana hmm" tanya Sehun, Luhan mengangguk lemah.
Didalam mobil, Luhan tampak sangat cemas, dia sudah memikirkan yang aneh-aneh. Dia takut kalau Kyungsoo mengalami sesuatu yang buruk
"Sayang tenanglah. Aku panik kalau kau panik" katanya menggenggam tangan Luhan
"T-tapi Kyungie" katanya ketakutan
"Dia akan baik-baik saja hmm" Sehun menenangkan istrinya
"Dia akan baik-baik saja" lirih Luhan mengulang kata-kata Sehun dengan mata berkaca-kaca
..
..
..
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit yang Kai beritahu. Keduanya langsung berlari menuju ruangan kyungsoo
"Kaiyaaa" teriak Sehun melihat Kai sedang duduk diluar ruangan Kyungsoo
Kai berdiri dengan raut wajah yang sulit dijelaskan
"Kai, kyungie kenapa?" Tanya Luhan panik
Kai berdiri berjalan menghampiri Sehun dan tiba-tiba memeluknya. Dia menangis histeris
"Sehunna...huwaaa" katanya memeluk Sehun
"Hey...hey kau kenapa? Kyungsoo kenapa? Jelaskan Kai" kata Sehun yang mulai bingung
"Aku-... Kyungie... Hikssss" katanya tambah tak jelas
"Kai... Kyungie kenapa?" Teriak Luhan yang mulai panik
Kai menghapus air matanya dan menatap Sehun dan Luhan tak lama dia menyengir
"Sehunna, ucapkan selamat padaku. Aku akan jadi seorang ayah" teriak Kai kembali memeluk Sehun
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
Sehun dan Luhan mengerjap lucu mencerna apa yang dikatakan Kai
"Kalian kenapa diam saja?" Protes Kai
Luhan sendiri seperti mengalami dejavu, dia ingat benar bagaimana saat dia memberitahu KaiSoo bahwa dirinya hamil. Tapi tak ada satupun yang bicara karena terkejut
"Omo! Kyungieku pasti sangat bahagia" gumam Luhan akhirnya
"Kyungie pasti sangat bahagia" katanya mengulang sambil berkaca-kaca
"Yak Hitam! Aku tidak menyangka kau akan jadi ayah. Kasihan sekali anakmu" sindir Sehun
"Selamat Kai. Aku tahu kau sangat bahagia saat ini" Sehun memeluk sahabatnya penuh haru
"Kau harus menjaga Kyungsoo" kata Sehun dalam pelukannya
"Aku akan menjaga anak dan istriku" katanya kembali menangis bahagia
"Kau tidak mengucapkan selamat padaku?" Kai mengapus airmata haru nya bertanya pada Luhan
"K-kamjongie..selamat..hikssss" isak Luhan terharu memeluk Kai
"Jaga Kyungie dan anakku" katanya dipelukan Kai
"Aku akan menjaga Kyungie dan anakku Lu" Kai memeluk Luhan, berterimakasih karena telah mempecayakan Kyungsoo padanya.
"Aku mau lihat Kyungsoo" lirih Luhan
"Dia masih istirahat Lu. Dokter bilang Kyungsoo kelelahan" kata kai merasa bersalah
"Berapa bulan kehamilannya?" Tanya Sehun
"Tiga minggu Sehunna" balas Kai
"Ayo kita masuk" katanya mengajak Luhan dan Sehun
"Luluu" panggil Kyungie yang sudah bangun
"Hey kyungie sayang, selamat ya, kau akan jadi ibu" kata Luhan menghapus airmata harunya
"Terimakasih Lu. Aku sangat bahagia" kata Kyungsoo yang juga menangis
"Baby, apa kau haus?" Tanya Kai mencium kening Kyungsoo
"Hmmmh" Kyungsoo bergumam
Tak lama Sehun menghampirinya
"Hey Kyung, selamat ya" ucap Sehun sekilas memeluk Kyungsoo yang sedang bersandar di tiang ranjang.
"Terimakasih Sehunna" katanya tersenyum
"Sehan pasti akan senang tahu dirinya akan memiliki adik" gumam Sehun yang tiba-tiba merindukan anaknya.
"Oia Sehunna. Aku dan Kyungsoo kami sepertinya tidak bisa dua minggu disini. Kami akan pulang sabtu nanti" Kai memberitahu
"Kalian habiskanlah waktu disini" Kyungsoo menyarankan
"Aniya, aku rasa kita semua akan pulang" kata Sehun tak terduga
"Aku sudah merindukan anakku" katanya tersenyum
Luhan melihat suaminya dan tersenyum bangga padanya
"Gomawo sayang" katanya pelan
Sehun hanya mencium kening Luhan untuk membalas.
"Kalian yakin?" Tanya Kyungsoo merasa tak enak
"Hmm sangat. Kita menikah bersama, bulan madu bersama, jadi aku rasa kita akan pulang bersama. Aku tidak mau Sehan menangis jika hanya melihat kalian" kekeh Sehun
"Kami juga sudah membeli oleh-oleh untuk Sehan" Luhan meyakinkan
"Baiklah aku dan Luhan akan mencari tiket pulang. Kapan kau boleh keluar dari rumah sakit?" Tanya Sehun
"Jumat sore sepertinya. Dia kelelahan jadi dokter menyarankan bed rest total" Kai yang menjawab
"Baiklah. Kami tinggal dulu, besok kami kemari lagi membawakan tiket untuk kita" Sehun menggenggam Luhan bersiap pergi
"Kyungie aku pamit ya" Luhan melambai pada Kyungsoo
"Hati-hati Lu" katanya pada Luhan
"Aku menyayangimu" ucap Luhan
"Aku menyayangimu" balas Kyungsoo membuat Luhan tersenyum
"Lu" rengek Sehun di perjalanan menuju parkiran
"Kenapa sayang" tanya Luhan
"Aku juga mau punya anak lagi. Ayo buat" katanya berbisik di telinga Luhan
"Aghhhh" Sehun meringis saat Luhan mencubit perutnya
"Aku akan memberikannya untukmu. Tapi kau jangan mesum" kesal Luhan meninggalkan Sehun dibelakang
"Baiklah. Aku akan jadi anak baik. Tapi berikan aku anak yayayyaya" pinta Sehun membujuk Luhan
"Sayang wajahmu jelek sekali" Luhan tertawa melihat Sehun yang ada maunya.
"Ya! Rusa jelek. Katakan iya" kesal Sehun karena Luhan tidak mengiyakan kemauannya juga
..
..
..
Hari Sabtu tiba, setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya mereka sampai di Gimpo airport. Sehun dan Kai sendiri langsung membawa istri mereka masuk kedalam mobil untuk menuju rumah mereka.
Sehun menjalankan mobilnya terlebih dulu, diikuti Kai yang menjalankan mobilnya mengikuti Sehun di belakang
"Sayang, kita jemput Sehan dulu atau ke apartemen dulu?" Tanya Luhan
"Kita pulang dulu" jawab Sehun tersenyum
"Hmmm baiklah"
"Bukankah apartemen kita belok kanan? Kenapa kita lurus?" Tanya Luhan bingung
"Nanti juga kita sampai sayangku" balas Sehun tertawa
Luhan hanya bisa mengiyakan Sehun, tapi yang membuatnya bingung adalah kenapa mobil Kai juga mengambil arah yang sama. Dia mencoba tidak peduli dan kembali bersender tak lama ia tertidur. Sehun hanya tersenyum melihat Luhan yang tampak bingung
"Sayang kita sampai" Sehun membenarkan poni Luhan dan sedikit mengecup bibirnya
"Hmmhh" Luhan menjawab. Setelah membalas lumatan Sehun dia mengucek matanya untuk melihat dimana mereka
"Sehun ini dimana?" Tanya Luhan melihat rumah yang asing untuknya
"Kita turun dulu" Sehun tersenyum dan keluar dari mobil, tak lama ia memutari mobil dan membukakan pintu Luhan
"Kyungie ini rumah mertuamu?" Tanya Luhan pada Kyungsoo yang juga tampak bingung
"Entahlah aku pikir ini rumah saudara Sehun" Kyungsoo menjawab polos
"Ini rumah kalian" Kai memberitahu Luhan dan Kyungsoo
"Eh?" Jawab mereka bersamaan
"Ini rumah kita sayang, yang bercat coklat rumah Kyungsoo, rumah kita yang bercat keemasan. Kau, aku dan Sehan kita akan pindah kerumah ini" Sehun menjelaskan pada Luhan
Luhan hanya menatap tak percaya pada Sehun
Rumah yang Sehun katakan akan menjadi tempat tinggalnya nanti adalah rumah yang sangat indah dengan halaman belakang yang luas seperti impian Luhan selama ini.
Dan jangan lupakan bahwa rumahnya dan rumah Kyungsoo bersampingan bukan hanya bersampingan, ruma mereka sekilas terlihat satu rumah dari jauh.
Tapi semakin kita mendekati rumah itu, akan terlihat bahwa rumah itu sebenarnya adalah dua rumah terpisah yang memiliki dua pintu utama berbeda. Hanya tangga menuju balkon yang dijadikan satu.
Itu bertujuan agar mereka bisa bersantai melihat pemandangan di gazebo yang telah dibuat oleh Sehun dan Kai
"Aku tidak tahu harus berkata apa" Luhan menatap Sehun dengan berkaca-kaca
"Tidak harus mengatakan apa-apa, hanya perlu berada disampingku. Selamanya. Mau kan?" Tanya Sehun
"Aku mau.. Aku akan..Aku akan selalu disampingmu sayang" jawab Luhan penuh haru memeluk suaminya
"Terimakasih Lu" Sehun mencium pucuk kepala Luhan memeluknya erat.
"Kenapa kau diam saja?" Tanya Kai memeluk Kyungsoo dari belakang dan mengelus perut Kyungsoo yang berisi calon anak mereka
"Aku hanya tidak menyangka bisa memiliki sebuah rumah dengan keluarga didalamnya. Baby aku tidak mau bangun jika aku sedang bermimpi" Kyungsoo berbalik badan menatap Kai dan terisak dipelukannya
"Ini bukan mimpi baby, kita dan calon anak kita akan hidup bersama selamanya disini. Aku mencintaimu baby" Kai mencium kening Kyungsoo menenangkan istrinya
"Terimkasih sayang terimakasih" ucap Kyungsoo bersyukur
"Hey berhenti menangis baby, ayo kita lihat kedalam" katanya menghapus airmata Kyungsoo. Kyungsoo mengangguk lemah
"Kita juga lihat kedalam Lu" ajak Sehun menggenggam Luhan
Sehun dan Kai membawa istri mereka kedalam rumah masing-masing.
"Sehun!" Pekik Luhan sangat takjub melihat dapur mereka sangat luas
"Ada apa sayang" tanya Sehun
"Dapurnya. Ya Tuhan, kita bahkan punya dua kulkas" Luhan tak percaya apa yang dilihatnya
"Istriku pandai memasak, jadi aku rasa ini sepadan. Lagipula kita bisa melakukan hal lain didapur besar ini" bisik Sehun menggoda Luhan. Membuat Luhan mendelik padanya dan mau tak mau Sehun tertawa karena reaksi lucu Luhan
"Ini ruang santai dan ruang bermain Sehan dan adik-adiknya" Sehun menekan kata "adik-adiknya" pada Luhan
"Hahaaa. Araseo sayang. Aku mengerti maksudmu" kekeh Luhan
"Dan ini kamar kita" Sehun membuka pintu kamarnya membuat Luhan sekali lagi begitu takjub dengan dekorasi kamar dan rumah mereka.
Foto pernikahan mereka terpampang dengan ukuran sangat besar di dinding atas ranjang, membuat siapa saja bisa langsung menebak itu kamarnya dan Sehun
Disamping foto pernikahan mereka. Foto Sehan yang sedang tertawa juga dipajang dengan ukuran jumbo.
Belum lagi tv lcd ukuran besar yang disediakan Sehun dan beberapa mainan Sehan yang tersusun rapih disana. Luhan benar-benar kehabisan kata-kata melihat semua dekoran indah dan mewah ini.
"Sayang, itu apa?" Tanya Luhan pada tempat yang sepertinya kasur tapi berukuran lebih kecil dan dipenuhi mainan. Ranjang kecil itu terletak persis dibawah ranjang utama tempat Luhan dan Sehun tidur
"Sehan akan tidur disana" Sehun memberitahu
"Eh? Benarkah?" Tanya Luhan senang
"Iya benar sayang. Eomma bilang sampai usia anak kita lima tahun, sebaiknya dia tidur bersama kita dan tidak diberikan ruangannya sendiri" bisik Sehun memeluk Luhan
"Sehunnie" teriak Luhan memeluk Sehun erat
"Aku selalu menginginkan kamar yang seperti ini" katanya senang
"Lagipula Sehan tidak akan mendengarkan adegan panas kita jika kita sedang bermain" Sehun masih terus menggoda Luhan
"hahaha iya terserah, yang penting aku senang. Terimakasih sayang" katanya mengecupi bibir Sehun berkali-kali
"Ayo sekarang kita jemput Sehan dan bawa dia tidur disini. Dia pasti sangat senang" ucap Luhan penuh semangat
"Ayo sayang, kita jemput anak kita" Sehun menggendong Luhan menuju ke mobil
"Aku mencintaimu" ucap Luhan mencium bibir Sehun
"Aku juga mencintaimu" balas Sehun mencium Luhan dalam gendongannya
"Hay kalian mau jemput Sehan?" Tanya Kai dari balkon yang sedang memeluk Kyungsoo
"Hmm... Kami akan segera kembali. Dah Kyungie" Luhan melambai dalam gendongan Sehun
"Dah Luhannie" balas kyungsoo
"Jangan terlalu lama menjemputnya. Dan jangan katakan tentang adiknya, aku sendiri yang akan bilang" teriak Kai tak sabar
"Hisshh cerewet sekali" balas Sehun terus berjalan ke mobilnya
"Aku serius Sehunna" teriak Kai
"Kami mengerti Kkamjong" balas Luhan melambai pada KaiSoo
"Sehunnie" panggil Luhan
"hmmm" Sehun mendudukan Luhan di bangku samping kemudi tak lama ia memutar dan masuk kedalam mobilnya
"Kau mau bilang apa?" tanya Sehun
"Aku ingin memberikan adik untuk Sehan" katanya menatap Sehun
"Apa istriku sedang iri pada Kyungsoo?" tanya Sehun menebak
"Hmm…sepertinya begitu" rengek Luhan
"Tidak usah khawatir sayang.. aku yakin sebentar lagi Sehan akan mempunyai adik yang sedarah dengannya" katanya mengecup kening Luhan
"Lalu bagaimana seandainya aku tidak bisa mengandung anakmu lagi?" tanya Luhan takut
"Kau akan mengandung anakku lagi Lu" kata Sehun yakin
"Tapi jika seandainya kau tidak dapat memberikan anak kita lagi pun, kau dan Sehan akan menjadi hal yang paling kujaga dalam hidupku. Aku mencintai kalian" Sehun meyakinkan Luhan
"Aku juga mencintai kau dan Sehan sayang" balas Luhan tersenyum pada Sehun
"Ayo kita jemput anak kita. Pasti dia terkejut melihat kedatangan kita" ujar Sehun semangat
"Ayo sayang" Luhan mengiyakan dan tak lama Sehun menjalankan mobilnya
Luhan hanya tersenyum melihat Sehun yang bergitu bersemangat menjemput putra mereka.
Jauh didalam hatinya Luhan hanya bisa terus berdoa agar segera bisa memberikan adik kandung untuk putra tunggalnya saat ini.
Paling tidak Sehan akan senang mengetahui akan segera mempunyai adik dari orang tua angkatnya.
tobecontinued
iya tau ini berantakan bgt... honeymoon nya juga absurd bgt, terus gda enceh buat yadong-yadong sejati hahaha.. lagi ga bisa nulis enceh soalnya..lagi buntu wkwkwk
maapin triplet deh yaa :) berasa dikejar deadline sihhh wkwkw
tapi yey paling ngga Kyungie akhirnya hamil lagi... berharap Luhan nyusul cepet deh ya :)
terakhirrrr..
selamat membaca dan review
maap banget buat yang udah nungguin sequelnya updet kelamaan.. gw janji abis ini gw bakal adil seadil adilnya ama epeep yang lain
mudah-mudahan ga overdose deh gw nya:"))) wkwkwk
