Our Trouble
Lee Donghae, Lee Hyukjae,
Cho Kyuhyun (Lee Kyuhyun) & Other
Main Pair :
Eunhae, Hae!Uke slight Kyumin (dikit)
Warning :
BoysLove/ BoyxBoy/Yaoi/Typo(s)
Disclaimer :
Ff ini murni milik saya tak ada campur tangan orang lain, Donghae & Hyukjae milik diri mereka sendiri, orang tua mereka dan Tuhan.
Don't Like Don't Read !
^Happy Reading..^
Kyuhyun hanya bisa diam mendengar Hyungnya yang menangis di atas ranjangnya, dia tak tau apa yang harus ia lakukan saat ini sementara ia juga butuh seseorang atau kalau boleh ia ingin kekasihnya datang menemuinya untuk menenangkannya.
Tetapi jika diingat apa yang terjadi, itu sangat tak mungkin.
"Hyung, sudahlah"
Kyuhyun mendesah lelah karena sudah beberapa kali ia membujuk hyungnya untuk berhenti menangis dan hanya jawaban gelengan dari hyungnya itu dengan tangisan yang tetap terdengar. Hyungnya itu pasti sakit jika terus seperti ini.
Kyuhyun menoleh kearah pintu dan melihat seseorang yang mungkin dapat sedikit menghibur hatinya dan sang hyung.
"Ibu.." kyuhyun menatap ibunya yang sekarang didepannya dan mengusap pelan pundaknya. Ia balas senyuman ibunya dengan senyumannya juga.
Ibu mereka beralih menuju Donghae yang masih menenggelamkan wajahnya di antara kaki dan badannya..
"Sayang…"ucapan lembut itu membuat Donghae mengangkat wajahnya yang sekarang sudah memerah penuh air mata.. Ibunya mengusap rambut Donghae dan menyingkirkan poni Donghae yang basah oleh keringat.
"Hiks..hiks.. ibu…" Donghae segera memeluk tubuh itu dan terisak dipelukannya… sedang yang dipanggil ibu hanya tersenyum dan menepuk punggung Donghae mencoba menenangkan mungkin. Disini memang ibu mereka satu-satunya yang menjadi sandaran mereka.
"Apa kau di Jerman di ajari untuk menjadi anak cengeng Lee Donghae" ucap ibunya dengan masih bernada lembut. Donghae menggeleng pelan.
"Lalu kenapa menangis, hmm?"
"Apa yang harus aku lakukan bu?" Lirih Donghae bukan menjawab malah melempar pertanyaan pada ibunya.
"Memang kau akan melakukan apa?" lemparan pertanyaan kembali diterima Donghae..
"Ayah…"
"Kau tak perlumelakukan apa-apa, ayah melakukan ini untuk dirimu juga"
Donghae teringat sesuatu, ia tarik badannya dan menghapus air mata di pipinya… menatap ibunya menyelidik,, "Lalu ibu?"
"Kenapa?" tanya Ibu mereka.
"Ibu mendukung keputusan kami?" tanya Donghae sedikit pekikan disana.
Ibunya sendiri menautkan alisnya mendengar pertanyaan Donghae lalu ia tersenyum, ia menoleh pada kyuhyun.
"Kau juga Kyunnie?" Kyuhyun yang ditanya meringis dan mengusap tengkuknya.
"Ayo jawab ibu" desak Donghae pada ibunya yang justru bertanya pada Kyuhyun. Ia menggenggam tangan ibunya itu sambil menggoyang-goyangkannya.
"Ibu masih ragu" kata ibu mereka akhirnya membuat mereka mengerti kenapa ibu mereka tak pernah menentang seperti ayah mereka. Hanya diam dan tetap baik pada Hyukjae walau ia sudah mengetahui kalau Hyukjae dan Donghae berhubungan.
"Aku tau, ibu bisa keluar sekarang bu…"
Ibu Donghae menatap wajah Donghae sedih "Jangan begini Donghae"
"Kenapa? Aku hanya ingin bicara dengan bocah satu ini bu, kalau ibu berfikiran aku tak suka ibu lagi seperti aku pada ayah. Aku tetap sayang ibu" kata Donghae mencoba tersenyum pada ibunya walau sudah terlihat sekali kalau itu terpaksa.
Ibunya pun mengerti dan meninggalkan Donghae dan Kyuhyun setelahnya.
"Ada apa Hyung?" tanya Kyuhyun. Dan berbaring di sebelah sang Hyung, perlu diketahui bahwa kamar mereka menjadi satu dan secara otomatis tidur mereka juga satu ranjang.
Donghae ikut membaringkan dirinya menghadap kearah Kyuhyun. "Kau pernah mengajak Sungmin Hyung kerumah?" tanya Donghae.
"Tidak, atau bisa dibilang belum"
"Lalu kenapa ayah bisa tau kau berhubungan dengan Sungmin Hyung?"
"Aku pernah saling telepon dengan Sungmin Hyung di ruang tamu, dan ayah tak sengaja mendengar percakapanku. Ayah tak mungkin salah dengan tak mengetahui panggilan Hyung ditujukan pada siapa sedang aku waktu itu sempat mengatakan kata-kata yang selalu diucapkan sepasang kekasih" jelas Kyuhyun .
Donghae menggerakkan kepalanya seakan mengerti dengan yang Kyuhyun jelaskan.
"Jangan membawa Sungmin Hyung kerumah Kyu" kata Donghae melarang jika saja Kyuhyun benar-benar ingin mengajak Sungmin Hyung, sahabatnya itu berkunjung ke rumah ini.
"Sungmin Hyung terlalu rapuh jika diperlakukan oleh ayah yang melarang"
"Aku tau, aku akan mencari waktu…" jawab Kyuhyun lalu mengambil handphone yang berada di meja sebelah ranjang.
"Kau lihat Hyung, ada 2 orang yang menyukaiku" Kyuhyun menunjukkan layar handphonenya pada Donghae, dapat Donghae lihat bahwa ada 2 pesan dari orang yang berbeda dan salah satunya adalah dari kekasihnya… tunggu dulu, kekasihnya?
Donghae segera merebut Handphone Kyuhyun lalu cepat-cepat membuka pesan itu. Nafas lega Donghae keluar ketika membaca apa yang dikirim kekasihnya pada adiknya.
"Main tarik eoh" kata Kyuhyun lalu mengambil handphonenya dari tangan Donghae.
"Kekasihmu, aku harus menjawab bagaimana? Apa aku katakan saja bahwa kau baru saja menangis" ucap Kyuhyun membuat Donghae membulatkan matanya.
"Jika kau berani, kau tak akan tidur dikamar ini" ancam Donghae pada Kyuhyun yang menghembuskan nafasnya.
"Lain kali aku harus usulkan pada ayah dan ibu untuk membuatkanku kamar sendiri" katanya dengar datar lalu mengetikkan nomor ponsel Donghae dan memberi tulisan.. 'Hyung membacanya, jadi kau hanya bisa menghubunginya besok :p'…
"Nah, sudah! Ayo tidur Hyung… besok kau akan sekolah ke tempat Hyukjae Hyung" kata Kyuhyun sedikit menggoda Donghae dengan menyebutkan nama kekasih Hyungnya itu.
Donghae yang tak berniat merespon pun hanya membalikkan badannya menjadi memunggungi Kyuhyun. Kyuhyun segera menarik selimut untuk menutupi badan mereka agar terasa nyaman. Keduanya akhirnya sama-sama menutup mata mereka, berusaha untuk tertidur dan melupakan apa yang terjadi dengan mereka.
.
.
Dengan hati sedih Donghae berjalan menuju tempat duduknya dan menghempaskan dirinya sedikit keras. Tanpa memperdulikan guru yang berada di depan, Donghae menjatuhkan kepalanya di atas meja..
Ahh, ia tak suka jika seperti ini, ia memang masuk ke kelas unggulan tetapi tetap saja tak suka. Di kelas ini Donghae tak dapat menemukan Hyukjae,itu berarti ia tak akan sekelas dengan kekasihnya itu..
Menghembuskan nafas keras Donghae mulai mengangkat kepalanya dan berusaha fokus pada pelajaran. Biarkanlah ia tak sekelas dengan Hyukjae, lagipula kekasihnya itu sudah mengucapkan salam paginya melalui pesan.
Lama kelamaan Donghae mulai bosan, ia mengedarkan pandangannya pada sekeliling kelas, baru menyadari bahwa sebagian dari temannya adalah namja dan teman yeojanya itu bisa dihitung dengan jari tangan.
"Wah, Sungmin Hyung!" Donghae tiba-tiba berteriak ketika tak sengaja ia melihat seseorang yang sangat dikenalnya sedang duduk di salah satu bangku yang masih berada di kelasnya. Donghae tau, ia memang tak pernah sendiri.
Karena teriakan Donghae, tak ayal semua yang berada di kelas terkejut tak terkecuali orang yang dipanggil namanya tersebut.
"Ada apa Donghae?" tanya guru didepan. Donghaepun mengubah posisinya menjadi menghadap kearah gurunya kembali dan menggeleng pelan.. "aniyo, songsaengnim"
Setelah ia melihat gurunya kembali menulis, ia menoleh kembali pada Sungmin dan menemukan Sungmin sekarang tengah meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya lalu tersenyum pada Donghae.
Donghaepun ikut tersenyum dan kembali terfokus kedepan katika Sungmin mengarahkan kepalanya kedepan seakan menyuruh Donghae untuk memperhatikan pelajaran didepannya.
.
.
Setelah istirahat pertama Donghae habiskan bersama Sungmin di kelas mereka, membicarakan hal dari mereka masing-masing walau ditengah acara mereka, Kyuhyun tiba-tiba datang mengganggu dan mendekat duduk sebelah Sungmin…
Dengan alasan "Aku selalu rindu dengan Minnie" Donghae sudah berdecak sebal mendengarnya. Bagaimana bisa Sungmin membiarkan Kyuhyun memanggilnya seperti itu.. Hey, Donghae saja memanggil Sungmin dengan embel-embel Hyung. Donghae tak habis pikir ternyata banyak yang berubah setelah 2 tahun ia di Jerman.
Dan di istirahat kedua, Donghae kali ini menghabiskan waktunya bersama Hyukjae yang berada disampingnya. Sesuai janji mereka kemarin, Donghae yang baru saja mendengar bel istirahat kedua berbunyi langsung menuju ke taman yang menjadi tempat janjian mereka..
"Hae-ya…" Hyukjae membuka pembicaraan mereka dengan memanggil nama Donghae yang sekarang menyandarkan badannya didada Hyukjae. Bermanja pada kekasihnya itu…
"Hmm…"
"Kau baik-baik saja kan kemarin?" tanya Hyukjae.
"Hmm, kau sudah tau…"
"Apa kau tak malu kita seperti ini disekolah?" tanya Hyukjae lagi…
"Kau sendiri yang menarikku melakukan ini, apa aku harus malu?" jawab Donghae dan Hyukjae sadar dengan nada yang digunakan Donghae tak seperti biasanya. Hyukjae hanya sedang ingin menggoda Donghae.
"Ada apa Hae?"
Donghae mengeleng dan memejamkan matanya… "Jangan mengeluarkan suara lagi, diam… aku hanya rindu dengan suasana ini…" Benar,Donghae memang merindukan bagaimana ia ada didekat Hyukjae seperti sekarang.
"Baiklah" Hyukjae diam akhirnya dan mengeratkan pelukannya dipinggang Donghae… Mereka berada di belakang sekolah, jadi tidak banyak siswa yang menghabiskan waktu istirahat mereka disini. Sungguh tempat yang tepat untuk mereka bermesraan.
"Aku akan kerumahmu Hae…" kata Hyukjae setelah lama mereka diam, ia pikir harus mengatakan sekarang karena jam ditangannya sudah menunjukkan sebentar lagi bel masuk akan berbunyi.
"Untuk apa?" tanya Donghae santai masih dengan mata terpejam.
"Berkunjung, menyapa keluargamu?" Donghae mulai membuka matanya, bel sudah berbunyi dan ia harus kembali ke kelas secepatnya karena kelasnya berada jauh dari tempatnya sekarang.
Ia tatap Hyukjae yang juga menatapnya, "Terserah, aku ingin ke kelas" Donghae beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan Hyukjae…
Chu~~
Donghae membalikkan badannya dan secepat kilat mencium pipi Hyukjae yang masih duduk di bangku taman.. "Semoga sukses" Hyukjae tersenyum, Donghae pasti tau maksudnya yang berkata akan mengunjungi rumahnya malam nanti…
"Ya, semoga sukses" Gumam Hyukjae memandang punggung Donghae yang mulai cepat menjauh karena Donghae yang berlari.
.
.
"Minniee, kau sedang apa eoh?" ucap Kyuhyun setelah yang diseberang mengangkat panggilannya.
"Tak sopan" Kyuhyun menatap tajam Donghae saat Donghae malah mengomentarinya yang baru saja menghubungi kekasihnya.
"Aku sedang di kamar. Miss You Minnie…"
'Kita baru saja bertemu tadi disekolah, kau berhasil menyita waktuku yang masih ingin bersama Donghae. Masih rindu?'
"Aku ingin bersamamu terus Min, Bagaimana kalau aku malam ini menginap dirumahmu" Kyuhyun mengatakan itu dengan santai tapi saat matanya bertatapan dengan Donghae yang sekarang tengah mendelik padanya. Ia meringis kemudian.
'Aku yakin Donghae tak akan mengijinkan'
"Minnie kok tau… Ishhh, Hae Hyung memang selalu tak ingin aku bahagia Min" kata Kyuhyun seperti mengadukan kelakuan Donghae padanya dengan berlebihan.
"Kau yang keterlaluan Kyu!" Donghae menyahut merasa tak terima dengan yang dikatakan Kyuhyun. Hyung macam apa dia yang tak ingin adiknya bahagia, Ia saja berharap Kyuhyun benar-benar bersama Sungmin walau tau tak akan bisa.
Terdengar tawa dari Sungmin diseberang sana… "Jangan tertawa Min"
"Lihat, Sungmin Hyung! Kau harus lihat ekspresi Kyuhyun! Bagaimana dia menjadi kekasihmu Hyung? Hanya sikapnya disaat serius yang nampak dewasa yang keren dari dirinya" Donghae kembali menyahut membuat wajah Kyuhyun semakin menekuk dan tawa Sungmin yang semakin terdengar.
'Aku pernah melihatnya Hae… Tapi Kyuhyun benar-benar terlihat dewasa saat bersamaku'
"Minnie Chagi daebakkk" Kyuhyun langsung balik memuji Sungmin setelah mendengar pernyataan Sungmin yang memujinya…
'Baiklah Kyu, kita bisa bertemu besok. Jadi, aku sudahi dulu ya panggilannya'
"Yasudah Min, nanti malam jangan tidur terlalu larut, Kau tak boleh belajar terlalu keras.. Annyeong Minnie Chagi"
Kyuhyun melempar ponselnya keatas ranjang setelah memutuskan sambungan dengan Sungmin. Menatap Donghae yang sedari tadi hanya duduk disalah satu sisi ranjang diam tak melakukan apa-apa.
Hanya tadi saja Donghae mengeluarkan suaranya saat Kyuhyun menelpon Sungmin.. setelah itu kembali diam seperti kegiatan awalnya.
"Waeyo Hyung?" Kyuhyun bertanya.
"Eopseo…"
"Kau terlihat lesu sekali, apa tadi kau tak jadi bertemu Hyukjae Hyung?"
Donghae menggeleng dan mulai kembali memamerkan gignya yang rapi, tersenyum pada Kyuhyun… "Kita tanding dibawah?"
"Jigeum? Dengan senang hati Hyung"
Kyuhyun kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kamar mereka meninggalkan Donghae yang mengehela nafas. Mungkin bermain dengan Kyuhyun dilantai bawah sedikit membuatnya melupakan pikirannya yang mencari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi nati malam… semoga..
.
.
.
Hyukjae memandang rumah didepannya dengan mantap, ia sangat yakin untuk malam ini. Ia sudah menunggu terlalu lama untuk melakukan hal yang seharusnya memang ia lakukan untuknya dan Donghae…
Walau sudah tentu menentang semua yang ada…
"Annyeong, Eomeonim" Hyukjae langsung menyapa wanita dewasa yang sudah membukakan pintu untuknya. Sedangkan yang disapa malah sedikit terkejut mendapati Hyukjae yang berasa didepannya, terbukti dengan matanya yang nampak membulat.
"Oh..Oh.. Annyeong Hyukjae-ssi" jawab wanita dewasa itu yang tak lain ibu dari Donghae.
Hyukjae diam setelahnya, masih dengan senyum yang ia perlihatkan dengan lebar, menunggu Ibu Donghae mengatakan sesuatu kembali.. ia harus bersikap sopan dan menunjukkan bahwa ia adalah namja yang baik.
Tersadar, ibu Donghae mulai memundurkan badannya dan mempersilahkan Hyukjae masuk.
Hyukjae mengikuti ibu Donghae memasuki ruang tamu yang sangat tepat sekali, karena disana.. disalah satu sofa single, ayah Donghae tengah duduk tenang dan menyesap kopinya juga sepertinya ia sedang membaca sebuah Koran yang berada ditangannya.
Hyukjae menoleh pada ibu Donghae yang tersenyum kepadanya… "Aku akan buat minuman, kau duduklah" setelah itu berjalan meninggalkan Hyukjae yang mulai mendekat dan duduk di sofa yang tepat berada disamping ayah Donghae…
Diam, mereka tak ada yang memulai pembicaraan, Hyukjae hanya duduk dan menatap ayah Donghae dengan pandangan yang ia sendiri yang tau… ayah Donghae menyadari itu, tapi ia tetap melanjutkan acara membacanya itu.
"Untuk apa kau kemari?" pertanyaan yang keluar dari bibir ayah Donghae menyadarkan Hyukjae, suara berat itu membuat ia tersenyum, merasa nada datar berada disana.
"Bertemu Donghae, abeoji"
"Abeoji?" ayah Donghae menurunkan Koran yang ia baca dan menatap Hyukjae tajam.
"Bukankah panggilan yang abeoji suruh aku untuk memanggilmu" jawab Hyukjae…
"Aku sudah mengatakan kalau aku tak suka dengan hubungan kalian. Jadi, kau bisa meninggalkan Donghae bukan?"
"Ayah!" Suara Donghae merengek tak suka terdengar ditelinga mereka, Donghae sudah terlihat berdiri di samping lemari hias di belakang tempat duduk ayahya… berniat menghampiri Hyukjae dan masuk dalam 'obrolan'.
"Masuk Donghae!" perintah ayah Donghae yang dijawab gelengan tak mau Donghae.
"Donghae! Masuk ke kamarmu sekarang juga!" perintah itu kembali dikeluarkan membuat Donghae menatap sendu Hyukjae yang sekarang malah menatapnya dengan senyuman mengisyaratkan untuk menyuruh Donghae menuruti kemauan ayahnya.
…
"Saya tak bisa meninggalkan Donghae abeoji"
"Jangan memanggilku abeoji! Kau telah merusak panggilan itu"
"Abeoji harus mengerti saya mencintai Donghae, Donghae juga sebaliknya. Kumohon, restui kami"
"Apa yang kau mengerti tentang Cinta, anak muda seperti kalian hanya bermain saja! Apalagi menjadi gay, ini hanya candaan anak muda"
"Cinta kami bukan candaan Abeoji" kata Hyukjae dengan nada yang tak terima dengan perkataan yang dikatakan ayah Donghae. Ia mulai tak suka dengan apa yang dikatakan ayah Donghae, Hyukjae merasa diremehkan disini.
"Oke, aku tau. Jika Donghae adalah yeoja. Dengan senang hati aku akan menerimamu! Tapi sayangnya, Donghae memiliki jenis kelamin sama sepertimu. Dan larangan bagi Donghae berhubungan sesama jenis!"
Hyukjae tersenyum, ia sekarang tau apa yang membuat ayah Donghae tidak merestui mereka. Hyukjae menganggukkan kepalanya… "Abeoji takut keturunan akan terputus nanti?"
"Apa maksudmu!"
"Jika saya bersama Donghae, Abeoji takut jika kita tak bisa memiliki keturunan dan akhirnya keturunan keluarga Abeoji berhenti di kami"
"Sepertinya kau sangat mengerti Hyukjae-ssi. Tapi maaf, kau benar-benar salah untuk memahami yang terjadi. Pikiranmu sangat jauh sekali, bahkan kalian masih sekolah"
Hyukjae diam kemudian, ia tak tau apa yang harus ia katakana kembali pada ayah Donghae yang masih saja menentang hubungannya dengan Donghae. Ibu Donghae yang sudah sampai di ruang tamupun menghentikan langkahnya merasakan suasana atmosfir yang sangat buruk.
"Jadi, tak ada lagi yang kau katakan? Berhenti menemui Donghae dan menjaulah darinya!"
"Andweyo, Abeoji… aku sangat mencintai Donghae, bagaimana bisa aku menjauhinya"
"Kau yang harus menentukannya, aku bisa saja mengirim Donghae kembali pergi dari negeri ini atau mencarikan ia pendamping nantinya"
Ayah Donghae benar-benar pintar dengan situasi apapun. Hyukjae tak bisa berusaha meyakinkan ayah Donghae lagi kalau ia benar-benar sungguh-sungguh akan hubungannya dengan Donghae. Ia menghembuskan nafasnya lelah mengangkat badannya untuk berdiri dari sofa… membungkukkan badannya lalu kemudian berjalan meninggalkan ruang tamu..
"Hyukkie… hiks.."
Ibu Donghae juga Hyukjae menoleh pada Donghae yang meneteskan air matanya di belakang badan ibunya.. sedang ayahnya sama sekali tak menoleh dan kembali menyesap kopinya seakan tak terjadi apa-apa baru saja.
Hyukjae menggelengkan kepalanya pada Donghae yang mulai terisak, matanya menyiratkan penyesalan yang terjadi malam ini. Rasanya sakit sekali melihat kekasihnya menangis hanya karena dirinya yang gagal.
Ibu Donghae memberi isyarat pada Kyuhyun yang baru datang untuk menarik Donghae masuk ke kamar mereka.
Hyukjae kembali menghela nafas dan keluar dari rumah Donghae… ia mengetik sesuatu di ponselnya yang dikirimkan pada Donghae…
"Uljima… mianhae Hae-ya…"
*TBC*
Oke, Ini Sequel "Persist With Rejection"
Drama banget T.T
Mungkin bakalan pada lupa dengan fict ini karena awalnya hanya One-shot saja… Sebenarnya sih memang One-shot, tapi ternyata ada ide melintas.. Jadi kepikiran aku lanjutin aja..
Semoga saja masih ada yang ingat dan membaca kelanjutan PWR ini… :D
Thank's To :
Ranti Fishy, narty2h0415, MingKyuMingKyu,
Kim joungwook, .1, yoon eunna,
RienELFishy, zulnaen, Fishy Lover, shasy
Gomawo sudah mau Riview.. .
Review?
18072014
