Lee Donghae & Lee Hyukjae

EunHae + KyuMin(dikit)

Warn : Hae!Uke, OOC, Typo(s), Membosankan, plot berantakan, ide pasaran…

A/note :
Plissss,,, jangan digebukin….. :D
Ini berapa bulan? maafkan saya. xD Pekerjaan rumah sepertinya meributkan dan membuat saya gak bisa untuk lanjutin nulis FF. Inipun syukur bisa ada waktu buat lanjut :)… dan FF satunya yang 'Giver Color Eyes' malah saya belum menulis sama sekali dan gak berniat v.v … sekali lagi maaf, mungkin sequel FF satu ini makin aneh dan gak jelas. Tapi saya tetap harus lanjut kan…
Baiklah, gak bacot lagi…

Happy

-Reading :)

"Yeobo…" Seorang wanita mengikuti langkah suaminya memasuki kamar mereka dengan ragu, melihat punggung besar itu Nyonya Lee sedih dengan yang terjadi sekarang.

"Tidurlah, malam semakin larut" suara berat itu menyuruhnya untuk lekas naik keatas tempat tidur mereka.

Ia menurutinya, naik ke atas ranjang satu-satunya yang berada dikamar itu setelah menyempatkan menutup pintu kamar itu.. dibaringkanya badannya dan untuk malam ini ia sampingkan badannya memunggungi badan suaminya.

Tak lama, sebuah tangan ia rasakan mulai merangkul pinggangnya perlahan membuat tangannya menggenggam tangan itu dengan lembut.

"Apa kau tak terlalu keras yeoboo?" wanita itu berkata lembut, ia pejamkan matanya merasakan hangat yang ia rasakan dari sang suami.

"Aku melakukan ini untuknya…"

"Tapi setidaknya kau lihatlah Hyukjae yang benar-benar menyayangi anak kita"

Tuan Lee diam tak menyahuti perkataan sang istri… Tapi tanpa berkatapun ia pasti akan tau jika suaminya itu belum tidur…

"Jujur, ini bukanlah masalah yang mereka kira, aku mengerti jika cinta memang tak memandang gender… tapi ada masalah yang membuatku bimbang" setelah lama dengan keheningan Tuan Lee bersuara kembali dengan suara amat kecil, mengerungkan istrinya yang akan benar-benar terlelap.

"Kenapa? Jangan membebani dirimu…"

"Aku tak bisa bercerita untuk saat ini"

Donghae berteriak frustasi sambil mengacak rambutnya membuat sebagian penghuni kelasnya menatapnya bingung…

Donghae tak peduli, hidupnya seperti tak sesuai dengan yang ia harapkan, 1 bulan ini ia sudah tak bersama dengan Hyukjae lagi… Ia seakan sulit sekali untuk bertemu dengan kekasihnya itu.

Padahal mereka berada di sekolah yang sama, Donghae yang ingin bertemu Hyukjae tak menemukannya didalam kelasnya. Donghae malah sempat berfikir kekasihnya itu yang sekarang meninggalkannya tapi mana mungkin kekasihnya itu tega…

Teman Hyukjae mengatakan setiap istirahat Hyukjae menghilang dari kelasnya, tak tau pergi kemana…

"Ada apa dengan dia?" Sungmin yang duduknya berada di bagian belakang hanya melihat Donghae dari sana tanpa ingin mendekat karena sekarang kekasihnya berada disampingnya. Juga sepertinya ia tak mau mengganggu Donghae.

"Masalah 1 bulan yang lalu belum selesai"

"Jinjja? Apa Hyukjae benar-benar tak menemui Donghae lagi? Padahal aku sering melihatnya menunggu di gerbang"

Kyuhyun mengedikkan bahunya, "Tak kusangka Hyukjae Hyung pengecut.."

"Ishh, apa dengan berani menemui ayahmu, Hyukjae masih kau katakan pengecut" Sungmin mencibir perkataan Kyuhyun.

"Min, dia hanya memohon pada ayah malam itu tanpa melakukan apa-apa, waktu itu aku dan Donghae Hyung melihat dan mendengar pembicaraan mereka" kata Kyuhyun seakan mengotot bahwa ia benar mengatakan Hyukjae itu pengecut.

Sungmin melirik sengit Kyuhyun "Kalau aku jadi Donghae… lalu apa yang akan kau lakukan eoh?" tantang Sungmin.

Kyuhyun berdecih, "Tatapanmu yang seperti itulah yang selalu tak aku suka…"

Sungmin yang mendengar semakin memandang sengit Kyuhyun dan menyuruh Kyuhyun untuk menjawab Sungmin.

"Tentu saja aku akan mengalahkan apa yang dikatakan ayah dan tak memperdulikan ancaman yang ayah katakan,,, Hyukjae Hyung penakut"

"Baiklah, semoga perkataanmu itu benar apa adanya. Dan apa kau tak pernah berniat berbicara dengan Hyukjae?" tanya Sungmin dan mulai menyingkirkan tangan Kyuhyun yang menyampir di pinggangnya.

"Niatku, karena melihat Donghae Hyung yang sudah seperti orang frustasi seperti itu"

"Apalagi? Kembalilah ke kelasmu Kyu" Sungmin mendorong badan Kyuhyun menjauh darinya membuat Kyuhyun mendengus.

"Iya Min…"

Kyuhyun menghampiri Donghae dibangkunya dan duduk didepan Hyungnya itu, Donghae yang sudah sangat malas walau hanya untuk mengatakan 'ada apa' ke Kyuhyun hanya menatap wajah Kyuhyun lemas…

"Kau buruk Hyung!"

Setelah mengatakan itu Kyuhyun melesat keluar dari kelas yang dihuni oleh Donghae dan Sungmin beserta teman-teman mereka.

Sungmin hanya bisa menghela nafasnya saat melihat Donghae yang tak menyahuti Kyuhyun dan kembali menenggelamkan wajahnya dilipatan tangannya yang berada diatas meja

Hyukjae menyandarkan punggungnya disamping gerbang sekolahnya, ia menundukkan kepalanya melihat kearah sepatunya yang sepertinya lebih menarik matanya sekarang daripada murid-murid yang berhamburan menuju luar sekolah…

Ia mengangkat kepalanya saat seruan itu ia dapatkan dari seseorang yang memang ditunggunya… ia tersenyum pada seorang itu…

"Ikut aku"

"Sebenarnya apa yang membebanimu?" Kyuhyun angkat bicara setelah menyeret atau lebih tepatnya mengajak Hyukjae menjauh dari gerbang dan mengambil waktu Hyukjae yang menunggu Donghae melewati gerbang setelah itu ia yang akan pulang, kegiatan terbarunya.

"Beban? Aku tak punya" jawab Hyukjae dengan santai membuat Kyuhyun berdecak tak suka…

"Kau tak kasihan dengan Hyungku! Aku pikir dengan kalian melakukan ini, kau sudah mulai dewasa tapi sepertinya aku salah Hyung" Kyuhyun menatap Hyukjae dengan tajamnya yang malah terkekeh mendengar perkataan Kyuhyun. Ia sedang mendapatkan nasehat dari orang yang bahkan berada dibawah umurnya kah…

"Ada… alasan kenapa aku melakukan hal ini" jawab Hyukjae tersenyum manis pada Kyuhyun.

"Dengan menjauhi Hyungku? Setidaknya jika ingin putus hubungan, beri kepastian pada Hyungku"

"Aku tak pernah berfikir mengakhiri ini Kyu" sergahan Hyukjae membuat Kyuhyun hanya bisa menghela nafas, lelah juga jika ia yang lebih sibuk dari mereka berdua.

Ia mendapat imbas tak bisa berduaan dengan Sungmin juga karena masalah yang mereka perbuat, setelah ini ia harus berani protes pada Sungmin kenapa hanya karena ini Sungmin menyuruhnya untuk ikut menyelesaikan masalah yang Donghae alami dengan orang yang sekarang berada dihadapannya.

"Bagaimana kabarnya, aku sering melihat… setiap hari juga, kau meninggalkannya dan lebih suka pulang dengan Sungmin Hyung" tanya Hyukjae setelah diam beberapa saat karena Kyuhyun juga terlihat tak berniat menjawab…

"Dia berantakan, kau bisa melihatnya… Ia bahkan diam-diam datang kerumahmu"

Hyukjae mengangguk, ia benar bisa melihat Donghae yang lesu sekali setelah tak menemukan dirinya saat Donghae tengah mencarinya, padahal yang ada ia berada di belakang Donghae waktu itu.

"Aku mengandalkanmu, jangan beritahu dia jika kita bertemu, aku hanya butuh waktu…"

"Sampai ia yang memutuskan untuk jauh, aku tau itu"

"Kau ingin begitu, Kyu?" tanya Hyukjae menatap Kyuhyun yang juga menatapnya…

"Marah Hyung? Jika begitu, cepat temui dia atau semua yang aku maksud benar-benar terjadi"

"Harus kau tau, aku saja masih bisa bersama dengan Sungmin sampai saat inipun, kenapa kau saja tak bisa?"

Setelah mengatakan hal itu, Kyuhyun meninggalkan Hyukjae begitu saja… Hyukjae tersenyum miring mendengarnya. Memikirkan perkataan Kyuhyun baru saja membuat ia sadar jika yang ia lakukan sangat bodoh sekali...

::;)

Hyukjae bukannya menginginkan ini, ia tau disini ia menyiksa kekasihnya. Tapi pikirannya saat ini tengah rumit tentang malam lalu yang sangat memberikan peringatan untuknya agar tak dekat dengan Donghae atau kekasihnya itu akan benar-benar jauh…

Ia tak bisa terlalu main-main dengan yang dikatakan oleh ayah Donghae atau kejadian 2 tahun lalu kembali terulang, Hyukjae tak mau jauh dari Donghae.

Akan menambah rumit semuanya jika ia benar-benar melakukan hal bodoh yang ada difikirannya sekarang. Jangan tanya apa itu.

Beberapa hari belakangan Hyukjae mulai merindukan Donghae, Ia ingin sekali datang kekelas Donghae, memeluknya, dan jika bisa, ia ingin langsung mencium bibir tipis Donghae yang sangat manis itu…

Termenung, Hyukjae menopang dagunya di meja kantin yang tak ramai itu, sebenarnya sekarang masih masuk pada jam pelajaran, tapi tak tau kenapa atau mungkin ini efek rindu, Hyukjae malas sekali untuk mendengar gurunya yang akan berceloteh tentang rumus membingungkan dalam Fisika…

Sejujurnya ia tak suka fisika, sama dengan Donghae…

Memikirkan Donghae, Bagaimana ia sekarang… Hyukjae tak ada lagi mendapati Donghae yang mendatangi kelasnya dan juga ia sering terlambat untuk melihat Donghae saat pulang sekolah dikarenakan pelajaran tambahan…

Hyukjae menghela nafas, susah juga ketika beristirahat untuk tak berdekatan dengan kekasih, Donghae juga pasti merasakan seperti dirinya… rasa bersalah dalam diri Hyukjae ada tapi tentu ia masih harus melihat apa yang terjadi selanjutnya.

Sreekk,,,

Hyukjae memusatkan pandangannya pada seseorang atau lebih tepatnya dua orang yang baru saja masuk dalam kantin, badannya menegak seketika ketika matanya melihat sang kekasih sedang asik bercengkrama dengan seseorang yang Hyukjae tak ketahui namanya karena wajah itu baru di sekolahnya.

Dengan cepat Hyukjae meraih sebuah Koran harian yang tergeletak dimeja kantin yang ditempatinya. Menutup wajahnya dengan Koran tersebut walau matanya mengintip dari balik Koran itu…

"Ahjumma, 2 porsi ya?"

"Oh, Donghae-ah… Tumben, bukannya masih waktu jam pelajaran?"

"Aku sedang ditugaskan Jang saem untuk mengenalkan sekolah ini pada Kibum…"

Ahjumma penjaga kantin itu tersenyum pada orang yang Donghae sebut bernama Kibum… "Jadi namanya Kibum?"

"Anyeong, Kim Kibum imnida… Bagapta ahjumma" sahut Kibum membungkuk sembilan puluh derajat..

"Sopan sekali… baiklah, kalian bisa duduk…"

Donghae dan Kibumpun mengangguk dan duduk di meja yang berdekatan dengan counter makanan…

"Kau dikenal banyak orang hyung, keren sekali… padahal kau belum lama pindah" kata Kibum memuji Donghae karena ia sedari tadi saat diajak oleh Donghae, tak hentinya orang yang berpapasan dengan mereka mengetahui siapa Donghae…

"Kau akan bisa jika kau bisa bersikap sepertiku…" jawab Donghae dengan bangga mengundang cibiran dari mulut Kibum…

"Aku bisa gila…"

"Jangan terlalu dingin disini Kibum, ini bukan Jerman you know!"

"Ne, ne.. ne… araseo"

…"Makanan kalian datang.." datang ahjumma penjaga kantin mebawa nampan berisi makanan yang sudah mereka pesan

"Kamsahamnida ahjumma…" ucap Donghae dan dibalas senyuman oleh ahjumma itu.

"Kau tidak mendatanginya?" tanya Ahjumma tiba-tiba membuat Donghae yang sempat akan mengambil sumpit mengurungkan niatnya dan mendongak melihat kearah ahjumma tersebut.

"Siapa?" Kini Donghae balik bertanya merasa tak mengetahui maksud dari pertanyaan itu.

"Yang ada disan…" Ahjumma itu menghentikan ucapannya saat seseorang yang adalah salah satu penghuni kantin mulai dari pelajaran awal itu terlihat beranjak dengan terburu-buru melewati bangku yang ditempati Donghae tanpa menolehkan kepalanya sama sekali…

"Hyukjae…" gumam Donghae pelan tapi masih dapat didengar oleh Kibum yang memang sedari tadi sudah mengamati seorang yang duduk tak jauh dari mereka.

"Hyukjae? Siapa Hyung?" tanya Kibum sambil melihat kearah jalan keluar dari kantin yang baru saja menghilangkan tubuh Hyukjae yang melintasi mereka tadi.

Merasa tak enak… "Ahjumma tinggal yaa…" ahjumma yang baru saja sebenarnya akan mengatakan jika Hyukjae ada disana tanpa Donghae sadari menjadi urung karena Hyukjae yang sudah menghilang dari kantin. Ia kembali ke dalam dapur tokonya.

"Siapa Hyung?"

Pertanyaan yang kembali diulang itu mengagetkan Donghae yang ternyata melamun setelahnya… "Oh-oh, kau bertanya sesuatu?" dengan muka polosnya yang lagi-lagi keluar disaat yang tak tepat itu membuat Kibum memutar bola matanya lelah..

"Itu tadi hyung,,, siapa? Apa hyung mengenalnya? Hyung menyebutkan Hyukjae tadi.."

"Oh, dia kekasihku…"jawab Donghae kembali mengambil sumpit dan akan menggunakannya jika saja Kibum tak mengeluarkan suaranya dengan keras tiba-tiba…

"Apa?" Kibum terkejut. Mau bagaimana, ia memang tak pernah tau jika seorang yang ia panggil Hyung ini ternyata sudah memiliki seorang kekasih dan lagi dia adalah laki-laki. Kibum memang masih ingat jika Donghae pernah bercerita jika ia mempunyai kekasih, tapi ia tak tau jika itu adalah laki-laki.

Dengan jengah Donghae akhirnya melanjutkan kegiatannya memakan makanannya tanpa menyahuti teriakan Kibum yang sudah pasti ia tau jika Kibum terkejut kalau ia memiliki kekasih yang berjenis sama dengannya. Ia terlalu lelah jika memikirkan itu.

Melihat itu Kibum berdehem dan bersikap biasa kembali, wajah Donghae yang suram itu tak bisa membuat Kibum bungkam jadi iapun membuka suara kembali…

"Waeyo Hyung?"

Donghae menatap Kibum,,, "hmmm, memang kenapa?"

"Wajahmu berubah"

"Berubah bagaimana?" tanya Donghae sambil menyentuh wajahnya dengan perasaan aneh "Tetap samapun"

Kibum menghela nafasnya, ia turunkan tangannya yang semula memegang sendok itu dan ikut menatap balik Donghae..

"Sebelum bertemu orang yang namanya Hyukjae, yang kau bilang kekasihmu itu.. ekspresi wajahmu sangat ceria setelah mengetahuiku sekolah disini, tapi setelah bertemu dia, kau jadi terlihat murung, Kenapa? Atau jangan-jangan kalian ada masalah." Jelas Kibum, ia tak terlalu mempermasalahkan terlalu jauh jikapun Donghae berhubungan dengan sesama jenis, toh sebenarnya ia juga…

Donghae merubah ekspresinya semakin terlihat lebih murung, "kau mengertiku sekali Bummie. Hmm, alasanku saat harus sekolah di Jerman"

"Samchon?" dan itu mendapat anggukan dari Donghae.

"Kau tak mengatakan jika kekasihmu sama sepertiku, jika seperti itu tentu aku memahami samchon mengirim Hyung ke Jerman…"

Ia kembali menghela nafas kemudian, "Hyung tak bicara padanya?"

"Ia malah menghindariku…" jawab Donghae kemudian mengerucutkan bibirnya sebal. "Aku sudah sering datang kekelasnya tapi dia tak ada…"

"Kerumahnya?"

"Sama, sepulang sekolah tanpa diketahui Kyuhyun aku sering datang kerumahnya terlebih dahulu tapi dia belum datang dan aku tak bisa berlama menunggu…" jelas Donghae dengan sedih, ia mengaduk makanannya. Selera makannya tiba-tiba melebur saat Kibum membicarakan hal yang menjadi masalahnya bulan ini.

"Jika belum pulang, kenapa kau tak datang kerumahnya di malam hari?"

Perkataan Kibum membuat ia semakin merengut, "Kau tau kalau aku tak bisa untuk keluar dari rumah selain sekolah.."

"Aku akan membantumu…"

"Caranya?"

Kibum menyeringai setelahnya, Ia menyuruh Donghae untuk mendekat… kemudian ia membisikkan rencana yang akan ia lakukan untuk membantu Donghae bertemu dengan Hyukjae.. Tak lama wajah Donghae menjauh dari kibum dan bibirnya mengumbar senyum yang sempat hilang tadi…

"Kibummie…. Bolehkah aku memelukmu" ujar Donghae dengan tangannya yang merentang akan memeluk Kibum.

Tapi Kibum seakan menjauhkan badannya dari Donghae, wajahnya terlihat takut melihat ekspresi Donghae yang amat sangat sumringah. "No..No..No!"

::;)

Suasana tenang lebih mendominasi dalam sebuah rumah yang saat ini tengah dihuni oleh Hyukjae dengan seorang kepala pembantu yang memang tinggal bersama dengannya.

Setelah orang tuanya meninggal, memang ia tak terlalu memaksa pembantu yang bekerja dirumahnya untuk tinggal atau lebih memilih tinggal dengan keluarganya, Ia cukup merasa ada teman dengan Kepala pembantu yang sangat mengenalnya itu.

Saat ini yang dilakukan Hyukjae hanya tiduran diatas sofa ruang santainya dengan televisi yang menyala tetapi yang ada malah ia tengah membaca sebuah buku tanpa menghiraukan tayangan yang sekarang terputar di layar televisi miliknya.

"Hyuk-ah, .."

Hyukjae menurunkan buku dari hadapan wajahnya saat kepala pembantu yang biasa ia panggil 'pak Kim' memanggilnya.

"Ne, Ada sesuatu pak Kim?" tanya Hyukjae.

Badan lelaki yang tengah berdiri disamping itu sedikit gelisah dan itu disadari oleh Hyukjae…"Terjadi sesuatu kah?" tanyanya sekali lagi sampai lawan bicaranya itu menganggukkan kepalanya pelan.

"Pak Kim bisa bicarakan ini, bukankah kita sudah seperti kelaurga…"

"Ada sesuatu yang terjadi disana, sepertinya aku akan pulang untuk malam ini. Tak masalah bukan?" ucap Kepala pembantu itu.

Hyukjae tersenyum, ia tentu saja tau maksud dari 'disana' yang diucapkan pak Kim. Yang ia lakukan selanjutnya merubah posisinya dari tiduran menjadi terduduk.

"Aku sudah besar pak Kim, pak Kim bisa pulang jika memang itu sangat mendesak. Atau kalau perlu juga tak pulang untuk beberapa haripun tak apa"

"Tapi…"

"Aku mengerti, pak Kim. Pasti keluargamu juga merindukanmu…" lanjut Hyukjae dengan masih tersenyum. Pak Kim juga ikut tersenyum mendengarnya, Ia kemudian membungkuk dan berpamitan…

"Hati-hati dijalan pak Kim"

Hyukjae menghela nafasnya setelah tak melihat tubuh pak Kim kembali, iapun tiduran kembali dan melihat layar televisi yang kebetulan menampilkan sebuah adegan dalam drama yang membuat ia seketika mematikan televisi itu sehingga layarnya berubah menjadi hitam.

Ia tarik buku yang sedari tadi dibacanya, tapi yang ada selanjutnya ia membanting buku itu. Wajahnya terlihat menahan kesal sekali sekarang.

Apa yang ia pikirkan?

Ingatannya melayang pada pagi tadi saat ia melihat Donghae dengan seorang laki-laki yang baru ia ketahui bahwa itu murid baru pidahan dari Jerman. Iya, Hyukjae tau.. sama dengan Donghae.

Ia menjadi penasaran, apa terjadi sebuah hubungan yang amat dekat antara mereka yang tak Hyukjae sendiri ketahui.

Melihat wajah sumringah Donghae saat bersama lelaki tadi, tentu saja sebelum Hyukjae langsung pergi meninggalkan kantin sekolah saat ahjumma penjaga kantin itu seakan menyadarkan Donghae bahwa dirinya juga berada disana.

Hyukjae nampak menghela nafasnya kasar kemudian dengan langkah malas dirinya berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air putih yang berakhir diteguknya dengan terburu. Nafasnya terlihat memburu saat ingatannya mengingat ucapan Kyuhyun kemarin hari.

Kyuhyun tak bercanda kan? Kenapa yang diucapkannya itu terdengar benar adanya.

Apa Donghae memang sudah lelah dengannya dan memiliki pengganti dirinya saat ini?

Nyatanya, hati Hyukjae mengatakan jika Donghae bukanlah seseorang yang dengan waktu singkat akan berpaling pada orang lain. Ia terlalu mengetahui kekasihnya itu.

Ya, Ia masih kekasih Donghae..

-Ia bersyukur mengingat hal itu…

Ting Tong…..

Hyukjae masih saja betah dengan pemikirannya sehingga tak mengetahui jika bel di rumahnya itu berbunyi,,,

Sampai suara itu kembali berbunyi dan berhasil menyadarkan Hyukjae dari lamunannya, Ia menatap pintu ruang tamu yang sangat berjarak jauh dari tempatnya saat ini. Ini belum terlalu malam sebenarnya untuk bertamu.

Tetapi.. Hyukjae sudah jarang menerima tamu pada jam yang sama seperti saat ini kecuali orang kepercayaan keluarganya yang menjadi pengurus perusahaan ayahnya yang akan bertemu dengannya, untuk menyampaikan beberapa kabar. Karena Ia belum sampai bisa mengurus perusahaan seorang diri.

Hyukjae meletakkan gelas yang sedari tadi masih saja berada dalam genggamannya ke atas meja, Ia melangkah menuju pintu utama rumahnya dengan cepat, tak mau lagi mendengar bel berbunyi jika sang tamu menunggu ia membuka pintu dengan sangat lama.

"Sia…" Perkataan itu terhenti saat Hyukjae setelah membuka pintu mendapati wajah seseorang yang tentu masih sangat ia rindukan, bahkan pikirannya masih terdapat jejak seseorang itu.

"Hai, Hyukkie…" sapa seorang itu kemudian tersenyum senang… "Akhirnya, aku menemukanmu" lanjut orang itu ketika Hyukjae masih saja menampakkan wajah terkejutnya.

"Hae…"

"Ne Hyukkie…" seorang yang ternyata Donghae itu semakin mendekatkan badannya pada Hyukjae yang mematung di pintu masuk rumahnnya. Sampai ia tersadar setelah Donghae memeluknya dengan erat sambil berbisik "Aku merindukanmu"

Sempat Hyukjae senang dengan yang dikatakan Donghae, tangannya pun sudah membalas pelukan itu. Sampai matanya menangkap sosok tak asing yang baru tadi siang ia dapati dirinya. Seorang yang menjadi hatinya gundah dengan Donghae.

Tangan Hyukjae dengan pelan kembali turun tak lagi berada di atas punggung Donghae,

Donghae yang merasakannya pun melepas tautan tubuh mereka itu, ia menatap wajah Hyukjae kemudian tapi segera ia ikuti kemana arah pandang Hyukjae kali ini. Sampai tau, sebab apa Hyukjae diam.

"Kenapa kau kemari…" ucap Hyukjae dengan sangat pelan, ia beralih balik menatap Donghae didekatnya.

Donghae menjadi kecewa saat Hyukjae melontarkan pertanyaan itu, "Tentu saja karena aku merindukanmu Hyukkieee…" jawab Donghae dengan tangan yang memegang lengan Hyukjae.

"Aku pikir kau melupakanku"

"Atas dasar apa kau mengatakan hal itu? Aku sungguh hampir gila jika saja Kibum tak mendapatkan ide ini dan akhirnya aku bisa menatapmu sedekat ini kembali…" sungguh, Hyukjae dapat melihat mata Donghae berair seketika setelah mengatakan hal itu.

Hyukjae merasa bersalah mengetahuinya, "Lalu dia?"

"Kau cemburu pada seorang yang sudah memiliki kekasih sendiri?" kata Donghae dengan suara serak karena ia yang nyatanya tengah menahan air matanya agar tak terjatuh…

"Kibum Imnidaa…" Kibum memperkenalkan dirinya setelah dirinya yang tadi sempat berniat hanya menunggu Donghae tapi urung karena Hyukjae yang tadi menatapnya dari kejauhan.

"Kau membuat Hyungku menangis Hyukjae Hyung" ucap Kibum kembali membuat Hyukjae tersadar mengalihkan pandangnya kembali pada Donghae yang kini sudah tertunduk.

"Maafkan aku Hae,,, maaf"

Hyukjae segera menarik Donghae kedalam pelukannya kembali saat didengarnya isakan Donghae, ia lupakan Kibum yang masih disana beralih membawa Donghae masuk dengan Kibum yang mengekor dibelakang… sampai mereka bertiga duduk ruang tamu, Donghae masih saja menangis.

"Maafkan aku Hae, oke? Aku tak tau…" Kini Hyukjae berusaha menghapus air mata yang jatuh di pipi Donghae dengan lembut.

"Ia tak sedang sedih karena kau mengira selingkuh Hyung, Donghae Hyung terlalu merindukanmu karena sebulan lebih kau berani tak menemuinya" Setidaknya Kibum sudah mengetahui masalah yang mereka hadapi, jadi ia sedang berbicara kenyataan.

Hyukjae mengangguk mendengarnya tanpa menoleh sama sekali ke arah seorang yang berbicara itu, ia masih saja menangkupkan wajah Donghae berusaha menenangkan sebelum Donghae kembali memeluknya.

"Kau kemana saja?" tanya Donghae lirih, Hyukjae yakin jika sekarang bibir kekasihnya itu merengut kesal.

Ia tersenyum dan mengusap punggung itu dengan lembut. Biarkan ini ia sudahi, Hyukjae tak sanggup lagi membuat sang kekasih sedih kembali.

"Aku disini Hae, disampingmu…"

"Jangan tinggalkan aku lagi" rajuk Donghae melepas pelukan itu dan menatap Hyukjae, sedang Hyukjae hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya untuk membalasnya sehingga Donghae akhirnya bisa menyunggingkan senyumnya kembali.

Ehmmmm….

Seketika kedua orang yang masih berpandangan itu mengalihkan pandangan mereka saat mereka mendengar seseorang berdehem dan menyadarkan jika Donghae dan Hyukjae sekarang tak hanya berdua. Kibum tentu masihlah duduk disana dan berbeda sofa dengan mereka.

"Eoh, Kibummie?"

Sepertinya Donghae harus menahan malu saat sadar jika sedari tadi Kibum menyaksikan kemesraannya dengan Hyukjae dan menghiraukan dirinya begitu saja. Padahal Kibum sudah membantunya keluar menemui Hyukjae.

Kibum tersenyum maklum, ia pasti juga akan seperti itu pada kekasihnya jika situasi yang mereka lalui seperti halnya sekarang.

"Tak bermaksud mengganggu,,, tapi…"

-"Samchon menyuruh kita agar pulang sekarang…." Sedikit ragu sebenarnya, Kibum tak bermaksud merusak suasana bahagia mereka dengan dirinya yang baru saja menerima pesan dari ayah Donghae.

Donghae sedikit gelisah kemudian.. "Ayah tau jika aku kemari?" dan itu dihadiahi gelengan dari Kibum. Melihat itu Donghae kemudian beranjak dari duduknya…

"Besok jangan bersembunyi kembali, jika ya.. awas saja kau…" peringat Donghae pada Hyukjae yang malah terkekeh geli mendengarnya, betapa lucunya kekasihnya ini.

"Tak akan…" jawab Hyukjae membuat Donghae tersenyum puas dan akhirnya menarik Kibum untuk pelang saat itu juga karena ia tak mau membuat curiga ayahnya jika ia terlalu lama.

"Kami pulang"

Tapi sebelum Donghae dan Kibum memasuki mobil, Hyukjae memanggil Kibum…

"Ne, Hyung.."

"Maaf atas kesalahpahaman tadi… "

Kibum tersenyum mendengarnya dan menganggukkan kepalanya sebelum benar-benar masuk ke dalam mobil dan meninggalkan pekarangan rumah Hyukjae.

Hyukjae bernafas lega… Berjalan memasuki rumahnya dengan ringan…

"Ini lebih baik!"

[[To Be Continue]]

Gak jelas kan? Saya sudah bilang diawal…

Sebenarnya gak yakin, beneran gak yakin buat post ini…

Gak ada konflik oke? Saya sendiri gak suka dengan yang namanya konflik… kan kalo gak ada terlihat membosankan… xD *begitu? ... konfliknya terjadi dichapter mana, saya gak bisa bilang karena kan saya gak suka konflik. :p

Cuma itu yang mau saya bilang… terima kasih untuk yang masih menginginkan FF ini lanjut :) :)

Review ?

14122014