[SEQUEL PWR]
Our Trouble 3
…
Hyukjae baru saja menyelesaikan kegiatannya pagi ini di hari sabtu, sekolah berada dalam jadwal libur di hari itu. Jadi Hyukjae gunakan untuk bangun pagi hanya untuk berolahraga.
Karena, sesuai kata Donghae, ia sepertinya butuh pikiran jernih untuk tidak lagi melakukan hal tak berguna seperti menjauhi kekasihnya tempo hari lalu.
Ia tanpa sadar tersenyum saat mengingatnya.
"Kau butuh olahraga, otakmu butuh disegarkan"
Itu kata Donghae, memerintah sang kekasih begitu saja. Hyukjae merindukan hal itu.
Hyukjae berjalan santai menuju rumahnya setelah menghabiskan tenaganya untuk memutari komplek rumahnya dengan berlari. Matahari sudah menampakkan dirinya ketika Hyukjae pulang tak seperti waktu ia berangkat tadi yang masih dengan suasana gelap.
Mendapati seseorang yang tengah berdiri di depan pagar rumahnya membuat alisnya bertaut, Sedikit dilihat jika ia memang terlihat ingin memasuki rumahnya tetapi yang dilakukannya hanya berdiri, sesekali kakinya terlihat menendang sesuatu dibawahnya…
"Hae?!" panggil Hyukjae memastikan.
Dan benar saja, seorang itu adalah kekasihnya yang dengan senangnya kemudian meloncat memeluknya dan mengalungkan tangannya tepat dileher Hyukjae.
"Darimana saja?" tanya Donghae sambil berekspresi kesal. "Aku menunggumu disini" lanjutnya kemudian.
Hyukjae tak sadar tersenyum, "Siapa yang kemarin menyuruh seseorang untuk menyegarkan fikirannya yang ia kira sedang tak berfungsi dengan baik" Sengaja untuk menyindir kekasihnya itu Hyukjae menyentil hidung Donghae, Donghae meringis kemudian.
Mereka kemudian masuk ke dalam rumah Hyukjae setelah sebelumnya Hyukjae mempersilahkan kekasihnya itu, setidaknya ia tau jika kekasihnya ini sangat memiliki kesopanan walau hanya untuk bertamu di hari yang cukup pagi ini.
"Jadi, apakah kau tak memiliki kegiatan?"
"Kau tak suka aku kemari?"
Hyukjae menggeleng, "Hanya, apa ayahmu mengetahui ini?"
Donghae mengangguk, tanpa melihat kearah Hyukjae ia menyibukkan dirinya dengan mengambil cemilan yang tersedia di atas meja.
"Benarkah?"
"Aku mengatakan kalau aku akan kerumah temanku, ayah benar-benar tak melarang."
"Hae…" desah Hyukjae, ia rebut sebuah tabung kaca yang menjadi wadah cemilan yang dipegang oleh Donghae, kemudian ia menyuruh Donghae untuk melihat ke arahnya.
"Sekarang aku temanmu?" tanya Hyukjae, matanya menajam menyorot wajah Donghae yang tampak tergagap kemudian dan cepat-cepat ia menjawab.
"Bukan! Bukan! Hyukkiee,, tentu kau masih kekasihku, Maaf kalau aku berbohong. Lagipula, ayah akan keluar kota hari ini" ucap Donghae sambil berekspresi menyesal pada Hyukjae didepannya.
Membuat Hyukjae akhirnya menghela nafas, mana bisa ia marah pada sang kekasih.
"Lalu kenapa pagi-pagi sekali?"
"Itu,,, Kyuhyun juga mengambil kesempatan sebenarnya, Sungmin Hyung mengajaknya jalan-jalan"
Hyukjae mengangguk mengerti, ia berdiri dan mengajak Donghae untuk mengikutinya.
"Kau bisa membantuku memasak Hae, kebetulan rumah ini sedang dalam keadaan sepi" ucap Hyukjae dan mulai menyiapkan bahan-bahan masakan yang diperlukannya.
"Kau bisa mengandalkanku, kau mandi saja. Setelah kau mandi aku pastikan makanan akan tersaji dengan rapi di atas meja makan" Donghae dengan semangat menawarkan dirinya untuk memasak tanpa melibatkan Hyukjae. Ia lalu mengambil bahan-bahan kembali dan menyuruh Hyukjae untuk cepat mandi.
Hyukjae tersenyum senang, Bahkan ia pernah bermimpi ini akan terjadi dikehidupannya dengan Donghae yang dalam keadaan sudah menjadi istrinya. Ah, itu adalah khayalan tapi kejadian ini membuat ia sangat senang.
Ia kecup pipi Donghae sekilas yang kemudian berbisik pada Donghae. "Buatkan aku makanan terenak, chagi."
Dan pipi Donghae berhasil menunjukkan semburat merah, malu dengan yang dilakukan oleh Hyukjae.
…
Kegiatan mereka dihari itu cukup menyita banyak waktu hanya untuk berjalan-jalan diantara pertokohan yang menjual berbagai macam barang dari pakaian, topi, tas, perhiasan atau apapun itu. Yang mereka lakukan hanya membeli beberapa barang yang kebanyakan adalah keinginan Donghae yang banyak merengek pada Hyukjae.
Donghae sedang berjalan disebelah Hyukjae dengan sebuah permen kapas di tangannya, ia makan permen tersebut dengan pelan dan sesekali juga menyuapi Hyukjae,
"Manis?" tanya Donghae.
Hyukjae mengangguk, Ia tanpa diduga mengecup ujung bibir Donghae dengan cepat. "Manis sekali" Membuat Donghae terkejut dan kebingungan.
"Kau sudah besar Hae, kenapa sampai belepotan hanya karena permen kapas" kata Hyukjae dan Donghae mengerucut lucu karena itu.
"Baiklah, tak akan lagi…"
"Karena permennya sudah habis, aku tau" Hyukjae berhasil membuat Donghae kesal, ia berjalan cepat berniat menjauh dari Hyukjae yang hanya terkikik geli dengan kelakuan Donghae.
"Hei, Hyukkiee… Aku menginginkan ituuu…" Tiba-tiba Donghae berhenti tepat disebuah toko yang menjual boneka, seakan lupa akan kekesalannya ia merengek pada Hyukjae
"Bukankah kau sudah punya chagi?" Sambil mengikuti Donghae masuk kedalam toko.
Tangan Donghae menunjuk ke arahsalah satu jejeran boneka yang terpajang di setiap sudut dinding di toko yang menjadi salah satu kunjungan mereka.
Donghae menggeleng dan tersenyum manis pada Hyukjae sambil menaik turunkan alisnya, mencoba membuat Hyukjae luluh dengan keinginannya.
"Ahh,, Kenapa harus. Minnie Hyung, ke toko lain saja"
Saat itu juga, belum sempat Donghae mendapat respon dari Hyukjae, sebuah suara yang mereka sangat kenali membuat mereka berbalik menghadap kearah pintu masuk toko tersebut.
Menemukan Kyuhyun dan Sungmin yang ternyata juga berada disana.
"Oh, Kalian" Sungmin tersenyum pada mereka berdua dan sedikit mencubit Kyuhyun yang menunjukkan wajah kesalnya.
"Minnie Hyung!" Donghae berjalan mendekat pada Sungmin, meninggalkan Hyukjae yang menunjukkan ekspresi yang tak jauh berbeda dengan Kyuhyun. Dalam jarak yang cukup dekat itu Hyukjae mendelik pada Kyuhyun dan seolah mengatakan –Kenapa kau kemari- yang dibalas Kyuhyun –Kenapa kau yang kemari-
Sedangkan Donghae dan Sungmin sudah bergandengan dan melihat-lihat boneka yang berada dalam toko itu. Mereka benar-benar pantas menjadi 'Uke' dengan kegemaran mereka yang sama menyukai boneka dan bertingkah manis, yang contohnya adalah sekarang.
"Hyung bukannya tadi kerumahmu?"
"Ia mengajakku keluar rumah, padahal aku ingin 'bermesraan' dengannya" jawab Hyukjae. Mereka menjauh dari Donghae dan Sungmin dan mengamati dari jarak tersebut.
"Aku tak akan segan-segan memenggalmu jika kau melakukan itu pada Donghae Hyung."
Hyukjae tertawa. "Kau memikirkan apa?"
"Tentu saja akibatnya… Aku dan Donghae Hyung benar-benar hancur ditangan ayah"
Tergelak sudah Hyukjae. "Kau memikirkan apa Kyu? Kita masih sekolah jika kau ingat, aku juga masih menjaga diri untuk tak menyerang kakakmu" ucap Hyukjae membuat Kyuhyun mendengus keras.
"Lagipula, aku sedang tak ingin berurusan dengan ayahmu" lanjut Hyukjae dengan intonasi cukup pelan.
Kyuhyun berdehem, "Bagus bila kau tau"
"Lihat, waktuku untuk bersama hyungmu jadi berkurang Kyu"
Mendengus keras Kyuhyun memprotes "Hei, Aku lebih dulu diajak Sungmin Hyung kemari, Donghae hyung saja yang ingin juga."
"Stop!"
Donghae datang menengah, dengan sebuah boneka nemo ukuran lumayan besar dipelukannya itu ia memberenggut, "Aku yang mengajak keluar, kenapa huh?" tantang dia pada adiknya, Ia peluk lengan Hyukjae kemudian mengajaknya menuju ke arah kasir.
"Ya! Kenapa memukulku" sentak Kyuhyun karena dihadiahi pukulan dikepala oleh Sungmin. Sedangkan Sungmin tak menghiraukan, meninggalkan Kyuhyun yang mengusap kepalanya begitu saja.
"Hey, kau benar-benar beli?" tanya Kyuhyun pada Sungmin, tapi tidak dijawab dan membuka dompet miliknya guna untuk membayar dan itu cepat-cepat dicegah oleh Kyuhyun. "Aku yang membayar" dengan datarnya dan menyerahkan beberapa lembar uang pada penjaga toko tersebut.
Hyukjae menepuk bahu Kyuhyun "Jadi kekasih yang baik Kyu" , Kyuhyun yang mendengar mendengus keras. Dalam hati ia memaki Hyukjae 'untung kau kekasih donghae hyung'
"Sungmin Hyung, kita berpisah disini"
Donghae cemberut setelah mengatakannya, masih dengan boneka dipelukannya ia menggoyangkan badannya kekanan dan kekiri.
"Tak apa, Aku dan Kyuhyun juga akan ke tempat lainnya" jawab Sungmin dan kemudian melambai pada Donghae dan Hyukjae yang berjalan meninggalkan mereka yang masih berada di dalam toko.
"Kau kurang sopan. Kita lebih tua darimu." tutur Sungmin pada Kyuhyun.
"Oke, oke, aku minta maaf"
…
Donghae lebih lama mencapai rumahnya dari Kyuhyun yang ternyata sudah menyamankan dirinya diatas sofa dengan televisi yang menyala dihadapannya. Ia menghabiskan hari itu sampai melupakan waktu yang menunjukkan jika sebentar lagi akan petang.
Hyukjae sudah mengatakan kalau lebih baik ia pulang lebih cepat tetapi Donghae yang tidak menuruti, dalam pikirannya pasti orang tuanya juga belum pulang dan akan larut malam sampai dirumah.
Ia mendudukkan dirinya disamping Kyuhyun dan ikut menonton tayangan yang Kyuhyun lihat.
"Ayah sudah pulang, hyung"
Donghae menoleh dan matanya membulat. "Jinjja?" jika iya benar, maka pasti ayahnnya itu tau dirinya ada bersama Hyukjae hari ini dan itu artinya ia akan dapat ceramah ayahnya lagi.
Tapi sampai ia bermenit-menit duduk disofa bersama Kyuhyun taka da tanda-tanda ayahnya itu datang dan memarahinya. Kyuhyun juga tak terlihat baru saja dimarahi.
Kyuhyun mengangguk, "Ada yang akan appa sampaikan malam ini. Jadi, tunggulah"
Donghae menghela nafas… Ia berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar "Aku akan mandi dulu"
Beberapa saat kemudian, ketika Donghae sudah menyelesaikan acara mandinya dan akan keluar untuk berkumpul di ruang santai, saat itu ia dikejutkan dengan teriakan Kyuhyun yang cukup keras itu.
"Aku tidak mau ayah!"
Donghae semakin mendekat dan melihat jika Kyuhyun dengan posisi berdirinya itu berteriak pada ayahnya yang hanya menatap sang anak dengan wajah santai.
"Tidak ada penolakan!"
"Aku katakan aku tidak mau! Ayah bisa pergi sendiri ! Aku tak akan pindah kemanapun!" Sentak Kyuhyun tanpa memperdulikan kesopanannya pada sang ayah. "Termasuk pergi dari Sungmin Hyung" lanjutnya dengan gumaman yang cukup membuat Donghae kebingungan, apalagi setelah itu Kyuhyun yang pergi menuju kamar dan melewatinya begitu saja tanpa memperdulikan teriakan ibunya atau sang ayah yang memanggilnya.
"Ayah… Ibu, ada apa sebenarnya?"
Ibu Donghae terlihat semakin gelisah berada duduk disamping sang ayah, ia melihat suaminya yang hanya menghela nafasnya kemudian menyuruh Donghae untuk mendekat.
"Ayah harus mengurus perusahaan ayah di Jerman… dan Ayah berniat pindah ke sana"
"Kenapa dengan itu?"
"Ayah berniat membawa kalian ikut serta… semuanya" Perkataan ayahnya itu membuatnya tersentak, dalam fikirannya sudah terlintas dirinya harus meninggalkan negara kelahirannya itu dan kembali ke negara dimana ia melanjutkan sekolahnya kemarin.
"Ayah…"
Ibu Donghae merangkul bahunya… "Kalian harus ikut, ibu tak akan bisa berfikir tenang disana jika kalian disini hidup tanpa kita"
"Lalu apa artinya dengan aku bisa menghabiskan waktu dua tahun tanpa kalian disana kemarin?" Donghae sudah mulai emosi dengan apapun yang dikatakan oleh orang tuanya. Ia menatap sang ibu dan ayahnya bergantian… "'Aku baru saja kembali, dan belum sampai 4 bulan aku berada disini. Kalian berniat membawaku kembali kesana?"
"Dan meninggalkan Hyukkie?"
"Donghae!" sontak ayahnya membentaknya ketika nama seorang itu keluar dari mulutnya. "Apa yang ada difikiran kalian! Kenapa hanya mereka yang kalian fikirkan!"
Mata Donghae mulai berkaca-kaca, ia tatap ayahnya dengan wajah sedih. "Karena kami menyayangi mereka. Ya, karena ayah tak merasakannya. Ayah tak percaya, walau gender kita sama tetapi kita saling menyayangi."
Donghae melepas rangkulan ibunya dan berdiri dari sana. Sebelum ia benar-benar jauh, ia semakin mengepalkan tangannya mendengar ayahnya memerintah.. Air matanya sudah mengalir membasahi pipinya.
"Cepat kemasi barangmu dan adikmu, tak akan ada yang tinggal. Kita akan pergi besok malam"
…
Donghae sudah berdiri disamping wali kelasnya di depan kelas dan ia sudah menjinjing tasnya dipunggungnya, tanpa berniat menatap wajah teman-temannya ia hanya dapat menundukkan kepalanya walau sang wali kelas menepuk bahunya.
"Danghae-ah, apakah ada yang perlu kau katakan pada teman-temanmu?"
Donghae terdiam sedetik kemudian membungkukkan badannya mengucapkan terima kasih pada teman-temannya yang sudah bersedia berteman dengannya beberapa bulan ini. Hanya berkata begitu dan kemudian menunduk kembali membuat yang lain menatapnya sedih. Padahal Donghae adalah sosok yang ceria di mata mereka, terjadi banyak perubahan juga karena kehadiran dirinya.
"Hmm, baiklah… kali ini kalian dapat belajar sendiri, Songsaengnim akan mengantarkan Donghae terlebih dahulu"
"Saem!"
Donghae mengangkat kepalanya saat suara Sungmin masuk ke dalam telinganya, ia menatap Sungmin yang mengakat sebelah tangannya. Dengan wajah yang cukup merah seakan menahan kesediahnnya itu ia balas tatapan Donghae.
"Bolehkah saya mengantarnya juga? Dia sudah saya anggap adik saya Saem"
Mata Donghae mengembun seketika, dia menggigit bibir bawahnya agar air matanya tak sampai menetes dan membuat yang lain merasa semakin sedih.
"Baiklah…" Seakan mengerti maksud dari yang diucapkan oleh Sungmin, sang guru tanpa berfikir dua kali mengijinkan Sungmin untuk ikut mereka.
"Sungmin Hyung…."
Donghae memeluk tubuh Sungmin, ia terisak pelan merasakan hangatnya pelukan Sungmin yang sudah ia anggap kakaknya juga walau umur mereka sama tetapi Sungmin lebih tua darinya.
"Aku akan merindukanmu Hae"
Air mata Sungmin sudah tak bisa ia tahan kembali ketika matanya melihat seseorang yang sangat dicintainya. Ia berlari pada seorang itu dan memeluknya dengan erat, menumpahkan air matanya pada bahu seorang yang adalah Kyuhyun tersebut.
Donghae membungkuk pada sang wali kelas, memaksakan senyumnya "Terima kasih saem" Sebelum berbalik dan berjalan menuju mobil yang sudah menunggu dirinya juga adiknya.
Kyuhyun belum juga melepas pelukan itu, dalam hati ia sudah memaki-maki dirinya yang masih saja tak bisa menentang sang ayah, melihat kekasihnya menangis seperti ini membuatnya semakin ragu untuk pergi meninggalkannya. Ia semakin mengeratkan pelukannya, diciumnya puncak kepala Sungmin kemudian berbisik "Aku tetap mencintaimu"
Sungmin mengangguk menjawabnya.
Dengan cepat dihapus air matanya sebelum mengusap pipi Kyuhyun dnegan lembut, Ia mungkin akan sangat merindukan wajah datar ini untuk selanjutnya. Tak mungkin pernah ia akan menghapus perasaan terlarang mereka begitu saja ketika Kyuhyun akan meninggalkannya. Mereka sudah sangat lama menjalin hubungan.
Jadi, untuk Hyukjae yang juga memiliki waktu lebih lama bersama Donghae tak mungkin juga memutuskan untuk mengakhiri perasaan mereka. Jangan salah jika ia membiarkan Donghae begitu saja pergi darinya. Iitu tak akan pernah terjadi. Hyukjae yang terkejut mengetahui Donghae akan pindah dari temannya membuatnya tak bisa hanya diam dalam kelasnya.
Sebelum Donghae masuk ke dalam mobilnya, Hyukjae yang meminta izin akan ke UKS nyatanya mengajak badannya untuk menemui Donghae. Ia menahan pintu mobil yang akan dibuka oleh Donghae dengan cepat. Tak dihiraukannya Donghae yang sempat terkejut dengan kedatangannya, Hyukjae tangkup wajah Donghae dan mencium bibir Donghae dengan lembut, ia masih memiliki perasaan untuk tak mengikuti hatinya dan mengajak Donghae dengan kasar.
Lumatan itu terjadi ketika Donghae nampak sudah memejamkan matanya menikmati sesapan bibir Hyukjae pada bibirnya. Sampai semua itu terhenti ketika oksigen yang mereka dapat semakin menipis.
Masih Hyukjae tangkup wajah Donghae, "Kita masih akan tetap sama kan?" Pertanyaan Hyukjae seakan menuntut Donghae untuk menjawabnya. Ditariknya wajah Donghae untuk menatapnya.
"Hae…"
Isakan Donghae semakin keras terdengar, dengan tergagap Donghae mengangguk-anggukkan kepalanya ia tatap wajah Hyukjae yang tersenyum menenangkan.
"Jaga kesehatanmu, aku mencintaimu"
"Hyuk-Hyukkie…. Hyukkkiee…."
Hyukjae segera mendekap tubuh Donghae, ia pejamkan matanya mencoba menahan dirinya untuk tak ikut menangis dan menjadikan dirinya egois dengan menahan Donghae pergi. Semakin erat dekapan itu Donghae semakin menumpahkan tangisnya pada Hyukjae.
Hyukjae menarik Donghae, ia kembali menampilkan senyumnya. Dikecupnya kedua pipi Donghae sayang.
"Tunggu aku chagi"
Membuat Donghae dilanda kebingungan dengan yang diucapkan oleh Hyukjae, apalagi melihat Hyukjae seperti tak terlalu merasa sedih seperti dirinya yang akan berpisah jauh dari Hyukjae.
"Donghae hyung…."
Kibum hadir, ia menyempatkan diri untuk hanya menemui Donghae dan mengatakan jika dirinya akan berkunjung kesana nanti.
Sampai Donghae dan Kyuhyun masuk kedalam mobil, mereka bertiga –Sungmin, Hyukjae dan Kibum- masih berdiri disana melambaikan tangan mereka dan tersenyum kecil ketika salah satu dari mereka sekali lagi menegaskan jika mareka masih sepasang kekasih apapun itu keadaannya.
Hyukjae merangkul bahu Sungmin yang masih sesenggukan setelah acara menangisnya.
…
Donghae menaiki bus kota setelah dirinya menyelesaikan administrasi untuk mendaftar pada salah satu fakultas di kota tempatnya tinggal saat ini.
Tanpa memperdulikan sekitar, dirinya lebih terlihat menikmati perjalanannya menuju tempat tinggal miliknya dengan menatap bangunan-bangunan yang berdiri kokoh disisi jalan. Ia pejamkan matanya merasakan dinginnya udara siang ini. Sudah memasuki muism dingin, seharusnya ia menuruti ucapan sang ayah untuk memakai baju tebal hari ini.
Sudah lebih dari setahun dirinya tinggal dikota ini, ia cukup merasa beruntung karena tak lagi merasakan kesendirian diharinya menghabiskan waktu walau dulu ada sang bibi yang mengasuhnya karena keluarganya yang sekarang berada didekatnya dan juga teman-teman lamanya yang tentu masih mengingatnya.
Ketika tiba-tiba ia saat itu merasa sangat merindukan negara kelahirannya, merindukan udaranya, merindukan teman-temannya dan tentu…. Merindukan kekasihnya.
Donghae menghela nafas, kemudian turun dari bus yang ditumpanginya karena telah sampai di halte yang dekat dengan rumahnya, ia tak memakai mobil karena bus dikota ini cukup membuatnya nyaman untuk bepergian ke tempat-tempat tertentu.
"Astaga, aku benar-benar dihiraukan?"
Tiba-tiba Donghae menghentikan langkahnya mendengar suara tersebut, sedikit menggelengkan kepalanya ketika merasa jika ia mungkin salah mendengar. Tak mungkin ia mendengar suara kekasihnya bukan, sedangkan kekasihnya itu berada di Korea… Jadi,
"Hae, kau benar-benar ya"
Dan suara itu terdengar kembali, membuat Donghae akhirnya berbalik untuk melihat seorang itu.
"Hyukkie?"
Mata Donghae membulat, apakah ia bermimpi sekarang. Melihat sang kekasih sudah berdiri dihadapannya dan dibelakangnya sudah terdapat Kyuhyun yang merangkul pinggang Sungmin dengan mesra.
"K-kenapa kau ada disini?"
Hyukjae, ia memang berada dihadapan Donghae sekarang… Tersenyum pada Donghae yang masih saja terkejut dengan kehadirannya. Ia mendekat… "Aku baru saja mendaftar disalah satu fakultas disini"
Dengan jawaban singkat itu, Donghae dapat mengerti. Ia tersenyum senang dan memeluk Hyukjae saat itu juga. "Aku merindukanmu…"Merengek kemudian pada Hyukjae yang tertawa dan membalas pelukan itu.
Inikah takdir? Walau mereka berpisah jauh, tetapi tetap berakhir dengan bersamanya mereka… Donghae mulai memberikan syukurnya kepada takdir yang membuatnya bahagia.
Dari kejauhan, tepatnya salah satu rumah yang berdiri disana terlihat dua orang yang saling melempar senyum satu sama lain setelah melihat kedua anaknya yang terlihat bahagia setelah bertemu seseorang yang mereka rindukan….
"Kau memilih keputusan yang tepat yeoboo…." Sang istri merangkul lengan suaminya.
Keputusannya telah berubah, setelah melihat semua yang terjadi pada anaknya. Ia, ikut bahagia…
THE END
Happy_Hyukjae_Day
Yey,,,, Sudah tamat…
Saya selesaiin sampai disini ya, jika endingnya kurang memuaskan bisa ditambah dengan khayalan kalian sendiri kok xD kalau mengecewakan bisa kalian ubah sendiri juga… Misal bikin ayahnya masih menentang mereka atau salah salah satu dari mereka saja yang bertemu atau sampai perpisahan disekolah doang… *apa-ini xD
Ini sangat lama kan… sudah satu tahun loh usia FF ini dan baru saya selesaiin sekarang :D :p
Maaf ya… ini juga dah mentok gak bisa ditambah lagi xD dan disini ga'ada kata-kata mutiara yak arena dari awal memang gak saya kasih kata-kata mutiara, kan jadi aneh kalo tiba-tiba ada… :D
Publish FF ini tgl 4 april tahun kemarin, gak salah kan kalo udah setahun. xD
Baik, terserah kalian mau review atau tidak… saya tidak memaksa. Tapi ya mungkin hargai sedikit kerja author dengan beberapa kalimat di kolom review xD
The Last, Thank You to Everyone who waiting till the completed of this FF and thank you for the review, Favorite and follow this FF :)
Thank You so much Readerdeul….
04042015
