Title: Some

Author: exaxoxo

Cast: Tao, Kris, Sehun, Luhan, Kyungsoo and the other cast.

Annyeong ^^ exaxoxo here, wkwk seru ngebacain komen nya xD seneng baca komenya yang positif allhamdullilah makasih yang udah mau komen, wkwkwk. Ini sekalian mau balesin komen :*

Difauzi fundansi: klo ending sih, ku maish mikir mikir nih antara TaoHun apa TaoRis :'( liat nanti oke ;)

91: sebenernya mereka Tao sama sehun gak pacaran cuma kencan doang wkwk. Namanya juga cinta pada pandangan pertama, disitu ceritanya senyuman si Kris itu mau sampe bisa bikin cewe langsung jatuh cinta xD

warning! GS! TYPO BERTEBARANN!

Thanks For:

Wu Zi Rae KTS , onkey shipper04, Nasumichan Uharu , Huang Lee, Difauzi fudanshi, Xyln, NaughtyTAO, Dyah260, RunaPandaKim, Kirei Thelittlethieves, devimalik, KRISme, 91, zakurafrezee, zakurafrezee, Taoyoungie22, kt, TTy T.T, AulChan12.

"Love is like the wind, you can't see it but you can feel it." – Nicholas Sparks, A Walk To Remember-

Preview:

"kita bertemu 3 kali dan tidak sengaja. Kau ingat janji ku?" tanya Kris, Kris tidak melihat Sehun yang sedang bersama Tao. Gadis cantik itu hanya mengangguk pelan, ia tersipu.

"besok jam 7 malam, restaurant Italia dekat kantor mu" Ucap Kris lalu menarik tangan Tao dan menggengamnya.

"Tidak! Ia ada acara denganku!" ucap sehun yang merebut tangan Tao dari genggaman lelaki pirang sok tampan itu. Kris menatap sehun tidak suka begitupun dengan Sehun yang menatap Kris tak suka.

Ya... persaingan mereka baru saja di mulai


Tao memutar bola matanya jengkel, kenapa sih ia harus menyetujui ajakan sehun berkencan selama 1 bulan ke depan?. Ia melirik Sehun dan Kris secara bergantian, mereka masih saja adu mulut, itu membuat Tao sedikit malu.

"Kris gege, Sehun. Bisakah kalian tenang?" jawab Tao pelan namun dingin. tapi, mereka malah mencengkram tangan Tao lebih kencang dari sebelumnya. Tao meringis pelan lalu menarik tanganya.

"kau sudah berjanji pada ku 1 bulan dengan ku princess, tepati janji mu" kata Sehun, ia menatap Kris dengan tajam.

"aku sudah bilang padamu kemarin pagi nona Huang kalau kita bertemu lagi kau akan berkencan dengan ku" ucap Kris matanya tak luput dari Sehun, Tao memijat pelipisnya. Ia berkacak pinggang.

"cukup! Kenapa lari pagi ku kacau ARGH!" teriak Tao, ia menghentakan kakinya sebal. "aku yang menentukan aku akan berkencan dengan siapa! Tidak ada yang menyela, aku akan berkencan dengan mu Tuan Wu. Kau Sehun! Kita masih punya waktu 1 bulan. Aku akan pulang!" Tao berlari kencang menuju apartemenya.

"karna kau manusia albino! Ia milik ku, kau harus catat itu." Kris menunjuk wajah Sehun dengan jemarinya yang panjang, Sehun hanya tersenyum remeh.

"ya... apa kata mu, bastard! 1 bulan kedepan mungkin aku menemukan kau di berita ' seorang lelaki berambut pirang, bernama Kris di temukan gantung diri karna patah hati' dia akan menjadi milik ku." Kata Sehun lalu menyusul Tao.

Kris hanya menatap punggung 'Rival'nya dengan tatapan tajam, ia benar benar membenci manusia albino Sehun itu.

"kau harus menjadi milik ku Huang Zi Tao." Bisik Kris lalu melanjutkan acara lari paginya.


"princess, buka pintunya! Princess!" teriak Sehun dari depan apartemen Tao, ia sudah 1 jam di depan apartemen sang pujaan hati, menggedornya tanpa memencet bel. Beberapa tetangga juga sudah memperingatinya untuk tidak berisik.

'Krek'

"apa mau mu Oh Sehun?" tanya Tao, ia hanya menyembulkan kepalanya dari pintu apartemenya.

"ya! Kenapa kau mau pergi bersama si tiang itu?" tanya Sehun, ia langsung mendobrak masuk ke apartemen Tao.

"Sehun! Aku tidak menyuruh mu masuk! Kalau kau tidak keluar aku akan teriak." Ancam Tao.

Sehun hanya menulikan pendengaranya lalu berkeliling apartemen Tao yang berwarna putih dan coklat muda. Yah, elegan. Batin Sehun.

"SEHUN!" teriak Tao. Sehun, si pelaku hanya menengok ke arah Tao dan tersenyum manis "kau belum menjawab pertanyaan ku princess" jawab sehun santai.

Tao hanya berdiri dan bersandar pada tembok, lalu menutup pintu apartemenya dengan kencang.

"oke!sebenarnya Kris orang pertama mengajak ku berkencan. Itu jawabanya. Bisakah kau keluar aku bosan melihat mu albino!" ucap Tao dengan fake smilenya.

"ohh! Aku sakit hati princess!"seru Sehun lalu memegang bagian dadanya lalu meremas berpura-pura kalau ia sakit. Tao hanya mengernyitkan dahinya khawatir lalu mendekati Sehun.

"benarkah?serius aku tidak sungguh sungguh untuk mengatakan itu, aku hanya sebal melihat mu yang tak mau keluar dari apartemen ku. Maafkan aku Sehun" ucap Tao lalu menatap mata Sehun tanganya menangkup kedua pipi milik Sehun.

'deg deg deg' Jantung Sehun berdetak tidak wajar, kalau ia setan mungkin saja ia langsung menyerang bibir kucing milik Tao. Sehun tak habis pikir ternyata Tao sangat polos. Sehun menyeringai.

"hmm... aku akan memaafkan mu tapi biarkan aku mengantarmu sampai restaurant itu lalu menunggunya, bagaimana?" tanya Sehun, sehun selalu licik apa yang bersangkutan dengan 'milik'nya.

Tao hanya menggerakan bola matanya gelisah, "tidak ada kah cara lain, kau kan punya banyak waktu bersama ku." Jawab Tao lalu mengerucutkan bibirnya.

Sehun hanya menggeleng "kalau kau tidak mau, aku akan sakit hati terus selamanya, aku tidak akan memaafkan mu princess" kata Sehun, tangan Sehun meraih tangan Tao yang menangkup pipinya lalu menciumnya bergantian. Sehun bisa melihat pipi Tao bersemu merah.

"baiklah! Tapi kau tidak boleh ikut masuk kedalam Sehun" Finally! Tao menyetujuinya, kau sangat polos sekali sayangku.

Sehun tersenyum senang lalu, mengecup bibir Tao singkat. Dan ia kabur sebelm mendapat amukan dari sang pemilik bibir xD.


'piip.. piip' handphone Tao bergetar, ia mengunyah cerinya mata nya tetap terpaku pada tv yang ia tonton, tanganya meraih smartphone nya lalu mengangkat telpon itu

"Halo?" ucapnya pelan. Bibirnya menegrucut sebal, acara nonton tvnya terganggu oleh seseorang yang menelpon.

"halo Tao? Apa aku menggangu mu?" tanya seseorang itu, Tao mengernyitkan dahinya lalu ia sebal jika seseorang menelponya lalu sok kenal, tentu saja ia menggangu acara nonton tv nya.

"maaf ini siapa?" tanya Tao dingin, tanganya mengganti acara lain dengan remote.

"sungguh kau tidak mengenaliku nona cantik? Humm... sayang sekali padahal haha." Jawab orang asing itu, ia tertawa. Tao hanya memiringkan kepalanya untuk mengingat siapa orang yang menelponya.

"umm... aku tidak mengenal mu, maaf" jawab Tao dingin. Ia berjalan menuju meja makan untuk mengambil pisang.

"aku Wu Yi Fan" jawab orang itu, erdengar kekehan dari seberang sana.

"aku tak-" 'BRAK!' Tao tersandung kaki meja makan dan ia terjatuh. Ia mengingat orang itu.

"Tao kau baik baik saja..." terdengar Kris mengkhawatirkanya. Tao sungguh malu tidak mengenal Kris, ia memukul kepalanya pelan.

"ohh... maafkan aku Kris gege, aku tidak apa-apa. Hanya saja aku terjatuh tadi haha" Tao bangkit dari jatuhnya lalu berjalan menuju balkon apartemenya, menghirup udara malam kota Guangzhou.

"umm yeah tak apa, aku hanya ingin mendengar suara mu peach"ucap Kris serius.

Tao tertawa pelan, ia mendang bulan, lalu menutup matanya.

"kau bercanda Kris ge"ucap Tao pelan.

"hey! Aku serius Huang, apa kau tau jika kita sama sama memandang bulan itu tandanya kita sedang memandang satu sama lain" ucap Kris, Tao tersenyum lalu bersandar pada pintu balkon nya.

"aku sedang memandang bulan, ge. Aku memandang wajah mu" Tao memilin bajunya. Terdengar darisana Kris tertawa pelan.

"peach, aku juga sedang memandang bulan. Sebaiknya kau masuk ke apartemen mu sekarang. Kau bisa masuk angin jika hanya memakai tank top dan celana pendek"kata Kris, Tao mengerutkan dahinya.

"kau tau jika aku di luar?" tanya Tao, ia menoleh kanan dan kiri namun tak ada orang sekali pun.

"lihat kebawah peach" Tao menunduk ke bawah dan melihat Kris dan satu boneka Panda besar dan melambaikan tangan nya.

"mau jalan dengan ku malam ini?" tanya Kris.

"tentu, kemana kita akan pergi?"Tanya Tao ia masih menatap Kris yang di bawah. Tao segera masuk ke dalam apartemenya ia menyambar jaket baseball berwarna biru Tua, converse hitam dan topi berwarna hitam.

"aku akan kebawah tunggu disitu ge" ucap Tao.


Tao berjalan di samping Kris, tangan Kris menggenggam tangan Tao erat menyusuri kota Guangzhou, ya bisa di bilang mereka melakukan kencan dadakan.

"ge, kau tau darimana nomor handphone ku? Alamat ku?" tanya Tao, matanya menatap mata Kris. Kris hanya mencubit hidungnya gemas.

"tantu saja aku tau, nomor ku bisa kudapatkan dengan mudah dari bos mu Zhang Yi Zing, dan alamat mu aku membuntuti mu, ya cukup mudah bagi ku" jawab Kris, Tao hanya menjilat es krim buble gum nya. Tao melirik jam tanganya. Waktu menunjukan pukul 11 malam.

"ge, sebaik nya kau pulang. Bukan kah kau ada pemotretan lagi besok. Dan besok kita bukan kah kita ada janjian"tanya Tao ia menatap jalan yang ia tapaki /?.

"umm ya benar, waktu rasanya begitu cepat." Ucap Kris.

"Princess apa yang kau lakukan bersama pria ini?" tanya seseorang an lansung menarik tangan Tao.

Tao membelalakan matanya, ia menatap tangan nya yang di tarik oleh Sehun. Tao hanya menarik tangan nya kembali namun, Sehun menggengam nya erat.

"biar aku saja yang mengantar nya pulang"ucap Sehun dingin, Sehun mengedipkan matanya genit pada Tao. Ia bergidik ngeri.

"Kris ge, kau pulang lah. Aku pikir kalau kau mengantarkan ku itu terlalu jauh dari halte. Xie Xie untuk hari ini ge. Aku sangat senang" kata Tao, tangan lentik Tao menggengam baju Kris.

"ya Peach, sampai ketemu besok." Ucap Kris, ia menatap Sehun garang. Yang di tatap hanya memutar matanya malas.

"ayo princess kita pulang"ucap Sehun lalu meraih pinggang Tao untuk beriringan jalan.


Tao dan Sehun berjalan dalam diam, Tao sibuk memandangin tanganya yang di genggam Sehun 'hangat dan nyaman' itulah yang ia rasakan. Dan sehun hanya sibuk pada jalanan, ia sesekali mencuri pandang gadis yang ada di sampingnya.

"kau mengikuti ku ya?" tanya Tao, ia mengerucutkan bibir kucingnya, Sehun hanya melirik Tao lalu terkekeh pelan. Ia hanya mengendikan bahu nya.

"aku serius Oh Sehun" ucap Tao lagi, gadis itu mencubit lengan Sehun berkali kali. Si empunya hanya meringis.

"sakit princess, ya aku mengikuti mu. Aku takut kau di culik oleh si tiang sok cakep itu" jawab Sehun, sebenarnya itu bukan jawabanya. Tao hanya mengernyitkan dahinya lalu memukul bahu Sehun.

"aku tak akan diculik oleh Kris, Sehun. Ia hanya mengajak ku jalan jalan." Kata Tao. Kaki kecilnnya melangkah masuk ke dalam lift dan diiringi oleh sehun.

"oh ya? Kalau kau di perkosa olehnya bagaimana? Aku taka akan membiarkan milik ku di 'apa apa' kan orang lain" jawab Sehun serius, ia menatap bola mata Tao dalam.

Jantung Tao berdegup tidak normal, Sehun mengatakan bahwa ia adalah miliknya. Oh Tuhan rasanya Tao akan menenggelamkan dirinya ke samudra sekarang. Gadis cantik itu hanyatersipu malu. Sehun yang melihat itu tersenyum lebar dan mengecup pipi Tao.

Mereka kembali diam, Tao sibuk dengan pikiranya dan sehun sibuk mengamati wajah gadis cantik yang ia akui 'milik'nya. Lift pun berdenting dan terbuka. Mereka telah sampai. Sehun menarik tangan Tao lembut danberhenti pada apartemen Tao.

"masuk lah" ucap Sehun. Lalu membukakan pintu apartemenya. Tao hanya membulatkan matanya.

"kenapa kuncinya ada di tangan mu?" tanya Tao heran.

"aku menduplikat kan kunci mu" jawab Sehun enteng, Tao hanya mencibir "untuk apa kau menduplikatnya? Jangan jagan kau ingin menyusup huh?!"tuduh Tao jari lentiknya menunjuk kearah dahi Sehun lalu mendorongnya pelan. Sehun hanya meraih tangan Tao lalu mengecupnya pelan.

Pipi Tao merah padam, ia menarik tanganya lalu mencibir "sana masuk, sudah malam. Kau harus langsung tidur dan jangan lupa mimpikan pangeran mu ini princess" ucap Sehun, ia kembali mengecup pipi Tao. Gadis itu hanya mematung dan dia membuka pintu apartemenya.

Sehun melambaikan tangan nya lalu berjalan menuju apartemen nya, ia tersenyum lebar mengingat ia bisa mencium gadisnya tanpa harus ada penolakan, ia terkekeh.

"sebentar lagi kau milik ku Huang Zi Tao" ucap Sehun pelan.


Tao berpikir bahwa otak nya sudah tak bisa di ajak kerja sama, kenapa ia tak menolak saat ia di cium Oh Sehun, si orang albino. Tanganya merambat ke pipi dan dahi nya tanpa sadar ia tersenyum sendiri.

"sebenarnya aku menyukai siapa?" ucap Tao pelan, ia segera memakai dress night nya yang bergambar panda. Dan memeluk boneka dari Kris.

Ia memandang boneka itu, kenapa Sehun tak bisa se romantis Kris? Pikir Tao, dan kemudian ia memukul kepalanya pelan. Kenapa ia malah memikirkan Sehun.

Ia hanya menggelengkan kepalanya lalu menarik selimutnya dan jatuh tertidur.

08:00...

"princess bangun, kau lupa hari ini kau bekerja" seseorang mengelus pipi Tao lembut, gadis cantik itu hanya hanya bergumam "5 menit lagi"jawabnya.

Mata Tao terbelalak, ia menyadari bahwa ada seseorang di dalam apartemenya "AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" teriak Tao. Tao memicingkan matanya, ia melihat Sehun di pinggir kasur nya.

"kau bisa masuk?! Keluar sekaraaang!" perintah Tao, lalu mendorong Sehun, sehun hanya tertunduk lesu lalu berjala keluar.

"Tao aku sudah membuatkan mu sarapan" teriak Sehun.


"ayo kantormu dimana?" tanya Sehun, Tao hanya memutar matanya malas. "Vogue" jawab Tao cepat.

"wah!kau tau princess, aku sekarang juga bekerja di sana, aku akan menjadi photographer" jawab Sehun, Tao hanya memandang Sehun.

"oh no! Dunia akan kiamat"pekik gadis cantik itu. Sehun tertawa pelan "kalaupun dunia kiamat, aku akan tetap bersama mu princess" uca Sehun, Sehun mencubit pelan pipi Tao.

"ya ya ya apa katamu Tuan Oh".

"hei Tao... eh?! Hei Sehun-Sshi" sapa Kyungsoo, gadis bermata bulat menatap tangan Tao yang di genggam oleh Sehun.

Kyungsoo menatap Tao penuh pertanyaan 'ceritakan pada ku Huang'.

"Sehun, aku akan ke ruangan ku. Bisa kau lepaskan tangan mu ini" ucap Tao, sehun hanya tersenyum bodoh lalu melepaskan genggamanya.

"nanti siang kita makan bersama Tao, sampai bertemu nanti. Dah Tao kyungsoo" ucap sehun lalu meninggalkan para gadis cantik itu.

"jelaskan padaku apa yang terjadi" tanya Kyungsoo, Tao hanya melangkah pelan menuju ruanganya.

"oh! Kyungsoo! Aku bisa gila" kata Tao frustasi ia mengajak rambutnya. Dan kyungsoo hanya menatap sahabatnya itu dengan flat facenya.

Tao duduk di bangkunya dan Kyungsoo memberinya coklat panas. Kyungsoo mengambil bangku lagi dan duduk di dekat Tao.

Ia mulai menceritakan semua apa yang sudah terjadi pada diri nya, Sehun, dan Kris.


'piip...' sebuah pesan masuk, Tao hanya meliriknya sebentar. Lalu tetap fokus pada sketsanya, ia menggambar untuk racangan bulan depan. Ya tema mereka nanti adalah Wedding. Tao terlalu semangat untuk menggambar sketsanya.

Rambutnya ia cepol, poni pendeknya menghiasi dahi indahnya. Suara handphone nya berbunyi lagi, ia meletak kan pencil dengan kasar lalu membuka pesan 40 pesan rata rata dari Sehun dan Kris.

From:Kris

Selamat pagi nona Huang, semoga hari mu menyenangkan 3

From: Sehun

Princess, kau harus bertanggung jawab! Aku tak dapat bekerja dengan benar. Bayangan mu selalu mengahntui pikiran ku ;)

Pipi Tao memerah menbaca buka pesan Sehun, kenapa ia jadi berbunga seperti ini? Ahh sial!

Ia memutuskan untuk memasukan lagi handphonenya. Ia melakukan lagi pekerjaanya yang tertunda/?

'sret' seseorang menutup matanya, ia berdecak kesal. Lalu meraih tangan itu. Ia asti kyungsoo.

"Do Kyungsoo, jangan bermain. Please aku sedang mengerjakan sketsaku."ucap Tao lembut.

"kau mengiraku Kyungsoo princess?" yap, itu Sehun, ia berbisik kepada Tao. Tubuh Tao menegang. Dan jantungnya berdegup tak normal.

"Sehun"ucap gadis itu pelan, Sehun melepaskan tanganya dari mata Tao. Lalu membali kursi Tao dan menariknya untuk berdiri.

"ayo kita makan, ini sudah waktunya makan siang. Kau tak membalsa satu pesan pun dariku? Hm... Princess... aku merindukan mu" ucap Sehun lalu tersenyum manis. Tao terbang melayang, perutnya di penuhi ratusan kupu kupu sebelumnya ia tak pernah merasa seperti ini.

"ya... aku juga" Ucap Tao, ia tanpa sadar berucap seperti itu, Sehun mengerjap kan matanya berkali kali. Ia barusan tidak salah dengarkan? TAO MERINDUKANYA! DUNIA HARUS TAU INI!

Tao menutup mulutnya kaget. "oh tidak tidak! Aku tidak bilang seperti itu" ucap Tao.

Yahh... Sehun hanya tersenyum jahil, dan meraih tangan Tao. Ia mengecup bibir Tao, "Huang... SEHUN?!" pekik seseorang.

TBC/ END

HUWAKAKAKAKAKAK nahloh! Siapa kah orang itu? Aku ngebut bikin ff ini -_- maaf klo ngecewain ;'( sebenernya ini ff mau aku buat lebih serius, tapi malah jadi absurd gini, maafkan exa yaaps :"( maaf juga alurnya kecepetaann ;'(

Review please :*