Title: Some
Author: exaxoxo
Cast: Tao (girl) sehun, kris and the other member
Huahahaha mianhe... aku baru bisa update karena 1 tahun ini ffn di block sama first media. Aku mencoba buat alternatif lain yaitu menggunakan hotspot dari hape -_- maaf yang sudah menunggu. Mungkin chapter ini agak panjang heuuu karna aku berencana buat sampai 5 chapter aja. Aku gak mau terlalu panjang nanti readers enek -_- udehlah ya cekidot bae
WARNING TYPO!
GS!
Sehun menatap gadis dengan cepol ketat dan silletto hijau zambrud dingin, Tao hanya memandang mereka bergantian penuh dengan tanda tanya, tangan nya menarik kemeja Sehun.
"ada apa?" tanya Tao bingung. Sehun masih menatap gadis itu dengan dingin. Tangan nya menggenggam tangan Tao dengan erat, menyatukan jemarinya begitu erat.
"bukan siapa siapa, seseorang yang menghilang dan membawa sesuatu yang berharga dari orang yang mencintai nya. Bukan begitu Luhan-sshi?" sehun berucap begitu dingin, hingga Tao merasaka bulu kuduk nya merinding bukan main. Ya, gadis itu Luhan. Dia hanya menatap Sehun dengan tatapan bersalah, matanya berair siap untuk menjatuh kan bulir bulir air.
"Oh Sehun aku bisa menjelas kan semuanya, aku tidak tau kau menyusul ku kesini" ucap Luhan mencoba untuk mendekat.
Sehun menarik tangan Tao begitu kuat, hingga gadis itu limbung dan ia hampir saja terpleset "AWW!"pekik Tao, dan sehun tetap menarik nya.
"aku mohon sehun maafkan aku" Luhan menahan Sehun untuk pergi dibelakang nya Tao masih meringis kesakitan.
"Sehun lepaskan tangan mu dari ku, bodoh! Kaki ku sakit!" Tao memekik tapi tangan Sehun malah mengerat dan membuat Tao semakin sakit di tangan dan kaki nya.
Ia seperti orang bodoh yang tidak tau pemmbicaraan Sehun dan Luhan, mungkin mereka terlibat masa lalu batin Tao.
Sehun menarik Tao untuk berjalan meninggaln Luhan yang masih terpaku sendirian.
"maafkan aku Sehunnie" lirih Luhan.
Tao menghentikan jalan nya, memaksa melepaskan tangannya dari genggaman Oh Sehun.
"sehun bisa kita berhenti sebentar sepertinya kaki ku terkilir" ucap Tao terisak, Sehun baru menyadari bahwa ia telah menarik tangan Tao terlalu kencang hingga gadis nya terkilir. Tao terduduk di bangku lobby
"Ah! Maafkan aku Tao" sehun berjongkok dan lepaskan sepatu hak milik Tao, dan gadis itu masih terisak kecil. Kaki kanan nya sungguh sakit.
"Sehun, dengar aku, selesai kan masalah mu dengan Luhan jie jie. Kalau kau tidak menuruti jangan harap kita pernah kenal Sehun"Tao sangat bersungguh sungguh dengan omongannya. Sehun hanya menatap Tao dalam, tangan nya bergerak mengelus pipi gembul Tao.
"tidak ada masalah diantara kami, princess. Dia hanya kenangan yang pahit dan harus aku kubur itu dalam dalam" jawab Sehun.
"ketika seseorang meminta maaf berarti masalah mu belum sepenuh nya selesai Sehun, ketika kau membencinya itu bukan penyelesaian. Kembali lah ke atas lalu bicarakan dengan baik baik. Kumohon Sehun, Luhan adalah jie jie ku yang sangaaaat aku sayangi" ucap Tao matanya balik menatap Sehun dalam, penuh dengan harap.
Sehun hanya menghela nafas panjang,lalu mengangguk.
"tunggu disini aku akan panggilkan taksi, kaki mu terkilir dan harus segera kedokter" Sehun berdiri
"tidak usah, aku bisa meminta bantuan Kyungsoo. Terima kasih"
"baiklah, bye princess telfon aku jika sudah sampai" kata Sehun dan mulai menjauh dari hadapan Tao.
Sehilang (?) nya Sehun dari hadapan Tao, gadis itu menarik nafas dalam. Entahlah, ia merasa sesak di bagian dada nya mengetahui bahwa Luhan adalah masa lalu Oh Sehun. Tangan Tao menggapai Ponselnya lalu memncet nomor telpon Do Kyungsoo.
"ya, tao?".
"umm, bisakah kau mengantar kan ku kerumah sakit?"
"ahh.. aku tidak bisa saat ini aku sedang di luar untuk mengambil 50 syal yang di pesan si bos. Kalau kau mau, kau harus menunggu hingga 3 jam kedepan. Antrean disini panjang sekali Tao"
"yahh... aku bisa mati menunggu kalau begitu, baiklah aku bisa sendiri kyung. Xie xie" Tao menyudahi pembicaraannya kalau ia naik taksi, berarti dia harus jalan kedepan. Nah, jalan kedepan itu butuh untuk berjalan kakinya saja sedang sakit setengah mati. Yaaa masa harus ngesot. Mau taruh dimana ini muka. Batin Tao menjerit. Ia memikir caranya.
Ah!
Ia menelpon seseorang untuk mengantarkan nya kerumah sakit, tapi apakah itu mengganggu? Dengan modal nekat Tao menelpon seseorang itu.
Tuutt...tutt...tuutt
"Halo peach?" suara itu merdu, pelan, berat ada kesan seksi nya.
"peach, are you there? Are you ok?" Tao segera merespon.
"ahhh ya aku disini, ge umm.. bisa apa kau sibuk?" tanya nya.
"umm, tidak terlalu. Ada apa? Kau sakit?"
"ge kau bisa antarkan aku kerumah sakit?"
"HAH?! Peach kau kenapa? Aku akan segera kesana, kau di lobby? Tunggu aku 10 menit lagi aku akan tiba"
Sambungan itu langsung putus saat itu juga, Tao tersenyum kecil mendengar nada panik Kris. Entahlah ia jadi menyukai nya.
EH! Tunggu, menyukai? Apa?!
Tao menampar pipinya agak keras.
"aww, ish dasar tangan sialan sakit tau" ucap Tao, gadis cantik itu memilih untuk mendengar kan lagu.
Matanya menangkap pria dengan rambut blonde setengah berlari, lengan kemeja nya digulung hingga siku mata itu bergerak mencari seseorang.
"GEGE!" teriak Tao. Ia melambaikan tangan nya ke Kris. Kris menghampiri Tao dengan cepat.
"peach? Kau kenapa? Ada yang terluka?" tanya Kris, tangan Kris membelai pipi Tao.
"kaki ku terkilir ge, sakit sekali" jawab Tao lalu menunjukan kaki nya.
Tanpa basa basi Kris menggendong Tao keluar gedung dan langsung masuk kedalam mobil nya.
"tidak apa apa, ia hanya terkilir biasa 1 minggu sudah di buka gips nya" ucap sang dokter.
"Suho, tidak ada yang patah atau apapun kan? Atau syaraf nya? Kita bisa mengambil tindakan keseluruhan kan?" serentetan pertanyaan Kris, ia terlalu khawatir.
Tao hanya terkikik geli,dan sang dokter suho hanya menggelengkan kepalanya "Tao tidak apa-apa kris. Dia hanya terkilir. Kalau dilihat dari memar nya sepertinya itu terkilir karna terikan terlalu kuat. Aku saran kan Tao untuk beristirahat 1 minggu ini" saran Suho. Suho menulis untuk surat izin Tao.
Kris memandangnya dengan dingin, "siapa yang melakukan ini peach? Kau hutang penjelansan dengan ku".
Dan Tao hanya menundukan kepalanya dalam.
Setelahnya mereka dari rumah sakit, Kris segera mengantarkan Tao ke apartemen nya.
Mata Kris lurus kedepan, serius dan menakutkan. Tao jadi merinding seperti sekarang.
"siapa yang menarik mu peach?" Tanya Kris, bahkan ketik bertanya mata nya tetap lurus kejalanan.
"umm... tidak ada sepertinya tadi aku membuka pintu terlalu keras ge" tangan Tao memilin ujung bajunya.
"bohong"
Mobil itu berhenti di tepi jalan dan Kris menghadap ke Tao.
"sehun" cicitnya.
"bocahh" geram Kris, ia mengluarkan ponselnya. Namun tangan Tao menahannya.
"ge akan ku cerita kan, janjilah jika kau tak marah. Ya ya ya?" tanya Tao, kepalanya ia tundukan takut. Dan Tao menceritan semuanya. Kris hanya menghela nafasnya panjang.
"tidak ada yang boleh menyakiti milik ku" Ucap kris dengan rendah, Tao merasakan jantungnya berdegup kencang milik kris katanya. Itumah dalam mimpi kali. Tapi tadi gadis itu mendengar sendiri apa yang Kris kata kann.
"kau milikku Tao, walau kita baru bertemu. Dan aku rasa aku sudah mengenalmu lama. Aku begitu jatuh dalam pesona mu, aku ingin melindungi mu apa pun itu" Kris meraih tangan Tao lalu mengecup kening Tao. Dan gadis itu mematung mencerna apa yang dikatakan Kris dan ribuan kupu kupu hinggap di perutnya.
Dan kris menlanjutkan perjalan nya.
"tidak ada yang harus dijelaskan lagi lu, kau meninggalkan ku ketika aku membutuhkan mu. Ketika aku terpuruk saat orang tua ku bercerai, kau pergi lu" kata Sehun.
"dan saat aku tau kau sudah bertunangan dengan Hankyung, dan segera menikah bulan depan, sungguh tragis"ucap Sehun sarkastik, Luhan hanya bisa menangis.
"aku dijodoh kan Sehun-ah, aku masih mencintai mu sangat mencintai mu Sehun sangat" ucap Luhan gadis bermata rusa itu meraih tangan Sehun dan sehun menepisnya.
"tidak Lu, ketika kau mencintai ku maka kau berjuang untuk cinta kita apapun caranya, dan sekarang hati ini beku untuk mu. Aku menyukai Tao"
Luhan terbelalak tak percaya, sehun tak penah bohong dengan ucapannya.
"maaf aku harus kembali bekerja" ucap Sehun lalu berjalan menjauhi Luhan, dan Luhan yang sendirian menangis dengan kebodohannya.
Dan gadis itu harus menyerah untuk ini, ia akan merelakan demi kebahagian Sehun.
Sehun merogoh saku celana ia meraih ponsel pintar nya lalu menelpon Tao.
"halo?" namun yang ia dengar adalah suara laki laki dengan suara beratnya.
"Tao?" Sehun berucap ragu.
"Tao sedang tidur, dan ini dengan Kris" dan saat itu juga Sehun membelalakkan matanya.
Berarti Tao sedang tidur dengan Kris berduaan...
Berduaan
Dua
Apartemen Tao
Dan Tao sedang tidur.
Mereka tidur bersama!
"jangan sentuh milikku Kris!"
"whoa.. Sehun ia milikku"
TBC
Wkwkwkwkwkwkw terima kasih ya yang sudah mau baca astag aku terharu sekali :') makasih yang udah review eheeheheheheh dan maaf ya baru bisa update, aku akan update cerita ini 1 minggu sekali kecuali minggu depan karna persiapan saya UN -_- doaakan saya semoga lulus dan masuk SNMPTN makasih yaaaaa muaahhh /cipok satu satu/
