Some pt 3

Title: Some

Author: exaxoxo

Cast: Tao (girl), Kris, Sehun and the other members

Bailk lagi, sesuai dengan janji aku waktu itu selesai UN akan nge post ff ini, makasih banyak yang udah mau review aku seneng banget pas ada yang nge review, makasih silent readers yang udah baca gapapa kok gak comment hehehe karna aku juga suka gitu -_-

Lanjut aja yaa nihh!

Gadis disamping lelaki tampan itu mengerjapkan matanya masih sangat mengantuk ketika matanya sudah mulai bisa membiasakan cahaya jantung nya berdegup kencang tepat di hadapannya Kris sedang tertidur.

Jadi Tao tertidur dimobil dan digendong sampai apartemennya. Kamar nya. Kasurnya. Dan mereka tidur satu ranjang. Tao ingin berteriak rasanya ia merasakan senang kaget nano nano deh rasanya (?)

Tangan lentik itu menyentuh hidung mancung milik Kris, mata, pipi, bibir, dan rahang tegas milik Kris. Kenapa wajah seorang lelaki bisa begitu halus? Batin Tao ia terkikik geli, tanpa Tao sadari Kris membuka matanya dan menatap langsung mata Tao.

"ah! Kau suduah bangun, umm.. Kris ge terima kasih sudah menemani ku hingga um.. hampir malam seperti ini' ucap Tao bersungguh sungguh lalu gadis cantik itu tersenyum manis, Kris hanya terpana dengan senyumnya.

"sama sama Tao, kau harus sering menelpon ku. Apapun yang kau mau pasti akan ku turuti"ucap Kris, mata Tao membola berbinar.

"ahh! Benarkah?"

"benar, kau mau apa?" tanya Kris lalu membelai rambut Tao. Ingin rasanya ia langsung menjadikan Tao miliknya sepenuh nya sepenuhnya. . !

"ge aku mau es krim coklat, OH ASTAGA!" tao memekik lalu tanganya menggapai handphonenya di meja samping tempat tidurnya namu benda kecil itu tidak ada.

"ada apa peach?" tanya Kris yang heran

"aku mencari handphone ku ge, aku janji akan memberi tahu Sehun kalau aku sudah sampai rumah. OMG! Mana benda ituu?" ucap Tao panik ia mencari dibawah bantalnya, tasnya namun tidak ada, Kris memasang wajah datar.

"sehun menelpon tadi, aku menerimanya. Dan ini handphone mu."ucap Kris lalu memberi Handphonenya, Tao memandang bingung.

"ahh begitu rupanya yasudah, ge apa kau lupa kalau hari ini kita akan berkencan?" tanya Tao polos, Kris tertawa.

"tidak ada yang lucu!"

"maaf peach, kau sedang sakit tapi kau masih memikirkan kita berkencan? Bagaimana kalau kencan kita ke sungai han atau berkeliling guang zhou? Kau mau? Aku akan menggunakan sepeda" jawab Kris lalu menyaman kan posisi tidurnya.

"tentu saja aku mau!' seru Tao senang, namun detik itu juga pipi nya memerah seperti tomat. 'kenapa jadi aku yang bersemangat, yang menginginkan kencan ini kan dia' rutuk Tao dan Kris tersenyum senang dengan respon Tao.

BRAK

Pintu apartemen Tao terbuka dan seseorang sudah di depan pintu kamar Tao dengan mata berkilat cemburu.

"Sehun?" pekik Tao, lalu bangkit dari tidurnya.

"princess aku sudah memberitahu mu untuk tidak berdekatan dengan tiang listrik jelek itu! Kris keluar sekarang jangan ganggu princess ku" ucap Sehun tajam lalu menarik Kris keluar, Kris yang masih bingung dengan situasi ini dia hanya pasrah (?)

"Sehun! Hentikan! Kris ge menjaga ku sampai aku tertidur." Tao mencoba bangun dan mengikuti Sehun.

"dia milikku Sehun!" ucap Kris tidak terima, Sehun dengan cepat membuka pintu lalu mendorong Kris keluar.

"Besok peach tunggu aku"

BLAM

"apa yang kau lakukan brengsek?!" ucap Tao marah lalu berjalan menuju kamarnya. Sehun mengekorinya dari belakang.

"aku hanya mengusir orang yang tidak penting"jawba Sehun santai, dahi Tao berkerut lalu membalikkan badannya dan menatap Sehun.

"siapa yang tidak penting?"

"Kris, tidak penting di hubunan kita princess"

"aku bukan pacar mu Oh Sehun" ucap Tao lalu memicingkan matanya, sehun hanya tertawa kecil.

"sebentar lagi, aku akan membuatmu jatuh cinta kepada ku princess. Apapun caranya" jawab Sehun lalu mencubit kecil pipi Tao.

"jangan gila Sehun!" pekik Tao, sehun mengangkat tubuh Tao dan membawanya ke sofa ruang tengah.

"aku gila karna mu".

"STOP IT!"

"gila karna mu

"stop untuk menggombal sehun!"pekik Tao, sehun tertawa lepas. Lalu mukanya berubah serius.

"jadi... kaki mu bagaimana?" tanya sehun, Tao hanya melirik sebentar lalu mulai menjelaskan bahwa kaki nya tidak apa apa hanya terkilir biasa, beruntung ia bisa kerumah sakit bersama Kris.

"ahh Kris gege memang lelaki idama~~~"seketika itu dahi Sehun berkerut sebal, lalu jari telunjuknya menekan dahi Tao dan mendorongnya.

"dia itu jelek, jangan bahas dia oke?"

"tidak, eh iya bagaimana dengan Luhan jie jie? Kalian sudah menyelesaikan masalah mereka?" tanya Tao.

"sudah" jawab Sehun singkat Tao duduk menghadap Sehun, sehun menyenderkan kepalanya di sanggaan sofa ia menatap Tao dengan lembut sesekali tersenyum. Tao memasang muka datar andalannya lalu memukul kepala Sehun.

"sakit sayang"

"berhenti menatap ku seperti itu Sehun, aku tidak suka" ucap Tao lalu mencoba untuk mencoba untuk berdiri, namun sehun menghalanginya.

"mau kemana?"

"ambil minum"

"biar aku saja, kau diam disini dan aku akan melayani mu sampai kau sembuh berhubung kakimu terkilir karna aku" .

Dan Tao hanya membiar kan Sehun melakukan nya menjadi babu untuk nya HAHAHAHAHAH tawa Tao dalam hati


Gadis bermata rusa itu menatap makan malamnya dengan tidak berselera, benar apa kata Sehun kalau ia memang mencintai nya maka Luhan harus memperjuangkannya bagaimana pun itu.

"kau tidak menyukai restoran ini sayang?" tanya Hankyung (tunangannya), Luhan masih belaja untuk mencintai Hankyung mencoba. Tapi kenapa selama 3 tahun bersama rasa sayangnya belum muncul. Perlakuan Hankyung begitu lembut, mencintainya, selalu ada untuknya bahkan sangat mengerti seperti apa dirinya itu.

"ge, Sehun disini" ucap Luhan pela matanya menatap botol anggur yang disediakan oleh restoran ini. Hankyung tersenyum lembut lalu meraih tangan Luhan dan meremasnya lembut, Luhan terenyuh melihat perlakuan tunangannya itu.

"lalu?" tanya Hankyung lembut, Luhan menghela nafasnya lalu bercerita. Dan Hankyung mendengar disetiap Luhan bercerita hati tunangan nya sedikit sakit mengetahui bahwa Luhan masih mencintai bocah ingusan dibanding dia yang memberikan segalanya bahkan nyawa pun akan Hankyung berikan jika itu yang bisa membuat Luhan jatuh cinta kepadanya.

"aku sedikit cemburu sebenarnya, boleh aku egois? Aku tidak ingin melepas mu pergi. Luhan bisa lihat aku? Bisa kau melihat kearah ku? Aku disini selalu ada untuk mu. Aku tidak ingin melepas kan mu pergi dari ku. Aku akan berusaha untuk membuatmu jatuh cinta kepada ku seberapa lama pu itu."jawab Hankyung membuat bulir buli air mata Luhan turun dengan deras, ia begitu jahat kepada Hankyung harus nya ia berusaha sekuat mungkin untuk mencintai pemuda dihadapannya yang sudah menjadi tunangannya.

"maafkan aku, sungguh maafkan aku."ucap Luhan lalu mengusap air matanya, Hankyungg tersenyum getir. Lalu memanggil pelayan dan untuk membayar semuanya.

Hankyung membimbing Luhan masuk kedalam mobil dan mengantarkannya pulang kerumah, selama diperjalanan Hankyung tidak berbicara apa apa dan begitu pun dengan Luhan hening, mereka hanyut didalam pikiran masing masing.

Dan tanpa terasa mereka sudah sampai di rumah Luhan, sebelum Luhan turun Hankyung mencium dahinya lembut.

"aku kan memberikan mu waktu, mungkin... aku akan memberi kan mu waktu untuk berpikir tentang perjodohan ini. Maafkan aku, seharusnya aku tau dari awal kau sangat mencintai pemuda itu. Sehabis ini langsung tidur ya sayang aku sangat mencintai mu." Kata Hankyung lalu tersenyum lembut dan Luhan hanya tersenyum tipis lalu keluar dari mobil sport milik Hankyung.

Setelah mobil itu menghilang dari hadapannya Luhan menangis, ia merasa menjadi wanita terbodoh di dunia karna terlah menyia nyiakan pria sebaik Hankyung


"aku harus bagaimana Soo?" tanya Tao matanya melirik lirik gelisah ia sangat bingung dengan apa yang ia rasakan.

"bagaimana perasaan mu jika berdekatan dengan Sehun?"

"biasa saja, ada beberapa perlakuan nya yang membuat ku jantung ku ingin meledak Soo, kau harus tau Luhan dan Sehun dulu mempunyai hubungan dimasa lalu"

"um... aku pikir kau hanya kagum dengannya, ahh iya aku sudah mendengar cerita dari Lay jie jie. Luhan jie jie sangat frustasi dengan hatinya sekarang. Kalau dengan Kris kau bagaimana?"

"aku suka perlakuan nya, suaranya, matanya, hidungnya semuanya bahkan suaranya masih terngiang ditelinga ku. Tatapannya itu membuat ku tidak bisa berkutik ahh! Aku harus bagaimana?"

"hahahaha kau jatuh cinta Tao lebih baik kau bersama Kris, mau aku bantu? Ku dengar dia tidak pernah pacaran. Kau sungguh beruntung. Ketika kau sudah jatuh cinta pertahan kan dia Tao. Jangan lepaskan apapun keadaannya, lebih baik kau nanti kau cerita kan lagi apa kau berdebar dengan Kris?"

"ya..." jawaban Tao ragu ia masih belum bisa memastikan siapa yang ada di hatinya saat ini.

"sudah dulu ya seperti nya Kai sudah menunggu ku untuk makan malam, aku selalu ada untuk mu jika ada apa apa telfon aku ya. Dadaa"

'pip'

Tao tertegun sesegera mungkin ia akan menemuka orang yang membuatnya jatuh cinta, ia harus menagas kan yahh supaya dia tidak menjadi pelaku php -_-

'drrtt..drrrtt...' sebuah pesan masuk, Tao menatap handphone itu sebentar lalu membuka pesan itu.

From: Deer Luhan

Aku butuh bicara dengan mu bisa kita bertemu di cafe dekat apartemen mu? Sekarang aku tunggu

Tao mengernyit bingung, pasti urusan itu sangat penting pikir Tao.

"ahh lebih baik aku sendiri saja kesana" Tao mengambil tongkat nya lalu berjalan ke arah pintu. Tiba tiba Sehun sudah di depan pintu dan menatap nya heran.

"kau mengagetkan ku bodoh!" ucap Tao kesal dan Sehun terkekeh

"mau kemana?" tanya Sehun lalu melipat tangannya di depan dada.

"apa urusan mu huh?"

"urusan mu urusan ku juga, .ku"

"stop! Aku bukan milik mu Sehun, aku akan bertemu dengan Luhan jie jie sepertinya ada urusan penting atau mungkin ini urusan kantor, sudah ya aku duluan" ucap Tao seraya berjalan mendahului Sehun.

"aku ikut" suara Sehun begitu datar lalu menuntun Tao untuk berjalan.


Suasana di meja tersebut sungguh hening luhan menatap kopi nya lalu menatap Sehun dan Tao bergantian.

"aku harus berbicara berdua dengan Tao, bisakah kau meninggalkan kami sebentar?" tanya Luhan matanya tidak menatap Sehun namun mata Tao.

Tao segera menyikut Sehun untuk meninggalkannya sebentar, Sehun tidak bergeming "kalau aku tidak mau bagaimana?" ucap Sehun dingin, Tao mencubit Sehun.

"kumohon sehun".

"Sehun! Ini privacy untuk kita berdua bisa kau tinggalkan kami sebentar" ucap Luhan begitu dingin, mata menatap Sehun serius. Dengan langkah Gontai Sehun meninggal para gadis itu berdua, ia duduk dimeja yang agak jauh dari mereka.

"seberapa pun kau ingin menjauh kan kami, aku tidak akan menyerah Luhan".

(Luhan dan Tao)

"apa yang ingin kau bicarakan jie jie?" ucap Tao ia tersenyum lembut.

"aku dan Sehun pernah berpacaran, hubungan kami sangat lama 4 tahun dan tiba tiba aku menghilang begitu saja. Orang tua ku tidak memperbolehkan menikah dengan seorang photographer, ibu dan ayah ku akan menikah kan ku dengan pengusaha kaya Hankyung" dan mulut Tao menganga lebar, wow! Hankyung Tan yang terkenal akan kekayaan nya memimpin perusahaan raksasa.

"aku masih mencintai Sehun, namun ia sudah mencintai mu Tao. Ia sangat mencintai mu walaupun kalian baru bertemu sekitar 10 hari, bisakah kau bersamanya? Buat dia bahagia, 4 minggu lagi aku akan menikah dan tinggal di New York. Kumohon Tao" ucap Luhan tangan nya menggenggam lembut tangan Tao tanpa Luhan sadari air mata nya telah menetes entah sejak kapan.

"jie jie cinta tidak bisa dipaksakan, aku masih bingung dengan perasaan ku. Merelakan seseorang untuk bahagia dengan orang lain itu sakit jie jie" ucap Tao.

"aku yakin Sehun masih mencintai mu, kejarlah dia jie jie. Kejarlah sampai hati mu mati rasa untuk merasakan cinta lagi. Buat lah keputusan yang tidak membuat mu menyesal dikemudian hari. Kau tidak akan bahagia dengan orang yang tidak kau cintai jie jie. Ahh! Aku akan pulang." Ucap Tao lalu beranjak dari tempat dudukny.

Luhan berpikir, Sehun tidak akan mencintainya lagi. Ia harus bisa merelakan Sehun pergi.


Sehun berjalan disamping Tao tangannya merangkul pundak gadis cantik itu, Tao terdiam. Ia masih tidak mengerti perasaan nya tertuju dengan siapa.

"apa yang Luhan bicarakan?" tanya Sehun memecah keheningan diantara mereka

"umm dia hanya meminta ku untuk memilih ku" jawab Tao jujur, air muka Sehun berubah seketika, rahangnya mengeras. Dan Tao tau itu, Sehun sebenarnya masih mencintai Luhan tapi kekecewaan yang besar membuatnya untuk membenci gadis cantik itu.

"aku tau kau masih mencintai nya kan? Sehun, aku hanya pelampiasan mu. Kejarlah sebelum kau menyesal" tutur Tao. Sehun berhenti dan menatap Tao dalam "aku benar benar mencintai mu. Aku tidak mencintainya bahkan sekarang ini" Sehun meyakin kan.

"seberapa pun kau mengejar ku, hati mu masih di Luhan jie jie. Sehun dengarkanlah aku disini hanya pelampiasan mu. Aku akan selalu ada untuk mu jika kau mengalami kesulitan Sehun."ucap Tao lalu tersenyum lebar, Sehun memandang gadis di depannya dengan datar.

"atas dasar apa kau mengatakan itu Tao?"tanya Sehun.

"saat pertama kali kau melihat Luhan jie jie mata mu memancarkan kerinduan, saat aku bilang selesai kan dulu masalah mu ketika aku sakit, kau langsung mengejar Luhan jie jie. Kalau kau benar benar mencintai ku kau akan rela walaupun aku mengancam mu. Sadarlah Sehun sebelum kau menyesal, aku akan memberikan mu waktu. Berjuanglah Oh Sehun" ucap Tao dengan tawa lembut nya, Tao kemudian beranjak membiarkan Sehun berpikir.

Sehun masih mematung ditempatnya, matanya bergerak lirih pandangan tertuju dengan tanah yang ia pijak.

"bagaimana caranya kalau mereka akan menikah sebentar lagi?" bisik Sehun pelan.


Kris membuka kacamatanya dan keluar dari persembunyiannya, mata nya menatap Tao cemburu, kenapa sehun? Batinnya. Kaki panjangnya segera mengikuti Tao.

"BAA"

"AAAAAHHH, kau membuatku kaget Kris ge" ucap Tao lalu tersenyum lebar, ia merasa senang ketika melihat Kris tersenyum lepas seperti itu.

"kenapa keluar malam malam?" tanya Kris lalu menuntut Tao untuk duduk di kursi Taman dekat mereka.

"aku ada urusan dengan Luhan jie jie dan Sehun" jawab gadis itu mata kucingnya menatap Kris yang menatapnya serius.

"kau masih ingat bahwa aku akan mengajak mu jalan jalan dimalam hari menggunakan sepeda?" tanya Kris, pria itu melepas syal nya lalu melilitkan di leher Tao, mendadak Tao terkena seranganjantung mendadak jantungnya berdetak dengan cepat.

"a-aku ingat".

"ayo sekarang"

"sepedanya?" tanya Tao bingung, sejak tadi ia tidak melihat sepeda disekitar mereka. Kris berjalan mendektai pohon lalu mengeluarkan sepeda nya yang tersembunyi dari situ.

"ayo peach naik" dan detik itu juga Tao merasakan bahwa ia jatuh cinta pada pemuda bersurai pirang dihadapannya

"hahaha, ayo kita jalann" ucap Tao lalu tangannya melingkar di pinggang Kris, gadis itu mencium bau tubuhnya yang maskulin menggosokan pipinya ke punggung Kris yang kokoh.

"sepertinya aku menyukai mu" ucap Tao pelan

TBC

Wahahahaha 1 Chapter lagi niihh, makasih ya buat yang ngikutin cerita ini huhuhuh aku terharu banget sumpaah deh. Makasih buat AulChan12 sama zakurafrezee wkwkwk karna udah capek capek pm -_-

Thanks To:

AulChan12, Xyln, celindazifan, peachpetals, Guest, zakurafrezee, pantaoooo, Shim Yeonhae,luphbepz, Dandeliona96, Aiko Michishige, Tksit, junghyema, annisakkamjong,Kirei Thelittlethieves, Bunda Tao, awo chan, dewicloudsddangko, deerxiviiiv, , haru31373, Teh Jeruk, TaoRisShipper, An Nella nee, Bellasung21, kt, flamintsqueen, 91, Nasumichan Uharu, Huang Yiyi, BARBIETAO00,Chungkring, onkey shipper04, zee nicky, KRISme, deveach,Tty T.T, Taoyoungie22,RunaPandaKim, NaughtyTao, Wu Zi Rae KTS