[ Rise's House ]

.

.

.

" Ng ? .. " Naoto membuka matanya dan melihat kearah sinar matahari . Lalu melihat ke samping , yang dimana rise sedang tertidur pulas .

Ia memegang bibir nya sendiri dan mengingat kejadian kemarin , kejadian yang amat penting baginya . First kiss nya diambil oleh wanita, dan itupun teman nya sendiri . ' Ciuman rise-san begitu…. Ah tidak tidak , apa yang kupikirkan ..dia itu teman berharga ku.. ' gumam nya sambil meliat wajah rise yang tertidur pulas.

' Lebih baik aku segera pulang ke rumah mumpung dia masih tertidur ' dengan amat pelan ia mencoba turun dari tempat tidurnya , namun belum juga napak kaki nya . Naoto dipeluk oleh rise dari belakang .

" Naoto-kun , kau mau kemana ? .. " rise menyenderkan dagu nya ke bahu naoto . Namun naoto mencoba melepas tangan rise dari tubuhnya , ia tidak mengatakan sepatah katapun . Naoto berburu-buru pergi dari kamar rise sehingga melupakan topi kesayangan nya di ruangan tersebut .

' apa naoto-kun marah kepada ku .. aku memang bodoh ' rise menekuk lutut nya dan merenungkan kesalahan nya dibandingkan mengejar naoto .

Setibanya naoto ke rumah nya , naoto membasuh muka nya sambil memegang bibirnya . Ia masih mengingat akan ciuman rise , ' ck ' naoto berdecak lalu menggigit bibir bawah nya sampai berdarah . Dan baru sadar topinya ketinggalan di rumah rise . " Bodoh nya aku , aku jadi benci diriku sendiri yang pelupa " naoto menghela nafas nya .

Tidak lama kemudian naoto menerima sms dari rise yang berisi minta maaf , naoto ingin membalas nya tapi pulsa nya tidak mencukupi ( :v ) . Dia memutuskan agar berbicara di sekolah besok .

" NAOTO-KUN ! "

" Heh ? " Naoto meliat keluar jendela, melihat siapa yang memanggil namanya . Dan ternyata itu chie dan yukiko . Naoto lalu segera membuka-kan pintunya , " satonaka-san ? amagi-san ? ada apa kalian kesini ? "

" Kami ingin mengajak mu pergi ke , kami juga ingin mengajak rise "

Naoto mengingat kejadian kemarin walau hanya mendengar namanya .

" Kamu mau kan ? " Chie menanyakan lagi dengan puppy eyes (?) . " Kau berlebihan Chie " ucap amagi .

Naoto rapuh akan tatapan mata chie , jadi ia setuju mengikuti mereka walau ada Rise sekalipun .

" Rise-chan ngaret berapa menit nih ! lama nya " Chie mulai menggerutu sendiri ditambah lagi dia dalam kondisi laper . Amagi yang sibuk mengipasi diri nya sendiri . Dan naoto yang hanya terdiam menunggu rise .

Dari kejauhan mulai terliat gadis berambut merah berlari kearah chie dkk . " Oii ! " Rise melambai ke mereka namun dia tersandung batu . Naoto lari secepat sena ( eyeshield 21 ) dan menangkap rise , chie dan amagi dan juga orang2 disekitar mereka kagum meliat aksi penyelematan naoto .

Rise lalu berdiri dan meliat kearah wajah naoto , terliat sekali wajah naoto yang memerah namun entah kenapa ia masih buang muka terhadap rise ." arigatou.. naoto-ku….n "belum selesai berterima kasih , naoto sudah beranjak pergi dan menjauh dari rise .

Rise menahan air mata sambil menggigit bibir bawah nya dan berusaha agar tidak menangis . Naoto meliat wajah rise dari kejauhan , merasa bodoh karena menjauhi rise tanpa alasan dan ingin sekali dia menghapus air mata yang tertahan di kelopak matanya .

" Ayo Rise-chan , naoto-kun , yukiko-chan ! kita makan dulu nyang ~! "

" Nyang ? " Naoto mengangkat sebelah alis nya .

" Yare-yare . dasar chie " yukiko menggeleng-gelengkan kepalanya . Dan rise hanya terdiam dan mengikuti mereka bertiga .

Yukiko mencurigai bahwa naoto dan rise sedang tidak akur , lalu ia membisikkan kepada chie agar berpisah dan membiarkan mereka berdua . Chie pun setuju , setuju biar jatah makan nya ga berkurang juga .

Yukiko membalikkan badan nya ke rise dan naoto ,. " ne , kalian berdua. Kita jalan dengan berpasangan ya. Maksud ku .. kita berpisah dari sini tapi kalian harus tetep berdua "

Rise meliat kearah naoto , merasa bahwa naoto tidak akan menyetujuinya padahal ini yang ditunggu-tunggu rise . " aku terserah naoto-kun , kalau dia mau aku tidak keberatan kok " . Naoto memegang jidatnya dan berpikir , mungkin ini kesempatan bagus buat baikan jadi naoto menyetujui nya . Rise tersenyum lebar lalu memegang pergelangan tangan naoto .

" Nah sudah terputuskan , ayo yukiko ! daging tidak akan menunggu ! " Chie langsung capcus ke rest. Steak sambil menarik tangan yukiko .

Naoto meliat ke pergelangan tangan nya , lalu melepas tangan rise dari nya . Lalu menuntun nya ke tangan nya agar saling berpegangan . " i..ini lebih baik.." . Wajah rise memerah dan sudah menduga bahwa naoto sudah memaafkan nya .

" Kujikawa-san .. " Naoto tersenyum kearah rise , rise meliat luka di bibir naoto . Rise mengusap lukanya dengan ibu jari nya . " apa luka ini karena ku ? " Naoto menggelengkan kepalanya .

" Ini ulah ku sendiri , jadi bukan karena kujikawa-san " naoto memegang tangan rise yg sedang mengusap luka nya . dan mencium punggung tangan nya . Rise tersenyum kepadanya sambil menahan air mata gembira nya .

Naoto lalu menarik tangan rise dan berjalan-jalan mengelilingi dept. " Jadi kita mau kemana ? apa kita pergi ke tempat satonaka senpai berada ? "

" … " rise hanya diam memikirkan sesuatu .

Mereka berhenti berjalan , naoto meliat kearah rise " kujikawa-san ? ada apa ? " . Rise membisikkan ke telinga naoto " bagaimana kalau kita biarkan mereka berdua , lalu kita kencan saja ? "

Naoto tersentak kaget dan wajah nya memerah , rise mengenggam kerah naoto dan menariknya . Menatap mata naoto amat sangat dalam dan menunggu jawaban yang ditunggu-tunggunya . Naoto memejamkan matanya dan menganggukan kepalanya . Rise lalu memeluk ' pangeran ' tersebut .

" mau ke carnaval yang disamping naoto-kun ? "

" terserah tuan putri " naoto tersenyum nakal . Rise hanya tertawa kecil .

" Hwaaaa ! banyak sekali permainannya , ayo naoto-kun ! " Rise menarik naoto ke tempat penembakkan (?) .

Naoto meliat rise yang kewalahan menembak dan tidak ada satu pun peluru yang kena sasaran nya . " Naoto-kun jangan cuman melamun , bantu aku ! " Karena naoto sangat percaya diri dalam hal menembak , semua sasaran nya kena semua .

Pemilik permainan tersebut hanya cengo . " Hebat , silahkan pilih hadiah nya "

Naoto memutar-mutarkan pistolnya lalu menaruh ke meja " Silahkan dipilih Kujikawa-san " . Rise memilih boneka beruang kecil . " Ku namakan beruang ini Shiro , bagaimana menurut mu naoto-kun ? "

" Kenapa namanya shiro ? "

" Karena bulu nya berwarna putih " Cengir rise . Kirain ada alasan lain .

Naoto langsung melihat ada Rumah hantu di hadapan nya . Lalu ia melihat kearah rise yang menggeleng-gelengkan kepalanya . Tapi naoto menarik tangan rise dan memasuki rumah hantu tersebut .

Setelah keluar dari rumah hantu tersebut , naoto tertawa karena ulah hantu yang membuat rise menjerit ketakutan .

" Naoto-kun jahat ..hiks..padahal aku kan..hiks..tidak mau masuk.." Rise menangis sambil jongkok . Naoto mendekati rise lalu menepuk bahu rise . " Tidak apa-apa lah , mereka kan bukan hantu asli "

Rise berdiri lalu berlari kearah yang sepi dan meninggalkan naoto . Naoto berusaha mengejar rise namun naoto kehilangan jejaknya . Naoto melakukan hal bodoh lagi.

' Baka ! Baka ! Baka ! ' rise duduk di bangku taman yang sangat sepi . Memeluk boneka beruang sambil menangis , masih takut karena hantu tadi .

Beberapa menit kemudian , rise kadatangan tamu yang tidak diundang yaitu para preman ( 5 orang laki" ) dan mengelilingi rise. Rise merasa risih dan beranjak pergi dari bangku , namun tangan rise di tahan oleh salah satu preman tersebut .

" Mau kemana gadis cantik ? ayo main bareng sama kita . atau kau mau dibayar ? sang idol Kujikawa Rise-chan .. ! " Rise tidak mempunyai kekuatan melawan 5 pria , ia dipeluk dan dilecehkan bahkan sudah ada yang berani mencium" leher rise .

' Tolong aku naoto-kun ' Rise meneriaki nama naoto berkali-kali berharap naoto datang menyelamatkan nya . Dan tiba-tiba ada yang melempar petasan ke arah rise dan preman tersebut .

Salah satu preman tersebut mengeluarkan belati dan menodongkan ke leher rise . " keluar ! atau tidak akan kubunuh gadis ini " . Dari semak-semak keluarlah naoto yang menodongkan revolver nya dan menembaki belati nya sampai terlempar jauh .

Naoto lalu menodongkan revolver nya ke preman yang lain , semua preman langsung kabur tunggang langgang . Ingin naoto mengejar nya namun rise lebih penting dalam situasi kali ini .

" Kujikawa-san , kau tidak apa-apa ? apa ada yang terluka ? " Rise langsung memeluk naoto , dan menenggelamkan muka nya ke dada naoto . Membasahi baju naoto dengan air matanya .

" Baka ! Naoto-kun telat menyelamatkan ku , mana ada pangeran telat yang menyelamatkan putri raja ! "

" Begitukah cara mu berterima kasih kepada seseorang yang telah menyelamatkan mu ? " Naoto menaruh revolver ke tempatnya. " Dan aku juga mau meminta maaf , seharus nya aku tidak memaksa mu ke rumah hantu . jika aku tidak memaksamu , kejadian ini pun tidak akan terjadi . "

Rise mengangkat wajah nya dan meliat kearah wajah detektif yang sedang murung tersebut . Rise menempelkan kening nya dengan kening naoto . Menggosokkan antar hidung nya .

" Rise-chan itu menggelikan " tanpa sengaja naoto menyebut nama rise . Mungkin buat orang lain tidak heran namun bagi rise , nama yang dipanggil oleh naoto dan ditambahin chan dibelakangnya seperti kado terbaik .

" Naoto-kun … umfh.. " naoto memeluk rise lalu mencium leher wanita yang dipeluknya . Rise tidak ingin menanggapinya karena takut akan bersalah lagi, namun semakin rise diam semakin pula naoto agresif . Entah sejak kapan naoto menguasai hal kotor seperti ini .

Rise meremas rambut biru gelap milik naoto, ia mengeluarkan suara desahan yang lembut yang menjadi bahan bakar (?) agresif nya naoto . ' Naoto-kun .. kau kenapa.. ' Rise lalu mendorong pelan naoto .

" Eh ? .. EHHH ?! " wajah naoto langsung memerah padam bahkan merahnya lebih dari tomat . Naoto tersadar. Meliat kearah rise yang pakaian nya acak-acakan karena ulah nya .

Rise memegang leher bekas ciuman naoto tadi , lalu ia ketawa pelan . Sang detektif pun heran kenapa rise ketawa setelah perbuatan yang tidak senonoh terhadap rise . " Gomennasai .. Kujikawa-san ". Rise mendekati naoto dan membisikkan kearah telinga naoto " kalau kau mau aku maafkan , mulai besok … Be my boyfriend please "

" Tu..Tunggu .. aku tidak bisa seenaknya beg—"

Jari telunjuk rise menempel di bibir naoto " shhh , Naoto-kun memang baka ya ~ kau menanggapi serius ya ? fufufu.. " . Naoto terdiam dan memerah . Rise diam-diam mengambil topi milik naoto yang ketinggalan di rumah nya dan memakaikan nya . ia memegang topi nya dan tersenyum .

Naoto menggaruk" pipi nya " ka—kalau , selain 'itu' bagaimana caranya agar aku dimaafkan ? " Rise menggigit telinga naoto pelan lalu membisikkan " Kissu .. fufu " .

" baiklah .. " naoto tanpa ragu mencium kening rise lalu meliat kearah bola mata rise " Done " . Rise terdiam membatu (?) tertiup angin dingin .

Meliat rise yang tidak bergerak sama sekali membuat naoto panic , " Eh ? EHHH ?! Kujikawa-san ?! "

[ Naoto's Room ]

Setelah rise membatu ia berakhir dengan pingsan (?) . Kebetulan kanji dan Yosuke berada di sekitar situ dan membantu membawa rise ke kamar naoto dan menggeletakan rise ke kasur naoto .

Kanji menghela nafasnya " Kalian berdua ngapain sih ? dan knapa rise bisa pingsan begitu ? " Yosuke menepuk pundak kanji dan mencengir . Naoto merasa risih karena yosuke meliat ke arahnya .

" Naoto ! kau sebenarnya ! " Yosuke menunjuk kearah naoto

Kanji menelan ludah. Dan naoto memasang muka bertanya-tanya .

" KAU SEBENARNYA MENIDURKAN RISE DAN SENGAJA AGAR KAU BISA BERTEMU DENGAN KU – "

Rise terbangun karena teriakan yosuke " URUSAI ! BAKA SENPAI ! " rise mengeluarkan death glare maut nya terhadap yosuke . Naoto dan kanji hanya tercengo meliat rise yang seperti bake onna ( Author dibunuh rise ) .

Kanji lalu menarik yosuke dari kamar naoto " Jaa , sampai nanti . Semoga cepat sembuh rise " . Naoto meliat kearah jendela , meliat kanji dan yosuke yang pergi . Setelah itu , naoto meliat rise yang mengembungkan pipi nya . Rise meliat naoto yang sedang tertawa kecil lalu berbaring kembali dan bersembunyi dalam selimut dan membalikan badan nya .

Tiba-tiba rise merasa ada seseorang yang memeluknya dari belakang .Seseorang ? Rise mengetahui bahwa yang memeluknya itu naoto . ' apa yang ku lakukan ? ' naoto mencium dan meniup daun telinga rise . Karena ulahnya , rise merasa kesetrum dan tidak bisa berkutip , ia menyerah apalagi dengan kondisi yang sekarang .

Tangan naoto menarik selimut rise, memperliatkan wajah rise yang moe karena memerah akibat ulah nya sendiri . Sekejap naoto terkagum meliat keadaan rise yg sekarang , karena itu ia ingin terus menggoda rise . ' Naoto , sadarlah . kau tidak boleh melakakukan ini terhadap kujikawa rise '

Sekarang tangan naoto mengelus pipi rise dan berakhir di kancing baju rise, rise menepis tangan nya dan tidak disangka naoto mendorong rise sehingga berposisi terlentang. Posisi naoto sekarang ada diatas punggung menawan rise sedangkan rise menyembunyikan wajah nya di bantal .

Meliat daun telinga rise yang menggiurkan ( ? ) naoto melahap nya . Rise mencari tangan naoto dan keliatan kewalahan , naoto memegang tangan rise dgn erat . " Kujikawa-san .. "

" Kemarin kau belom sepenuhnya memberikan ku kiss " mendengar kata itu , naoto tertawa mengingat ketika rise membatu padahal hanya mencium keningnya . Rise mencoba bangkit dan memutarkan badannya. Menaruh kedua tangannya dipipi naoto dan tersenyum kepadanya " I—itu karena aku belum siap .Jangan tertawa ! "

Belom sempat rise mempersiapkan mental nya lagi , wajah naoto sudah terlalu dekat . Bibir nya pun akan menyentuh miliknya beberapa cm lagi , Rise memejamkan matanya namun naoto tidak . Padahal sudah beberapa menit , belom ada gerakan dari hanya bermain-main di sekeliling bibir rise . Namun yang ditunggu naoto ialah rise membuka matanya .

Setelah rise membukakan matanya , naoto langsung melumat bibir rise . Wajah rise memerah lagi , malah lebih merah dibandingkan naoto . Lidah naoto menahan lidah rise dibawahnya Beberapa menit kemudian naoto melepaskan ciumannya membiarkan rise bernafas .

Mereka saling bertatapan , saling tersenyum dan saling memerah (?) . Rise mendorong naoto dari hadapannya . Rise mencintai naoto , namun ia masih penasaran terhadap perasaan naoto kepadanya . ' bagaimana kalau dia tidak suka dengan ku ? berarti ini seperti pemaksaan dan aku hanya terlalu percaya diri '

" Suki dayo rise-san " Naoto membenarkan poni rise . Padahal rise hanya berguman dalam hati tapi kenapa naoto mengetahuinya ? Palingan mungkin hanya suka biasa bukan cinta . Rise hanya senyum terpaksa . Karena penuh dengan keheranan , naoto memiringkan wajahnya . Lalu memasang pose detektif .

" Aishiteru, Rise-san "

" Eh ? Apa ? "

' Pura-pura tidak mendengar kah ? ' rise kembali didorong oleh naoto namun rise tetap mengalak dan mendorong" naoto . Merasa kesal , naoto menahan kedua tangan rise diatas kepala rise . Posisi ini tidak menguntungkan bagi rise namun ia merasa deg-degan .

Lalu naoto membisikkan ke telinga rise , " Ai..Shi..Teru..Rise-san " . Setelah mendengar kata tersebut , suasana kamar tersebut entah kenapa menjadi hening ." bagaimana dengan mu rise-san ? "

Pertanyaan yg diluar dugaan bagi rise . Rise mengangguk , tapi naoto menginginkan kalimat bukan gerakan . Muncul lah ide untuk menggoda rise untuk menyatakan perasaan nya .

Naoto bangkit dan duduk di tepi kasur nya . " bodohnya aku , mengharap kan sang idol untuk mencintai ku ..aku memang tidak pantas " .

Rise menahan air matanya " Uh .. Aku juga mencintai mu , naoto-kun . Kau lebih baik dibandingkan yang lain ..jadi..hiks.. " tak kuasa lagi menahan nya , rise akhirnya meneteskan air matanya . ' apa aku berlebihan ? '

" Rise-san , aku menerima tawaran yg tadi asal tidak ketahuan oleh teman sekolah maupun guru "

" Tawaran yang mana ? " tatap rise dengan mata berkaca-kaca (?)

Naoto menurunkan topi nya dan menghela nafasnya " ….. menjadi..boyfriend .. mu " .

Tangisan rise semakin keras , naoto berusaha menenangkan nya namun semakin naoto berusaha semakin rise menangis . " Rise-san . berhentilah menangis ! "

Kerah baju naoto ditarik oleh rise " Kalau kau detektif..Hiks..kau bisa..hiks..mengetahui kan kenapa aku menangis ! ..hiks .. BAKA TANTEI ! " rise memukul dada naoto berkali-kali namun dengan pelan . Naoto berpikir keras mengapa rise menangis .

" Apa itu tangisan senang ? ..Nanchate ..ahahah "

Glek. Naoto mengetahui nya tapi terliat bercanda bagi rise , tapi itu lah kenyataan nya . Reda juga akhirnya tangisan rise . " Ne , apa hari ini kau mau menginap rise-san ? " Rise mengangguk pelan .

Hari ini sangat menguntungkan bagi rise dimana ia mendapatkan kiss yg bukan paksaan dan mendapatkan 'boyfriend' baru nya . Namun sedikit merugikan karena naoto terlalu menggodanya .

Next day .

.

.

[[Yasogami School ]]

.

" Oi Narukami ! Ayo cepat ntar telat ! "

Narukami terburu-buru memakan roti dan mengejar yosuke " Cho—Chotto mattei Hanamura ! " . Karena saking letoy , yosuke menarik tangan yuu dan lari secepat kilat agar tidak telat masuk kelas .

Bukan hanya mereka berdua yang hamper melainkan .. "Ayo lari yukiko-chan ! Jangan cuman kipas-kipas " . " Ini juga lagi lari " iya lari. Lari sambil ngipas-ngipas (?) . Disaat perjalanan mereka , mereka bertemu dengan rise dan naoto yang sedang lari juga .

' . . . . . kenapa telat semua ? ' pikir kanji yang lari sendirian sambil meliat kearah para ladys .

[[ Senpai's class ]]

Pintu kelas terbuka dan masuklah para senpai " SAFE ! " . Murid lain meliat kearah mereka dan tertawa . Narukami dan yukiko menghela nafasnya . Sedangkan yosuke dan chie bertengkar siapa yang telah datang duluan . Padahal sama" hampir telat .

[[ Kouhai's class ]]

Rise dan naoto pun aman " Hah…Hah…hah , yattane ..naoto-kun " . Naoto mengambil nafas dalam-dalam coba menenangkan nafas nya . Sedangkan kanji…well , ntahlah ( kanji : APA-APAAN WOI ! ) . 5 detik setelah itu , Sensei pun masuk dan pelajaran pun dimulai .

[[ Break time ]]

Naoto meliat ke arah jendela ' a, souda.. hari ini aku harus menjaga uks . ' . Naoto bergegas jalan ke UKS . Setelah sampai di UKS , ia meliat baju dokter milik sensei uks lama . Lalu ia mencoba memakainya dan ternyata lengannya kepanjangan . ' ini mah jadi shadow naoto beneran ' gumamnya .

Tiba-tiba Kanji membuka pintu sambil menggendong rise yang terliat lemas . ' Eh ? Naoto ?! ah tidak tidak ' . Kanji membaringkan rise ke tempat tidur , " tatsumi-kun . kenapa dengan rise ? "

" Mana ku tau ! tiba-tiba dia jatuh dan pingsan . Lalu kau kenapa disini ? dan Baju mu … " kanji menepuk jidatnya dan mengingat shadow naoto yang mengerikan itu . Naoto hanya tercengir lalu meliat kearah rise dan menaruh tangan nya di leher nya .

" Hm..hm.. . Ah tatsumi-kun , aku sekarang menjadi penjaga UKS dan serahkan rise kepada ku ." Kanji menelan ludah karena naoto memanggil rise bukan kujikawa . Ia lalu menggaruk kepala belakangnya , " baiklah . kalau gitu aku kembali ke kelas ..Jaa " . Naoto tersenyum . Lalu mengunci pintu uks .

Lalu naoto duduk di samping rise yg terbaring . Muka rise polos ketika ia tidur , naoto lalu meraba-raba pipi rise sambil tertawa kecil .

Rise terbangun karena ulah naoto " hng .. ? naoto-kun ? " Lalu ia memegang tangan naoto dan menciumnya. " Sudah agak mendingan ? " rise mengangguk pelan .

" Aku lapar .. " Rise mencoba bangun namun ditahan naoto . Naoto mengambil permen coklat dri saku celananya . Dan menyodorkan ke rise , " Naoto-kun , masa cuman dengan permen bisa kenyang ? dan itu pun cuman satu , kecil pula " walaupun banyak mau'a nya rise tetap mengambil permen tersebut.

Sesaat rise hampir memasukkan permen ke dalam mulutnya , " Ne , aku juga mau makan " . Tanpa disadari wajah naoto terlalu dekat dengan wajahnya ,naoto sudah membuka mulutnya dan mengincar permen tersebut .

Sayang sekali , rise langsung melahap permen tersebut dan membuat naoto agak marah . " Ah , Sou ..baiklah klo begitu ..hmph " Naoto lalu beranjak pergi dari samping rise .

Rise menarik lengan baju naoto dan memasang wajah yang begitu tidak bisa ditinggalkan . " Gomen., jgn pergi " rise menunduk . Naoto menghela nafas nya dan mengeluarkan kotak merah kecil entah darimana .

Lalu ia membuka nya dan mengambil isi nya , yang berupa 2 cincin pasangan . Ia mengambil 1 cincin dari kotak tersebut dan berlutut di hadapan rise . Lalu menarik tangan nya dgn pelan , " Kujikawa Rise , aku mencintai mu . " Reflek rise menarik tangan nya karena malu , naoto tersenyum lembut dan mengulurkan tangannya .

" Aku tidak akan menyakiti mu , kujikawa-san .. aku berjanji " . Rise tersenyum dan sedikit blushing , dan menerima tangan naoto . Langsung saja naoto memasukan cincin tersebut ke jari manis kanan nya . Disaat naoto ingin memakai sendiri cincinnya , rise dengan cepat mengambil cincin tersebut . " biarkan aku …yang melakukan nya "

Naoto merebut kembali cincin nya , " tidak , aku sendiri saja " . Perang Dunia ke III ? maybe . Rise dan naoto berusaha keras untuk mengambil dan mengambil kembali cincin tersebut . Disaat pertempuran terjadi , keseimbangan naoto hancur dan mendorong rise ke tempat tidur berakhir dengan posisi naoto diatas rise . Wajahnya sangat dekat , palingan 3cm . Cincin yang seharus nya dipakai naoto , tergeletak dilantai . Topi yg dikenakan pun tergeletak di sampingnya .

Mereka saling bertatapan selama beberapa menit . " Naoto-kun…mph…." naoto meletakkan jari telunjuk dibibir rise dan mencoba bangkit dari hadapan rise . " Kita tidak bisa melakukan disini , lagi pula kau juga sedang sakit " , naoto mengenakan topinya dan mencari cincin nya . Rise merasa lega namun agak kecewa .

" Ketemu .. " Naoto mengambil cincinnya dan memberikan kepada rise . " Tolong ya " Rise tersenyum dan dengan senang hati memasukan cincin nya ke jari manis kanan naoto . Naoto mendorong rise untuk berbaring dan menarik selimutnya . " Sekarang istirahatlah " Kening rise di kecup oleh naoto .

Mungkin dia kecewa karena bukan kiss yang diharapkan rise tapi tidak apalah . Karena naoto adalah 'boyfriend' nya jadi kesempatan pasti akan datang lagi . Rise lalu tidur terlelap . ' Oyasumi , Rise ' diam-diam naoto mencium bibir rise untuk beberapa detik . Lalu ia menatap ke luar jendela dan tersenyum .