Kris X Chanyeol

.

.

Do not copy-paste or repost because this story is from my own imagination. I just add names for fill the casts, EXO is belong to their own self.

Close the tab if you don't like it.

Warning! These is YAOI and some sexual contents for some chapters.

.

Benar-benar tidak dianjurkan untuk yang merasa 'belum' cukup umur karena...

There's some sex scenes in some chapters.

Hope you like it~

.

.


Chapter 4

Chanyeol pagi itu terbangun karena risih dengan rasa lengket di sekitar selakangan hingga belakang. Ia hampir berteriak kalau saja tidak menyadari jika ini masih di rumah sakit. Tempat orang sakit, bukan tempat untuk orang berteriak-teriak.

Chanyeol mengerjapkan kedua matanya sekali lagi, Kris masih memeluknya erat sekali. Terakhir kali Chanyeol sangat ingat dirinya tidur di atas dada Kris, bukan disamping Kris dan dipeluk seperti guling begini. Chanyeol melihat jam dinding di atas pintu, ini masih pukul 5 a.m.

Kris bergerak sedikit saat menyadari Chanyeol terbangun, "Hm, kau sudah bangun?"

Chanyeol menunduk, anak itu malah membalikkan posisi—membelakangi sang dokter. Kris mengerutkan keningnya. Apalagi ini? Ya Tuhan,... dirinya masih sangat mengantuk. "Hey, Chanyeol... ada apa?"

Kris memegangi pundak Chanyeol perlahan agar tidak melukainya, Chanyeol masih diam. Kris akhirnya memeluknya dari belakang, kepala ia letakkan dengan tenang di leher Chanyeol. Chanyeol menampik, "Berhenti hyung."

Kris mendengus, dirinya hanya berusaha hati-hati untuk mengira-ngira suasana hati dan apa saja yang anak itu rasakan— terlebih kepadanya. "What's the matter?"

"Nothing..."

"Chanyeol, hey..." Kris mengangkat kepala sedikit, membuat Chanyeol sedikit menengok kearahnya. "I love you, okay? Kau tidak harus mengkhawatirkan apapun tentang itu." Jelasnya sangat jujur, mengecup leher Chanyeol sekilas, mendekapnya kembali.

"Kau mempermainkanku, hyung."

"I don't."

Chanyeol membalikkan tubuhnya, Kris mengusapi kepalanya. "Aku mencintaimu, aku sudah menjelaskan semuanya. Dan jangan buat ini menjadi beban untukmu Chanyeol. Kumohon."

Chanyeol mengangguk kecil, menyembunyikan seluruh wajahnya di dada Kris. "Aku masih cemburu."

"Huh?"

"Pada dr. Smith."

"What?! Hyung! You're so ridiculous!" Chanyeol tertawa. Setelah sekian agak lama Kris tidak melihat Chanyeol tertawa untuknya. Hanya untuk dirinya. "Aku serius."

"Memangnya kenapa?" Chanyeol berusaha mengontrol tawanya sendiri. "Karena dia bisa membujukmu untuk kemoterapi, sedangkan aku yang sudah dua tahun menjagamu—tidak bisa. Memalukan."

Chanyeol tertawa lagi. "Cemburu macam apa itu?"

"Hey, aku serius."

Chanyeol menggeleng heran, ia kembali bersembunyi di dada Kris. "Aku ingin kau sembuh. Agar kau bisa lebih lama denganku, Chanyeol."

Chanyeol mendongak, "Sejak kapan kau jadi melankolis begini?"

"Chanyeol, aku serius." Chanyeol cemberut.

"Okay,"

Kris mengecup setiap sudut hingga keseluruhan permukaan wajah Chanyeol yang sudah lebih segar karena berjam-jam tertidur. Entahlah, Kris lupa sudah berapa lama mereka tertidur. Yang jelas, dirinya harus siap-siap menampung protes dari para perawat yang meneriakki dirinya setiap lorong rumah sakit.

"Aku mau menjadi doktermu lagi, Chanyeol."

Chanyeol mendongak, "Kau tidak bisa hyung."

Sedangkan Kris mencium bibirnya, mencuri kecupan kecil. "Why not?"

Chanyeol merengut karena kenakalan Kris, "Aku hanya tidak enak dengan dr. Smith."

Kris mendengus, "Jangan bilang kau menyukainya."

Chanyeol hanya bisa tertawa, dirinya menyeret badannya sedikit keatas dan mengecup dagu Kris yang berada beberapa jengkal kecil di atas kepalanya. "Tidak, hyung."

Kris menunduk, dirinya masih ingin seperti ini. Dirinya tidak pernah benar-benar merasakan sesuatu kepada orang lain. Walaupun tidak dapat di pungkiri, Kris juga lelaki normal dan menjalin komitmen dengan beberapa wanita. Bukan laki-laki. Tetapi dirinya tidak bisa, lebih tepatnya belum pernah menemukan kesenangan yang seperti di rasakannya bersama Chanyeol. Ataupun rasa menyesal karena Chanyeol mengabaikannya. Kris mengusap-usap wajah itu lembut, membuat Chanyeol terpejam untuk merasakan betapa hangatnya tangan besar itu.

"Aku mencintaimu, Chanyeol."

Kris langsung bangkit tanpa di duga, dan menindih tubuh Chanyeol pelan—tepat di atas anak itu. "Hyung..." Chanyeol berucap sangat pelan. Kris melingkarkan sebelah tangan Chanyeol ke lehernya dan menyampirkan tangan yang satu lagi ke pundak besar miliknya.

"Aku mencintaimu."

Chanyeol tidak bisa menolak saat bibir itu menyapu atas bibirnya lembut, lengan kokoh itu melingkar sedikit di celah pinggangnya, dan sebelah tangan Kris yang menarik tengkuknya agar semuanya terasa dalam. "Mhh—"

Chanyeol menurut saja saat merasakan tangan Kris yang semula ada di lehernya langsung berpindah tempat ke dada Chanyeol. Meraba-raba semua permukaan kulit tipisnya yang terasa panas secara perlahan. Kris melepaskan ciumannya, kemudian membuat gerakan memutar pada puting itu. "Nghh—hyung!"

Chanyeol memejamkan matanya, mengarahkan kedua lengannya ke leher Kris. Kris tersenyum, menatap wajah Chanyeol yang seperti itu. "You're so beautiful, Chanyeol."

Lelaki itu turun, mengecupi permukaan dada Chanyeol dengan gerakan turun perlahan. Chanyeol mengerang menahan semuanya. Ia merasakan geli yang luar biasa di seluruh tubuhnya hingga bawah perut, kemudian berjalan ke pusat kemaluannya. "Hyungh..." Chanyeol berusaha mengontrol nafasnya.

Kris turun hingga perutnya, kemudian menjilati perlahan membuat Chanyeol mendesah agak keras. Tidak, dirinya tidak sanggup dengan semua sentuhan ini. Kris kemudian menengadah, menatap wajah Chanyeol yang sudah memerah di keseluruhannya. "Aku mencintaimu." Dan Kris langsung memakan bibir itu agak kasar, namun membuat Chanyeol tidak bisa berhenti menendang-nendangkan kakinya pelan sebagai respon—dan pengalihan untuk semua sentuhan ini.

Mereka melakukannya lagi.

.

.

Chanyeol menunduk sangat dalam, merasakan semua ketidaknyamanan ini saat berhadapan dengan Jongin. Sungguh, dirinya benar-benar merasa tidak enak. Terlebih karena ciuman mereka kemarin dan—kehadiran Kris yang mengenterupsi semuanya.

"Maaf Jongin, aku tidak bisa."

Jongin hanya membuang nafasnya. "Tidak apa-apa, aku mengerti."

Chanyeol mendongak, mengangkat senyuman yang sangat canggung dan Jongin melakukan hal yang sama. Tidak ada gurauan sebagai teman, karena pernyataan kemarin begitu... entahlah. Chanyeol sempat berpikir untuk menerima perasaan Jongin kalau saja Kris tidak datang dan langsung menyeretnya untuk pergi.

Jongin kemudian bangun dari kursi tunggu itu, yang sama juga di duduki oleh Chanyeol di sepanjang lorong lantai dua. "Aku pamit, hyung."

Chanyeol hanya tersenyum seadanya, "Kau bisa berkunjung lagi kalau kau mau." Dan Jongin mengangkat kedua bahunya. "Entahlah... mungkin kalau aku tidak lupa."

Chanyeol tertawa, Jongin tetap tidak kehilangan selera humornya. "Sialan kau Jongin!" Jongin ikut tertawa. "Kau baik-baik ya, hyung?"

Chanyeol mengangkat senyum terbaiknya, "Tentu, kau juga harus hati-hati."

"Cepat sembuh hyung."

Kemudian Jongin berlalu. Chanyeol tidak bisa memungkiri rasa ini, dirinya tidak rela. Pasti hari-harinya di rumah sakit tidak akan seramai saat Jongin ada di sampingnya. Tetapi itu tidak berarti dirinya tidak senang. Maksudnya, ini tentang Kris Wu.

Kedua pipi Chanyeol mendadak memerah, membayangkan apa yang mereka telah lakukan semalam maupun tadi pagi. Itu benar-benar menakjubkan. Dan Kris sungguh sangat seksi. Sial!

Chanyeol menggeleng cepat, mencoba menolak segala pemikiran negatifnya tentang hal-hal yang yah... mereka lakukan semalam. Chanyeol melihat orang itu dari kejauhan. Kris di bagian administrasi, dan kali ini tengah mengarahkan tatapannya kepada Chanyeol. Lalu tersenyum. Kris tersenyum kearahnya, tidak bersikap dingin seperti dulu. Tidak ada lagi Chanyeol yang mengabaikan Kris Wu. Chanyeol merasa panas secara mendadak, semuanya berpusat pada kedua pipinya dan fantasi-fantasi liar semalam membuatnya ingin bunuh diri lagi!

Kris Wu mencintainya. Dan Chanyeol masih tidak bisa percaya. Tetapi, dirinya juga tidak bisa menolak. Kris menatapnya dengan segala hal yang menggambarkan kalau Kris itu jujur, Kris menyampaikan lewat kedua matanya kalau Kris itu peduli. Dan tentu saja mencintainya.

Kris mengerlingkan sebelah matanya. Sial! Kris tidak pernah bersikap seperti itu. Kenapa lelaki itu mendadak menjadi genit dan mencoba menggodanya. Chanyeol tidak tahan lagi, dirinya langsung menunduk dengan cepat kemudian berdiri sambil membawa benda-benda yang biasa ia geret kembali menuju kamarnya. Kris menahan tawa di meja administrasi.

.

.

Chanyeol terbangun. Dirinya merasakan pergerakan yang sangat jelas, Chanyeol tidak berada di atas kasur. Dan dirinya sadar akan hal itu. Setengah pandangannya buram, tetapi Chanyeol tidak bodoh untuk menyadari dirinya tengah di angkat oleh seseorang. Chanyeol mengusap matanya sebentar, kemudian mengalihkan pandangannya keatas. Dari siluet tajam itu Chanyeol bisa tahu. Itu dr. Kris Wu.

"Hyung?"

Chanyeol menyerukan ucapannya, terdengar sedikit serak. Sedangkan Kris hanya diam dan menunduk untuk menatapnya. Pria itu tersenyum. "Sudah bangun?" Chanyeol merasakan kakinya menyentuh pintu dan Kris membuka ruangan itu dengan sedikit susah payah. Chanyeol hanya mengangguk, Kris membaringkannya di atas kasur.

"Ini dimana?"

Sebelum Kris menjawab, Chanyeol baru menyadari kalau ini adalah ruangan tidur milik Kris di rumah sakit. "Aku butuh jatahku."

Dan kedua pipi Chanyeol memerah. Dirinya mencoba menutupi seluruh wajahnya karena malu, Kris tertawa sambil melepaskan jas putihnya. Kemudian mengulurkan kedua tangannya, "Jangan menutupinya." Kris hanya ingin melihat wajah cantik Chanyeol menatap kearahnya.

"Tidak, hyung!" Chanyeol menggeleng cepat. Persis seperti anak kecil.

Tidak tahukah Kris, kalau Chanyeol benar-benar merasa malu?

"Aku ingin melihat wajah cantikmu saat aku memasukimu dan—"

"Damn it! Hyung! Dasar mesum!"

Kris tertawa, dan tangannya sungguh-sungguh menyingkirkan kedua telapak Chanyeol. Kris mendekat, mencium perlahan bibir pucat itu. Sebelum Chanyeol bisa bertindak lebih banyak lagi, Kris sudah maju lebih dekat dan melepaskan pakaian pasien milik Chanyeol. Menciumi setiap jengkal belakang telinga anak itu, membuat Chanyeol tidak bisa berhenti untuk mendesah dan mengerang samar.

"Hyungh..."

Chanyeol memegangi kedua pundak lebar milik Kris. Sedangkan Kris melepas seluruh pakaiannya.

"Chanyeol..." seru Kris pelan setelah mereka berdua telanjang. Seluruhnya terasa dingin, hanya terasa panas pada nafas mereka yang bersahut-sahut. Kris mendekatkan wajahnya kepada Chanyeol yang tepat berada di bawah kungkungannya. "Aku mencintaimu." Gumamnya. Melanjutkan ucapan yang terpotong.

Chanyeol mendesah merasakan kejantan Kris yang masuk perlahan, membuatnya ingin menangis tetapi tidak dengan menghentikan ini semua. "Hyung, AH!"

Chanyeol menjerit saat seluruhnya masuk. Rasanya masih sama, sangat perih. Chanyeol sungguh ingin menangis. "Shhh..." Kris mengusapi peluh Chanyeol. Mengecup keningnya, membiarkan dada Chanyeol yang naik-turun cepat karena nafas juga detak jantung yang berbalapan.

Chanyeol memejamkan kedua matanya, meringis kecil saat merasakan pergerakan di bawah. Suara-suara paha dalam yang bertabrakkan, dan kecipak basah karena Kris mengalihkan semua rasa sakitnya dengan mencium bibir Chanyeol agak kasar. Chanyeol rasanya tidak bisa bernafas.

Ritmenya masih sama. Kris tidak ingin menyakiti Chanyeol. Kris tidak ingin semua ini hanya seks, Kris tidak ingin seperti itu. Kris hanya menyukainya, bagaimana mereka berdua menyatu sangat dalam. Berpelukan, menciumi bibir dan setiap inci Chanyeol adalah miliknya. Tetapi yang menjadi favorit Chanyeol adalah terbangun dengan Kris yang memeluk dirinya. Menjadikan semua di antara mereka menjadi sangat hangat.

"Ahh.. ahh.. hyung!"

Chanyeol menjerit-jerit. Nafasnya berburu, Kris mengusap peluhnya lagi. Kris menatap Chanyeol dalam, meneruskan gerakan pinggulnya sambil mengecupi pelipis Chanyeol berkali-kali.

"AH!" Chanyeol keluar. Dan Kris menenggelamkan seluruh cairannya di lubang Chanyeol. Jauh, hingga tercecer sedikit diluar selangkangan Chanyeol.

"Aku mencintaimu."

Chanyeol mengangguk kecil. "Aku juga mencintaimu, hyung."

Kris turun, memeluk Chanyeol di samping anak itu. Keduanya tertidur sangat nyenyak.

.

.

Chanyeol tersadar karena lagi-lagi merasakan goncangan pada tubuhnya. Kris tengah menggendongnya. Chanyeol yakin ini sudah pagi, masih sangat pagi. Dan seluruh tubuhnya terasa pegal. Chanyeol berpikir yang semalam memang benar-benar terjadi. Oh, jangan ingatkan lagi... Anak itu menunduk dalam, tenggelam di dada Kris. Dan Kris merasakan pergerakan kepala Chanyeol.

Sang dokter hanya tersenyum. "Sudah bangun, hm?" Kris menunduk untuk mengecup puncak kepala Chanyeol. Meneruskan perjalanannya menuju kamar rawat Chanyeol.

Chanyeol hanya mengangguk. Beruntung lorong rumah sakit pagi ini masih sangat sepi. Jadi tidak ada yang menyaksikan mereka dalam posisi seperti ini. Kris tidak masalah akan hal itu, namun dirinya takut kalau orang-orang akan menudingnya sebagai dokter mal praktek atau pemerkosa pasien. Sungguh, tidak lucu.

Mereka tiba di kamar Chanyeol, Kris langsung menurunkan Chanyeol hingga berbaring secara perlahan di ranjangnya.

"Hyung?"

"Hm?" Kris mengusap kepala Chanyeol lembut. Chanyeol merasakan segala kontak fisiknya bersama Kris adalah suatu hal baru yang menyenangkan. Anak itu menyukainya.

"Temani aku disini..."

Kris tersenyum. "Baiklah..." Dan Kris memutuskan ikut berbaring di atas ranjang Chanyeol sambil memeluknya. Menunggui Chanyeol hingga terlelap lagi dalam tidurnya.

.

.

.

To Be Continued—

.

.

Or End?

.

.


Sorry ya kalau yang kemaren pada ngarepin NC hehe.. eonni pengen bikin ff ini berbuat NC tapi romantis. Gimana sih, walaupun kadang suka maksa wkkwkw. Tapi gapapa lah. Respon buat ff ini bikin eonni seneng. Kenapa banyak yg ngira orang ketiganya itu dr. Smith wkwkw itu Cuma respect chanyeol buat dia sebagai dokter barunya aja kok. Oiya masalah cabut infus itu Kris saking cemburunya liat Chanyeol ciuman sama Jongin. Dia marah wkwkwk. Buat yang belom review setelah baca, gapapa.. eonni tau rasanya males review wkwkw. Langsung aja...


Thanks To:

[egatoti] [XOXO KimCloud] [XiuNiiChan] [AprilianyArdeta] [KaiMinHun] [Babydeer940412] [Guest1] [Nanda] [oktaviarita rosita] [RarasAsti] [PurpleGyu] [azurradeva] [Black Kim] [tyasWufan] [Chanbrakadabra] [pipid rahma] [tmarionlie] [HyuieYunnie] [winter park chanChan] [Fetty EXOL] [Galaxy YunJae] [Guest2] [cosmojewel] [parkwu] [bublegum] [Guest 3] [fienyeol] [Ftafsih] [KaiNieris] [exochanxi1] [Nyssa Hunhan] [Kim Chan Min] [lingling pandabear] [pocky bana stick] [yeollyana]


Wanna give me some reviews?


Kalo ada yang reviews di chapter kemaren tapi ga kesebut bilang ya...