Tolong dimaafkan ya atas ketelatan author, tenang fic ini masih akan lanjut sampai tamat kok walaupun author sendiri masih belum melihat ujungnya. Hehehehe

Chapter ini special super longggggggggggggggggggggg chapter untuk menutupi keterlambatan author

Chapter 13 I HATE YOU !

Canggung itu adalah perasaan naruto saat ini, seorang pemuda yang tampan dengan rambut aneh mencuat keatas duduk di depan naruto sambil memainkan hpnya. Mukanya kelihatan sangat bosan. Entah dosa apa naruto di masa lampau sehingga takdir mempertemukannya dengan si teme pantat ayam itu. "Ano, hmmmm namaku naruto salam kenal." Ujar naruto dengan sopan bagaimana pun juga ini adalah perkerjaan naruto harus bersikap profesional.

"Hn" mata naruto berkedut, tanda perempatan merah tampak didahi naruto. 'teme, apakah kau sebegitu malasnya berbicara kau sudah seperti shikamaru saja'. Kata naruto dalam hati. Suasana malam itu terasa begitu berat. Naruto tidak tahu harus berbicara apa, biasanya fansnya lah yang memberikan sejuta pertanyaan padanya.

"Ehem, Uchiha.. sasuke san ya kan...?" walaupun naruto tahu namanya, naruto harus berpura pura tidak mengenal sasuke. " Sasuke san (blewwwhhh san. Sannnnn. kenapa aku harus memanggil sasuke dengan akhiran san...nooooo) apakah anda juga adalah salah satu penggemar saya" naruto mencoba memulai pembicaraan. Mata sasuke yang tadinya terus tertuju pada hp, mulai mengalihkan perhatiaanya pada naruto. Mata onixnya yang tajam menatap lurus mata saphir naruto ." Hn" sasuke bergumam lalu melanjutkan memainkan hpnya. Batas kesabaran naruto sudah habis. Ada 3 perempatan merah menghiasa kepalanya, ' dia pikir dia siapa. Kalau bukan fans jangan datang kemari, TEME!' ingin rasanya naruto berteriak sekencang kencangnya dan menendang sasuke keluar.

' Liat saja aku tidak akan kalah darimu, teme" semangat naruto. Naruto bangun dari tempat duduknya dan diam diam mendatangi tempat duduk sasuke, penasaran apa yang membuat sasuke tampak begitu sibuk. Naruto mengintip dari balik pundak sasuke, tampaknya sasuke sedang mengirim pesan kepada seseorang. Sasuke tampak terhenti sebentar wajahnya sedikit memerah dan kembali mengetik pesan dilayar hpnya. Tiba tiba raut wajah sasuke menunjukkan bahwa ia baru menyadari sesuatu dan dalam sekejap raut mukanya berubah menjadi kesal. Dengan cepat dan kasar sasuke kembali mengetik pesan di hpnya.

"Apakah dia adalah kakakmu?" tanya naruto ketika ia melihat nama di dalam box kepada: Uchiha Itachi. Naruto menyadari tangan sasuke tampak menegang."Uchiha san?" naruto memanggil sasuke "Hn". 'Apa dia marah karena aku mengintipnya mengirim pesan' naruto bertanya dalam hati mulai merasa bersalah karena tidak menghormati privasi sasuke.' Tapi kan itu salahnya sendiri kenapa dia asik main sendiri, ketika ada wanita cantik disampingnya' naruto menggembungkan pipinya."Uchiha san" naruto dengan lembut memegang tangan sasuke yang sedang memegang hp " Apakah makan malam dengan saya sebegitu membosankannya?" tanya naruto sambil mengeluarkan jurus puppy eyes no jutsu andalannya. Walaupun hanya sekejap naruto bisa merasakan tangan sasuke menegang dan mengeluarkan keringat dingin, wajahnya memerah seperti tomat rebus " Uchiha san apakah anda sedang sakit?" tanya naruto dengan nada khawatir. Naruto menempelkan dahinya ke dahi sasuke untuk memeriksa suhu badannya. Naruto tampak terkejut ketika sasuke tiba tiba kehilangan kesadarannya dan ambruk ke lantai " To=tolllooonngggg... ma-ma-ma- MANAGERRRRRRRR!" teriak naruto memanggil pertolongan

Sasuke Pov

'yesyesyesyesyesyesyesyesyesyesyesyesyesyesyes. Tidak pernah sebelumnya aku merasakan betapa beruntungnya aku dilahirkan di keluarga yang kaya yang bisa melakukan apas aja dibelakang panggung' sasuke tertawa seperti raja iblis dalam hati. Ia sangat bersyukur mempunyai kakak yang begitu licik dan manipulative yang bisa mendapatkan tiket makan malam bersama naruto pujaan hatinya.

Saat ini sasuke sedang sibuk membalas sms menyebalkan kakaknya yang sedang meminta imbalan yang setimpal dengan kata kata yang menyebalkan

"Sasuke chan aku nantikan imbalannya lho"

"hn"

" Aduh adikku dingin sekali sih"

"hn"

"malam ini naruto chan cantik ya seperti malaikat dengan gaun putihnya"

"h-hn"

"Tu-tunggu dulu! Darimana kau tahu naruto chan memakai gaun putih malam ini!" aku dengan kesalnya membalas sms si keriput sialan itu

"Apakah dia adalah kakakmu?" suara lembut itu membuyarkan lamunanku dalam sekejap, ' narutoadadisampingku narutoadadisampingku narutoadadisampingku narutoadadisampingku narutoadadisampingku 10x ' pikiran sasuke sudah naik ke surga tingkat ke 5 sebelum naik level selanjut naruto kembali memanggil sasuke ke bumi " Sasuke san?". "Hn" ' naruto chan is so cute aku berusaha keras menyembunyikan wajahku yang hampir merah melihat naruto memiringkan kepalanya dengan wajah imutnya. Ahhhh kalau saja naruto chan akan selalu berada disampingku aku akan kembali ke konoha dan melupakan balas dendamku kepada si keriput yang telah membunuh seluruh klan uchiha...eh, lho kok jadi ke fanfic sebelah...ehem,

Sentuhan halus pada tangan kanannya mengagetkannya " Apakah ia adalah kakakmu?" naruto memegang tangan sasuke dengan lembut membuat jantungku berdegup dengan kencang, saat ini wajah naruto sangat dekat dengan wajahku 'OHMYGOD OHMYGOD OHMYGOD OHMYGOD OHMYGOD'. "Apakah makan malam dengan saya begitu membosankan?" tanya naruto, dengan sekejap aku membalikkan muka ku karena ingin menyangkal dugaan naruto, tanpa aku sadari wajahku hanya berjarak satu inchi dari wajah naruto. Aku bisa merasakan wajahku merah padam seperti kepiting rebus, naruto tidak menyadari penderitaan batinku, ia memegang wajahku dengan lembut dan dengan wajahnya yang kelihatan khawatir ia menempelkan dahinya " Uchiha san, apakah anda sedang sakit?" semua aliran darahku naik ke atas kepala, pikiranku sudah overload. Perlahan lahan aku kehilangan kesadaran, tapi aku masih bisa melihat dan mendengar suara teriakan naruto dan wajahnya yang cantik tampak sangat mengkhawatirkanku, sebelum aku kehilangan kesadaran sepenuhnya yang terakhir kali aku lihat adalah genangan air mata di mata birunya...

'Ah... itu adalah penyesalan terakhirku...'

Hari selasa (dua hari setelah konser) masih sasuke pov

Sikeriput sialan itu masih saja menertawakan kemalangan ku dua hari yang lalu, awas saja kalau dia menceritakan kejadian aku pingsan pada ayah. "Uchiha tidak pernah pingsan" pasti itu yang akan ayah katakan, keluarga uchiha adalah keluarga terpandang yang terkenal karena tiga hal : Kekayaannya, ketampanannya, dan personalitynya yang selalu dingin. Kalau ayah sampai tahu aku pingsan bisa bisa aku jadi bahan cemooh ayah

Dengan malas aku mengganti baju piyamaku dengan baju seragam sekolah, tidak ingin bertemu dengan si keriput sialan itu aku bangun pagi pagi dan menuju dapur untuk melihat apakah masih ada makanan sisa dari tadi malam. Sialnya tampaknya si keriput dan teman temannya sudah menghabiskan sisa makan malam kemarin. Dengan perut keroncongan aku menuju sekolah dengan supir pribadiku

Sekolah masih tampak kosong, aku melirik jam tangan rolexku jam 06.30. aku berjalan menuju kelasku yang berada di ujung koridor aku tidak berpikir bahwa ada murid yang mau datang sepagi ini, dengan seenaknya aku membuka pintu kelas. Angin musim semi bertiup dengan kencang, bunga sakura baru saja bermekaran, beberapa helai bunga sakura yang berbunga ditaman masuk ke kelas dari jendela yang terbuka membuatku terpaku. Aku bersumpah dalam sekejap aku melihat sosok cantik Namikaze Naruto dikelas dengan uraian rambut pirangnya dan mata biru yang selalu menghantuiku sejak kemarin. Tapi tampaknya aku harus kecewa bahwa yang aku lihat sekarang memang naruto tetapi naruto yang berbeda. Rambutnya tampak kusut seperti tidak disisir tadi pagi, hampir sebagian wajahnya tertutup kacamata botol yang tebal."Apa yang kau lihat teme! Tidak pernah liat wanita canti apa!". Ingin sekali aku memutar bola mataku "Hn, apa perlu aku bawa kaca kemari untuk melihat wajahmu yang buruk rupa" jawabku dengan sinis. "Apa katamu teme!" naruto menghentak hentakan kakinya kelantai." Hn, kau seperti monster jika kau marah... dobe" jawabku samping tersenyum meledek. Walaupun aku tidak bisa melihat keseluruhan wajanya tetapi aku bisa melihat bahwa naruto sudah seperti gunung volcano yang siap meledak kapan saja. Tidak ingin berurusan lebih lanjut dengan si dobe itu aku membalikkan badanku keluar dari kelas "Mau kemana kau teme!" sahut naruto" Hn, bukan urusan mu dobe" jawabku singkat. " UUUUUURRRGGGGHHHH TEEEEEMMMMEEEEE!" bahkan dari koridor sekolah aku masih bisa mendengar teriakan fruatasi dari naruto" aku tersenyum senang dalam hati, entah mengapa aku merasa sangat puas menggangu si dobe itu. Apalagi kalau si dobe itu sampai marah dan menggembungkan pipinya ia kelihatan seperti tupai yang sedang menyembunyikan makanan dipipinya ia sangatlah imu... langkahku terhenti sejenak pikiranku mulai loading seakan akan menyadari apa yang aku pikirkan tadi. Aku sama sekali tidak berpikir bahwa si dobe itu im...im..imu... NOOOOOOOOOO!. Aku mengacak acak rambutku. Ini semua gara gara kejadian dua hari yang lalu membuat pikiranku jadi error, iya aku harus melakukan sesuatu sebelum aku jadi gila dan berpikir bahwa si dobe itu imut, lucu dan menggemaskan...eh?...hah?...

07.30

Ketika shikamaru, kiba dan neji datang kesekolah pagi itu mereka dikagetkan oleh sasuke yang sepertinya sedang menjedotkan kepalanya ketembok berkali kali dengan aura gelap disekitarnya. Neji sebagai satu satunya sahabat sasuke menepuk pundak sasuke dengan pelan "Ada apa sas?" tanya neji. "Tampaknya pikiranku sekarang sedang korslet" sasuke berbisik dengan nada penuh dengan keputus asaan. Neji yang tidak tahu apa yang terjadi melipat tangannya dan berpikir sejenak. "Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi intinya kau perlu sesuatu yang bisa melampiaskan stressmu kan?" tanya neji sambil memegang pundak sasuke. " Bagaimana kalau kita kerjai anak kampungan itu, kata neji sambil menunjuk pada naruto yang sedang tertawa bersama hinata. "Hn, ide bagus" sasuke tampaknya sudah kemballi menjadi sasuke yang biasanya" kita buat si nerd itu menyadari tempatnya"

Siang itu seperti biasa naruto tidur di kelas, para guru sudah menyerah membangunkan naruto. Naruto kalau sudah tidur itu susah sekali dibangunkan, satu satunya yang bisa membuat naruto terbangun dari tidurnya adalah bel istirahat sekolah dan bel pulang sekolah. Setelah bel berbunyi naruto buru buru menuju kantin untuk membeli ramen kesukaannya tiada hari tanpa ramen adalah motto naruto sejak dulu. Ditemani oleh hinata dan shikamaru( lebih tepatnya shikamaru diseret oleh naruto kekantin) naruto dengan semangat memesan semangkuk ramen porsi jumbo. "Naru chan, tidak sehat kalau makan ramen melulu" tegur hinata. "Tapi hinata chan, ramen adalah makanan yang diberikan para dewa dari surga untuk kita manusia" ceramah naruto sambil menyeruput ramennya.

"Merepotkan" shikamaru dengan malas kembali tertidur dimeja makan kantin "Oi, shikamaru jangan tidur melulu emangnya kamu tidak mau makan?" tanya naruto." Sudah biarkan saja dia naru chan" chouji tampak mengunyah keripiknya dengan lahap. " Nanti kalau dia lapar juga pasti ia akan makan...walaupun"."merepotkan" naruto, kiba dan chouji menambahkan bersama sama, tampaknya mereka sudah hapal betul kebiasaan shikamaru. "Urrgh merepotkan" tambah shikamaru yang tidak bisa tidur karena naruto dan kiba tertawa terbahak bahak.

Bel tanda bahwa isirahat sudah selesai berbunyi naruto yang sudah sampai mangkuk ke 5 buru buru menghabiskan ramennya, bersama sama dengan teman temannya naruto berlari menuju kelas. Ketika naruto sampai dikelas semua penghuni kelas tampak melihat naruto dengan tatapan aneh dan berbisik bisik

"Kasihan ya, anak itu"

"tapi itu salahnya sendiri mencari gara gara dengan uchiha sasuke"

" biar si kampungan itu menyadari tempatnya di sekolah ini"

" rasakan dasar gadis kampung"

Teman teman naruto menyadari ada sesuatu yang tidak mengenakan terjadi dikelas ini ketika mereka pergi makan dikantin. Naruto yang emang dasarnya sangat tidak peka melanggang menuju mejanya yang berada di dekat jende... eh naruto mondar mandir celingak celinguk ke kiri dan ke kanan. Tetapi ia tetap tidak menemukan meja dan kursinya, jangankan meja dan kursinya, tas dan buku buku pelajarannya juga ikut lenyap. 'ufo?' pikir naruto. " Hei! Kalian kemanakan meja dan tas naruto?!" kiba menggebrak mejanya dengan keras mukanya merah karena marah. Shikamaru yang tadinya masih bermuka malas menyipitkan matanya " Apakah kelas ini kelas barbarian? Sampai kalian melakukan hal yang sangat memalukan seperti ini?" tanya shikamaru. Tampaknya pikiran naruto masih loading tidak menyadari apa yang terjadi. Hinata yang menyadari temannya yang entah tidak sensitif atau terlalu polos mendatangi naruto" n-naruto chan m-mereka m-menyembunyikan m-meja dan t-as mu lho" mulut naruto berbentuk o seperti baru menyadari sesuatu naruto menepukan kepalan tangan kirinya ke telapak tangan kanannya " Oh...APAAAAAAAAA, DIMANA BARANG BARANG KU SIALLAAAAANNNNN" teriak naruto membuat seluruh kelas jadi sweatdrop 'serius baru sadar sekarang'. Teman teman naruto hanya bisa menghela napas melihat naruto yang sangat lambat menyadari keaadaan

" Sedang apa kalian ayo duduk!" teriak mizuki sensei yang baru masuk kelas. Anak anak buru buru menuju bangku dan kursi masing masing." Ada apa uzumaki naruto san, ayo cepat duduk pelajaran mau dimulai" naruto mengaruk garukan kepalanya " Tapi sensei meja dan bangku ku hilang" jawab naruto jujur " Ya sudah, duduk dilantai saja" jawab mizuki dengan cepat. " Oke" naruto duduk bersila dilantai murid satu kelas tertawa kecil ketika melihat naruto seorang duduk bersila di lantai. Otak shikamaru yang cerda berpikir dengan cepat, jawaban mizuki sensei sangatlah aneh. Seharusnya mizuki sensei akan meminta bangku dan kursi baru dari gudang tapi ia malah meminta naruto untuk duduk dilantai. Tidak suka dengan perlakuan mizuki sensei shikamaru yang pemalas pun tidak tinggal diam melihat temannya ditindah... walaupun sepertinya naruto tidak menyadari itu

"Sensei aku akan mengambil kursi dan bangku cadangan di gudang" sahut shikamaru." Eh, ap..." tidak membiarkan mizuki sensei menjawab kiba menambahkan " Sensei aku akan membantu shikamaru. Tanpa mendengarkan persetujuan mizuki sensei mereka berdua keluar kelas untuk mengambil meja baru dari gudang. Seluruh kelas berbisik bisik

"Berani sekali mereka menentang sasuke sama"

" apakah mereka tidak malu berteman dengan orang miskin"

"Sensei aku akan melihat shikamaru dan kiba kun" kata sasuke sambil berdiri. "Eh, a-ah silakan sasuke kun" sasuke membungkukan badannya dan menyusul shikamaru dan kiba

Sementara itu shikamaru dan kiba berjalan menuju gudang dibelakang sekolah, selama perjalanan kiba mengumpat dan mengutuk teman sekelasnya yang berpikiran sempit" Kiba, kau coba lihat tempat pembakaran sampah disekolah, apakah tas naruto ada di situ" kata shikamaru sambil melihat jam tangannya." Tukang bersih bersih sekolah akan membakar sampah sekitar 15 menit lagi, sebelum itu aku ingin kau memeriksanya dulu" perintah shikamaru " Siap bos" salut kiba dengan gaya prajurit. Shikamaru meminjam kunci gudang dan memilih meja dan kursi yang masih bagus "

" Aku yakin dengan otakmu yang cerdas, kau tahu kau sedang berhadapan dengan siapa" shikamaru tidak tampak terkejut sedikit pun tangannya masih melilah milah meja dan kursi " Tentu saja di sekolah ini hanya satu orang yang sanggup mempengaruhi murid dan guru ... Sasuke uchiha san" shikamaru menyebut nama sasuke dengan nada yang mengejek " Hn, apa bagusnya gadis kampungan itu. Sudah miskin jelek lagi tidak ada untungnya kau melindunginya" kata sasuke dengan sinis." Mungkin memang benar naruto san tidak sekaya dan seberuntung kita, tetapi saya tidak sependapat dengan anda bahwa naruto adalah gadis yang jelek. Malahan menurut saya naruto adalah gadis yang paling cantik dikelas... ah tidak mungkin seluruh sekolah". "Hn, apa matamu buta apa yang bagus dari gadis kampungan itu!" nada sasuke meninggi tanpa ia sadari, tetapi tidak ada yang luput dari pengamatan shikamaru. Shikamaru menaikkan alisnya, lalu dengan wajah jahil shikamaru melanjutkan " Hmm, tapi menurutku naruto lebih cantik dariipada gadis gadis merepotkan dikelas. Hmmm mungkin aku akan memintanya menjadi pacarku" mata sasuke menjadi gelap pikirannya seperti kaset kusut kata kata terakhir shikamaru membuat pikirannya menjadi error. Reflek sasuke mencengkram kerah baju shikamaru "Uchiha san menurut saya anda tidak bisa ikut campur dengan siapa saya akan berpacaran" sasuke mengertakan giginya napasnya memburu perasaan amarah dan perassan lainnya yang ia tidak kenali bergejolak dalam dadanya. Shikamaru menghela napas dan menepis tangan sasuke yang mencengkram kerah bajunya " Menurut saya anda seperti anak kecil" shikamaru membetulkan dasinya "Apa katamu!" geram sasuke. Lagi lagi shikamaru menghela napas dan menggeleng gelengkan kepalanya " Sebaiknya anda tidak melakukan sesuatu yang akan membuat anda menyesal uchiha san" itu adalah kata kata terakhir shikamaru sebelum meninggalkan sasuke sendirian di gudang

" Shikamaru! Lihat apa yang aku temukan di tempat sampah sekolah" teriak kiba sambil menenteng tas merah dengan corak rubah di tangannya" Sudah aku duga, sudah besar tetapi masih berpikir seperti anak tk" kata shikamaru. Kiba memiringkan kepalanya "Siapa?". "Uchiha sasuke" balas shikamaru." Ehhhh uchiha san, apa yang membuatmu ia bertindak seperti anak kecil shikamaru" tanya kiba penasaran

"Yah, kan cuman anak kecil yang menjahili gadis yang ia sukai untuk menarik perhatiannya" bisik shikamaru." Hah apa yang kau katakan shikamaru, aku tidak dengar" tanya kiba. "Sudahlah ayo kembali ke kelas naruto pasti sudah menunggu. Tampaknya mereka cukup lama di gudang dan ketika mereka kembali, sudah jam istirahat ke 2

"Shi-ka-ma-ru, Kibaaaa!" teriak naruto saat mereka kembali ke kelas " Kalian lama sekali, aku kedinginan nih duduk di lantai, Hachuu!" naruto menggosok gosokan tangannya dinginnya ac sekolah tampaknya membuat naruto kedinginan. " Hah, mendoksei. Nih tas dan meja mu" shikamaru dan kiba memberikan tas dan meja baru untuk naruto. Mata biru naruto yang tersembunyi di balik kacamata tebal itu terbelak. Naruto berteriak senang "YAY! Kyuubi chan." Naruto memeluk tas merah miliknya dengan erat "Kyuubi chan?" tanya kiba. Naruto mengaduk aduk tasnya dan mengeluarkan boneka kecil rubah berekor sembilan miliknya dan menunjukkannya pada kiba dan shikamaru" ini kyuubi, binatang peliharaanku dirumah" sahut naruto dengan senang

Sasuke yang juga baru kembali dari gudang melihat naruto dan shikamaru sedang berbincang bincang dengan akrab, perasaan tidak mengenakan itu kembali bergemuruh dalam dadanya

"Arigatou shikamaru" walaupun tertutup oleh kacamata tebal senyum naruto yang manis masih bisa menghipnotis semua yang melihatnya. Shikamaru sempat terpana dan wajahnya memerah "M-mendoksei" shikamaru mengusap usap belakang lehernya. Sasuke menggebrak mejanya dengan keras kini semua perhatian tertuju padanya dengan wajah sangat kesal sasuke berjalan mendekati naruto dan merampas boneka kyuubi miliknya dan merobek kepala boneka itu "Dobe, sekolah ini dilarang membawa boneka" poni naruto menutupi wajah naruto. Sasuke yang baru saja menyadari apa yang diperbuatnya merasa bersalah" Do..." belum selesai sasuke menyelesaikan kalimatnya suara tamparan keras mengagetkan kelas

Sasuke bisa merasakan rasa sakit dipipinya, sasuke yang masih terkejut melihat sosok yang tadinya tegar seperti batu karang tampak rapuh dan gemetar, ingin rasanya ia memeluk sosok yang rapuh itu dalam sekejap sasuke mengingat apa yang terjadi 2 hari. Naruto mendongakkan wajahnya kacamatanya tidak bisa menyembunyikan air mata dimata saphirnya mengingatkan sasuke pada kejadian 2 hari yang lalu hanya saja air mata kali ini memeiliki arti yang berbeda. Air mata waktu itu sangat hangat tetapi kali ini air mata itu membuat hati sasuke sangat sakit dan perih

"I HATE YOU!..."