Lelaki itu melihat sekeliling dengan bingung, diantara rimbunnya pepohonan, banyak sekali kupu-kupu dan serangga yang sibuk berterbangan. Mereka memutar di atas kepalanya, seperti menari untuk kebaikan dan keberuntungan diri manusia aneh dibawah mereka. Merasa risih, Ia mengusir sekerumunan serangga itu, lalu mendekati danau. Refleksi buram yang tergambar pada air, memantulkan figur seorang pemuda berkulit kuning langsat dan rambut hitamnya yang sedikit acak-acakan. Kesal, Ia Menendang kerikil secara asal hingga masuk ke dalam air, menimbulkan riak, lalu mengerang kesakitan.

HETALIA AXIS POWERS

Hidekaz Himaruya

Pemuda itu lelah berlarian menembus hutan, ia dikejar oleh segerombolan orang asing membawa senjata, dari cara bicaranya mereka bukan orang yang bisa berbahasa inggris dan mereka berbicara menggunakan bahasa alien kepada dirinya! untung saja sedikit teknik bela diri dari mendiang ayah tirinya mampu menyelamatkan pemuda itu, untuk beberapa saat.

Ia menengok ke belakang, tidak ada siapapun. Syukurlah sepertinya mereka kehilangan jejak.

Garuda kembali berlari setelah meminum sedikit air danau tadi, tenggorokannya kering dan bajunya kotor ,sedikit sobek. Ia harus segera keluar dari hutan ini, dan sialnya ia tidak tahu ini dimana.

"Goed! handphoneku.." ia berteriak senang. Ketika hendak membuka GPS, tidak ada sinyal. "Sial!" ia mendengus, sebuah sobekan kertas kuning dengan tulisan rapi terjatuh dekat kakinya, Garuda meraih lalu membaca perlahan, demi tuhan siapa yang menyelipkan kertas lusuh ini?

telusuri jalan mobil, mereka takkan mengejarmu.

Ia lantas berlari menuju utara. Mencoba mengingat arah menuju jalan raya, siapa orang gila yang memasukkan kertas itu? dan bagaimana ia tahu? pasti ini jebakan ultraman! oke ngaco.

Hari mulai gelap, suara hewan malam terdengar bersahutan. Garuda mempercepat langkahnya, bukankah tadi ia sedang... sedang memarkiran sepedanya di halaman Universitas?

Tak lama berselang muncul seseorang berdiri dibalik pepohonan, tidak jauh hanya sepuluh kaki. Ia berambut cokelat dengan mengenakan jas bermerek mahal. Warna mata yang senada dengan dedaunan disekitarnya.

Lalu ia mengeluarkan handgun, mengarahkannya pada tengkuk Pemuda manis bernama Garuda Permana itu. Tapi sesuatu mengurungkan niatnya, orang itu kembali ke mobilnya tergesa-gesa lalu menderu dengan cepat. Seperti telah melihat sesosok hantu.

Gelap mulai terasa, Garuda sedikit kedinginan dan ketakutan. Ia tidak tahu dirinya berada di mana dan Telepon genggam sialan ini masih juga tidak ada sinyal. Plis deh, setidaknya di negara kecil ini masa tidak ada sinyal?

Langkah Garuda terhenti ketika ia menemukan bangunan besar, sebuah rumah, bukan. Sebuah bangunan menyerupai rumah mewah tapi ia yakin itu bukan rumah. Tempat itu sudah ditinggalkan dan ada truk terparkir disana!

tidak ada pilihan lain, ia harus segera berlindung atau berdiam diri disini dimakan harimau kelaparan, mana mau dia dijadikan makanan hewan buas, apalagi kalau beruang bunting ngidam manusia, iiih. Langkahnya dipercepat menyusuri gerbang, jelas terkunci. ia berniat memanjat pagar.

hup.

Kaki Garuda mendarat dengan mulus di atas rerumputan kering, "hmm.. pasti pernah terjadi kebakaran disini, tapi kenapa hanya disini yang terbakar?" gumamnya. Mobil truk itu pun seperti telah ditinggalkan lama, Garuda berlari lalu mencoba membuka pintu mobil, terkunci, tidak bisa dibuka. tetapi yang lebih menarik perhatiannya adalah, bangunan ini. Ia berjalan mendekati pintu utama, mencoba membukanya. Sama saja, semua terkunci rapat. Pemuda itu berpikir, mungkin disekitar sini ada lubang, atau jendela yang terbuka.

Ia menengok ke bangunan sebelah kanan, terdapat lubang besar seperti sumur berdiameter lebar, entahlah Garuda tidak yakin itu bekas pembuangan mayat atau apa. Ekor matanya menemukan tangga menuju lantai atas. Ya! sebuah tangga dan terdapat jendela tanpa kaca disampingnya.

Tanpa pikir panjang ia segera menaiki tangga lalu berhasil masuk ke dalam bangunan. Ruangan ini dipenuhi oleh debu dan sarang laba-laba, hah ruangan ini lebih besar daripada apartemennya. Tidak mungkin jika bangunan ini ditinggalkan abad 18, kata ayahnya dulu, komponen bangunan Abad ke 18 dan zaman sekarang berbeda walaupun bentuknya bisa menipu.

Tidak ada barang mewah, hanya kursi kayu patah, sebuah sofa rusak dan berbagai patung mini berdebu di tengah ruangan. Pintunya pun hanya tinggal atasnya saja, bawahannya terbelah. Benar-benar angker. Matanya mengangkap lukisan seorang perempuan berambut pirang tergantung di atas patung-patung mini. Ia menunduk sedih dengan memegang kotak antik. Rambutnya terurai panjang, mengenakan pakaian abad 18. Nah Garuda mulai merinding.

Hari mulai malam, Garuda tidak berniat menelusuri bangunan ini, dirinya terlalu pengecut untuk melenggang memeriksa luar ruangan. Ia memutuskan untuk duduk dibelakang sofa robek, menghadap jendela menunggu fajar datang. Sofa ini cukup untuk menyembunyikan tubuhnya yang mungil, eh ada lubang lebar tersembunyi disudutnya.

Perlahan kegelapan mulai menyerang dan ia mencoba untuk membuka kembali telepon genggam tidak berguna itu, memijit nomor darurat, seketika ia mencium bau busuk dan sesuatu berjalan menaiki tangga, seperti mendekati ruangan tempat Garuda berada.

Pemuda itu ketakutan, apa mungkin itu hantu? mana mungkin! cepat-cepat ia mematikan handphone dan membiarkan dirinya diselimuti kegelapan lagi.

Derap langkah kaki mulai terdengar keras, samar-samar terdengar suara seseorang mengobrol "bagaimana keamanan malam ini? kau seperti sudah tua saja!" suara itu terdengar berat "yaya sangat lucu. aku sudah melakukan apa kata para dokter, melepaskan semua anjing buas, 5 beruang kelaparan dan 14 pasukan. Dex berjaga di depan gerbang." jawabnya,

Garuda merinding, lalu melongok sedikit ke arah jendela. Benar saja, dibawah sinar rembulan ia menemukan seekor anjing besar berjaga, berputar-putar lalu berlari ke samping bangunan. Pemuda itu kembali bersembunyi lalu mencoba memeriksa telepon selulernya lagi, tetap tidak ada sinyal! Ia mengurungkan niat membanting benda itu lantas mengurangi kontras cahayanya, ia teringat sesuatu. Dirinya mengintip ke arah pintu lalu matanya menangkap kaki-kaki orang yang sedang tadi mengobrol. Mungkin ia bisa beramah tamah-meminta mereka mengantarkannya pulang-mengerjakan tugas dari dosen-lalu tidur lelap

namun,apa yang dilihatnya membungkam mulutnya, dengan bantuan secercah sinar lampu luar, ia membelalak tidak percaya. Ia melihat kaki-kaki itu berdiri tanpa celana maupun sepatu, kulitnya sedikit bersisik, dipenuhi darah dan.. tulang-tulang yang berdiri! bisa kau bayangkan itu? oh Tuhan, kalau kakinya saja sudah begitu bagaimana wajahnya?

Garuda hendak muntah, ternyata bau busuk itu berasal dari mereka, iya yakin melihat tulang! lalu terdengar suara gonggongan anjing mendekati mereka. "ada apa Dex?" suara pak tua itu mendekati anjing

"Dex bilang ia mencium bau manusia, pantas aku sempat mencium harum bau daging segar. Kau tahu apa artinya? saatnya makan malam. Dan ... aku mencium baunya dari ruangan ini"

Garuda menahan napas,

mati aku...


Sachertorteei :yo! terima kasih sudah berkenan membaca dan mereview, oh Antonio bukan main Character disini, yah... Bisa jadi ini organisasi kriminal dan memang benar bos besar ada disini, iya Antonio memang salah satu anggotanya, kalau Ivan... bisa jadi hehehe. terima kasih atas sarannya, unfortunately saya masih payah dalam bagian deskripsi, huh...

Sekali lagi terima kasih banyak buat Sachertorteei dan readers lain yg sempat sembaca disini, (membungkuk)

sebenarnya saya membuat ini hanya sebagai percobaan saja. maaf penggambaran latarnya orz

yeaah hidup manusia mati! *eh