Dreamer~

.

.

HyukBin Fanfiction

Fantasy, Drama

.

With a Jellyfish family

.

Twoshoot? Chaptered? Maybe.

.

A Story by DaeMinJae

.

.

Happy reading!

Sorry for bad! Typos! Gaje!

.

. Sebelumnya

.

Dan kini hari yang telah ditentukan Hongbin dan Sanghyuk untuk berangkat menuju gunung. Mereka berdua tidak membawa apa-apa. Dengan tangan kosong mereka berangka, tanpa rasa curiga ataupun takut sedikitpun.

Dari arah lain, tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian hitam dengan membawa sebuah pisau, dan menaiki sebuah kuda datang menuju gubuk yang ditempati Sanghyuk dan Hongbin.

Ia membuka pintu gubuk itu, dan menengok kedalam. Ia mengobrak abrik seluruh isi gubuk. Namun tidak ada apapun. Orang itu keluar dari gubuk.

"Sial.. mereka sudah berangkat!"

.

.

. Chapter II

.

"Hyung... apa kau tau benar jalan menuju sungai itu?"

Sanghyuk agak ragu dengan jalan yang ia lewati. Ia memandang sekitar dengan tatapan ingin muntah. Bagaimana bisa ada pohon yang berbuah tengkorak kepala.

Sanghyuk mencubit pipinya. Ia teringat perkataan noonanya.

"Cubit pipimu jika kau ingin bangun"

Sanghyuk mengerjap bingung. Ia merasakan sakit yang menjalar dari pipinya. Apa ini bukan mimpi?, Sanghyuk lupa-lupa ingat dengan kejadian dulu, ia pernah merasakan hal seperti ini. Tapi,

"Tentu, ini jalan tercepat..." Ujar Hongbin. Tangannya mengusap rambut Sanghyuk yang tertutup oleh topi rajut. Kemudian ia menarik tangan Sanghyuk untuk mempercepat jalan mereka. Feeling Hongbin tidak enak sekarang.

Sanghyuk menggerutu karena tangannya ditarik-tarik. Dapat dilihat dari pergelangan tangannya terdapat bekas kemerahan karena genggaman Hongbin yang terlalu kuat. Ia mempoutkan bibirnya dan mencoba untuk mengalihkan pandangannya dari Hongbin.

"Sanghyukie, ayolah jangan marah saat seperti ini... aku minta maaf" Hongbin sibuk membujuk Sanghyuk yang marah. Ia berkali-kali mengucapkan permintaan maaf.

Hati Sanghyuk mulai luluh mendengar permintaan maaf Hongbin. Tapi, ia gengsi untuk mengatakan 'iya'. Sanghyuk melipat tangannya didada, dan menutup matanya sebentar. Namun, kejadian ini sangat-sangat tak terduga.

Saat Sanghyuk membuka matanya tiba-tiba ada sebuah makhluk berwajah mirip dengan tayangan tv yang sering Sanghyuk itu menatap tajam Sanghyuk. Ia berteriak dan menerjang tubuh Hongbin. Mereka berdua terjatuh karena Hongbin tidak siap menopang tubuh Sanghyuk.

Bruk...

Hongbin kini berada dibawah tubuh Sanghyuk. Jarak antara mereka kurang dari 1 centi, kemungkinan jika mereka bergerak sedikit, sudah tidak ada jarak lagi.

Mereka berdua terdiam dengan wajah kaget, tak menyangka sama sekali akan seperti ini. Masing-masing tidak bisa mengontrol detak jantung mereka sendiri yang berdetak sangat cepat.

"Hei"

Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil. Sanghyuk dan Hongbin kaget, mereka bergerak. Dan apa yang terjadi? Mereka berciuman!. Entah virus apa yang memasuki tubuh Hongbin, bukannya melepas, tapi malah memperdalam ciuman mereka. Dan Sanghyuk sendiri? Ah, ia menutup matanya. Tidak memberontak sama sekali.

Orang yang tadi menyapa melotot kaget, mulutnya terbuka lebar. Wajahnya terlihat sangat idiot. Apalagi ditambah Hongbin melumat bibir itu. Air liurnya hampir menetes.

"Ehm, bisakah kalian melakukan ini saat tidak didepanku?" Ujar orang itu. Kini wajahnya berubah masam. Ia menatap tajam Hongbin dan Sanghyuk.

Sanghyuk sendiri langsung melepas tautan bibirnya dengan Hongbin saat mendengar teguran. Wajahnya merah padam. Bagaimana bisa aku berciuman dengan Hongbin hyung?

Dan Hongbin berdiri, ia mengusap tengkuknya gugup. Bagaimana bisa ia lepas kendali?

.

.

Setelah mereka berdua bisa menjelaskan apa yang terjadi kepada orang itu, Ravi namanya.

Ravi malah tertawa mendengarnya, ia tidak bisa berhenti tertawa melihat kedua wajah Hongbin dan Sanghyuk yang sudah memerah sempurna.

"Hongbin-ie, Sanghyuk-ie... Ayo kerumahku, aku ada sesuatu untuk kalian" Ajak Ravi, ia kini melangkah mendekati Hongbin dan Sanghyuk, ia menempatkan dirinya ditengah-tengah, diantara mereka. Ia merangkul keduanya dan tersenyum lebar.

.

.

.

.

.

Sampai dirumah Ravi.

Sanghyuk meneguk air liurnya, ia mencoba menyembunyikan rasa jijik akan rumah didepannya. Hongbin memegang jemari Sanghyuk. Hongbin tau Sanghyuk sekarang jijik dengan keadaan didepannya. Tapi bukankah kejadian seperti ini terjadi saat pertama kali?

Mereka berdua duduk dikursi ruang makan milik Ravi. Dimeja sudah terhidang berbagai makanan enak.

"Hongbin-ie kau tidak berubah sama sekali, masih tampan seperti kau kecil dulu." Ujar Ravi, dan ia mencubit pipi Hongbin. Ia membayangkan Hongbin kecil yang tersesat.

Hongbin kecil kini penuh dengan keringat, ia tadi hampir saja tertangkap oleh makhluk kecil yang ingin menangkapnya. Hongbin melihat sekilas bayangan sebuah rumah cukup apik. Ia berlari menuju rumah itu hanya untuk menanyakan arah kegunung.

Ia menggedok pintu rumah itu. Tidak ada panggilan sama sekali. Hongbin kini mencoba menggedok sambil berteriak, hingga akhirnya terdengar suara bising dari dalam rumah. Pintu terbuka, terlihat seorang laki-laki dengan baju acak-acakan.

"Ada apa?" Ujar orang itu, dia Ravi. Matanya masih setengah terpejam. Hongbin tersenyum.

"Hyung, beritahu arah jalan menuju gunung..." Ia memandang Ravi dengan wajah memelasnya. Namun Ravi menggeleng "Gunung itu terlalu berbahaya untuk anak kecil macam kau". Hongbin tersenyum kecut.

"Ish, yang menyuruhku itu Hakyeon hyung, kalau bukan dia mana aku mau hyung"

Ravi terkaget mendengar ucapan Hongbin. Hakyeon? N hyung? Tapi kenapa dia mau disebut Hakyeon lagi?. Ravi melangkah mendekati Hongbin. Ia memegang pundak Hongbin dengan kedua tangannya. Ia menghela nafasnya sebentar. Lalu ia mengangguk.

"Baiklah, akan aku beri tahu arahnya..." Ujar Ravi akhirnya. Ia menyuruh Hongbin masuk kerumahnya, dia menepuk kedua tangannya, menandakan ia menyuruh para pembantu mengambilkan kursi untuk Hongbin.

Ravi membuka sebuah kertas lusuh disana terlihat tempat-tempat yang berbentuk 3D. Ravi menunjukkan jalur menuju gunung. Mulai dari sini, sini, dan sini.

.

.

"Hongbin, seharusnya kau tidak menerima permintaan N hyung, dia sangat menyebalkan... dia sudah beberapa kali seperti ini, dan banyak sekali orang yang gagal dalam misi ini... hah, jika sudah seperti ini kau berhati-hatilah"

Ravi kini mengalihkan pandangannya pada Sanghyuk. Ia menatap Sanghyuk tajam. Dan yang ditatap hanya bergidik ngeri, sambil mengusap-usap lengannya yang merinding. Ravi sadar, bahwa Sanghyuk takut tatapan tajamnya. Jadi, ia melembutkan tatapannya dan tersenyum.

"Kau masih ingat aku Sanghyuk-ie?" Ravi berucap dengan nada yang lembut. Ia sangat menunggu jawaban dari Sanghyuk. Namun, hasilnya mengecewakan... Sanghyuk lupa padanya.

Hongbin yang melihat itu terdiam. Sanghyuk melupakan semua yang dulu terjadi disini, batinnya. Hongbin mencoba men-telepati pikirannya tersebut pada Ravi, kedua matanya tertutup, ia mencoba berkonsentrasi penuh.

Tak lama, wajah Ravi menjadi kaget. Ia lalu menghela nafasnya, dan menatap Hongbin dan mengangguk.

Mereka bertiga akhirnya bercengkrama hingga pintu rumah Ravi diketuk berulang kali. Ravi menyuruh Hongbin dan Sanghyuk keluar dari pintu belakang. Sebelumnya Ravi telah memberikan kue-kue khas dari G-World yang memiliki kekuatan magis tersendiri.

Oh iya, kita mendengar penjelasan tentang G-World dan isi-isinya sebentar.

G-World merupakan dunia mimpi yang dikumpulkan dari mimpi seluruh anak didunia. Kita tidak tahu, orang-orang yang hidup di G-World asli atau tidak.

Tempat pertama, Gunung yang bernama Fujisyoko. Gunung berapi yang tidak bisa mengeluarkan magmanya. Dan sebuah gunung yang memiliki rahasia tersendiri. Salah satunya sudah diketahui, terdapat sebuah mata air yang berwarna warni. Untuk mencapai gunung tersebut ada tiga tempat yang harus dilewati.

Pertama, Gonerivers. Dapat dilihat dari namanya, Gone itu hilang dan rivers itu sungai. Sudah pernah dijelaskan sebenarnya, dan ini yang lebih lengkapnya. Hilang, Sungai yang hilang itulah kutukannya. Tidak ada yang dapat melihat sungai itu. Tapi, siapa sangka sungai itu ternyata sangatlah deras. Sebenarnya juga ada jembatan tak terlihat. Hanya bisa terlihat jika diperintah penjaga sungai tersebut untuk terlihat. Ah, Sungai tersebut dijaga oleh laki-laki yang sangatlah dingin. Dari tatapan matanya yang tajam sudah membuat merinding. Banyak orang (seperti yang dibilang Ravi) yang gagal dibagian ini. Ada diantara mereka yang terperangkap oleh mantra pengikat dari penjaga itu.

Kedua, Goldiehood. Dari namanya pula, dapat diketahui apa isi dari tempat tersebut. Goldie adalah emas, dan Hood adalah hutan. Hutan yang berisi emas seluruhnya, larangan ditempat tersebut hanyalah 'Tidak boleh memegang apapun dihutan tersebut' atau kau akan dapat masalah. Hutan tersebut dijaga oleh perempuan manis yang melanggar peraturan tempat tersebut. Ia memegang salah satu ranting pohon disitu, dan tiba-tiba hilang. Dan disinilah dia sekarang.

Ketiga, Gumierock. Arti tempat tersebut Batu permen karet. Masih diambil dari namanya. Tempat ini tidak ada penjaganya memang. Tapi... batu tersebut memiliki kekuatan magis yang keluar tanpa diketahui. Tanpa dijelaskan bisa membayangkannya kan?

Oh ya~ satu lagi. Penjaga tersebut masih satu darah dengan orang yang menjadi pemain utama. Hongbin? Hyuk?

Back to story~

Ravi membuka pintu rumahnya tersebut. Terdapat laki-laki yang memakai baju hitam seperti yang mengobrak abrik gubuk yang ditempati Hongbin Sanghyuk. Laki-laki itu menatap tajam Ravi. Ravi berlagak tidak takut, untuk apa ia takut dengan orang yang berpangkat lebih rendah darinya?

"Kau tau dimana 2 orang manusia itu hah!" Orang itu bertanya. Namun nada bicaranya sama sekali tidak seperti bertanya, tapi marah?

Ravi meludah, ia menatap berani orang didepannya, "Memangnya kau siapa hah? Kau tidak perlu mencampuri urusan mereka... Apa kau tidak ingin dunia hina ini hilang?"

Orang itu menggeleng, tapi kemudian ia langsung tersenyum remeh, "Kau tidak tau aku? Cih.. Aku tidak akan pernah mematuhi perintah selain dari tuanku" dengan smirk yang mengerikan ia memegang kerah baju milik Ravi.

"Memangnya aku harus tau kau hah! Yang kutau kau pasti bawahan Rovin, kakak dari Rovix-nim" Ravi berdecak, ia sangat malas sebenarnya menanggapi masalah seperti ini. Dari dulu Hakyeon melatih orang untuk menghancurkan dunia ini, namun ternyata orang yang dilatihnya melupakan sesuatu yang sangat penting, hingga ada orang yang dapat mengambil sedikit air dari mata air warna-warni yang selalu penuh, tidak pernah tumpah dan berkurang. Disitulah jantung dari G-World.

.

.

.

.

Dilain tempat~

.

Hongbin dan Sanghyuk terus berlari tanpa tau arah. Mereka berdua berpegang tangan dengan erat. Hingga mereka menemukan cekungan memanjang yang agak dalam. Mereka berdua berhenti berlari dan saling berpandang.

"Gonerivers.." Ucap mereka berdua dengan pelan. Dan melangkah pelan menuju cekungan itu. Belum sempat mereka berdua melompat, pundak mereka dipegang seseorang.

"Kalian ingin mati eoh?" Orang yang memegang pundak mereka itu mengomel. Keduanya cengo mendengarnya. Dia siapa?.

Hongbin terdiam saat orang itu menampakan wajahnya. Sepertinya ia mengenalnya? Siapa? Jung... argh siapa sih?

Orang itu bergaya dengan cool. Dan memperkenalkan dirinya dengan sebuah senyuman yang mengerikan.

"Kenalkan.. aku Leo, penjaga Gonerivers, senang bertemu kalian" Ujarnya. Kalian tau? Sanghyuk merinding mendengarnya. Dari semua setan yang ia jumpai ditv, ini yang paling menyeramkan. Walaupun didepannya memang bukan setan.

Penjaga bernama Leo itu berjalan kearah Hongbin. Sanghyuk yang disebelah Hongbin melangkahkan kakinya kebelakang seiring dengan langkah Leo. Leo memegang pundak Hongbin. Dan kembali tersenyum. Hongbin langsung merinding saat pundaknya dipegang

"Bean, do you remember me?" Ujar Leo. Sanghyuk menangkap sebuah tatapan sendu dibalik mata Leo. Seperti sebuah keinginan? Sanghyuk tak mengerti. Lain dengan Hongbin, ia tengah sibuk mengingat nama orang yang pernah ia temui sebelumnya. Hingga…

Tiba tiba dari telapak tangan Leo muncul sebuah persegi agak transparan. Mirip dengan telegram. Hongbin kehilangan kata kata melihat itu. Ia ingat, sekarang ia ingat siapa orang didepannya. Orang yang dulu menjadi hyung yang sangat menyayanginya.

"A-apa kau Taekwoon hyung? Kalau benar, kenapa namamu Leo disini?"

Leo mengangguk, ada rasa senang dihatinya Hongbin mengingatnya. Hongbin terkejut. Ia memandang orang didepannya dengan tatapan 'Bukankah Taekwoon hyung hilang saat sedang kemah musim panas?'. Lalu kenapa dia mengaku dirinya itu adalah Taekwoon?. Mengerti tatapan Hongbin tanpa ada kata sedikitpun sebuah video pendek yang agak buram terputar dari telegram tangan Leo.

Hongbin kecil tengah berjalan ditengah tengah dua orang remaja. Yang satu perempuan, yang satu laki laki. Mereka tengah berjalan digelapnya malam. Diiringi suara dari burung hantu dan para jangkrik melengkapi suasana malam itu. Suasana mencekam. Remaja laki laki itu mulai berjaga jaga. Ia melihat kesana dan kesini, mencari apakah ada yang mengintai mereka. Hingga sepasang mata merah itu menatap tajam remaja itu, tatapan penuh kebencian. Remaja itu merasa dirinya dan kedua orang disampingnya sudah tidak aman. Memang dari awal perjalanan ini sudah sangat tidak aman. Berbahaya.

Dari tatapan itu remaja itu menyimpulkan orang ataupun makhluk yang bermata merah tadi ingin membunuh salah satu dari dirinya atu kedua orang disampingnya.

Remaja itu melangkahkan kakinya lebih cepat dari keduanya. Ia berbalik. Dan ia merentangkan tangannya. Menghalangi jalan dua orang didepannya. Ia menunduk, dan menghela nafasnya.

"Hwany, Bean… kita dalam bahaya se- emph-" Belum selesai Remaja itu menyelesaikan perkataannya, mulutnya dibekap dari belakang. Tubuhnya melemas. Ada sebuah obat yang membuat dirinya tidak bisa melawan sama sekali. Orang yang membekap remaja itu langsung pergi berlari dengan cepat seperti menembus sebuah awan.

Hongbin dan si remaja perempuan terdiam. Mencerna kejadian yang berlalu dengan cepat. Sungguh sangat tidak dapat dipercaya. Tanpa berfikir lagi mereka berdua berlari dengan cepat juga mengikuti arah yang dilewati orang yang menangkap remaja laki laki. Remaja laki laki itu, adalah Taekwoon atau bisa disebut Leo.

Sial! Mereka kehilangan jejak. Remaja perempuan yang dipanggil Hwany oleh Leo itu berdiam diri sejenak. Ia menetapkan dirinya untuk berlari kearah utara sesuai dengan hati nuraninya. Kali ini Hongbin hanya bisa mengikuti arah dari Hwany. Noonanya. Ia tidak mengerti sama sekali dengan kejadian ini. Karena ia masih kecil?

Mereka menembus semak semak yang menutupi jalan keduanya. Langkah mereka melambat seiring dengan itu didepan mereka terdapat Leo yang diikat dengan tali dengan kencang, tulangnya bisa saja patah jika bergerak sesenti. Leo dibaringkan didepan sebuah lubang. Ah tidak, lebih mirip dengan sungai yang kehilangan isinya. Hwany meneteskan air matanya melihat itu. Tak sanggup seorang yang sangat berharga bagi hidupnya selama ini. Yang menemaninya setiap hari tanpa rasa marah sedikitpun. Dan yang mengisi hatinya, cinta pertamanya sekaligus kekasihnya.

Tubuh leo ditendang menuju lubang itu. Tanpa belas kasihan sama sekali. Dan tanpa disadari Hongbin melangkah mendekati orang itu. Dan mendorongnya menuju lubang. Seperti yang dilakukannya pada Leo. Hwany tercekat! Hongbin membuat dirinya dalam bahaya.

"Hwany? Lee Jaehwany? Dia noonaku?" Hongbin kembali tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Seingatnya memang noonanya menghilang bersamaan dengan hilangnya Taekwoon.

"ya, dia noonamu… kekasihku" Taekwoon berucap dengan nada lirih. Ia tampak sangat merindukan kekasihnya yang berhidung mancung itu. Sudah lama sekali tidak bertemu dengannya.

"Apakah dia juga terjebak disini?" Hongbin bertanya. Leo menggeleng tak tahu. Ia tidak tau kelanjutan perjalanan ketiganya setelah disini. Karena dirinya tidak ikut setelah dirinya jatuh disungai yang tak terlihat itu.

.

.

Leo kini menyuruh Hongbin dan Sanghyuk yang terlupakan tadi menyebrang dijembatan yang ia buat dengan mantra. Hanya satu menit. Dan jembatan itu akan hilang. Leo mengingatkan keduanya untuk tidak melihat kebelakan setelah ini.

Next, Goldiehood!

TBC!

Jae akhirnya update yey! Jae ribet sendiri mau nulis bagaimana soalnya beberapa hari lalu wpsnya ke unstll~ jadi ga bisa nulis dihp sudahlah..

Thanks to Panda Qingdao, HRYeon, Byul Hun.K, FTafsih, ChocoHyuk

Jae seneng banget kalian mau review~

Last word, Bisakah kalian review?