Dreamer
.
Hyukbin fanfic
Fantasy, drama
.
.
By DaeMinJae
.
.
Sorry for bad! Typo!
.
Happy reading!
Sebelumnya…
"Hwany? Lee Jaehwany? Dia noonaku?" Hongbin kembali tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Seingatnya memang noonanya menghilang bersamaan dengan hilangnya Taekwoon.
"ya, dia noonamu… kekasihku" Taekwoon berucap dengan nada lirih. Ia tampak sangat merindukan kekasihnya yang berhidung mancung itu. Sudah lama sekali tidak bertemu dengannya.
"Apakah dia juga terjebak disini?" Hongbin bertanya. Leo menggeleng tak tahu. Ia tidak tau kelanjutan perjalanan ketiganya setelah disini. Karena dirinya tidak ikut setelah dirinya jatuh disungai yang tak terlihat itu.
.
.
Leo kini menyuruh Hongbin dan Sanghyuk yang terlupakan tadi menyebrang dijembatan yang ia buat dengan mantra. Hanya satu menit. Dan jembatan itu akan hilang. Leo mengingatkan keduanya untuk tidak melihat kebelakang setelah ini.
Next, Goldiehood!
CHAPTER III
.
.
.
Hongbin dan Sanghyuk berlari melewati jembatan itu. Mereka berlari seakan akan ada yang mengejarnya. Namun, memang.. ada yang mengejar mereka. Tapi, masih dijauh tempat.
Sanghyuk menoleh kebelakang. Ia menatap Leo seakan akan bicara 'Terima kasih hyung'. Leo mengerti apa yang diucapkan Sanghyuk. Ia tersenyum dan melambaikan tangannya. Untungnya ini tidak membuat terjadinya sesuatu. Seperti ucapan Leo, 'jangan menoleh kebelakang'.
Hongbin dan Sanghyuk sampai diseberang. Mereka berdua berhenti sejenak sambil menatap jembatan yang mulai pudar tersebut.
"Hyung, kau tau ini kali pertamanya Leo hyung tersenyum kepadaku-" Sanghyuk berucap tanpa melihat wajah Hongbin. Ia menghela nafasnya dan kembali berucap "Dan ini terlalu melelahkan hyung…".
Hongbin terdiam. Ia menatap Sanghyuk dengan pandangan bingung. "Bukankah ini pertemuan pertamamu dengannya? Dan pastinya ini pertama kalinya.. Dan aku juga merasakan sama halnya dengan dirimu…" Ujar Hongbin. Kini wajah bingungnya berubah menjadi raut ingin tertawa. Tapi Hongbin menahannya agar Sanghyuk tidak marah.
"Haha.. iya ya, kenapa aku tak terpikirkan seperti itu?" Sanghyuk tertawa hambar.
Suasana menjadi kaku. Keduanya terdiam, tidak ada yang mulai pembicaraan lagi.
Suara aneh terdengar, Waktu kalian tinggal sebentar… jangan berdiam diri.
Sontak mereka berdua berlari. Mereka berbada arah, Sanghyuk ke timur. Sedangkan Hongbin kebarat. Mereka terus berlari tanpa mengetahui bahwa mereka tepisah. Sanghyuk menoleh kebelakang, ia tak menemukan Hongbin. Langkah kakinya memelan. Ia kembali menoleh kebelakang.
Sanghyuk terduduk. Ia menunduk, "B-bagaimana aku bisa terpisah?". Sanghyuk menghela nafasnya. Matanya memejam. Ia mencoba menstransfer pikirannya ke Hongbin (berasa kayak di Naruto). Namun sayang, tidak bisa karena jaraknya mungkin terlalu jauh. Ia membuka matanya.
Sanghyuk meneteskan air matanya perlahan. Ia begitu takut, rasanya seperti waktu ia mengejar peri kecil bernama Hyoshin itu. Kepalanya pening.
Tiba-tiba sekelebat bayangan sebuah cerita yang seperti berjalan didepannya. Terlihat nyata, sangat nyata. Ia melihat dirinya sendiri saat kecil tengah berbincang dengan seorang wanita. Sanghyuk merasa kepalanya langsung sakit jika ia melihat wanita itu. Jadi ia mengalihkan pandangannya.
Ia memfokuskan pandangannya pada dirinya waktu kecil. Ia melihat bahwa bayangan dirinya berjalan menuju pintu gerbang yang tiba tiba saja ada didepannya. Padahal tadi tidak ada. Langkah demi langkah ia mengikuti bayangan dirinya masuk kedalam. ia kembali melihat bahwa dirinya menginjak batu batu yang ada disamping kiri dan kanan jalan. Tanpa ragu Sanghyuk juga mengikuti itu.
Sampailah Sanghyuk dihutan yang dikelilingi pepohonan emas. Semua emas, tanah, batang, daun, sampai serangga serangganya berwarna emas. Sanghyuk menatap takjub keajaiban didepannya. Ia melihat kedepan. Ia tertinggal jauh, dan untungnya ia masih bisa melihat bayangan dirinya.
"Apakah ini yang namanya goldiehood?" Sanghyuk membatin. Ia berlari mendekati bayangan dirinya. Kini dia sudah berada didekatnya. Sanghyuk mencoba merangkul dirinya saat masih kecil. Bisa! Tapi, dua detik kemudian bayangan itu malah menghilang. Dan kepala Sanghyuk kembali pening. Sekelebat bayang bayangan masa lalu Sanghyuk berputar putar dikepalanya. Sanghyuk memejamkan matanya, ia mencoba memahami kejadian kejadian yang ditampilkan dipikirannya.
Sanghyukie.. Sanghyukie.. Sanghyukie..
Suara yang memanggil, dan terus memanggil Sanghyuk dalam pikirannya itu membuat Sanghyuk tidak fokus. Ia mengenali suara itu, tapi siapa?. Sanghyuk membelalakkan matanya. I-ia ingat… itu suara, Hongbin.
Kepala Sanghyuk terus diputar kenangan masa kecilnya. Sanghyuk mengeluh kepalanya tambah pusing. Hampir saja Sanghyuk pingsan karena tak kuat menahan rasa sakitnya.
.
Other Side
.
Hongbin sudah berbalik arah ketimur. Perasaannya dari tadi tidak enak, setelah ia dan Sanghyuk terpisah. Ia berlari melesat mencari Sanghyuk. Dengan melewati jalan yang sudah ia lewati dulu dengan noonanya. Ia sangat hafal betul jalan ini.
Hongbin mendorong pintu transparan dari gerbang Goldiehood. Dan melangkahkan kakinya untuk menginjak batu batu sepinggir jalan setapak itu. Jumlah batu ada sepuluh. Jika kita terlewat atau menginjak dua kali maka sesuatu akan terjadi.
Hongbin langsung teringat akan noonanya saat ia sudah selesai menginjak batu terakhir. Suara noonanya yang dulu menasehatinya terdengar pelan ditelinga Hongbin.
Bean, jangan kau percaya akan sesuatu yang asing… jangan sampai okay…
Hongbin menghembuskan nafasnya. Ia menghadap kedepan tangannya mengepal. "Fighting bean! Jangan percaya okay!" Hongbin menyemangati dirinya sendiri. Ia kembali melangkahkan kakinya kedalam hutan tersebut.
Tidak lama Hongbin melangkah ia melihat Sanghyuk yang tengah duduk sambil tertunduk ditengah tengah jalan. Hongbin menghampirinya. Khawatir, itu satu satunya yang Hongbin rasakan untuk saat ini.
"Sanghyukie, kau tak apa?" Hongbin mencoba bertanya pada Sanghyuk. Tidak ada jawaban. Hongbin kembali mengulangi pertanyaannya. Dan Sanghyuk mendongak, menatap sayu Hongbin.
"A-aku… I-ingat" Ujar Sanghyuk. Dan tiba tiba saja Sanghyuk jatuh pingsan. Dan Hongbin reflek menahan kepala Sanghyuk agar tidak mengenai tanah.
.
.
Hongbin duduk ditengah jalan. Karena memang jarang ada yang lewat, kemungkinan tidak sama sekali. Diatas pahanya, kepala sanghyuk ia beringkan disitu. Ia mengusap usap kepala Sanghyuk, sayang.
Tak lama, Mata Sanghyuk mulai mengerjap, tanda ingin bangun. Hongbin tersenyum tipis melihatnya. Sanghyuk bergerak sedikit, dan bangun.
Saat matanya melihat wajah Hongbin, Sanghyuk langsung tersenyum, sayu.
"Sanghyukie, kau tetap pegang tanganku, jangan sampai terpisah dariku." ucap Hongbin dan Sanghyuk langsung memegang tangan Hongbin.
Mereka berdua memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Sesuai dengan suara yang mereka dengar diseberang sungai tadi. Waktu tidak banyak. Tinggal sedikit.
Mereka berjalan dan terpesona akan kilauan emas yang ada di Goldiehood ini. Dan mereka berjalan sesuai yang mereka ingat. Hongbin merasa De javu. Kejadian, dan tempatnya sama seperti dulu… Hongbin ingat betul.
"Hongbin hyung, kenapa disini semuanya emas?" Sanghyuk bertanya lalu menatap Hongbin dengan muka polosnya. Hongbin terkekeh kecil. Ia gemas melihat wajah Sanghyuk yang polos. Hongbin menggeleng tidak tau, ia bukan orang asli G-World jadi mana ia tau.
Mereka berjalan dengan tenangnya, sambil sesekali bersendang gurau. Hingga sebuah suara membuat mereka terdiam.
Peganglah sesuatu dari hutan ini… kalian akan mendapatkan sebuah kejutan.
Suara itu diakhiri dengan sebuah kekehan yang mengerikan. Terlihat seperti sebuah ancaman?
"Hyuk-ah, menurutmu ini aneh tidak?" tanya Hongbin. Sanghyuk hanya mengangguk meng-iyakan. Karena memang dari tadi semua yang terjadi aneh, sangat aneh.
Disaat mereka berdua berbincang tentang suara misterius tadi, ada seorang wanita menghampiri mereka. Wanita itu terlihat sangat cantik. Dengan rambut coklat sebahunya yang tergerai, dan dirinya terbalut kain berwarna emas selutut itu menambah kecantikannya. Hongbin dan Sanghyuk tidak menyadari kedatangan wanita itu.
" Jangan turuti perintah itu, atau kalian akan sepertiku." Wanita itu berguman, membuat Hongbin dan Sanghyuk terkaget. Mereka langsung menoleh dan Hongbin tambah terkejut melihat wanita di hadapannya itu. D-d-dia…
"Jaehwany noona?" ucap Hongbin tak percaya di depannya adalah noonanya yang menghilang selama ini. Wanita itu juga terlihat kaget saat melihat Hongbin. Tapi sayangnya wanita itu lupa dengan nama Hongbin.
"Kau tau nama asliku? Kau siapa?" Wanita itu kembali bertanya. Wajah Hongbin yang tadi terlihat berbinar langsung meredup. Noonanya tidak ingat masa lalunya.
Sanghyuk sudah tidak terlihat terkejut. Ia menatap wanita itu lekat lekat, menurutnya ia cantik, dan mirip dengan Hongbin. Tunggu, kenapa dia baru sadar kalau perempuan itu mirip Hongbin. Tapi tadi Hongbin menyebutkan 'Jaehwany noona' apa dia noonanya Hongbin?
"Hongbin hyung? Apa dia kakakmu hyung? Kekasih Leo hyung?" Sanghyuk langsung mencolek punggung Hongbin dan yang dicolek hanya mengganggukkan kepalanya.
Sanghyuk kini mengerti, ia kembali memandang wanita didepannya. Dan memberanikan dirinya untuk berbicara, "A-apa kau ingat Taekwoon? Taekwoon hyung?". Dengan gelengan dari wanita itu, Sanghyuk speechless. Orang didepannya tidak ingat sama sekali.
Akhirnya, Hongbin dan Sanghyuk menceritakan kejadian yang terjadi dahulu. Dan wanita itu –jahwany- mengangguk mengerti. Tapi ia masih bingung? Kenapa bisa lupa ingatan dia?... hah, itu rahasia…
Hongbin dan Sanghyuk sudah lega sekarang. Jaehwany sudah mulai agak ingat tentang masa lalunya.
Other Side
Orang berpakaian hitam itu kembali muncul, kini ia tengah berlari menuju tempat Leo, Gonerivers. Orang itu menggerutu, karena ia sudah ketinggalan jauh, karena basa basi tak penting dengan Ravi.
"Sialan, tak akan kubiarkan mereka berdua."
Tiba tiba Leo pun muncul di hadapannya. Leo menunjuk tepat diwajah orang itu dan tatapannya yang dingin seperti mengucapkan 'siapa kau'. Orang itu tidak menanggapi.
"Kemana mereka pergi?" bentak orang itu. Ck, bisanya membentak cih, batin Leo.
"Pikirlah dengan apa yang ada di kepalamu." jawab Leo lagi dengan tatapan sinis. Orang itu mendongak, dan ia menatap tajam Leo. Lalu ia meludah kearah Leo.
"Cih, beraninya kau padaku"
Leo terlihat emosi. Tidak pernah ada yang meludahinya selama ini. Dan ia sangat membenci ini.
"Yak.. memang kau siapa hah!" Leo membentak orang itu. Tangannya memukul kepala orang itu. Ia menghindar, refleknya terlalu hebat.
"Kau tak perlu tau siapa aku, Cepat buat jembatan itu"
Orang itu menyeringai dengan sinis. Ia tak takut dengan orang di hadapannya. Dia berjalan selangkah mendekati leo. Semakin lama semakin dekat. Ia menarik leher Leo dan berbisik ditelinganya.
"Atau kau tidak akan bertemu kekasihmu..." Ucapnya pelan lalu menarik kepalanya dan tersenyum sinis. Leo merinding mendengarnya. Ancaman begitu aneh, tapi Leo menurutinya. Ia memejamkan mata dan membacakan sebuah mantra. Kini jembatan itu semakin lama semakin terlihat jelas. Orang itu langsung berjalan kearah jembatan itu. Saat langkah pertama jembatan itu biasa saja, kemudian, langkah selanjutnya. Jembatan itu hilang selama kurang dari satu detik. Orang itu belum sempat bergerak, terjatuh dalam jurang yang berisi air tak terlihat.
Terdengar suara "Jangan pernah meremehkan aku... kau akan tau balasannya!". Leo tertawa dalam hati. Ia tak akan pernah percaya dengan perkataan orang itu.
Setelah mereka bercengkrama mengenai masa lalu, Sanghyuk dikacangin. Jadi ia hanya mendengar percakapan kakak beradik dihadapannya, lalu ia bertanya, "Bagaimana caranya keluar dari sini?"
Wanita itu menoleh, ia menatap Sanghyuk dan Hongbin bergantian. "Kalian ingin pergi?". Mereka yang ditatap saling berpandangan. Mereka mengangguk.
"Waktu kita tinggal sedikit noona" Ujar Hongbin. Jaehwany menunduk, ia menghela nafasnya.
"Baiklah kalau begitu, pertama, kalian jalanlah terus, lalu akan ada pohon berwarna emas paling berkilauan, terdapat dua jalan yang berbelokan, dan di sebelah kanan itu adalah jalan keluarnya. Tapi ingat ini baik-baik, kalian jangan menyentuh apapun yang ada di hutan ini." Jaehwany tersenyum. Ia menepuk pundak Hongbin dan Sanghyuk bergantian. Tangannnya mengepal dan mengucapkan, 'fighting'.
"Terima kasih noona." Sanghyuk membungkuk ke arah Hwany, dan perempuan itu tersenyum lalu mengganggukkan kepalanya. Dapat dilihat sekarang Hongbin tengah menatap Sanghyuk tanpa berkedip!
.
Hwany lalu mencoba bertelepati dengan Hongbin. Masih ada rasa penasaran dihatinya.
"Apa kau suka dengan Sanghyuk? Wajahmu menampakan itu, jadi jangan berbohong!"
"Hah, noona… bisa dibilang iya dan tidak. Karena aku masih bimbang noona.. Sanghyuk bilang ia ingat masa lalunya… tapi apakah semua kenangannya atau sebagian?"
Hwany terdiam sebentar memikirkan jawaban paling baik untuk Hongbin. "Tidak usah bimbang, percayakan saja dengan hatimu… Dan kalau dia ingat ataupun tidak, jangan kau bawa perasaan. Itu tidak penting. Yang penting itu sekarang, bukan kemarin, ataupun besok…"
Setelah itu, Hongbin mengganggukan kepalanya. Dan tersenyum menatap noonanya. Hwany memutuskan telepatinya.
Sanghyuk dan Hongbin meneruskan perjalanan ini dengan was - was, karena mereka takut menyentuh yang ada di Goldiehood.
"Sanghyukie." panggil Hongbin, Sanghyuk menoleh menatap bingung Hongbin, "Iya hyung?".
"Tetap pegang tanganku, jangan kau lepaskan. Okay?" perintah Hongbin. Sanghyuk langsung cemberut mendengarnya, ia bukan anak kecil sekarang, masa masih disuruh pegang pegang.
Tapi sejujurnya Sanghyuk senang dengan perlakuan Hongbin saat ini, dia sudah terpesona dengan Hongbin saat Hakyeon mengenalkannya dengan Hongbin. Kejadian tak terduga saat ia terjatuh dengan Hongbin pun dia tak bisa mengontrol diri saat Hongbin mulai melumat bibirnya dengan lembut dan Sanghyuk pun membalasnya membuat mata Ravi melotot kaget karena ulah mereka.
"Mungkin aku menyukai Hongbin hyung… ah tidak, aku memang menyukainya" Batin Sanghyuk setelah tersenyum simpul. Ia percaya akan perasaannya ini. Sangat percaya.
"Hyung, bukan itu pohon emasnya tapi kenapa kecil?" Sanghyuk menunjuk sebuah pohon emas kecil itu. Tidak sesuai dengan apa yang dibilang Jaehwany, kalo pohon itu besar.
"Benarkah? Ah iya itu yang memang kita cari Sanghyukie, tak usah memikirkan ukurannya. Yang penting setelah ini kita bisa menuju Gumierock." mata Hongbin berbinar-binar karena senang sudah bisa keluar dari Goldiehood. Sanghyuk hanya menatap aneh Hongbin disampingnya ini. Bertemu jalan keluar saja sudah berbinar binar. (Jae: memangnya kau tidak hah!)
"Jangan lupa hyung, jalan sebelah kanan hyung." Sanghyuk mengingatkan Hongbin karena ia akan berjalan ke arah kiri.
"Hahaha. Aku lupa." Hongbin tertawa malu dan ia menatap Hyuk. Sanghyuk memanggil Hongbin untuk cepat, Hongbin tidak mendengarkannya, lalu ia mengeraskan suaranya dan Hongbin mempercepat langkahnya.
"Akhirnya kita akan keluar Sanghyukie!" Hongbin berteriak gembira sambil mengangkat salah satu lengannya.
"Iya hyung. Aku tak sabar perjalanan selanjutnya." sahut Sanghyuk. Ia penasaran apa yang terjadi kedepannya.
Mereka berdua berjalan dengan hati-hati, saat berjalan perasaan Sanghyuk tak enak, seperti ada yang mengikutinya. Karena penasaran, dia menoleh ke belakang, terlihat sebuah makhluk yang mengikuti mereka berdua. Sanghyuk pun memukul punggung Hongbin. Membuat mereka berdua tersungkur, ah tidak, hanya Hongbin. Sanghyuk langsung membantu Hongbin untuk berdiri dan meminta maaf. Wajah Sanghyuk memerah padam karena malu. Kenapa tadi ia memukul punggung Hongbin sih. Keadaan menjadi gugup.
"Tadi ada makhluk yang mengejar kita, Tapi saat aku ingin lari, hyung ada didepanku jadi aku dorong" Sanghyuk berbicara terbata-bata karena malu. Dia mengutuk dirinya sendiri yang tak bisa mengendalikan keinginannya.
"Benarkah? Tak apa, aku tidak bisa marah padamu manis.." Hongbin tersenyum dan memperlihatkan dimplenya. Sanghyuk terpesona lagi dengan Hongbin. Dia sudah terperangkap dalam jeratan pesona Hongbin.
.
.
.
Perjalanan masih jauh, kalian jangan bermesraan!
.
.
Suara itu muncul kembali dan mengagetkan keduanya!
.
.
.
.
TBC/END?
NEXT GUMIEROCK!
Thanks buat yang udah review^^ maaf jae ga bisa sebutin.. review lagi yak ditunggu.. Maaf kalo ada word yang ilang /bow/ karena pas bikin laptopnya macet belum kesave~ dan jae ga sempet ngedit (maklum puasa)
Hoho, Marhaban ya Ramadhan^^ Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan! Dosa kita semoga terhapus... (Amiin)
dan, Apa kalian puas dengan chapter ini? Hoho.. makasih buat kakakku tercuyung:* udah mau bantuin ngerjain
May to review? Don't be a silent readers~
