Naruto adalah milik Masashi Kishimoto

Fic ini semata-mata untuk kesenangan pribadi dan bagi yang senang membacanya

Absolutely No Flame, Don't Like Don't Read

Don't Like Don't Read

Once again

Don't Like Don't Read

.

.

.

"Aahhhh… City of Love" aku menghembuskan nafas lega setelah berjam-jam duduk di pesawat. Yes, this is Paris. Kupandangi wajah Sasuke-kun, masih ber aura gelap. Hihihi

FLASHBACK

Pesta selesai, malam tenang pun tiba. Masih di rumah utama Uchiha, kami berkumpul bersantai melepas lelah. Diterangi cahaya melankolis dari taman zen dan suara bening dari air mancur bambu, membuat kami diliputi suasana tenang. Kecuali Sasuke-kun yang masih cerewet dan ribut soal Lamborghini Silver bla-bla-bla.

"Halo? Iya! Kirimkan mobilnya ke alamat yang sudah ku emailkan tadi! Apa? Heh jangan main-main ya, aku sudah order tadi pagi buta, jangan bilang kalau kehabisan!"

"Iya, atas nama Sasuke Uchiha! Iya. Benar. Iya, sudah jangan banyak omong! Uang sudah kutransfer!"

"Halo?! Pokoknya besok pagi mobil itu sudah harus terparkir di halaman rumahku!"

"Jangan keras-keras kalau teriak, Sasuke. Gak punya syaraf capek kamu?" Itachi-nii angkat bicara

"Diam, aniki!"

"Iya, Sasuke-kun, sabar sedikit lah. Kalau sudah order dan dibayar pasti besok dikirim kan?" aku membela Itachi-nii

Sasuke-kun manyun dan menghempaskan diri di sofa. Sejak pesta selesai dia benar-benar gelisah menunggu kabar Lamborghini nya

"Eits, jangan santai-santai dulu, bocah-bocah. Sakura dan kamu, Sasuke, cepat ganti baju dan bersiap-siaplah" seru Papa tiba-tiba

"Maaf kami tidak sempat membungkus kado untuk kalian, karena kadonya memang tidak bisa dibungkus. Nih, tiket pesawat ke Paris buat honeymoon kalian. Hotel dan lain-lain sudah Mama siapkan. Pesawat dari Tokyo akan berangkat 3 jam lagi, jadi sebaiknya jangan santai-santai" Mama antusias. Aku, Sasuke-kun, Itachi-nii dan Sasori-nii berpandangan bengong, lalu dalam sepersekian detik Sasuke-kun seperti kebakaran jenggot

"Apa?! TIDAK! Gak mau, besok pagi mobilku kan datang! Gak mau! Aku gak akan mau melangkahkan kakiku kemanapun sampai mobilku datang!"

"Ahhhh, terima kasih, Tante, terima kasih banyaaaakkk. Memang seharusnya mereka menghabiskan waktu bersama" melihat Sasuke-kun panik Itachi-nii malah memanas-manasi, "Kamu cepat bergegas siap-siap Sakura, ayo Sasuke kamu juga! Berterimakasih sama mertua mu!"

"Heh?! Sekarang? Papa dan Mama serius? Jangan dulu donk, Sakura, aku ikut denganmu ya!" Sasori-nii ikut panik

"Gak boleh! Mama kasih kado eksklusif buat mereka berdua. Kamu gak boleh ganggu mereka, Oni-chan" Mama menyahut ,"tunggu apa lagi, Sakura! Cepat siap-siap!"

"Ba,Baik!" aku terkejut dan spontan bersiap-siap

"Duh, Mama, ditunda dulu ya, please? Very please?" sambil menaiki tangga ke kamar, aku melirik Sasuke-kun memohon ke Mama. Hihi, lucu

"Big No! Cepat menyusul istrimu siap-siap, SEKARANGGG!" suara Mama menggelegar di seluruh rumah besar ini. Semoga Tou-san dan Kaa-san tidak terbangun, dan aku cepat-cepat masuk ke dalam kamar bersiap-siap

.

.

.

Sebelum berangkat, sempat kulihat ekspresi warna-warni keluarga kami. Tou-san dan Kaa-san melambaikan tangan dilengkapi senyum yang manis, Papa dan Mama mengacungkan jempol dan teriak-teriak hati-hati, bersenang-senanglah,dan sebagainya, Itachi-nii terkekeh melihat ekspresi Sasuke-kun yang seperti kehilangan jiwanya, dan Sasori-nii yang cute abis dengan muka juteknya yang babyface

FLASHBACK END

"City of Lights, bukan City of Love" sahut Sasuke-kun dengan masih jutek

"City of Love kok" aku gak mau kalah

"Dibilangin City of Lights, terima atau tidak"

"tidak. Pokoknya City of Love!"

"Kamu ya..!"

"Ehm, we're arrived, Sir" sopir taxi menginterupsi amarah Sasuke-kun. Huh, gara-gara debat, aku jadi gak bisa menikmati pemandangan Kota Paris di sepanjang jalan. Setelah mengurusi a lot of stuff di lobby hotel, kami masuk ke kamar royal suite kami. Karena kecapekan pernikahan, perjalanan di pesawat, kami pun kehilangan tenaga dan tertidur di king size bed maroon yang empuk ini

.

"La la.. du du du.. hmmm.. lala.. hmm"

"Berisik!" Sasuke-kun menggerutu terbangun nyanyianku. Sehabis mandi, merias diri sambil menyanyi memang kebiasaanku. Mulai saat ini kamu harus terbiasa, Sasuke-kun. Kupakai dress warna skyblue dengan pola garis geometris abstrak warna putih, high heels transparan dengan hiasan cepol mawar warna skyblue juga, handbag Gucci warna putih, dan rambut panjangku yang kubelah pinggir kubiarkan terurai. Yak, aku siap menikmati Paris hari ini!

"Ayo bangun, rambut pantat ayam, kita ke Eiffel Tower yuk!"

"Gak mau. Pergi aja sendiri" tolaknya sambil membenamkan mukanya ke bantal warna gold itu

"Ayoooolah Sasuke-kun, jarang-jarang kan kita ke Paris. Jangan menyia-nyiakan City of Love ini!"

"Sudah kubilang ini City of Lights! Aku ngantuk Sakura"

"Duh, Sasuke-kun jahat. Nanti kalau aku tersesat gimana?"

"Kamu kan bukan anak kecil lagi, di smartphone kamu ada maps kan?!" Sasuke-kun mulai senewen

"Ayo donk, ayo, ayo, ayo"

Sasuke-kun gak menjawab dan malah menutupi kepala pantat ayam ravennya memakai bantal gold tadi

"Huuh, Sasuke-kun no Baka!" aku merogoh benda apapun dalam handbag ku dan melemparnya ke bantal menyebalkan itu dan pergi dengan membanting pintu

.

.

.

Pagi-pagi sudah bikin mood turun, dasar pinky. Heh? Apa tadi yang dipake ngelempar bantalku? Good! Smartphone nya sekarang ketinggalan dan jangan bilang kalau dia sengaja biar kususul. Cih, merepotkan sekali sih!

.

.

.

Sasuke-kun no Baka! Baka! Aku tahu pernikahan kita bukan atas nama cinta, aku juga tahu kalau honeymoon ini dipaksakan, aku juga ngerti kamu belum bisa melihat Lamborghinimu, tapi apa salahnya sih ke Eiffel tower bareng? Di Jepang aja sering jalan bareng ke Tokyo tower, sekarang lagi di Paris tapi gak mau nemenin. Nyebelin!

TEP

Sampai sudah di kaki Eiffel tower. Hari ini ramai banget, bahkan ada berbagai hiburan turis seperti lukis karikatur, souvenir, dll. Aku memutuskan untuk membeli 2 keyholder bentuk menara Eiffel. Walau menyebalkan, nanti aku kasih ke Sasuke-kun.

Aku seperti cewek Asia tersesat, banyak pasang mata memandangiku sejak dari lift sampai sekarang aku memandangi indahnya Kota Paris lewat teropong Eiffel. Hhhh… indah… coba Sasuke-kun ikut, dasar tukang tidur! Melihat banyak pasangan bergandengan tangan, pelukan, bahkan ciuman di menara Eiffel bikin aku iri. Padahal aku sudah punya suami kece, tapi kece nya bikin kecewa. Kupuaskan mataku dengan pemandangan menakjubkan ini sebelum akhirnya kuputuskan untuk jalan-jalan kuliner di sekitar sini.

Hmmm… aroma makanan Prancis, pastry-pastry mewah nan cantik menggoda seleraku. Aku memutuskan membeli crepes dan jasmine tea, kumakan sambil menikmati pemandangan para turis yang lalu lalang. Lanjut jalan-jalan di pertokoan elit, dan berhasil membawa pulang kalung merk Bvlgari.

Berjalan-jalan gak jelas sampai gak terasa matahari mau terbenam, dan… Sasuke-kun benar-benar gak nyusul aku. Huh…

BRET!

Hah?! Tas belanja Bvlgari ku dicopet orang!

"HELP!" teriakku pada semua orang sambil mengejar pencopet itu, namun tidak ada satu orang pun yang terlihat. Duh, aku ini jalan-jalan sampai daerah mana siiih?! Kukerahkan seluruh tenagaku mengejar kesana kemari, menyusuri gang, terwongan, melompati semak-semak taman, dan saat akhirnya mendapat kesempatan celah jarah antara aku dan pencopet itu, kuarahkan tendangan melayangku ke arah punggung orang brengsek itu

"SHANNNARROOO!"

Dia terhempas jauh dan langsung kabur. Tas Bvlgariku jatuh ke sungai yang segera kuambil tanpa peduli dinginnya air dan terjalnya bebatuan di dasar sungai itu. Hahhh, rasanya hari ini begitu uhhhh!

Saat melangkah ke rerumputan, dan KREK! Heels kananku patah. Huhuhu, Tuhan, apa lagi cobaan yang Engkau berikan?

Aku terduduk lemas menghadap sungai yang memantulkan cahaya sunset jingga. Menyebalkan, air mataku mulai turun dengan teganya. Ohhh… aku tersesat deh. Terpaksa telfon Sasuke-kun. Kumasukkan tanganku ke handbag, dan… No! mana smartphone ku? Masa ketinggalan di café crepes tadi? Atau di Eiffel tower? atau terjatuh pas aku nendang copet tadi? Tidak, tidak, hari ini aku gak pakai smartphone sama sekali. Tenang, Sakura, tenang… ingat-ingat dengan baik.. pagi ini bangun, mandi, riasan, tengkar dengan Sasuke-kun, terus kulempar bantalnya, terus membanting pintu. Eits, ya! Aku melempar bantal Sasuke-kun pakai smartphone ku. Aduuuuuh. Baka! Baka!

Huaaah! Tersesat, heels lepas, smartphone ketinggalan, gak ada orang di sekitar sini. Bahkan Eiffel tower gak kelihatan dari sini. Tasukete Kudasaiiii…

.

.

.

Akhirnya petang pun tiba, aku, seperti gadis gembel yang berjalan tanpa alas kaki, kedua tangan masing-masing memegang handbag dan tas bvlgari serta high heels rusak. Dress basah, akh! Sempat tanya pada orang-orang di sekitar sini tapi semuanya gak bisa bahasa Inggris, mereka orang Perancis tulen semua. Huhuhu…

Berjalan terseok-seok di bebatuan paving coklat muda, inilah Sakura Uchiha, pengantin baru yang mengalami nasib sial

"Jelek sekali"

Kudongakkan kepalaku mengikuti arah suara itu. Dan disanalah, pangeran sombong dengan kaos putih, rambut raven yang kayak pantat ayam, dengan congkaknya memasukkan kedua tangannya ke saku celana jeans navy nya. Tersenyum menghinaku. Tanpa aba-aba, kulepaskan semua barang bawaanku dan aku berlari memeluk pangeran kegelapan itu. Menangis sepuasnya di dada bidang itu. Hiks, curang, aroma tubuhnya maskulin banget

"Sasuke-kuuuuuuun…huaaaa"

Dari balik genangan air mataku, kulihat senyum miringnya yang khas seolah mengejekku. Iya, iya, kamu keren kok. Huaaaaa

.

.

.

Capek nyari cewek pink ini seharian, ternyata gak sengaja ketemu di pinggir jalan menuju hotel. Dan penampilan macam apa itu? Aku mau gak mau harus menahan tawa. Telanjang kaki dengan dress bekas lumpur. Kubiarkan dia memelukku sambil menangis. Hhh, pinky… pinky…

"Hei, aku lupa bilang kalau kamu mesti diet. Sudah 2 kali dalam 1 minggu ini aku gendong kamu" kataku pada istri bawelku yang sedang kugendong di punggung dalam perjalanan pulang

"apaan sih, berat badanku kan cuma 48"

"hah? 48? Mau nyoba bohongi aku ya?

"sudah, jangan bahas itu. Aku capek!"

"siapa suruh hari pertama sudah keliling-keliling"

"habisnya.. ini kan gara-gara Sasuke-kun gak mau nemenin aku! Coba tadi ada kamu, aku pasti gak kecopetan, gak lari-larian, gak nyebur sungai, gak tersesat"

"Ehh! Masih mau nyalahin aku lagi? Aku turunin dari punggungku ya?!"

"Gak,gak. Ampun!"

Aku terkekeh. Gak tega juga sih lihat dia kecopetan. Tapi keturunan Mama Tsunade sih, pasti kuat kalau menghadapi 1 atau 2 penjahat ringan sekelas copet. Sakura… Sakura. Mau-maunya kamu menikah dengan cowok nyebelin kayak aku. Besok akan kuganti hari yang menyebalkan ini dengan sesuatu yang menyenangkan

"Hei, besok jangan pergi-pergi sendirian lagi ya? Aku akan meng-" aku menoleh, yahhh dia ketiduran. Hmph, wajah tidurnya itu lucu banget, mulutnya kebuka sedikit. Kamu benar Sakura, ini City of Love.

City of Love

.

.

.

Duh, lagi semangat banget dengan fic ini nih, semuanya berkat readers semua yang berbaik hati me review dan memberi semangat

Maafkan kalau terlalu alay dan gaje ya

Big thank you for you review

CHANYOU