Naruto adalah milik Masashi Kishimoto

Fic ini semata-mata untuk kesenangan pribadi dan bagi yang senang membacanya

Absolutely No Flame, Don't Like Don't Read

Don't Like Don't Read

Once again

Don't Like Don't Read

.

.

.

Hihihi… kupandangi wajah kalem Sasuke-kun yang pulas tidur setelah jadi hantu malam yang berkeliaran gak jelas tadi malam. Kuambil iPhone nya, kuambil gambar tidur Sasuke-kun, dan kupasangi iPhone itu dengan keyholder menara Eiffel yang kubeli tempo hari. Memang murahan dan rasanya gak cocok dengan iPhone terbaru Sasuke-kun, tapi biarin, yang penting kan niatnya.

DRRRRTTT!

Tiba-tiba iPhone itu bergetar, Eh? Onii-chan? Ada apa dia telfon?

"Halo? Konnichiwa Onii-chan" sahutku riang

"Lho? Kok kamu yang angkat? Yah sama aja lah. Heh! Kenapa nomormu gak bisa dihubungi?! Sengaja ya biar bisa mesra-mesra an sama Sasuke?" semprot Sasori-nii

"Umm, smartphone ku rusak, Onii-chan. Gak tau kenapa tiba-tiba mati sendiri" jawabku bohong. Masa iya aku bilang rusak karena dibanting Sasuke-kun? Bisa-bisa Sasori-nii langsung menjemputku paksa kesini. Hwaha..

"Masa? Kok aku merasa dibohongi ya? Yah sudahlah, aku baru sampai di London tadi pagi. Nanti kalau mau pulang ke Tokyo mampir sini dulu ya. Aku kangen kamu"

"Uwaah, Onii-chan.. Aitakatta… oke, mungkin nanti sore kami sudah mau pulang. Sasuke-kun mulai ribut-ribut soal mobilnya lagi tadi pagi"

"Good. Lebih cepat lebih baik. Masih ingat alamat apartemenku kan?"

Onii-chan, please, siapa sih yang bisa ngelupain South Bank Tower Penthouse yang menghadap langsung ke Thames River yang terkenal itu?

"Iya masih kok.. nanti barang-barang bawaanku kupaketkan duluan kesana ya?"

"Ya. Hati-hati ya"

TUT

Asik. Ke London. Asiiik…

"Heh, siapa yang membolehkanmu ke London hah?"

Glek. Sasuke-kun sudah bangun rupanya. "Memangnya kenapa? Gak boleh?"

"Gak boleh. Sakura, aku kan pingin cepet pulang, pingin segera nyobain Lamborghini baruku"

DRRRRTTT. iPhone nya bergetar lagi. Sasuke-kun meraihnya dari tanganku

"Aniki! Gimana? Mobilku udah nyampai?" rupanya Itachi-nii yang telfon

"Hmm,hm. Good, gimana? Ciamik gak?" Sasuke kun menjauh sedikit menuju dinding kaca yang menghadap Kota Paris. Selama beberapa detik dia bergumam gak jelas, lalu dengan amat sangat tiba-tiba dia teriak-teriak. So creepy!

"JANGAN! Awas ya, kubunuh kamu kalau berani-berani mengendarai mobilku sebelum aku! Jangan kurang ajar donk! Perjuanganku gak mudah tau!"

"…"

"GAK BOLEH! MAU KAMU PAKE SAMA KAA-SAN, TOU-SAN PUN TETEP GAK BOLEH! AWAS KAMU!"

Aku cuma bisa melongo melihat ekspresi Sasuke-kun yang out of control. Hahaha, bisa kubayangkan wajah Itachi-nii di seberang sana yang sedang terbahak-bahak ngerjain sasuke-kun, dengan Kaa-san yang marah-marah karena Itachi-nii keterlaluan bohongin Sasuke-kun. Dan Sasuke-kun sendiri, dengan jayusnya percaya aja. Ahahaha

TUT

"See? Kita kudu cepet pulang"

"Gini ya, saya masih sedikit marah dengan sikap anda yang main banting dan kabur tadi malam. Jadi anda harus mengikuti keinginan saya kali ini"

"Kamu kok gitu sih!"

"Hmmmm. Fine, Sasuke-kun bisa pulang ke Tokyo duluan, dan aku menemui Onii-chan di London sendirian. Ahhh, sudah lama gak kencan dengan Onii-chan. Fair enough, right?"

Sasuke-kun mengepalkan tangannya dan akhirnya menjawab ,"jangan harap aku membiarkanmu di perjalanan sendiri. Oke kutemani. Dasar pendek"

What? Dia menyebutku yang tinggi 163cm ini pendek? Kuterjang Sasuke-kun, melompat ke punggungnya dan kupeluk erat lehernya. Siapa yang lebih pendek sekarang hah?

Kami berdua tertawa dan menghabiskan siang itu dengan saling serang dalam canda. Menyenangkan banget. n_n

.

.

.

Dan… kebahagiaan itu gak berlangsung lama. Setelah selesai memaketkan barang-barang, kami kini duduk di kereta api Eurostar jurusan London. Sasuke-kun bete karena aku lebih memilih kereta yang lewat bawah laut ini daripada naik pesawat.

"Naik pesawat kan lebih cepat. Ngapain buang-buang waktu buat naik besi berjalan sih?!" masih aja complain meski sudah naik ke dalam kereta

"Toh nanti pulang ke Tokyo juga naik pesawat lagi, apa salahnya menikmati sensasi naik kereta di bawah laut?" aku membela diri

Sasuke-kun cuekin aku dan memilih tidur di pundakku. Dih, cowok menyebalkan yang manja. Kupandangi penampilannya yang keren abis dengan topi rajut wool kualitas tinggi, kacamata hitam, sweater turtleneck abu-abu, jaket kulit hitam, celana jeans hitam, dan sepatu abu-abu keluaran terbaru Louis Vuitton. Gak heran kalau dari tadi banyak cewek-cewek bule yang bohai bin seksi memandangi Sasuke-kun tanpa sungkan. Untung aja Sasuke-kun orangnya innocent.

Sebenarnya tadi pingin penampilan kembar couple-an sama Sasuke-kun, tapi kata dia norak banget. Kayak anak kecil. Dih, kita lho baru umur 20 tahun. Lucu kan kalau bisa couple-an? Dia mengobrak abrik lemari, dan memilihkan baju untukku. Akhirnya aku pakai trenchcoat hitam, legging abu-abu, dan wedges boots belang-belang zebra dari Prada.

.

.

.

"Onii-chaaaaan!" seruku sambil memeluk Sasori-nii yang menjemput kami di stasiun. Duh, kakakku yang imut dan babyface ini baik banget mau jemput kami. "Kenapa naik kereta sih? Harusnya naik pesawat aja biar cepet" kata Sasori-nii

Sasuke-kun memandangku sambil tersenyum sinis seolah mengatakan, rasakan, bahkan kakakmu setuju denganku. Biarin, biaaaar. Kalian para cowok memang gak akan pernah ngerti.

"Oni-chan, ayo cari tempat makan, aku lapar"

"Duh kasihan sekali kamu. Ayo kita ke Gordon Ramsay"

"Heee?! Restoran Gordon Ramsay? Onii-chan, kalau mau makan disitu kan harus booking tempat 2 bulan dulu?"

Sasori-nii cuma tersenyum manis (banget), dan memeluk pundakku sambil berjalan. Sasuke-kun yang gak mau kalah menggandeng tangan kiriku mesra. Mereka berdua bertatapan dan seakan ada petir beresonansi di antara mata mereka berdua. Ahaha, aku dikelilingi pria-pria penyayang yang lucu. Sepanjang perjalanan gak sedikit cewek-cewek bule yang bohai nan seksi berbisik-bisik bahkan ada yang dengan terang-terangan godain Onii-chan dan Sasuke-kun.

"Are they Japanese artists? They looked familiar to me"

"Hello handsome.."

"Hello cuties.." hello cuties, hello cuties. Kello kitty kali

"hey,boy.. wanna play with us?"

"Psst... the one with red hair is so damn cute"

"Ah, i'd rather choose the dark blue hair instead. He's so handsome and cool looking"

Sasori-nii malah besar kepala dan main wink sama cewek-cewek itu. Sasuke kun sih innocent aja. Agh! Apa sih? Kupeluk kedua lengan mereka semakin erat, dan aku menoleh ke belakang menjulurkan lidahku ke cewek-cewek itu. "BWEEEEH"

.

.

.

"Hmm, thank you very much for your delicious, wonderful meal, Ma'am" puji Sasori-nii pada Chef Patron Clare Smyth, head chef di Gordon Ramsay setelah kami menghabiskan menu-menu luar biasa ini.

"My Pleasure. By the way, Dr. Sasori, saya sudah bisa bahasa Jepang lho. Hohoho"

Wow, kami bertiga semakin kagum pada chef cantik umur 37 ini. Ternyata chef Smyth pernah operasi karena suatu penyakit, dan Sasori-nii menjadi asisten dokter di ruang operasi. Sejak saat itu, Sasori-nii sering bercengkrama dengan chef Smyth selama rawat inap, dan beliau merasa berhutang budi. Jadi, walaupun tadi kondisi restaurant sudah penuh booking dari customer, kami masih mendapat keistimewaan makan di ruangan khusus Gordon Ramsay.

Kami pun berpamitan pulang, aku melambaikan tanganku pada chef Smyth ,"Goodbye, chef! We'll come back again soon" seruku yang langsung dijitak Sasori-nii

"AWW. Ittai! Ngapain sih?"

"Dasar. Gak sungkan apa sudah dikasih makan gratis masih mau nyelonong ke Gordon lagi di saat yang lain antri sampai berbulan-bulan"

"Huh, biarin"

"Sasori-nii, apa kamu gak punya koneksi lagi? Kalau bisa yang punya pabrik mobil sport gitu?" Sasuke-kun ikut-ikutan. TOENGGG

Kami bertiga berjalan-jalan gembira dan akhirnya benar-benar menuju apartemen Sasori-nii di South Bank Tower Penthouse. Sasori-nii yang paling cinta dengan yang namanya tidur, langsung ketiduran di sofa bed depan TV.

"Sakura, kamu capek gak?"

"Hmm. Gak kok. Kenapa Sasuke-kun?"

Sasuke-kun diam dan maju perlahan-lahan. Dipandangnya mataku dengan tajam yang tentu saja bikin aku gugup tiba-tiba. Didekatkannya wajahnya... Sasuke-kun, mau cium aku kah? Aku memejamkan mataku, menunggu bibir tipis Sasuke-kun menyentuh bibirku.

Kok gak dicium-cium sih? Lama banget?

KLIK

Ciaaaa! Sasuke-kun memotret wajahku barusan!

"Waah! Jahatt! Kembalikan, hapus, hapus!

"Hahaha, salah siapa tadi siang memotret aku yang lagi tidur. Harusnya bilang dulu donk, biar aku bisa pose agak kerenan dikit"

"Duh! Tapi jangan dibalas kayak gini donk" aku manyun, dan Sasuke-kun menyentil dahiku. "Ittai!"

"Ayo, ikut aku" Sasuke-kun menarik pergelangan tanganku. Dia menggandengku sepanjang sungai Thames. "Mau kemana sih, Sasuke-kun?"

Sasuke-kun berhenti dan mendongakkan kepala ravennya. "Kesana"

Waaaah, London's Eye. "Kita mau naik Ferris Wheel?" seruku gembira. "Hn"

.

.

.

Woooooow, pemandangan yang sungguh amazing! Ferris wheel fenomenal ini memang benar-benar kereeeen!

"Sasuke-kun, aku pingin teriak, boleh gak ya?"

"Jangan kayak anak kecil"

"Biarin. AIIIIISHIIIITEEERUUUUUUU SASUKE-KUUUUUUUUN!" kini semesta tahu rasa cintaku pada Sasuke-kun

Sasuke-kun tersenyum. Dia mendekatkan wajahnya pelan-pelan. "Awas kalau bohong lagi" cegahku sedikit mundur. "Ck, cerewet" dia lalu meraih daguku, dan kami pun berciuman.

Sensasi ciuman di puncak London's Eye, wangi maskulin Sasuke-kun, cahaya-cahaya London yang cantik, aku gak akan pernah melupakan semua keajaiban ini. Masih berciuman, kupegang kedua rahang tegas Sasuke-kun, kini dia melingkarkan tangannya di pinggangku.

Terus seperti itu, kuremas rambut raven lebatnya, ciuman lembut itu semakin intens dan panas. Sasuke-kun menggigit-gigit bibirku sampai serasa ada sedikit darah yang mengalir keluar, tapi darah itu bahkan dihisap Sasuke-kun. Ohhh, Sasuke-kun, aishiteru... aishiteru... kulepas ciuman itu, dan kucium pipi, hidung, mata, dan dahi Sasuke-kun. Sasuke-kun kembali melumat bibirku tanpa ampun sampai kami hampir sampai di bawah. Petugas Ferris wheel berambut coklat itu tersenyum malu-malu, pun aku memerah karena mualuuuu (banget)

Sasuke-kun yang stay cool malah senyum-senyum bangga. Kami pun kembali pulang. Sasori-nii masih tertidur di tempat yang sama. Aku dan Sasuke-kun memasuki kamar tamu yang sudah disiapkan Sasori-nii. Kamar dengan nuansa abu-abu dan putih. Hangat dan nyaman.

"Sakura"

"Iya"

"Mau mandi bareng?"

.

.

.

Dor, dor, dor kenapa aku ketik mandi bareng ya? Aku sendiri gak tahu. Mwahahaha

Pokoknya berjuta terima kasih kuhaturkan pada para readers, baik yang mereview ataupun yang silent. Hontou ni arigatoooouuu

Review, please?

CHANYOU