Naruto adalah milik Masashi Kishimoto
Fic ini semata-mata untuk kesenangan pribadi dan bagi yang senang membacanya
Absolutely No Flame, Don't Like Don't Read
Don't Like Don't Read
Once again
Don't Like Don't Read
(WARNING : LEMON INSIDE!)
.
.
.
Kutahan rasa maluku yang sudah ngajak Sakura mandi bareng demi gengsiku. Habis, sejak ciuman di London,s Eye tadi hasratku gak bisa ditahan lagi. Menunggu jawaban Sakura benar-benar awkward moment. Seluruh tubuhku terasa panas.
Sakura ngangguk malu-malu, YES! Malam ini akan kumiliki Sakura seutuhnya.
.
.
.
Pagi datang dan Sakura masih terbaring menyamping menempel di dadaku, membelakangiku. Kami menghadap dinding kaca yang menghadap langsung ke sungai Thames. Aku gak pingin bangun. Kuhirup aroma strawberry rambut Sakura sepuasnya.
FLASHBACK
"Sasuke-kun duluan masuk shower ya? Aku malu…" sahutnya blushing. Aku sendiri gugup tanpa alasan "Hee.. iya"
Kulepas jaket kulit hitam dan sweater turtleneck abu-abuku. Tapi jeans hitamku sengaja gak kulepas duluan. Terlalu malu kalau harus telanjang bulat di hadapan Sakura. Nanti aja kalau kita udah di awang-awang.
Sakura masuk dengan memakai handuk. Jelas-jelas baju dalamnya belum dilepas juga. Gak mau nahan malu lebih lama lagi, kuraih pinggang Sakura sambil menyalakan air pelan-pelan. Dalam celana jeans, dan handuk Sakura yang kebasahan, kupeluk dia erat-erat. Kujilat lehernya, dan Sakura pun melenguh di balik bahuku.
"Ahh.. Sasuke-kun.."
Suara manis itu membuatku semakin semangat. Kusibakkan handuk basah Sakura dan kulempar ke sembarang arah. Tinggallah dia dengan pakaian dalam renda-renda warna krem. Melihat Sakura yang belum telanjang tapi sudah kelihatan transparan membuatnya terlihat eksotis. Kugigit ujung dadanya yang menyentil dari balik bra nya. "Ah!" pekiknya. Dada kanannya kugigit dengan semangat dan dada kirinya kuremas-remas dengan tangan kananku. Aroma Sakura benar-benar manis. Aku semakin terjatuh dalam kenikmatan. Tangan kiriku kumasukkan ke panty Sakura dan walau basah karena air shower, aku bisa membedakan air yang keluar dari V nya. Kumainkan V nya, sambil gantian mengulum dada kanannya. Sakura mengerang hebat dan ujung dadanya makin mengeras. Masih menggigit, aku menghadap ke atas, ke wajah Sakura sambil menyeringai nakal. Pipinya sangat merah dan pandangan matanya sudah penuh nafsu. Kini dia jongkok dan melepas kancing celanaku, menurunkan jeans dan boxer hitamku selutut, lalu memainkan adik kecilku. Uh! Hebat! Gak nyangka Sakura sepintar ini memainkan permainan ini. Walau aku tahu mukaku merah padam, aku masih menahan desahanku. Sakura mengulumnya in-out, meremas-remas kantung, aduuuuuh! Jangan berhenti Sakuraaaa… ughhhh…
Dia mendongakkan kepala meniru gayaku tadi yang menyeringai ke arah wajahku. Mungkin karena wajahku kelihatan mesum juga, dia tersenyum dan mengecup ujung adikku. Sakura pun akhirnya berhasil melucuti setiap helai benang pada tubuhku. Kutarik dia ke atas dan kurobek bra dan pantynya. Sakura yang gak sempat berekspresi kaget, kubekap bibirnya dengan bibirku, berciuman di tengah air yang masih mengguyur. Rambut basahnya yang menempel di bahu putihnya kelihatan seksi, kubuat kissmark di leher, bahu, dada, pinggang, V depan, dan pinggul Sakura. Tubuh beningnya kini penuh bercak-bercak pink. Sakura gantian menghisap dan menjilati leherku, tangan nakalnya sibuk memainkan adikku dengan lihai.
Cukup sudah pemanasannya. Aku ingin segera memilikimu seutuhnya. Kutarik tubuh Sakura ke dalam bathub granit putih kosong. Kuposisikan dia di atas pahaku terlebih dahulu sebelum memposisikan punggungku dengan nyaman.
"Kamu siap, Cinta?" tanyaku
"Iya, Love" dia mengangguk dengan manisnya
Kuangkat perlahan pingggulnya, dan saat ujung adikku mulai menyentuh permukaan V nya, aku dan Sakura saling memandang penuh cinta
Dan
Dengan tiba-tiba bahkan sebelum kumasukkan adikku, cairan merah mengalir deras dari V nya. Hah? Aku belum apa-apa lho!
"Aaaah, Sasuke-kun…! Aku datang bulan!"
WHAT THE HELL?! KENAPA SEKARANG?!
.
.
.
Iya, aku baru ingat kalau periode datang bulan ku sudah waktunya. Malah harusnya beberapa hari yang lalu. Duh, aku maluuu banget dan lebih dari itu merasa amat-sangat-merasa-bersalah-buangeeet sama Sasuke-kun. Sudah mau inti, sudah panggil Cinta dan Love, malah ada kejadian kayak gini. Huhuhu…
Akhirnya Sasuke-kun yang bete (banget) mandi duluan dengan cepat di shower dan langsung keluar dari kamar mandi. Setelah mandi, kupakai lingerie lucu warna dark purple hadiah dari Ino, dan kurayu Sasuke-kun yang ngambek tidur menyamping menghadap dinding.
"Love ku sayang… gak apa-apa kan? Ayo tidur bareng aja deh… nih sudah kupakai lingerie lucu lho…"
Sasuke-kun yang cuek bebek sedikit melirik saat kusebutkan lingerie. Hmmm…
"Gak ah! Percuma, tambah bikin kesel aja!"
"Ayolah Love… nanti kalau menstruasiku selesai, malah lebih enak lho ML nya…" aku bukannya sok tahu, tapi begini-begini aku kan mahasiswi kedokteran. Tahu kapan hormon memuncak dan menurun.
Sasuke-kun memutar tubuhnya. Yes, berhasil.
"Pokoknya janji ya, kalau sudah berhenti, selama 1 bulan ke depan, tiap malam kamu kudu selalu ada untukku"
Widiiiiw… mau tiap malam?
"Iya,iya.. makanya ayo sekarang kita tidur bareng, Love… peluk aku donk…" aku bermanja-manja tidur menyamping membelakanginya sambil meletakkan tangan kanannya di perutku
"Oke deh Cinta" sahutnya ceria tiba-tiba. Duhhh, Sasuke-kun. Hihihi
Tapi yang namanya Sasuke-kun ya… gak bisa puas dengan mudah. Dilepasnya tali lingerieku ,"Tapi kamu mesti telanjang, gak apa-apa kok, pakai panty, kan ada 'itu' nya, tapi jangan pakai apa-apa lagi selain itu"
"Haaaahhhh… aku maluuu. Kalau gitu Sasuke-kun juga telanjang ya? Gak apa-apa kok pakai boxer doank.." aku pingin imbang
"Gak! Malam ini kamu adalah boneka ku, dan aku bukan boneka mu. Titik"
Aku manyun blushing saat lingerie ku dibuang Sasuke-kun. Dia pun menyelimutiku dengan selimut tebal putih. Sepanjang malam dia mainin tangannya dengan jahil ke dadaku, ujung dada, perut, dan bibirku. Gak mau kalah, kumasukkan tanganku ke boxernya yang ada di belakang pinggulku, tapi dia menepuk tanganku keras-keras ,"Jangan nakal"
"Tapi kan gak adiiil"
"Sudah kubilang kamu boneka ku. Aku bukan boneka mu"
"Kenapa Sasuke-kun gak boleh jadi boneka ku?"
"Hn"
Jawaban macam apa itu? Ambigu! Dirampasnya tanganku dan dipeluknya aku makin erat sampai akhirnya kami berdua ketiduran.
FLASHBACK END
.
.
.
Aku bangun tidur dan mendapati bed yang kosong. Kemana Sasuke-kun? Kulihat kamar mandi, kosong. Hmmm, aku bergegas mandi dan memakai kemeja kotak-kotak warna biru-pink, hotpants biru, sneakers converse warna magenta. Aku keluar kamar dan mendapati pemandangan luar biasa yang gak bisa dipercaya! Sasuke-kun masak bareng Onii-chan?!
"Morning, Sakura. Yuk sarapan" sapa Sasori-nii manis dengan apron pink. Duh tambah cute aja sih?! Udah tubuhnya kecil (tapi tinggi sih), Sasori-nii makin kayak cewek aja. Aku bahkan merasa kalah cantik sama dia. Onii-chan mirip Luhan nya EXO. Itu lho, boyband Korea yang isinya cowok-cowok tampan sekelas Sasuke-kun dan Sasori-nii. Hahaha
"Heh, pendek. Ayo sarapan dan cepat packing pulang"
Aku dan Sasori-nii langsung SET! Menghadap Sasuke-kun. "Apa?! Pulang sekarang?" sahutku dan Sasori-nii barengan
"Iya. Kan kita sudah mampir, sudah jalan-jalan naik Eurostar, makan di Gordon Ramsay, naik London's Eye, nginep di South Bank Tower. Kurang apa lagi?"
"Tapi kan aku belum kencan dengan Sakura!" protes Sasori-nii. Hmm aku manggut-manggut kali ini setuju dengan Onii-chan
DRRRT, "You know I'm all about that bass, 'bout that bass" Heee? Sejak kapan ringtone smartphone Onii-chan lagunya Meghan Trainor yang All About That Bass? Gak cocok banget, lagu itu kan tentang 'ndud 'ndud gitu. Sedangkan Sasori-nii. . . umm.. langsing punya. huhuhu
"Ah? Good morning Professor? Eh? Today? Seriously?... Hmm, yes, Sir… Oh, No.. No.. Everything's alright… Yes, I'll see you at 11 AM… Yes… Yes… Your welcome, Sir"
"Sakura, gomen.. sepertinya kamu dan Sasuke memang karus pulang. Profesorku memintaku menemaninya seminar di Jerman selama 3 hari. Hari ini kami berangkat. Hontou gomen ne?" pinta Sasori-nii sambil puppy eyes. Ahhhh… siapa sih yang tahan dimohon-mohonin sama cowok cantik kayak Onii-chan? Aku pun mengangguk lemas. Sasuke-kun lagi-lagi tersenyum penuh kemenangan.
Kami pun sarapan. Mereka masak fish and chips ala Inggris. Iya, enak banget kok, aku sampai terharu. "Anuu, tumben sih kalian masak bareng?" aku gak bisa nahan rasa penasaranku
"KARENA MASAKANMU ASIN MAHA DAHSYAT" jawab mereka kompak. Hwaaaahhh, jahat banget!
Setelah mengakhiri sarapan dengan jus tomat, kami bertiga packing dan menuju bandara.
.
.
.
"Onii-chan.. udah donk lepasiiin" Sasori-nii gak berhenti memelukku. Bahkan matanya berkaca-kaca. Jangan gitu donk, nanti aku nangis…
"Sasori-nii, makasih ya sudah dijamu disini" ucap Sasuke-kun membungkuk hormat. Ahh.. ternyata sikap bangsawannya masih ada toh?
"Iya, iya.. gak masalah… Sasuke, aku tahu Sakura memang childish, annoying, cengeng, keras kepala, gak bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga dengan baik"
"Hn, aku tahu"
KREK. Ih, apaan sih mereka ini
"Tapi dia itu strong willed, penyayang, pintar, baik hati, kuat, dan adik paling lucu di dunia. Aku titipkan dia padamu ya?" kata Sasori-nii dengan gentle nya. Duuuh, air mataku tiba-tiba turun tanpa dikomando. Sasori-nii meletakkan tangannya di pundak Sasuke-kun. Sasuke-kun pun meletakkan tangannya di pundak Sasori-nii juga.
"Hn, jangan khawatir Sasori-nii. Aku akan menjaga Cinta selamanya"
Uwahhh, air mataku sudah kayak air terjun aja. Sasori-nii menoleh ke arahku, dan mencium kedua pipiku. "See you later, lil flower" pamit Sasori-nii sambil berlalu dan memakaikan topi fedora putih dengan garis-garis biru merek Borsalino yang terkenal itu ke kepala pink ku.
"Arigatoooo Onii-chaaan" teriakku sambil melambaikan tanganku. Ah… kakakku yang manis dan penyayang. "Yuk" Sasuke-kun mengajakku memasuki pesawat yang akan segera take-off.
.
.
.
Dan… setelah berjam-jam di dalam pesawat, kami pun menghirup udara segar Jepang yang akan segera memasuki musim panas. Saat turun dari pesawat, aku yang kecapekan, gak sengaja menabrak seorang gadis berambut panjang.
"Ah! Gomenasai!" sahutku cepat-cepat sambil membungkuk
Gadis itu ikut membungkuk ,"Ah… ti…tidak apa-apa"
"Hinata?" kata Sasuke-kun di belakangku
What? Mantan Sasuke-kun saat SMA itu?
.
.
.
Kok aku jadi jatuh cinta sama Sasori ya? Huhuhu
Attention, minna-san yang baik hati… chapter-chapter selanjutnya akan sering muncul Hinata, dan dia disini jadi tokoh antagonis. Jadi jika ada Hinata-lover disini, saya mohon ampun, dan lebih nyamannya jaga jarak #gugup #hehehe
Walaupun di atas sudah ada peringatan 3 kali, aku ulangi lagi deh
Don't Like Don't Read #gomen_gomen #
Review, please?
CHANYOU
