Naruto adalah milik Masashi Kishimoto

Fic ini semata-mata untuk kesenangan pribadi dan bagi yang senang membacanya

Absolutely No Flame, Don't Like Don't Read

Don't Like Don't Read

Once again

Don't Like Don't Read

.

.

.

"Bener? Kamu udah gak berhubungan dengan Hinata lagi?" tanyaku tajam di dalam taxi menuju rumah

"Terserahlah kalau kamu gak percaya. Udah 5 kali aku jawab pertanyaan yang sama"

"Habis kelihatan jelas gimana reaksi dia tadi"

FLASHBACK

"Sa…Sasuke-kun?" gadis berambut panjang itu terkejut

"Hn. Apa kabar? Kenalkan ini istriku, Sakura"

"I.. Istri? Sa… Sasuke-kun sudah me… menikah?"

"Halo, aku Sakura UCHIHA" sapaku sambil menjulurkan tangan

BRUUUKKKK!

Gadis Hyuga itu pingsan tiba-tiba. Terpaksa aku dan Sasuke-kun membawanya ke lounge terdekat yang ada sofa untuk membaringkan dia. Dan gak perlu ditanya sudah jelas Sasuke-kun menggendongnya ala bridal style. Aku sih awalnya biasa aja, maksudnya gak jealous gitu, tapi di tengah-tengah moment itu mataku dengan amat-sangat-jelas melihat gadis Hyuga itu mengerang perlahan sambil menikmati dada Sasuke-kun. UGHHHH!

"Berbaringlah sebentar disini, Sakura, tolong jaga dia, aku akan mencarikan air untuknya" kata sasuke-kun sambil berlalu

Cih, perhatian sekali sih. Yah, mau gimana lagi, mantannya tiba-tiba pingsan di depan matanya. Yah, dibilang cantik sih, standar aja, tapi bodinya benar-benar kelas model. Tinggi badannya sih gak seberapa, masih tinggian juga aku. Kulitnya putih banget, rambut indigonya yang gelap dan berkilau jadi mirip Sasuke-kun. Matanya warna lavender, dan dadanya, ya Tuhan, aku melihat dadaku dan merasa seperti apel lawan melon. Huhuhu… Style mode nya bagus juga dengan tank top warna lavender yang dilapisi cardigan rajut warna putih tulang, scarf putih tulang, rok jeans mini warna navy, dan boots tinggi warna coklat tua dengan pola kupu-kupu hitam. Gak perlu pusing-pusing cari handbagnya, karena dia cuma bawa koper warna ungu muda. Aku pun berusaha mengenyahkan egoku dan mencoba memeriksa denyut nadi gadis ini.

"Kamu baik-baik saja Hinata-san?" tanyaku baik-baik

PLAK

Dengan sangat mengejutkan dia menampar tanganku, "Jangan sentuh aku" dan dalam sepersekian detik dia bangun dalam posisi yang segar bugar. Apa-apaan ini? Dia mau nipu kami ya?

"Ahhh… Sasuke-kun yang ganteng itu malah nikah muda dengan cewek ini, apaan sih. Padahal aku sudah sengaja masuk Fashion Academy supaya dia mau balik sama aku. Ah, kamu mengacaukan rencanaku, rambut pink"

Hahhhh? Inikah Hinata Hyuga yang kata mereka cewek lembut nan santun dari Sekolah Putri Ao? Dasar poker face

"Heh kau-"

"Ah, Sasuke-kun datang, jangan ngadu ya. Diam aja" perintahnya sambil acting lemah lagi

Cewek ular ini… ! seluruh tubuhku udah kayak kebakar aja!

"Sudah sadar kamu? Nih, minum, biar enakan" tawar Sasuke-kun

"Ah.. terima kasih banyak, Sasuke-kun… ma.. maafkan aku merepotkan kalian, Sakura-san…" sambil membungkuk dan memperlihatkan belahan melonnya

What the heck? Pintar banget putri bermuka dua ini kalau acting? Pakai imbuhan –san segala lagi. "Sasuke-kun, dia-"

"Ah, senang bertemu kalian. Sampai nanti… Sekali lagi maaf merepotkan" pamitnya sambil… memeluk Sasuke-kun? Dan dengan sengaja menempelkan dada boomnya itu! Dia lanjut memelukku, "Awas kalau kamu ngadu, SA-KU-RA" bisiknya tajam di telingaku.

Saat dia melepas pelukannya, aku baru aja mau melayangkan tinjuku saat Sasuke-kun menggandeng tanganku dan berkata "Bye" padanya

FLASHBACK END

"Tapi dia kelihatan banget kalau masih suka banget sama kamu" lanjutku masih dalam taxi

"Waaaw, aku kan memang ganteng, Cinta" kata Sasuke-kun sambil memandangi pantulan wajahnya di kaca spion depan. Taruhan, pasti sopirnya juga merasa narsis-banget-sih-cowok-ini.

"Oke, kubilangi sesuatu yang kamu mungkin gak bakal percaya ya. Hinata itu poker face! Dia acting yang baik-baik aja di depan kamu. Di depanku dia berubah 180 derajat, Sasuke-kun!"

"Ahhh, istriku yang cantik ini cemburu ya? Hm?" jawabnya sambil melumat bibirku tiba-tiba

Kudorong dia, selain malu pada sopir, aku benci Sasuke-kun yang reaksinya biasa aja setelah kubilangi fakta Hinata. Sasuke-kun malah senyum miring dan menopang dagunya lagi.

.

.

.

Kami langsung menuju rumah kami baru kami di daerah pinggiran Tokyo yang topografinya berupa dataran tinggi yang amat sejuk dan jauh dari hiruk pikuk kota. Hanya ada beberapa rumah mewah dan villa di daerah sini. Rumah kami merupakan rumah modern minimalis yang berada di tepian tebing dengan megahnya. Dinding-dinding eksterior dihiasi panel-panel aluminium, panel kayu, dan batu alam. Lantai dari granit, dan sebagian besar dinding yang menghadap ke arah tebing, ke arah Tokyo, terbuat dari kaca. Bahkan kolam renang kami pun menggantung dengan kokoh di tepi tebing. Taman-taman dipenuhi rumpun mawar dan pohon cemara. Keluarga Uchiha menunggu kami di rumah ini, plus, Lamborghini Veneno Silver Limited Edition yang sudah menjadi anggota keluarga juga. Sasuke-kun dengan pede nya menamainya Levi. Hhhh, gak ada nama lain apa? Kayak merk dompetnya aja.

Aku terpaksa menahan emosiku tentang topic Hinata di depan semua orang. Tou-san dan Kaa-san sudah pulang duluan ke rumah utama Uchiha, tinggal Itachhi-nii dan Sasuke-kun yang masih ribut-ribut senang gak karuan sama Levi. Yah, setelah melihat tampang Levi, aku jadi ngerti perasaaan Sasuke-kun selama ini. Mobil yang Cuma berkapasitas 2 orang itu desainnya benar-benar futuristic dan elegant. Diproduksi hanya 9 unit di dunia, dilengkapi mesin V12 6.5 liter yang mampu melesat sampai dengan 100km/jam dalam waktu kurang dari tiga detik. Top speednya aja mampu menembus 355 km/jam. Kereeen

Aku aja yang lagi bikini Itachi-nii green tea, melihat dari balik dinding kaca pantry, Sasuke-kun sudah lewat depan rumah sebanyak 3 kali mengelilingi area kompleks kami di bukit ini. Sasuke-kun menggila. Saat kusajikan green tea ke mereka yang sedang bersantai di platform teras belakang kami, kulihat wajah bersemangat Sasuke-kun yang ceria. Dan sumpah swear, ganteng banget dengan keringatnya yang mengalir dari dahinya karena pacuan adrenalin barusan membuatnya terlihat begitu mempesona.

.

.

.

Satu minggu berlalu dengan tenang. Semester kemarin sudah selesai, dan bagi kami mahasiswa, liburan musim panas datang lebih awal. Aaaah, menyenangkan sekali. Ogah aku bahas Hinata lagi, lebih baik dari itu, aku dan Sasuke-kun semakin mesra, kencan bareng pakai Levi, nonton TV bareng di rumah kami yang tenang sambil cuddle-cuddle ria di sofa bed, belajar masak bareng walau masih aja keasinan (huh), jalan-jalan bareng ke Shibuya sama Naruto, dan banyak hal asyik lainnya.

Sampai suatu sore Sasuke-kun ambruk kena demam musim panas. Salahnya sendiri keras kepala mau jogging di sekitar sini padahal langit lagi mendung. Pulang-pulang udah basah kuyup aja. Sehabis mandi, Sasuke-kun tiduran di depan TV seperti biasa, dengan ingus dan bersin yang gak berhenti-berhenti.

"Cinta…" rengeknya sambil menarik tanganku

"Iya, Love…" aku berbaring di sampingnya

"Datang bulannya udah selesai belum…?"

Duh, sempat-sempatnya. Hihihi

"Sudah, Sasuke-kun, kemarin…"

"Aku mau ML" katanya sambil membenamkan wajahnya yang panas karena demam didadaku. Duh, kasihannya suamiku… kuelus lembut rambut pantat ayamnya yang masih basah

"Gak mau… Sasuke-kun masih sakit…"

"Lho? Kamu kan udah janji mau servis aku satu bulan penuh kalau udah selesai mensnya…" dia berkata lirih sambil mendongakkan kepalanya sok imut memandang wajahku dari balik dadaku

"Yah, gak pas kamu sakit juga kali…" kubelai pipinya yang jadi pink karena panas tubuhnya

"Kita ke rumah sakit aja ya, Sasuke-kun?" ajakku

"Hah? Gak! Kamu tahu gak sih? Obat demamku itu ini"

Sasuke-kun menciumku dan langsung memasukkan lidahnya ke dalam mulutku sambil mencubit kecil pada dadaku. Ummmh, andai Sasuke-kun lagi sehat pasti kubalas deh, tapi aku lebih gak tega lagi kalau dia lemah gini…

Kulepas ciumannya dan kukecup dahinya yang tertutup poni. "Aku cinta Love"

Sasuke-kun yang pura-pura mewek karena gak aku turutin permintaannya membalikkan badannya dan tidur-setengah duduk bersandar di dadaku. Aku memainkan rambutnya dan mengelus pipinya dari belakang. Memainkan telinganya dan menyentuh garis bibirnya yang tipis. Aw, dia menggigitku. Kuletakkan telapak tanganku di dahinya, dan ya ampun, panas banget.

"Sudah, ayo ke rumah sakit!"

"Udahlah, Cinta… gak mau… please… aku cuma butuh kamu disini manjain aku… iya deh, iya, gak minta ML … "

Aku jadi gak tega dan kalah sama puppy eyes nya suamiku tercinta ini. "Hmmm… tapi kalau nanti demamnya tambah para pokoknya Sasuke-kun kuseret ke Levi dan kubawa ke rumah sakit. Titik"

"Hn" Sasuke-kun tersenyum manis dan menjadikanku gulingnya di balik selimut hitam kami. Nafasnya yang panas menerpa mukaku. Ah, aku gak peduli kalau ketularan, yang penting suamiku nyaman, dan aku bisa menuruti keinginannya. Aku berjanji dalam hati nanti kalau sudah sehat, mau ML, atau apapun akan kuturuti. Ahh, suamiku yang ganteng… kupeluk pinggangnya dan kami ketiduran…

.

.

.

Pagi datang, kubuka mataku mendapati Sasuke-kun sudah bangun dalam posisi yang masih sama dengan kemarin. Memelukku erat.

"Pagi, cantik" sapanya sambil tersenyum miring. Ahhhh, aku gak tahan pingin menciumnya. Kukecup sekilas bibirnya.

"Pagi, Love…" kupegang dahinya, masih panas…

"Cinta, aku buatin bubur telur donk… katanya itu bagus buat orang demam"

"Siap, suamiku"

Kubuatkan bubur telur nutrisi tinggi dengan berbagai bumbu menyehatkan. Kusajikan hangat-hangat pada Sasuke-kun yang sudah duduk manis di sofa bed sambil nonton chanel arsitektur tentang cluster Uchiha Group di Izu.

"Hmmm, aromanya lezat. Itadakimasu"

HAP

Sasuke-kun memasukkan suapan pertamanya, dan ekspresinya berubah kosong. Masakanku awful lagi ya? Huhuhu … Tapi dalam 1 detik berikutnya, dia mengambil suapan berikutnya. Kucermati wajah Sasuke-kun baik-baik, sumpah, dia pasti memaksakan makan bubur awful itu. Kurebut sendoknya dan kucicipi sendiri masakanku.

HAP

"Uwaaaaah! Gak enak! Bleh, hiiiiii! Jangan dimakan, Sasuke-kun!"

Dia merebut kembali sendoknya, dan mengambil lagi suapan ketiga. "Enak kok"

Jelas-jelas bohong. Air mataku menetes melihat kebaikan Sasuke-kun padaku. Kuambil nampan berisi mangkok bubur itu dan kubawa kembali ke dapur. "Gomenasai, Sasuke-kun, akan kuperbaiki bubur gila ini" kataku dengan berlinang air mata. Hueeee, Sasuke-kun baik bangeeeet, aku memang koki yang buruk. Hueeee

Kutinggalkan Sasuke-kun yang tercengang dan masih memegangi sendok itu. Duhhhh, aku gak tega melihat sasuke-kun yang lagi sakit memaksakan diri memakan masakan hancurku. Aku menyalakan stove, sambil mengaduk-aduk bubur itu dan mencicipi kira-kira kurang bumbu apa supaya bubur itu bisa sedikit lebih baik.

GREP

Sasuke-kun memelukku dari belakang, mencium pundak kananku

"Sudahlah, Sakura… aku suka kok masakan istriku. Jangan nangis donk" katanya sambil menghapus air mataku yang makin deras gara-gara kebaikan hatinya

"Sa… Sasuke-kun minta dibuatin bubur, tapi aku malah payah begini… hiks… go… hiks… gomen, Sasuke-kun… hiks"

"Hadap sini donk…" sahutnya lembut. Aku pun membalikkan badanku,Sasuke kun meletakkan kedua tangannya pada pinggangku.

"Bagiku, bubur telur yang dibuat dengan penuh cinta dari Cinta adalah yang terbaik" Sasuke-kun mencium pipiku. Aku pun memeluk dada Sasuke-kun. Panas, suhu tubuhnya panas. Hatiku pun ikut panas, panas karena terbakar cinta luar biasa dari Sasuke-kun.

TING TONG!

Eh? Tamu?

"Sebentar, kulihat dulu siapa yang datang, Sasuke-kun"

Aku menuju monitor di samping pintu kami, melihat siapa yang berada di balik pagar kaca kami di seberang sana.

Dan…

Dari monitor itu, terlihat jelas mobil Aston Martin Vanquish putih terparkir apik dan pengemudinya berdiri tepat di depannya dengan dress ketat kuning, stiletto orange, dan handbag yang aku yakin pasti keluaran Dolce and Gabbana. Rambut panjang indigonya dikepang jadi satu di balik punggungnya.

HYUGA HINATA

Ngapain cewek ular itu kesiniiii?!

.

.

.

Oke, saya sudah peringatkan kemarin kalau Hinata jadi antagonis ya? Hehehe

Jadi, Absolutely No Flame atas nama belain Hinata. Enough with the heavy air, terima kasih buanyaaak atas review, saran, dan support dari reader-reader yang baik hati seperti minna-san… I Love You

Review, please?

CHANYOU