Naruto adalah milik Masashi Kishimoto
Fic ini semata-mata untuk kesenangan pribadi dan bagi yang senang membacanya
Absolutely No Flame, Don't Like Don't Read
Don't Like Don't Read
Once again
Don't Like Don't Read
(BEWARE : FULL LEMON!)
.
.
.
Kami sampai di pulau pribadi keluarga Uchiha. Tadi malam secara diam-diam aku menelfon pegawaiku dan menyuruhnya menyiapkan semuanya. Dari speedboat, stock baju dan makanan, semuanya sudah siap.
Angin lembut menyapu mukaku dan masih senang menyibakkan rambutku ke belakang. Gak ada siapapun disini keculai kami berdua. Aku berjanji, kali ini gak akan ada yang bisa menghalangiku memiliki Sakura seutuhnya. Sakura yang cepat beradaptasi segera berlari-lari ceria di sepanjang pantai. Dilepasnya wedges beigenya, roknya berputar-putar. Cinta cantikku yang kekanakan.
PI… PI… PI. PI. PI. PIPIPIP KLIK
Timer selfie Sakura menghitung mundur dan pada saat yang tepat, aku mencium pipi Sakura dan foto terkeren abad ini sudah ada di iPhone Sakura. Hahaha. Dia cemberut karena selfie cantiknya diinterupsi cowok keren kayak aku. Ditaruhnya iPhone nya, dan dia mulai berlari naik ke punggungku tiba-tiba. Ck, kebiasaan.
"Ciaaa, Sasuke-kuuuuun"
"Heh, berat tau"
"Biar. Hihihi" kami sempoyongan karena gak seimbang dan terjatuh di ombak tepi pantai. "Yaaah, basah deh gara-gara Sasuke-kun"
KREK. Kerutan jengkel muncul deh
"Ckckck. Hn. Oke, salahin aku aja terus. Yang naik punggungku juga siapa. ck" sahutku berpaling masih terduduk di dalam ombak kecil. Pura-pura jutek.
"Sasuke-kun sih gak seimbang gendongnya"
"…"
"Hai, Sasuke-kun. Bercanda kok, bercanda. Marah kah? Hahaha"
"…"
"Marah beneran kah?"
Kugoda Sakura dengan pose diamku. Kita lihat seberapa pintar kamu merayuku, Sakura.
"…"
"…"
"Ya udah kalau ngambek. Diem aja disini biar kulitnya kebakar kayak kepiting. Wek" Sakura berdiri. Cih, ngambekku gak mempan. Mulai berani dia ya. Kutarik tangannya dan kubaringkan tubuhnya. Separuh badannya ada di atas pasir, dan pinggang ke bawah ada di dalam air.
"Hihihi. Aku cinta Love" katanya dengan polos. Bikin aku euhhh, dadaku gempa-tsunami lagi. Kudekatkan bibirku, kusibakkan poni Sakura ke atas dahinya, Sakura juga memegangi kedua rahangku dengan lembut dan penuh kasih sayang. Dan… CUPPPP
". . . . . ."
". . . . . ."
"BLUEHHHH ASSSIIIINNN!" seru kami barengan. Hahaha, wajah kami terciprat air laut. Kami tertawa terbahak-bahak dan akhirnya kugendong Sakura menuju villaku yang berada beberapa meter dari bibir pantai.
.
.
.
Huaaaahhhh, kemana sasuke-kun pergi memancing sih? lama banget. aku bosaaaaaan…
Jam dinding udah menunjukkan pukul 3 sore. Aku lapar, bosan… kubuka lemari es, dan waaaaiii, banyak bahan makanan. Aku mau coba masak ah. Lumayan udah belajar sedikit dari Nenek Chiyo dan Shizune-neesa. Akan kukejutkan Sasuke-kun saat dia pulang nanti.
.
.
.
Sialan. Tumben sih gak ada ikan lewat sih? Kebiasaanku tiap kesini selalu mancing bareng Tou-san dan Itachi. Dibanding mereka, aku yang paling jago. Tapi rupanya aku keasyikan mancing sampai lupa waktu dan membiarkan Sakura sendirian di villa. Yah, aku memang melarangnya ikut, karena aku yakin pasti dia akan ngomel, mengeluh, rame minta balik ke villa.
"Tadaima" seruku. Hn? Kok sepi?
"Sakura? Dimana kamu?"
. . .
Kok sepi sih, kemana dia?
Kucari di kamar, gak ada, di teras gak ada, akhirnya karena kehausan aku menuju dapur. Kulihat disana, di meja makan kayu mungil, dengan rangkaian bunga-bunga warna-warni khas buatan Sakura (yah, dia memang ahli kalo udah ngerangkai bunga) yang menghiasi tepi-tepi meja, tersaji dengan cantik di atas meja ada okonomiyaki, steak, dan jus lychee yang diberi hiasan bunga sepatu orange. Sakura tertidur di sisi meja yang kosong dengan posisi duduk sambil memegang pensil. Di bawah tangannya ada selembar kertas yang tergambar karikatur wajahku (?). Kuambil kertas itu pelan-pelan, kucermati kualitas gambarnya, jelek. Banget. Apaan, kenapa mataku kayak mata setan, sudut matanya miring ke atas. Apa aku segitu galaknya sih? Rambut jabrik dengan poni di dahi, tangan masuk ke saku. Di bawah gambar itu ada tulisan Sasuke-kun ganteng no Baka! Dengan kata ganteng yang dicoret. Ckckck. Kubalik kertas itu, dan. . .
I WILL ALWAYS LOVE YOU FOREVER
Tertulis jelas disana. Tiba-tiba pipiku panas, aku membelai rambut halus Sakura yang masih tertidur dan mengecupnya sekilas.
.
.
.
TEK TEK TING TEK TEK
"Ummmmhhh" aku terbangun karena bunyi berisik pisau garpu dan piring. Kukucek mataku dengan malas. Uhhhh, jam berapa ini…
"Sasuke-kun? Sejak kapan pulang?"
"Hn. Hakuya, huakin ingi hagi ong" baca : Sakura, buatin ini lagi donk. Katanya dengan mulut penuh sambil menunjuk okonomiyaki buatanku yang udah dingin. "Tunggu, Sasuke-kun lama banget sih mancingnya? Aku bosan tahu"
"Hn. Hn. Huakin ingi hagi!" pintanya lagi. Huh, aku terpaksa membuatkannya seporsi okonomiyaki lagi. Yes, rupanya kursus memasakku sudah membuahkan hasil. Aku tersenyum sendiri.
"Ahhhh, kenyaaaang. Oishiii, Cinta"
"Sudah?"
"Hn"
"Kenapa Sasuke-kun lama banget sih?"
"Duh, kangen ya?"
"Apaan sih.."
"Pingin segera ML ya?" godanya yang membuatku langsung merah padam
"Sasuke-kun mesuuuum" aku langsung menuju kamar, dan mandi.
.
.
.
"Sakura? Ayo ikut aku" ajaknya saat malam datang
"Haa? Malam-malam mau kemana di pulau kosong begini?"
"Udah, diam aja"
Sasuke-kun menggandeng tanganku selama kami melintasi hutan kecil, sungai, dan sampailah kami di sebuah air terjun kecil yang benar-benar romantis dengan bunga-bunga warna warni menghiasi sekelilingnya. Sasuke-kun terus menarikku mendekati air terjun itu.
"Istriku, aku mencintaimu" wajahnya terkena sinar bulan yang sedang bercahaya dengan sempurna. Sasuke-kun menyandarkanku di sebuah batu besar, dan mengelus rahangku, menurun ke leherku, dan perlahan menarik tali dress putihku.
Bibirku kini bersatu dengan bibir tipis Sasuke-kun. Dimasukkannya lidahnya ke dalam rongga mulutku, kubalas lidah itu, lidah kami menari-nari, saling mengait, saling mencinta. Ciuman Sasuke-kun semakin panas saat tangannya mulai melepas dressku secara perlahan. Wah, bercinta di outdoor begini benar-benar sensual dan membuat irama jantung kami gak teratur lagi.
Sasuke-kun sukses melucuti dressku, dan tinggallah aku dengan pakaian dalamku yang juga berwarna putih. Kubuka kaos putih Sasuke-kun, kulepas ciuman kami, kupandang dada bidangnya yang sangat maskulin dan membiusku. Kucium leher Sasuke-kun, kujilat terus menurun ke ujung dadanya, kuhisap, dan kucium berkali-kali perutnya. Perlahan kulepaskan celana jeans biru pendeknya, sekarang hanya tinggal boxer putih. Saat akan kubuka, Sasuke-kun membaringkanku di rerumputan hijau yang lembut di tepi telaga kecil ini. Dia melepas bra ku, menciumi ujung dadaku, menggigitnya… mengisapnya… menjilatnya sepenuh hati…
"Ahhhhnn" aku mengerang perlahan. Sasuke-kun memasukkan tangan kanannya ke dalam panty ku yang sudah basah karena air V dan air telaga. Sasuke-kun menciumi leherku, karenanya posisi lehernya juga tepat berada di depan wajahku. Kuperlakukan lehernya gak kalah dengan Sasuke-kun. Kubuat kissmark disana.
Sasuke-kun terus menciumi seluruh tubuhku, sampai rasanya aku gak bisa memikirkan apapun. Begitu menoleh ke kiri, tahu-tahu panty ku sudah ada di seberang sana. Kini aku sudah telanjang bulat. Kupeluk sasuke-kun dengan posisi ini. Dadaku tertindih dadanya, kaki kami saling melingkar dan mengait.
Sasuke-kun bangkit untuk mencium V ku. Merasakan air yang keluar dari sana… "Uhhhhh… Ahhhh" Sasuke-kun memainkan lidahnya disana. Tanpa pikir panjang, kulepas boxer putih Sasuke-kun, dan kucium juniornya. Kukulum in-out, kujilati, kuhisap, terasa penuh di mulutku. Tapi aku suka. Sangat suka. Karena kami melakukannya atas nama cinta.
"Eggghh" Sasuke-kun menahan desahannya. Dia begitu kuat. Kumainkan kantungnya dengan kedua tanganku. Setelah beberapa menit, Sasuke-kun membaringkanku lagi, menatap mataku dalam-dalam, tangannya meraih tanganku, bibirnya mengecup dahiku.
Dan…
Ujung junior Sasuke-kun mulai memasuki V ku. Sasuke-kun yang merasakan tanganku bergetar, segera melumat bibirku dengan ganas. Junior Sasuke-kun semakin menusuk dan tiba pada dinding kegadisanku. Ditabrakkannya, dan
"AAAAKKKKKMMMHHHH" aku mengerang dalam ciuman. Sakitttttttt…. Darah mulai mengalir dari V ku. "Ssst… sebentar lagi gak akan sakit, Cinta…" Sasuke-kun menenangkanku sambil terus memainkan juniornya in-out perlahan-lahan agak gak menyakitiku.
"Ooohhh, ahhhh…" aku mulai mendesah lagi. Iya benar, sudah gak terlalu sakit lagi sekarang. Sebaliknya, semuanya jadi semakin nikmat… ahhh, aku gak bisa dan gak mau menahan suaraku lagi…
"Ahhh… hahhhh… uhhmmm…Ihhh, Oohhhhh"
Mendengar desahanku yang semakin menjadi, Sasuke-kun mempercepat tempo in-out nya. Aku meremas rambutku dengan tangan kiriku saking nikmatnya. Sedangkan tangan kananku ditahan sasuke-kun dengan tangan kirinya. Mata onyx Sasuke-kun gak pernah lepas dari wajahku, sedangkan aku sendiri sering memejamkan mata, menggerakkan kepalaku ke kanan, ke kiri, mendesah terus menerus. Dan entah sudah berapa kali air klimaksku keluar.
Akhirnya, dalam gerakan in-out yang berkelanjutan selama 30 menit, Sasuke-kun mulai mengeluarkan desahannya yang pertama. "Ahhhgghh, Ahh"
Tuhan, suara malaikatkah yang kudengar? Suara sasuke-kun begitu sensual dan seksi. Aku mengigit bibir bawahku, dan Sasuke-kun mengeluarkan air cintanya di dalam rahimku. Panas. Enak. Penuh cinta. "Aaahghghhhmmm" kami mendesah bersamaan, sasuke-kun ambruk, menempatkan kepalanya di bahuku.
.
.
.
Setelah istirahat 5 menit, adik kecilku sudah siap bertempur lagi. Well, good boy. Sakura kugendong ala bridal, menuju batu besar. Kuturunkan dia dalam posisi berdiri, memunggungiku. Kuciumi punggungnya, pantatnya, dan kumasukkan lagi adik kecilku yang sudah haus akan lorong Sakura yang begitu sempit dan luar biasa menakjubkan.
Sakura menoleh ke arahku dengan wajah cantiknya yang merah merona dan tersenyum manis. Kukecup pipinya dari belakang. Adikku mulai in-out dengan cepat, menggesek V Sakura yang benar-benar merupakan surga dunia. Sambil melakukan itu, kuremas dada bagus Sakura dari belakang, kupelintir ujung dadanya, kutarik, kutekan, sampai amat sangat mengeras. Desahan kami berdua gak pernah berhenti di telaga dengan air terjun kecil itu.
Sakura begitu seksi dan cantik. Bahkan cahaya bulan yang sempurna terpantul pada tubuhnya yang berkilau bening. Lagi, 30 menit dengan in-out, saat Sakura sudah klimaks, kutarik adikku dan kukeluarkan airku pada permukaan V nya, kubalikkan tubuhnya menghadap ke arahku, kukeluarkan lagi airku pada ujung dada Sakura dan wajahnya. Airku meleleh dari pipinya. Diusapnya dengan jari manisnya, dan dikecupnya jari yang berair itu. Oh Sakura, kamu begitu mencintaiku, aku akan menjagamu selamanya. Kamu akan menjadi Ibu dari anak-anakku kelak.
Tanpa jeda, adikku masih belum puas meminta V Sakura lagi. Kugendong kupeluk Sakura dari depan. Dia melingkarkan kakinya ke pinggangku. Kumasukkan lagi adikku ke V Sakura yang begitu kuat. Kubawa dia ke bawah air terjun kecil yang mengalir lembut. Kumainkan adikku, Sakura memelukku erat dan menengadahkan kepalanya yang merona saking nikmatnya. Lagi, 30 menit dengan posisi itu, akhirnya kami berdua klimaks di antara air terjun. Kukeluarkan airku di dalam V nya lagi. Sensasi itu begitu menyenangkan dan membuat kami berdua sangat puas.
.
.
.
Burung-burung mulai berkicau. Matahari pagi sudah mulai bangun. Aku masih terus mendesah di atas tubuh Sasuke-kun. Semalaman kami hanya beristirahat secukupnya dan terus-menerus memainkan ritual cinta ini. Sasuke-kun menginstruksikanku unutk bergerak dari atas ke bawah ke atas lagi, begitu seterusnya di atas badannya. Aku sendiri gak bisa berhenti. Terlalu indah untuk diakhiri. Aku sendiri heran pada diriku sendiri yang begitu kuat padahal ini adalah bercinta untuk pertama kalinya dalam hidupku.
"Terus, Sakura… sedikit lagi.. uhhh"
"Ahhh, ahhhh, ooohhh…. Iihhhh… Sasuke-kuuun… aku mau keluaaarhhh"
"Terus, Sakura…."
"Sasuke-kunnnhhh…"
"AAAHHHHHMMMMMMMnnnmnm" kami berdua keluar bersamaan di dalam V ku yang terasa penuh oleh junior Sasuke-kun. "Hahh… hahhh… hahhh" aku ambruk di atas tubuh Sasuke-kun dan sudah kehabisan stamina. Peluh kami saling menyatu di antara 2 raga yang saling menyayangi.
"Terima kasih, Cinta. Kamu yang terbaik…"
"Hh…hhh… iya, Love… aishiteru…"
"Aishiteru… Umm, Sakura...?"
"Hm? Tanyaku sambil mendongakkan kepala
"Sekarang siapa yang mesum?" ujarnya sambil tersenyum miring
UWAAKH! Mukaku semakin merah kayak tomat. Sasuke-kun ganteng no Baka! Dengan kata ganteng yang dicoret.
.
.
.
GYAAA! Hihihi. Jadi panas sendiri aku. Mwahaha.
Sengaja pingin bikin outdoor themed. wkwkwk
Terima kasih buanyaaaak atas kebaikan hati minna-san. Stay tune ya? #puppyeyes
Review please?
CHANYOU
