Siwon keluar kamar merasa tidak ada suara dari luar sana. Ia mendapati keadaan apartemennya kosong, ia yakin Yesung sudah pulang. Akhirnya Siwon menghampiri meja makan, masakan Yesung masih ada disana, Siwon duduk, hendak mengambil sendok tapi matanya menemukan selembar note, ia mengambilnya, sepertinya note ini sengaja Yesung tinggalkan untuknya. 'Maaf.' Hanya itu. Siwon mendecih, ia meremas note sebelum melemparnya kebelakang.

Terpaksa Siwon memakan masakan Yesung karena memang perutnya sangat lapar dan tentu tak bisa ditahan lebih lama lagi. "Lumayan." Komentar Siwon. Seberapa enakpun masakan Yesung jika ia membenci yang memasaknya maka itu akan sangat membuat nafsu makannya menghilang. Dan.. syukurnya.. kadar kebenciannya pada Yesung masih dalam tahap 'lumayan'

DRRTT... DRRTT.. Siwon merasakan ponsel di saku celananya bergetar. Ia memeriksa pesan singkat yang masuk. Kemudian berdecak kesal.

XXX

Sepulang dari rumah Siwon, Yesung pergi ke club malam untuk menemui pacarnya. Hubungan mereka sudah hampir satu tahun beberapa hari lagi. Yesung berencana melamar kekasihnya itu karena ia sangat ingin memiliki pendamping hidup.

Yesung menghampiri sebuah meja di sudut ruangan jauh dari lantai dansa. Ia segera duduk di depan pacarnya. Yesung tersenyum manis. "Kenapa tiba-tiba mengajak bertemu?" Tanya Yesung, matanya menatap kagum pada sosok pacarnya, kebahagiaan terpancar jelas dari mata Yesung. Itu cukup membuktikan jika ia SANGAT MENCINTAI WANITANYA!

"Aku minta putus baik-baik." Senyuman Yesung memudar. "Kenapa!? Aku salah apa?" Tanya Yesung panik, terlihat jika Yesung tidak terima dengan keputusan pacarnya. "Aku hanya ingin putus. Maaf," Perempuan itu pergi meninggalkan Yesung. "Taeyeon!" Seru Yesung dan menahan tangan Kim Taeyeon agar tidak pergi. "Ayolah oppa," Taeyeon melepaskan tangan Yesung, ia lari begitu saja meninggalkan Yesung.

Lelaki itu kembali terduduk di kursinya. Ia berencana melamar! Namun tiba-tiba. Ah. Yesung tak mengerti ia salah apa. Tidak lama kemudian seorang pelayan di club malam itu mendatangi meja Yesung. "Vodka, bir, alkohol, soju, wine.. bawa semuanya.. apa saja.." Ucap Yesung kesal. Pelayan itu segera pergi. Rata-rata orang yang datang ke club ini memang kebayakan frustasi, makanya mereka menari-nari di lantai dansa layaknya orang gila demi melupakan masalah kehidupan.

Yesung menyandarkan punggungnya, ia tak tahu harus berbuat apa lagi. Ia sangat mencintai Kim Taeyeon! Itu yang ia tahu. Tapi.. Ah, tak tahulah! Yesung merasa ia benci perempuan. Mereka susah dimengerti. Kebanyakan perempuan juga mengatakan lelaki itu tidak pekalah, pemberi harapan palsulah, inilah, itulah. Lelaki seakan dipojokkan! Padahal kebanyakan perempuan juga yang salah. Dimengerti malah ngelonjak tak dimengerti malah di bilang tak pengertian, tak peka. Apalah itu. Yesung semakin benci mereka.

Pesanan Yesung datang, setelah pelayan itu meletakkan semuanya ke atas meja Yesung segera meminum wine dari botolnya. Ia kalut. Dan yang ia ingini hanyalah melupakan segalanya, untuk selamanya.

Dari kejauhan terlihat Siwon sedang berdebat dengan seorang lelaki berumur. Pria tua penuh uban itu nampak memaki-maki Siwon.

"Choi Siwon? Kenapa tiba-tiba membatalkan pengiriman uang? Apa anakku kurang memuaskan?" Siwon menghela napas. Uang. Uang. Uang. Apa yang ada dipikiran manusia hanya uang bahkan merelakan anak perawan mereka ia perkosa demi lembaran berharga dinamakan uang itu? Siwon menggeleng. "Anakmu perempuan. Aku tidak bernafsu, setiap kali aku akan menyentuhnya dia memekik seperti tikus."

Lelaki tua itu terdiam. Bahkan saat Siwon sudah berdiri dan berniat meninggalkan club. Tapi langkah Siwon terhenti melihat sosok Yesung di sudut ruangan sana mabuk dan nampak meracau sendiri. Walau samar tapi Siwon yakin itu adalah Kim Yesung. Ia memutuskan mendekatinya. Ternyata ia tidak salah.

"Ehemm.." Siwon berdehem pelan. Yesung tidak menyadari keberadaan Siwon. "Yesung." Panggil Siwon kemudian, Yesung masih tidak bereaksi, hingga akhirnya Siwon memutuskan duduk di sebelah Yesung. "Kau pikir kenapa mereka memutuskan dengan sangat mudah?" Suara Yesung terdengar sumbang, matanya setengah terpejam dan Siwon yakin Yesung mabuk berat. "Hmm.. kenapa perempuan bisa memutuskan hubungan tanpa penyesalan?" Ah, Siwon tahu apa yang membuat Yesung begini.

"Tentu saja karena mereka sudah punya cadangan." Kepala Yesung jatuh di bahu Siwon, tangan kanannya masih saja memegang botol wine. "Perempuan itu mengerikan bukan? Berlagak menjadi pihak paling tersakiti tapi sebenarnya merekalah yang paling menyakiti." Siwon terkekeh. "Yah.. aku benci perempuan.. sok suci.." Yesung kembali meminum wine-nya. "Aku sarankan untuk bersama lelaki saja. Sama-sama pria tentu tahu apa yang diinginkan. Sampai matipun kau tak akan bisa memahami perempuan." Yesung terisak.

"Kau laki-laki, pacarmu juga laki-laki, kalian tentu akan saling mengerti." Siwon menarik botol wine dari tangan Yesung, pria itu sudah sangat mabuk. "Hm.. perempuan memang mengerikan." Siwon merasakan tangannya dipeluk erat, ia tersenyum melihat Yesung sepertinya sudah terbuai ke alam mimpi. Ia meraih ponselnya, menghubungi seorang anak buahnya, menyuruh orang suruhannya itu datang ke club malam ini dan mengantarkan mobil Yesung ke rumah Young Woon. Sementara Siwon sendiri memilih menggendong Yesung keluar club dan mendudukkan Yesung di jok sebelahnya.

Setelah itu mobil Siwon bergerak meninggalkan tempat tersebut. Ia pikir rasa 'lumayan benci'nya tadi sudah menghilang. Tergantikan dengan 'lumayan suka' pada Yesung. Sepertinya juga, Yesung sangat mudah dipengaruhi kalau sudah dalam kondisi seperti ini.

Sekitar dua puluh menit kemudian mobil Siwon terparkir di basement apartemennya. Ia menggendong Yesung untuk naik ke rumahnya dan tentu berniat menginapkan Yesung di rumahnya secara paksa. Sesampainya di kamar, Siwon membaringkan Yesung, membuka satu persatu pakaian yang melekat di tubuh kecil itu. Hei! Apa yang kalian pikirkan? Siwon hanya berusaha mengganti pakaian Yesung karena baju Yesung sudah basah karena tumpahan wine.

Yesung sepenuhnya telanjang sekarang. Tubuhnya beraroma wine. Siwon menjilat perut hingga leher Yesung, merasakan wine yang ada disana. Sebelum akhirnya ia memakaikan Yesung kemaja putih lengan panjang miliknya tanpa memakaikan Yesung pakaian dalam terlebih dahulu. Kini Yesung sudah mengenakan kemeja miliknya, itu mampu menutupi seperempat paha Yesung dan menenggelamkan kedua tangan mungilnya. Siwon tertawa melihat itu, ternyata Yesung sangat kecil jika memakai pakaian miliknya seperti ini.

Siwon turut berganti baju, selesai melakukan itu ia pergi kekamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Setelahnya Siwon berbaring di samping Yesung, memeluk pinggang ramping lelaki itu. Dengan lembut ia berbisik. "Kau tidak pantas bersama perempuan. Karena kau lebih cantik dan tentunya seksi dari mereka semua. Kau tak tertandingi, Kim Yesung." Sampai akhirnya Siwon memberikan ciuman selamat malam di dahi dan bibir Yesung.

XXX

Berkali-kali Young Woon berusaha menghubungi Yesung. Namun masih tidak bisa, ponsel Yesung tidak aktif. Tadi malam hanya mobil Yesung yang sampai kerumah sementara pemiliknya pergi entah kemana. Menurut keterangan orang yang mengantarkan mobil Yesung, adiknya itu bersama Choi Siwon. Young Woon hendak mempercayai itu, tapi rasanya mustahil Yesung mau hang out atau menginap di rumah laki-laki. Biasanya Yesung itu keluyuran kemana-mana sampai lupa waktu. Dan tentunya dikelilingi perempuan.

"Hae-ya. Kau tahu dimana Yesung?" Young Woon memutuskan menelpon Donghae, salah satu teman akrab Yesung. 'Tadi malam dia mengatakan ingin melamar Taeyeon, pacarnya. Mungkin sekarang Yesung mengajak Taeyeon ke hotel untuk melakukan acara sebelum pernikahan.' Terdengar kekehan Donghae. Young Woon semakin kesal di buatnya. Bukan. Bukan karena Donghae atau Taeyeon si pacar Yesung, tapi karena ke hotel ituloh, mana bisa Yesung ke hotel tanpa membawa mobil, apalagi ketika Young Woon memeriksa mobil Yesung dompet beserta ATM dan kartu kredit Yesung ada disana.

"Sudahlah." Young Woon berseru keras lalu memutuskan panggilan. Mungkin benar Yesung bersama Siwon. Yah. Setidaknya Yesung aman bersama lelaki.

XXX

Yesung merasakan hangat ketika uap penghangat ruangan menerpa wajahnya. Ia ingin membuka mata, tapi entah kenapa rasanya tidak bisa, ia sungguh penasaran dimana ia sekarang. Ini jelas bukan ranjangnya, rasa ranjang dirinya bukan seperti ini, Yesung kenal betul. Dan.. Yesung merasa pakaian yang ia kenakan sekarang sangatlah pendek di bagian bawahnya.

Ia berusaha mengingat apa yang terjadi pada dirinya tadi malam, mustahil, ia tak bisa mengingat apapun. "Kau sangat nikmat, sangat ketat," Yesung mendengar suara sosok yang ia kenal berbisik tepat di depan telinganya, lalu meniupnya. Seketika itu juga Yesung merasa geli. "Kapan-kapan kita bisa main lagi." Ingin rasanya Yesung segera bangun dan meninju sang pemilik suara, apa daya, membuka matapun tak bisa. "Desahanmu sangat menggoda." Wajah Yesung memanas mendengarnya. "Kenapa tidak membuka mata hm? Aku tahu kau sudah bangun." Yesung semakin panas.

Sekuat tenaga ia menggerakkan jemarinya, berhasil! Tidak lama kemudian mata Yesung bisa terbuka. Ia mengerjabkannya beberapa kali merasa cahaya di ruangan krem itu sangatlah terang. "Pagi." Sapa suara itu. Yesung segera menolehkan kepalanya ke kiri dan mendapati wajah Siwon tepat beberapa senti di depannya, tidak, hidung mereka bersentuhan. Mata Yesung membola, ia segera berbangun. Saat itu juga Yesung semakin panik mendapati dirinya memakai pakaian orang lain, bagian bawahnya terbuka pula.

"Kau.. apa yang kau lakukan?" Yesung menunjuk tepat di depan hidung Siwon. "Tidak ada." Siwon ikut mendudukan dirinya. "Lalu apa yang kau maskud dengan.. sangat nikmat.. ketat..main.. desahan.. hah?" Yesung mengucapkannya dengan malu setengah mati. "Kau mimpi." Yesung menggeleng tidak percaya. Jelas-jelas ia mendengar Siwon mengucapkan seperti itu. "Kau penyuka sesama." Yesung terdiam, tangannya perlahan kembali ke sisi tubuhnya. "Kau mengatakan padaku kalau kau membenci perempuan.." Samar-samar ingatan Yesung kembali. Tadi malam ia berniat melamar Taeyeon tapi Taeyeon malah memutuskannya begitu mudah. Ia memang mendengar suara seseorang di atas ambang kesadangannya. Ia mendengar suara yang menyatakan berpacaran dengan sesama itu lebih baik daripada berusaha mengerti lawan jenis yang mustahil dilakukan.

"Aku mengajakmu berpacaran. Kau mau. Aku meminta ijin padamu untuk melakukan hubungan seksual. Dan tentunya kau mau." Mata Yesung mengerjab. "Apa? Kau serius?" Siwon menggeleng lalu tertawa. "Tidak. Aku bercanda." Yesung menghela napas lega. Banyak orang mengatakan jika kau sedang mabuk maka ucapan yang keluar dari bibirmu berasal dari hati nurani. "Tapi aku serius tentang kau membenci perempuan bahkan kau pemuja perempuan ini mengatakan mereka sok suci dan mengerikan." Kepala Yesung tertunduk. Ia memang benci perempuan setelah kejadian ini.

Tapi masa ia berubah haluan karena itu? Trauma? Heh. Yang benar saja. "Percayalah Yesung, pacaran dengan gender sama itu lebih menyenangkan. Sama-sama mengerti apa yang diinginkan. Tahu kebutuhan dan lain-lain." Siwon berdiri. "Jika tidak percaya buktikan saja. Pacarilah laki-laki selama satu hari, kemudian pacari perempuan di hari berikutnya. Kau akan tahu dengan siapa kau merasa lebih nyaman dan mengerti dirimu." Siwon keluar kamar. Meninggalkan Yesung yang termenung.

Siwon pergi ke dapur, memanaskan pizza beku di microwave, menuangkan susu kotak ke dalam dua gelas. Lalu setelah pizza hampir siap ia mendengar Yesung keluar kamar, ia menoleh dan mendapati lelaki itu duduk di sofa panjang menghadap televisi. Suara pelan dari microwave berhasil menyadarkan Siwon kalau sarapan paginya sudah matang. Ia mengambil lalu meletakkan di atas piring. Setelah itu Siwon memotong-motongnya menjadi beberapa bagian, kemudian membawa semuanya ke meja depan Yesung.

"Makanlah." Siwon duduk di samping Yesung, meminum susu lalu menghidupkan televisi. "Percaya atau tidak, aku juga sama sepertimu. Kala itu hubungan kami sudah hampir satu tahun, aku begitu bahagia, dan berencana melamarnya saat perayaan satu tahun kami, tapi ketika aku menemuinya, dia malah memutuskanku. Belakangan aku tahu kalau dia selingkuh," Siwon mengambil sepotong pizza. Ia menghela napas pelan. "Makanya dia bisa memutuskanku begitu mudah. Akhirnya aku benci perempuan.."

"Dan kau memutuskan jadi penyuka lelaki?" Serang Yesung sambil menatap Siwon. Siwon menggeleng. "Tidak secepat itu. Pernah suatu hari aku melihat pasangan gay, nampaknya hubungan mereka sudah lebih dari lima tahun, aku memutuskan bertanya pada mereka apa yang membuat mereka bertahan selama ini, dan mereka mengatakan karena mereka sesama lelaki jadi bisa saling mengerti..." Siwon meletakkan pizzanya setelah mengigit sedikit ujungnya. "Aku pikir itu benar. Coba-coba aku mencari pacar lewat biro jodoh, aku mendapat seorang lelaki, awalnya aku merasa kurang ngeh. Tapi semakin hari kami selalu chatting tanpa absen, perlahan aku menyukainya, dia baik, mengerti aku.." Siwon tersenyum, ia menatap Yesung yang masih setia mendengarkan kelanjutan kisahnya.

"Aku mengajaknya bertemu. Dia mau. Ternyata dia adalah seorang pengusaha kecil-kecilan, aku membantu masalah keuangannya waktu itu, dan kami semakin dekat, semakin sering bertemu, hingga akhirnya dia mengatakan cinta duluan. Dengan alasan ingin mencoba, aku terima saja." Dari tatapan Yesung, Siwon yakin kalau lelaki itu berusaha mengatainya gila. "Kami berpacaran, dia sering main ke apartemenku, membuatkanku bekal dan susah-payah mengantarkannya ke kantorku, seperti pasangan lainnya, setiap malam minggu kami jalan-jalan, dan berakhir di kamar." Mata Yesung membulat. Siwon tertawa melihatnya.

"Dia sangat baik, selalu mengerti aku, dan akupun berusaha memahaminya. Sampai suatu hari aku kehilangan kontak dengannya, dia tidak bisa dihubungi, alamat emailnya tidak aktif, aku berusaha bertanya pada orang-orang terdekatnya, dan mereka bilang, orang itu kecelakaan saat ingin ke Pulau Jeju, akhirnya aku tahu, saat itu dia ingin menghadiri pernikahan temannya, tapi tiba-tiba kapal mereka mengalami kerusakan, dan Bom! Meledak. Dia tak selamat." Baru kali ini Yesung melihat Siwon menangis. Ia yakin kalau Siwon masih tidak bisa melupakan bahkan sangat mencintai lelaki yang di maksudkan. "Aku hanya bisa mengenangnya." Siwon mendongakkan kepala.

"Sebulan penuh aku mengurung diri di kamar. Kau tahu, kan? Bagaimana rasanya kehilangan? Apalagi kehilangan sosok yang sangat mengerti kita." Siwon terkekeh, ia kembali menatap Yesung. "Sampai akhirnya aku mendapat ide konyol, namun dengan itu aku bisa bangkit perlahan." Siwon merangkul Yesung, tapi Yesung menjauh dan menganggap itu ancaman, Siwon tertawa pelan. "Aku mengatakan pada perusahaan-perusahaan kecil jika mereka mengalami kesulitan dana bisa hubungi aku. Ternyata banyak yang melakukannya, aku membuat syarat. Mereka harus menyerahkan anak secara gratis. Dan akupun kaget karena mereka semua mengiyakannya tanpa berpikir." Oh. Yesung mengerti sekarang, jadi ini alasan Siwon membuat 'acara pemberian uang' itu. Hanya ingin menghilangkan rasa frustasi di diri.

"Aku mau. Pertama aku mendanai perusaan makanan ringan. Dia memiliki anak perempuan berusia dua puluh, sangat cantik, dan aku suka menatap wajahnya, tapi sayangnya dia membuatku muak. Aku berhenti mengirim uang." Yesung menatapnya aneh. "Lalu, aku memberi uang pada restoran yang mau buka kembali setelah mengalami kebakaran. Dia punya anak lelaki, sayangnya masih di bawah umur, tapi aku tetap menyetubuhinya..."

"Kau..? Pedofil.." Siwon menggeleng. "Ceritanya belum selesai.. Aku tidak menyetubuhinya seperti yang ada dalam pikiranmu. Aku hanya bermain-main dengannya, seperti.. hmm.. menyuruhnya telanjang di depanku.. menari.. dan.. melayaniku.. jangan berpikir aneh.. maksudku melayani.. ya.. dia memasak.. membersihkan apartemen.. dan menemaniku minum sambil nonton film sampai tengah malam.. Tidak sulit bukan?"

"Tidak sulit apanya! Dia masih di bawah umur tapi.. kau sudah memberi contoh yang tidak baik.." Siwon menghadapkan dirinya pada Yesung. "Lagian dia melakukan itu dengan senang hati." Yesung menggeleng-gelengkan kepalanya. "Jadi itu yang membuatmu merasa nyaman bersama lelaki? Dan kau memberi uang pada perusahaan yang membutuhkan.. lalu menyewa anak mereka untuk kesenangan semata?"

"Ya. Aku nyaman berhubungan dengan laki-laki. Mereka tentu lebih mengerti. Lagian, aku sudah benci perempuan, dan aku tidak berniat dekat dengan makhluk egois itu lagi. Kesenangan semata? Aku rasa itu ungkapan yang pantas. Aku menyewa mereka untuk menghiburku, hanya beberapa ..yang aku maksud beberapa sama dengan tidak ada.. yang aku masuki." Yesung terdiam, melihat tatapan Siwon sangat mengancam dirinya. "Lalu kamarin? Kau mau memperkosaku, kan?" Siwon terkekeh. "Aku akui, jawabannya iya." Yesung tak dapat berkata-kata.

"Kau tahu Yesung? Aku pernah horny. Tapi lelaki bersamaku waktu itu brengsek sekali. Sok suci tak mau kumasuki. Dan.. aku benci padanya.." Siwon nampak tak yakin melanjutkan. Ia khawatir kalau Yesung takut padanya setelah tahu ini. "Apa? Kau membunuhnya?" Siwon menggeleng. Rupanya Yesung penasaran. "Apa?" Tekan Yesung kesal. "Aku.. memasukkan solder listrik ke.. situ.." Yesung menutup mulutnya. "Kau gila!"

"Tapi sungguh.. itu menyenangkan.. melihat dia memohon aku berhenti.." Yesung mengangkat tangan kanannya. Siwon mengerti itu. Ia diam, kembali pada pizza dan televisi. Masa bodo, lah mau Yesung takut padanya atau apa, ia tak peduli lagi rasanya.

Keduanya terdiam. Lama-lama seperti ini membuat Yesung merasa canggung juga akhirnya. "Sesekali cobalah dekati perempuan. Kau tidak bisa selamanya seperti ini. Bagaimanapun kau juga harus punya keturunan." Yesung meminum susu hingga setengah gelas. "Untuk apa aku mendekati perempuan kalau hanya untuk punya keturunan. Ini masalah perasaan Yesung-ah." Siwon masih tak menatap Yesung. "Lagian, laki-laki di sebelahku lebih cantik dari perempuan manapun." Mata Yesung mengerjab cepat. Apa yang Siwon maksud adalah dirinya?

Seketika itu juga Yesung shock berat, untungnya tak sampai kejang. "Lebih seksi pula. Aku merasa tak bisa menyukai gadis kalau malihatnya."

"Berhenti Siwon! Kau membuatku jijik!" Iya. Iya. Yesung mengucapkan itu dengan dingin, tapi bagaimana dengan wajahnya yang memerah? Sungguh tak bisa disembunyikan. Dada Yesung naik-turun, menahan marah? Hm. Mungkin saja. "Apa? Aku hanya mencoba jujur." Siwon menatap Yesung, ia tersenyum melihat wajah lelaki itu sangat merah. "Hmm.. mau jalan-jalan denganku kapan-kapan?"

"Kau mencoba mengajakku date? Dan.. tentunya kau berusaha membuatku jadi gay!?" Tanya Yesung emosi. "Tidak." Tanpa sadar Yesung menahan napas ketika Siwon merangkul dirinya, menarik kepalanya agar bersandar di dada lelaki itu. Canggung. Yesung merasakan itu. Canggung sekaligus malu.

Tangan Siwon yang satunya turun mengusap paha Yesung. "Hm.. jujur saja kau tidak pantas bersebelahan dengan perempuan.. melihat kenyataan kau lebih manis dari mereka semua." Semakin masuk ke paha bagian dalam, Siwon merasakan lembab disana. "Aku membayangkan bagaimana kau mengenakan jas dan gadismu pakai gaun pernikahan. Tapi melihat wajah, err, aku geli. Sangat tidak pantas." Tangan Yesung meremas baju Siwon. Entah kesal atau apa.

"Lihatlah tanganmu, kecil. Lebih kecil dari perempuan, kau tahu maksudnya itu? Tanganmu untuk digenggam bukan menggenggam." Siwon tersenyum geli saat tak sengaja menyentuh alat Yesung di bawah sana, ia jadi meragukan bagaimana permainan Yesung. "Aku bisa.."

"CUKUP SIWON!" Yesung berdiri, ia menatap kesal pada sosok lelaki yang menurutnya sangat menyebalkan itu. "Jangan sekali-kali mencoba merayuku! Kau.. Kau.. Aku.. Aku.. Jika kau gay jangan melibatkanku!" Yesung berbalik, hendak melangkah tapi Siwon malah memeluknya. Ia merasa begitu kecil dalam pelukan Siwon. Nyaman. Ia akui itu.

"Kau mau merasakan solder listrik menancap di pantatmu? Dengan senang hati aku melakukannya. Lagian, selama perusahaan hyungmu belum bangkrut, kau tidak bisa lari dariku." Bisik Siwon. Yesung bergidik. "Lakukanlah! Aku tak takut," Yesung melepaskan pelukan Siwon, ia berjalan menuju kamar. Mengambil pakaian, berganti, lalu pulang. Itu kehendaknya.

Tapi.. Siwon pergi ke dapur, masuk kekamar menyusul dirinya dan.. mata Yesung membola, Siwon sungguh memegang solder listrik. "Hm.. aku panaskan dulu.." Siwon meniup-niup solder listrik itu, ia mendekat pada Yesung. "Si..Siwon.." Gagapnya ketakutan. "Sepertinya sudah panas." Siwon menyeringai. Ia semakin mendekat pada Yesung. Ditariknya tangan lelaki itu. Yesung semakin ketakutan. Hei! Solder listrik itu panas. Yesung tak bisa membayangkan bagaimana sakitnya ketika alat itu masuk memenuhi pantatnya nanti.

Siwon menghadapkan wajah Yesung padanya. "Aku punya dua pilihan." Mata Yesung tak lepas dari solder listrik di tangan kanan Siwon, dadanya berdebar keras karena ketakutan. "Benda ini memenuhi anusmu. Atau, kau tetap disini bersamaku?"

"IYA.. AKU MEMILIH PILIHAN KEDUA!" Seru Yesung cepat. Siwon mematikan solder listriknya, kemudian melempar ke atas ranjang. Yesung menghela napas lega. Ia tak tahu kalau Siwon sungguh akan melakukannya, ia pikir hanya bercanda. "Tadinya aku berharap kau memilih yang pertama."

Siwon memegang kedua bahu Yesung, sedikit menunduk untuk bisa melihat mata indah lelaki itu. Yesung tak tahu harus bersikap bagaimana, ia merasa canggung ditatap seperti ini. Apalagi saat ia merasakan Siwon semakin mendekatkan wajah padanya. Yesung merasa dadanya berdebar keras. "Aku menyukaimu secara fisik. Tapi tidak dalam segi sifat dan sikap." Siwon berucap sambil menempelkan kening mereka. "Andai saja lelakiku waktu itu tidak meninggal. Mungkin sekarang kau tidak akan ada disini." Lanjut Siwon lalu memeluk leher Yesung. "Kau tahu? Wajah kalian sedikit mirip."

XXX

Selesai mandi dan membereskan sisa sarapan Yesung duduk di ruang tengah sambil meminum segelas jus jeruk. Siang-siang apalagi cuaca panas begini memang enak minum yang dingin, Yesung menikmati kegiatannya, ia membaringkan tubuhnya, sofa ini memang lumayan besar, jadi muat untuk Yesung meksi kakinya harus dilipat.

Siwon? Yeah. Choi Siwon sedang mandi. Yesung berharap mandi Siwon lebih dari satu jam. Ia risih berdekatan dengannya apalagi Siwon seperti menyukai dirinya. Ha, Yesung tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika itu memang benar. Kalau Yesung pikir, alasan Siwon menjadi gay kurang lebih sama seperti dirinya. Dikhianati pacar sendiri. Yeah. Setidaknya itu cukup membuatnya trauma untuk menjalih hubungan kembali dengan lawan jenis.

Tapi.. Tapi.. Yesung masih ragu. Ia ingin mencoba berpacaran dengan laki-laki. Merasakan apa nyamannya saat bersama orang dengan gender sama. Nanti kalau ia memang merasa nyaman? Bagaimana jika ia tak bisa menjadi normal lagi? Ah, itu yang Yesung khawatirkan. Tapi mencoba tidak ada salahnya bukan?

Yesung membenarkan posisinya jadi duduk mendengar pintu kamar dibuka. Ia melihat Siwon hanya memakai boxer dan duduk disebelahnya. Yesung bedehem. "Tidak ke kantor?" Mulainya berbasa-basi. "Mana mau aku melewatkan waktu bersamamu." Goda Siwon, Yesung merasakan dadanya berdebar keras.

"Setelah aku pikir..." Yesung menatap Siwon. "Aku.. mau mencoba pacaran denganmu.."

To Be Continue

Hai! .-. Nah itu.. Saya galau gegara mikirin mereka kawin loh TwT sebenarnya ini fic curahan hati saya. Kata-kata Siwon yang nyindir Yesung inilah.. Itulah... Mewakili perasaan hati saya T_T)"

Jujur saya pernah nangis hampir semalaman gegara mereka. Saya mikirin gimana nasib saya n KyuSung maupun YeWon shipp terkhusus yang hardshipper saat mereka dah kawin nanti. Hati saya sakit banget. *baper lagikan* apalagi saya ini kalau udah suka ya suka.. gak bisa diberentiin maupun dipaksa berenti..

Saya pernah mencoba melupakan WonKyuSung.. berenti baca fic.. berenti bikin fic.. hapus vidio moment mereka.. foto-foto moment mereka.. dan berusaha fokus ke Yesung aja... TAPI! KENAPA RASANYA ADA YESUNG ADA WON OR KYU? WAEEE? *nangis sesegukan* sejak saat itu saya tak pernah bisa berenti menyukai mereka.. malahan perasaan saya semakin besar.. setiap kali saya berusaha melupakan.. Yesung hadir membawa moment.. entah itu foto foto sama Kyu or Won..

Yesung itu melayangkan kita (KyuSung or YeWon shipp) tinggi-tinggi.. sesudahnya akhirnya mereka kawin juga *yaiyalah* dan saat mereka kawinlah kita dihempas ke tebing berbatu *lebay* sakit beb.. SAKIT... *TERIAK*

KYUSUNG DAN YEWON ITU ADALAH BAGIAN DARI HIDUP SAYA. WALAU TERDENGAR BERLEBIHAN TAPI INILAH KENYATAAN. MOOD SAYA TERGANTUNG MEREKA. GIMANA NANTI KALAU MEREKA KAWIN? MEREKA PASTI JARANG KETEMU KAN... NAH... BISA MATI SAYA BEB.. MATIIIIIII

IYA.. IYA.. SAYAPUN MASIH SHIPPERIN MEREKA WALAU MEREKA DAH KAWIN.. TAPI APAKAH KITA BISA BERTAHAN NYIPPERIN COUPLE DELUSI KEK MEREKA? APAKAH KITA TAK AKAN BOSAN MENUNGGU MEREKA YANG TAK PASTI? SAYA YAKIN CEPAT ATAU LAMBAT KITA BAKALAN BERENTI JUGA ENTAH ITU KARENA DAH BOSEN, MUAK, BENCI, DE EL EL.

SAYA AKUI SAYA MEMANG ORANG BERPIKIRAN SANGAAAATTT SEMPIT. SAYA GAK RELA MEREKA KAWIN. BAHKAN KESANNYA SAYA BENCI SAMA MEREKA.. RESIKO FUJOSHI N FANGIRLS INIMAH TWT NANGIS LAGIKAN SAYA T_T

YAUDAH LAH. KEPANJANGAN PASTI. GALAU SAYA SOALNYA.