Hai kembali lagi dengan chapt3. Maaf jika masih ada kesalah dan kekecewaan di chapt sebelumnya. Dichapt ini akan ada pemeran tak terduga loh. Pastinya bukan salah satu member BTS. Yaudah tanpa harus banyak kata-kata kalian baca yah. Dan jangan lupa untuk tetap mereview setelah membacanya

"Yoongi?"

.

.

.

Setelah aku mendengar suara itu memanggil namaku. Terasa sesak didada. Tanpa berpikir panjang aku segera melepaskan pegangan erat tangan taehyung dan berlari kearah luar cafe taehyung. Aku terus berlari dan terus berlari tanpa sadar sesak didadaku membuat air mengalir keluar dikedua mataku.

Aku merasa semua orang disekitarku melihatku dengan pandangan aneh. Mungkin dia merasa bingung kepadaku. Bahkan tak sedikit yang melihatku dengan pandangan iba.

'apa aku semenyedihkan itu dipandangan semua orang?' batinku.

Aku menghentikan langkahku disebuah taman yang sepi. Dada ini semakin terasa sesak. Aku merasa semua menjadi kabur dan tanpa sadar aku mulai terjatuh. Menangis terus menerus membuat pandangan disekitarku gelap dan kepalaku terasa pusing. Dan setelahnya aku tidak ingat apa-apa lagi.

Aku merasa ada sorotan cahaya yang mengganggu mataku. Aku mulai membuka mataku sedikit demi sedikit. Aku melihat jendela yang besar yang memantulkan cahaya kepadaku. Aku merasa asing dengan semua yang berada disini. Mulai dari kasur king size selimut putih yang tebal. Meja kecil dengan buku-buku bacaan yang tebal. Ini bukan kamarku? 'APA INI BUKAN KAMARKU? DIMANA AKU?'batinku. Dan dengan cepat aku terduduk merasa kaget dengan suasana asing ini.

Tok..tok...tok...

"Permisi nona apa kau sudar sadar?" suara laki-laki paruh baya yang mengusik lamunanku.

"Euh? Iya aku sudah sadar. Dimana aku? Siapa kau? Lalu siapa yang membawaku kesini? Dan siapa yang mengganti pakaianku?" pertanyaan yang begitu panjang meluncur begitu saja dari mulutku.

"ah maaf nona sebelumnya. Yang mengganti pakaian mu adalah ahjumma yang bekerja disini. Kau dibawa oleh tuan muda kami. Aku adalah tuan Lee kepala pelayan dirumah ini. Dan nona ada dikamar tuan muda." Jawab laki-laki yang baru ku tau bernama tuan Lee itu lalu tersenyum kepadaku.

"Ahh, tunggu kau bilang tuan muda? Siapa dia?" tanya ku lagi.

"Tuan muda Mark nona. Ku pikir kau teman atau kekasih tuan muda." Ucapan kepalaya ruangan itu terhenti sepertinya dia sedang menimbang-nimbang sesuatu. "Setelah saya pikir-pikir. Karena semalam tuan muda membawa nona kesini. Lalu membawamu kekamar tuan muda dan membaringkan mu dikasurnya. Bahkan dia mengompresmu semalaman. Dia bilang kau pingsan ditaman dekat sini waktu tuan muda arah pulang. Dan raut wajah tuan muda yang khawatir yang membuat semua penjaga dan pekerja sini menyangka kalau kau adalah kekasih tuan muda Mark. Jadi maaf atas kelancangan saya dan pelayan disini karena sudah mengganti pakaianmu. Karena tuan muda bilang dia tidak mungkin mengganti pakaian nona. Dan menyuruhku untuk memanggil pelayan wanita untuk menggantikan pakaian nona." Jawab laki-laki paruh baya itu. Dan membuatku semakin kaget dan kebingungan.

'Aku bahkan tidak mengenal tuan mudanya. Siapa tadi? Ah iya Mark. Seingatku, aku tidak memiliki teman bernama Mark.' batinku

Tanpa sadar laki-laki paruh baya itu sudah pergi dan menutup pintu pelan.

Aku langsung berlari keluar dan kembali bertanya kepada kepala pelayan tadi. "Dimana tuan muda Mark? Ah maksudku Mark?". Tanpa ingin membuat kepala pelayan itu kebingungan dengan perkataanku.

"Tuan muda sudah berangkat 4jam yang lalu kekantornya. Dan tuan muda menyuruhku untuk tidak membangunkan nona. Jadi aku menunggu hingga nona sadar. Untungnya setelah aku masuk kekamar tuan muda untuk membawakan makanan mu tadi. Nona sudah sadar." Jawabnya.

"Ah, baiklah terima kasih. Tapi apa aku boleh pinjam tlp rumah untuk menelpon Mark dan mengucapkan terima kasih kepadanya? Dan bisakah kau memasukkan nomer tlp Mark. Karena aku tidak ingat dan ponselku mati." Aku maafkan aku tuhan karena telah berbohong.

Tidak lama dari itu akhirnya kepala pelayan menunjukan tempatnya dan memasukkan nomer tuan mudanya itu. Lalu pergi meninggalkan Yoongi. Mungkin untuk memberikan Privasi kepada Yoongi dan Tuan mudanya.

Tuuuut... tuuuuutt...

"Yobesseyo? Ada apa tuan Lee?" terdengar suara berat laki-laki disebrang tlp.

"Yobesseyo,,, maaf aku bukan tuan Lee. Aku Min Yoongi perempuan yang sudah kau tolong semalam. Maaf merepotkanmu dan terima kasih telah menolongku. Apa kau mengenalku?" tanpa basi-basi aku memperkenalkan diriku berbicara panjang dan memberikan pertanyaan kepada laki-laki disebrang saluran tlp ini.

"Ahhh kau sudah sadar. Aku Mark Tuan. Dan maaf sudah membawamu ketempatku tanpa meminta ijin kepadamu. Karena aku menemukanmu pingsan taman sekitar rumahku semalam. Iya tidak apa-apa. Aku merasa senang membantumu dan kau tidak merepotkan ku. Bagaimana keadaanmu?" dia menjawab pertanyaanku dan bahkan mempertanyakan kondisiku. Aku merasa beruntung telah ditolong orang baik.

"Iya aku sudah sabar dan keadaanku sangat baik. Kenapa kau meminta maaf Tuan Mark aku yang merepotkan mu dan seharusnya aku berterima kasih dan merasa beruntung telah kau tolong." Jawabku sekenanya.

"Hmm sebentar lagi aku akan pulang. Kita lanjut nanti pembicaraannya setelah aku dirumah ne..." suara laki-laki itu seperti sedang terburu-buru. "Ah baiklah tuan Mark." Setelah aku menjawabnya lawan bicaraku sudah mematikan sambungan tlp itu.

1jam kemudian setelah aku menelpon tuan muda yang baik pemilik rumah dan kamar yang aku tempati semalam itu. Aku sudah selesai mandi dan memakai bajuku yang semalamku pakai. Dan tidak lama terdengar suara knalpot mobil dibawah.

"Selamat siang tuan muda" sapa beberapa pelayan dan kepala pelayan.

"Ahh siang dimana Yoongi? Apa dia masih dikamarku tuan Lee?"

"Nona masih dikamarmu tuan. Tetapi sepertinya dia sudah mandi."

"Baiklah segera siapkan makan siangku dan nona Yoongi tuan Lee. Karena aku yakin dia belum menyentuh makanan yang sudah kau siapkan tadi." Suruh Mark situan muda dengan sopan.

"Baik tuan muda." Tuan Lee langsung pergi kedapur untuk menyuruh pelayan menyiapkan makan siang tuan muda dan tamu perempuannya.

Tok.. Tok.. Tok...

"Silahkan masuk." Jawabku.

"Ah kau sudah sehat nona Yoongi? Dan bahkan kau sudah cantik." Suara berat yang disebrang tlp tadi terdengar lagi ditelinga Yoongi. Dan Yoongi kaget karena tuan muda yang baik hati ini ternyata bukan hanya sopan, baik, ramah, bahkan tuan muda ini TAMPAN.

"euhh, ahh iya aku sudah mandi. Terima kasih sudah menolongku dan membiarkan ku menumpang dirumahmu. Emm bahkan dikamarmu dan menyuruh pelayan-pelayan dirumahmu untuk menjagaku. Daaaaaaaan terima kasih telah terjaga untuk mengompresku semalaman." Aku langsung bangun dan membungkukan badanku.

Tuan muda itu tersenyum dan menyuruhku untuk tidak membungkuk lagi. Setelah lama berbincang dengannya aku semakin merasa yakin kalo orang yang menolongku ini orang yang baik. Karena bahkan kami sudah akrab walaupun belum 24jam berkenalan.

"Emm,, Yoongi aku rasa kau belum makan."

"Su-sudah kok Mark." Aku merasa gugup dan berbohong kepadanya karena aku tidak ingin lagi merepotkannya.

"Kau berbohong gadis muda. Liat bahkan mangkuk bubur itu masih terlihat sangat penuh." Jawabnya dengan suara berat khasnya dan senyuman tulusnya itu.

"Baiklah baiklah aku memang belum makan, aku tidak enak sudah ditolong diberikan tumpangan untuk tidur dan dirawat olehmu." Jawabku dengan cengiran polosku itu.

'ah kenapa wanita ini sangat polos dan manis jika tersenyum? Ah bahkan aku merasa aneh kenapa orang seceria dan semanis ini bisa seperti semalam wajahnya yang penuh dengan rasa sakit dan matanya yang membengkak. Ada apa dengannya?' batin mark. Mark merasa aneh dan penasaran sebenarnya apa yang telah terjadi pada gadis didepannya ini. Ingin sekali Mark bertanya kepada Yoongi tapi dia merasa kalau tidak sopan menanyakan hal pribadi seseorang yang baru dikenalnya.

"Ayoo kita kebawah. Aku yakin pelayan sudah menyiapkan makan siang untuk kita. Mari nona manis kita kebawah untuk makan lalu aku akan mengantarkan mu kerumahmu." Mark kembali bersuara setelah berbicara sediri dibatinnya.

"Apa tidak merepotkanmu lagi Mark? Aku merasa sangat beruntung sekarang." Ucapku dengan polos.

"Tidak Yoongi. Sudah lah berhenti berbicara seperti itu. Yang seakan-akan kau telah ditolong oleh malaikat yang sangat tampan sepertiku." Dan tidak lama kemudian aku dan Mark tertawa karena mendengar perkataan laki-laki penolongku.

'kau memang malaikat yang sangat tampan Mark' batinku

"Kajja.. kita terlalu asik berbincang dan tertawa Yoongi. Kapan kita makannya perutku sudah sangat lapar." Ucap Mark yang langsung pergi yang dibuntuti oleh diriku sendiri yang sudah sangat lapar karena dari kemarin aku belum makan sama sekali. Selesai makan siang bersamanya. Benar saja Mark mengantarku kerumah. Dan tidak lupa dia memberikan kartu namanya. Dia bilang agar suatu saat bila aku merasakan hal seperti semalam aku bisa langsung dapat pertolongan dari namja malaikat itu.

'Ahhhhh beruntungnya kau Yoongi.' Batinku lagi

Setelah mobil Mark sudah tidak terlihat lagi dari pandanganku. Aku segera masuk kedalam rumah yang disambut oleh raut wajah cemas ibu dan teman masa kecilku itu.

"Dari mana saja kau semalaman tidak pulang nak? Apa kau baik-baik saja? Kata taehyung kau kemarin sakit dan pergi bergitu saja setelah taehyung mengajaku keCafe nya? Sebenarnya ada apa?" pertanyaan ibuku yang terdengar sangat mengkhawatirkan ku mulai terdengar.

"Iya darimana saja kau Yoongi dan kenapa ponselmu tidak aktif? Kenapa kau langsung pergi? Dan kenapa kau menjadi aneh kemarin? Apa aku mengucapkan kata-kata yang salah dan menyakiti hatimu?" kali ini taehyung yang mengeluarkan suaranya.

"Aku tidak kenapa-napa kok omma, taehyung. aku hanya butuh waktu sendiri kemarin. Tenang saja aku juga menginap dirumah temanku. Dia sangat baik orangnya. Dan taehyung-ah maaf ponselku mati. Dan kau tidak perlu khawatir, ne." Ucapku menenangkan dua orang yang ada didepanku.

"Lalu kenapa kau pergi dari cafe setelah Jimin memanggilmu? Kau kenal dengannya?" taehyung memulai pertanyaannya lagi. Aku merasa air mataku ingin menetes lagi. Tapi kali ini aku mencoba tegar dan menjawab pertanyaan taehyung meskipun sedikit ada kebohongan dengan perkataan ku.

"aku kan sudah bilang aku sedang ingin sendiri. Dan masalah jimin aku bahkan tidak mendengar dia memanggilku. Ah aku memang mengenal jimin. Dia itu salah satu pasienku tae."

"Kalau begitu baiklah aku percaya dengan mu. Lain kali jangan seperti ini. Kau membuat bibi Park dan aku mengkhawatirkan mu." Ucap taehyung yang mulai tenang.

"baiklah aku akan kembali ke cafe. Dan Yoongi nyalahkan ponselmu dan selalu ingat untuk tidak membiarkan ponselmu mati." Setalah itu taehyung pergi dan berpamitan kepada ibuku.

"Ibu aku kekamar dulu. Aku mau beristirahat. Dan masalah magangku. Kupikir rumah sakit mengerti kondisiku melihat keadaan ku kemarin. Bye bu aku keatas" tidak lupa untuk mencium ibu dan berlari kelantai dua rumahku tempat kamarku berada.

Nyonya Min yang melihat kelakuan putrinya hanya menggeleng dan tersenyum tenang dengan keadaan putrinya yang baik-baik saja.

Setelah Yoongi memasuki kamarnya dia langsung mengTurn On kan ponsel kesayangannya itu. Dan langsung dibanjiri dengan pesan singkat dari seseorang yang membuatnya sesak, ibunya dan teman masa kecilnya itu.

From: Jimin

Pantas saja kau tidak mebalas pesanku. Kau sedang pergi bersama orang lain. Maaf mengganggu mu Yoongi.

From: Jimin

Kenapa kau langsung pergi begitu saja? Apa kau marah kepadaku? Apa aku berbuat salah? Yoongi setelah membaca pesan ini segera membalas pesanku.

From: Jimin

Yoongi kau mengenal taehyung? dia siapamu?

From: Jimin

Yoongi taehyung menanyakan mengapa aku mengenalmu.

From: Jimin

Yoongi kemana saja kau? Apa benar kau sakit? Kenapa kau bahkan sama sekali tidak membalas pesanku? Kau benar-benar marah kepadaku?

From: Jimin

Yoongi kenapa ponselmu tidak aktif?

Taehyung mengkhawatirkanmu.

From: Jimin

Yoongi?

From: Taehyungie

Yak! Yoongi kau kemana?

Aku mengkhawatirkanmu.

Aku sedang dirumahmu dan sedang berbicara kepada ibumu.

From: Taehyungie

Yoongi aku dan ibumu sangat khawatir

From: Eomma tersayang3

Anakku kau dimana?

Taehyung kerumah dan menanyakanmu pada ibu.

Ibu sangat khawatir.

#Jimin Room#

"Kau kemana Yoongi. Apa aku melakukan hal yang salah? Kenapa kau menjauhiku? Dan ada apa dengan perasaanku? Yoongi aku memikirkan mu mengkhawatirkanmu" ucap jimin yang sedang memandangi ponsel pintarnya. Yang tanpa sadar telah dia tatap semalaman itu.

'apa aku menyukaimu?' batin jimin.

.

.

.

.

.

TBC

Gimana chapt3 ini? Semakin aneh yah? Hem maafkan aku yang amatir ini. Dan untuk yang udah baca dan ngereview makasih yah. Semoga dengan review dari kalian aku makin baik lagi. Amiiiin

Untuk a.k.a Yuma

Makasih buat reviewnya dichapt2.

Kamu sangat luar biasa:*

Makasih buat saran taeyoon nya.

Makasih juga udah nyemangatin buat aku nulis cerita ini.

Dichapt3 chimchimnya sedikit banget.

Soalnya aku lagi kesel gara-gara dia makin sesuatu.