Chapter 5 balik lagi. sebenernya chapter 4 itu adalah potongan yang ada didalem chapter 5 ini. karena aku pikir panjang banget. Jadi aku bagi dua. Jadi kalian ga bosenkan sama aku? :
Oke karena aku udah janji.
Kalo dichapter ini bikin kejutan tentang Jimin sama Jungkook.
Oke cekidoooooot...
'aku tidak menyangka akan sedekat ini denganmu Yoongi. Dan ternyata bukan hanya kau. Ibuny juga baik. Aku senang bisa kenal denganmu' batin jimin. Tanpa sadar jantung Jimin berdetak tak karuan lagi.
.
.
.
.
Pagi hari setelah kejadian semalam Yoongi bangun dengan kadar kebingungan yang amat tinggi dan sejuta pertanyaan mengapa dia bisa terbangun dikasur queen size miliknya. Dia mulai memutar semua kejadian semalam dari mulai rumah sakit sampai makan ramen dan berakhir dibangku penumpang disamping laki-laki yang tentu saja itu Jimin.
"bukankah semalam aku sedang berada didalam mobil Jimin dan duduk disampingnya? apa yang sebenarnya terjadi? dan bagaimana dia bisa mengetahui rumahku. apa dia yang membawaku kerumah? AKHHHHH,,,,,, aku bisa gila sekarang! berarti dia melihat wajah ku yang sedang tertidur? apa aku mendengkur atau mengigau? bagaimana kalau semalam aku tertidur dengan wajahku yang tertekuk dan jelek? AKHHHHH MIN YOONGI BODOH SEKALI KAUUU!" kalimat terakhir Yoongi ucapkan dengan suara melengkingnya.
"apa yang kau lakukan Yoongi kau baru bangun malah berteriak-teriak seperti itu? membuat ibu kaget saja." Ucap ibunya yang langsung lari dari dapur kekamar Yoongi yang berada dilantai dua rumahnya.
"mianhaeyo eomma, aku hanya kaget kenapa aku sudah ada dikamar pagi ini. Sedangkan setahu ku semalam kami sedang duduk didalam mobil dengan tenang." jawab Yoongi yang masih memperlihatkan wajah bingungnya.
"salahmu sendiri kenapa kau bisa tertidur sangat pulas dan bisa dibopong langsung kekamar. bahkan eomma mu ini pun masih bingung kenapa kau sudah ada dikamar dan ada laki-laki tampan yang memperkenalkan diri dan meminta maaf secara resmi kepada eomma. apa dia itu benar temanmu? dia lebih terlihat seperti kekasihmu Yoongi dibandingkan temanmu." ucap eomma Yoongi yang benar-benar kebingungan atas kejadian semalam.
"MWO? jjinja? apa eomma bercanda? mana mungkin dia seperti itu?" ucap Yoongi yang lebih tidak percaya dengan semua perkataan eommanya.
"Ne,, kau pikir eomma mu yang cantik ini bisa berbohong? yasudah lekas mandi lalu sarapan. eomma akan menyiapkan sarapanmu." ucap ibunya langsung meninggalkan Yoongi untuk kembali kedapur.
Yaa meskipun Yoongi memiliki pelayan dirumahnya. Tetap saja ibu Yoongi tidak dapat mempercayai masakan untuk keluarganya ditangani oleh pelayan dirumahnya tersebut.
'apa benar dia seperti itu? ahh aku merasa bersalah karena tidak membalas pesannya kemarin.' batin Yoongi.
Tidak lama dari perang batinnya Yoongi langsung mengambil ponselnya untuk membalas pesan-pesan Jimin dan membalas pesan untuk berterima kasih padanya. Tapi baru saja Yoongi memegang ponselnya. Yoongi langsung mendapat telepon dari teman masa kecilnya itu.
"Yobesseyo,,"
"YAK! Kemana saja kau? Kau tau aku khawatir dan merindukanmu. Dan kenapa semalam Jimin menelponku? dia bilang kau sedang bersamanya dan kau tertidur didalam mobilnya? Darimana kau dengannya? Apa yang kalian lakukan semalaman?" Belum sempat Yoongi menjawab semua pertanyaan taehyung. sudah diberi banyak pertanyaan lagi.
"kenapa kau diam saja Yoongi? Jangan-jangan waktu kau tidak pulang kemarin kau bersamanya! Yoongi jawab pertanyaan ku!"
"YAK! KIM TAEHYUNG ALIEN CEREWET BAGAIMANA AKU MENAJAWAB SEMUA PERTANYAANMU SEDANGKAN KAU SELALU BERTANYA TERUS! dan bisakah kau tidak bertanya kepadaku sebanyak itu? kau selalu saja seperti itu dari dulu." Ucap Yoongi kesal dengan kelakuan taehyung yang dianggap tidak pernah berubah sedikitpun.
"Ahh arasso arasso, mianhaeyo. habis kau selalu membuatku khawatir Yoongi-ah. kalau begitu karena aku sudah meminta maaf kau harus tetap menjawab semua pertanyaanku."
"dengar yah kim taehyung teman kecilku yang sangat cerewet. aku tidak bersamanya waktu malam dimana aku tidak pulang. semalam aku, jimin dan suster seok makan malam bersama untuk merayakan pesta perpisahan ku karena kemarin terakhir aku magang disana. itupun aku tidak sengaja bertemu jimin direstoran ramen dekat rumah sakit. lalu tiba-tiba suster seok mendapat panggilan dari dokter kepala untuk kembali lagi kerumah sakit. dan menyuruhku untuk pulang bersama jimin itu alasan kenapa aku bisa bersamanya semalam, dia mengantarku pulang dan kenapa dia menanyakan alamatku kepadamu mungkin karena aku yang tidak sengaja tertidur waktu didalam mobilnya sebelum aku memberitahu alamatku padanya." penjelasan yang panjang untuk taehyung. yang langsung disambut dengan anggukan dan nafas lega diseberang telepon.
"Ah jadi bergitu baiklah aku tidak akan memarahinya dan mencerewetimu lagi. sudah dulu yah Yoongi disini banyak pelanggan. dan ingat kau tidak boleh membuatku khawatir lagi. Arasso?"
"Ne taehyungie..." ucap akhir Yoongi.
PIP
Hampir sepersekian detik ketika Yoongi mematikan sambungan ponselnya dengan taehyung. ponselnya kembali menayangkan ada telepon masuk lagi. dan itu ternyata,,,,
"Yobesseyo"
"Hai, gadis manis kemana saja kau tidak mebalas pesanku? Apa sedang sibuk?" suara berat khas laki-laki Manly itu terdengar lagi ditelinga Yoongi.
"ah, Mark senang mendengar suaramu. Iya kemarin aku sedikit sibuk karena kemarin adalah hari terakhir aku magang dirumah sakit." ucap Yoongi.
"Ahh aku sampai lupa kalau gadis manis ini adalah seorang calon dokter. apa kau sibuk hari ini? aku ingin bertemu denganmu." Ucap laki-laki bernama Matk itu.
"ada apa Mark suaramu berbeda tidak seperti kau waktu 2 hari lalu. apa ada masalah huh? dan kau beruntung tuan penyelamat karena aku tidak sibuk hari ini. kau ingin bertemu denganku dimana?" jawab Yoongi.
"tidak usah, aku akan menjemputmu dirumah. sebenarnya memang ada sedikit masalah. tapi lebih baik aku ceritakan nanti setelah kita bertemu. 30menit lagi aku akan segera sampai didepan rumahmu. cepat mandi dan dandan yang cantik untukku. Paii,,," belum sempat Yoongi menjawabnya Mark sudah menutup teleponnya.
"Cih, apa dia tidak sadar kalau baru saja menggodaku? baiklah aku akan segera mandi dan berdandan untuknya. apa salahnya kalau aku terlihat berbeda didepan orang yang sudah menolongku." ucap Yoongi yang langsung berdiri dan berlari kekamar mandi.
Sudah sekitar 20 menit setelah telepon dari Mark. Yoongi sudah rapih, wangi, dan berdandan cantik. Ia langsung turun kebawah menghampiri dan mencium pipi eomma nya.
"Annyeong eomma, bagaimana penampilanku? cantikan anakmu ini eomma?" ucap Yoongi dengan nada riang.
"Aigoooo mau kemana kau hari ini? dan anak eomma memang sangat cantik. tapi tumben sekali kau berdandan. apa kau akan kencan? apa mungkin dengan anak laki-laki yang tampan kemarin? benarkan tebakan eomma kalau dia itu kekasihmu bukan temanmu?" ucap eommanya yang tidak kalah cerewet seperti teman kecilnya itu.
"aish, eomma bisakah kau tidak seperti taehyung yang cerewet itu. memberiku pertanyaan yang banyak tanpa memperbolehkan ku untuk menjawab pertanyaanmu. bukan eomma aku akan pergi bersama temanku. engg mungkin bukan sekedar teman dia itu adalah malaikatku eomma. khekhe"
"dan bisakah eomma tidak membahas jimin? karena aku dan jimin tidak ada hubungan apapun." sambung Yoongi yang agak sedikit kesal karena mengingat jimin sudah memiliki kekasih.
Belum sampai 5 menit Yoongi sudah selesai sarapan. dan terdengar suara bel rumahnya yang ditekan oleh tamu. Yang sudah pasti Yoongi tahu itu siapa.
Tingtongtingtong...
Sedikit berlari Yoongi langsung membukakan pintu depan rumahnya itu. dan benar saja itu tamu yang Yoongi maksud.
"Waaah kau sangat cantik Yoongi. aku tidak mengira kau akan benar-benar berdandan menuruti candaan ku tadi ditelepon." ucap Mark yang terkesima melihat pemandangan didepannya.
"aigooo kau berlebihan Mark. ayoo masuk kau pasti belum sarapan. dan akan aku perkenalkan kau dengan ibuku." Ucap Yoongi dengan senyum cerianya dan langsung berlari kearah ruang makan yang diekori oleh Mark.
"Eommaaaaaa temanku sudah datang. Perkenalkan eomma dia Mark Tuan teman sekaligus malaikat untukku." Ucap Yoongi sambil mendorong ibunya untuk bertemu dengan Mark.
"Anyyeong haseyo,, jeoneun Mark imnida." Dengan sopan Mark mengenalkan dirinya dan membukukan tubuhnya 90 derajat.
"Anyyeong,, aku eomma nya Yoongi. apa benar kau temannya Yoongi? jika benar kau bisa memanggilku eommonim seperti teman Yoongi yang lainnya." lagi-lagi ibunya Yoongi merasa anaknya sangat beruntung dikelilingi banyak laki-laki tampan. bahkan anak laki-laki didepannya lebih tampan dari taehyung dan jimin. yang segera menyiapkan sarapan untuk Mark karena Yoongi mengajak Mark sarapan bersama.
'mimpi apa aku memiliki calon menantu yang tampan-tampan seperti mereka. Bahkan ini adalah tiga hari berturut-turut rumah ini kedatangan anak laki-laki tampan. Aigoo chagiya kau memang anak eomma.' batin ibu Yoongi dengan bangganya.
"Eomma? eomma apa kau sakit? kenapa kau diam saja? aku dan Mark sudah selesai sarapan. aku pergi dulu yah eomma. paiiii,,,," ujar Yoongi yang membuat eomma nya sadar dari lamunannya.
"terima kasih eommonim sudah memberikan ku sarapan yang lezat dan menyuruhku untuk memanggilmu eomma. kami pergi dulu eommonim" ucap Mark yang langsung membungkukan badan dan mengekori Yoongi.
Setelah itu Mark membukakan pintu mobilnya untuk Yoongi dan langsung membawa Yoongi pergi kesebuah taman yang banyak hamparan bunga. Sesampainya ditaman bunga itu Mark langsung menarik tangan Yoongi kesebuh ayunan kayu. Dan dengan senang hati Yoongi langsung duduk dan memberikan senyum kepada Mark.
"ada apa Mark? kenapa kau diam saja?" ucap Yoongi yang memulai pembicaraan karena bingung melihat Mark yang banyak pikiran dan diam saja.
"ahh baiklah ini waktunya aku cerita. Aku akan bercerita tentang kekasihku. Dia perempuan yang cantik baik dan sangat riang sama sepertimu. Tapi sudah 1bulan lebih dia berubah sikapnya kepadaku. Dia bilang selalu sibuk dengan ini itu. bahkan dimana hari kepulangan ia dari luar negeri. Malam itu adalah malam setelah aku mengantarkan mu kerumah. Aku tidak sengaja melewati Cafe yang biasanya ia berkumpul dengan temannya. Dan aku sangat terkejut karena aku melihatnya dengan laki-laki saling berpagutan dan bahkan itu tempat umum. Pantas saja aku meawarkan diri untuk menjemputnya ia bilang akan menemui seseorang. Dan disitu lah aku sadar betapa bodohnya aku. Aku merasa disaat ia bersamaku jangankan berpagutan mesra seperti itu. memegang tangannya pun ia langsung menarik tangannya. Lalu berkata padaku kalau dia adalah pablik figur jadi dia tidak boleh sembarangan menggenggam tangan orang lain." ucapan Mark terputus dan yang Yoongi liat Mark sedang menundukkan kepalanya dan terdengar sedikit isakan disana.
"gwaenchana Mark"
"gwenchanayo Yoongi-ah. aku hanya merasa aku sangat tidak pantas dengannya sampai dia melakukan hal itu kepadaku." ucap Mark dengan nada paraunya.
"tetapi setelah kejadian itu kemarin aku ke appartemennya. Dan meminta penjelasan kepadanya. Ia bahkan hanya diam saja tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia hanya menangis lalu memelukku. Tapi setelah itu aku tersadar dan melepaskan pelukkannya dan mengucapkan kata putus kepadanya. Tapi dia malah semakin kencang menangis dan memelukku dengan erat. Dan akhirnya dia meminta maaf kepadaku dan menjelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi." sambung Mark sedikit tenang.
"lalu apa yang dia jelaskan kepadamu?" tanya Yoongi dengan nada penasaran dan agak sedikit kesal karena perempuan macam apa yang membuat laki-laki tampan berhati malaikat itu tersakiti seperti ini.
"dia menjelaskan kalau sebenarnya ia disuruh oleh agensinya untuk berkencan dengan laki-laki itu untuk menaikkan popularitas film yang akan dibintanginya. Tapi setelah 1 bulan dia melakoni itu semua. Dia tidak berani memutuskan laki-laki itu. karena ternyata diluar dugaan. Bahkan film yang dia bintangi membuat karirnya semakin menanjak. Bahkan dia selalu diundang keluar negeri untuk acara-acara besar disana. Aku pun merasa kalau aku menyuruhnya putus dengan laki-laki itu aku akan membuat karir yang ia bangun akan langsung runtuh. Tetapi dia sudah berjanji kepadaku setelah kepulangannya dari luar negeri untuk acara itu. Kemarin dia berangkat karena ada acara fashion disana. Dan aku mengantarnya kebandara. Bahkan disitupun aku melihatnya mengangkat telepon dari laki-laki itu. tetapi dia segera menenangkan ku dan memelukku lalu berjanji itu yang terakhir. Lalu dia pergi dan aku agak sedikit lega karena dia sudah berjanji seperti itu." tutur Mark dengan suara berat khasnya yang terdengar kembali ceria.
"Daebak,, kau benar-benar berhati malaikat tuan Mark. kau bahkan lebih mementingkan kekasih mu itu dibandingkan perasaanmu. Andai saja aku memiliki kekasih sepertimu. Pasti aku tidak akan menyia-nyiakan mu begitu saja." Ucap Yoongi dengan polosnya.
Tanpa sadar Mark tersipu malu dan merona merah. Ada apa dengan Mark? Ya Mark memang menyukai Yoongi pada pandangan pertama saat Mark menemukannya ditaman. Tapi Mark lebih memfokuskan perasaan sayang dan cinta kepada perempuan yang berstatus kekasih Mark yang telah menyakitinya itu.
"Kalau kau berpikir seperti itu. aku bisa menjadi kekasihmu sebelum kekasih ku pulang dari luar negeri." Kali ini Yoongi lah yang tersipu malu dan kaget atas ucapan Mark.
"Ani,, aku tidak ingin merusak hubungan kalian. Dan ku harap hubungan kalian akan selalu menjadi baik-baik saja dan kembali seperti sebelumnya. Lagipula aku sudah menyukai seseorang meskipun dia sudah memiliki kekasih." ujar Yoongi dengan cepat.
"Ah begitu. Siapa laki-laki beruntung itu gadis manis? Sepertinya dia laki-laki spesial."
"dia itu,,,,, ahhh RAHASIA!" ucap Yoongi sambil berlari dan tertawa yang langsung dikejar oleh Mark.
Setelah mereka lelah berlari dan mengejar satu sama lain sambil bercanda dan saling mengejek. Mark pun mengantar Yoongi kerumahnya. Yoongi melambaikan tangannya kepada laki-laki malaikatnya itu. Dan setelah melihat mobil Mark menjauh Yoongi langsung memasuki rumahnya sambil tersenyum.
'aku akan tidur dengan nyenyak malam ini.' batin Yoongi
Yoongi sudah ada didalam kamarnya. Lalu ia mengecek ponsel pintarnya itu. dan Yoongi pun baru ingat kalau tadi pagi itu dia berinisiatif untuk membalas pesan dari jimin. tetapi karena telepon dari taehyung dan Mark dia melupakannya.
From: Park Jimin
Yoongi maaf semalam tidak membangunkan mu dan mengantarkan mu hingga larut. Apa eommonim memarahimu pagi ini? aku bertemu dengannya dan sudah meminta maaf tadi malam. Bahkan ibumu meyuruhku memanggilnya eomma. khekhekhe
From: Park Jimin
Selamat siang Yoongi apa aku boleh mampir kerumahmu?
From: Park Jimin
Kau sedang tidak ada dirumah yah. Tadi aku kerumahmu ibumu bilang kau sedang keluar bersama temanmu tadi pagi.
From: Park Jimin
Jika sudah tidak sibuk dan membaca pesan ini. bisakah kau mengabariku?
'jjinja? jadi benar kata ibu pagi ini. dan apa-apaan ibu itu. kenapa setiap teman laki-laki ku ibu suruh untuk memanggil eomma? aish eomma kau membuatku malu,,,,' batin Yoongi
To: Park Jimin
Maaf aku baru bisa membalas pesanmu. Terima kasih sudah mengantarku kemarin. Dan maaf atas sikap ibuku yang berlebihan.
20menit kemudian bukannya pesan masuk yang Yoongi terima. Melainkan suara ketukan pintu. Dan terdengar suara ibunya yang memanggil Yoongi untuk membukakan pintu.
"Ne eomma ada apa?"
"kau memang anak gadis kesayangan eomma Yoongi"
"mwo? Wae eomma kenapa kau berbicara seperti itu?"
"ada Jimin dibawah dia menunggumu. Dan ini kali kedua sehari ini dia datang dan ingin bertemu denganmu."
"MWO? Jjinja? Aish bagaimana ini? apa yang dia lakukan?"
Tanpa memperdulikan anaknya yang kebingungan. Ibu Yoongi malah turun dan menyuruh pelayan untuk menyiapkan minum untuk tamu anaknya itu. dan tidak lama dari itu Yoongi akhirnya berlari menuruni tangga yang langsung berlari kearah ruang tamu rumahnya.
"ke-kenapa kau kerumahku? Ada yang bisa aku bantu?"
Tanpa babibu jimin menyeret Yoongi untuk masuk kedalam pelukannya.
"aku merindukan mu Yoongi." sontak Yoongi pun kaget dengan perkataan dan perlakuan jimin terhadapnya.
Setelah jimin merasa sedikit lega ia melepaskan pelukannya kepada Yoongi. Jimin melihat kearah Yoongi yang diam mematung karena terkejut atas kejadian yang barusan berlangsung.
"Yoongi? Min Yoongi?" jimin melambai-lambaikan tangan didepan wajah Yoongi.
"Jimin apa yang barusan terjadi?"
"Maaf Yoongi sudah memelukmu tanpa ijin. Aku merindukan mu aku bahkan sangat merindukan mu. Maaf kalau perkataan ku dan tingkah ku mengagetkanmu." Ucap jimin dengan nada penyesalan karena apa yang telah dia ucapkan dan ia lakukan membuat Yoongi menjadi kebingungan.
Tidak lama jimin pamit karena merasa sudah mengganggu Yoongi.
'sebenarnya apa yang terjadi? apa aku sedang bermimpi?' batin Yoongi.
JIMIN POV
"apa yang sudah aku lakukan? Pabbo" aku memukul-mukul stir mobilku mengingat apa yang sudah aku lakukan.
"sebenarnya aku kenapa? Kenapa aku panas melihatmu dengan laki-laki itu tertawa gembira Yoongi? sebenarnya siapa laki-laki itu?" banyak sekali pertanyaan didalam pikiranku.
Drrrttt drrrtttt...
"Yobesseyo"
"Oppa bisakah kau menjemputku dibandara?"
"Kau sudah pulang chagiya? Baiklah aku akan segera menjemputmu dibandara"
"Ne, aku tunggu oppa"
Setelah mendapat telepon itu Jimin langsung melesat kearah bandara. Sesampainya dibandara dia melihat kekasihnya tidak sendirian.
"Kookie?" suara jimin.
"Jimin oppa,," merasa namanya dipanggil jungkook melambaikan tangannya untuk menyuruh jimin menghampirinya.
"Kau? Bukankah kau yang tadi siang aku lihat bersama Yoongi. siapa kau? Kenapa kau bersama kekasihku?" ujar Jimin dengan bingung karena laki-laki yang menggandeng kekasihnya sama seperti laki-laki yang dia lihat bersama Yoongi ditaman.
"Yoongi? Apa kau mengenal gadis manis,, aniya maksudku Yoongi?" suara berat laki-laki itu terdengar ikut kebingungan.
"Yoongi? Maksudmu dokter Min? Apa itu benar jimin oppa?" kali ini suara jungkook.
"Ne, dokter yang sudah merawatku waktu aku dirumah sakit yang juga teman dari Taehyung." ucap jimin dengan mudah menjawab pertanyaan Jungkook dan Mark.
"Dan sebenarnya siapa laki-laki ini? kenapa dia memegang tanganmu kookie?" sambung jimin.
"Mianhae oppa, aku mohon kau tidak marah dan membenciku. Sebenarnya aku berkencan denganmu itu karena disuruh agensiku. Dan dia ini adalah kekasih ku yang sudah 4tahun ku sembunyikan dari publik. Karena agensi ku yang tidak memperbolehkan artisnya untuk memiliki kekasih tanpa persetujuan mereka. Dan salah satu alasannya karena Mark adalah pemilik perusahaan terbesar keempat setelah keluargamu. Aku mohon maafkan aku dan agensiku. Dan jangan tuntut aku juga agensiku." Tutur kookie dengan penuh harap-harap cemas kepada Jimin takut jimin melaporkannya dan agensi dan membuat karirnya hancur.
"tapi setelah semua yang kita lakukan? Kenapa kau seperti ini? tapi baiklah aku juga tidak kaget dengan apa yang kau ucapkan. Karena aku pernah memergokimu mengangkat telepon mungkin dari orang ini." tunjuk jimin kesal.
Jimin kesal? Jimin kesal bukan karena masalah ia dibohongi dan dipermainkan oleh jungkook dan agensinya. Dia kesal pada Mark karena kejadian tadi siang ditaman bersama Yoongi.
"Ne, itu memang telepon dari Mark oppa. Karena aku takut kau curiga jadi aku bersembunyi. Tapi ternyata kau sudah tau dengan sedirinya oppa. Apa kau tidak marah padaku?" jawab jungkook.
"Ani, lagipula sebenarnya aku juga tidak menyukaimu. Karena kau terlalu manja kepadaku. Dan sepertinya itu hanya pura-pura. Karena aku merasa perhatianmu padaku sangat berlebihan. Dan sebenarnya aku sudah menyukai seseorang yang baru kukenal beberapa bulan ini. dia sangat baik imut cantik dan membuatku selalu penasaran dengannya." ucap Jimin dengan tarikan nafas panjang lega. Karena dia akhirnya jujur pada perasaannya sendiri.
Jungkook terlihat sangat kaget karena sudah 1 bulan lebih menjalin kasih dengan Jimin. ini kali pertama Jimin seantusias ini bercerita dan sangat terilhat senang. Jungkook dan Mark bernafas lega karena ternyata Jimin tidak sakit hati dan memaafkan Jungkook.
"Emm tapi ada satu syarat agar aku benar-benar memaafkanmu kookie." Ucap Jimin dengan nada kesal.
"Ne, apa itu oppa/Jimin-shi" kali ini Jungkook dan Mark bertanya bersamaan.
"Jauhkan kekasihmu ini dari Yoongi, kookie. Karena kau tau perempuan spesial seperti Yoongi dapat membuatku jatuh cintah dengan mudahnya. Apalagi laki-laki lain. Contohnya mungkin kekasihmu ini. karena tadi aku lihat dia sangat senang bersama Yoongi ditaman." Ucap Jimin dengan nada mengancam.
"MWO? Oppa jadi dibelakangku kau juga berselingkuh? Kalau begitu Jimin Oppa aku tidak jadi memutuskan mu. Biar siMark menyebalkan ini sendirian." Jungkook terlihat ngambek kepada Mark setelah mendengar perkataan Jimin. dan langsung melepas tangan Mark dan menggenggam Jimin.
"YAK! Kau Park Jimin-shi. Aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Yoongi. Aku memang menyukainya karena dia gadis yang baik, unik dan ceria. Karena pribadinya mirip dengan Jungkook tetapi aku hanya menganggapnya sebagai adik. Dan lepaskan tanganmu dari kekasihku. Kookie sayang jangan ngambek dan lepaskan tangan laki-laki itu. Dasar kau Park Jimin sialan." Mark langsung mengejar jimin dan merampas miliknya dari tangan Jimin.
"Jjinja, ku pikir hanya kau saja kookie yang berlebihan. Ternyata kekasih mu juga. Sudahlah lepaskan tanganku karena bisa-bisa kekasihmu ini membunuhku dengan tatapan tajamnya itu." ucap jimin yang bergidik melihat sepasang kekasih itu.
"YAK! Oppa kenapa kau mengejekku juga. Kau hanya perlu mengejek Mark karena sudah mendekati Yoongi." ucap jungkook yang mengempoutkan bibirnya. Yang membuat Mark gemas dan mencubit pipi Jungkook.
"Chakaman" tiba-tiba Jungkook mengentikan candaan dua laki-laki disana siapalagi kalau bukan Jimin dan kekasih jungkook Mark.
"Wae?" ucap Mark dan Jimin bersamaan.
"Oppa kau bilang kau menyukai wanita padahal kau baru mengenalnya beberapa bulan lalu? tapi setahu ku kau hanya berkenalan dengan dokter Min. Atau jangan-jangan kau menyukai dokter Min yah?" timpal Jungkook.
"dokter Min maksudmu gadis manisku?" ucap Mark polos yang langsung dipandang tatapan membunuh dari Jimin dan Jungkook.
"Eh maksudku Yoongi" buru-buru Mark menjawab karena takut dengan 2 tatapan membunuh itu.
Tebakan Jungkook tepat sekali. Ternyata benar rumor yang beredar kalau mantan kekasih Jimin ini pintar. Dengan menunduk malu Jimin terlihat seperti kepiting rembus karena memerah malu.
"Jjinja? Jadi benar itu dokter Min maksudku Yoongi eonni? Chukae Jimin Oppa. Dia memang gadis yang cocok denganmu." Ucap Jungkook lagi.
Tapi tanpa mereka sadari Mark tersenyum getir.
'aku harus merelakannya pada Jimin.' batin Mark
.
.
.
TBC again.
Hah Chapter ini panjang banget yah? Maaf yah para reader karena entah kenapa waktu ngetik chapter ini banyak ide dan ilham. Mungkin karena habis makan bakso 2 mangkok *loh*
Dan makasih sekali lagi untuk reader yang udah follow, fav, and review. Masukan kalian menjadikan ku sedikit lebih baik. Dan maaf kalo kalo chapter ini jelek ga nyambung kepanjangan typo melanda dan banyak hal yang kurang. Jadi bantu review lagi yaaaaa
Buat chapter depan kayanya bakal ada yang ngungkapin perasaan deh. Tapi siapa yah? Coba kalian tebak, antara:
Yoongi
Jimin
Taehyung
Mark
Coba tebak.
Oke udah cukup sampe situ,
Bye bye...
