Hai,, Hallooo,, Balik lagi sama Chapter 6 ini. Makasih banyak buat kalian yang udah baca FF ini. Dan buat FyRraiy tebaknya salah bukan Mark yang mau nembak. Mau tau jawabannya baca aja langsung yahh
.
.
.
.
Jalanan malam hari dikota Seoul lumayan renggang yang membuat seorang namja berparas manis, berbadan atletis dan berambut merah menyala. Sedang mengemudikan mobil sportnya yang sudah lumayan lama tidak dikendarainya karena kecelakaan disirkuit balap beberapa minggu lalu dengan kecepatan yang terbilang cepat itu menuju kearah perumahan elit disalah satu daerah kota Seoul. Sesampainya didepan gerbang rumah yang ia tuju. Jimin langsung mengeluarkan ponsel pintarnya dan langsung menekan salah satu kontak diponsel tersebut.
Tuuut tuuuuut
Tidak lama sambungan telepon itu diangkat oleh orang disebrang telepon sana.
"Yobesseyo.."
"Ahh ada apa Jimin? Kenapa malam-malam seperti ini menelponku?" suara lembut tapi agak sedikit cempreng terdengar dari sebrang telepon. Jimin tersenyum lalu kembali berbicara lagi.
"Yak! Bisakah kau keluar rumahmu sebentar? Aku ingin membicarakan sesuatu padamu."
"Eh? Tidak perlu membentak begitu. Ada apa? Apa itu tentang kondisimu? Kenapa harus sekarang? Memangnya tidak bisa besok? Padahal kau baru saja kerumahku tadi."
"Ah, bukan tentang kondisiku. Kau lihat kan tadi aku baik-baik saja. Kenapa kau jadi ketus seperti ini? Apa karena perkataan dan tingkahku tadi sore?" tanya Jimin sedikit ragu.
"B-Bukaaaan! Sudah lah jika memang itu sangat penting cepat sampai karena aku akan tidur dan aku sudah mengantuk." suara disebrang telepon itu mejadi sedikit terbata-bata karena canggung.
"Baiklah cepat keluar karena aku sudah sampai didepan rumahmu" suara Jimin yang langsung mengakhiri sambung teleponnya.
PIP
"ARGHHH... Anak itu selalu saja memberikan ku kejutan. Dan aku harus berbuat apa? Apa aku harus mengganti piyamaku dulu untuk bertemu dengannya? Ahhhh sudahlah biarkan seperti ini." ucap Yoongi pun yang langsung berlari keluar rumahnya.
Setelah Yoongi sudah membuka gerbang rumahnya dia menemukan sosok Jimin dengan setelan baju yang sama seperti yang Jimin pakai tadi sore. Tiba-tiba saja Yoongi mengingat kejadian sore tadi dan membuat pipinya merona.
'Apa dia sengaja menggodaku dengan memakai piyama tidur seperti itu? Ah tapi dia bilang memang sudah mengantuk. Bodoh kau Jimin berpikir yang tidak-tidak. Dan arghhhh dia sangat menggemaskan memakai piyama itu.' batin Jimin yang langsung melambaikan tangan pada Yoongi sejak wanita cantik itu keluar dari gerbang rumahnya.
"Hai nona manis apa aku mengganggu waktu tidurmu?" ucap Jimin dengan sedikit menggoda Jimin.
"Ne, Kau mengganggu waktu tidurku. Apa yang ingin kau bicarakan? Cepat diluar sini dingin. Dan eomma pasti memarahiku kalau dia tau aku keluar malam-malam begini."
"Kalau kau mau tau cepat masuk kedalam mobil. Dan masalah Eommonim aku berjanji akan memberi tahunya dan meminta maaf karena sudah menculik putri cantiknya." Jimin langsung menarik tangan Yoongi untuk masuk kedalam mobilnya.
"YAK! KAU PARK JIMIN APA YANG INGIN KAU LAKUKAN?" teriak Yoongi yang tidak diindahkan oleh Jimin.
Jimin langsung memasuki mobilnya dan menancapkan gas dengan cepat agar Yoongi tidak bisa keluar mobilnya untuk kembali kedalam rumahnya. Jimin membawa Yoongi kesuatu taman dengan hamparan bunga yang indah dekat sirkuit balap megah diKorea.
"Mau apa kau membawaku kesini Jimin-ssi?"gertak Yoongi dengan suara ketusnya.
"Aku hanya ingin berbicara berdua denganmu tanpa ada yang mengganggu. Kau tau? Aku bahkan mematikan ponselku untuk bersamamu seperti ini. Dan ku harap kau juga melakukan hal yang sama. Tenang saja aku tidak akan berbuat macam-macam padamu." ucap Jimin menyakinkan Yoongi.
Tidak waktu lama karena Yoongi menuruti apa yang diucapkan Jimin. Dengan wajah kebingungannya Yoongi pun keluar dari mobil Jimin dengan mengeratkan jaket tipisnya itu. Tidak beberapa lama Jimin mengikuti Yoongi dan memakaikan jaket Jimin kebahu Yoongi.
"Pakai itu kau akan membeku jika tidak memakai pakaian tebal."
"YAK! Dasar bodoh kau Park Jimin! Apa kau tidak sadar aku seperti ini karena kelakuan mu yang aneh-aneh." bentak Yoongi karena kesal dengan perkataan Jimin yang seenak jidatnya mengucapkan kalimat-kalimat itu tanpa berpikir itu semua karena dirinya sendiri.
"Maafkan aku Yoongi. Kau tau Yoongi aku ingin bercerita banyak denganmu. Aku ingin sekali terus bersamamu. Aku ingin kau selalu tersenyum kepadaku."
Kening Yoongi berkerut mendengar kata-kata Jimin yang dia tidak mengerti.
"Hari ini setelah aku menemuimu aku menjemput kekasihku kebandara. Aku sangat kaget karena kepulangannya yang tiba-tiba. Tapi setelah sampai disana,,," Jimin menggantung ucapannya.
Wajah Yoongi berubah mendengar semua ucapan Jimin. Dan merutuki dirinya sendiri karena untuk kesekian kalinya sudah bodoh kalau berpikir Jimin menyukainya. Buktinya Jimin menemui kekasihnya setelah menemuinya dan memeluknya sore tadi.
"Lalu apa?" kali ini Yoongi bersuara.
Jimin menyadari perbuahan suara Yoongi. Ia lalu memandang kearah Yoongi dan melihat perubahan raut wajah Yoongi yang awalnya kesal mejadi agak sedih.
"Lalu dia mengucapkan kata putus kepadaku. Dan ternyata dia malah sudah menjalin hubungan yang terbilang lama dengan laki-laki lain sebelum berpacaran padaku. Dan tadi dia mengenalkan ku pada laki-laki itu dan menjelaskan semuanya. Kenapa dia berpacaran denganku. Aku merasa sangat bodoh awalnya. Tapi aku sadar ternyata aku juga memang tidak mencintai Jungkook. Aku hanya ingin mengisi kekosonganku waktu itu. Dan aku juga menyadari kalau aku menyukai seseorang. Bahkan aku pikir aku mencintainya. Karena kau tahu Yoongi? Aku baru mengenalnya belum lama ini. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama padanya. Awalnya ku pikir ini semua perasaan mengagumi. Tapi ternyata tidak! Karena aku merasa kalau aku merindukan nya jika dia tidak membalas pesanku. Mengkhawatirkan nya waktu temannya bilang jika dia tidak pulang kerumah semalaman." ucap Jimin terhenti lalu memandang Yoongi yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu.
'Ahh aku sepertinya juga pernah mengalami itu. Beberapa hari yang lalu aku juga tidak pulang kerumah karena semalaman menangis dan pingsan. Lalu ditolong oleh Mark. Ahhh bodoh kau Min Yoongi kau pikir orang yang dimaksud Jimin itu dirimu!' batin Yoongi
"Kenapa Jungkook melakukan itu padamu? Bukannya kau sangat mesra dengannya waktu dirumah sakit? Dan siapa orang yang sudah menjadikan mu seperti itu? Ahh hidup itu aneh yah. Dan kenapa juga aku harus ikut denganmu dan mendengarkan semua ceritamu. Padahal aku juga baru kenal denganmu." ucap Yoongi dengan nada yang sengaja dia normalkan.
Jimin yang menyadari kalau Yoongi merasa penasaran dengan orang yang dimaksud Jimin ingin mencubit pipi Yoongi dan ingin sekali menciumnya. Tapi pastinya Jimin mengurungkan keinginannya karena sadar dia tidak ingin calon kekasihnya ini merasa takut dan berpikir kalau Jimin adalah laki-laki mesum karena kelakuannya.
"Eum, jadi Jungkook itu disuruh agensi nya agar Film yang dia mainkan menjadi laris dan sangat menguntungkan bagi Jungkook dan agensinya. Tapi dia sadar telah menyakiti dan mengkhianati kekasinya yang dia kasihi itu." ucap Jimin menjelaskan pada Yoongi.
"Chakkaman! Ceritamu seperti cerita temanku" Yoongi mengetukkan carinya kedagunya sendiri. Seperti sedang mengingat sesuatu.
Jimin sangat tahu yang dimaksud Yoongi itu apa dan siapa.
"Temanmu? Maksudmu laki-laki yang mengajakmu berkencan ketaman tadi pagi?" pertanyaan Jimin membuat Yoongi tercekat karena darimana Jimin tau kalau yang mengajak dia pergi tadi pagi itu Mark dan pergi ketaman.
"Ahh iya dia Mark temanku. Dan kenapa kau tahu apa ibu yang memberi tahumu kalau temanku itu laki-laki? Tapi kenapa kau tau aku pergi ketaman? Darimana kau tau tuan Park Jimin?" kali ini pertanyaan Yoongi penuh dengan selidik.
"Eum, I-itu tadi siang setelah aku kerumahmu dan ibumu bilang kalo kau tidak dirumah. Aku niatnya bermaksud untuk keCafe Taehyung. Tapi setelah aku melewati taman dekat sana ternyata aku melihatmu dengan laki-laki itu. Lalu aku langsung melajukan mobilku kearah Cafe Taehyung. Tapi aku mengurungkan niatku dan langsung kembali kearah rumahmu. Yang sebelumnya aku mendapat balasan pesan darimu." kali ini Jimin berbicara sambil menundukan wajahnya karena malu ketahuan menguntit Yoongi meskipun tidak sengaja.
"Oh jadi begitu. Baik lah lalu beritahu aku siapa orang yang kau maksud itu Tuan Park Jimin? Siapa yang membuatmu jadi sering merindukannya? Aku yakin dia perempuan yang beruntung." ucap Yoongi yang langsung dapat senyuma lebar dari Jimin.
"Jadi kau ingin tahu? Kalau kau ingin tau aku akan memberitahumu. Tapi sebelumnya ayo kita masuk kedalam mobil akan kuantar kau pulang. Ini sudah sangat larut malam. Tidak baik gadis semanismu masih diluar rumah bersama laki-laki tampan sepertiku." Yoongi yang mendengar ucapan Jimin langsung menatapnya malas dan masuk kedalam mobil Jimin.
Tanpa aba-aba Jimin langsung menyambar seat belt pada bangku sebelahnya yang sudah diduduki oleh gadis manis itu untuk dipasangkan pada Yoongi. Orang yang menjadi korban pun hanya diam merasa kaget dan tanpa disadari tubuhnya memanas, pipinya memanas dan terlihat merah merona dikedua pipinya.
Tapi Jimin tidak langsung mengendarai mobilnya. Dia malah menghidupkan ponselnya dan masuk keapplikasi bergambar kamera. Yoongi yang melihatnya merasa kebingungan dan mengertukan kedua alisnya.
"Kau mau melihatnya kan?" ucap Jimin yang memecahkan keadaan.
"Ne, mana aku ingin melihatnya? Pasti sangat cantik. Jungkook saja mantan kekasihmu yang model sangat cantik kau tidak benar-benar mencintainya. Tapi gadis itu bisa membuatmu seperti itu." tawa Yoongi terdengar seperti dipaksakan.
"INI!" jawab Jimin yang langsung menyodorkan ponsel pintarnya itu.
Dan disisi lain orang yang ditunjukan seseorang yang Jimin maksud hanya semakin merasa bingung dan menyatuakan alisnya. Siapa lagi kalau bukan Yoongi. Yoongi kebingungan karena yang dia liat hanya applikasi kamera yang menggunakan kamera depan yang menunjukan gambaran gadis putih pucat mungil yang memakai piyama.
"Apa kau sedang menggodaku Tuan Park Jimin? Mana Foto gadis itu?" kali ini Yoongi dengan nada kesal karena sudah merasa dipermainkan oleh Jimin.
"Dasar polos! Apa kau tidak mengerti? Apa yang aku maksud Nona Yoongi yang cantik,,,," ucap Jimin yang mengangkat sebelah alisnya untuk semakin menggoda Yoongi.
1detik
3detik
5detik
"MWOOOOO? Jjina?" teriak Yoongi merasa kaget karena mulai mengerti yang dimaksud Jimin.
"Ne, kau mengertikan maksudku? Aku menyukaimu Yoongi ahh tidak maksudku aku mencintaimu Yoongi. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama padamu. Disaat aku selesai dioperasi aku membuka mataku dan merasa seperti melihat malaikat waktu itu. Tapi sepertinya kau tidak sadar karena langsung berjalan keluar. Dan tidak lama aku langsung tidak sadar lagi. Hingga pada saat kau kunjungan pertama pada ruang rawatku. Aku meyakinkan diriku kalau yang aku lihat waktu itu benar kau malaikat cantik dan kau nyata. Hihi,," goda Jimin yang langsung dibalas dengan raut wajah dan pipi merona Yoongi.
"Apa kau sudah mengerti Yoongi? Jadi apa kau juga merasa seperti yang aku rasa sekarang? Jika iya mau kah kau menjadi kekasihku?" ucap Jimin dengan tulus dan penuh keyakinan.
Gadis yang diajak berbicara oleh Jimin malah memegang pipinya dan mencubit pipinya sendiri karena tidak percaya apa yang baru saja didengarnya. Tapi tidak lama Yoongi langsung menggelengkan kepalanya agar tersadar dan langsung menatap kekedua manik Jimin yang sedari tadi memandanginya.
"Eum tapi Jimin. Maaf aku,,,,," kata-kata Yoongi terputus
.
.
.
.
TBC
Maaf ceritanya makin gajelas dan alurnya kecepetan abis gereget kalo udah ngebahas MinYoon. Dan untuk para reader yang udah follow, favorit dan yang udah review makasih banyak. Kalian luar biasaaaaaa...
MinJisu:
Engga kok mereka gaakan nikah. Kasian Yoongi nanti sama siapa kalo mereka nikah. Dan ga mungkin kan sama Mark. Nanti bisa-bisa adu Rap mereka HAHA *ketawajahat*
FyRraiy:
Makasih yah udah ngasih masukan. Gimana sama chapter6 ini? Maaf kalo masih ada yang salah. Dan bukan Mark yang nembak tapi Jiimin. Disini maaf masih digantung jawaban Yoonginya. Aku udah lanjut nih
GitARMY:
Ini udah next chingu
Cukup sekian dulu deh.
Maaf kalo jawaban Yoonginya gantung. Menurut kalian Yoongi bakal Jawab "IYA mau jadi kekasih Jimin atau Engga dan ngasih alesannya kenapa" . Ayo bantu review dan ngasih jawaban buat Jimin
Byebyeeeee
