Aku kembali dengan cepat membawa Chapter 7. Moga ga makin ngecewain kalian yah reader. Dan makasih banyak untuk yang udah ngikutin dari Chapter 1 yang asli abal banget sampe sekarang. Gomawooooo Langsung aja deh kecerita.
"Eum tapi Jimin. Maaf aku,,,,," kata-kata Yoongi terputus.
.
.
.
.
.
Tiba-tiba saja ponsel Yoongi bergetar sehingga dia tidak sempat melanjutkan kata-katanya. Setelah dia cek ternyata itu ibunya. Dan Yoongi pun mulai ketakutan karena dia tau. Ibu pasti sangat marah karena dia keluar malam-malam tanpa meminta izin kepada ibunya.
Drrrrrt drrrrrt
"Omo bagaimana ini? Jimin ini telepon dari eomma. Bagaimana kalau dia marah? Aku sangat takut. Karena jika eomma marah dia akan lupa dengan penyakit Hipertensi nya. Nanti kepala eomma sakit dan langsung pingsan. Jika sudah seperti itu eomma pasti masuk kerumah sakit. Dan aku tidak mau jika itu terjadi." Yoongi sangat merasa takut karena tanpa sadar dia memegang tangan Jimin.
"Tenang Yoongi aku yang akan mengangkat telepon itu. Dan aku akan meminta maaf dan mendengarkan semua amarah eommonim. Jadi sini biar aku yang angkat telepon eomma mu." ucap Jimin yang langsung memegang tangan Yoongi untuk menengangkan nya.
"Andwe! Kau tidak tau ibu ku jika sudah marah. Apalagi ini kali kedua aku pergi dan tidak memberi kabar kepadanya terlebih dahulu." raut wajah Yoongi sangat terlihat ketakutan. Karena dia tau ibunya pasti akan memarahi Jimin yang akan membuat Yoongi dan Jimin menjadi jauh. Yoongi takut itu terjadi.
"Percaya padaku" kali Ini Jimin mengeratkan pegangannya dan langsung menatap lekat mata Yoongi.
Entah dengan sihir apa Yoongi langsung memberikan ponsel kesayangannya itu kepada Jimin. Lalu tidak lama Jimin langsung mengangkat telepon eommanya Yoongi dan langsung keluar mobil. Jimin tidak ingin jika Yoongi mendengar Jimin dimarahi atau nantinya akan lebih parah lagi 'mungkin' pikir Jimin.
"Yobesse,," ucapan Jimin terpotong karena langsung disambar kata-kata orang disebrang telepon.
"YAK! Siapa kau? Dimana anakku? Apa yang kau inginkan?" ucap Ibu Yoongi yang langsung kaget karena ponsel anaknya .
"Eommonim mian ini Jimin. Maaf karena telah mengajak Yoongi pergi tanpa meminta ijin padamu. Aku tadi buru-buru mengajaknya. Sebentar lagi kami akan pulang. Dan aku ingin berbicara empat mata denganmu." kali ini Jimin langsung buru-buru menjawab pertanyaan ibu Yoongi karena takut semakin kena amuk calon ehh maksudnya ibu Yoongi.
"Ahh jadi kau Jimin anak laki-laki yang tadi siang mencari Yoongi. Baiklah kali ini akan ku maaf kan. Lega rasanya jika aku tau dia bersamamu. Apa yang ingin kau bicarakan nak? Kalo begitu segera pulang antar Yoongi. Kita akan membicarakannya dirumah, ne?" ibu Yoongi mendengarnya lega dan langsung segera menenangkan dirinya sendiri.
"Kamsahamnida, ne eommonim aku dan Yoongi akan pulang sekarang." jawab Jimin dengan sopan.
"Yasudah hati-hati dijalan. Jangan sampai putriku kenapa-kenapa! Ku matikan teleponnya nak Jimin" suara ibu Yoongi sudah kembali tenang seperti yang dia temui waktu Jimin mengantarkan Yoongi. Dan langsung mengakhiri sambung telepon tersebut.
PIP
"Haaaah ku pikir eomma nya Yoongi akan memaki ku setelah tau anaknya kubawa malam-malam begini."
Jimin langsung memasuki mobilnya dan tersenyum kepada Yoongi. Sepertinya dia lupa untuk menanyakan jawab kepada Yoongi. Karena dia terlalu takut dan memikirkan Yoongi yang akan dimarahi eomma nya. Tidak waktu lama Jimin pun langsung mengendarai mobil sport nya kembali kerumah Yoongi.
20menit kemudian.
Akhirnya mobil sport Jimin sudah sampai didepan gerbang rumah Yoongi. Tidak lama Yoongi langsung keluar dan berlari kearah rumahnya. Jimin pun mengikuti Yoongi dan langsung masuk kedalam rumah mewah itu. Dan langsung disambut oleh ibu Yoongi yang sedang duduk disofa ruang tengah keluarga Min itu. Yoongi yang melihat ibunya langsung berlari dan memeluk ibunya.
"Eomma mianhae. Yoongi janji tidak akan mengulanginya lagi. Maaf telah membuat mu khawatir." isak Yoongi yang langsung dibalas dengan senyuman oleh ibunya.
"Ne, Yoongi-ah ibu mohon untuk benar-benar tidak mengulanginya. Jika kau mengulanginya ibu akan merasa tersakiti oleh mu dan kau pasti tau ibu akan masuk rumah sakit karena kelakuanmu." ancam ibu Yoongi.
Tanpa sadar Jimin sudah berada dihadapan dua orang ibu anak ini dengan kepala yang tertunduk. Dia belum pernah mengalami kejadian seperti ini. Bahkan ia merasa ingin pingsan saja sekarang. Tapi entah keberanian darimana yang membuat Jimin berani seperti sekarang ini.
"Nak Jimin silahkan duduk. Katanya kau ingin berbicara sesuatu kepadaku." ucap ibu Yoongi yang langsung menyadarkan Jimin dari keterdiaman nya.
"Ah, iya eommonim maaf kan aku sudah membawa putrimu keluar malam-malam seperti tadi tanpa seijin dari eommonim. Aku sangat menyesal. Jangan marah pada Yoongi karena semua ini salahku."
"Arraso arraso aku tidak akan menyalahkan siapa-siapa disini. Aku hanya ingin putriku tidak membuat kekacauan dengan membuat aku khawatir. Untung ayah nya Yoongi sedang diluar kota. Jadi dia tidak tau hal ini. Jika dia tau pasti Yoongi akan dimarahi habis-habisan. Dan aku menghargai keberanian mu untuk membela Yoongi dan meminta maaf secara langsung kepadaku. Tapi sebenarnya aku ingin tau kenapa kau membawa anak kesayangan ku ini keluar malam-malam begini?"
"Eum I-itu eum itu sebenarnya karena,,," ucap Jimin yang terbata-bata.
"Itu karena dia mengajakku ketaman bunga yang didekat sirkuit balap dan menyatakan cinta kepadaku eomma" ucap Yoongi yang tidak bisa berbohong kepada ibunya. Tapi tanpa sadar dia mengucapkan kalimat itu dengan pipi yang merona.
"Aigooo jadi apa memang seperti itu nak Jimin?"
"Ne, eommonim aku mengutarakan perasaanku pada Yoongi. Tapi aku merasa bersalah karena mengungkapkan diwaktu yang tidak tepat. Dan sebenarnya Yoongi juga belum menjawabnya." ucap Jimin dengan malu-malu. Entah kenapa Jimin jadi merasa sangat akrab dan nyaman berada didekat keluarga Yoongi.
"Jjinjayo? Apa benar itu Yoongi sayang?" kali ini ibu Yoongi melirik anaknya dan Ia sangat bermaksud untuk menggoda dua sejoli ini. Yang langsung direspon dengan gelagat tidak nyaman Yoongi dan pipi merona dikedua sejoli ini.
"Ne eomma aku takut untuk menjawabnya. Karena Jimin baru putus dengan mantan kekasihnya tadi sore setelah dia kesini dan memelukku." ucap Yoongi yang langsung menatap Jimin sebal.
"Ahh, jadi seperti itu. Hei nak Jimin apa benar yang dibicarakan anakku itu? Apa kau membuat Yoongi sebagai pelarianmu?" kali ini Ibu Yoongi menatap Jimin tajam setelah mendengar penjelasan dari anak semata wayangnya.
*Adegan ini seperti Ibu mertua yang sedang membela anaknya dari menantunya yah readers? hihi
"Ne itu semua benar eommonim. Aku memang baru putus dari mantan kekasihku. Tapi jujur saja aku sama sekali tidak mencintai gadis itu. Bahkan aku sudah menjelaskan semuanya pada Yoongi. Dan aku sama sekali tidak menjadikan Yoongi pelampiasan. Karena sejujurnya aku jatuh cinta pada Yoongi pada pandangan pertama eommonim" ucap Jimin malu-malu dikalimat terakhir setelah penjelasan yang panjang pada ibu Yoongi.
"Ohh jadi seperti itu. Apa ada lagi yang ingin kau bicarakan kepadaku nak Jimin?"
"Ne, ada eommonim."
"Apa itu nak? Cepat katakan saja? Atau kau malu karena ada Yoongi disini? Kalo kau malu bilang pada eommonim untuk menyuruh Yoongi untuk masuk kedalam kamarnya dulu."
"J-j-jangan eommonim, aku juga ingin mengatakan ini dihadapan Yoongi."
"Eum lalu apa itu?"
"Aku ingin meminta ijin sekaligus restumu untuk menjadikannya pacar sekaligus calon tunanganku." ucap Jimin dengan tegas dan membuat anak dan ibu didepannya tekaget-kaget.
"MWO? Jjinja? Apa kau salah makan pagi ini Tuan Park Jimin?" kali ini Yoongi mengeluarkan suaranya karena sangat terkejut dengan perkataan Jimin.
Tidak kalah kagetnya ibu Yoongi yang langsung pergi kearah kamarnya mengambil ponsel dan langsung menekan salah satu kontak diponsel pintarnya. Tidak lama dari itu ibu Yoongi berbicara serius dengan orang disebrang telepon. Sedangkan diruang tengah keluarga Min ada dua orang sejoli yang saling dia dan mencuri pandang satu sama lain.
"Apa kau serius dengan ucapanmu itu Jimin? Kau tau ibu pasti sedang menelpon ayah ku untuk memberi tahu ucapanmu itu padanya." ucap Yoongi yang memecahkan keheningan.
"Ne aku serius nona Min Yoongi yang terhormat. Karena kau tau aku baru pertama kali merasa kan perasaan seperti ini. Dan aku tidak ingin melepaskan atau merelakan mu direbut oleh laki-laki manapun. Kau tau Mark temanmu itu?" ucapan Jimin kali ini hanya dibalas anggukan oleh Yoongi.
"Dia adalah kekasih dari Jungkook. Apa kau tidak sadar dia menyukaimu? Maka dari itu aku tidak ingin ada laki-laki lain selain aku yang dekat-dekat denganmu." sambung Jimin.
Yoongi bahkan hanya menutup mulutnya dengan tangan karena saking tidak percayanya. Ternyata dunia ini sangat sempit yah. Yoongi bahkan baru mengenal Jimin kurang dari 1 bulan lalu. Tapi sekarang dia sudah berani mengajak Yoongi untuk bertunangan. Dunia jaman sekarang membuat orang bingung saja salah satunya adalah Yoongi. Sudah hampir setengah jam ibu Yoongi berbicara ditelepon dengan yang sudah pasti adalah ayah nya Yoongi. Akhirnya ibu Yoongi kembali kehadapan sepasang calon kekasih.
"Ibu baru saja menelepon ayahmu Yoongi. Dan nak Jimin apa kau bisa memberi tahu siapa kedua orang tuamu?" kali ini Ibu Yoongi berbicara dengan nada dan wajah yang serius.
Jimin pun langsung menjelaskan siapa dia, siapa kedua orang tuanya, asal muasal keluarganya dan memberi tahu dimana ia tinggal. Dan tanpa diduga Ibu Yoongi langsung tersenyum lalu meninggalkan mereka berdua lagi. Kali ini mereka hanya saling pandang dan saling mengisyaratkan kebingungan mereka.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" ucap Jimin yang ikut bingung karena kelakuannya.
"Mana ku tau! Ini semua salahmu kenapa kau harus berbicara seperti itu kepada ibuku." kali ini Yoongi menjawab dengan nada kesal dan mengerucutkan bibirnya kedepan.
'Aish anak ini sedang kesal saja membuatku gemas! Aku semakin mencintaimu Yoongi' batin Jimin.
"Baiklah ayah Yoongi akan kembali besok. Dan apa kau bisa membawa kedua orang tua mu besok? Karena beliau pasti ingin tau seberapa seriusnya kau nak Jimin" kali ini ibu Yoongi yang tiba-tiba saja datang dan menyuruh Jimin untuk datang lagi besok sambil memberikan senyum yang mengandung banyak arti disana.
"Ne, eommonim aku akan mengusahakan besok kedua orang tua ku akan kesini. Sebaiknya saya pamit untuk pulang. Permisi eommonim, Yoongi-ah. Sampai jumpa besok." Jimin langsung membungkukan tubuhnya dan pergi keluar rumah Yoongi.
"Eomma sebenarnya apa yang terjadi? Aku pusing memikirkan nya. Dan apa-apaan siJimin itu dia selalu saja membuat kejutan dikehidupan ku seenak jidatnya" ucap Yoongi sambil mengerucutkan bibirnya dan menyilanglan kedua tangan didepan dadanya.
"Jujurlah pada eomma Yoongi-ah apa kau menyukainya?" tanya Ibu Yoongi yang langsung direspon dengan pipi merona anaknya itu.
"Ahh arraso arrsao eomma tau itu. Baiklah sekarang kau tidur. Besok mungkin akan ada kejutan lain yang akan kau terima Yoongi-ah" ucap ibu Yoongi yang langsung memeluk dan mengecup pucuk kepala Yoongi.
"Ne eomma" entah Yoongi terlalu polos atau tidak mendengar ucapan ibunya. Yoongi langsung mencium pipi ibunya dan berlari kekamarnya.
"Haaah kenapa dunia ini sangat sempit yah" ibu Yoongi menghembuskan nafasnya dan langsung memasuki kamarnya.
Disisi lain ada Jimin yang sudah sampai kerumahnya dan langsung kekamar kedua orang tuanya. Ia langsung mengetuk pintu kamar kedua orang tuanya. Naas nya ternyata kamar itu kosong. Ia langsung menelepon Ayah dan Ibunya. Pertama kali Jimin menghubungi ayah nya. Dan sial bagi Jimin lagi karena telepon Ayahnya sedang sibuk. Kedua Jimin langsung menghubungi Ibunya.
Tuuut tuuuut
"Ah akhirnya tersambung"
"Yobesseyo,, Jimin ada apa menelepon? Tumben sekali kau menelepon ibu malam-malam begini. Ada apa sayang? Apa ada masalah? Apa uang mu habis? Kalau begitu besok pagi ibu transfer" suara ibunya Jimin diseberang telepon.
"Ani eomma, aku hanya ingin bertanya kapan kalian akan pulang? Ada hal penting yang ingin aku bicarakan." ucap Jimin lirih.
"Ibu dan Ayah masih ada diluar negeri. Lusa baru bisa pulang. Hal penting apa itu Jimin? Jika memang sangat penting Ibu akan memberi tahu Ayahmu agar cepat pulang keKorea malam ini." jawab Ibu Jimin.
"Ahh tidak usah ibu. Aku tau kalian sangat sibuk. Sudah dulu yah bu aku akan segera tidur. Ibu dan ayah jangan lupa meminum vitamin. Jangan terlalu lelah! Aku menyayangi kalian." ucap Jimin.
"Kami juga menyayangimu Jimin." ibu Jimin langsung mematikan sambungan teleponnya.
PIP
"Hah sepertinya besok aku akan kesana sendiri dan bertemu dengan kedua orang tua Yoongi dan menjelaskannya." Kata-kata Jimin terdengar sangat pasrah dan langsung mengetik pesan untuk Yoongi.
From: Min Yoongi Calon Kekasi Jimin x3
Hai calon kekasih ku. Sedang apa? Apa kau sudah tidur? Aku merindukan mu. Sampai berjumpa besok
Disisi lain ada Yoongi yang sedang masuk kedalam selimut membaca pesan dari Jimin langsung tersenyum merona dan tidak berniat untuk membalasnya. Karena dia sedikit kesal dengan Jimin. Tidak lama Yoongi pun tertidur pulas. Entah Yoongi merasa lelah atau Yoongi sudah sangat merasa ingin cepat-cepat besok. Yoongi hanya tersenyum sebelum terlelap.
"Sepertinya Yoongi sudah tidur. Baiklah aku juga seperti harus tidur untuk mempersiapkan kondisiku besok. Arrrghh bahkan ini lebih terasa menegangkan daripada balapan." Jimin langsung memasuki selimutnya dan mematikan lampu yang ada dimeja nakas dekat kasurnya.
"Selamat malam Yoongi, Aku mencintai mu."
.
.
.
TBC Lageeeeeeeeh
Oke mungkin ini terlalu kecepetan banget alurnya. Tapi ini disengaja karena author nya geregetan sama MinYoon. Maaf kalo masih banyak banget typo beredar dan kesalahan yang lain . Kaya cerita atau author nya yang makin absurd atau lainnya. Terima kasih yang udah review kalian bikin aku seneng. Ini chapter 7 makin keseluruhan MinYoon nya. Pokoknya makasih banyak yang udah baca dan ngereview. Rasanya pengen meluk kalian satu-satu. Hehehe
AraChim:
Hehe maaf yah bikin gantung. Ini udah Comeback sama Dope *loh
Gimana ini udah panjang belum? Kalo belum mian ga punya ide lagi soalnya :'( Ini aja buru-buru update lagi. Waah makasih udah ngikutin dan baca FF gaje ini. Gomawoooooo chingu
GitARMY:
Hehe ini udah disatuin kok mereka meskipun belum jelas kepastiannya gimana. Jadi ikutin dan baca terus yah FF gaje ini hihi,,,
Firda473:
Ini udah next chingu semoga ga mengecewakan yah Iya gpp kok makasih yah udah baca dan maaf kalo kalo chapter selanjutnya banyaaaaaaak banget kesalahan. Hem request kamu bakal aku pikir-pikir dulu. Tapi nanti ada kok dichapter depan hadir bambam yaa meskipun ga sama Mark. Dichapter sebelumnya juga Bambam hadir meskipun Cuma sekilas hihi,,
Sama-sama Chingu
Udah deh cuap-cuapnya maaf yah kalo banyak salah kata dan typo.
Byebyeeeeeee
