Disclaimer: Kris punya Tao, Tao punya Kris, dan ff ini murni punya saya

Genre: Humor (?) Friendship (?) de el el

Pair: Lihat aja sendiri.

Rating: Bingung ._.v

WARNING: typo, OOC, Yaoi, alur gaje, gaya bahasa susah dimengerti.

.

.

.

.

.

Matahari bepijar dengan eloknya dan sangat segan untuk menyinari Elf town yang dengan riang mengeerjakan pekerjaan mereka masing masing. Burung burung beryanyi bersahutan yang membuat hari di Elf town lebih berwarna.

Tak!

Sebilah panah mengganggu para burung yang sedang asiknya berkicau dirating pohon. Mereka terpaksa meninggalkan tempat singgahnya.

"Ah.. meleset!" Rutuk pemuda dengan rambut emas yang menyilaukan. Anjing husky dengan sayap dan ekor nagadisebelahnya mencoba bergelayut dikaki jenjang laki lak itu.

"Ada apa? Apa kau lapar?" Pemuda itu jongkok mensejajarkan wajahnya di anjingnya. Pemilik yang sangat peka. Ia langsung melempar biskut keatas dan segera anjinnya melahapnya.

"Anjing pintar.. sepintar pemiliknya" lelaki itu menyibak rambutnya dan pergi berjalan kedekat mata air. Ia meneguk air dan menatap dirinya dipantulan air.

"Kau tampan YiFan.." Wu Yi Fan, nama lelaki itu. Ia mengalungkan tempat anak panahnya dibelakang.

"Kajja Ace.." Ia berjalan dengan langkah tegap dan bersenandung kecil.

"Siapa tampan? Aku. Siapa tampan? Pastilah aku. Siapa yang hebat? Wu Yi Fan. Doo doo.. Wu Yi Fan, itulah aku. Pemanah hebat, pemanah tampan.. doo doo.. Dan hey.. dia memiliki anjing husky yang gagah dan pandai. Siapa pemiliknya? Aku! Wu Yi Fan.. Wu Yi Fan.. doo doo.." senandungnya dengan riang. Bisa dibilang bukan senandung tetapi memuji dirinya sendiri.

"Penyusup! Penyusup!"

Bong! Bong!

Gong kerajaan dibunyikan, para penjaga bersiap siaga mengepung semua sudut dikerajaan. YiFan menatap anjingnya dan tersenyum jahil.

"Ace.. kita dapat mangsa. Kita serbu?" Ace menyalak dan berlari kearah kastil kerajaan yang diikuti oleh YiFan. Dengan sigap ia menggapai anak panahnya dan melilitkan di ujung belakang anak panahnya. Ia mengambil panahnya dan membidik ke arah tali bendera Elf Kingdom yang menjuntai kearah jendela Elf Kingdom.

Gotcha!

YiFan berhasi melilitkan tali anak panahnya ke tali bendera, ia menangkap tali yang dikaitkan dianak panahnya. Ia bergelatungan dan merosot kearah jendela kastil diikuti Ace terbang dengan sayapnya.

"Whoo~ sangat menyenangkan! Aku merasa seperti Patepan! Oh yeah" teriak YiFan. Sesorang dengan jubah emas dan topeng silver menatapnya dengan mata hijau jamrudnya. YiFan tersadar dan mimbidik penyusup itu dengan panahnya.

"Siapa kau. Ada perlu apa." Yifan menarik panahnya.

"Bukan urusanmu. Si Jubah emas berlari kearah YiFan. Dengan siaga ia segera melepaskan anak panahnya yang berhasil dihindari oleh si Jubah emas. Si Jubah emas mendorong Yifan kesamping sehingga membuatnya jatuh kebawah. Jubah emas berancang ancang untuk meloncat dari jendela. Ace emenghadang Si Jubah emas dan segera Ace menyemburkan apinya yang berhasil juga dihindari oleh si jubah emas. Ace ditendang menjauh olehnya, langsung saja si jubah emas terjun kebawah dan hilang disemak semak.

"Argh.." erang YiFan sambil memegangi kepalanya yang sedikit pusing.

"Ace.. Ace!" Ia tersadar dan berlari menuju jendela. YiFan melongok kebawah dan melihat Acenya terpapar.

"Ya tuhan! Ace!" YiFan berdiri dan berancang ancang untuk melompat kebawah.

Greb.

Lengan YiFan dicengkram oleh seseorang.

"Jangan bertindak gegabah anak muda.." lengannya ditarik kebelakang. Ia berbalik dan hendak memarahi seseorang tersebut tetapi tidak jadi.

"A..ah.. Yangmululia Yunho.." YiFan memberi hormat. Yunho menatap Yifan tajam yang diikuti dengan tepukan lembut dipundak dari Jaejoong.

"Maafkan aku Yangmulia.. aku harus cepat. Temanku butuh bantuan." Tanpa menunggu persetujuan, YiFan pergi dari hadapan Yunho.

Bugh.

Tak sengaja YiFan menyenggol pundak Tao yang berdiri di ambang pintu. Ia meliriknya sekilas dan langsung berlari keluar dari kastil.

"Ace! Aigoo! Gwencanayo?!" YiFan memeluk Ace dalam pangkuannya. Ace merengek.

"Ayolah jagoan! Kau tidak apa bukan?!" Ace menyalak semangat membuat Yifan gembira.

"Ehem.." YiFan berbalik.

"Apakah kalian sudah selesai? Hah.. benar kata Yochun. Kau tidak akan memperdulikan apapun jika sudah bersama temanmu itu.. ayolah bawa temanmu dan cepat masuk" Yunho menekankan kata teman pada YiFan. Yunho berbalik dan meninggalkan Yifan.

"Bla bla bla.. aku tidak suka orang itu.." ia segera beranjak memasuki kastil.

TAO SIDE.

"Hey ge.. siapa peri itu huh? Tidak sopan sekali dia. Melengos pergi tanpa izin Yangmulia Yunnie!" Tao mempoutkan bibirnya tidak senang. "Dan gege tau?! Dia menabrakku juga tanpa bilang minta maaf dulu! Dan lihatkan tadi?! Dia langsung pergi! Berlari juga!" Kyungsoo mengacak rambut Tao.

"Cobalah jangan fikirkan hal hal yang tidak perlu Tao.." Kyungsoo terkekeh.

"Gege!" Tao lebih mempoutkan bibirnya kesal.

"Hey hey.. maafkan atas kekacauan ini ya?" Yunho tersenyum hangat diikuti Jaejoong yang melingkarkan tangannya kelengan Yunho.

"Gencana Yangmulia" Kyungsoo membalas senyum Yunho.

"Ehem.. permisi" YiFan melambaikan tangannya.

"Ah ya.." Yunho menarik lengan YiFan dan di rangkulnya pundak Yifan.

"Perkenalkan dirimu jagoan" Yunho terkekeh diikuti raut wajah yang tidak menyenagkan dari Yifan.

"Annyeong.. Aku Wu Yi Fan. Kalian bisa memanggilku Kris manis" Kris mengedipkan matanya kearah Tao dan Kyungsoo.

"Dia keponakanku!" Seru Yunho girang.

"Dia pamanku! Yang bodoh.. pft! Hahah!" Kris tertawa keras. Yunho tidak mau kalah, ia pun memukul ingin memukul kepala Kris dengan keras. Sebelum memukul kepala Kris, Yunho melihat Jaejoong menatapnya dengan tajam dan alhasil ia tidak jadi memukul kepala Kris, dan membiarkan lelaki itu tertawa.

"Keponakan?!" Teriak Tao.

"Paman?!" Teriak Kyungsoo mengikuti Tao. Yunho dan Jaejoong meringis.

.

.

.

.

"Bagaimana.." ucap seseorang peri bertubuh besar dengan mata menyala mengintogerasi pemuda dengan jubah emas yang bersinar.

"Mianhaeyo.. saya belum menemukannya tuan.." seseorang dibalik jubah emas menunduk.

Brak!

Bugh!

Peri yang berbadan besar itu menggebrak mejanya dan memukul makhluk didepannya dengan segan.

"Pergi dari hadapanku dan temukan secepatnya"

"Baiklah.. saya tidak akan mengecewakan anda" peri berjubah emas itu meremas tangannya dan pergi dari ruangan itu dengan gusar.

TBC.

Okeehh.. ini cerita mungkin alurnya aku akan ganti di chapter berikutnya. Karena saya sudah lupaaaa.. ini cerita 2 tahun lalu -Q- mohon maafkan T^T

Ini udah di update kilat. Yah.. mian kalo cuma segitu atau kependekan.

Hehe.. mind to review again?