VIDEO TAPE
By : Han Kang Woo
Cast : Kim Jongin, Do Kyungsoo, EXO Member, etc
Main Cast : KaiSoo
Genre : Romance, Friendship
Warning : BL (Boys Love)
Banyak Typo, FF ini hanya pinjam nama saja
Rated : M plus, NC
DLDR
= Happy Reading =
O…O…O…O…O…O…O…O…O
o
o
o
o
Mata Kyungsoo membulat tidak fokus.
'Ah, sial... Kenapa namja itu ada disini...' batin Kyungsoo, mendadak stres tingkat dewa. Meremas tangannya sendiri.
Dia menunduk, sehingga matanya tidak lagi beradu tatap dengan namja itu. Namja asing yang bernama Kim Jongin.
"Jongin, kau bisa duduk disamping Kyungsoo, dibelakang sana." kata saem Victoria, menyuruh siswanya itu untuk duduk.
"Terima kasih saem." timpal Jongin, sopan. Dia membungkuk sekali lagi, kemudian berjalan pelan ke bagian belakang kelas.
Deg.
Kyungsoo mendongak lagi, baru saja mendengar jika namja asing itu disuruh duduk disampingnya. Dia jadi kaku dan kikuk.
Jongin duduk disamping Kyungsoo, karena memang salah satu tempat itulah yang kosong.
"Hai..." sapa Jongin, tersenyum cerah kepada Kyungsoo. Sembari meletakkan tasnya diatas meja.
Kyungsoo gelagapan, dia tidak menimpali sapaan Jongin, menatapnya pun tidak.
'Apa apan dia, mengatakan 'hai', apa dia lupa dengan semua perbuatannya malam itu...' kata Kyungsoo dalam hati, membuang muka.
Jongin mendesah pelan, sapaannya tidak digubris oleh teman sebangkunya itu. Sekarang dia fokus dengan pelajaran yang sementara diterangkan oleh saem Victoria didepan kelas.
Kyungsoo memandang kearah Baekhyun, yang sejak tadi senyam senyum tidak jelas dan meliriknya.
"Baek..." panggil Kyungsoo, merendahkan suaranya, berbisik.
"Apa." balas Baekhyun, wajah menoleh kebelakang.
"Kita tukar tempat." pinta Kyungsoo, berharap suaranya tidak terdengar oleh Jongin yang ada disampingnya.
"Kenapa?"
"Tidak, hanya saja.. Eh.. Ehm..."
"Kau aneh Kyung."
"Ayolah Baek..."
"Tidak bisa. Aku tidak bisa duduk dibelakang."
"Ahh..."
Kyungsoo mendesah kasar. Dia melirik Jongin yang sedang fokus pada mata pelajaran didepannya. Dan entah mengapa jantung Kyungsoo berdetak cepat, dadanya bergemuruh. Namja itulah yang menjamahnya kemarin malam tanpa bisa melawan. Si namja pemerkosa yang sedang mabuk.
'Apa dia tidak mengenaliku lagi? Atau dia pura pura lupa?' lagi lagi Kyungsoo membatin. Kehadiran namja asing itu betul betul membuatnya pusing, materi pelajaran biologi yang diterangkan oleh saem Victoria tidak ada yang masuk ke otaknya.
'Dan kenapa jantungku berdetak cepat begini? Ya tuhan.'
'Ada apa denganku?'
Berbagai pertanyaan terus muncul dibenak Kyungsoo, adegan dalam rekaman video seks itu juga muncul bersamaan dengan pertanyaan itu. Kyungsoo kembali bergalau ria.
o
o
o
o
Jam pelajaran pertama dan kedua berakhir membosankan. Semua siswa dan siswi di Geongnam High School keluar kelas untuk istirahat, begitupun dengan Kyungsoo dan teman temannya.
Kyungsoo berjalan keluar kelas, sambil membawa tasnya, kamera video didalam tasnya itu harus selalu dalam pengawasannya.
Tiba tiba...
"Ah, maaf. Bisa aku pinjam buku catatanmu, aku ketinggalan banyak materi. Bisakan?" itu suara Jongin, namja itu menghentikan Kyungsoo yang hendak keluar.
"Ah.. Eh.. Ehm..." Kyungsoo mendadak gagu, jantungnya berdetak cepat lagi. Hal yang terjadi jika Jongin dekat dengannya.
"Bisakan?" ulang Jongin, ramah.
Kyungsoo tidak menjawab, namja itu lekas berlalu dan meninggalkan Jongin. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya sekarang.
Jongin menatap penampakan Kyungsoo yang menjauh, pikirannya dipenuhi tanda tanya.
"Namja itu kenapa? Apa ada sesuatu yang aneh di wajahku?" gumam Jongin, pada dirinya.
o
o
o
o
Kyungsoo duduk termenung disebuah bangku taman sekolahnya, dia memilih tempat itu karena sepi. Jarang siswa dan siswi nongkrong disana.
"Kyung..." kata seseorang, menyapa Kyungsoo. Dia adalah Baekhyun. Namja itu datang sambil memakan es krim coklat.
"Ah Baek..."
"Kau kenapa?" Baekhyun duduk disamping Kyungsoo, seraya menawarkan es krim bekasnya pada Kyungsoo. Namun Kyungsoo menolak.
Biasanya Kyungsoo dan Baekhyun berbagi barang barang, makanan dan sebagainya, bahkan celana dalam. Persahabatan mereka memang cukup kental.
"Ah Kyung, kapan kita membuat video Lipsync? Aku sudah tidak sabar membuatnya dan mengunggahnya ke youtube." tanya Baekhyun, sambil menjilat es krimnya.
"Jangan bicarakan mengenai 'video' didepanku Baek." timpal Kyungsoo, malas.
"Aku sudah mempersiapkan 3 lagu untuk lipsync. 1 lagu bahasa inggris, 1 bahasa Korea dan 1 lagi bahasa lain."
"Baek, jangan bahas video."
"Kau bisa memilih antara lagu 'Twerking with Miley, Love me right atau sakitnya tuh disini.' 3 lagu itu bagus untuk lipsync. Kita bisa..."
"Baek, stop."
"Kyung, kau kenapa? Sejak pagi selalu marah marah. Ada apa?" Baekhyun mendadak kesal, sahabatnya itu jadi sangat sensitif.
"Maaf Baek, aku sedang ada masalah. Maafkan aku." desah Kyungsoo, mengusap wajahnya.
Baekhyun menjilat sekali lagi es krimnya, lalu membuangnya ke tempat sampah. Dia fokus pada Kyungsoo sekarang.
"Masalah apa? Berceritalah, kita sahabat." gumam Baekhyun.
Kyungsoo mendesah kasar, memandang Baekhyun dengan tatapan sulit diartikan. Dia bimbang akan bercerita atau tidak.
"Tapi kau harus janji tidak akan menceritakannya kepada orang lain." ucap Kyungsoo, sepertinya memutuskan curhat dengan masalahnya.
"Aku janji." Baekhyun menaikkan telapak tangannya ke udara.
"Benar?"
"Benar, demi sempak Sooman yang belum dicuci. aku berjanji."
"Jangan bercanda Baek."
"Aku janji Kyung. Janji." Baekhyun meralat candaannya dan memasang wajah serius.
"Hm... Aku.. Aku.."
"Aku.. Kenapa?"
"Aku sudah tidak perawan lagi Baek." ungkap Kyungsoo, pusing memilih antara kata perawan dan perjaka.
"Apa?" Baekhyun nyaris berteriak.
Kyungsoo mulai menceritakan kejadian malam itu di hotel. Mulai dari awal hingga akhir. Dia menceritakan semuanya, tanpa ada yang tertinggal.
Mata sipit Baekhyun membulat setelah sahabatnya itu menyelesaikan ceritanya.
"Jadi, namja yang bernama Kim Jongin itu, dia... Benar dia..."
"Aku tidak tahu Baek. Tapi wajahnya mirip dengan namja malam itu, namja pemerkosa."
"Mana videonya?"
Kyungsoo dengan enggan mengeluarkan kamera video dari dalam tasnya. Dan memberikannya kepada Baekhyun. Matanya meneliti kesana kemari, aman, tidak ada siswa dan siswi disekitarnya.
"Hanya satu video itu saja. Tidak ada video yang lain." ucap Kyungsoo, yang awalnya merencanakan merekam keindahan alam pulau Jeju, tapi hasil akhirnya malah rekaman seksnya sendiri yang terekam.
Baekhyun lekas memutar file video satu satunya di kamera itu. Menekan tombol play dengan cepat.
Jreng, showtime...
Namja bereyeliner itu menonton video tersebut tanpa berkedip, hal itu membuat Kyungsoo disampingnya risih. Wajahnya memerah, malu.
"Wow Kyung, ini hebat... Amazing. Kualitas videonya HD, sangat jelas walau malam hari. Semuanya terekam sempurna, anglenya bagus. Seperti direncanakan, peletakan kameranya sangat tepat dan..."
"Baek, berhentilah mengoceh... Matikan videonya, nanti ada yang lihat." tukas Kyungsoo, masih dengan wajah memerah hebat. Lekuk tubuhnya menjadi tontonan gratis.
"Sebentar Kyung, belum selesai. Aku ingin melihat namja itu klimaks." timpal Baekhyun, berusaha menjauhkan tangan Kyungsoo dari kamera itu.
"Baek, sudah... Aku malu..."
"Belum selesai."
"Matikan."
"Sebentar lagi."
Kyungsoo gagal mengambil kamera dari tangan Baekhyun. Akhirnya dia menyerah dan membiarkan sahabatnya itu menonton full video tersebut.
Baekhyun mempercepat beberapa bagian, karena durasi yang lama.
"Ahh, besar juga onderdilnya. Apa punya Chanyeol juga sebesar itu... Hm.." Baekhyun menggumam tanpa sengaja.
"Apa? Siapa?" Kyungsoo menangkap sekilas gumaman Baekhyun.
"Oh, bu.. Bukan apa apa." gagap Baekhyun, salah bicara.
"Sudah Baek, please... Matikan, adegannya sama saja." paksa Kyungsoo.
"Tinggal sedikit, sedikit lagi... Tunggu."
Dan akhirnya Baekhyun menyelesaikan tontonannya, setelah menyaksikan adegan akhir dimana si namja mengerang nikmat dan menumpahkan cairan kelakiannya di hole Kyungsoo.
"Akhirnya selesai. Video ini sangat bagus dicapture dan diupload ke instagram, dan... Aww sakit Kyung.." Baekhyun menjerit dan menghentikan kalimatnya, baru saja kepalanya di jitak oleh Kyungsoo.
"Kau bicara apa Baek."
"Aku hanya bercanda." Baekhyun mengelus kepalanya, sakit.
"Bercandamu berlebihan. Aku tidak ingin video ini tersebar, itu akan jadi bencana. Bencana untukku, keluargaku dan sekolah ini." jelas Kyungsoo, mendesah kasar.
"Kau betul betul tidak perawan sekaligus tidak perjaka lagi Kyung..." goda Baekhyun, tertawa mesum.
"Kau betul, aku tidak bisa menyanggah itu."
"Eh, tapi apakah betul ini dia.. Maksudku, apa betul namja yang bernama Jongin itu adalah pelaku di video ini?" tanya Baekhyun, masih sangsi.
"Aku yakin Baek, dia namja itu. Namja yang sama. Aku sangat yakin." jawab Kyungsoo, tegas.
"Tapi, di video ini terlihat disamping, wajah namja itu memerah dan dia terus memejamkan matanya."
"Itu karena dia sedang mabuk, jadi wajahnya merah. Dan dia memejamkan matanya karena keenakan, memasukiku tanpa ampun."
"Tapi, di video ini namja itu terlihat liar, kasar dan bernafsu, sangat berbeda dengan perilaku Jongin, siswa baru itu terlihat sopan dan baik."
"Mungkin tingkah sopan dan baiknya hanya kedok belaka. Padahal sebenarnya dia adalah namja berandalan pemabuk yang suka meniduri orang seenaknya."
"Tapi..."
"Kenapa kau jadi membelanya Baek... Kau seharusnya dipihakku, aku korban dalam peristiwa ini." protes Kyungsoo, dia mendengus.
"Aku bukan membelanya Kyung, hanya saja, siapa tahu kau salah orang. Mungkin saja dia mirip. Kau tahukan di Korea ini banyak wajah yang mirip." Baekhyun meluruskan.
"Ya aku tahu. Contohnya kau, kau mirip dengan junior yang bernama Taehyung. Sangat mirip."
"Nah itu, misalnya saja si Taehyung itu memperkosa nenek nenek dipinggir jalan, lalu orang malah menuduhku yang melalukannya. Hanya karena wajah yang mirip. Kan tidak adil untukku." kata Baekhyun, menjelaskan dengan perumpamaan yang lebay.
"Tapi Baek, aku sangat yakin itu dia... Sejak dia muncul dan berdiri, memperkenalkan diri didepan kelas, aku langsung yakin dia yang menjamahku." ucap Kyungsoo.
"Ya, aku mengerti. Wajah pelaku di video itu sangat mirip dengan wajah si Jongin."
"Jangan katakan mirip, itu memang dia."
"Ya ya ya... I know..."
Hening sejenak, baik Baekhyun maupun Kyungsoo sibuk dengan pikiran masing masing.
"Lalu, sekarang apa? Apa masalahnya?" tanya Baekhyun,
"Masalahnya aku adalah korban. Aku dilecehkan, diperkosa tanpa bisa melawan." jawab Kyungsoo, nadanya meninggi.
"Lalu? Kau mau apa? Semua sudah terjadi kan. Tidak bisa diubah lagi. Kalaupun namja itu memang Jongin, kau ingin apa darinya, bertanggungjawab? Ingat, kau itu namja, tidak mungkin hamil dan minta dinikahi." tukas Baekhyun, panjang lebar, dia seperti konsultan masalah rumah tangga saja.
Kyungsoo terdiam setelah mendengar penuturan dan pertanyaan Baekhyun, sahabatnya itu benar. Apa dia akan meminta pertanggungjawaban? Padahal dia namja. Minta dinikahi? Oh, no.
"Masa depanmu tidak rusak hanya karena peristiwa malam itu Kyung. Kecuali kau seorang yeoja, kau patut was was. Karena kemungkinan kau akan mengandung anak namja itu." kata Baekhyun, serius, bukan bercanda. Kamera video milik Kyungsoo masih ada ditangannya.
"Aku tahu itu Baek, tapi.. Tapi..."
"Tapi apa?"
Kyungsoo bungkam lagi, kali ini dia tidak bisa jujur.
'Aku merasakan sesuatu pada namja itu. Jantungku berdetak cepat, tubuhku bergetar, dan suaraku hilang saat namja yang bernama Jongin itu ada didekatku...' batin Kyungsoo, tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Gejala seperti orang demam itu muncul tiba tiba disaat Jongin ada disampingnya.
"Ini, ambil kembali kameramu. Aku sarankan kau hapus saja video itu. Nanti jadi masalah." gumam Baekhyun, seraya mengembalikan kamera milik Kyungsoo.
"Aku akan menghapusnya, tapi bukan sekarang." Kyungsoo menerima kameranya kembali.
"Terserah kau saja. Mana yang terbaik untukmu." Baekhyun berujar bijak, tidak diselingi dengan candaan garing lagi.
"Terima kasih Baek, dan aku ingin meminta tolong sesuatu padamu."
"Apa itu, katakan saja."
"Aku ingin kau mencari tahu identitas lengkap Kim Jongin. Dimana dia tinggal, dengan siapa, bagaimana keluarganya. Kau bisa kan?" pinta Kyungsoo, dengan sangat. Dia tahu bahwa sahabatnya itu mempunyai keahlian dalam mengulik informasi pribadi seseorang.
"Beres, itu masalah mudah. Serahkan pada ." Baekhyun menyanggupi, dia menepuk dadanya.
"Terima kasih Baek."
Dan akhirnya, dua sahabat tersebut beranjak dan meninggalkan taman. Kembali ke kelasnya, karena sebentar lagi pelajaran selanjutnya akan dimulai.
o
o
o
o
O...O...O...O
Sesi terakhir Pelajaran akhirnya selesai. Semua siswa dan siswi Geongnam High School mulai menghamburkan diri keluar dari kelas mereka masing masing.
Kyungsoo berjalan cepat setelah berpisah dengan Baekhyun. Namja berbahu sempit itu menelfon kakaknya.
"Halo noona, aku sudah pulang. Noona dimana?" kata Kyungsoo melalui ponselnya.
"Maaf Soo ya, aku masih ada mata kuliah sampai sore. Kau pulang menggunakan bis saja." jawab kakak Kyungsoo diseberang sana.
"Baiklah noona."
"Jaga diri, jangan sampai kau diculik ajuhsi mesum." canda kakak Kyungsoo, disertai tawa kecil.
"Aku bukan anak kecil lagi. Tidak ada yang akan menculikku." balas Kyungsoo, cemberut.
"Ya sudah, hati hati dijalan."
"Ya noona."
Kyungsoo menutup sambungan telefon. Kakaknya tidak bisa menjemputnya dan itu berarti dia harus pulang dengan menggunakan bus. Sahabatnya, Baekhyun, sudah pulang lebih awal.
Kyungsoo berjalan pelan, menuju halte terdekat. Namun, tiba tiba langkahnya dihentikan oleh seseorang.
"Hai, kau pulang sendirian? Sepertinya kita bisa bersama sama. Aku punya motor, disana..." kata seseorang itu, dia adalah Jongin. Namja itu berkata lembut sambil menunjuk motor besarnya di seberang jalan.
Deg.
Lagi lagi Kyungsoo merasakan seperti demam, jantung berdetak cepat, tubuh bergetar, keringat di dahi. Namja itu tidak menjawab atau menanggapi kalimat Jongin. Dia berlalu begitu saja, dengan wajah ditundukkan.
"Hei, kau sebenarnya kenapa? Kenapa menjauhi dan tidak mau bicara denganku? Padahal kita teman sekelas. Apa aku sudah berbuat salah padamu?" panggil Jongin, mengejar Kyungsoo dengan langkah cepat.
Kyungsoo tetap tidak menanggapi, namja itu terus melanjutkan langkahnya.
Tiba tiba, sebuah mobil melintas didepan Kyungsoo, dengan laju sangat cepat.
Wuusss
"Awas..." teriak Jongin, namja berkulit tan itu bergerak cepat.
Dan.
Bugh.
Jongin memeluk Kyungsoo dari arah belakang, lalu mundur, hingga membuat dia terjengkang kebelakang. Bokongnya mencium trotoar jalan, namun dia berhasil menyelamatkan Kyungsoo dari tabrakan yang hampir saja terjadi.
"Ah, untung saja... Kau tidak apa apa." gumam Jongin, menahan sakit bokongnya, dia tersenyum kepada Kyungsoo.
Kyungsoo shock dan kaget, wajahnya pucat pasi. Hampir saja tertabrak, untung Jongin sigap menyelamatkannya.
"Kau tidak apa apa kan?" ulang Jongin, nafasnya menyapu bagian leher Kyungsoo.
"Ti.. Tidak apa apa." akhirnya Kyungsoo mengeluarkan suaranya. Walau tergagap.
"Syukurlah, aku sangat senang." Jongin kembali tersenyum.
Kyungsoo mematung, masih dalam pelukan dan dekapan Jongin. Mereka berdua belum saling melepaskan diri, dan tidak sadar bahwa ada beberapa pengguna jalan yang memperhatikan moment mereka.
'Ya tuhan, namja ini begitu lembut dan baik. Sangat berbeda dengan sikapnya malam itu... Tapi, wajah mereka sama, matanya, hidungnya, suaranya. Bahkan wangi tubuhnya.' batin Kyungsoo, tenggelam dan larut.
"Ehm, baiklah... Kalau begitu, eh..." Jongin mencoba membuat Kyungsoo sadar, karena dirinya baru saja sadar dengan posisi intim mereka dipinggir jalan, tempat yang tidak seharusnya.
"Oh..." Kyungsoo sadar juga, namja itu lekas berdiri, memisahkan diri dari Jongin.
Suasana canggung dan kaku tercipta setelah itu. Jongin menepuk nepuk celana sekolahnya, untuk menghilangkan debu disana. Sementara Kyungsoo menoleh kearah lain, menyembunyikan wajahnya yang memerah.
"Baiklah, kalau kau tidak ingin pulang bersama sama denganku, aku tidak akan memaksa... Bye, sampai bertemu besok di sekolah." sahut Jongin, seksi. Setelah itu berlalu menuju motornya yang terparkir.
Kyungsoo menghela nafas panjang, dia menoleh pelan kearah Jongin pergi, tolehan yang sembunyi sembunyi.
Diseberang jalan, Jongin menaiki motornya, bersiap siap memasukkan kunci dan tancap gas, tapi niatnya itu dihentikan oleh kemunculan seorang yeoja cantik nan seksi. Yeoja itu mendekati Jongin sambil memegang dan menarik narik lengan namja tampan itu. Bermanja ria.
Dan sialnya, moment itu disaksikan oleh Kyungsoo dari jauh.
Tertusuk.
Entah mengapa, ada rasa sakit dan perih didada Kyungsoo saat melihat keintiman antara Jongin dan yeoja itu. Namja imut itu lekas membuang muka lagi, tidak ingin menyaksikan lebih jauh pemandangan menyakitkan itu.
'Ada apa denganku, kenapa... Kenapa ini...' Kyungsoo membatin, dia memegang dadanya.
Sakit, sakit dan sakit.
Seperti tidak rela jika Jongin dipegang dan didekati oleh orang lain. Kejadian di hotel malam itu kembali terbayang.
'Apa aku... Aku sudah jatuh cinta? Ti.. Tidak, tidak mungkin.'
o
o
o
o
o
o
o
TBC
O...O...O...O...O...O...O
Chapter 2 update. Aku sengaja update kilat chap 2 ini. Untuk menghargai pembaca yang sudah memberikan Reviewnya di chap 1. Padahal chap 1 itu baru dipublish kemarin, hehehehee... Karena Review kalianlah FF ini lanjut, terima kasih ya.
Semoga tema ff ini bisa diterima, walau memang ada juga yang tidak suka. Aku hanya mencoba memperkaya dunia fanfiction saja, sebagai hiburan. Terutama menyenangkan pembaca semua.
Maaf, belum sempat menulis pen name yang Review, kedepannya pasti aku tulis.
Chapter 3 upcoming, Review lagi ya...
SalamExoL
Han Kang Woo
