Ch5

VIDEO TAPE

By : Han Kang Woo

Cast : Kim Jongin, Do Kyungsoo, EXO Member, etc

Main Cast : KaiSoo

Genre : Romance, Friendship

Warning : BL (Boys Love)
Banyak Typo, FF ini hanya pinjam nama saja

Rated : M plus, NC

DLDR

= Happy Reading =

O…O…O…O…O…O…O…O…O

o

o

o

o

Kyungsoo menggeleng pelan, matanya berkaca kaca. Dugaannya ternyata benar. Jongin lah yang melecehkannya secara seksual malam itu.

"Semua sudah jelas, lebih baik kau pulang." tukas Kyungsoo, air matanya hampir jatuh.

Jongin menurunkan baju kaosnya, lalu melangkah selangkah lagi.

"Belum jelas, aku masih tidak mengerti. Kau tahu aku punya tato. Sedangkan aku sama sekali belum pernah memperlihatkannya kepada siapapun..." kata Jongin, pertanyaan dibenaknya semakin bertambah.

"Pulanglah Kim Jongin, tidak ada yang perlu dijelaskan." Kyungsoo berujar dan meninggikan suaranya.

"Aku belum mengerti Kyungsoo, tidak mengerti. Apa sebenarnya yang terjadi. Apa kita pernah saling mengenal sebelumnya?" Jongin melangkah lagi, semakin mendekatkan diri pada Kyungsoo.

"Cukup, pulanglah..."

Setelah mengucapkan itu, Kyungsoo dengan cepat berbalik dan masuk kedalam rumahnya. Dia menutup pintu depan dengan sangat keras.

Brak.

Hening.

"Aku tidak akan kemana mana, sebelum kau menjelaskan semuanya Kyungsoo." teriak Jongin, masih dengan posisi berdirinya didepan beranda rumah keluarga Kyungsoo.

Tidak ada jawaban.

Jongin menghela nafas, seraya memegang dahinya, dia masih belum paham apa sebenarnya yang terjadi.

'Ada apa ini sebenarnya?' batin Jongin, lalu duduk di dekat pot bunga disana,

Namja tampan berkulit seksi itu akan menunggu hingga Kyungsoo keluar lagi dan menjelaskan semuanya.

Waktu lagi lagi berjalan lambat.

o

o

o

o

Kyungsoo naik keatas kamarnya, perasaannya campur aduk. Air matanya lolos, dia tidak mampu menahannya lagi.

'Ternyata memang dia...' Kyungsoo membatin.

Baekhyun yang sejak tadi menunggu pagi dikamar Kyungsoo, tersentak pelan saat pintu kamar Kyungsoo terbuka.

"Kenapa menangis Kyung?" tanya Baekhyun, beranjak dan menghampiri sahabat karibnya itu.

"Tidak ada apa apa Baek." jawab Kyungsoo, terisak pelan. Dia menghapus air matanya.

"Kau terlihat kacau. Apa si Kim Jongin itu melukaimu? Biar aku yang menghajarnya sekarang." Baekhyun memasang kuda kuda, lebay. Dia memang sempat memasang telinga sewaktu Kyungsoo turun. Dan menyadari bahwa Jongin lah yang kembali datang.

"Bukan Baek, aku.. Aku ahh..." isakan Kyungsoo semakin keras. Entah kenapa air matanya tidak bisa kompromi untuk tidak mengalir. Padahal selama ini dia adalah namja yang kuat dan tegar.

"Duduklah kalau begitu. Tenangkan dirimu." sahut Baekhyun, menuntut Kyungsoo untuk duduk didepan meja belajar.

Kyungsoo duduk, dan terus mengusap air matanya.

"Berceritalah, kau kenapa? Aku akan mendengarkan." kata Baekhyun kemudian, wajahnya serius dan ingin tahu.

Kyungsoo menarik nafas dalam,

"Ternyata memang dia Baek, dia yang melakukannya. Aku sudah membuktikannya sendiri..." ujar Kyungsoo, menceritakan semuanya. Bercerita dengan terbata bata kepada sahabatnya itu.

Baekhyun mendengarkan tanpa menyela.

"Begitulah Baek, pelakunya adalah Jongin. Bukan seseorang yang mirip, kembaran atau sebagainya. Tapi itu memang dia. Kim Jongin yang sama." Kyungsoo mengakhiri ceritanya, dia bergetar singkat.

"Ohh, aku juga sudah menduga itu." kata Baekhyun, walau pada awalnya dia masih sangsi dengan namja di video seks Kyungsoo itu.

Hening sejenak.

"Jadi apa yang akan kau lakukan? Semua sudah terjadi kan. Jangan sesali dan sedih lagi." lanjut Baekhyun, menghela nafasnya lalu duduk di tepi ranjang.

"Entahlah Baek. Aku pusing... Aku... Aku disatu sisi sangat sedih, tapi di sisi lain senang..." timpal Kyungsoo, kalimatnya ambigu, susah dipahami.

"Maksudmu?"

"Aku... Aku sangat sedih karena Jongin sama sekali tidak ingat peristiwa malam itu, malam dimana dia melakukan semuanya, dengan kasar dan liar. Tapi disisi lain, aku senang, karena... karena... Jongin lah namja itu." jawab Kyungsoo, lirih.

Baekhyun mencoba mencerna kalimat terakhir Kyungsoo, dia gagal paham.

"Tunggu Kyung, kau senang karena namja itu adalah Kim Jongin?" Baekhyun ingin memperjelas.

"Iya Baek... Aku harus mengakui bahwa... bahwa aku menyukai sikap baik dan lembut Jongin. Dan berharap itu adalah sikap dan sifat aslinya." jelas Kyungsoo.

Baekhyun mengangguk, dia paham sekarang. Sahabatnya itu tidak menginginkan namja pemerkosanya adalah namja brandalan, preman pasar dan sejenisnya.

Semua orang pasti menginginkan 'diperkosa' oleh orang baik baik. What? Apa seorang pemerkosa bisa dikategorikan orang baik baik? Entahlah.

"Sekarang kau tenang, kita tidur. Omma dan appamu kemana?" tanya Baekhyun.

"Omma dan appa ada acara pertemuan relasi. Belum pulang." jawab Kyungsoo, pelan.

"Dan Kim Jongin itu, dia sudah pulangkan?"

Kyungsoo diam, namja itu berdiri, menuju jendela kamarnya.

"Dia belum pulang?" ulang Baekhyun.

"Sepertinya belum Baek." jawab Kyungsoo, menatap halaman rumahnya yang gelap.

"Sebaiknya kau menyuruhnya pulang. Udara diluar sangat dingin." kata Baekhyun, memberikan saran kepada sahabatnya tersebut.

Kyungsoo masih memandang keluar jendela, dia mendesah. Lalu mengangguk.

Namja bermata bulat itu mengambil sebuah kertas kosong dan spidol, lalu menuliskan beberapa kata disana. Baekhyun hanya melihat dan tidak menginterupsi apa yang dilakukan oleh temannya itu.

Setelah menulis, Kyungsoo dengan cepat keluar kamar, turun kelantai bawah, berjalan menuju pintu depan.

Namja itu menghela nafas lagi.

Dia menyelipkan kertas berisi pesan di celah bawah pintunya. Dan tanpa mengucapkan kata apa apa, dia kembali lagi keatas, kamarnya.

o

o

Jongin duduk sambil menahan dingin. Dia mengusap telapak tangannya, untuk membuat efek hangat. Sesekali matanya menoleh kearah pintu, melihat apakah Kyungsoo keluar dan menemuinya.

Jongin saat ini terlihat seperti seorang namja yang menunggui pacarnya yang 'ngambek'. Menunggu dan menanti tanpa kenal lelah.

Waktu sudah menunjukkan tengah malam lewat, Jongin berdiri dan tidak sengaja melihat sebuah kertas yang tiba tiba muncul dibawah pintu. Dia lekas memungut dan membacanya :

'Tolong pulanglah, aku akan menjelaskan semuanya di sekolah. Temui aku di gudang rusak belakang sekolah. saat jam istirahat. Pulanglah sekarang... Aku tidak ingin kau sakit.'

Jongin membaca pesan itu berulang ulang, sampai beberapa kali. Matanya sesekali menetap pintu, berharap Kyungsoo ada dibaliknya dan membuka pintu. Tapi harapannya sia sia.

Jongin tampak berpikir sejenak, dia kemudian tersenyum singkat.

"Baiklah, aku akan pulang." gumam Jongin, dan memasukkan kertas itu kedalam sakunya, dia akan menyimpannya. Namja tampan itu percaya bahwa Kyungsoo akan menemuinya besok pagi.

Dan akhirnya, Jongin pulang juga. Walau dengan enggan.

o

o

o

o

Besoknya.

Baekhyun pagi pagi sekali pulang dari rumah Kyungsoo. Karena namja bereyeliner itu harus mempersiapkan perlengkapan sekolah dirumahnya sendiri.

Sedangkan Kyungsoo sudah siap siap berangkat sekolah. Namja itu turun dari kamarnya, dengan kepala pening dan mata sembab. Semalaman dia menangis dalam diam.

"Matamu kenapa sayang?" tanya ibu Kyungsoo didepan meja makan, sambil mengolesi roti dengan selai. Nyonya rumah itu dan suaminya baru paling pukul 2 pagi, sejam setelah kepulangan Jongin.

"Tidak apa apa omma, hanya kemasukan debu." jawab Kyungsoo, memakai alasan klasik. Dia tersenyum kaku pada ibunya.

"Kakakmu mana?"

"Di kamarnya omma." jawab Kyungsoo, agak ragu dan takut. Teringat lagi masalah besar yang menimpa kakak perempuannya itu.

"Apa dia sakit? Tidak kuliah?" ibu Kyungsoo bertanya lagi, dia beranjak dan ingin melihat anak perempuannya itu.

"Biar aku saja yang lihat omma." seru Kyungsoo, cepat.

"Sarapanlah, nanti kau terlambat. Biar omma yang lihat." tutup ibu Kyungsoo, benar benar pergi melihat Yoona di kamarnya.

Untuk diketahui, keluarga Kyungsoo adalah sebuah keluarga yang harmonis. Jarang masalah yang terjadi dalam keluarga kecil itu. Walau ayah Kyungsoo terkenal galak dan tegas, tapi dia sangat sayang kepada istri dan kedua anaknya.

Melihat ibunya berjalan ke kamar Yoona, Kyungsoo langsung gelisah tidak karuan, dia meremas tangannya. Namja imut itu berdiri dari duduknya dan mengikuti ibunya.

Kyungsoo berdiri diam beberapa meter dari depan kamar kakaknya, dia bisa melihat dengan jelas ibunya yang berbicara lembut dengan kakaknya itu dari jauh. Kebetulan pintu kamar Yoona tersebut terbuka sedikit.

'Sepertinya tidak terjadi apa apa, omma tidak curiga kalau Yoona noona hamil.' batin Kyungsoo, lega.

Kyungsoo menghela nafas lalu memandang jam tangannya, dia hampir terlambat.

Dan tanpa buang waktu, Kyungsoo dengan cepat berangkat ke sekolah, dia berteriak untuk memberitahukan kepada ibunya bahwa dia sudah berangkat sekolah.

Namja itu menggunakan jasa bus ke sekolahnya.

o

o

o

o

O...O...O...O

Pelajaran pertama dan kedua berlangsung menoton bagi Kyungsoo, tidak ada satupun materi pelajaran yang masuk kedalam otaknya. Dia memikirkan banyak hal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pelajaran sekolah.

'Baek, dimana kau?' tanya Kyungsoo dalam hati, sahabat karibnya itu tidak nampak batang hidungnya. Padahal biasanya temannya tersebut menghabiskan sisa pelajaran dengan melempar kertas kesana kemari, seperti namja yang masa kecilnya suram.

Bangku Baekhyun kosong, melompong.

Kyungsoo mendesah dan menoleh kesamping, kursi disampingnya juga kosong. Jongin tidak datang.

'Dan kau pun tidak datang...' lagi lagi Kyungsoo membatin. Padahal jam istirahat nanti dia akan menjelaskan semuanya pada Jongin. Di gudang rusak belakang sekolah.

Namja itu mendesah lagi, pikirannya tidak fokus.

o

o

o

o

Jam istirahat baru saja dimulai, Kyungsoo lekas keluar dari kelasnya. Tidak lupa dengan benda penting yang selalu dibawanya, ponsel layar sentuh. Dimana dalam ponsel itu tersimpan video seksnya bersama Jongin.

Kyungsoo berjalan lambat menuju ke gudang belakang sekolah. Dia memilih tempat itu karena menurut kabar gudang itu lumayan angker, jadi siswa dan siswi jarang kesana. Kyungsoo sendiri tidak percaya dengan cerita cerita seperti itu. Cerita yang mungkin saja dikarang oleh segelintir siswa agar gudang tersebut tetap sepi.

Tahu sendirikan, sepi... Berarti beberapa siswa bisa melakukan hal hal 'sesuatu' disana, tanpa ketahuan oleh siswa siswi lain.

Dan kenyataan itu kini dirasakan sendiri oleh Kyungsoo. Dia semakin memperlambat langkahnya saat jaraknya tinggal beberapa meter dari pintu gudang itu, dia mendengar suara suara dari dalam gudang.

"Kenapa harus disini?" bisik sebuah suara, suara namja.

"Karena disini sepi, kau tenang saja. Tidak ada yang akan memergoki kita." timpal namja yang lain.

"Kita melakukannya nanti saja, toloong..."

"Jangan pura pura menolak."

"Tapi..."

"Diam saja dan menungging... Sekarang..."

"Bagaimana kalau ada yang datang?" suara namja itu takut takut.

"Tenang. Kita aman... Aku akan melakukannya dengan cepat. 15 menit saja." namja yang lain menimpali.

"Ba.. Baiklah kalau begitu." namja pertama akhirnya setuju.

Kyungsoo menahan nafasnya, dia sangat mengenali suara namja yang pertama. Suara cabe yang kadang lebay.

'Baek, apa itu kau?' batin Kyungsoo, seraya mengendap endap ke bagian samping gudang itu, mencari cari celah untuk mengintip.

Namja bermata indah itu akhirnya menemukan celah kecil, walau dia harus berusaha keras menjinjit, karena tubuhnya yang pendek. Dia mengintip di celah itu, matanya langsung membulat.

Jreeng...

Baekhyun menungging dengan celana yang sudah terpelorot hingga mata kaki, dibelakangnya, seorang namja tampan dan tinggi sudah siap siap memasukinya. Namja tinggi itu tidak telanjang, tapi mengeluarkan kejantanannya yang ereksi lewat zipper celana yang sudah terbuka.

Jelas sudah, bahwa dua namja didalam gudang itu akan melalukan seks. Seks cepat dan tepat.

"Masukkan pelan pelan Chanyeol ah..." desah Baekhyun didalam sana, dia memegang erat sisi meja reot sebagai pegangannya.

"Kau tenang, rileks... Hanya 15 menit." timpal namja yang ternyata adalah Chanyeol, namja senior yang banyak menjadi idola kaum hawa sekolah.

Baekhyun menarik nafas dalam, dan memejamkannya. Chanyeol dibelakangnya mengocok penisnya cepat,

Lalu...

Sedetik, dua detik, tiga detik... Dan

Blash, kejantanan Chanyeol masuk dan menjebol hole Baekhyun.

"Argh..." jerit Baekhyun, tertahan.

"Jangan menjerit, nanti ada yang dengar." Chanyeol mengingatkan. Namja itu memompa penisnya keluar masuk, dengan ritme cepat.

"Ahh..." Baekhyun mengganti jeritannya dengan desahan, nikmat.

"Yeahh... Oh.. Ahh.."

"Ahh.. Ahhh..."

Desahan, erangan, dan bunyi bunyi sejenisnya mewarnai gudang itu. Gudang yang bisa dikatakan gudang mesum sekarang.

Kyungsoo menutup mulutnya, tidak percaya. Temannya sendiri tidak masuk ke kelas dan malah melakukan seks dengan siswa senior. Woow.

Hampir 15 menit lamanya, Chanyeol terus menggonjot penisnya, keras dan kuat. Waktu yang dialokasikan sangat singkat memang.

Baekhyun bertwerking ria, mendesah dan menahan hujaman kejantanan Chanyeol. Ini adalah kali keduanya holenya di bobol oleh Chanyeol. Yang pertama dilakukannya di ruang ganti kelas basket.

Dan.

"Ahh...ahhh.."

"Ohhh... Ah... Oh.."

Crot crot croott

Chanyeol menumpahkan cairan kelakiannya didalam hole Baekhyun, nikmat dan sulit dijelaskan dengan kata kata.

Namja tinggi itu mengeluarkan penisnya dari hole Baekhyun, lalu kembali memasukkannya ke sangkarnya, tanpa dicuci.

"Terima kasih honey... Lusa adalah jadwal selanjutnya." ujar Chanyeol, tersenyum puas dan meninggalkan Baekhyun sendirian.

Kyungsoo yang berada di luar gudang, dengan cepat memperbaiki posisi, dia menunduk, dan untung saja tubuhnya kecil, jadi Chanyeol tidak melihatnya saat melintas.

Aman, Chanyeol tidak melihat Kyungsoo.

Hening sejenak, hanya suara langkah Chanyeol yang terdengar menjauh.

Baekhyun menaikkan celana sekolahnya, holenya perih sekaligus lengket. Dia dengan cepat kembali memakai celananya dan lekas keluar dari gudang.

Baekhyun berjalan pelan dan tertatih,

Dan...

"Kyu... Kyung, kau... Sejak kapan kau di..." mulut Baekhyun ternganga, saking kagetnya.

"Baru saja." jawab Kyungsoo, tersenyum aneh. Wajahnya memerah.

"Jangan bilang kau su.. sudah melihat.. Itu..." gagap Baekhyun, baru kali ini namja itu kehilangan kata katanya.

"Iya Baek, aku melihat semuanya. Maafkan aku..." Kyungsoo berujar sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Oshh, ahh.." Baekhyun menghela nafas dan mengusap wajahnya kasar. Dia sangat malu dengan temannya itu.

Keadaan menjadi canggung setelahnya, baik Kyungsoo maupun Baekhyun terdiam sesaat. Kyungsoo terdiam karena berada ditempat yang salah, menyaksikan sendiri temannya melalukan seks singkat sedangkan Baekhyun terdiam karena sangat malu pada Kyungsoo. Dia sempat mengejek Kyungsoo karena 'diperkosa' oleh namja misterius dan kali ini dia sendiri yang terkena musibah itu, dengan cara yang beda tentunya.

Baekhyun menarik nafas dalam, menghembuskannya kasar.

"Kyung, yang tadi... Kau.. Ehm... Itu... Anu..."

"Tenang saja Baek, aku akan tutup mulut. Aku paham." ucap Kyungsoo cepat, sangat paham dengan apa yang ingin diucapkan oleh sahabatnya itu.

"Terima kasih Kyung." gumam Baekhyun, sangat tidak enak.

Kyungsoo tersenyum, matanya kesana kemari, tentu saja mencari sosok Jongin yang belum juga muncul. Padahal mereka sudah berjanji bertemu di gudang.

"Kyung..."

"Hm.."

"Aku... Aku akan menjelaskan kenapa hal tadi bisa terjadi." kata Baekhyun, betul betul tidak enak.

"Aku kalah taruhan dari namja tiang itu." Baekhyun mulai menjelaskan.

"Lalu?"

"Kami taruhan bola, MU vs Tottenham. Dan aku kalah. Karena aku kalah, jadi aku harus menjadi uke namja itu selama sebulan. Dengan melakukan seks 3 kali seminggu, selama sebulan penuh. Aku senang senang saja melakukannya, tapi namja itu sangat ganas. Aku harus mau melakukannya dimana saja, tanpa kenal tempat dan waktu. Aku takut suatu saat kami bisa ketahuan." lanjut Baekhyun.

"Jadi itulah sebabnya kau tadi malam kabur kerumahku?" tanya Kyungsoo.

"Iya, tadi malam dia memintanya melakukan di samping mobil ayahnya yang diparkir. Aku tentunya menolak. Aku lebih suka melakukannya di dalam kamar, diatas kasur. Dengan durasi yang lama. Pasti akan lebih dahsyat dan..." Baekhyun mendadak menutup mulutnya, berbicaranya sudah berlebihan.

"Ok Baek, aku mengerti." Kyungsoo tersenyum, menampilkan senyuman khas bentuk hatinya.

Baekhyun balas tersenyum, dia lega karena Kyungsoo mengerti dengan keadaannya. Seks yang dilakukannya tadi adalah dampak dari kekalahannya dalam taruhan. Bukan karena spontan. Walau dia harus mengakui bahwa seks itu memang sangat nikmat dan membuat ketagihan. Hening.

"Baek, apa kau melihat seseorang disini?" tanya Kyungsoo, mengganti topik. bola matanya berputar cepat, meneliti keadaan sekitarnya.

"Tentu saja, si Chanyeol idiot jerapah itu." jawab Baekhyun, sembari tertawa cetar.

"Bukan, maksudku orang lain..."

"Kim Jongin maksudmu?" Baekhyun langsung menangkap maksud Kyungsoo.

"Y.. Ya, dia." jawab Kyungsoo, malu malu.

"Aku tidak melihatnya. Aku sejak tadi hanya bersama si Chanyeol."

Kyungsoo menghela nafasnya, rupanya Jongin belum datang.

"Baiklah Kyung, aku pergi dulu... Kau akan menunggu namja itu kan?"

"Ya, aku akan menunggunya." sahut Kyungsoo, pelan.

Baekhyun menepuk pelan pundak Kyungsoo, setelah itu meninggalkan namja itu sendirian. Dia berjalan tertatih tatih, seperti janda yang baru saja keguguran.

Kyungsoo menatap penampakan Baekhyun yang perlahan menghilang. Dia mendudukkan dirinya diatas meja reot, tempat dimana Baekhyun beberapa saat yang lalu berpegangan, saat di bobol. Dia sempat melihat ceceran sperma milik Chanyeol yang ada dilantai. Sperma yang terbuang sia sia.

Kyungsoo lagi lagi mendesah, matanya menatap keluar gudang.

'Dimana kau Jongin ah...'

o

o

o

o

Jam istirahat hampir selesai, namun Kyungsoo masih berada di gudang belakang sekolah, menantikan Jongin yang tidak kunjung datang.

"Apa kau tidak datang Jongin?" gumam Kyungsoo, resah.

Tiba tiba...

Brugh.

Terdengar suara orang melompat dari arah belakang gudang. Kyungsoo mendengar suara itu, dia terlonjak dari duduknya. Agak kaget.

Kemudian, muncul seorang namja, kemunculannya sangat tiba tiba, dia berlari dan masuk melalui pintu gudang.

"Maaf, aku terlambat..." kata namja itu, terengah engah, dia melap keringat di dahinya. Namja itu adalah Jongin.

"Jongin" kata Kyungsoo, senang dalam hati. Ternyata Jongin datang juga.

Jongin melangkah perlahan, mendekati Kyungsoo. Jarak mereka sangat dekat sekarang.

"Kau bisa menjelaskannya sekarang. Sesuai janjimu semalam." ucap Jongin, wajahnya seksi karena keringat.

Kyungsoo tidak menimpali, matanya fokus kepada wajah Jongin yang terlihat semakin tampan dan mempesona, matahari pagi yang menyeruak dan mengenai wajah namja itu semakin menambah porsi ketampanannya.

"Hei, kau tidak apa apa?" Jongin berseru dan menggoyangkan telapak tangan di depan wajah cengo' Kyungsoo.

"Ti.. Tidak apa apa." jawab Kyungsoo, gagu.

Kyungsoo sangat gugup dan grogi. Dia berdua saja dengan Jongin di dalam gudang itu. Dan tempat tersebut baru saja digunakan oleh pasangan ChanBaek melakukan seks maraton, jadi Kyungsoo merasa risih dan sedikit malu.

"Kalau begitu, katakan sekarang... Aku akan mendengarkan." Jongin kembali kepada topik utama.

"Baiklah..." Kyungsoo mengangguk pelan, wajah imutnya kini serius. Sangat serius malah.

Namja bersuara indah itu mengeluarkan ponsel layar sentuhnya dari saku celana, lalu meletakkannya diatas meja reot disana.

"Video dalam ponselku itu akan menjelaskan semuanya. Kau hanya perlu menontonnya saja. Dan setelah kau menonton, giliranku yang meminta penjelasanmu... Kau harus menjelaskan semuanya padaku, kenapa kau melakukannya..." ujar Kyungsoo, nadanya suaranya sangat rendah, namun ditekan.

Dia mengambil lagi ponselnya dan mencari file video seks itu. Setelah didapat, dia memberikan ponsel itu pada Jongin.

Jongin mengambil ponsel milik Kyungsoo, walau dalam tanda tanya besar dan tidak mengerti.

Namja yang pandai dance itu menekan tombol play, dan mulai menonton.

Hening.

Menit awal Jongin malah tersenyum, karena di video itu menampilkan wajah close up Kyungsoo, sangat imut. Yang berbicara didepan kamera dan melontarkan beberapa kata pembukaan, dokumentasi. Jongin malah mengira Kyungsoo akan membuat video Lipsync.

Namun senyuman Jongin perlahan menghilang ketika gambar dan adegan mulai berganti. Di video itu tampak Kyungsoo yang di dorong diatas kasur oleh seorang namja. Dan namja itu mirip dirinya.

Deg.

Jongin mematung, tapi masih fokus dengan video yang di tontonnya.

Adegan di video terus berlanjut, hingga ke sesi pemaksaan. Sampai adegan seks yang sebenarnya terjadi. Liar, ganas, dan kasar.

"Ti.. Tidak, tidak mungkin..." gumam Jongin, bibirnya bergetar.

Jongin akhirnya menyaksikan semua adegan pemaksaan, pelecehan dan pemerkosaan yang dilakukannya pada Kyungsoo. No sensor.

Dilain pihak, Kyungsoo terus memperhatikan ekspresi Jongin, matanya berkaca kaca. Namun ditahan untuk tidak menangis. Namja kecil itu memperhatikan apakah ekspresi bersalah yang ditampilkan Jongin hanya pura pura atau tidak.

Jongin masih menyaksikan sendiri video itu, dia hampir saja merosot ke lantai, saking kagetnya dengan rekaman seksnya itu.

"Kyung, Kyungsoo... Ini... Aku..." Jongin tidak tahu harus bicara apa, dia menghentikan video itu tengah jalan.

"Sekarang jelaskan Jongin. Jelaskan padaku..." seru Kyungsoo, suaranya mendadak serak dan parau.

"Ini... Itu..."

"Jelaskan... Sekarang..." suara Kyungsoo semakin meninggi. Emosinya meledak.

Jongin meletakkan ponsel Kyungsoo di atas meja reot disana, dia menarik nafas dalam dan menghembuskannya pelan.

"Ba.. Baiklah, aku akan menjelaskannya. Tapi... Satu hal yang perlu kau ketahui bahwa... Bahwa aku... Sama sekali tidak ingat dengan kejadian itu, sama sekali tidak." jelas Jongin, jujur dengan kata katanya.

"Tapi itu kau kan?" air mata Kyungsoo menetes pelan namun dia lekas menghapusnya.

"Y.. Ya itu aku. Aku mengakuinya. Itu bajuku, aku hanya mengingat itu." jawab Jongin, di video itu dia memang menanggalkan bajunya saat adegan seks itu, dan terekam jelas.

"Kenapa kau melakukannya? Hah.. Kenapa?" suara Kyungsoo semakin meninggi.

"Aku sudah katakan bahwa aku tidak ingat. Adegan itu diluar kuasaku." jawab Jongin, pelan.

"Jangan bohong Kim Jongin..."

"Aku tidak bohong, percayalah."

"Kau pasti bersandiwara, karena aku mempunyai bukti, video itu. Asal kau tahu, aku bukan pelacur jalanan yang bisa kau pakai seenaknya. Aku namja baik baik Kim Jongin..." dada Kyungsoo naik turun, dia menumpahkan kekesalan dan kemarahannya didepan Jongin.

Jongin mencoba memegang kedua bahu sempit Kyungsoo, tapi namja itu menepis tangannya.

"Aku betul betul tidak ingat. Percayalah..." Jongin memejamkan matanya, untuk memunculkan adegan yang disaksikannya di video, tapi sama sekali tidak menemukan bayangan. Nihil.

Air mata Kyungsoo semakin berlinang deras, matanya sembab, walau awalnya dia tidak ingin menangis di depan Jongin, tapi apa daya, cairan bening itu lolos juga.

"Hiks.. Hiks... Kau melecehkanku, kau memperkosaku. Kau melakukannya dengan kasar dan... Dan kau tidak mengakuinya... Kau namja sialan.. Kau... Kau..." emosi Kyungsoo tidak terbendung.

"Kyungsoo, aku mengakui itu aku, tapi aku tidak ingat..."

"Kau pura pura... Kau..."

"Kyungsoo..."

"Kau namja berandalan..."

"Kyungsoo, tolong de..."

"Kau, seorang namja yang... Ehm.. Hmmff..."

Teriakan dan bentakan Kyungsoo perlahan terhenti, karena baru saja Jongin menghentikannya dengan sebuah bibir. Ya, Jongin mencium bibir tebal Kyungsoo untuk membungkam namja imut itu.

Deg.

Mata sembab Kyungsoo membulat, bibirnya terkunci. Dia sangat kaget dengan serangan ciuman Jongin yang tiba tiba.

Jongin mencium Kyungsoo, dibarengi dengan lumatan lembut, namun tidak bernafsu. Ciuman itu dilakukannya hanya untuk membuat Kyungsoo diam. Teriakan Kyungsoo tadi bisa saja mendatangkan siswa dan siswi, atau lebih parah para guru.

Ciuman itu berlangsung lama, Jongin memegang tengkuk Kyungsoo, agar ciuman mereka tidak lepas.

Awalnya Kyungsoo bergetar hebat, namun lama lama, dia merasakan ketenangan dalam dekapan dan ciuman lembut Jongin.

Jantung Kyungsoo berdegup kencang, aliran darahnya berdesir. Ciuman pertamanya hilang sudah. Lagi lagi si Jongin yang mengambilnya.

Beberapa menit kemudian, Jongin melepaskan ciumannya, setelah memastikan bahwa Kyungsoo sudah tenang lagi.

"Syukurlah, kau bisa tenang..." gumam Jongin, nafas hangatnya menyapu wajah Kyungsoo. Posisi mereka masih intim.

Kyungsoo tidak bisa berkata apa apa, dia hanya bisa menampilkan ekspresi O_O andalannya.

"Aku akan menjelaskan awal kejadian itu. Tapi yang pasti aku memang tidak ingat mengenai seks yang kita lakukan..." gumam Jongin lagi, menahan tubuh Kyungsoo dalam dekapannya.

Kyungsoo masih diam, mematung. Wajahnya memerah hebat.

"Aku paham sekarang kenapa kau menanyakan mengenai minum minuman keras, pulau Jeju dan tato di tubuhku. Terlebih dahulu aku minta maaf, karena sudah menyakitimu..." lanjut Jongin.

"Waktu itu, aku berlibur bersama dengan beberapa temanku ke Pulau Jeju. Mereka mengajakku kesana karena sebentar lagi aku pindah sekolah. Sebagai pesta perpisahan kami. Kami menyewa hotel di Pulau itu. Dan malamnya kami pesta di lokasi tak jauh dari hotel..."

"Teman temanku memaksaku untuk minum, aku awalnya menolak, tapi karena mereka terus memaksa, jadi akhirnya aku minum juga. Hingga akhirnya aku mabuk berat..."

"Dalam keadaan mabuk, aku kembali ke hotel, menuju kamarku, untuk mengambil sesuatu... Aku mencoba mendorong pintu kamarku yang tertutup, aku sempat jatuh didepan pintu, terus berusaha mendorong pintu kamarku yang yakin tidak ku kunci. Setelah itu aku tidak ingat apa apa lagi. Paginya aku bangun dan sudah berada di kamar sebelah kamarku, aku salah kamar..."

"Tapi setelah aku bangun dan sadar, tidak ada seorangpun di kamar yang salah itu. Aku sendirian disana. Jadi aku merasa tidak terjadi apa apa. Hanya bajuku saja yang tertanggal, aku masih pakai celana. Walau pagi itu memang ada yang aneh dengan punyaku, terasa lengket. Aku meyakinkan diri bahwa aku hanyalah mimpi basah saja..."

"Sorenya, kami pulang dari pulau itu, kembali kerumah masing masing." tutup Jongin, menyelesaikan kronologi yang diingatnya.

Kyungsoo mendengarkan semua penjelasan Jongin, tanpa menimpali apa apa.

"Aku betul betul tidak ingat malam itu. Aku tidak punya alter ego. Aku adalah Kim Jongin, satu Kim Jongin. Inilah aku yang sebenarnya..." Jongin menambahkan penjelasannya.

"Aku tidak pernah melakukan seks sebelumnya. Aku bukanlah namja yang gampang melakukan itu..."

"Kejadian itu terjadi kemungkinan karena aku mabuk berat malam itu. Aku lupa dan tidak sadar. Maafkan aku Kyungsoo... Maafkan aku." sahut Jongin, lembut.

Namja tan itu meminta maaf dengan tulus, dari hatinya.

"Aku akan melakukan apa saja, asal kau mau memaafkanku..."

"Kau bisa meminta apapun padaku, asal kau mau memaafkanku... Apapun." tegas Jongin. Wajahnya dan wajah Kyungsoo sangat dekat, moment ciuman tadi masih terasa.

Hening.

Kyungsoo belum memberikan tanggapan apa apa, tapi bibirnya tampak bergerak gerak, ingin mengucapkan sesuatu.

"Katakanlah apa yang kau inginkan, agar kesalahanku bisa tertutupi dan permintaan maafku bisa kau terima. Tolonglah..." ulang Jongin lagi.

Kyungsoo menarik nafas dalam, mencoba menormalkan dirinya pasca ciuman mendadak dan pengakuan Jongin tadi.

"Ak.. Aku... Aku ingin kau..."

Belum sempat Kyungsoo menyelesaikan kalimatnya, tiba tiba ada seseorang yang menyela dan muncul di depan pintu gudang yang masih terbuka.

"Bagus sekali, berbuat mesum di gudang sekolah. Kalian berdua ikut ke ruanganku... Sekarang."

Big trouble.

Masalah besar sudah menanti.

o

o

o

o

o

o

o

TBC

O...O...O...O...O...O...O

Chapter 5 terpublish. Maaf, chap ini mungkin tidak terlalu panjang, karena takutnya terpotong saat dipublish. Maklum saja aku ketiknya di tablet, menggunakan notepad. Dan biasanya bermasalah saat dipublish di ffn.

Tidak pernah berhenti mengucapkan terima kasih kepada pembaca yang tidak bosan memberikan Reviewnya di tiap chapter ff ini. Komentar dan respon kalian itulah yang membuat ff ini terus fast update, hehehee...

Aku minta maaf karena hanya bisa buat ff yaoi aja. Kalau GS aku belum bisa, sulit membuat namja jadi yeoja dan sebaliknya, hehehee. Kalau straight sih aku bisa... Sangat bisa malah, hehehe...

Untuk chap 5 ini, Review lagi ya... Apapun Review kalian tentunya sangat berharga dan membuat ff ini lanjut terus hingga ending.

SalamLove

Han Kang Woo