VIDEO TAPE
By : Han Kang Woo
Cast : Kim Jongin, Do Kyungsoo, EXO Member, etc
Main Cast : KaiSoo
Genre : Romance, Friendship
Warning : BL (Boys Love)
Banyak Typo, FF ini hanya pinjam nama saja
Rated : M plus, NC
DLDR
= Happy Reading =
O…O…O…O…O…O…O…O…O
o
o
o
o
"Terima kasih atas informasinya Sehun." kata Jongin, masih berbicara lewat telefon.
"Ya hyung. Aku menyesalkan semua yang terjadi hyung. Aku tidak bisa mencegahnya." timpal Sehun diseberang sana.
"Tidak apa apa. Semua sudah terjadi." ucap Jongin, mencoba berpikiran dingin.
"Baiklah hyung, aku tutup telefonnya."
"Ya, sekali lagi terima kasih."
Jongin mematikan sambungan ponselnya, dia menggenggam ponsel itu sambil mendesah.
Kyungsoo yang ada disamping Jongin sejak tadi memperhatikan percakapan yang terjadi antara Jongin dan seseorang bernama Sehun.
"Ada apa?" tanya Kyungsoo, wajahnya masih sedikit merah pasca berciuman tadi.
"Tidak ada apa apa." jawab Jongin, mencoba biasa saja, tetap tenang.
Kyungsoo diam, tidak melanjutkan pertanyaannya lagi, walau dia masih sangat penasaran.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, tapi suasana dan keadaan masih seperti sangat pagi. Jongin memang pulang sebelum waktunya.
Hening.
"Hm.. Jongin ah, aku sepertinya harus pulang. Omma dan appaku pasti khawatir sekarang." gumam Kyungsoo, memegang sudut bibirnya, lembut.
"Ah, tapi kau masih sakit, kau demam." kata Jongin, mencegah Kyungsoo untuk pulang awal.
"Aku sudah baikan Jongin ah, berkat kau. Terima kasih karena sudah menjaga dan merawatku." Kyungsoo menunduk, malu, teringat ciumannya bersama Jongin.
"Tapi..."
"Jongin ah, aku harus pulang... Kau tidak tahu bagaimana tabiat appaku. Aku harus pulang sekarang." potong Kyungsoo, cepat.
Jongin berpikir, menimbang permintaan Kyungsoo untuk pulang. Namja itu kemudian memegang dahi Kyungsoo, refleks. Merasakan suhu tubuh si namja. Sudah normal.
"Aku harus pulang Jongin ah."
"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang" akhirnya Jongin setuju.
Kyungsoo tersenyum, menampilkan senyuman khas bentuk hatinya. Senyum yang jarang dipunyai oleh namja kebanyakan.
Kyungsoo dan Jongin saling tatap selama beberapa detik. Hingga Kyungsoo yang menunduk, malu, namja itu bisa melihat dengan jelas tato kecil di tubuh Jongin. Hal itu menimbulkan dejavu untuknya.
"Baiklah, aku pakai baju dulu..." kata Jongin, memecah kebisuan, dia beranjak dari ranjang, menuju lemari pakaiannya.
Kyungsoo mengangguk pelan, lalu menoleh kearah jendela kamar, seakan tidak ingin melihat Jongin memakai baju secara live. Bukan tanpa alasan, hal itu pasti mengingatkannya lagi pada peristiwa malam itu di pulau Jeju.
Kyungsoo tentunya sudah memaafkan perlakuan namja itu saat disana. Dan sekarang, dia malah jatuh cinta pada namja yang menjamahnya dalam keadaan mabuk itu.
Kyungsoo baru sadar memakai jaket tebal Jongin, bajunya sendiri masih basah dan berada didalam kamar mandi Jongin.
"Jongin ah, ini.. Bajuku mana?" tanya Kyungsoo, menoleh.
"Ah, bajumu masih basah. Kau pakai bajuku saja.. Aku akan mencarikan baju yang cocok un..."
"Aku pakai jaket ini saja, terasa nyaman." potong Kyungsoo,
"Baiklah kalau begitu." senyum Jongin, setuju.
Jongin selesai memakai baju kaosnya, yang dipadukan dengan jaket tipis hitam. Penampilannya terlihat semakin tampan saja. Kyungsoo yang melihatnya jadi terpana.
Dan akhirnya, dua namja itu pergi bersama. Kali ini Jongin menggunakan mobilnya, agar Kyungsoo tidak kedinginan. Sebenarnya dia masih enggan memulangkan Kyungsoo, tapi karena Kyungsoo memaksa, jadi tidak ada pilihan lain.
o
o
o
o
"Berhenti disini saja Jongin ah." kata Kyungsoo, sesaat setelah mobil yang dibawa Jongin tinggal beberapa meter lagi tiba di depan rumahnya.
Ciit, mobil berhenti.
"Kenapa disini?" tanya Jongin, tidak mengerti.
"Maaf, aku tidak ingin kau bermasalah. Appaku pasti bertanya macam macam padamu." jawab Kyungsoo, pelan.
"Aku akan menjelaskan bahwa kau dirumahku, itu adalah tanggungjawabku sebagai.. Eh, teman." timpal Jongin. Hampir salah bicara.
"Kau tidak mengerti Jongin ah, aku turun disini saja. Tolonglah..."
"Baiklah, aku tidak bisa memaksa." hela Jongin, seperti pengalaman yang lalu lalu, Kyungsoo sulit dipaksa.
"Terima kasih." Kyungsoo tersenyum, love lips.
Namja bermata bulat itu membuka pintu mobil dan lekas turun. Jongin memandanginya dengan pandangan khawatir.
"Aku sudah tidak apa apa." kata Kyungsoo cepat, seakan sadar dengan kekhawatiran Jongin itu.
Jongin tampak mendesah beberapa kali, dia turun dari mobilnya dan mendekati Kyungsoo.
"Kyungsoo, lebih baik besok kau tidak masuk sekolah." ucap Jongin, lalu memegang pergelangan tangan Kyungsoo.
"Aku sudah tidak apa apa, sudah sehat."
"Tapi, eh... Lebih baik kau istirahat dulu." Jongin mencoba meyakinkan agar Kyungsoo tidak masuk sekolah dulu. Dia tidak ingin namja itu tahu mengenai video seks yang sudah tersebar itu.
"Terima kasih atas perhatianmu Jongin ah. Tapi aku sudah absen dua hari."
Jongin terdiam, menggesek kerikil dengan sepatunya. Dia tidak bisa tenang sejak info tersebarnya video seksnya.
"Pulanglah Jongin ah, sekali lagi terima kasih."
"Baiklah, aku pulang."
Jongin dengan enggan kembali masuk kedalam mobilnya. Matanya tidak lepas dari sosok Kyungsoo yang kini berdiri di tepi jalan. Rasa khawatir itu belum hilang.
Kyungsoo juga balas menatap Jongin, senyuman terpatri dibibirnya. Ada perasaan ingin memeluk dan mencium Jongin, namun itu tidak mungkin. Jongin bukanlah kekasihnya. Dia sudah bersyukur karena namja itu memenuhi permintaannya berciuman tadi.
"Aku pulang." kata Jongin kemudian, lalu kembali menjalankan mobilnya. Meninggalkan Kyungsoo ditepi jalan.
Kyungsoo melambaikan tangannya singkat, lalu mendesah halus.
'Kau namja yang sangat baik Jongin ah. Mudah mudahan kau mendapatkan seseorang yang tepat menjadi pendamping hidupmu.' Kyungsoo membatin, berdoa dalam hati. Dia merasa beruntung karena pernah menjadi partner seks Jongin, walau kala itu dia tidak menikmatinya. Dan juga pernah merasakan mencium bibir seksi Jongin. Semua itu sudah cukup buatnya.
Setelah itu, namja tersebut berjalan pelan menuju rumahnya yang hanya tinggal beberapa meter saja. Bayangan wajah Jongin kembali terlintas, namun dia berusaha menghilangkannya.
o
o
o
o
O...O...O...O
Kyungsoo tiba didepan halaman rumahnya. Namja itu melangkah pelan dan sedikit takut. Takut karena dia tidak pulang dan memberikan kabar pada kedua orangtuanya.
Dan ketakutannya menjadi kenyataan. Tidak jauh darinya, sosok ayahnya berdiri didepan rumah. Ada beberapa orang berbaju putih lalu lalang didepan rumahnya. Mereka ada tim medis alias suster. Dia baru sadar bahwa ada sebuah mobil dari rumah sakit yang terparkir di depan rumahnya.
Deg.
Kyungsoo terhenti, tertegun. Keringat mendadak membasahi dahinya. Dia belum tahu apa yang sedang terjadi. 4 Tim medis melewatinya sambil membawa seseorang di tempat tidur beroda.
"Omma..." kaget Kyungsoo, rupanya ibunyalah yang dibawa oleh tim medis itu ke mobil.
"Ommaku mau dibawa kemana?" tanya Kyungsoo, panik bukan main. Dia mencoba mengikuti ibunya yang dibawa ke mobil.
Tapi...
"Anak sialan, pergi kau... Jangan pegang istriku." bentak seseorang, sangat keras.
Kyungsoo menoleh kaget, yang membentaknya adalah ayahnya sendiri. Dia bergetar hebat.
Ayah Kyungsoo mendekati anaknya, wajahnya terlihat sangat marah.
Dan...
Plakk.
Ayah Kyungsoo menampar pipi Kyungsoo, keras. Yang membuat Kyungsoo hampir jatuh tersungkur ketanah.
"Ashh, ap.. Appa kenapa..." Kyungsoo mememegang pipinya, menahan sakit.
"Kau anak tidak tahu diri, bikin malu keluarga... Pergi sekarang dari rumah ini, ikuti kakakmu yang hamil itu." seru ayah Kyungsoo, naik darah.
Mata Kyungsoo berkaca kaca mendengar kata kata ayahnya itu, dia tidak mengerti apa yang terjadi.
"Ap.. appa, sebenarnya.. Ada apa ini, ke..kenapa..." Kyungsoo terisak isak, air matanya berlinang.
Ayah Kyungsoo tidak menjelaskan dengan kata kata, namun menjelaskannya dengan melempar sebuah benda tepat didepan Kyungsoo, sebuah paket yang dikirimkan oleh seseorang.
Deg.
Kyungsoo menatap benda itu, sebuah DVD kecil, dan sebuah kertas yang bertuliskan : 'nonton sekarang, beginilah kelakukan anakmu diluar sana'.
"It.. itu apa appa?"
"Jangan pura pura tidak tahu, kau menjadi pemuda pelacur diluar sana. Apa itu yang appa ajarkan padamu? hah..."
"Maksud.. appa apa?"
"Ada seseorang yang mengirimkan video intimmu, dan video itu ditonton oleh ommamu. Dan sekarang ommamu pingsan, dibawa kerumah sakit. Itu karena kau... Kau mengikuti jejak kakakmu. Kau mengecewakan keluarga..." jelas ayah Kyungsoo, berapi api, kemarahan sangat jelas diwajah tuanya.
Deg.
Air mata Kyungsoo semakin berlinang, dia mengerti sekarang, dia merosot dan terduduk ditanah.
'Ja.. jadi... Video seks itu... Ah, kenapa.. Kenapa...' batin Kyungsoo, dirinya tamat sekarang.
Ayah Kyungsoo mengambil tas kecil yang tadi dibawanya, melemparkan tas kecil itu tepat didepan Kyungsoo.
"Pergi dari rumah ini... Dan jangan kembali. Kau bukan bagian dari keluarga lagi." tukas ayah Kyungsoo, lalu mengunci pintu rumahnya dan berjalan cepat melewati anaknya. Dia menuju mobil rumah sakit yang membawa istrinya yang pingsan.
"Appa... Ma..maafkan aku.. app..." isak Kyungsoo, matanya sudah sembab.
Ayah Kyungsoo tidak berkata lagi, dia mendelik kepada dua orang tetangga yang mengintip dibalik tembok rumah. Dia sangat malu dengan perbuatan Kyungsoo anaknya.
"Appa..."
Tuan Do tidak mempedulikan anaknya itu, dia naik keatas mobil rumah sakit dan memberikan perintah kepada si supir untuk jalan.
Hening.
Kyungsoo kini sendirian didepan rumahnya, dia mencoba tegar dengan masalah yang menimpanya. Isakannya coba ditahan, yang menyisakan segukan pelan.
'Maafkan aku appa, omma... Aku mengecewakan kalian.' batin Kyungsoo, masih dengan posisinya yang terduduk ditanah. Dia memandang tas yang dilemparkan oleh ayahnya tadi. Dia benar benar terusir.
'Video itu tidak menjelaskan semuanya... Aku tidak mengharapkan kejadian itu...'
Kyungsoo membatin, pandangannya mendadak berkunang kunang. Masalah yang menimpanya membuatnya drop, terlebih dia baru saja sembuh dari demam.
Dan...
Brughh.
Kyungsoo jatuh pingsan.
"Kyungsoo... Ya tuhan..." seru sebuah suara, yang berasal dari pagar luar rumah keluarga Kyungsoo. Dia Jongin, namja itu tidak pulang.
"Ah, sudah kuduga. Pasti akan seperti ini... Maafkan aku Kyungsoo." kata Jongin, berlari kencang kearah Kyungsoo.
Namja itu memeluk Kyungsoo yang pingsan tersebut. Firasatnya benar, bahwa Kyungsoo kemungkinan akan diusir oleh orangtuanya, karena insiden video seks itu. Dia tidak habis pikir dengan seseorang yang menunjukkan video itu kepada kedua orangtua Kyungsoo. Orang itu benar benar tidak main main.
"Aku akan kembali membawamu ke rumahku. Jika kau tidak diterima disini, maka kau diterima ditempat lain, yaitu rumahku." gumam Jongin, seraya mengangkat tubuh Kyungsoo.
Mata namja tampan itu berkaca kaca melihat kondisi Kyungsoo yang pingsan, rasa bersalahnya semakin besar saja.
'Ini semua karena aku Kyungsoo, karena aku...' kata Jongin dalam hati.
Namja itu menggendong Kyungsoo ke mobilnya yang diparkir tidak jauh dari sana. Kembali membawa namja itu kerumahnya, rumahnya terbuka lebar untuk Kyungsoo.
Dalam perjalanan ke mobilnya, Jongin nampak berpikir keras, berpikir mengenai sesuatu.
'Aku berjanji padamu Kyungsoo, bahwa penderitaanmu akan berakhir cukup sampai disini. Aku akan membuatmu bahagia... Itu janjiku.'
o
o
o
o
O...O...O...O
Hanya dalam beberapa menit saja, Jongin tiba dirumahnya. Lagi lagi dengan menggendong Kyungsoo, yang kini pingsan.
Beberapa pelayan dirumah Jongin nampak sedikit heran dengan apa yang dilakukan majikan mudanya itu, yang membawa seorang namja yang digendong sebanyak dua kali dalam satu hari terakhir.
"Tuan butuh bantuan?" tanya si pelayan, pertanyaan yang sering diajukannya.
"Tidak, terima kasih." jawab Jongin, tersenyum.
Jongin langsung membawa Kyungsoo masuk kedalam kamarnya dan membaringkan namja itu diatas kasur. Ini kali kedua Kyungsoo ditidurkan disana.
'Kasihan sekali kau Kyungsoo...'
Setelah membaringkan Kyungsoo, Jongin duduk disisi ranjang, dan memegang tangan Kyungsoo, erat.
"Kau akan tinggal disini Kyungsoo, rumah ini menerimamu." gumam Jongin, berkata lembut.
Hening.
Jongin menarik selimut dan menyelimuti tubuh kecil Kyungsoo, setelah itu berdiri. Namun tiba tiba ponselnya berdering, dia merogoh sakunya, mengambil ponsel dan mengangkatnya.
"Halo Sehun..."
"Halo hyung, maaf aku mengganggu lagi. Hyung tidak berniat datang ke sekolah lagi kan?" tanya Sehun diseberang sana.
"Sepertinya tidak, kenapa?"
"Kalau bisa hyung tidak datang dulu disekolah. Keadaan belum stabil. Dampak video hyung itu sangat besar. Kepala sekolah memutuskan meliburkan sekolah selama 3 hari, dan mengusahakan penyebaran video itu tidak meluas. Sekolah sangat malu." jelas Sehun, kembali menginfokan sesuatu yang penting bagi kakak kelasnya itu.
Jongin mendesah setelah mendengar info dari Sehun, dia sebenarnya sempat berniat datang dan melabrak si Krystal aka Soojung. Tapi sepertinya sekarang bukan saat yang tepat.
"Apa kau sempat melihat asisten guru baru itu?" tanya Jongin,
"Ya hyung, aku sempat melihatnya tertawa sendiri disamping ruang perpustakaan, seperti orang gila. Aku yakin dia dalang dari semua ini." jawab Sehun,
"Ya, aku juga merasa demikian." kata Jongin, senada dengan Sehun.
"Baiklah hyung, aku hanya menyampaikan itu."
"Terima kasih Sehun."
Percakapan singkat via telfon itu berakhir. Jongin memegang pelipisnya dan kembali menaruh ponselnya.
Dia fokus lagi pada Kyungsoo, memandangi namja imut itu. Ingin memegang tangan Kyungsoo lagi, tapi tiba tiba ponselnya bergetar, yang menandakan ada pesan singkat yang masuk. Jongin bergerak cepat dan membaca pesan yang masuk itu :
'Kai oppa, aku menunggu oppa di Hilt hotels, kamar nomor 144, jam 8 malam nanti. Aku harap oppa datang. Kalau tidak, aku akan membuat namja pendek itu semakin menderita.' begitu bunyi pesan itu.
Jongin membacanya cepat, berulang ulang. Namja itu mengepalkan tangannya, geram dan marah. Tanpa menunggu lama, dia memencet tombol panggil, menelfon nomor baru itu.
Setelah beberapa detik, nomornya diangkat.
"Halo, kau betul betul keterlaluan..." seru Jongin, saat panggilannya dijawab, urat lehernya menegang, memegang ponselnya sangat kuat.
"Ternyata oppa sudah tahu semuanya, baguslah..." kata sebuah suara diseberang sana, suara yeoja.
"Aku tidak menyangka kau menyebarkan video itu Krystal..." tukas Jongin.
"Itu karena oppa tidak mendengar apa yang aku katakan. Oppa keras kepala."
"Aku tidak akan memaafkanmu. Never..." Jongin tidak ingin berkata kasar, karena dia berhadapan dengan seorang yeoja.
"Terserah... Yang penting oppa harus datang malam nanti."
"Untuk apa aku datang, kau sudah menyebarkan video itu. Kau tidak bisa mengancamku lagi."
"Video itu memang sudah tersebar oppa. Tapi aku bisa menyakiti namja pendek itu dengan cara lain... Aku bisa menyuruh orang untuk menyakitinya."
"Jangan libatkan Kyungsoo, dia tidak salah apa apa." bentak Jongin, keras. Yang paling dikhawatirkannya saat ini adalah memang adalah Kyungsoo.
"Itu tergantung oppa, yang penting oppa menuruti satu kemauanku. Hanya satu... Tidak lebih." ancam Soojung, masih tetap dengan nada seksi dan manja.
Jongin mendesah sambil berpikir. Semuanya harus berdasarkan keselamatan Kyungsoo, demi Kyungsoo.
"Apa maumu?"
"Gampang saja oppa. Aku tidak menginginkan cinta oppa lagi, karena itu sudah tidak mungkin. Aku juga tidak menginginkan oppa menjadi kekasih atau suamiku, karena lagi lagi itu sulit. Oppa sudah membenciku... Yang aku inginkan adalah oppa memberikan satu malam buatku, hanya satu malam..." jelas Soojung.
"Apa maksudmu?"
"Oppa harus meluangkan waktu untukku semalam, kita berhubungan intim, oppa harus menanamkan benih dirahimku." Soojung memperjelas keinginannya.
Jdeer.
"Apa? Kau sudah gila?" Jongin tersentak kaget dengan permintaan Soojung, sesuatu yang tidak pernah dipikirkannya.
"Aku memang sudah gila, karena oppa... oppa yang membuatku seperti ini."
"Aku tidak mungkin memenuhi permintaanmu..."
"Semua tergantung oppa, setelah permintaanku oppa penuhi. Aku akan pergi dari kehidupan oppa, melanjutkan pendidikanku ke Kanada. Aku tidak akan mengganggu oppa lagi... Juga namja pendek itu. Aku akan pergi bersama anak oppa yang akan hadir di rahimku." kata Soojung, lantang.
Setelah mengucapkan itu, Soojung menutup telefon, secara mendadak.
"Halo... Halo... Kita belum selesai.." Jongin mencoba menghubungi nomor yeoja itu lagi, namun tidak aktif.
"Ahh, sial..." namja tampan itu mengacak rambutnya kasar dan melempar ponselnya keatas meja nakas. Dia benar benar dalam posisi sulit.
Namja tersebut kembali memandangi Kyungsoo yang terbaring diatas ranjang. Agak lama, tanpa berkedip.
'Kyungsoo...'
Masalah dan masalah terus datang menghampiri. Jongin tidak bisa begitu saja meremehkan Soojung, karena yeoja itu sering kali nekat dan berani. Kenekatan yang bisa saja membuat Kyungsoo semakin menderita.
'Ah, haruskah aku memenuhi permintaan Krystal?' batin Jongin, mengusap wajahnya.
Hening, kali ini agak lama. Mata Jongin fokus ke wajah Kyungsoo lagi.
Lalu, namja tampan bermarga Kim itu naik keatas ranjang dan tidur disamping Kyungsoo, membaringkan dirinya pelan.
"Kyungsoo, apa kau bisa mendengarku?" gumam Jongin, bertanya dan berbisik ditelinga Kyungsoo.
Tidak ada reaksi dari Kyungsoo, hanya nafas teratur yang terdengar.
Jongin menarik nafasnya dalam, kembali bergumam.
"Kau sempat meminta izin saat ingin menciumku... Jadi sekarang aku yang ingin meminta izin juga padamu. Apa aku boleh melakukan hubungan intim dengan Krystal?" ucap Jongin, nyaris tidak terdengar.
Tidak ada jawaban dari Kyungsoo, namun ada setetes air mata yang menetes di pipi kanan namja itu, yang tidak diperhatikan oleh Jongin.
"Aku meminta ini karena ingin melindungimu. Aku tidak akan 'melakukannya' tanpa izinmu..."
"Kau berhak mengizinkan dan tidak mengizinkanku... Karena sekarang, kau... kau adalah kekasihku, aku juga mencintaimu Kyungsoo."
Uff, akhirnya kata cinta itu terucap juga, Jongin membalas cinta Kyungsoo. Dia sudah menyadari perasaannya sendiri.
"Aku sudah berjanji akan membahagiakanmu... Sekarang, aku adalah pendamping sekaligus penjagamu. Kau akan bahagia bersamaku."
o
o
o
o
o
o
o
TBC
O...O...O...O...O...O...O
Chapter 10 update, masih cepat kan? Lagi lagi semua karena Review pembaca semua (baik pakai akun atau yang guest). Ff ini sebentar lagi tamat kok, hehehee... Maaf jika plotnya mengecewakan.
Review lagi ya,
Salam
Han Kang Woo
