VIDEO TAPE
By : Han Kang Woo
Cast : Kim Jongin, Do Kyungsoo, EXO Member, etc
Main Cast : KaiSoo
Genre : Romance, Friendship
Warning : BL (Boys Love)
Banyak Typo, FF ini hanya pinjam nama saja
Rated : M plus, NC
DLDR
= Happy Reading =
O…O…O…O…O…O…O…O…O
o
o
o
o
Hening.
Air mata Kyungsoo kembali berlinang, kali ini semakin banyak. Dia mendengar semua kalimat yang terucap dari bibir seksi Jongin. Air mata yang pertama adalah air mata kesakitan, sakit atas permintaan izin Jongin untuk melakukan hubungan intim dengan seorang yeoja. Dan air mata kedua adalah air mata kebahagiaan, bahagia karena Jongin ternyata membalas cintanya. Dreams come true.
Namja bermarga Do itu membuka matanya pelan, dan menatap wajah tampan Jongin disampingnya.
"Apa benar yang kau katakan?" tanya Kyungsoo, sangat pelan.
"Ah, kau sudah sadar... Syukurlah." lonjak Jongin, sangat senang. Dia sejenak melupakan masalah rumit yang membelitnya.
Kyungsoo mengangguk, tersenyum bentuk hati. Masih menunggu pertanyaannya dijawab oleh Jongin.
"Ya, aku serius. Aku juga mencintaimu Kyungsoo, maafkan aku baru bisa mengatakannya sekarang." jawab Jongin akhirnya, memperjelas semuanya. Rasa cinta itu timbul seiring Kyungsoo bersamanya, moment moment mereka begitu banyak, yang berujung dengan hadirnya cinta, walau pada awalnya dia belum menyadarinya.
"Be.. Benarkah?" gagap Kyungsoo, dadanya bergemuruh.
"Ya, aku mencintaimu." jawab Jongin, Namja tan itu dengan gerakan pelan memajukan tubuhnya, wajahnya secara otomatis juga maju, dan... Mencium bibir Kyungsoo, soft.
Chuup.
Ciuman itu sangat lembut, yang membuat Kyungsoo memejamkan matanya, itu adalah ciuman yang ketiga kalinya dengan Jongin. Ciuman tersebut hanya berlangsung beberapa detik saja, kemudian lepas.
Dua namja itu saling tatap setelah berciuman,
"Ciuman yang tadi adalah ciuman tanda ikatan cinta kita." sahut Jongin, mengisyaratkan bahwa dia dan Kyungsoo sudah menjadi pasangan kekasih.
"Terima kasih Jongin ah, kau menerima cintaku." haru Kyungsoo, masih tidak percaya.
"Aku yang harusnya berterima kasih, aku banyak salah padamu." balas Jongin, lembut.
"Kau tidak salah apa apa, ka..."
"Hush.. Sudahlah, lupakan hal hal yang tidak mengenakkan. Yang ada sekarang hanya cinta kita. Tidak ada yang lain." kata Jongin, sambil meletakkan telunjuk tangannya ke bibir bentuk hati Kyungsoo.
Wajah Kyungsoo memerah, untuk kesejuta kalinya. Ungkapan cinta Jongin membuatnya sangat bahagia, tapi... Masih ada beberapa masalah yang mengganjal. Namja itu menarik nafas dalam, menghembuskannya pelan.
"Jongin ah, tapi... Mengenai yeoja itu, aku.. aku..." Kyungsoo tidak sanggup melanjutkan kata katanya, dadanya mendadak perih.
Jongin langsung menyadari kemana arah kalimat Kyungsoo, dia lantas memegang tangan namja kecil itu, dua duanya.
"Apa kau mengizinkanku?" tanya Jongin,
"Aku tidak tahu Jongin ah, tapi... tapi dalam hati terdalamku, aku.. aku tidak rela kau melakukan itu dengannya." ujar Kyungsoo, tangannya bergetar hebat.
"Aku tahu... Aku tahu, kau pasti tidak rela."
"Ya.. Tapi, jika itu yang terbaik, kau bisa me..."
"Tidak, tentu saja tidak. Aku tidak berniat melakukannya. Melakukannya berarti menduakanmu, itu tidak akan terjadi. Kau tenang saja, aku akan mencari cara agar yeoja itu pergi tanpa mendapatkan keinginannya... Serta memastikan bahwa dia tidak akan mengganggu hidupmu lagi, aku janji... Kau bisa percaya padaku." potong Jongin, mengeratkan pegangannya ditangan Kyungsoo.
Kyungsoo mengangguk pelan, setetes air mata jatuh dipipinya,
"Kau jangan menangis, semua akan baik baik saja." kata Jongin, mencoba memberikan ketenangan untuk Kyungsoo. Namja itu melepaskan tangan Kyungsoo, dan berganti mengelap air mata Kyungsoo dengan tangannya, lembut.
"Percaya padaku Kyungsoo..."
Dengan berusaha Kyungsoo bergerak dan bangun dari pembaringannya, lalu memeluk tubuh Jongin.
"Terima kasih Jongin ah, aku percaya padamu." gumam Kyungsoo, kebahagiaan itu muncul lagi. Jongin selalu berhasil menenangkannya.
Jongin membalas pelukan itu dengan mengusap punggung Kyungsoo.
"Mengenai appamu yang mengusirmu, kau tenang saja. Aku akan berbicara dengannya, menjelaskan semuanya bahwa itu bukan kemauanmu, video itu hanya sekedar video. Kau juga akan tinggal disini, bersamaku." sahut Jongin, hampir lupa dengan masalah utama Kyungsoo dikeluarganya.
"Y..ya, Jongin ah." Kyungsoo bergumam, kali ini ketegarannya sudah kuat, dia tidak meneteskan air mata lagi, mungkin disebabkan oleh kehadiran Jongin bersamanya, namja yang sudah menjadi kekasihnya.
"Sekarang kau istirahat, aku akan mengambilkanmu makanan." kata Jongin,
Kyungsoo menimpali dengan mengangguk, dia melepaskan pelukannya. Wajah mereka saling berhadapan. Sekarang dan beberapa hari kedepan dia akan menghabiskan waktu bersama Jongin.
Dalam sebuah musibah dan bencana, pasti ada hal baik yang terjadi, paling tidak itulah yang dirasakan oleh Kyungsoo.
'Aku sangat mencintaimu Jongin ah.'
o
o
o
o
O...O...O...O
Waktu sudah menunjukkan pukul 07 malam, sejam lagi waktu yang dijanjikan oleh Soojung. Jongin merapikan penampilannya di depan cermin, dia sudah membuat keputusan untuk menemui yeoja itu di hotel.
Tidak jauh darinya, Kyungsoo duduk bersandar di ranjang, sambil memandangi namjanya yang nampak semakin tampan saja.
"Kau ingin menemuinya?" tanya Kyungsoo, pertanyaan yang sudah beberapa kali ditanyakannya beberapa jam terakhir.
"Ya... Kau tenang saja Kyungsoo, aku mempunyai rencana." timpal Jongin, lalu bergerak mendekati Kyungsoo, memegang kedua tangannya.
"Jangan minum minuman apapun yang ditawarkan oleh yeoja itu, terutama minuman keras, aku takut kau... kau.."
"... Menjadi orang lain dan melakukan itu dengannya? Aku tidak akan menerima apapun darinya." Jongin menyambung ucapan Kyungsoo.
"Aku takut Jongin ah, sangat takut."
"Kau tidak perlu takut, semua masalah ini akan terlewati. Percaya padaku." untuk kesekian kalinya Jongin meyakinkan Kyungsoo.
Kyungsoo mengangguk pelan, mendesah halus.
"Ah, hampir lupa... Ini ponselmu, sepertinya banyak panggilan tidak terjawab, aku menghilangkan nada deringnya." sahut Jongin, seraya merogoh saku celananya dan memberikan ponsel itu kepada si empunya.
"Terima kasih." Kyungsoo menerima ponselnya, dengan suka cita. Akhirnya dia bisa memegang lagi ponselnya yang sempat ditukar itu. Dia melihat beberapa misscall dari Baekhyun dan juga kakaknya, Yoona. Namja itu berencana menelfon balik kedua orang itu, terutama kakak perempuannya.
"Baiklah Kyungsoo, aku pergi dulu. Kalau kau butuh sesuatu panggil saja pelayan." kata Jongin, bersiap siap untuk pergi.
"Kau tidak lama kan?"
"Tidak, setelah masalahku dan yeoja itu selesai, aku akan segera pulang. Pulang menemui kekasihku yang manis dan imut ini." goda Jongin, mencolek hidung Kyungsoo dengan jarinya.
Wajah Kyungsoo memerah lagi, dia hampir lupa bahwa dia dan Jongin sudah berpacaran. Jomblo sudah masa lalu baginya.
Jongin perlahan mengecup bibir Kyungsoo, lembut, sebagai ekspresi rasa cintanya. Setelah itu, namja tampan tersebut keluar kamar dan benar benar meninggalkan Kyungsoo sendirian.
'Semoga semua berjalan lancar Jongin ah.'
o
o
o
o
Sepi, sunyi. Itulah yang dirasakan Kyungsoo sejak Jongin pergi. Namja itu masih sangat takut jika Jongin sampai melakukan hubungan seks dengan yeoja yang bernama Soojung aka Krystal. Namun dia percaya bahwa Jongin tidak akan menghianatinya.
Kyungsoo masih sibuk dengan pikirannya, tiba tiba ponsel ditangannya menyala, menampilkan nomor dan nama namja disana, dia lekas mengangkatnya.
"Halo Baek, maafkan ak..."
"Halo Kyung, ya tuhan... Aku sampai berkarat menghubungimu, tapi kau tidak pernah mengangkat telefonku. Pesanku yang berjumlah 12 yang sama dengan jumlah personel lama EXO tidak pernah kau balas. Kata si hitam kau dirumahnya dan sedang sakit. kau sakit apa? Tapi masalahnya aku tidak tahu rumah si hitam itu, yang kutahu saat ini hanyalah rumah si Chanyeol jerapah yang tiap hari menusuk..."
"Baek Baek, bicaramu terlalu cepat, aku minta maaf..." potong Kyungsoo, dia agak menjauhkan ponsel dari telinganya, karena Baekhyun berteriak teriak seperti penjual sayur diseberang sana.
"Oh maaf, aku terlalu gembira karena kau mengangkat telefonku." ucap Baekhyun, batal melanjutkan kalimat panjangnya.
"Aku juga gembira Baek, aku baru saja ingin menelfonmu. Tapi kau sudah menelfonku duluan."
"Sebenarnya apa yang terjadi denganmu? Kau seperti menghilang di telan jamban, eh ditelan bumi. Tidak ada kabar." Baekhyun masih menggunakan gaya bercandanya yang garing.
"Aku sempat sakit Baek, dan Jongin lah yang merawatku dirumahnya." jelas Kyungsoo.
"Lalu? Ah, hampir lupa, ini gawat... Videomu itu, ya tuhan... Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Video itu menjadi hits di sekolah, berpindah dari ponsel yang satu ke ponsel yang lain, seperti virus laptop."
"Aku sudah tahu Baek, aku juga menyesalkan kejadian itu. Aku tidak bisa mencegahnya." murung Kyungsoo, nadanya memelan.
"Untunglah kalau kau sudah tahu. Aku takut kau diserang fans labil si hitam disekolah. Banyak yeoja kelas satu yang ingin di posisimu, mereka juga ingin merasakan bagaimana di.. Eh, maaf. Aku kebablasan lagi. Tapi aku sudah mengancam dan memperingatkan. Mereka tidak akan mengganggumu, tenang saja."
"Terima kasih Baek, kau selalu membantuku."
"Sama sama Kyung."
"Hm.. Baek, apa kemungkinan aku dan Jongin akan dikeluarkan dari sekolah?" tanya Kyungsoo,
"Aku tidak tahu Kyung. Tapi aku dengar pihak sekolah akan mengadakan rapat terbatas mengenai masalah video itu. Aku harap semua baik baik saja." jawab Baekhyun.
"Mudah mudahan Baek."
"Kau dimana sekarang?"
"Hm.. Aku.. aku dirumah Jongin." jawab Kyungsoo, ragu ragu.
"Wow, kau masih disana. Tunggu, apa kalian pacaran?" tanya Baekhyun, mengulik menelisik.
"Eh, ah.. Pertanyaan macam apa itu Baek." Kyungsoo gelagapan, dia belum siap jujur.
"Ahh, aku sudah tahu jawabannya. Kita sudah mengenal lama Kyung. Selamat ya..." kata Baekhyun, bernada centil yang heboh.
"Kau bicara apa Baek." wajah Kyungsoo memerah dengan sendirinya.
"Baiklah Kyung, kapan kau pulang ke rumahmu?"
"Entahlah Baek, aku belum tahu."
"Baiklah, aku paham. Kita akan segera bertemu lagi. Oh iya, sekolah libur selama 3 hari akibat videomu itu. Itu adalah berita gembira buatku yang pemalas, libur semakin panjang."
"Ya Baek, Jongin juga sudah menyampaikannya."
"Apa aku bisa berkunjung ke rumah si hitam itu, untuk bertemu denganmu. Alamatnya?"
"Tentu saja Baek, aku akan mengirim alamatnya."
"Terima kasih Kyung. Jangan pikirkan dampak video itu disekolah. kau jangan takut. Jika ada yang mengganggumu, kau bisa bilang padaku. Aku akan menghajarnya." ucap Baekhyun, memberikan semangat pada sahabat dekatnya itu.
"Ya Baek, terima kasih." timpal Kyungsoo. Bukan dampak disekolah yang ditakutkannya, tapi dampak bagi kedua orangtuanya. Dampak itu kini sudah dirasakannya, yang mengakibatkan dirinya diusir oleh ayahnya sendiri.
Akhirnya, percakapan dua sahabat itu selesai. Baekhyun berjanji akan datang melihat Kyungsoo dirumah Jongin. Hal itu sedikit banyak menghibur Kyungsoo.
Setelah ditelefon oleh Baekhyun, sekarang giliran Kyungsoo yang menelfon kakaknya, Yoona. Dia ingin tahu keadaan kakaknya yang sedang hamil muda. Namun setelah menelfon, nomor kakaknya tidak aktif. Kyungsoo terus mencoba, namun lagi lagi tidak tersambung. Dan solusi terakhir dia mengirimkan pesan singkat saja :
'Maaf noona, ponselku sempat hilang tapi sudah ditemukan lagi. Bagaimana keadaan dan kandungan noona? Aku harap baik baik saja. Tolong noona kirimkan alamat tempat tinggal noona, aku sangat ingin bertemu noona.'
Kyungsoo membaca dua kali pesannya itu, setelah dirasa pas, namja tersebut menekan tanda send dilayar ponselnya. Pesan itu pun terkirim.
"Mudah mudahan semua baik baik saja." Kyungsoo bergumam pada dirinya, sambil menggenggam ponselnya ditangan.
Doanya akan selalu terucap untuk kebahagiaannya dan juga kebahagiaan orang disekitarnya.
o
o
o
o
O...O...O...O
"Iya ajuhma, aku sudah sampai. Aku menunggu ajuhma." kata Jongin, berbicara dengan seseorang lewat ponselnya. Posisinya sekarang ada di depan pintu kamar nomor 144 Hilt Hotels. Setelah berbicara via telefon, dia kembali memasukkan ponselnya ke saku.
'Semoga berhasil.' batin Jongin, mengepalkan tangannya, memberi semangat pada dirinya sendiri.
Namja itu mengetuk pintu kamar hotel itu, tanpa menunggu lama pintu perlahan terbuka. Sesosok yeoja cantik menyambutnya dengan wajah sangat bahagia.
"Aku tahu oppa pasti akan datang." kata yeoja itu, berdiri seksi didepan pintu, dia adalah Soojung alias Krystal. Yeoja yang sangat menginginkan Jongin.
"Tentu saja aku datang." timpal Jongin.
"Ayo masuk oppa." Soojung ingin menarik tangan Jongin, namun gagal, karena Jongin menepis tangannya. Tapi itu bukan masalah buatnya, kehadiran Jongin sudah membuatnya sangat senang.
Jongin mengekor Soojung masuk kedalam kamar hotel kelas satu tersebut. Suasana dan perabot mewah menyambutnya, kamar itu luas, dengan sebuah ranjang queen size ditengahnya.
Soojung duduk disisi ranjang, menaikkan satu kakinya ke paha, penampilannya betul betul super seksi, dia memakai baju tipis nyaris transparan, yang menampakkan bra dan celana dalamnya secara menerawang. Semua lelaki normal pasti akan menelan ludah dibuatnya.
"Oppa tidak akan menyesal melakukannya denganku. Oppa akan puas." ucap Soojung, mendesah desah.
Jongin berdiri tidak jauh dari ranjang, wajahnya menampilkan ekspresi datar.
"Apa kau tidak ingin mengubah pikiran dan membatalkan semua ini?" tanya Jongin, mencoba menyadarkan Soojung.
"Tentu saja tidak oppa. Malam ini lah yang selalu ku tunggu." kata Soojung, tetap akan menjalankan rencananya.
"Kau terlalu terobsesi Krystal." kata Jongin menggeleng, memasukkan tangannya kedalam saku celana.
"Aku tidak terobsesi oppa. Kegiatan yang sebentar lagi kita lakukan adalah hal biasa yang dilakukan pasangan yang berpacaran." timpal Soojung.
"Tapi kita tidak pernah pacaran dan belum berpacaran." sanggah Jongin, mengingatkan.
"Whatever, aku tidak peduli." Soojung berdiri dari duduknya, mengambil ponselnya di tas tangan dan meletakkan ponsel itu diatas LCD TV, dengan lubang kamera menghadap ranjang.
Sudah jelas bahwa yeoja itu ingin merekam adegan intim yang sebentar lagi akan dilakukannya bersama Jongin. Entah terinspirasi dengan video seks Jongin vs Kyungsoo atau apa, tapi yang pasti dia menginginkan adanya video seks yang bisa di tonton kapan saja dikemudian hari.
Jongin tentunya menyadari, namun dia hanya diam dan memandangi apa yang diperbuat oleh yeoja cantik itu. Dia sudah mempunyai rencana agar yeoja itu tidak mengganggunya untuk selamanya. Jongin tentu saja yakin yeoja itu akan memaksa untuk meminta pertanggungjawaban jika seks malam ini terjadi dan yeoja itu berhasil hamil. Sebuah trik klasik yang basi.
"Aku sudah siap oppa, ayo kita lakukan." desah Soojung, kembali duduk disisi ranjang dan memulai aksinya.
Yeoja bertampang judes itu membuka baju atasannya yang tipis itu, hingga menyisakan bra pink yang mencolok mata.
"Ayo buka celana oppa, atau oppa mau aku yang membukanya sendiri." lanjut Soojung, mana tahan. Dia menggigit bibir bawahnya. Ufff.
Jongin mengeluarkan tangannya dari sakunya, namja tampan itu memegang ikat pinggang celananya. Namun belum membukanya.
"Tunggu apa lagi oppa, hanya malam ini... aku akan memberikan segalanya malam ini oppa..." Soojung berdiri lagi dan mulai melepaskan ikatan branya, wajahnya sangat bergairah dan tidak sabar.
Lalu...
Tiba tiba...
Pintu mendadak terbuka, pintu yang memang lupa dikunci itu membuka dengan debaman keras. Sesosok wanita tua muncul dibalik pintu.
Deg.
"Soojung, kau... Ternyata kelakuanmu seperti ini selama ini." wanita tua itu menutup mulutnya dengan tangan, dengan mata berkaca kaca. Shock.
"Om..omma, kenapa omma bisa..." Soojung kaget bukan kepalang, wajahnya mendadak pucat pasi. Yang datang itu ternyata ibunya.
Yeoja itu memasang lagi branya yang sudah terlepas, dan menarik atasannya yang tergeletak acak diatas ranjang. Memakainya kembali secara marathon. Dia dipergoki oleh ibunya sendiri.
"Sekarang kau pulang. Omma akan membawamu ke Kanada... Besok." tukas ibu Soojung, masih tidak percaya dengan kelakuan anaknya yang binal.
"Omma, aku..aku... Ini pasti.. Ah, kau... Pasti oppa yang merencanakan semua ini. Iya kan?" teriak Soojung, frustrasi. Dia menunjuk wajah Jongin dengan geram. Merasa dijebak.
Jongin menampilkan ekspresi cool, senyuman terpatri diwajah tampannya.
"Maaf, tapi ommamu harus tahu. Aku hanya memberitahukan saja." timpal Jongin, lalu membungkuk beberapa kali kepada ibu Soojung yang datang sendirian di hotel itu. Rencananya berjalan lancar.
Beberapa saat yang lalu dia menghubungi nyonya Jung, dan memberitahukan hal penting. Hal yang menyangkut anak perempuan bungsu nyonya itu. Dia berhasil meyakinkannya.
Jongin memang sempat mengenal ibu Soojung, yang tinggal di kota Bucheon. Tempat asalnya sebelum pindah ke kota Seoul. Ayahnya dan ibu Soojung sempat menjadi partner bisnis, jadi sedapat mungkin Jongin tahu. Nomor telefonnya juga didapatkan dibuku telefon dirumahnya.
"Kau... Sialan kau... aku akan membalasmu.." teriak Soojung seperti orang gila, dia tidak lagi menggunakan kata oppa dalam kalimatnya.
"Jangan berteriak, kau sudah mempermalukan omma." tukas ibu Soojung, gusar, dia menarik tangan anaknya keras, menyeretnya keluar kamar hotel.
"Omma, aku masih ingin di Korea, jangan bawa aku ke..."
"Diam, omma akan mengurus pemberhentianmu di sekolah. Dan kau akan segera ke Kanada. Tidak ada toleransi lagi..."
"Tapi omma..."
"Tidak ada bantahan, ayo pulang."
Nyonya Jung menarik anaknya keluar kamar, sejenak dia berhenti dan memandang Jongin.
"Maafkan ajuhma, jangan ceritakan hal ini kepada siapa siapa. ajuhma mohon." pinta ibu Soojung, mengiba. Dia tentunya sangat malu dengan kejadian tadi.
"Ajuhma tenang saja. Aku tidak akan memberitahukan kejadian ini pada orang lain." janji Jongin, tersenyum.
"Terima kasih."
Nyonya Jung dan anak perempuannya itu akhirnya pergi. Umpatan dari bibir Soojung masih terdengar, namun ibunya selalu membentaknya untuk diam. Beberapa penghuni kamar hotel sedikit terganggu dengan umpatan dan teriakan Soojung disepanjang koridor menuju lobi hotel.
Soojung gagal mendapatkan apa yang dia inginkan, gagal berhubungan seks dengan Jongin, gagal merasakan tubuh dan kejantanan Jongin, gagal mengisi rahimnya dengan anak Jongin, semuanya gagal. Gagal total.
Jongin mendesah sendirian, hatinya lega.
"Maafkan aku Krystal, kau pasti akan mendapatkan namja yang bisa mencintaimu... Tapi itu bukan aku." gumam Jongin, berbicara sendiri.
Matanya menangkap ponsel Soojung diatas LCD TV, yeoja itu melupakannya. Ponsel yang dipersiapkan untuk merekam adegan seks yang tidak pernah terjadi.
'Lebih baik aku pulang, Kyungsoo pasti sudah menungguku.' batin Jongin, membiarkan ponsel milik Soojung tetap didalam kamar, karena mulai hari ini dia tidak akan berurusan lagi dengan yeoja cantik bertampang judes itu, forever.
Namja itu keluar kamar dan menutup pintu, senyuman kembali menghiasi wajah tampannya.
'Hanya kau dihatiku Kyungsoo, tidak ada yang lain.'
o
o
o
o
o
o
o
TBC
O...O...O...O...O...O...O
Ch 11 update, maaf tidak bisa panjang, soalnya aku ngetiknya di tablet (laptop masih rusak) dan biasanya terpotong jika terlalu panjang. Mungkin juga ada tambahan satu chap. Jadi ff ini end di chap 13, yang katanya angka sial, heheheee...
Gomawoo review dan responsnya di ff ini, hingga ff ini bisa sampai chap 10 lebih... Terima kasih ya.
Review lagi nee,
Salamxoxo
Han Kang Woo
