2002 ~
"Aku mencintaimu Sunbae"
"Kau belum mengerti cinta Soo"
Rasanya aku ingin menangis mendengar jawaban pemuda berkacamata yang berdiri di depanku. Park Chan Yeol, dia memang mengatakannya dengan lembut. Namun siapa yang tidak akan merasa sakit saat cintanya ditolak ? Dan ini sudah ketiga kalinya Chan Yeol sunbae menolakku. Ya Tuhan, apa sepertinya aku sudah tidak memiliki rasa malu ?
"Sudah ya, aku kembali ke kelas dulu. Kau juga sebaiknya kembali ke kelasmu"
Aku hanya bisa terpaku ditempatku berdiri. Menatap punggung lebar Chan Yeol sunbae yang mulai jauh dari jangkauan mataku.
Aku tersenyum miris. Hah ! Harusnya aku sadar. Pemuda dengan sejuta pesona seperti Park Chan Yeol tidak mungkin membalas cintaku. Melirikpun sepertinya tidak.
Aku tahu, aku terlalu banyak bermimpi. Namun aku tidak ingin menjadi munafik. Aku sangat menginginkannya.

"Hei Soo, ayo pulang bersama"
Aku tidak bisa menyembunyikan senyumku, saat melihat Chan Yeol sunbae memberhentikan sepeda coklatnya tepat disampingku. Tanpa basa-basi aku segera menaiki tempat duduk yang ada dibelakangnya.
"Pegangan Soo, nanti jatuh"
Senyumku semakin lebar. Inilah yang membuatku tidak bisa berhenti mencintainya, meski dia sudah beberapa kali menolak cintaku.
Perhatiannya padaku selalu membuatku tersentuh. Meskipun perhatian yang dia berikan hanya merupakan hal kecil, aku tetap senang.
Aku memejamkan mataku sambil semakin mengeratkan pelukanku pada pinggang Chan Yeol sunbae. Rasanya begitu nyaman. Seperti ada jutaan kupu-kupu yang memenuhi perutku. Geli. Membuatku tidak bisa berhenti tersenyum.
"Soo ~"
Kubuka kedua mataku begitu mendengar suara beratnya memanggilku.
"Ujian kelulusan tinggal menghitung minggu"
Aku mengangguk mengiyakan. Walau aku tahu dia tidak akan bisa melihat gerak kepalaku.
"Do'akan aku ya agar bisa melewatinya tanpa ada hambatan yang berarti"
"Tanpa diminta pun, aku selalu mendo'akan Sunbae"
Aku bisa mendengar kekehan Chan Yeol sunbae. Memang tidak istimewa, tapi aku selalu bahagia mendengarnya.
"Kau memang adik yang baik Soo"
Tenggoranku tercekat mendengarnya. Jadi setelah semua yang aku lakukan selama ini, dia hanya menganggapku adik ? Adik ?! Kau keterlalun Park Chan Yeol !
Rasa sesak langsung memenuhi dadaku. Untu bernapas pun terasa sulit, seperti dihimpit sebuah batu besar. Aku menggigit bibir bawahku. Sekuat mungkin menahan tangis yang bisa meledak kapan saja. Orang ini, selalu bisa membuatku tersenyum dan menangis diwaktu yang hampir bersamaan.
"Setelah lulus nanti, aku berfikir untuk meneruskan ke Universitas KyungHee"
Aku semakin kuat menggigit bibir bawahku. Apa dia bilang ? Universitas KyungHee ? Dia benar-benar ingin menjauhiku atau bagaimana ? Untuk sampai di Universitas KyungHee memang hanya memerlukan waktu 30 menit dari komplek perumahan kami. Namun Universitas itu mewajibkan mahasiswanya untuk tinggal di asrama. Mereka hanya diperbolehkan pulang satu bulan sekali. Itu artinya semakin sulit aku mendapatkannya kan ?
"Aku ingin masuk Modern Music. Pasti asik. Bagaimana menurutmu ?"
Aku tidak menjawab. Air mataku malah mulai menetes. Semakin kueratkan pelukanku dan kusembunyikan wajahku dipunggung lebarnya.
"Soo, kenapa diam saja ?"
"Bisakah kita cepat sampai dirumah, Sunbae ? Aku mulai mengantuk"
Aku tidak peduli bagaimana responnya. Aku juga tidak peduli kalau dia bisa merasakan seragam belakangnya terbasahi air mataku.

Begitu sampai di depan rumah, aku segera turun dari sepeda Chan Yeol sunbae. Tanpa mengucapkan salam padanya, aku berlari masuk ke rumahku. Untuk kali ini saja, aku ingin mempedulikan hatiku.
"Matamu kenapa Soo ? Merah sekali"
Aku tersenyum kecil melihat kekhawatiran Eomma.
"Hanya terkena debu"
"Oh, cepat diobati ya"
Aku mengangguk kecil kemudian membalikkan tubuhku. Bermaksud menuju kamarku.
"Soo ?"
Namun aku harus membalikkan tubuhku lagi, menghadap Eomma.
"Kau pulang dengan Chan Yeol lagi ?"
Aku tidak menjawab. Eomma pasti sudah tahu jawabanku.
"Kalian ini romantis sekali sih ? Setiap hari pulang berduaan, naik sepeda. Ah, Eomma jadi ingat masa muda dulu"
Aku tersenyu miris. Pulang berdua dengan orang yang dicintai sambil menunggangi sepeda memang terkesan manis. Namun kalau salah satunya ada yang menangis, apa masih bisa disebut romantis ?

From : Park Chan Yeol Kau kenapa Soo ? Apa aku berbuat salah ? Kalau iya, maafkan aku
Aku menatap nanar pesan singkat dari Chan Yeol sunbae. Sudah lebih dari tiga kali dia mengirimiku pesan yang isinya sama. Laki- laki itu memang selalu tahu saat aku sedih ataupun senang. Dia memang mengerti aku. Namun, kenapa dia tidak bisa mengerti bahwa aku mencintanya ? Ah, atau lebih tepatnya tidak mau mengerti ?
To : Park Chan Yeol Aku baik- baik saja dan Sunbae tidak salah
Segera kutarik selimut sebatas dada. Memaksa mataku untuk terpejam, sekaligus memaksa otakku untuk tidak mengingat lagi kejadian hari ini.
TBC ~