Bukan hal aneh melihat Chan Yeol sunbae pagi- pagi seperti ini sudah berdiri di depan rumahku. Dia memang sering mengajakku untuk berangkat sekolah bersama. Aku selalu mengiyakan. Memangnya siapa yang mau menolak ajakan pemuda tampan seperti si Dobi itu ? Terlebih lagi, aku sangat mencintainya.

Dengan langkah riang aku menghampirinya. Bukan berarti aku lupa kejadian kemarin sore. Aku hanya tidak ingin mengingatnya. Lagipula, waktuku untuk bersama Chan Yeol sunbae hanya tinggal menghitung minggu. Aku tidak mau menyia-nyiakannya. Meski aku harus rela menelan pil pahit setiap saat.

"Kau terlihat manis dengan pita dirambutmu Soo"
Pipiku merona mendengarnya. Kusentuh pita berwarna ungu muda dirambutku. Pemuda dihadapanku ini bukanlah seorang perayu. Dia juga jarang memuji dan itu membuatku berbangga hati.

Tanpa banyak bicara, aku segera berjalan di depannya sambil sesekali memainkan ujung rambutku. Chan Yeol sunbae langsung menyeimbangi langkahnya denganku.

Hari ini dia tidak membawa sepeda. Dia memang lebih suka berjalan kaki karena jarak sekolah kami memang cukup dekat. Namun yang membuatku heran, dia tidak mau pulang atau berangkat bersama gadis lain selain diriku. Dia lebih memilih pulang sendirian jika ada gadis yang mengajaknya pulang bersama. Bukannya aku terlalu percaya diri, tapi aku selalu merasa hanya aku gadis yang bisa dekat dengannya.

Oh, aku lupa ! Dia kan sudah menganggapku adiknya. Meski batin terasa diiris, aku masih bersyukur karena sampai saat ini Chan Yeol sunbae belum memiliki kekasih.

"Pulang sekolah mau menemaniku ke toko buku ?"
Tanya Chan Yeol sunbae sambil memegang sebentar pundakku. Aku berfikir sebentar. Ini hari Kamis dan aku ada jadwal klub vokal. Ah, tak apa ! Aku bisa ijin pada seniorku meski nanti pasti dimarahi gara-gara aku sudah dua kali ijin. Demi Chan Yeol sunbae, semua akan aku lakukan.

"Tentu saja, aku tunggu Sunbae di depan kelasku"
Dan demi apapun aku langsung jatuh cinta padanya untuk kesekian kalinya karena melihat senyum lebarnya yang sangat mempesona.

Aku masih memasukkan buku kedalam tas saat Chan Yeol sunbae memanggilku dari pintu kelasku. Aku tersenyum lebar dengan pipi yang sedikit merona. Rasanya seperti kami ini sepasang kekasih.

Begitu selesai, aku langsung menghampiri Chan Yeol sunbae. Kami berjalan beriringan menuju halte yang ada di seberang sekolah. Toko buku yang dimaksud Chan Yeol sunbae memang cukup jauh.

Setelah sepuluh menit menunggu, akhirnya ada bus yang datang. Kami segera menaikinya. Chan Yeol sunbae mengajakku dibangku paling belakang. Dia memang pernah mengatakan bahwa itu adalah tempat favoritnya.

Selam diperjalanan, kami tidak banyak bicara. Hanya terkadang Chan Yeol sunbae menanyakan bagaimana kegiatanku hari ini dan aku hanya menjawab seadanya. Aku pun tidak mempermasalahkan keheningan yang tercipta diantara kami. Aku malah merasa nyaman. Bahkan, sesekali aku mencuri pandang kearahnya yang sedang memandang keluar jendela. Dia sungguh tampan dan mempesona.

Tidak terasa, kami sudah sampai di toko buku yang dimaksud. Chan Yeol sunbae langsung mengajakku turun dari bus. Dia masuk duluan ke dalam toko buku, sedangkan aku malah melirik toko peralatan musik yang ada disebelah toko buku. Aku meminta ijin pada Chan Yeol sunbae untuk memasuki toko itu dan dia mengijinkannya.

Kubuka perlahan pintu bertuliskan 'pull' itu. Aku langsung terpesona melihat tatanan toko yang terkesan klasik. Kuedarkan pandanganku kesekeliling toko. Jujur saja, aku tidak bermaksud membeli apapun. Hanya ingin melihat-lihat. Lagipula aku tidak bisa memainkan alat musik. Aku hanya bisa bernyanyi.

Aku mendekat kebagian gitar. Ku elus pelan gitar berwarna merah tua yang berukuran sedang. Gitar yang bagus.

"Tolong jangan ambil itu, aku sudah berniat membelinya !"
Aku tersentak mendengar nada panik dari belakangku. Dengan reflek, aku membalik tubuhku. Ada seorang pemuda berambut pirang dengan seragam sekolah yang menatapku dengan pandangan memohon.

"Tenang saja, aku tidak akan membelinya karena aku tidak bisa bermain gitar"
Kataku sambil tersenyum kecil. Bisa kulihat dia membuang nafas lega, membuatku terkekeh.

"Terimakasih" ucapnya lembut. Suaranya terlalu lembut untuk seorang laki-laki. Kalau diperhatikan, wajahnya juga manis. Apa jangan-jangan dia itu perempuan ?
Aku tertawa dalam hati. Itu konyol sekali. Sudah jelas potongan rambutnya laki-laki sekali. Seragam yang dia pakai juga bawahannya celana.

Sambil menggelengkan kepala, aku berlalu melewatinya namun dia malah menahan tanganku. Aku mengerutkan dahiku.

"Aku Byun Baek Hyun"
Oh, dia ingin berkenalan.

"Aku Do Kyung Soo" Kataku sambil tersenyum. Entah hanya perasaanku atau kenyataannya dia tidak bisa melepaskan pandangannya dari wajahku. Dia menatapku begitu intens. Membuat pipiku merona.

TBC ~